Terungkap! Sebelum Dibunuh, Sirun Perkosa Mahasiswa UIN Dua Kali Saat Korban Sadar dan Tak Sadarkan Diri

MUARA ENIM -- Murza alias Sirun (32), pelaku pemerkosaan disertai pembunuhan Fatmi Rohanayanti, Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang berhasil ditangkap.

Warga Desa Suban Baru tersebut diringkus pada Jumat siang oleh tim gabungan Polres Muara Enim dibackup tim Jatanras Polda Sumsel.

Sirun terpaksa dihadiahi timah panas lantaran saat penggerebekkan, yang bersangkutan mencoba melarikan diri.

Menurut informasi yang didapat, penangkapan Sirun bermula dari penyelidikan yang dilakukan petugas kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan diketahuilah jika pelaku pembunuhan keji tersebut adalah Sirun.

Tak menunggu lama, tim gabungan Polres Muara Enim dibackup tim Jatanras Polda Sumsel langsung mengejar pelaku dan akhirnya berhasil ditangkap.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juono SIK didampingi Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono mengatakan dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku, Sirun awalnya hanya berniat ingin mengusai motor korban.

"Lalu kemudian dia merencanakan aksinya itu dengan mengintai korban saat pergi ke kebun mengantar orang tuanya," ujarnya.

Namun saat aksi perampokkan tersebut, terang Kapolres, korban melakukan perlawanan dan menarik tutup muka pelaku. Karena wajahnya ketahuan korban, makanya pelaku menghajar korban kembali.

"Awalnya pelaku memukul kepala korban lalu korban melakukan perlawanan dan tutup wajah pelaku terbuka. Pelaku kemudian menghajar korban kembali," terang Kapolres.

Setelah korban tak berdaya, terang Kapolres, pelaku kemudian memperkosa korban sebanyak dua kali. "Pemerkosaan dilakukan saat korban sadar dan korban tidak sadarkan diri," terangnya seraya menuturkan pelaku dikenakan pasal 365 dengan ancaman 7 tahun penjara.(SN)
Share:

Pemakaman Mimi korban yang tewas dikebun karet penuh haru dan tangis

MUARA ENIM  -- Fatmi Rohanayanti (20) atau yang sering di panggil Mimi yang menjadi korban pembegalan, pembunuhan dan diduga menjadi korban pemerkosaan. pada hari Jumat 01/02/2019 sekitar jam 1 seusai solat Jumat di makamkan ditempat peristirahatan terakhirnya

Korban di makamkan di desa Menanti, proses pemakaman korban ini berjalan dengan lancar walaupun penuh haru raut seluruh keluarga korban.

Mimi adalah warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim, ia merupakan siswi dari Fakultas UIN Palembang jurusan Syaria, korban ini di bunuh di kebun karet milik warga yang berada di belakang SMA N 1 Kelekar tepatnya 250 meter dari jalan desa Menanti-Suban Baru Kecamatan Kelekar Kabupaten Muara Enim.

Pembunuhan sadis ini terjadi pada hari Kamis 31/1/2019 kemarin, korban di temukan dengan keadaan separuh telanjang tanpa mengenakan celana dan mulut terikat pakaian korban dan satu unit sepeda motor Honda Beat berwarna Putih Hijau berpelat BG 3745 KAE dibawa kabur pelaku



Dengan kejadian ini paman korban Rianto (50) angkat bicara, ia mengatakan kematian keponakannya itu sangat membuat keluarga terpukul dan tidak menyangka bahwa ini terjadi pada Mimi

Rianto juga mengatakan bahwa keseharian keponakanya tersebut orangnya baik ramah periang dan sangat peduli dengan kedua orangtuanya.

" keponakan saya Mimi sangat baik sopan, sangat peduli dengan kedua orangtua, kami sangat sedih dan sangat terpukul dengan kejadian ini karena tak menyangka perempuan yang kami kenal sangat periang ini meninggal secara tragis"

Pihak keluarga ingin pelaku di tangkap dan dihukum seberat beratnya bila perlu di hukum mati.

"kami keluarga ingin meminta kepada pihak kepolisian, pelaku harus cepat di tangkap dan dihukum seberat beratnya dan apabila perlu nyawa dibalas denga nyawa".ucapnya kesal

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono didampingi Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono mengatakan dari hasil pemeriksaan sementara korban diduga telah dirampok dan dibunuh sebagaimana dimaksud dalam pasal 365 KUHP ayat (3).Dari keterangan Khaerul warga yang menemukan pertamakali bahwa korban ditemukan didalam semak belukar dalam kondisi telanjang dengan leher dan mulutnya terikat menggunakan pakaian korban.

Kemudian anggota polsek Gelumbang yg dipimpin Kapolsek Gelumbang bersama anggota Puskesmas  dan masyarakat membawa mayat ke Rumah Sakit Umum Prabumulih untuk di otopsi.

Setelah dilakukan pemeriksaan benar mayat tersebut adalah korban, sedangkan motor Honda Beat BG 3745 KAE yang dibawanya hilang.

Saat ini, pihaknya telah mengamankan barang bukti satu pasang sendal jepit Hijau, pakaian korban baju, celana dalam dan training yang ditemukan disekitar korban, dan bra yang digunakan untuk mengikat mulut korban.

"Kita belum bisa memastikan apakah diperkosa atau tidak karena masih diperiksa. Sedangkan pelakunya masih dalam penyelidikan, doakan saja cepat terungkap"(sn)
Share:

Pasien DBD Masuk RSUD Talang Ubi Capai 163 Orang

PALI--Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten PALI kasusnya terus bertambah, dari data Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi
pasien DBD di awal tahun 2019 ini telah mencapai 163 orang yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Dari 163 pasien DBD, dikatakan dr Vivin, Plh Direktur RSUD Talang Ubi bahwa didominasi anak-anak, dan untuk korban meninggal selama Januari 2019 tidak ditemukan.

"Saat ini juga pasien DBD masih ada yang dirawat, dan dari lima kecamatan yang ada, untuk saat ini paling banyak yang dirawat berasal dari Talang Ubi," terang dr Vivin, Jumat (1/2)

Terpisah Lydwirawan, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI mengakui bahwa meningkatnya jumlah pasien DBD pada awal tahun ini lantaran dipicu pergantian musim dari kemarau ke musim hujan. "Selain itu, sanitasi lingkungan tempat tinggal warga yang belum baik juga dianggap sebagai salah satu faktor berkembang biaknya jentik nyamuk pembawa wabah DBD," kata Lydwirawan.

Karena itu, Dinas Kesehatan kabupaten PALI meminta agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar. "Saat ini, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi ke setiap wilayah kelurahan dan kecamatan untuk menggalakkan kerja bakti pemberantasan sarang nyamuk," tukasnya. (SN)
Share:

Kota Wisata Butuh Infrastruktur Memadai

MUARA ENIM -- Bupati Muara Enim Ir H Ahmad Yani mendukung penuh rencana Tanjung Enim sebagai kota wisata yang saat ini tengah digagas PTBA. Namun begitu, Yani mengatakan kawasan kota wisata sangat memerlukan infrastruktur memadai untuk mendukung kemudahan akses pengunjung.

Hal itu disampaikan Yani saat menggelar safari Jumat ke Kecamatan Lawang Kidul, yang berlangsung di depan Gapura Sriwijaya, Jumat (1/2).

Dalam silahturahmi tersebut, Yani didampingi sejumlah OPD dan Asisten, yang dihadiri Camat Lawang Kidul, tokoh masyarakat serta perwakilan managemen dan direksi PTBA.

"Membangun kota wisata tak hanya sekedar menyiapkan destinasi, tapi juga perlu infrastuktur memadai, hal ini akan kita buka seluas-luasnya,"kata Yani.

Menurutnya, Pemkab Muara Enim sangat apresiasi terhadap kepedulian PTBA terhadap lingkungan. Rencana PTBA membangun kota wisata dilokasi eks tambang dinilai sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap wilayah yang selesai di eksploitasi.

"PTBA sudah membuktikan mereka tidak hanya menambang dan eksplotasi, kedepan Pemkab dan PTBA perlu terus meningkatkan sinergisitas mewujudkan tanjung enim jadi kota wisata,"ungkapnya.

Yani juga menuturkan, infrastruktur seperti bandara juga dibutuhkan untuk pengembangan wisata disuatu wilayah. Menurutnya, kebedaraan bandara merupakan kunci utama menarik wisata nasional maupun luar negeri.

Meski demikian, Bupati berharap kawasan kota wisata tanjung enim bisa segera terwujud. Lanjutnya, wista dapat membantu menurunkan angka kemiskinan, menumbuhkan ekonomi masyatakat dan meningkatkan kesejahteraan.

"Wisata juga harus didukung dengan keamanan. sehingga dapat berhasil mengembangkan ekonmonu lokal serta memberdayakan masyarakat,"jelasnya.(SN)
Share:

Cegah Stunting, Sosialisasikan Generasi Emas 1000 Hari

MUARA ENIM -- Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana siap memerangi stunting bagi penduduk sedini mungkin. Hal itu tersebut dilakukan dengan menggencarkan Sosialisasi Generasi Emas 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Selain itu, Pemkab juga akan menggelar Penandatanganan MOU Sinergitas Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Kabupaten Muara Enim. Guna mewujudkan hal tersebut, Pemkab telah melaksanakan rapat koordinasi bersama OPD dan stakeholder terkait.

Asisten I Teguh Jaya mengatakan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan Sinergitas pelaksanaan Program pelayanan  Keluarga Berencana yang Gratis dan berkualitas sampai ke pelosok Desa, serta Melaksanakan pembinaan yang terpadu di Kampung KB.

"Kita berharap dalam pertemuan ini dapat melaksanakan Strategi yang Inovatif dalam rangka Pencegahan Stunting terutama diwilayah sasaran Stunting yang ada di Kabupaten Muara Enim,"jelasnya

Menurutnya, keberhasilan pencegahan Stunting akan menciptakan Generasi Emas yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Muara Enim.

"BKKBN Provinsi Sumatera Selatan  telah menginisiasi program pencegahan Stunting di Kabupaten Muara Enim. Kami sangat menyambut baik dan mendukung program tersebut untuk mewujudkan Muara Enim yang Agamis, Mandiri, Berdaya Saing, Sehat dan Sejahtera,"pungkasnya.(SN)
Share:

Liburan Kuliah Fatmi Malah Meregang Nyawa. Korban Diperkosa dan Dirampok

MUARA ENIM -- Niat hendak pulang dan menghabiskan masa libur kuliahnya di kampung halaman malah berbuah kejadian teragis yang dialami Fatmi Rohanayanti (20) mahasiswi UIN Palembang.

Bagai mana tidak, gadis yang merupakan warga Dusun VI Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Muaraenim ini ditemukan tewas dalam keadaan tanpa busana, Kamis (31/1) di sebuah kebun milik warga.

Dari Informasi yang berhasil dihimpun, sebelum ditemukan meninggal oleh warga, Fatmi diketahui sempat mengantar ibunya ke kebun sekitar jam 9.00 wib pagi menggunakan sepeda motor Honda Beat warna putih hijau. Namun saat ibunya sudah pulang dari kebun ternyata Fatmi belum pulang ke rumah.

Khawatir dengan kondisi Fatmi, keluarga pun berinisiatif meminta pertolongan warga untuk melakukan pencarian. Hingga pukul 15.00 wib, akhirnya warga menemukan sesosok mayat perempuan dalam keadaan tanpa busana dengan leher terikat pakaian yang digunakannya.

Setelah dicek ke lokasi, ternyata benar mayat yang ditemukan tersebut ialah Fatmi. Selain mayat korban, warga juga mendapati Honda Beat putih hijau yang digunakan korban di lokasi penemuan.

Kapolres Muaraenim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gelumbang AKP Indrowono saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut di lingkup wilayah hukumnya.

“Dari hasil temuan dilapangan, benar yang ditemukan adalah Fatmi. Korban diduga telah dirampok dan dibunuh,” ujar Indrowono, Jumat (31/1).

Menurut keterangan saksi Khaerul bin Bais, ungkap kapolsek Indrowono, mayat korban ditemukannya di tengah kebun semak belukar milik kades Suban Baru di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar.

“Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan telanjang dan diikat leher serta mulutnya menggunakan pakaian korban,” imbuhnya seraya menambahkan.(SN)
Share:

Penipuan PNS Prabumulih diduga Melibatkan Cabup Polman Sulawesi Selatan

PRABUMULIH – Setelah sebelumnya James (39) warga RT.02 RW.03 Kelurahan Sukajadi Prabumulih Timur ditangkap Satreskrim Polres Prabumulih setelah buron selama 4 tahun, kini polisi kembali berhasil memburu pelaku lainnya, jum’at (1/2/19)

Kedua pelaku penipuan dan penggelapan yang menjanjikan masuk PNS dikota Prabumulih itu yakni sepasang suami istri Salahudin dan Retno Purwanti warga Kelurahan Sukajadi yang sekaligus merupakan Ketua Pro Jokowi (Projo) Prabumulih. James pelaku sebelumnya menyetorkan uang sebesar Rp.145 juta kepada Retno untuk uang jaminan masuk PNS dengan bekerjasama melakukan penipuan kepada pegawai K2 honorer Prabumulih

Diketahui, komplotan penipuan ini sudah banyak memakan korban dan dari keterangan Kapolres sudah ada satu korban lagi yang ditipu dengan total kerugian sebesar Rp.545 juta namun hingga kini belum ada laporan resmi yang diterima Polres Prabumulih


"Pelaku saat digiring petugas ke polres prabumulih (pelaku kanan no.2 dan 3)


Ketiga Pelaku bekerjasama dalam penipuan berkedok pengangkatan menjadi Pegawai Negeri Sipil di Prabumulih dengan bantuan salah seorang Calon Bupati Polewali Mandar (Polman) Sulawesi Selatan

Saat dikonfirmasi oleh awak media di Konferensi Pers Polres Prabumulih Retno Purwanti mengatakan dengan tegas bahwa dana tersebut diberikan kepada seorang Cabup asal Sulawesi Selatan yakni Dr.Suhardi Kamaludin

“90% dana yang kami ambil dari korban mengalir ke dia, kalo mau tau kalian silahkan cari, kami juga merasa tertipu karena dia (Kamaludin,red) terus menjanjikan bisa masuk” tegasnya merasa kesal

Lanjut Retno, dirinya mengenal Dr.Suhardi Kamaludin yang menurut pengakuannya Cabup Polman itu sejak 2015 silam, dirinya kenal melalui seseorang inisial HSN warga cambai Kota Prabumulih yang merupakan kontraktor, dikatakan Salahudin saat ini HSN masih menjalankan bisnis perumahan dengan uang hasil dari penipuan yang mereka setor

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MH dalam keterangan Pers menghimbau jika masih ada masyarakat Kota Prabumulih yang menajdi korban penipuan dan penggelapan ini, segera untuk melapor ke Polres Prabumulih

“kita himbau bagi masyarakat yang merasa menjadi korban silahkan dating kekantor” ucapnya seraya mengatakan saat ini pelaku penipuan berkedok pengangkatan menjadi PNS akan diancam dengan hukuman paling lama 15 tahun penjara (sn)
Share:

GPR Sampaikan Tuntutan ke Bupati dan Dewan

MUARA ENIM--Sejumlah perwakilan masyarakat dari 12 desa  di Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim tergabung dalam LSM Gerakan Pemuda Rambang (GPR), menemui Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan Ketua DPRDm Aries HB SE, Kamis (31/1) di gedung DPRD.

Pada pertemuan itu mereka menyampaikan tuntutan terhadap perusahaan PT MHP, PT Pertamina , PT Medco E&P serta PT TEL, untuk pengecoran badan jalan mulai dari Desa Subanjeriji sampai ke jembatan layang PT TEL.

Kedatangan sekitar 12 orang perwakilan warga tersebut disambut baik bupati dan Ketua DPRD dengan melakukan pertemuan singkat.

Pada pertemuan itu, bupati menyambut baik keinginan masyarakat yang ada di 12 desa tersebut. Kepada perwakilan warga, bupati mengatakan,akan memanggil manajemen PT MHP, PT Pertamina, PT Medco E&P dan PT TEL untuk membicarakan masalah tuntutan warga tersebut.

Meski telah disikapi oleh bupati dan Ketua DPRD, namun perwakilan warga tetap pada pendiriannya akan melakukan aksi demo besar besaran di Desa Gemawang, Kecamatan Rambang Dangku pada Sabtu (2/1) mendatang.

“Kami berterima kasih telah diterima pak bupati dan Ketua DPRD dengan menyikapi tuntutan kami. Namun kami tetap akan melakukan aksi demo yang telah kami rencanakan, karena jawaban yang disampaikan bupati belum ada kepastian,” jelas Muslim, salah seorang kordinator perwakilan warga.

Menurutnya, tuntutan yang diajukan warga, tidak saja masalah pengecoran badan jalan tersebut, tetapi ada sekitar 11 tuntutan lainnya. Diantaranya menuntut pemberdayaan tenaga lokal, masalah penerimaan karyawan tidak transparan, masalah perbaikan jalan desa gorong gorong, jembatan melalui dana CSR.(SN)
Share:

Bandar Narkoba Pagar Alam Dibekuk

MUARA ENIM--Anggota Sat Narkoba Polres Muara Enim berhasil membekuk pasangan sejoli diduga bandar narkoba di Kota Pagar Alam, Rabu (30/1) sekitar pukul 12.30 WIB.

Keduanya ditangkap ketika melintasi perlintasan kereta api  di Tebing Bantaian, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, mengendarai mobil minimus dihatsu  xenia BG 1198 DE membawa narkoba jenis sabu sabu.

Kedua pasangan sejoli tersebut diketahui bernama Beni Eka Satria (36), warga Tanjung Jepit, Desa Sukorejo, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam dan  Rice Agustina (28), warga Desa Sukamakmur, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam.

Selain mengamankan keduanya, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti 1 paket besar  sabu sabu seberat 50,77 gram,  9 buah pirek kaca, 4 unit HP dan satu unit mobil Daihatsu Xenia BG 1198 DE yang dikendarai keduanya. Kini keduanya berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolres Muara Enim untuk menjalani proses hukum.

Penangkapan keduanya bermula dari petugas mendapatkan informasi dari masyarakat ada mobil  xenia BG 1198 DE,  dari Pagar Alam menuju Kabupaten PALI yang dikendarai seorang laki laki dan seorang wanita diduga akan membeli narkoba di wilayah PALI.

Atas informasi itu petugas melakukan penyelidikan dengan menyisir jalan umum dari Muara Enim menuju PALI untuk memonitor keberadaan mobil yang dikendarai kedua pelaku.

Sekitar pukul 12.00 WIB, petugas melihat mobil tersebut melintas  di jalan lintas Desa Penanggiran, Muara Enim menuju Pagar Alam. Lantas Petugas memutar balik melakukan pengejaran dan berhasil di berhentikan ketika berada di perlintasan kereta api Tebing Bantaian.

Petugas menyuruh kedua pelaku turun dari dalam mobil dan dilakukan pemeriksaan. Akhrinya petugas berhasil menemukan barang haram itu di pintu depan sebelah kanan mobil tersebut.

Keduanya langsung diamankan bersama barang buktinya. Kepada petugas pelaku mengaku  barang tersebut dibeli dari temannya berinisial YT, yang beralamat di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal Abab, PALI.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (31/1) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah kita amankan. Kasus ini masih dikembangkan untuk mengungkap pelaku lainnya,” jelasnya.(SN)
Share:

Dewan Kritisi Raperda Umrah dan Pendidikan

MUARA ENIM--Sejumlah Fraksi di DPRD Muara Enim mengkiritisi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) umrah dan wisata religi gratis dan Raperda tentang pengelenggaraan pendidikan yang diajukan Bupati Muara Enim.

Soalnya, ada khawatiran wakil rakyat ini, pelaksanaan Raperda tersebut nantinya kurang tepat sasaran, sehingga akan menimbulkan beban yang cukup besar bagi APBD Muara Enim.

Hal itu disampaikan masing masing juru bicara fraksi di DPRD Muara Enim, pada rapar paripurna di pimpin Ketua DPRD, Aries HB SE, Kamis (31/1)

Rapat paripurna dengan agenda pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi terhadap 12 Raperda itu, dihadiri Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, Sekda Ir H Hasanudin MSI, para asisten, kepala dinas, kepala badan, kepala kantor di lingkup Pemkab Muara Enim.

Juru bicara Fraksi Bintang Indonesia Raya, Agus Firmansyah SH, pada rapat paripurna itu mengatakan, umrah dan wisata religi merupakan salah satu kebutuhan spritual bagi setiap umat beragama yang perlu mendapatkan perhatian. Untuk melaksanakan program tersebut, lanjutnya, perlu disusun perdoman pelaksanaan yang merumuskan dalam Raperda.

“Adapun ruang lingkup  Raperda ini meliputi kejelasan maksud dan tujuan kegiatan, ketepatan sasaran, persyaratan dan kriteria  serta sumber dana dalam penyelenggaraan ibadah umrah dan wisata religi gratis,” tanyanya.

Sementara itu, juru bicara Fraksi PPP, Nino Andrian SE, pada rapat paripurna  mengajukan dan mengusulkan agar pada poin 2 BAB II, Raperda tersebut, sasran penyelenggara umrah dan wisata religi  tersebut adalah masyarakat Kabupaten Muara Enim yang memiliki prestasi berjasa di bidang keagamaan saja dengan tidak tidak mencantumkan, mengharumkan nama Kabupaten di bidang pendidikan, kemasyarakatan dan pembangunan.

Karena umrah itu, lanjutnya, ibadah kepada Allah SWT sebagaimana disyareatkan  oleh agama Islam. “Maksud kami  prestasi yang sifatnya keibadahan kepada Allah SWT, jangan dicampurkan dengan prestasui prestasi yang sifatnya non keagamaan,” jelasnya.

Ditempat terpisah, H Umar Fajeri, dari Fraksi PKS menyikapi Raperda program berobat mudah dan gratis bagi masyarakat Muara Enim. Pelaksanaan Raperda itu nantinya Pemkab Muara Enim akan mengikutkan  masyarakat Muara Enim menjadi peserta BPJS yang selama ini belum menjadi peserta BPJS.

“Rencananya ada sekitar 140-170 ribu masyatakat Muara Enim yang selama ini belum menjadi peserta BPJS akan diikutsertakan BPJS dianggarkan melalui dana APBD guna mendapatkan progarm berobat gratis kelas III,” jelasnya.

Pertanyannya, bagaimana dengan masyarakat yang selama ini telah menjadi peserta BPJS melalui jalur mandiri. Dikhatirkan, lanjutnya, jika nantinya jika terjadi eksodusm masyarakat yang selama ini menjadi peserta BPJS jalur mandiri beralih melalui program yang diadakan Pemkab, apakah mampu dana APBD untuk menampungnya.

Kemudian, lanjutnya terkait dengan Raperda tentang penyelenggaraan  pendidikan, yang nantinya diaflikasikan dengan program pemberian pakaian seragam gratis dengan cara disamaratakan, dikhawatirkan akan tidak tepat sasaran.

Karena, pada program itu, nantinya anak yang berasal dari ekonomi mampu maupun ekonomi tidak mampu akan mendapatkan seragam.

“Alangkah baiknya pemberian pakaian seragam gratis itu diberikan kepada anak yang berasal dari kurang mampu saja, kemudian sebagian anggarannya dikembalikan kepada peningkatan kesejahteraan guru honorer yang selama ini kurang mendapatkan perhatian pemerintah,” jelasnya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts