Kawin Lari Bawa Dodi Masuk Jeruji

PALI-- Disinyalir karena cinta buta tetapi keberanian tidak ada ditambah modal untuk melamar sang idola kurang tebal mengakibatkan Dodi Hartono (23) warga Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI nekat membawa lari Bunga (nama samaran) gadis belia yang baru berumur 16 tahun yang masih tercatat sebagai pelajar warga Desa Tanjung Kurung Kecamatan Abab yang langsung mengajak menikah dihadapan P3N Prabumulih Utara tanpa seizin orang tuanya.

Tentu saja, akibat ulah nekat Dodi, orang tua Bunga melaporkan kejadian itu ke Polisi. Dan Pada Rabu (6/2/2019) Dodi terpaksa harus ikhlas berpisah dengan sang pujaan setelah Jajaran Reskrim Polsek Penukal Abab menangkapnya.

"Pelaku kita tangkap karena telah melakukan tindak pidana membawa anak gadis dibawah umur tanpa seizin orang tuanya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 332 KUHP. Dan atas dasar LP/ B / 10 / 1 / 2019 / Sumsel / Res.Muara Enim /Sek. Penukal abab Tgl 12 januari 2019," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo, Jumat (8/2).

Dijelaskan Alpian, bahwa kejadian itu berlangsung pada Selasa (31/7/2018) lalu. Dimana pelaku membawa Bunga menuju Prabumulih untuk diajak menikah tanpa seijin orang tuanya.

"Setelah kejadian itu, Bunga terpaksa putus sekolah kemudian orang tua Bunga melapor ke Polsek Penukal Abab. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi saksi serta penyelidikan dan didapatkan alat bukti yang cukup, kita langsung lakukan penangkapan terhadap pelaku," tandasnya.

Saat ini, pelaku Dodi masih ditahan di sel dingin Polsek Penukal Abab untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Barang bukti yang kita amankan berupa satu lembar surat dari P3N Prabumulih Utara," terang Alpian. (SN)
Share:

Coba Perkosa IRT Dalam Kamar Mandi, Nurman Malah Masuk Kamar Pesakitan

PALI-- Perbuatan Nurman (34) pria asal Desa Sukaraja Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI terbilang nekat, sebab diduga tidak kuasa menahan hasrat birahinya, pria tersebut berupaya memperkosa Hr (32) seorang ibu rumahtangga, yang masih satu desa dengan pelaku di dalam kamar mandi rumah korban.

Tentu saja, meski hasratnya gagal karena korban melawan dan berteriak sehingga pelaku tunggang langgang, namun Nurman tetap diburu Jajaran Polsek Tanah Abang, lantaran korban melaporkan kejadian memalukan itu ke Polisi.

Alhasil, pada Jumat (8/2) sekira pukul 08.00 WIB, Nurman berhasil dibekuk Polsek Tanah Abang dan langsung dijebloskan ke kamar pesakitan Polsek Tanah Abang.

"Pelaku kita kenakan pasal 285 KUHP Jo Pasal 53 KUHP tentang
percobaan pemerkosaan. Penangkapan pelaku berdasarkan LP.B/02/1/2019/Sumsel/Res ME/ Sek T.Abang tanggal 04 Januari 2019," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni.

Dijelaskan Kapolsek Tanah Abang bahwa kejadian itu pada Jumat (4/1/2019) lalu sekira pukul 10.00 WIB, pada saat korban hendak mandi, ketika akan mengambil kain basahan, tiba-tiba pelaku memeluk korban dan berusaha untuk memperkosanya. Namun korban melakukan perlawanan sehingga korban dan pelaku terjatuh, lalu korban berteriak minta tolong dan pelaku langsung keluar melarikan diri dari kamar mandi.

Setelah menerima laporan korban, Kapolsek mengatakan bahwa pihaknya langsung melakukan lidik, dan ketika ada laporan masyarakat bahwa tersangka sedang berada di warung KM 37, Kapolsek memerintahkan Kanit Reskrim untuk melakukan penangkapan.

"Pada saat di lakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung di bawa ke Polsek Tanah Abang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," tandas Sofyan. (SN)
Share:

Tersinggung Berujung Bui, Begini Ceritanya

PALI-- Lantaran tersinggung karena sering ditantang, Mulyadi Alias Yadi Bin Simin (51) warga Jalan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir( PALI) tega menganiaya Diman, yang masih ada ikatan keluarga dengan pelaku Yadi dengan cara menebaskan senjata tajam jenis parang ke arah tubuh korban.

Beruntung korban bisa menangkis parang yang diayunkan pelaku menggunakan tangan, dan meski tidak mengenai bagian tubuh lain, telapak tangan korban mengalami luka senjata tajam dan harus dilarikan ke Rumah sakit untuk dilakukan penanganan medis.

Atas kejadian itu, korban melaporkannya ke Mapolsek Talang Ubi dengan bukti LP/B/34/II/2019/Sumsel/Res.Muara Enim/Sek.Talang Ubi, Tgl 21 Januari 2019 tentang penganiayaan-Pasal 351ayat (2) dan (4) KUHP.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa kejadian bermula antara korban dan pelaku yang diketahui masih ada hubungan keluarga ini terjadi lantaran adanya kesalahpahaman pelaku dengan korban. Pelaku mengatakan kepada korban ‘Alangke melawannya kamu sekarang”. Atas ucapan korban, pelaku merasa tersinggung dan menjawab “Apa salah aku, kalau ada salah kita ke rumah RT”.

Kemudian antara pelaku dan korban saling emosi dan dalam perjalanan ke rumah ketua RT, tiba -tiba pelaku mendatangi korban. Dengan tangan mengepal mengarahkan ke kepala korban, sehingga korban berusaha menghindar dan berusaha berlari. Namun korban terjatuh, lalu pelaku mengambil senjata tajam jenis parang dan menganiaya korban.

"Kejadian tersebut sempat diketahui oleh warga, sehingga pelaku dan korban dipisahkan," ungkap M Arafah, Jumat (8/2).

Saat penangkapan, diamankan juga barang bukti berupa satu bilah senjata tajam jenis parang. "Pelaku kita kenakan pasal 351 dengan ancaman penjara 5 tahun," tandasnya.

Sementara dari pengakuan pelaku bahwa dirinya spontan melakukan penganiayaan tersebut lantaran tersinggung dengan ucapan korban dan sering menantang untuk berkelahi. "Sudah tiga kali aku ditantang, dan apa yang aku lalukan itu hanya peringatan saja, sebab kalau memang aku hendak membunuhnya, pasti tangan korban sudah putus," ucap pelaku.(SN)
Share:

Jadikan Pondok Tempat Transaksi Narkoba, Kando Dicokok Polsek Talang Ubi

PALI-- Dusriansyah alias Kando warga Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ditangkap Jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi lantaran diduga sebagai pengedar narkoba diperkuat juga dengan dasar LP/A/05/II/2019/Sumsel/Res.Muara Enim/Sek.Talang Ubi, Tgl 07 Februari 2019 tentang Pasal 112 jo Pasal 114 UU No.35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Kando ditangkap pada Kamis (7/2) sekitar jam 17.00 WIB di pondok simpang tiga Desa Simpang Tais dan langsung digelandang ke Mapolsek Talang Ubi untuk diperiksa lebih lanjut.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M. Arafah bahwa selain pelaku juga diamankan barang bukti berupa 6 ( enam ) bungkus plastik bening masing-masing berisikan kristal-kristal putih diduga sabu-sabu dengan berat brutto keseluruhan 2,15 gram. 1 (satu) buah secop terbuat dari pipet warna putih.1 ( satu ) Buah Dompet warna hitam merk BOGESI.1 ( satu ) buah Dompet warna Cokelat merk RAIN. Uang sejumlah Rp. 405.000 dan 1 ( satu ) unit handphone.

"Pelaku kita tangkap bermula dari informasi masyarakat bahwa di pondok tepatnya di Simpang 3 Desa Tais, sering terjadi transaksi Narkoba. Selanjutnya anggota polsek melakukan lidik," terang M Arafah, Jumat (8/2).

Dan setelah didapat kebenaran informasi tersebut dikatakan M Arafah bahwa benar di pondok milik pelaku terjadi transaksi Narkoba.

"Lalu kita lakukan penangkapan dan penggeledahan terhadap pelaku. Saat digeledah, ditemukan barang bukti narkoba seperti tersebut diatas. Selanjutnya tersangka dan barang bukti dibawa ke Polsek guna dilakukan proses lebih lanjut," tandasnya.(SN)
Share:

Harga karet murah dan mau stabil? Ini solusi dari Herman Deru

PRABUMULIH – Menanggapi harga karet yang saat ini anjlok dibawah harga pasaran yang berkisar Rp.8000 / perkilo gram Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, SH,MM dalam kunjungannya ke Kota Prabumulih digedung Patra Ria Komplek Pertamina Asset II Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, kamis (7/2/19)

Disela acara Focus Grup Discussion (FGD) bersama ratusan guru dan kepala Sekolah Se Kota Prabumulih itu Gubernur mengatakan jika saat ini pasaran dunia memang sudah anjlok khususnya harga karet, namun demikian ucap Deru Pemerintah Provinsi masih terus melakukan upaya yang dapat menaikan harga karet

“kita masih terus mengupayakan harga karet tetap stabil dengan mengajak investor untuk membuka Perusahaan dengan bahan baku karet” ucapnya

Diketahui saat ini Pemprov Sumsel sedang menggarap perusahaan Ban yang akan dibangun di Sumatera Selatan hal tersebut diklaim bisa membantu mendongkrak harga karet khususnya di Prabumulih yang warganya didominasi petani karet

“nanti kalau pabrik Ban sudah jadi, bapak dan ibu harus beli produk dari karet kita sendiri, ban motor, mobil, sandal, sepatu yang bahan bakunya dari karet itu harus dibeli, Kalau masih beli produk lain perusahaan akan bangkrut dan harga karet akan turun” terangnya saat memberikan arahan

Datuk sapaan akrabnya itu mengatakan jika perusahaan sudah mulai berjalan Pemerintah daerah harus ikut andil dalam pemasaran dan pembuatan peraturan kewajiban bagi masyarakatnya

“Walikota harus andil dalam rencana ini, contohnya warga diharuskan membeli produk dari hasil getah karet yang akan kita bangun ini, jadi perusahaan tidak susah mencari pemasaran, mudah-mudahan harga karet kita bisa stabil” ucap Datuk Deru

Namun demikian Datuk Deru memberikan syarat dan tips jika ingin harga karet stabil dan mahal
“walaupun ada pabrik Ban sendiri petani harus turuti peraturan jika harga karet mau naik, pernah ada kasus di dalam karet milik warga ada kayu, tanah bahkan kain baju”

Dirinya menyarankan petani harus diberi pendidikan yang cukup tentang pengelolaan karet tersebut diantaranya Getah Karet harus bersih dari kayu sisa penyadapan, tidak ada tanah, dan tidak banyak air karena hal tersebut akan menambah penurunan kualitas karet itu sendiri, dan terakhir tidak boleh lagi menggunakan cairan kimia ( asam cuka karet ) cuka karet tidak menurunkan kadar air

“mulai sekarang harus pakai Asam Semut, percuma karet kamu berat waktu ditimbang dipabrik semua isinya air” tegasnya
Share:

Museum Migas 3D Pertamina Resmi dibuka

PRABUMULIH – Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru, SH,MM di damping Putrinya Percha Leanpuri meresmikan Museum Migas Tiga Dimensi (3D) PT.Pertamina EP Asset 2 Prabumulih di Jalan Jenderal Sudirman Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih,kamis (7/2/19) sekitar pukul 11.00 wib

Museum Migas 3D yang merupakan Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina itu dibangun dari kombinasi ide Pemerintah dan PT.Pertamina

“dulu ide ini kita bahas bersama, karena Kota Prabumulih belum adanya tempat wisata yang memiliki edukasi” Ucap Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM saat memberikan sambutan


"Pembuatan tapak tangan Gubernur Sumsel Herman Deru"


General Manager (GM) PT.Pertamina EP Asset 2 Prabumulih Astri Pujianto mengatakan saat ini Museum yang dibangun ditanah dengan luas 5000 hektare itu dilengkapi dengan kios kecil yang menjajakan kerajinan tangan dan olahan makan ciri khas Kota Prabumulih dan beberapa tempat berfoto selfi yang disediahkan pengelola

Tak hanya itu Museum Migas 3D sebelum resmi dibuka sudah banyak memenuhi permintaan kunjungan dari beberapa instansi dan sekolah yang ada di Prabumulih bahkan permintaan itu sudah datang dari pulau jawa

“kemarin kita sudah ada permintaan kunjungan dari DPRD Jawa Barat” terang Astri

Peresmian Museum Migas 3D oleh Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru, SH,MM itu ditandai dengan pembuatan tapak kaki dan tangan gubernur yang diikuti oleh Duta Literasi Percha Leanpuri


"Simbolis peresmian museum migas 3D Pertamina oleh Gubernur dan Walikota Prabumulih"


Gubernur Sumatera Selatan dalam pidatonya mengatakan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT.Pertamina EP Asset 2 dan Pemerintah Kota Prabumulih yang selalu mengedepankan pendidikan

“kita bangga dengan adanya Museum 3D ini, ini tempat wisata yang mendidik, kita dapat belajar dengan melihat proses eksplorasi minyak dari awal, disini semuanya ada untuk belajar tentang minyak” ucapnya (sn)
Share:

FGD Guru Sekota Prabumulih, Deru : Walikotanya tiap hari merayu terus!

PRABUMULIH – Pemerintah Kota Prabumulih Gelar Focus Grup Discussion (FGD) Pendidikan Vokasi Sektor ESDM bersama puluhan Guru dan kepala sekolah se Kota Prabumulih di Gedung Patra Ria PT.Pertamina EP Asset 2 Prabumulih,kamis (7/2/19)

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan H.Herman Deru, SH.MM didampingi Duta Literasi Percha Leanpuri, Kepala BPSDM ESDM RI Prof.Dr.ir.IGN Wiratmaja Puja, M.Sc, Direktur PEM Akamiga Cepu Prof.Dr.R.Y Perci Burhan, M.Sc dan tampak hadir juga Waka Polres Prabumulih, GM PT.Pertamina beserta unsur muspida lainnya

Dalam sambutanya Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM yang didampingi Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH beserta istri mengatakan jika Prabumulih saat ini telah melakukan perubahan besar dalam Pemerintahannya dengan beberapa program unggulan yang memihak kepada masyarakat kecil

Hal tersebut diungkapkannya melalui acara Focus Grup Discussion bersama ratusan Guru dan Kepala Sekolah Sekota Prabumulih, Ridho mengungkapkan didepan Gubernur dan para tamu undangan bahwa Pemerintah Kota Prabumulih Menolak keras Eksplorasi Tambang Batubara dan telah mengambil kebijakan untuk melarang Truk Batubara melintasi dijalan Kota yang saat ini sudah hancur

Tak hanya itu orang nomor satu di Prabumulih itu juga memaparkan capaian 5 Tahun setelah kepemimpinannya hingga kini telah berhasil membangun ratusan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu dan puluhan rumah ibadah berhasil dibangun dan direnovasi melalui APBD Kota Prabumulih

“kita merangkul instansi pemerintahan dan swasta untuk bersama-sama membantu masyarakat miskin, seperti saat ini DPRD, Perusahaan perusahaan ternama di Prabumulih bahkan Bank Swasta dan Nasional juga kita bekerjasama untuk membangun rumah layak huni"

Dalam tayangan yang dipaparkan Walikota Prabumulih terlihat beberapa perusahaan telah bersama sama Pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan dengan cara melakukan bedah rumah yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Prabumulih

Diketahui Walikota Prabumulih melalui kepemimpinan Ridho Yahya Pemerintah menyisihkan sebagian dari gajih para Pegawai (PNS) untuk program gotong royong yang terlihat nyata telah bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat

Dari beberapa program itu keberhasilan Pemkot Prabumulih dalam penyambungan Gas Alam gratis terdapat ratusan ribu lebih sambungan gas (Jargas) di Prabumulih telah berhasil disambung

Sementara itu, Gubernur Sumatera selatan H.Herman Deru, SH,MM menanggapi beberapa program yang dipaparkan Walikota Prabumulih, dirinya mengatakan jika setiap ada acara Ridho sering merayu jika ada maunya

 

"Walikota Prabumulih selalu merayu saya pak, setiap ada kegiatan dia selalu minta tolong disetop truk batubara itu pak, warga kami sudah resah" ucap Deru menirukan pembicaraan sambil tertawa lepas

Deru menambahkan jika saat ini Prabumulih di pimpin oleh orang yang amanah, dan dirinya akan selalu mendengarkan pendapat dan keluhan dari bawahan demi kepentingan bersama

"Yaa kita pasti selalu mendengarkan keluhan dan masukan pemimpin didaerah sebelum mengambil keputusan" ucapnya
Share:

Museum 3D Pertamina EP Aset 2 Kota Prabumulih Di Resmikan Gubernur Sumsel



 

PRABUMULIH - Museum 3D Pertamina EP Aset 2 kota Prabumulih di resmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, peresmian ini dilakuan dilapangan museum gas pada hari Kamis 07/02/19.

 

Gubernur Sumsel Herman Deru pada kesempatan peresmian ini mengatakan, museum 3D Pertamina Migas EP Asset 2 bisa dijadikan suatu tempat mendapatkan informasi tentang migas di Prabumulih tetapi juga di Sumatera Selatan.

 

Selain memberi manfaat bagi dunia migas juga bagi dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan, serta masyarakat luas karena memberi informasi dan pengetahuan tentang seluk beluk migas.

Gubernur Sumsel Herman Deru pada kesempatan ini menyampaikan bahwa museum ini akan sangat berguna untuk masyarakat sekaligus membuka semua mata untuk lebih mengenal sejarah kemajuan Sumsel. Tidak hanya di bidang arkeologi namun juga dibidang teknologi, bahwa di masa lalu Sumsel sudah mempunyai teknologi, dari sejak massa Belanda menjajah Indonesia dulu.

 

Gubernur juga mengatakan bahwa dia suka dengan namanya museum 3D."Saya suka namanya museum 3D. Museum ini menjadi bukti bahwa Migas di Sumsel sudah berjaya dari dulu. Begitu sejarahnya” ujarnya.
Direktur Pertamina EP 2 Prabumulih A.Pujianto mengungkapkan awalnya museum ini adalah salah satu bentuk CSR di bidang pendidikan kepada pemerintah Prabumulih. Namun seiring perjalanannya muncul ide membuat museum yang berbeda dan bisa mengedukasi. Mengingat kunci kemajuan masyarakat Indonesia adalah melalui pendidikan yang juga menjadi pondasi kemajuan di suatu negara.

 

“Kami wujudkan museum ini nanti bisa bermanfaat, di generasi masa depan menjadi museum ini menjadi salah satu ajang edukasi pelajar dan sarana rekreasi untuk masyarakat konsepnya menghibur,” ujarnya.

 

Kedepan ia mengharapkan museum ini bukan cuma sarana pembelajaran namun jadi sarana rekreasi untuk keluarga di kota Prabumulih, disamping dengan memberikan pengetahuan berkaitan hulu migas dalam bentuk edukasi ini meliputi pengetahuan proses produksi bagaimana dicarinya minyak dan bagaimana tersedia di atas kepermukaan.

 

“Akan ada berbagai penjelasan di museum ini melalui visualisasi serta audio, dan juga ada wahana rekreasi seperti spot selfie, kepada pihak-pihak sekolah kami harapkan dapat hadir ke museum agar bisa mendapatkan manfaat seluas-luasnya untuk pelajar,” harapnya.

 

Dengan kehadiran museum 3D Pertamina Migas EP Asset 2 Kota Prabumulih ini diharapkan koleksi koleksinya dapat memberi informasi kepada masyarakat tentang migas serta atraksi yang menarik serta dalam perjalanannya terus dikembangkan sehingga lebih atraktif dan informatif. Karena sangat edukatif ia sangat berharap Pemda provinsi Sumsel akan selalu mendukung kehadiran museum ini.

 

Sementara itu Walikota Prabumulih Ir.Ridho Yahya mengatakan museum ini dapat menambah pendapatan anggaran daerah, karena dilihatnya kota Prabumulih ini hanya menjadi tempat pelintasan saja. Maka dari itu Pemerintah dan Pihak Pertamina Berusaha keras untuk membuat tempat untuk orang-orang bisa berkunjung ke Prabumulih.

 

“Kami ingin kota kami bukan cuma menjadi perlintasan tujuan orang lewat ke kota lainnya, namun bisa menjadi tempat singgah, sehingga menambah Pendapatan anggaran daerah,” harapnya.
Langkah yang diambil PT. Pertamina dengan mendirikan museum khusus tentang migas ini patut diapresiasi, karena museum merupakan jendela suatu bangsa, suatu daerah atau suatu pengetahuan tertentu. Seperti museum timah di provinsi Babel.
Share:

Petani Karet Mengeluh Karena Hargakaret dan Cuaca Yang Takmenentu



 

PRABUMULIH -- Musim hujan yang melanda di awal awal tahun ini sangat mempengaruhi hasil dari petani karet yang ada di kota Prabumulih ini.

 

Karenasering hujan di pagi dan sore hari maka petani karet di Kelurahan Sindur kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih jarang mennyadab karet dikarenakan cuaca yang tak bersahabat.


Keluhan ini di sampaiakn oleh Enada (41) warga yang tingal di kelurahan sindur Prabumulih timur petani karet yang memiliki lahan seluas satu hekrar, saat di temui kamis 07/02/19, ia mengatakan bahwa kalau cuaca di bulan kemaren dan bulan ini sangat tidak bersahabat dikarenakan para petani karet tidak bisa menyadab karet.



Enanda juga memberitahukan bahwa harga karet yang sangat tidak stabil ini membuat penghasipan tidak menentu "harga karet kalau 1 minggu itu hanya Rp.8900 / 1 Kg dan kalau harga 2 minggu Rp.7200 /Kg".



Sama dengan halnya di katakan oleh Andi (34) Petani karet yang memiliki 1 hektar lebih kebun karet yang ia kelolah setiab harinya, ia mengatakan bahwa harga karet sekarang tidak menentu dan apalagi keadaan cuaca yang tak mendukung membuat penghasilan karet dua minggunya hanya sebesar 20 Kg.



Andi juga mengeluhkan dengan harga yang sangat rendah ini tidak bisa membeli 1 kg beras dengan 1 kg karetnya, " kalau untuk sekarang harga bahan pokok yang melambung tinggi dan harga karet yang rendah tidak hanya dapat mencukupi untuk makan sehari hari saja, kalau untuk anak sekolah dan keperluan lain lain kami mengusahakannya bekerja di tempat lain" tendasnya
Share:

Bobol Bengkel, Pria Ini Masuk Sel Polsek Penukal Abab

PALI--Jajaran Polsek Penukal Abab berhasil kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) sebagaimana dalam pasal 363 KUHP pada Rabu (6/2) sekitar pukul 01.00 WIB. Dimana satu orang yang diduga sebagai pelakunya diamankan dan langsung digelandang ke Mapolsek Penukal Abab.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus W bahwa pelaku yang diamankan adalah Kendri (30) warga Desa Prambatan Kecamatan Abab Kabupaten PALI.

Pelaku diamankan atas dasar LP/ B / 22 / I / 2019 / Res Muara Enim / Sek. P. Abab tgl 22 Januari 2019 dimana pelapornya adalah Alri (40) masih satu desa dengan pelaku.

"Kejadian tindak pidana tersebut berlangsung pada Jumat (17/1/2019) lalu sekira pukul 13.30 WIB. Dalam melakukan aksinya, pelaku mencongkel dinding bengkel yang terbuat dari kayu. Setelah terbuka pelaku masuk bengkel dengan mengambil barang barang milik korban berupa 1 (satu) buah velg truck, 2 (dua) sak semen, 1 (satu) unit mesin genset sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 4 juta rupiah," jelas Alpian, Kamis (7/2).

Setelah mendapat laporan korban, diakui Alpian bahwa pihaknya langsung melakukan penyelidikan, dan setelah mendapat informasi dari informen bahwa pelaku dimaksud tengah berada di rumah temannya di Desa Jerambah Besi wilayang hukum Talang Ubi maka Kapolsek Penukal Abab bersama Kanit Reskrim Ipda Agus. W dan anggota Reskrim Polsek Penukal Abab langsung melakukan penangkapan.

"Saat penangkapan, diamankan juga barang bukti 1 (satu) unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat mengangkut barang curiannya, 1 (satu) unit velg truck, 1 (satu) unit mesin genset dan 1 (satu) bilah Sajam berupa golok/parang," tandasnya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts