Tunjang Perekonomian, Pemkab Pali Genjot Infrastruktur Jalan

PALI -- Sebagai daerah baru, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus melakukan penataan, salahsatunya pelebaran jalan antara Simpang Lima yang menjadi pusat kota Talang Ubi sebagai Ibukota Kabupaten PALI sampai Desa Talang Akar untuk memperlancar perekonomian masyarakat Bumi Serepat Serasan.

Bahkan pekerjaan pelebaran jalan tersebut dengan lebar lebih kurang 10 meter dan panjang sekitar 5 kilometer  ditargetkan tahun ini selesai dan sudah bisa dipergunakan masyarakat untuk lakukan aktivitas.

Kabar itu diungkapan kepala PU Bina Marga Kabupaten PALI, Etty Murniaty. "Saat ini pekerjaan masih berjalan dan proses tali asih sudah selesai diberikan kepada warga yang rumahnya terdampak pelebaran tersebut. Sebab, kalau ganti rugi lahan, itu tidak berlaku karena lahan yang dibangun pelebaran merupakan lahan hibah dari Pertamina," ujar Etty.

Untuk itu, Etty berharap dukungan semua masyarakat untuk mendukung proses pekerjaan tersebut agar berjalan lancar. Dan diakuinya, pembangunan pelebaran jalan bukan hanya pengerasan saja tetapi bakal langsung dicor beton dan diatasnya akan diaspal.

"Kedepannya pelebaran jalan itu akan dibuat dua jalur, dan secara bertahap, sekat jalan akan dibuat taman agar lebih indah dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat berkendara," imbuhnya.

Sementara itu, Heru Martin, mantan Kepala Desa Talang Akar menyambut baik pembangunan tersebut, hanya saja dirinya dan warga lainnya terutama sekitar Desa Talang Akar sangat berharap pihak PUBM dan pelaksana pembangunan pelebaran jalan untuk membantu warga memperbaiki jalan desa yang saat ini ada beberapa titik mengalami kerusakan.

"Pihak pelaksana pekerjaan pelebaran jalan telah berkomitmen sebelumnya untuk membantu warga dalam memperbaiki jalan desa yang rusak, untuk itu kami berharap agar secepatnya merealisasikan janji itu. Tetapi pada intinya kami sangat mendukung pembangunan tersebut sebagai sarana mempermudah akses masyarakat," terangnya
Share:

Sukseskan Pemilu, Bawaslu Terus Sosialisasikan Ini

PALI -- Sosialisasi Pengawasan Partisifatip terus dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), setelah menyambangi beberapa kecamatan, Bawaslu PALI kembali melakukan kegiatan sosialisasi tersebut di Kecamatan Tanah Abang pada Minggu (4/11).

Pada kegiatan sosialisasi Di Tanah Abang, di hadiri dan diikuti sejumlah elemen, baik dari Kepolisian yang mewakili pihak Polsek Tanah Abang, KPUD PALI yang di wakili ketua PPK kecamatan Tanah Abang, tokoh Agama, tokoh Pemuda dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Komisioner Bawasalu Iwan Dedi mengajak masyarakat, tokoh agama,tokoh pemuda untuk aktif dalam pengawasan partisifatip dalam rangka susksesnya Pemilu 2019.

"Kita harus bersatu padu dalam mensukseskan proses Pemilu dengan ikut berpartisipasi dalam pengawasan," ajak Iwan Dedi yang mewakili Ketua Bawaslu Heru Muharom.

Isu SARA, money politik termasuk  pelanggaran, untuk itu, Iwan Dedi menyarankan seluruh masyarakat tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan dan memecah belah serta segera  melaporkan ke Bawaslu.

"Apabila di lakukan pada masa kampanye penyampaian isu SARA maupun membagi-bagikan uang adalah pelanggaran Pemilu. Untuk itu mari bersama-sama mengawasi pelaksanaan Pemilu serentak 17 April 2019 untuk mendapatkan hasil Pemilu legitimate dan berintegritas," tandasnya.
Share:

BPBD PALI Latih TRC dan Relawan

PALI -- Memadamkan api secepat mungkin dan mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) serta tenaga relawan yang handal sangat diharapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebab Daerah Otonomi Baru (DOB) ini masuk kategori rawan terjadinya Kebakaran Hutan Kebun dan Lahan (Karhutbunla).

Menginginkan SDM yang handal dan paham terhadap antisipasi Karhutbunla perlu adanya pelatihan dan pembinaan bagi setiap petugas dan relawan, untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI lalukan kegiatan pelatihan terhadap 250 orang dalam penanganan kebakaran pada Senin (5/11) lapangan terbang eks Stanvack Kelurahan Handayani Mulya.

Dijelaskan Junaidi Anuar, kepala BPBD PALI bahwa latar belakang yang mendasari kegiatan tersebut adalah selian Kabupaten PALI sebagai daerah rawan bencana kebakaran juga telah dibentuknya enam desa tangguh yang didalamnya direkrut relawan dari warga setempat.

"Relawan inilah yang kita latih supaya menjadi SDM yang tangguh dalam memadamkan api ketika kebakaran terjadi. Selain relawan, kita juga ajak Tim Reaksi Cepat (TRC) jadi peserta pelatihan ini untuk mematangkan kapasitasnya," ungkap Junaidi, Senin (5/11).

Adapun enam desa tangguh yang dibentuk dijelaskan Junaidi adalah Desa Tempirai, Desa Tempirai Timur, Desa Suka Rami dan Desa Prabu Menang Kecamatan Penukal Utara, Desa Tanah Abang Utara serta Desa Curup Kecamatan Tanah Abang.

"Diharapkan relawan yang kita latih ini menjadi garda terdepan dalam mengantisipasi dan memadamkan api sedini mungkin. Dan kami juga berharap relawan dari enam desa tangguh ini bisa membantu BPBD disetiap penanganan bencana," tukasnya.

Sementara itu, Abul Rustomi kepala Desa Prabu Menang mengaku bahwa wilayahnya sering terjadi kebakaran lahan saat kemarau tiba, dan kendala yang dihadapi selama ini kurangnya SDM serta peralatan saat kebakaran terjadi.

"Dengan adanya kegiatan ini, kami yakin setiap ada kebakaran bisa diatasi cepat, sebab selain beberapa warga kami dilatih, juga peralatan dibantu berupa mesin air," katanya
Share:

Bupati PALI Buka Program GEMA MUSI ELOK

PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM membuka program Gerakan Massal Minum Susu dan Makan Telok yang disingkat GEMA MUSI ELOK yang dipusatkan di SDN 1 kecamatan Tanah Abang PALI, belum lama ini didampingi ketua TP.PKK PALI Ir Hj Sri Kustina.

Pada pembukaan program GEMA MUSI ELOK, banyak pejabat dilingkungan Pemkab PALI hadir, diantaranya Asisten 3 dan beberapa kepala OPD, tokoh masyarakat, Wali siswa, Siswa SD se-Kecamatan Tanah Abang serta masyarakat lainnya.



GEMA MUSI ELOK yang diselenggarakan oleh dinas perikanan Dan TP.PKK kabupaten PALI ini juga dimeriahkan dengan menampilkan senam aerobik bersama,dengan menggandeng instruktur senior senam Lina Fitriantini (47 tahun), juga didampingi dua orang asisten senam.

Selain senam bersama, Heri Amalindo juga memberikan 1000 paket makanan tambahan berupa Susu dan telur serta  membagikan 2000 ekor ayam kepada 1000 siswa, masing-masing siswa membawa pulang 2 ekor ayam arab untuk dikembangkan.



"Masa pertumbuhan anak perlu mendapatkan makanan yang bergizi. Untuk itu kami berupaya membantu anak di PALI cerdas, sehat dan mempunyai pemikiran maju," ujar Bupati.

Selain itu Heri juga membagikan ayam arab agar pelajar bisa membudidayakan dan mengembangkannya. Dan Bupati berjanji akan memberikan hadiah berupa uang sebesar Rp.10.000.000 jika ayam yang diberikan dapat berkembang biak menjadi 10 ekor lebih.



"Hadiah itu untuk merangsang siswa yang mendapatkan ayam agar benar-benar merawat ayamnya untuk bisa berkembang biak dengan baik. Nantinya ayam-ayam yang diberikan minimal untuk dikonsumsi sendiri dalam pemenuhan gizi anak, dan kalau berkembang banyak tentunya akan menambah penghasilan keluarganya," harap Bupati. (adv)
Share:

Panik! Bandar Sabu Lompat dari Lantai 2 rumah. Pelaku Berhasil Melarikan Diri?

PRABUMULIH -- Satres Narkoba Polres Prabumulih amankan dua orang pelaku yang diduga menjadi bandar sabu, Minggu (4/11) pagi sekitar pukul 08.45 wib di Jalan Surip Gang Pagaralam Kelurahan Pasar 1 Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Kedua pelaku yang dimaksud yakni Andri Yadi (40) Warga Jalan Surip Gang Pagar Alam dan Doni Ari Sandi (25) Warga Taman Baka Jalan Arimbi Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur.

Selain itu, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu kotak rokok marlboro yang berisikan pirek dan Narkotika yang diduga jenis sabu-sabu, satu buah pirek beserta dot, lima paket kecil dan 1 paket sedang sabu dengan berat bruto 1,48 gram.

Menurut informasi, penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan di dikawasan Gang Pagar Alam kerap terjadi transaksi narkoba.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kemudian Anggota opsnal Reserse Narkoba langsung mencari kebenaran dengan melakukan Penyelidikan.

Sekitar pukul 08.45 Wib Anggota Opsnal Reserse Narkoba yang dipimpin oleh Kanit Idik 1 Ipda Sardinata langsung menuju ke TKP dan masuk ke rumah yang dilaporkan. Kedatangan petugas membuat tersangka Andri panik lalu naik kelantai 2 dan langsung melompat kebelakang rumah.

Anggota langsung mengejar dan berhasil meringkus pelaku yang bersembunyi dibelakang rumah. Sementara Pelaku Doni diamankan didalam rumah pelaku saat keluar dari dalam kamar.

Saat dilakukan penggeledahan didapatlah barang bukti yang dimaksud. Pelaku beserta barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan pelaku yang diduga bandar sabu tersebut.

"Benar sekali. Saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan," ungkapnya didampingi Kasat Narkoba, AKP Zon Prama, Senin (5/11).
Share:

Siap Edar di Pesta OT, BNN Sebut Ada Keterlibatan Jaringan Internasional

PRABUMULIH -- Narkoba jenis sabu dan ganja yang diduga akan diedar dalam pesta orgen tunggal di Desa Modong Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim Minggu (4/11) kemarin diduga berkaitan dengan jaringan internasional.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Prabumulih, Ibnu Mundzakir dalam konferensi pers tadi malam, Minggu (4/11).

"Kita temukan ada uang ringgit dari barang bukti yang disita dan ini mengindikasi ada jaringan internasional," ujar Ibnu, didampingi Kepala BNN Muara Enim, AKBP Abdul Rahman.

Namun, kata Ibnu, untuk memastikan adanya jaringan internasional dalam peredaran narkoba tersebut, pihaknya masih terus melakukan mengembangkan.

"Yang jelas peredaran narkoba ini lintas Kabupaten/Kota," ungkapnya.



Diberitakan sebelumnya, Tim gabungan BNN Kota Prabumulih dan Muara Enim berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu dan ganja yang diduga akan diedar di sebuah acara orgen tunggal di Desa Modong Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim.

Sedikitnya lima orang tersangka berhasil diamankan dalam penggerbekkan yang dilakukan disebuah kandang ayam di Desa Alai Kecamatan Lembak.

Para tersangka yang dimaksud yakni Sasmita Dewi (29), Aulia Sari (21) asal Sungai Medang Prabumulih, Sandi (28) asal Desa Alai Selatan, Johan Alexander dan Reno asal Sungai Lilin Kabupaten Banyuasin.

Selain tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 4 paket  bungkus besar ganja kering seberat 2 kilogram, 30 bungkus paket  kecil ganja kering, 10 paket kecil sabu, timbangan digital, handphone, bong alat hisap sabu, dua pucuk senjata api rakitan (senpira), 10 butir  selongsong peluru, pedang, 3 unit motor bebek, ratusan ribu uang rupiah dan  10 ringgit uang Malaysia.
Share:

Siap Edar di Acara Orgen Tunggal, Narkoba Senilai Puluhan Juta di Amankan BNN

PRABUMULIH -- Tim gabungan BNN Kota Prabumulih dan Muara Enim berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu dan ganja senilai puluhan juta rupiah yang diduga akan diedar di sebuah acara orgen tunggal di Desa Modong Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim.

Sedikitnya lima orang tersangka berhasil diamankan dalam penggerbekkan yang dilakukan disebuah kandang ayam di Desa Alai Kecamatan Lembak.

Para tersangka yang dimaksud yakni Sasmita Dewi (29), Aulia Sari (21) asal Sungai Medang Prabumulih, Sandi (28) asal Desa Alai Selatan, Johan Alexander dan Reno asal Sungai Lilin Kabupaten Banyuasin.

Selain tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa 4 paket  bungkus besar ganja kering seberat 2 kilogram, 30 bungkus paket  kecil ganja kering, 10 paket kecil sabu, timbangan digital, handphone, bong alat hisap sabu, dua pucuk senjata api rakitan (senpira), 10 butir  selongsong peluru, pedang, 3 unit motor bebek, ratusan ribu uang rupiah da  10 ringgit uang Malaysia.

Kepala BNN Prabumulih, Ibnu Mundzakir mengatakan penangkapan para pelaku bermula dari informasi masyarakat yang mengatakan bahwa akan ada pesta sabu di Kecamatan Lembak.

Mendapat informasi tersebut, BNN Prabumulih kemudian berkoordinasi dengan BNN Muara Enim. Selanjutnya, dilakukan pemetaan lokasi dan pada minggu (4/11) siang, sekitar pukul 14.00 wib tim gabungan BNN langsung bergerak.

"Tetapi team belum menemukan tersangka. Setelah terus melakukan pemantauan, kemudian sekira pukul 18.00 wib team berhasil menangkap lima pelaku di kandang ayam yang terletak cukup jauh dari pekampungan warga di Desa Alai Selatan," ujar Ibnu didampingi Kepala BNN Muara Enim, AKBP Abdul Rahman.

Sasmita Dewi salah satu pelaku saat dikonfirmasi mengaku tidak tahu adanya barang haram tersebut. Kedatangannya ke Desa Alai untuk mengajak salah satu temannya menonton orgen tunggal di Desa Modong.

"Aku dak tau pak. Cuma melok kawan katonyo nak jemput kawan lain. Aku datang kesano nak nonton orgen di Modong," ungkapnya.

Akibat perbuatannya tersebut, para pelaku dikenakan pasal 111, 112 dan 114, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara.
Share:

Proyek 10,3 Miliar di Payuputat Ditutupi? Ini Kata Perusahaan

PRABUMULIH -- Proyek pengalih arus (Krib,red) atau Peningkatan Perkuatan Tebing Sungai Lematang Kelurahan Payuputat Kota Prabumulih Tahap 1 senilai Rp 10,3 miliar sudah siap untuk dikerjakan.

Sejumlah bahan bangunan seperti Hexapods sebanyak 4525 buah sudah ditaruh disisi sungai lemaatang dan siap untuk dipasang.

Proyek Peningkatan Perkuatan Tebing Sungai Lematang Kelurahan Payuputat ini merupakan proyek yang bersumber dari dana APBN Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VII Provinsi Sumsel.

Namun sayangnya, proyek puluhan milyar tersebut dinilai kurang transparan lantaran tidak dilengkapi papan proyek.

Tulus Simanjuntak, pelaksana lapangan PT Lamsaruly Artha Kencana mengatakan papan proyek sebenarnya sudah dipasang, namun karena lokasinya mengganggu pekerjaan maka kita copot.

"Yang pasti papan proyek ada namun memang kami simpan dan tidak dipasang lagi," ujarnya.

Menurut Tulus, proyek pengalih arus sungai lematang ini berfungsi untuk mempertahankan dinding penahanan tanah supaya tidak abrasi akibat terjangann air sungai yang cukup deras.

"Hexapods tersebut memang diletakan bertumpuk tidak beraturan dibeberapa titik bantaran sungai lematang. Hal ini bertujuan agar arus sungai lematang yang deras dapat di pecah sehingga tidak langsung menghantam dinding bantaran sungai," ungkapnya.

Dikatakan Tulus, ribuan hexapods dicetak sendiri dengan material adukan semen, pasir, koral dan besi. Hexapods merupakan beton bertulang K 225.

"Pekerjaan di mulai dari bulan Agustus dan progres pengerjaannya sudah diatas 80 persen," terangnya.

Proyek Peningkatan Perkuatan Tebing Sungai Lematang Kelurahan Payuputat ini, kata Tulus, mendapat pengawasan dari dinas PUnProvinsis Sumsel serta konsultan.

"Kebetulan saja orang PU dan konsultannya waktu kawan-kawan media datang sedang keluar ada pekerjaan di Palembang," jelasnya.

Sementara, Lurah Kelurahan Payuputat Edi Susanto berharap adanya dinding Peningkatan Perkuatan Tebing Sungai Lematang ini dapat mengurangi banjir.

"Kita minta pihak pemborong untuk mempertahankan kualitas pekerjaannya. Dan janji pihak pemborong kepada masyarakat, jalan yang rusak akan diperbaiki dengan cara di cor beton. Kami berharap semua pihak ikut mengawasi proyek tersebut karena nilainya cukup besar Rp 10,3 miliar," tuturnya.
Share:

Ini Kata dr Muzakir Saat Tinggalkan Jabatan Kadinkes PALI

PALI -- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali merotasi pejabat administrator dan pejabat fungsional pada Jumat (2/11) di Aula Kantor Bupati PALI, Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi. Pelantikan tersebut dilakukan Sekda PALI Syahron Nazil terhadap lima pejabat.

Salahsatu yang dilantik adalah dr H Muzakir, yang tadinya menduduki jabatan kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI dipindah menjadi dokter umum di Rumah Sakit Umum Talang Ubi.

Usai dilantik, dr Muzakir mengatakan bahwa jabatan adalah amanah yang harus diemban dan saat pindah tugas, dirinya menyampaikan permintaan maafnya apabila selama menjabat sebagai kepala Dinkes dirasa masyarakat PALI ada yang kurang berkenan.

"Seiring dengan berakhirnya jabatan saya sebagai Kadinkes Kabupaten PALI terhitung pada Jumat 02 November 2018 pukul 14.00 WIB, maka kami atas nama pribadi dan keluarga memohon maaf kepada masyarakat Bumi Serepat Serasan, kalau seandainya selama kami di Dinkes ada kesalahan dan tingkah laku kami yang kurang berkenan atau pelayanan kami terhadap masyarakat kurang memuaskan dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat," ucapnya.

Apabila ada milik warga yang terambil selama menjabat Kadinkes, dr Muzakir meminta keikhlasannya. "Dan seandainya ada milik Bapak atau ibu terambil atau termakan oleh kami, dimohon keikhlasannya," pintanya.

Sementara itu, Sekda PALI saat melantik lima pejabat mengemukakan bahwa rotasi jabatan sudah biasa terjadi dalam pemerintahan dengan tujuan  meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Sekda juga berpesan agar penjabat yang dilantik agar benar-benar menunjukkan kinerja yang baik.

"Tunjukkan etos kerja kita, buat terobosan-terobosan menuju hasil maksimal. Tingkatan pelayanan kita kepada masyarakat dan jadikan organisasi kita bersahabat dengan masyarakat saat melakukan pelayanan," pesan Sekda.

Sebagai pegawai pemerintahan, Sekda juga memberikan pemahaman terkait pelaksanaan tugas sehari-hari.

"Ada beberapa hal yang harus kita pegang teguh sebagai pegawai pemerintahan, diantaranaya adalah menjalankan tugas sehari-hari sesuai dengan koridor serta undang-undang yang berlaku. Selanjutnya mengedepankan kepentingan organisasi dibanding kepentingan pribadi dan tetap jalin komunikasi baik itu dengan bawahan maupun dengan atasan," pungkasnya.
Share:

Pihak Lion Air Ikut Hantarkan Jenazah Chandra Kirana

PALI - Pihak Lion Air turut serta mengantarkan jenazah Chandra Kirana (29) salahsatu korban pesawat Lion Air JT-610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang Senin (29/10) sampai ke rumah duka di Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Kedatangan pihak Lion Air beriringan dengan kedatangan jenazah Chandra Kirana, Sabtu (3/11). Menurut Rizky kepala Statsiun Manager Lion Air Palembang mengatakan bahwa pihaknya datang ke rumah duka sengaja ingin menyampaikan bela sungkawanya serta menyampaikan permohonan maafnya.

"Kita akan memfasilitasi semua korban sampai prosesnya selesai. Kita juga sudah bicara dengan pihak keluarga Chandra Kirana apabila akan ada lagi dari salahsatu anggota keluarganya yang akan ke Jakarta, akan difasilitasi juga untuk memantau secara langsung pencarian korban. Sebab, diketahui masih ada tiga orang lagi asal PALI yang tercatat masih satu keluarga masih belum ditemukan," ungkap Rizky.

Diakui Rizky, bahwa selain memfasilitasi pihak keluarga untuk memantau langsung di Jakarta, pihak Lion Air juga telah memberikan bantuan untuk biaya tunggu selama pihak keluarga di Jakarta "Dan kita juga berikan bantuan biaya pemakaman," tukasnya.

Sementara itu, Anang Urip, ayah Chandra Kirana mengaku bahwa dirinya dan keluarga lainnya sangat berharap korban lainnya asal PALI termasuk istri Candra bernama Cici segera ditemukan.

"Kita belum memikirkan pengurusan santunan ataupun yang lainnya, saat ini kita berharap menantu kami juga yang lainnya bisa segera ditemukan. Dan rencananya, apabila Cici ditemukan meninggal, bakal dimakamkan di samping pusara Chandra," ujar Anang Urip.
[3/11 14:48] Wahari NEws: naikelah
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts