Kecil dan Sempit, Asosiasi Pedagang Prabumulih Desak Pemkot Rombak Kios Pedagang

PRABUMULIH - Asosiasi Pedagang Pabumulih mengaku kecewa dengan pembangunan gedung Pasar Tradisional Modern (PTM) II. Hal ini diungkapkan saat meninjau PTM II bersama anggota DPRD Prabumulih dan para pedagang, Kamis (8/11).

"Kami lihat dilapangan tadi tidak sesuai dengan apa yang kita pikirkan," Ujar Dewan Penasihat Asosiasi Pedagang Prabumulih, Ahmad Azadin.

Dikatakan Azadin, kondisi lapak para pedagang di PTM II sangat tidak layak lantaran kios yang dibangun terlalu kecil. Hanya berukuran 2x1,8 meter serta jalan antar kios yang hanya berjarak 1,2 meter saja. Tentu hal ini dapat berakibat kurang baik bagi pedagang maupun pembeli.

"Kebutuhan pedagang dan kebutuhan pembeli tidak nyambung disini. Kan penjual puas yang belipun harus nyaman. Tapi kalau dibuat model begini seperti dipadat-padatkan dengan kekuatan bangunan yang belum punya izin kita khawatir ini akan dapat musibah yang besar," ungkapnya.

Untuk itu, Azadin mengharapkan agar Pemerintah Kota Prabumulih dapat mengatur ulang dan mengubah ukuran kios agar dibuat lebih besar lagi dengan cara menggabungkan dua kios ukuran kecil menjadi satu.

"Kemudian penyusunan pedagang harus punya blok-blok agar mudah dijangkau. Kalau orang beli ikan kalau mutar sampai beberapa ratus meter itu orang gak bakal mau," terangnya.

Menurut Azadin, kalaupun Pemerintah tetap memaksakan pedagang ke PTM II tentu akan berimbas pada omzet pedagang itu sendiri. Bahkan, bukan tidak mungkin para pedagang akan kembali membuka lapak dipinggir jalan lantaran pembeli enggan berbelanja ke PTM II.

"Akhirnya nanti disini tetap dipaksakan, orang akan berdagang dipinggir jalan. Karna orang mau makan. Pulangnya mau beli beras, kalau disini bagaimana," tuturnya.

Selain itu, Azadin juga meminta agar Pemerintah Kota Prabumulih dapat menyikapi keinginan para pedagang tersebut termasuk salah satunya memprioritaskan pedagang lama yang memiliki SK dagang.

"Kalau pedagang baru pemerintah punya kebijakkan sendiri. Nah ini adalah pedagang yang lama sudah 30 sampai 40 tahun yang lalu. Nah ini tidak boleh disepelakan, tidak bisa disamakan dengan pedagang yang tidak punya SK," jelasnya.

Ditegaskan Azadin, dengan kondisi PTM II seperti saat ini tentu para pedagang enggan menerima untuk berjualan disini. "Kalau ada pedagang yang menerima justru kita pertanyakan. Dia menerima apa alasan menerima kalau melihat sekarang," tambahnya.

Hal senada diungkapkan oleh Helmi pedagang pakaian. Menurutnya bangun PTM II tidak layak untuk ditempai, selain kondisi kios yang terlalu kecil dan sempit juga bangunan yang mulai rusak.

"Menurut kita bangunan ini tidak layak, banyak yang sudah pecah, retak dan ukuran kios tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan dulu waktu pertama sosialisasi," cetusnya.
Share:

Tidak Boleh Lalui Jalan Umum, Begini Keluhan Pengemudi Angkutan Batu bara

PALI -- Pasca Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel mencabut Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 23 Tahun 2012 tentang Tatacara Pengangkutan Batu bara di Jalan Umum yang secara otomatis angkutan batu bara dilarang melintas di Jalan umum berlaku mulai Kamis (8/11) pukul 00.00 WIB, menimbulkan polemik baru bagi pengemudi truk pengangkut emas hitam tersebut.

Pasalnya, pihak perusahaan belum memberikan pernyataan resmi jalur mana yang harus dilewati angkutan batu bara untuk menuju pelabuhan selain jalan umum. Imbasnya, pengemudi angkutan batu bara harus menghentikan aktivitasnya sebelum ada kepastian dari pihak perusahaan angkutan batu bara dan pemerintah.

"Nganggur dulu pak, kalau kami maksa narik, takut kena razia. Dan kalau lewat jalan khusus batu bara milik PT Servo belum ada perintah," tutur Asep, salahsatu pengemudi angkutan batu bara asal Talang Ubi PALI, Kamis (8/11).

Kalau kondisi tersebut tidak ada kepastian atau berlarut-larut, diakui Hairul, pemilik truk angkutan batu bara  bahwa kendaraan yang sekaligus dikemudikannya terancam ditarik pihak leasing. Sebab, dipastikan, apabila dirinya menganggur, kendaraan yang dimilikinya melalui kredit tidak bisa untuk mengangsurnya.

"Kami tidak ada pekerjaan lain selain mengangkut batu bara, kami berharap pihak perusahaan atau pemerintah mencari solusinya, sebab bukan hanya kami saja yang nasibnya tergantung dengan batu bara, tapi masih ada ratusan bahkan ribuan sopir yang berharap sama," ungkapnya.

Terpisah, Slamet Suhartopo Plt Kepala Dishub PALI mengatakan bahwa pihaknya menunggu arahan dari Dishub provinsi untuk jalankan aturan Pemprov Sumsel.

"Itu wewenang Pemprov, jadi kemungkinan pada Kamis malam akan lakukan razia gabungan antara Dishub provinsi dan dari Polda. Informasinya di pintu gerbang masuk Kabupaten Muara Enim. Kalau kami tetap siaga dan menunggu arahan dari Dishub provinsi," tandas Slamet.
Share:

Mencuri Kayu Milik Anggota DPRD, Suari Terancam Hukuman Lima tahun Penjara

PALI -- Terdakwa Suari bin Asli warga Desa Tanjung Baru, Kecamatan Penukal utara Kabupaten PALI, terancam hukuman kurungan penjara selama lima tahun atas pasal 362 yang dikenakan padanya karena mencuri tiga batang kayu dalam agenda sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Muara Enim, Kamis (8/11).

Dalam sidang singkat sekitar pukul 15.15 wib, yang dipimpin oleh hakim ketua Arpisol, terdakwa mendengarkan dakwaan yang dibacakan hakim sesuai dengan pasal yang dikenakan pada terdakwa.

Sementara itu, pengacara terdakwa Riasan Syahri SH usai sidang saat diwawancarai mengatakan, saat ini kita lihat fakta persidangan seperti apa hasilnya. “Saat ini kami baru mendengarkan dakwaan yang dibacakan hakim, dan selanjutnya akan kita tunggu sidang selanjutnya,” terangnya.

Sementara itu, berdasrkan keterangan keluarga terdakwa yakni Mingson yang ditemui di sela sidang mengataakan, peristiwa pelaporan oleh Asri AG selaku anggota DPRD Kabupaten PALI ini bahwa terdakwa dituduh melakukan pencurian kayu stager milik pelapor sebanyak 160 batang dan tiga batang pohon yang digunakan terdakwa untuk membangun rumah.

Padahal, jelas Mingson, terdakwa tidak pernah melakukan pencurian kayu tersebut. “Kalau memang adik saya mencuri kayu tersebut, pasti ada sisa atau paling tidak ada saksi yang melihat kejadian yang dilakukannya. Kenyataanya, sisa kayu tidak ada. Padahal lagi, misalkan ada, kayu sebanyak  itu pasti ada sisa,” jelas Mingson.

Mingson juga menjelaskan, di kebun miliki Asri tidak ada kayu yang bisa digunakan untuk stager dalam membangun rumah. “Kebunnya itu kebun karet. Dan tidak ada pohon yang bisa digunakan untuk stager. Jadi jelas tidak mungkin bila mengambil kayu dari kebunnya,” terang Mingson lagi.

Memang. Tambah Mingson, sebelumnya Asri pernah menyuruh terdakwa Suari memindahkan rumahnya yagn berada persis didepan tanah kebun milik pelapor denganmemberikan kompensasi berupa uang sebesar Rp 10 juta dan 5 sak semen dengan alasan, tanah yang dimilikinya itu akan di hibahkan untuk pembangunan puskesmas dan tidak elok bila ada bangunan rumah milik terdakwa didepannya nanti.

“Karena menganggap nilai yagn diberikan oleh Asri tidak sesuai, maka adik saya menolaknya. Dan kalau memang tetap akan memindahkan rumah tersebut, atau menghancurkan, silakan dilakukan sendiri karena adik saya tidak sanggup untuk melakukan hal tersebut,” terang Mingson.

Mingson juga menjelaskan, memang tanah yang saat ini dibangun rumah oleh adiknya ini merupakan tanah yang dulunya digunakan untuk jalan, namun setelah jalan dipindah, dan tanah tersebut terbengkalai selama puluhan tahun, Suari berinisiatif menimbun dan membangunnya menjadi rumah yang saat ini ditempatinya.

“Entah alasan apa yang membuat seorang anggota dewan tega melakukan hal ini kepada adik saya. Seharusnya, mereka ini mengayomo kami sebagi warganya. Bukan malah membuat kami ini rakyat biasa menjadi mendapatkan musibah seperti ini,” harapnya.

Kronologis kejadian berdasarkan laporan polisi adalah, terdakwa menebang kayu jenis stager dengan diameter kurang lebih 5 cm sebanyak 160 buah di lahan milik pelapor H Asri AG. Selain kayu stager, terdakwa juga menebang kayu jenis seru dan pulai dengan diameter kurang lebih 35 cm dan diolah menjadi matrial guna membangun rumah terdakwa dengan kerugian sekitar Rp3,5 juta.
Share:

Gugatan Terkait PAW PPP PALI Akhirnya Dicabut

PALI -- Kemelut Pergantian Antar Waktu (PAW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang sempat diwarnai tarik ulur akibat adanya gugatan dari pihak Samsiar, yang mengklaim bahwa pihaknya yang sepatutnya diangkat sebagai pengganti Aka Cholik Darlin anggota DPRD PALI yang mengundurkan diri karena maju sebagai peserta Pileg 2019 namun pindah partai politik, akhirnya menemukan titik terang.

Bahkan, proses PAW tinggal menunggu SK dari Kementerian melalui Gubernur. Hal itu dikatakan Ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono, menurutnya bahwa sengketa PAW sudah selesai dan yang bakal menggantikan Aka Cholik Darlin atas nama Aswawi Mansur.

"Sudah kita proses dan teruskan ke Bupati untuk selanjutnya disampaikan ke Gubernur. Polemik PPP sudah tidak ada masalah, dan pelaksanaan PAW tinggal menunggu proses saja, lebih cepat lebih baik," ungkap Soemarjono, Kamis (8/11).

Sementara untuk PAW PKPI, diakui Soemarjono dari awal tidak mengalami kendala. "Kini PKPI dan PPP hanya menunggu SKnya saja," tukasnya.

Perseteruan terkait PAW PPP sudah selesai dinyatakan juga Riasan SH, pengacara Samsiar. Bahwa awalnya memang pihaknya mengajukan gugatan terhadap Aswawi Mansur, PPP PALI, KPUD, DPRD dan Bupati.

"Kita sudah mendapatkan nomor perkaranya, yakni nomor 14 Khusus Parpol (Suspol). Namun ditengah perjalanan, rupanya ada kesepakatan antara Samsiar dan pihak tergugat. Atas dasar itu, maka kita cabut gugatan tersebut," jelas Riasan
Share:

Kunjungi Sekolah Kejuruan, Pali Kerja Sama Disnakertrans Provinsi

PALI - Dengan menggandeng Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan untuk berikan pemahaman tentang dunia kerja, Disnakertrans Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali menyambangi sekolah-sekolah kejuruan yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Kali ini giliran SMKN 1 Talang Ubi yang didatangi Disnakertrans PALI dan Disnakertrans Sumsel melalui Kasi Pengembangan Pasar kerja, Ahmad Syukrie dan Meiriani, pengelola kegiatan tersebut sebagai narasumber.

Dikatakan Usman Dani, kepala Disnakertrans PALI melalui sekretarisnya Bisma Hartono didampingi Kabid Penempatan dan Tenaga Kerja Ira Jana bahwa PALI kegiatan tersebut guna mempersiapkan pencari kerja untuk siap terjun ke dunia kerja dengan sasaran pelajar kelas XII SMA/SMK atau sederajat.

"Kita sambangi sekolah-sekolah dalam melakukan penyuluhan program Peningkatan Kesempatan Kerja melalui kegiatan Penyebarluasan Informasi Bursa Kerja. Kegiatan ini dilakukan selama empat hari, dimana awal kegiatan dilakukan di SMAN 1 Penukal Utara," ungkap Bisma, Kamis (8/11).

Dijelaskan Bisma bahwa tantangan saat ini adalah pencari kerja atau pencaker jauh tidak sebanding dengan lowongan kerja yang tersedia, terlebih pada pencaker yang baru lulus dari bangku sekolah.

"Pelajar kita ajak untuk ikuti pengenalan pengembangan kesempatan kerja. Sebab disamping tantangan tersebut, sebagian besar pelajar di PALI yang telah lulus SMA atau sederajat bingung menentukan langkah mau kemana setelah lulus sekolah. Akibat pilihan yang tidak terarah, banyak pelajar yang memilih menikah diusia dini yang tentunya menjadi beban keluarganya," terang Bisma.

Bisma menerangkan bahwa pada kegiatan penyuluhan tersebut narasumber memberikan pembekalan terhadap pelajar untuk ditawarkan dan kita arahkan pilihan yang tepat diambil pasca lulus dari sekolah.

"Yang hendak kerja nanti kita arahkan bagaimana langkah-langkahnya, yang akan berwirausaha akan kita bekali dengan keterampilan, begitu pun yang hendak melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi, kita akan tawarkan berbagai pilihan perguruan tinggi," paparnya.

Jadi apabila pelajar dibekali, diharapkan Bisma, mereka siap, baik itu memasuki dunia kerja, menjalankan usaha kewiraswastaan maupun menimba ilmu di perguruan tinggi.

"Inti dari kegiatan itu adalah untuk mencetak SDM yang siap pakai serta mempunyai keahlian dibindangnya masing-masing," tutupnya (sn)
Share:

Cegah Kusta dan Frambusia, Dinkes PALI Lakukan ini..

PALI -- Dinas Kesehatan(DINKES) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI) menggelar pertemuan advokasi, sosialisasi dan pelatihan singkat kegiatan intensfikasi penemuan kasus kusta dan frambusia melalui kampanye eliminasi kusta dan eradikasi frambusia.

Kegiatan ini digelar ruangan Rapat Kantor Bupati Kabupaten PALI, Rabu (7/11). Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI Lydwirawan SKM mengungkapkan, penyakit kusta merupakan penyakit menular. Untuk itu, Dinkes terus meningkatkan usaha untuk menemukan dan mengatasi kasus kusta dan frambusia Kabupaten PALI hingga ke Desa-Desa.

"Kampanye kusta dan eradikasi frambusia ini adalah suatu sarana untuk mengatasi masalah sosial dimasyarakat dengan kecacatan yang dtimbulkan dan diharapkan bisa memutuskan mata rantai penularan, baik dalam keluarga maupun masyakat. Kami harap semua yang sudah diundang bisa memberikan peran aktif agar program ini berjalan dengan baik,” jelasnya

Untuk saat ini yang sudah terdata di Dinkes PALI bahwa untuk penyakit kusta dan frambusia di Kabupaten PALI ini ada 11 yang tepatnya di Kecamatan Tanah Abang orang yang terkena penyakit kusta.

"Dan untuk penyakit frambusia belum kami temukan, tetapi kami tetap lakukan pemantauan. Langkah awal yang dilakukan untuk menangani penyakit Kusta ini dilakukan tindakan untuk memberi obat secara rutin dan kami akan tetus mengontrolya," tambahnya.

Sementara itu Seketaris Daerah(SEKDA) Syahron Nazil SH Menghimbau kepada masyrakat kabupaten PALI, agar bisa membudayakan pola hidup sehat, seperti mandi pakai sabun dalam sehari dua kali, dan pakian harus di ganti setiap harinya agar terhindar dari berbagai macam penyakit salahsatunya kusta dan lainnya.

"Apabila sudah terkena penyakit kusta ini akan mengakibatkan kecacatan organ tubuh, dan ada tiga dampak dari penyakit ini, yang pastinya penghasilan ekonomi akan berkurang karena aktivitas menurun. Dampak lainnya adalah akan di jauhi karna penyakit itu menular serta akan di kucilkan," jelasnya.

Pada kegiatan itu, Dinkes PALI mengundang dua narasumber yakni dr Afrimelda Iswandi dari Kemenkes RI Direktorat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Langsung. Dan dari Mulyani SKM Mkes, dari Dinkes Provinsi Sumatera Selatan.
Share:

Siapkan SDM Masuk Dunia Kerja, Pelajar SMA/SMK Digembleng Disnakertrans PALI

PALI -- Mempersiapkan pencari kerja jelang kelulusan bagi pelajar kelas XII SMA/SMK atau sederajat, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sambangi sekolah-sekolah dalam melakukan penyuluhan program Peningkatan Kesempatan Kerja melalui kegiatan Penyebarluasan Informasi Bursa Kerja.

Mengawali kegiatan tersebut, Disnakertrans datangi SMAN 1 Penukal Utara yang ada di Desa Tempirai dengan membawa narasumber dari pejabat Struktural Disnakertrans Provinsi, Rabu (7/11).

"Kita laksanakan penyuluhan ini selama empat hari dengan lokasi sekolah berbeda. Yakni SMAN 1 Penukal Utara, SMKN 1 Penukal, SMKN 1 Talang Ubi dan SMK YPIP," ungkap Usman Dani, kepala Disnakertrans PALI.

Sementara itu, Bupati PALI Heri Amalindo diwakili Asisten 1 Rizal Pahlepi yang membuka kegiatan tersebut mengharapkan seluruh peserta penyuluhan agar menyimak dan pro aktif untuk menanyakan apa saja yang belum dipahami terkait peluang kerja dan tata cara dalam mencari kerja.

"Bagi pelajar yang mendekati kelulusan, mungkin diantaranya ada beberapa dari pelajar yang meneruskan sekolah lagi ke jenjang yang lebih tinggi bahkan ada yang berencana mencari pekerjaan. Tentunya kegiatan ini akan mendapatkan pemahaman dan informasi terkait peluang kerja," ujar Rizal Pahlepi.

Sebab, ditambahkan Rizal Pahlefi bahwa sejak krisis ekonomi peluang kerja semakin sulit dan perusahaan susah menyerap tenaga kerja.

"Masalah pengangguran adalah masalah klasik yang harus kita atasi, salahsatu solusi adalah dengan cara seperti ini. Dimana manfaatnya mempersiapkan pencari kerja serta menyampaikan informasi bursa kerja. Dengan informasi bursa kerja akan diketahui jenis pekerjaan dan syaratnya, yang nantinya akan diketahui pencari kerja dan mempersiapkan syarat yang dipinta perusahaan," tukasnya.

Program peningkatan kesempatan kerja melalui kegiatan penyebarluasan informasi bursa tenaga kerja bagi siswa SMK dan SMA diharapkan Asisten 1, selepas lulus sekolah nanti, pelajar akan siap memasuki dunia kerja.

"Pada kegiatan ini, peserta dibekali pengetahuan tentang bagaimana cara mencari kerja, mematangkan keahlian dibidangnya dan akan memotivasi pelajar untuk menjadi SDM yang siap untuk terjun ke dunia kerja," harapnya
Share:

Nyaris Adu Tembak dengan Polisi, Pelaku Curas Terkapar. Mati?

PRABUMULIH -- Dwi Saputra (26) dua dari tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) tersungkur setelah dihadiahi timah panas lantaran berusaha melawan petugas dengan senjata api rakitan saat hendak di tangkap.

Warga Desa Talang Tumbur Kecamatam Pendopo Kabupaten Pali ini diringkus oleh tim gabungan satgas kejahaan jalanan lantaran tertangkap basah tengah beraksi di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat tepatnya diperbatasan Prabumulih-Muara Enim.

Selain pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah tas kulit, satu bilah senjata tajam jenis pisau, satu pucuk senjata api rakitan bergagang kayu lima silinder dan tiga butir peluru FN aktif.



Pelaku ditangkap Rabu (7/11) dini hari tadi sekitar pukul 03.30 wib saat tim satgas kejahatan jalanan Polsek Prabumulih Barat yang dipimpin langsung Kapolsek, AKP Mursal Mahdi melaksanakan giat patroli mobile roda dua sepanjang Jalan Jenderal Sudirman mengatah keperbatasan  Kota Prabumulih.

"Karena dari informasi masyarakat dikawasan tersebut sering terjadi pencurian dengan kekerasan terhadap sopir sehingga kita gelar patroli kearah sana," Ujar Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal Mahdi.

Dikatakan Kapolsek, saat melintas didekat perbatasan Kota Prabumulih, tim melihat pelaku sedang memberhentikan mobil jenis suzuki carry pick up yang diduga hendak melajukan tindak kejahatan.

"Tidak menunggu lama tim langsung mendekati pelaku, pada saat di dekati dua orang pelaku berlari. Sementara satu pelaku tetap berada ditempat," ungkap Kapolsek.

Petugas kemudian melakukan tindakkan tegas terukur, lantaran pelaku berusaha menyerang petugas menggunakan senjata api rakitan.

"Melihat polisi datang, pelaku langsung mengeluarkan senjata api rakitan. Petugas kemudian melakukan tindakkan tegas terukur dan menembak paha kiri pelaku," terangnya.

Pelaku berikut barang bukti kemudian diamankan ke Mapolsek Prabumulih barat. "Pelaku terlebih dahulu kita bawa ke rumah sakit untuk pengangkatan peluru yang bersarang dikakinya," bebernya.



Lebih lanjut, Kapolsek menuturkan saat ini petugas kepolisian terus memburu dua pelaku lainnya yang berhasil kabur saat hendak diringkus.

"Untuk pelaku Dwi Saputra kita kenakan pasal  365 KUHP dan Pasal 1 dan 2 undang-undang darurat no 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara," tambahnya.
Share:

TP PKK Provinsi Puji Kerajinan Asal PALI

PALI -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM didampingi ketua TP.PKK Kabupaten PALI, Ir Hj Sri Kustina sambut kedatangan wakil ketua TP.PKK Provinsi Sumatera Selatan, Hj Fauziah Mawardi Yahya saat istri Wakil Gubernur Sumatera Selatan tersebut dalam rangka melakukan kegiatan kunjungan kerja dan silaturrahmi ketua TP.PKK Provinsi Sumatera Selatan ke TP.PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Selasa (6/11).

"Kami sebagai pembina TP.PKK mengetahui bahwa seluruh TP.PKK kita telah banyak membantu pemerintah, dalam mengejar ketertinggalan serta menjalankan lima program pokok kerja PKK. Dan manfaat program PKK yang telah dilakukan sudah banyak dirasakan masyarakat," ujar Bupati.



Namun, capaian yang telah diraih TP.PKK belum maksimal dan perlu banyak dukungan dari TP.PKK Provinsi juga Pemprov. "Bantuan itu sangat kami harapkan agar kabupaten PALI bisa cepat sejajar dengan kabupaten/kota lainnya yang ada di Provinsi Sumatera Selatan," harapnya.

Sementara itu, Ketua TP.PKK PALI mengenalkan kabupaten PALI dihadapan Wakil Ketua TP.PKK Provinsi, dimana dikatakan Hj Sri Kustina bahwa sebagai kabupaten baru, TP.PKK PALI berupaya keras dalam mengejar ketertinggalan.



"Alhamdulillah kami telah mendapat beberapa penghargaan baik dari PKK pusat maupun provinsi. Keberhasilan ini berkat dukungan dan arahan dari PKK provinsi. Kami juga menginginkan kunjungan TP.PKK Provinsi bukan hanya sekali ini saja, tetapi kami harapkan bisa berkesinambungan," kata istri Bupati PALI itu.

Ditempat sama, Wakil ketua TP.PKK Provinsi Sumatera Selatan Hj Fauziah Mawardi Yahya menjelaskan tujuan kegiatan tersebut yang salahsatunya adalah dalam menyerap aspirasi dan menyatukan program-program PKK.



"Itulah dasar kami memulai keliling ke Kabupaten/kota untuk mendengar secara langsung apa yang menjadi kekurangan dan kelebihan di daerah-daerah. Begitu juga TP.PKK Kabupaten yang harus semangat dalam mendatangi desa bahkan ke pelosok untuk menyerap bahkan mengembangkan potensi yang ada," ucapnya.

Ditambahkan istri Wagub Sumsel ini bahwa sebagai daerah baru pastinya banyak kekurangan dan penuh tantangan, tetapi tantangan itu untuk bisa memotivasi TP.PKK agar bergerak untuk maju.



"Mudah-mudahan kedatangan kami menjadi semangat TP.PKK PALI, dan apa yang disampaikan Bupati maupun ketua TP.PKK PALI nantinya kita sampaikan ke ketua TP.PKK dan gubernur serta wakil gubernur. Serta kami berharap PALI bisa sejajar dengan daerah lain dan bisa melebihi daerah lain, karena PALI telah mempunyai banyak fasilitas serta mempunyai SDA yang beragam," pungkas Hj Fauziah.

Pada kegiatan tersebut, selain Bupati dan ketua TP.PKK PALI yang menyambut wakil ketua TP.PKK Provinsi, juga sejumlah kepala OPD juga tampak hadir serta kepala FKPD dilingkungan Pemkab PALI. Usai acara sambutan yang dilaksanakan di Gedung Arsendora Komplek Pertamina Pendopo, masing-masing Pokja TP.PKK Provinsi memaparkan program-programnya.



Setelah proses sambutan, Wakil Ketua TP.PKK Provinsi meninjau Rumah Cinta dan Gedung Dekranasda Kabupaten PALI untuk melihat secara langsung produk kerajinan UP2K asuhan Pokja 2 TP.PKK PALI serta melihat langsung cara pembutannya.

Saat meninjau hasil pruduk UP2K, istri Wagub puji hasil kerajinan yang dinilainya kualitas cukup baik. "Kita akan buka gerai untuk menampung produk kerajinan dari daerah, termasuk dari PALI. Kita akan pilih, produk mana yang kualitasnya bagus. Tetapi, setelah saya tinjau langsung, produk kerajinan asal PALI bagus-bagus meskipun kabupaten ini masih baru," pujinya.(Adv)
Share:

Kembangkan Wawasan Masyarakat, Yayasan Al Musyarofah Melalui Generasi AKOR Beri Bantuan Buku

PALI -- Mengembangkan wawasan masyarakat terutama di pedesaan, Yayasan Al-Musyarofah bantu salurkan buku melalui generasi Amanah, Komitmen, Optimis, Respect (AKOR) untuk rumah baca komunitas tersebut di Desa Tempirai Utara Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), kemarin Selasa (6/11).

Pemberian bantuan buku-buku tersebut diserahkan pembina Yayasan Al-Musyarofah Sari Widiyawati diwakili Bayu Nopriansyah wakil dari yayasan binaan istri Wakil Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony.

Ipantri anggota  generasi AKOR di desa Tempirai mengapresiasi kegiatan positif yang dilakukan Yayasan Al-Musyarofah dan doronngan Wakil Bupati PALI  Ferdian Andreas Lacony yang telah membantu AKOR. "Kami ucapkan terima kasih telah membantu donasi buku untuk kegiatan AKOR," ucap Ipantri.

Pada kegiatan tersebut, tampak hadir mantan Kepala Tesa Tempirai Selatan Rustam Karim, Hasim Nawawi, Arpan Bundar, Hendra, Saudi Arabia ( Tokoh Masyarakat ) Senawar Saptadinata ( Tokoh Pemuda ) dan Sahabat AKOR desa Tempirai.

Eko Marhen Co-Founder mewakili generasi AKOR memaparkan bahwa selain menerima bantuan buku, kegiatan itu juga sebagai ajang silaturahmi dalam membangun komunikasi serta kolaborasi dalam meningkatkan minat literasi kepada masyarakat.

"Ini kolaborasi antara AKOR dan yayasan Al-Musyarofah untuk meningkatkan kualitas dan minat literasi atau baca terhadap masyarakat." terang Eko

Karena salahsatu komitmen generasi AKOR dikatakan Eko mempersiapkan generasi yang tangguh untuk menghadapi tantangan era globalisasi.

"Kami siap berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa terutama di Tempirai umumnya kabupaten PALI." Tutup Eko.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts