DPT Pemilu 2019 di PALI Berjumlah 125.215, Begini Penjelasan Dari KPUD..

PALI-- Komisi Pemilihan Umum Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2019 di Kabupaten PALI berjumlah 125.215. Hasil tersebut diketahui saat Rapat Pleno terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) akhir dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Kamis (16/8).

Sebelum ditetapkan menjadi DPT, masing-masing PPK menjabarkan jumlah DPS hasil perbaikan akhir dihadapan forum. Kemudian, KPUD menetapkan DPSHP menjadi DPT.

Dikatakan H Hasyim, didampingi empat komisioner lainnya menjelaskan bahwa jumlah tersebut terbagi atas 71  desa/kelurahan dengan  jumlah TPS 589 dimana rinciannya sebagai berikut, pemilih laki-laki  62.375 dan pemilih  perempuan 62.840 totalnya  125.215 pemilih.

"Ada penambahan jumlah TPS dari 311 TPS pada Pilgub lalu menjadi 589 TPS. Pada rekapitulasi DPSHP akhir, menghasilkan jumlah pemilih pada Pemilu 2019 berjumlah 125.215 pemilih yang selanjutnya kita tetapkan menjadi DPT," ungkap H. Hasyim.


Selain TPS yang bertambah, Diakui H Hasyim, DPT juga bertambah dari Pileg lalu yang bertambah 4.033 pemilih. Penambahan tersebut melalui proses panjang, dimana sebelumya didata, diplenokan dimasing-masing desa sampai masing-masing kecamatan dengan mengundang seluruh elemen masyarakat untuk meminta tanggapannya.

"Apa yang akan kami tetapkan ini merupakan hasil kerja yang cukup menyita tenaga dan waktu, jadi bukan hanya mengorek diatas meja. Karena penetapan DPT melalui beberapa tahapan yang melibatkan tanggapan masyarakat," jelasnya.

Kalaupun ada yang tercecer, dikatakan H Hasyim, masyarakat yang sudah masuk kategori pemilih jangan kecewa.

"Nanti akan dimasukan pada Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) dibulan maret, atau saat hari pencoblosan di TPS dengan membawa KTP elektroniknya. Kami berharap, proses Pileg dan Pilpres mendatang bisa sukses seperti halnya pada Pilgub lalu," harapnya. (red)
Share:

Ngojek Bawa Sabu, Sulani Dibawa Polisi

PRABUMULIH – Sulani (30) seorang Tukang Ojek warga Jln. Kotamadya Rt 09 Rw 04 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Praabumulih Utara Kota Prabumulih diamankan petugas Satres Narkoba Polres Prabumulih, rabu (15/8/18)

Tak hanya menjadi tukang ojek Sulaiman diduga sering menjadi perantara pembelian narkoba jenis sabhu dengan bandar inisial NO yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian

Dari dasar laporan polisi Lp/A - 92 / VIII / 2018/Sumsel/Res Pbm, Tgl 15 Agustus 2018, petugas melakukan penangkapan terhadap tersangka sekitar pukul 14.30 wib di Jalan Jend. Sudirman diparkiran RM. Minang Raya Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih

Tersangka yang digeledah petugas berhasil ditemukan barkoba jenis shabu yang diaimpannya di dalam box motor untuk mengelabuhi petugas

Dari hasil penggeledahan itu petugas satres narkoba Polres Prabumulih menemukan narkoba dengan berat bruto mencapai 0,74 gram. Saat diintrogasi pelaku mengaku sering mengambil barang haram tersebut dari temannya berinisial NO (DPO), namun petugas tak berhasil menemukan yang diduga bandar narkoba saat dilakukan penggerbekan dirumahnya karena diduga informasi penangkapan terhadap dirinya telah bocor hingga dirinya kabur dari rumah

Sepeda motor dan narkoba dengan berat bruto 0,74 gram hasil penangkapan tersangka Sulani saat ini diamankan di Mapolres Prabumulih untuk dilakukan penyelidikan

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MH membenarkan telah terjadi pengungkapan penyalagunaan narkoba oleh anak buahnya dan saat ini kasus masih terus dikembangkan

“kita telah berhasil mengamankan tersangka dan sudah kita amankan di Mapolres untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut” tegasnya (sn01/bio)
Share:

Bobol Rumah dan Curi Motor, Pria Ini Dibekuk Tim Elang

PALI-- Suparno alias Nyunyuk (29) warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bertekuk lutut dihadapan polisi setelah Tim Elang Polsek Talang Ubi berhasil membekuknya di jalan Desa Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi pada Rabu dini hari (16/8) sekitar pukul 04.20 WIB lantaran tersangka Nyunyuk diduga kuat sebagai pelaku pembobol rumah Juarsih, warga Simpang Airport Kelurahan Handayani Mulya yang mengakibatkan korban kehilangan sepeda motornya.

Tersangka ditangkap berdasarkan laporan korbannya dengan bukti LP / B  / 183 / VIII / 2018 / SUMSEL / RES M ENIM / SEK TL UBI, tanggal 15 Agustus 2018.

Dari keterangan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi disampaikan Kanit Reskrim Nasron Junaidi bahwa kejadian tersebut bermula pada hari Selasa (14/8) sekira pukul 24.00 WIB saat korban terbangun dari tidurnya karena mendengar suara hewan peliharaannya berbunyi.

Setelah terbangun korban melihat ke dapur rumah, dan ternyata sepeda motor jenis Honda Megapro milik korban sudah hilang.

"Atas kejadian tersebut korban langsung melaporkan ke Polsek Talang Ubi. Berdasarkan laporan tersebut Tim Elang  langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku," ungkap Nasron, Rabu (16/8).

Ditambahkan Nasron, tidak lama di cari Tim Elang mendapat informasi bahwa pelaku mengarah ke Desa Betung Kecamatan Abab.

"Berdasarkan informasi tersebut Tim Elang Polsek Talang Ubi menuju ke Desa Betung, namun setibanya di Desa Jerambah Besi Tim Elang berpapasan dengan pelaku dan langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku tersebut yang tengah berdua dengan satu temanya berinisial IR, yang juga diduga kuat bersama-sama melalukan pencurian dengan pelaku Nyunyuk. Tetapi teman pekaku itu berhasil kabur," bebernya.

Barang bukti  yang berhasil didapat dikatakan Nasron berupa satu unit sepeda motor Honda MEGAPRO warna merah BG 4821 OR, satu buah sebo atau penutup wajah berwarna hitam, satu buah kunci leter T, satu buah kunci ukuran 12 yang sudah di modifikasi lancip.

"Saat ini pelaku kita bawa ke Mapolsek Talang Ubi untuk pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Nasron. (red)
Share:

Anggota Bawaslu PALI Resmi Dilantik

PALI--Sebanyak 1914 anggota Bawaslu Kabupaten/kota se-indonesia periode 2018-2023 hari ini, Rabu (15/8) resmi dilantik oleh Ketua Bawaslu RI Abhan. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan di Birawa Assembly Hall Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Diantara 1914 anggota Bawaslu Kabupaten/kota yang dilantik, terdapat tiga anggota Bawaslu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang lolos setelah mengikuti beberapa tahapan seleksi.

Satu diatara tiga anggota Bawaslu PALI merupakan mantan anggota Panwaslu PALI yakni Basrul.S.AP, sementara dua anggota lainnya merupakan wajah baru, yaitu Iwan Dedi.S.Kom dan H. Heru Muharam.

Dikatakan Basrul, pasca dilantik, Bawaslu PALI bakal mengikuti Bintek bersama Bawaslu se-sumsel.

"Alhamdulillah kami dipercaya menjabat anggota Bawaslu. Ini merupakan amanat yang harus diemban dan dilaksanakan sesuai rel yang ditentukan. Dan tentunya kami bersama kawan-kawan lainnya akan memikul amanah sesuai isi sumpah jabatan yang tadi diucapkan," kata Basrul. (red)
Share:

Sesosok Mayat Bersimbah Darah Gegerkan Warga

PALI--Warga Desa persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mendadak gempar, lantaran salahsatu warganya Eswari (50) ditemukan meninggal dunia dengan tubuh bersimbahkan darah didalam kebun diwilayah Desa Sungai Langan Kecamatan Penukal yang berbatasan dengan desa tempat tinggal korban.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun media ini, korban pergi ke kebun miliknya pada Selasa (sekitar pukul 13.00 WIB, tetapi selang tiga jam setelah korban pergi ke kebunnya, istri korban mendapat kabar bahwa suaminya ditemukan tak bernyawa.

"Suami aku pamitan karena mendapat telponan dari seseorang untuk meluruskan permasalahan terkait ada kayu milik yang menelpon tadi tertebang oleh suami aku. Tapi tidak berapa lama, aku dapat kabar bahwa suami aku sudah meninggal didalam kebun," ungkap Lesi, istri korban saat ditanyai polisi di RSUD PALI, Selasa (14/8).

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah menjelaskan bahwa pihaknya telah mengevakuasi korban sekaligus melakukan olah TKP. Saat ditemukan, posisi korban dalam keadaan telungkup.

"Kami dapat laporan ditemukannya sesosok mayat diwilayah hukum kami. Dan memang benar, setelah olah TKP, sesosok mayat itu diduga korban pembunuhan. Saat ditemukan pertama kali oleh anak korban, kondisi korban sudah meninggal dengan beberapa luka bekas senjata tajam," jelas M Arafah.

Saat olah TKP, diakui Kanit Reskrim Polsek Penukal Abab, disekitar TKP ditemukan barang bukti satu bilah parang.

"Saat ini kita masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi, dan masih tahap penyelidikan. Dan saat ini jenazah korban masih di RSUD PALI selanjutnya diserahkan kepihak keluarga, karena keluarganya menolak untuk diotopsi," tukasnya. (red)
Share:

Tingkatkan PAD, Bapenda PALI Bakal Tagih Wajib Pajak

PALI-- Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyatakan telah melakukan pendataan ulang terhadap wajib pajak, baik itu perorangan maupun perusahaan. Bahkan, dalam waktu dekat ini, pihaknya bakal melalukan penagihan terhadap wajib pajak.

Hal itu, diakui Plt kepala Bapenda PALI Alhidayah, Selasa (14/8) saat ditemui media ini di ruang kerjanya.

"Langkah kita untuk saat ini mendata ulang untuk wajib pajak yang telah terdaftar," ungkap Alhidayah.

Untuk sosialisasi, dikatakan Alhidayah bahwa pihaknya telah menyampaikan sampai ke desa-desa, salahsatunya PBB dan BPHTB.

"Kami lakukan ini agar PAD kabupaten PALI bisa lebih meningkat lagi melalui pajak. Dan kami optimis tahun ini akan meningkat, sebab sosialisasi telah dilakukan ke perusahaan-perusahaan bahkan sampai ke desa-desa," tambahnya.

Alhidayah menegaskan bagi perusahaan yang nakal atau lalai dalam membayar pajak, maka sangsi denda bakal dikenakan.

"Sangsi denda 2 persen bagi perusahaan yang lalai bayar pajak. Untuk itu, kami mengajak ayo bayar pajak tepat waktu demi kelangsungan pembangunan negeri ini," pungkasnya. (red) 
Share:

Jelang Idul Adha, Pedagang Hewan Kurban Menjamur

PALI--Jelang Hari Raya Idul Adha, pedagang hewan kurban menjamur di sejumlah titik di kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Mereka (pedagang hewan kurban, red) mengadu nasib saat jelang lebaran haji, dengan mendirikan lapaknya dipinggir-pinggir jalan raya.

Diakui sejumlah pedagang hewan kurban bahwa saat lebaran sudah dekat ini, banyak warga berburu hewan kurban.

"Alhamdulillah, sehari bisa terjual tiga sampai lima ekor kambing, dan biasanya ketika H-3 lebih banyak lagi warga yang mencari hewan kurban, baik itu sapi atau kambing," ungkap Hajar, salahsatu pedagang hewan kurban yang membuka lapaknya di Jalan Baru Talang Ubi, Selasa (14/8).

Untuk harga, dikatakan Hajar bervariasi, tergantung ukuran hewan. Dan untuk tahun ini, tidak ada kenaikan signifikan terhadap hewan kurban. Bahkan untuk lebih menarik pembeli, Hajar mengaku bahwa dirinya siap antar pesanan dan bersedia menjadi tempat penitipan hewan kurban sampai hari H.

"Harga Kambing mulai Rp 2,5 juta sampai Rp 4 juta/ekor. Sementara untuk sapi, antara Rp 10 juta sampai Rp 20 juta, tergantung ukuran. Dan seluruh hewan kurban yang kami jual dinyatakan sehat oleh Dinas Peternakan Kabupaten PALI, dibuktikan dengan label sehat yang dikalungkan dimasing-masing kambing atau sapi," jelasnya.

Sementara itu, Anas salahsatu pembeli hewan kurban menyatakan bahwa dirinya tidak mengalami kesulitan untuk mendapatkan hewan yang dicarinya.

"Sepertinya seluruh hewan sudah mendapat label sehat dari instansi terkait, jadi kami tidak khawatir membelinya. Terkait harga juga tidak terlalu tinggi, sebab jelang lebaran haji ini, pedagang hewan kurban tersebar hampir disemua penjuru kota Pendopo," katanya. (red)
Share:

Hampir Seminggu Air PAM Mampet, Begini Ocehan Warga Pendopo

PALI-- Hampir satu pekan terakhir ini pelanggan PDAM Lematang Enim di Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Imbasnya, ocehan dan sumpah serapah keluar dari beberapa pelanggan bahkan ada yang menuangkannnya di media sosial karena kecewa terhadap kinerja PDAM.

Sebagian pelanggan pun mengaku harus merogoh kocek lebih dalam lagi apabila ingin memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan mandi dan cuci.

"Biasanya air PDAM di rumah kami bergiliran mengalirnya, atau berselang satu hari air hidup. Namun, saat ini, dari tanggal 9 sampai 13 Agustus, air belum juga mengalir, padahal waktu itu  ada selebaran pengumuman dari PDAM, bahwa air belum bisa mengalir dati tanggal 9 sampai 11 kerana ada perbaikan, tapi sampai sekarang air belum hidup," kata Ari, warga Kelurahan Handyani, Senin(13/8)

Dikatakan Ari,  lima hari air PDAM belum mengalir. Dia terpaksa membeli air bersih sebanyak 4 ribu liter.

"Air tengki PDAM di sini juga habis, jadi kami beli air bersih sebanyak 4 tedmod, satu tedmod berisi 1000 liter, dengan harga Rp 60 ribu pertedmod ukuran 1000 liter," katanya.

Ari bersama warga lainnya, berharap agar PDAM yang menyalurkan air di wilayah Talang Ubi bisa meningkatkan pelayanannya.

"Saat ini di Pendopo bisa dibilang krisis air bersih, buat sumur resapan tidak keluar, sementara air PDAM sering mandek, semoga ada pembenahan di PDAM," harapnya.

Sementara itu, kepala cabang PDAM Pendopo, Rusdi mengaku bahwa air PDAM pada Minggu (12/8)sekitar pukul 21.00 WIB sudah mengalir seperti biasanya.

Namun, ditanya terkait hingga saat ini belum mengalir di Kelurahan Handayani ,Rusdi menjawab bahwa mungkin saja belum gilirannya.

"Air sudah hidup, jam 9 malam kemarin, untuk wilayah Handyani mungkin saja menunggu giliran," singkat Rusdi. (red)
Share:

Ditembak Polisi, Begal Ini Nyerah Saat Hendak Kabur

PALI -- Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil mengungkap kasus pembegalan dan menangkap pelakunya Sartoni (24) tercatat warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin (13/8). Kejadian Curas yang dilakukan pelaku terhadap korbannya bernama Asni (52) warga Desa Prambatan Kecamatan Abab terjadi pada Minggu (12/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dikatakan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa kejadian Curas atau begal tersebut dengan TKP di jalan raya Desa Betung Kecamatan Abab. Saat itu korban mengendarai sepeda motor yang dibuntuti dua orang pelaku dengan mengendarai sepeda motor juga.

Pelaku awalnya memepet motor korban dan berusaha memberhentikan laju motornya, namun oleh korban sempat menendang motor yang dikendarai pelaku hingga pelaku terjatuh. Kemudian korban berusaha memacu laju motornya, tetapi kedua pelaku langsung mengejar korban dengan motornya.

Korban sempat ketakutan, lalu meminta tolong disalah satu warung tidak jauh dari TKP. Tapi pelaku nekat dan mendatangi warung tersebut dan langsung menghampiri Korban. Lalu pelaku Sartoni mengeluarkan senjata jenis pistol dan mengarahkan kebadan korban dan mengancam menembak sambil meminta motornya.

Karena korban merasa terancam dan ketakutan sehingga korban menyerahkan sepeda motornya kepada kedua pelaku.

"Atas kejadian tersebut, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Penukal Abab. Setelah menerima LP, Kanit Reskrim Ipda M.Arafah, bersama piket Reskrim langsung mendatangi TKP untuk mencari dan mengumpulkan informasi terkait identitas kedua pelaku," ungkap Acep.

Setelah mengetahui keberadaan salah satu pelaku, ditambahkan Acep, kemudian Kanit Reskrim bersama anggotanya langsung bergerak cepat melakukan penangkapan terhadap salah satu pelaku tersebut.

"Saat penangkapan terhadap pelaku, ditemukan juga Narkoba jenis sabu dalam rumahnya dan pelaku tidak melakukan perlawanan. Tetapi saat pelaku dibawa untuk dilakukan pengecekan kembali ke TKP, pelaku berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan menembak kaki pelaku," tukasnya.

Diakui Acep, bahwa pelaku mengalami luka tembak dibagian kaki dan dibawa ke Puskesmas Abab, atas rekomendasi pihak Puskesmas kemudian pelaku dirujuk ke RSUD.Dr.H.M.Arbain Muara Enim guna perawatan medis lebih lanjut.

"Barang bukti yang kita dapatkan berupa 1 lembar STNK, 1 Unit sepeda motor tanpa plat no.pol dan surat yang digunakan pelaku dalam melakukan aksinya, 1 paket sabu seberat 0.34 gram dan 1 alat bong isap sabu," jelasnya.

Saat ini, Dikatakan Acep bahwa pihaknya terus melalukan pengejaran terhadap satu pelaku lainnya.

"Identitas teman pelaku sudah kita kantongi, dan pelaku Sartoni kita jerat pasal 365 KUHP dengan ancaman kurungan penjara diatas 7 tahun," tandasnya. (red)
Share:

Karnaval Dimeriahkan 122 Peserta

PALI-- Setelah melalukan kegiatan lomba gerak jalan, jalan santai dan senam bersama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali gelar karnaval sebagai salahsatu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT kemerdekaan RI ke-73.

Tercatat ada 122 kelompok ramaikan kegiatan ini, terdiri dari kelompok atau tingkat TK/PAUD ada 20 peserta, SD ada 30 peserta, SMP ada 13 peserta, SMA ada 11 peserta dan umum termasuk dari OPD ada 21 peserta serta kendaraan hias ada 24 peserta.

"Kita ambil moto kegiatan ini adalah meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan dalam mengisi kemerdekaan melalui kerja kita prestasi bangsa untuk PALI Cemerlang," ungkap Haris Munandar, ketua pelaksana kegiatan Karnaval, Senin (13/8).

Rute perjalanan dijelaskan Haris Munandar dimulai start dari lapangan Gelora- Mako Brimob- SMA YKPP- Jalan Baru- YPIP Peris- Terminal Pendopo- Sp 4- Kebun Sayur- Sp 5 - Finish depan TK Bhayangkara.

"Kurang lebih 4 kilometer yang dilalui seluruh peserta. Dalam kegiatan ini juga bakal dinilai kekompakan, kerapian, keserasian dan keunikan yang ditampilkan masing-masing peserta. Dan kami berharap dengan adanya kegiatan ini masyarakat bisa menikmati kegiatan ini sebagai hiburan rakyat," harapnya.

Pada kegiatan karnaval sendiri, dihadiri langsung Bupati PALI, Heri Amalindo, Ketua DPRD PALI Drs Soemarjono, sejumlah kepala OPD dan kepala FKPD dilingkungan Pemkab PALI.

Kegiatan tersebut juga menjadi ajang tontonan gratis warga PALI yang tumpah ruah menyaksikan atraksi dan penampilan dari masing-masing peserta. (red)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts