Rumput Liar, Kuasai Jalan di PALI

PALI--Sejumlah ruas jalan umum yang ada di wilayah Bumi Serepat Serasan kodisinya banyak yang menyempit akibat ditumbuhi rumput belukar dikiri dan kanan jalan. Tentu kondisi itu membahayakan pengguna jalan karena selain badan jalan menyempit, juga jarak pandang terhalang rerumputan yang menjulang tinggi terlebih pada jalan berkelok atau tikungan.

"Kalau berlintasan dengan kendaraan lain, kami harus memperlambat kendaraan," ujar Mustofa, pengemudi sebuah mobil saat melintas di Jalan umum antara Desa Purun dan Babat Kecamatan Abab, Senin (25/2).

Sama halnya diutarakan Jamal, pengguna jalan lainnya bahwa pemerintah dan perusahaan harus bersinergi dalam mengatasi permasalahan tersebut.

"Semasa armada batubara menuju pelabuhan Desa Prambatan Kecamatan Abab, jalur yang dilintasi selalu dibersihkan oleh perusahaan dalam hal itu PT EPI. Tetapi setelah batubara ditutup, jalan sempit tidak terurus akibat belukar tumbuh subur dikiri kanan jalan. Kami berharap ada upaya dari pemerintah atau perusahaan lain yang sering lalulalang di jalan yang telah menyempit untuk dibersihkan dengan melakukan tebas bayang," pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUBM kabupaten PALI Etty Murniaty sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan perawatan jalan. "Untuk tebas bayang pinggiran jalan, kita akan laksanakan secara swakelola," ujarnya.

Terpisah Bupati PALI Heri Amalindo dalam kesempatan lain menyarankan seluruh kepala desa agar menganggarkan pembersihan jalan menggunakan Alokasi Dana Desa (ADD).

"Kepala desa bisa anggarkan melalui ADD untuk pembersihan tebas bayang jalan, jangan sampai mengganggu kenyamanan warga," sarannya.(SN)
Share:

Dapat Ikan Mas 3,8 Kilogram, Miko Bawa Pulang Motor

MUARA ENIM -- Setelah mencoba menebar umpan dengan menggunakan pancing sejak pagi, Miko (21) pemuda asal Lahat ini akhirnya berhasil mengangkat ikan mas dengan berat kurang lebih 3,85 kilogram pada pukul 10.20 wib.

Dirinya berhasil mengungguli 200 lebih pemancing lainnya yang juga sama sama mengadu peruntungan untuk mendapatkan ikan terbesar yang sudah ditebar panitia pada acara Muara Enim Fishereis yang merupakan bagian dari agemda Colorfull Muara Enim, Minggu (24/2) di Kolam Retensi Adipura.

Sebagai pemancing yang berhasil mengangkat ikan terberat, oleh panitia Miko diganjar hadiah utama berupa satu unit sepeda motor yang diserahkan langsung oleh Bupati Muara Enim, H Ahmad Yani pada puncak pelksanaan kegiatan.

Selain Miko, yang Perolehan ikan terbesar kedua adalah Debi yang juga dari Lahat dengan berat ikan 3,8 kilogram dan mendapatkan hadiah berupa lemari es. dan pada posisi ketuga ditempati oleh Caca dengan perolehan ikan seberta 3,6 kilogram dan diganjar hadiah televisi.

Dalam sambutannya, Bupati Muara Enim Ahmad Yani mengatakan, ajang SMF 2019 DIlaksanakan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah kabupaten Muara Enim terhadap jasa para Masyarakat perikanan dalam upaya pemenuhan kebutuhan protein dan
gizi bagi seluruh lapisan masayarakat.

"Ajang ini juga untuk menggali potensi wisatawan, karena selain masyarakat lokal juga berhasil mendatangkan peserta jauh dari sejumlah daerah,"kata Yani

Hal ini, Lanjut Yani sesuai tujuan untuk meningkatkan Kunjungan wisatawan yang diharapkan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menumbuhkan Kreativitas Rakyat.

Karena itu, Yani mengharapkan seluruh hadirin khususnya panitia lomba dan peserta lomba untuk menjadi pioner pioner yang dapat mengajak seluruh lapisan masyarakat agar dapat mengenalkan budaya local serta
mempromosikan objek objek wisata yang ada di Kabupaten Muara Enim.

"Saya harapkan melalui kegiatan Serunya Muara Enim Fisheies ini dapat meningkatkan Kunjungan Wisatawan ke Muara Enim yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menumbuhkan
Kreativitas Rakyat,"jelasnya

Tak cuma itu, piahknya juga mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat agar bersama
menjaga kelestarian alam.

Kepala Dinas Perikanan Ir Teguh Sumitro menambahkan ajang ini diharapkan dapat meningkatkan rasa kepedulian masyarakat untuk menjaga kelestarian perairan umum.

"Yaitu dengan tidak membuang sampah ke perairan umum terutama Perairan sungai dan danau, Serta saluran air lainnya apalagi sampah yang dibuang tersebut sampah anorganik yang sulit hancur. Seperti sampah yang berbahan plastik,"ungkapnya

Menurut Teguh, Jika lingkungan perairan bersih maka secara otomatis akan berdampak pula pada kenyamanan dan keindahan yang berdampak terhadap keinginan masyarakat luar untuk datang ke Muara Enim dan
secara otomastis akan meningkatkan perekonomian bagi masyarakat sendiri.

"Untuk itu sekali lagi saya mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat mari kita jaga bersama lingkungan perairan di daerah kita masing masing khususnya di
wilayah Kabupaten Muara Enim,"pungkasnya.

Festival SMF 2019 kali ini diikuti sedikitnya 450 peserta yang berasal dari Kabupaten Muara Enim, Lahat, Baturaja, Prabumulih, Palembang hingga dari luar daerah seperti Bengkulu ,Lampung hingga Jakarta.

Dalam ajang ini, panitia dari Dinas Perikanan Kabupaten Muara Enim menyiapkan kurang lebih 1,5 ton ikan untuk menjadi santapan kail para peserta pemancing.

Selain lomba memancing, SMF 2019 juga dimeriahkan berbagai lomba lainnya seperti lomba memasak kreatif serba ikan yang digagas oleh Ketua Tim Penggerak PKK Muara Enim, Hj Sumarni Ahmad Yani. Lalu juga ada kontes ikan cupang, ikan hias, posko kesehatan gratis, serta pameran dan bazaar produk unggulan pertanian dan perkebunan.


Share:

Curi Kabel Listrik, Kaki Rasihan Ditembak

MUARA ENIM--Petugas Unit Reskrim Polsek Gunung Megang mengamankan Achmad Rasihan (41) warga Desa Belimbing Jaya, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, Jumat (22/2) sekitar pukul 10.00 WIB.
               Pelaku diamankan petugas terlibat kasus pencurian kabel listrik di areak proyek pembangunan PLTU Sumsel 1, Desa Belimbing Jaya, Kecamatan Belimbing, Muara Enim pada 18 Januari 2019 lalu.
                Sedangkan teman pelaku yang telah diketahui identitasnya, belum tertangkap karena melarikan diri. Pada penangkapan itu, pelaku ditembak petugas pada betis kaki kanannya karena mencoba melarikan diri.
               Pelaku melakukan pencurian kabel listrik di lokasi proyek tersebut bersama temannya mulai dari tiang nomor 54 sampai tiang nomor 62. Kasus tersebut dilaporkan pihak pengelola proyek ke Polsek Gunung Megang.
          Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Gunung Megang melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui keberadaan pelaku. Pada saat hendak dilakukan penangkapan, pelaku berupaya melarikan diri, sehingga petugas menembaknya. Kini pelaku bersama barang buktinya diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani pemeriksaan.
                 Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Minggu (24/2) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan, sedangkan satu pelaku lagi masih dalam pengejaran. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 363 KUHP,” jelasnya. 
Share:

Waspadai banjir, BPBD PALI himbau warga


PALI - Banyaknya anak-anak bermain air digenangan banjir harus diwaspadai masyarakat Bumi Serepat Serasan yang wilayahnya saat ini mengalami banjir. Karena apabila dibiarkan, bukan tidak mungkin hal itu akan menelan korban jiwa.

Antisipasi kejadian tidak diinginkan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Junaidi Anuar, mengimbau para orang tua yang wilayahnya terendam banjir untuk tidak melepas anak-anaknya mandi ditengah banjir meskipun itu dekat dengan rumah mereka.

Sebab dijelaskan Junaidi Anuar bahwa saat ini kondisi melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, terutama yang paling parah terkena imbas banjir adalah Desa Curup.

"Jangan biarkan anak-anak kita dilepas begitu saja, selain air cukup dalam juga arus banjir lumayan deras. Jadi kami ajak warga agar tetap awasi anak-anak kita, agar kita terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Mandi ditengah banjir juga memicu banyak penyakit  diantaranya gatal-gatal serta diare," himbau Juniadi Anuar, Minggu (24/2).

Selama musim penghujan ini, diakui Junaidi Anuar pihaknya terus melakukan monitoring di wilayah terdampak banjir.
Antisipasi kejadian tidak diinginkan, Kepala BPBD PALI, Junaidi Anuar menghimbau agar masyarakat tetap waspada, karena akhir Februari ini diprediksi menjadi puncak musim penghujan.

"Sungai Lematang masih meluap, meski banyak warga yang ada di wilayah pinggiran sungai Lematang terbiasa dengan kondisi seperti itu, namun warga harus tetap waspada. Karena Puncak penghujan ini, disamping intensitas hujan cukup tinggi, yang berakibat banjir,  juga angin kencang dan petir yang sering mengiringi hujan turun mengancam keselamatan warga," tukasnya.

Junaidi mengharapkan kerjasama semua pihak terutama kepala desa yang mempunyai wilayah agar segara melaporkan bila terjadi hal yang diluar kebiasaan.

"TRC BPBD secara rutin melakukan monitoring dan patroli darat, namun tetap kita butuh informasi dari masyarakat terutama Kadesnya agar sesegera mungkin melaporkan ke kami apabila banjir sudah mengancam keselamatan warga," tandasnya.(SN)
Share:

Galuh Adiwinata Luncurkan Debut Single “Ku Tak Ingin”

SINI News -- Blantika musik Indonesia kembali diramaikan oleh penyanyi pendatang baru. Penyanyi yang satu ini hadir di kancah musik tanah air datang di sebuah kota di wilayah Sumatera Selatan, yaitu Prabumulih.

Adalah Galuh Adiwinata yang hadir dengan single perdananya berjudul “Ku Tak Ingin” dibawah naungan musik distribusi Stoodio Indonesia.

Lagu bernuansa pop jazz akustik yang diberi judul “Ku Tak Ingin” diciptakan oleh Galuh sendiri untuk lirik dan nada, bekerja sama dengan Harry Toledo untuk aransemennya dan diambil dari debut album Galuh yang berisi 7 lagu berjudul ‘18’.

Lagu “Ku Tak Ingin”  menceritakan tentang hubungan pasangan yang tidak ingin berpisah dan takut saling takut kehilangan.

Nama Harry Toledo yang menjadi music director album ‘18’ sudah sangat dikenal di industri musik Indonesia dan juga internasional.

Pemain bass dari band Cherokee ini pernah bekerja sama dengan grup musik dan musisi nasional dan internasional antara lain Ireng Maulana n' Friends, Cherokee, Bali Longe 1 & 2, Bob James, Phil Perry, Kenny Rankin, Harvey Mason, Jack Lee, Asia Beat, Incognito dan Akira Jimbo.

Galuh Adiwinata yang kelahiran Prabumulih, 27 Juni 2000 ini sudah mempunyai banyak pengalaman tampil di berbagai acara dan event di Sumatera Selatan terutama di kota kelahirannya, Prabumulih.

Bahkan terakhir dia bernyanyi disalah satu venue jazz terkemuka Motion Blue Jakarta.
Saat ini Galuh yang mengidolakan penyanyi Kunto Aji dan John Mayer ini sedang menjalani pendidikan di BINUS University Jakarta, jurusan Game Application and Technology.

Alasan Galuh mengambil jurusan ini karena dirinya menyukai games dan desing-design animasi.

Semoga single perdana Galuh Adiwinata “Ku Tak Ingin” bisa diterima dengan baik oleh media-media dan juga para pendengar musik Indonesia.(ril)
Share:

Cinta Buta? Yudha Gelapkan motor sang Kekasih


PRABUMULIH – Cinta itu memang buta, pepatah itu patut disematkan pada pria asal Jalan Kerinci Rt.03 Rw.01 Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, pasalnya Yuda Pratama Ramdoni (24) menggelapkan Motor sang Kekasih, kamis (21/2/19)

Kekasihnya yang sudah lama menjalin hubungan selama enam bulan itu dikhianati dengan cara membawa kabur Motor Beat milik korban yang masih duduk dibangku sekolah menengah atas (SMA) swasta di Prabumulih

“aku pinjam motor cewek aku pak, terus aku gadaike untuk beli baju dan hura-hura” Ucap Yudha saat dibincangi wartawan di halaman Polres Prabumulih

Modus penggelapan pelaku dengan cara meminjam motor kekasihnya yang berpura-pura untuk melihat temannya, tanpa rasa curiga korban pun memberikan motornya
"Pelaku (yang pegang motor) menunjukan barang bukti Honda Beat yang dibawa kabur"

Entah apa yang difikirkan pelaku tiba-tiba membawa kabur motor kekasihnya dan digadaikan kedaerah Desa Pengabuan Kabupaten PALI seharga Rp.3,5 juta

Setelah lama menunggu kabar motor tersebut yang tak kunjung dikembalikan korban pun melaporkan kejadian itu kepada polisi dengan bukti lapor LP/B-45/II/2019 /Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr, Senin,11 Febuari 2019.

Berdasarkan bukti lapor itulah Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur melakukan pengejaran dengan mengumpulkan beberapa informasi keberadaan pelaku.

Tak butuh waktu lama petugas pun berhasil mengamankan Yudha di sebuah kontrakan milik temannya didaerah belakang sekolah SMK Pratiwi, jum’at (22/2/19) yang dipimpin langsung oleh Kanit Reskrim AIPTU Eem Supriyatna, tanpa perlawanan pelaku berhasil digiring ke Mapolres

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Alhadi Ajansyah ,S.H mengatakan “saat ini pelaku berikut barang bukti 1 unit sepeda motor milik korban sudah diamankan di Polsek Prabumulih Timur untuk penyidikan lebih lanjut” (SN)

SIMAK VIDEONYA :


Share:

Nyamar Jadi Polantas, Tiga Pria ini di Bekuk Kapolres


PRABUMULIH – Ketiga pelaku Pungutan Liar (Pungli) di Kota Prabumulih kembali diringkus Polisi, pelaku itu yakni Deni Sukri (41) warga Karang Raja, Yongki Wardana (19) warga Jalan Letnan Munandar Rt.06 Rw.01 Kecamatan Prabumulih Barat dan Imam Aswari (21) yang tinggal di Jalan Kopral Toya Kelurahan Pasar II Kota Prabumulih, sabtu (23/2/19) sekitar pukul 00.30 Wib

Ketiga pelaku tertangkap tangan oleh Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk  yang saat itu sedang melakukan Patroli malam di jalan yang saat pelaku sedang melakukan pengawalan mobil truk

Pelaku pungli ini telah beraksi selama tiga bulan lebih dengan melakukan pengawalan terhadap mobil barang dengan tonase besar untuk melewati jalan kota

“mereka melakukan pengawalan mobil melewati jalan Sudirman dari Simpang Air mancur sampai dengan Tugu Nanas” Terang Kapolres saat memberikan keterangan Konferensi Pers
"Ketiga pelaku tertunduk saat konferensi Pers Polres Prabumulih memperlihatkan barang bukti yang digunakan para pelaku"

Ketiga pelaku pungli ini menawarkan jasa pengawalan dengan tarif yang berbeda-beda susuai nego dengan para supir

Diketahui diantara ketiga pelaku tersebut diduga menyamar sebagai Polisi Lalulintas (Polantas) Kota Prabumulih dengan memakai Jas Hujan milik kepolisian dengan bertuliskan dan ciri khas Polantas untuk mengelabuhi para supir  yang didapatnya dari kerabat tersangka seharga Rp.100 ribu

Tak hanya itu, pelaku pungli juga memakai atribut TNI agar mempermudakan aksinya dalam pengawalan dan ditemukan beberapa foto seorang Polisi dan TNI yang menurut pengakuannya merupakan keluarga tersangka

“kita menemukan barang bukti berupa jas hujan milik Polantas dan seragam TNI untuk melakukan penyamaran dan sejumlah uang hasil pungli berhasil kita amankan” tambah AKBP Tito Hutauruk

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya itu ketiga pelaku diancam dengan pasal 504 KUHP dengan ancaman hukuman selama sembilan bulan kurungan penjara (SN)

SIMAK VIDEONYA :


Share:

Tanpa Izin, Satpol.PP PALI dan Polisi Bubarkan Pasar Malam di Desa Pengabuan

PALI--Pasar malam yang ada di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang sejatinya menjadi wahana hiburan bagi warga sekitar rupanya disalahgunakan pengelola dengan bermain kucing-kucingan dengan aparat hukum dengan sengaja tidak mengurus surat izinnya.

Bahkan sejumlah warga mengeluhkan adanya arena judi yang secara terang-terangan digelar ditengah pasar malam yang baru saja dibuka belum genap sepekan tersebut.

"Berbagai macam perjudian ada di pasar malam tersebut, mirisnya yang banyak tertarik ikuti perjudian itu adalah adalah anak-anak. Kami minta pasar malam tersebut dibubarkan, karena tidak ada manfaatnya," ujar Ibran, warga sekitar.

Menindaklanjuti banyaknya keluhan warga, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten PALI bersama Jajaran Polsek Penukal Abab bergerak cepat dan langsung menindak tegas pasar malam tersebut dengan menutupnya pada Jumat malam (22/2).

"Selain tidak ada izin dari kepolisian, pasar malam itu juga ada beberapa permainan judi. Dengan temuan itu, kami langsung bubarkan pasar malam itu dan langsung kita suruh pengelolanya untuk mengangkut seluruh peralatan untuk keluar dari Desa Pengabuan," tandas Zulkopli SH, Plt Kepala Satpol.PP PALI.(SN) 
Share:

Sempat Buron, DPO Jambret Dibekuk

MUARA ENIM--Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim, akhirnya berhasil membekuk  Barii Quddin (19), warga Desa Tanjung Lontar, Kecamatan Merapi Timur, Lahat, Kamis (21/2) sekitar pukul 21.30 WIB.
                    Pelaku merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus jambret HP milik Sekar Risma (18), warga Desa Lubuk Amplas, Kecamatan Kota Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, terjadi pada 29 Maret 2018 lalu di jalan Bemban, Kelurahan Muara Enim, Kota Muara Enim.
                 Sedangkan teman pelaku bernama Doni Aji Pangestu, warga Desa Tanjung Lintar, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat, teah tertangkap duluan, pada hari melakukan penjabretan tersebut. Doni ditangkap warga saat mencoba melarikan diri dan diserahkan ke Polres Muara Enim.
                Kejadian itu bermula dari korban Sekar Risma (18) bersama temannya tengah mengendarai sepeda motor melintas di Jalan Bemban. Saat itu korban menyimpan Hp nya di dabord bagian depan sepeda motor tersebut.
               Saat itu, pelaku bersama temannya yang juga mengendarai sepeda motor membuntuti sepeda motor korban. Ketika melihat suasana sepi, pelaku memepetkan sepeda motornya ke arah sepeda motor korban.
              Pada waktu yang bersamaan teman pelaku mengambil HP milik korban yang berada di dasbord tersebut. Pada saat itu, korban sempat berteriak minta tolong, membuat warga sekitar sempat mengejarnya, hingga teman pelaku bernama Doni berhasil ditangkap warga dan diserahkan ke Polres Muara Enim.
                  Sedangkan pelaku berhasil tancab gas melarikan diri. Atas kejadian itu, petugas melakukan penyelidikan keberadaan pelaku. Pada Kamis (21/2) sekitar pukul 21.00WIB, pelaku hendak bertemu temannya yang merupakan informen petugas di pasar Inpres Kota Muara Enim.
             Ketika pelaku bertemu dengan temannya, petugas yang telah bersiap siaga, langsung melakukan penggrebekan. Saat digrebek, pelaku bersama barang buktinya langsung diamankan petugas dengan membawanya ke Mapolres Muara Enim.
               Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kasat Reskrimnya, AKP Willian Harbensyah, ketika dikonfirmasi, Jumat (22/2) membenarkan penangkapan itu. 
                   “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya. 
Share:

Sikat 29 Tersangka, Tindak Kejahatan di Muara Enim Peringkat ke Dua

MUARA ENIM--Tindak kejahatan kriminal di wilayah hukum Polres Muara Enim menempati peringkat ke 2 setelah Polresta Kota Palembang di  di jajaran Polda Sumatera Selatan. 
              Terbukti pada pelaksanaan operasi sikat musi tahun 2019 dimulai 1 Februari selama 22 hari, Polres Muara Enim,  berhasil mengamankan 29 tersangka, satu diantaranya tewas ditembak petugas.
                 “Jika melihat kwantitasnya, tindak kejahatan di wilayah  Polres Muara Enim menempati peringkat ke 2 setelah Polresta Palembang. Tetapi jika dilihat kwalitasnya, kasus yang terjadi tidak menonjol dan tidak sampai menjadi atensi dari pimpinan,” jelas Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono saat melakukan jumpe pers hasil Ops Musi 2019 di Mapolres Muara Enim, Jumat (22/2).  
                   Pada jumpa pers itu, Kapolres didampingi Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta, Kasat Reskrim, AKP Willian Harbensyah, para Kanit Reskrim di jajaran Polsek. 
           Menurut Kapolres, Oprasi Sikat Musi tahun 2019 ada 4 target berhasil diungkap dan 25 non target  dan berhasil mengamankan 29 tersangka, satu diantaranya tewas ditembak.
             Dari 29 tersangka yang diamankan  9 tersangka terlibat kasus pencurian dengan kekerasan  (Curas), dan 17 terlibat kasus pencurian dengan pemberatan (Curat), 1 curanmor dan satu lagi tewas ditembak petugas. 
            “Tersangka yang diamankan, ada yang telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU),” jelasnya.
                Menurutnya, barang bukti yang berhasil diamankan berupa 3  pucuk senjata api rakitan, 1 ubit mobil, 8 unit sepeda motor, 5 senjata tajam berikut 1 buah kunci T, 3 buah HP, 5 buah peralatan elektronik, 2 buah velg mobil serta sejumlah barang bukti lainnya.
              “Para tersangka dijerat pasal 365 KUH Pidana,” jelasnya. Terkait masih tingginya angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Muara Enim, pihaknya terus berkomitmen melakukan tindakan tegas kepada para pelaku kejahatan. 
                Tindakan itu, untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. “Bagi para pelaku yang pernah melakukan tindak kejahatan, maka akan diambil tindakan lebih tegas lagi. Ini bentuk komitmen kita dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya. 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts