PALI Sukses Jadi Tuan Rumah Ratek Pariwisata

PALI--Kegiatan rapat teknis Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengangkat sektor wisata yang di gelar di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dimana kegiatan tersebut diikuti tiga SKPD se-Sumatera Selatan (Sumsel) tahun 2019 berakhir di objek wisata candi Bumi Ayu desa Bumi Ayu kecamatan Tanah Abang.

Tiga SKPD dimaksud adalah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas PU dan Bappeda, yang dilaksanakan sejak Senin (4/3) sampai Selasa (5/3). Untuk penutupan, dilakukan Bupati PALI melalui Asisten III Ruswani.

"Tujuannya yakni untuk menselaraskan program-program pengembangan pariwisata di Provinsi Sumatera Selatan, serta melibatkan SKPD terkait untuk mendukung setiap objek wisata yang berada didaerah agar lebih mudah akses nya serta lebih dikenal masyarakat luas," jelas Sekretaris Disbudpar provinsi Sumsel Zainal Arifin SE MM, Selasa (5/3/2019) saat menutup kegiatan tersebut.

Selain itu, lanjut Zainal, kabupaten PALI sebagai tuan rumah, juga memiliki potensi wisata budaya yakni candi Bumi Ayu, meskipun pengelolaan tidak sepenuhnya dilakukan Pemda PALI.

"Memang saat ini, di candi Bumi Ayu ini masih dikelola oleh BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya, red) Jambi. Namun, pemerintah PALI dapat mendapat distribusi seperti membuat bangunan lahan parkir, gedung souvenir dan lain sebagainya. Jadi daerah juga dapat penghasilan." jelasnya

Sementara Yunimawati, Plt Disbudpar kabupaten PALI bahwa kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, dan pada kesempatan ini, kabupaten PALI dapat memamerkan kesenian dan budaya seperti tarian dan objek wisata yakni candi Bumi Ayu.

"Alhamdulillah syukur kita terbilang sukse dalam penyelenggaraan kegiatan ini, kita juga dapat mempromosikan kedaerah lain tentang objek wisata, dan kebudayaan kita. Seperti dalam pembukaan kemarin kita tampilkan tari Lading, tarian asli Desa Tempirai kecamatan Penukal Utara. Dan pada akhir kegiatanini, seluruh peserta dapat mengunjungi Candi Bumi Ayu di Kecamatan Tanah Abang." jelasnya

Dalam kegiatan tersebut, Yunimawati, menjelaskan bahwa juga dihadiri Kementerian Pariwisata dan Kemendikbud sebagai Narasumber.

"Dr. Restu Gunawan, M.Hum dari Direktur Kesenian, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud dan Ari Prasetio, M.PP Kepala Bidang Perencanaan Strategis Kementerian Pariwisata sebagai narasumber kegiatan ini. Pastinya kementrian dapat meninjau langsung dilapangan bagai mana kondisi di objek wisata candi Bumi Ayu di kabupaten kita ini," pungkasnya. (SN)
Share:

Tidak Dihiraukan, Baleho Capres Diturunkan

MUARA ENIM,---Basawalu Kabupaten Muara Enim bersama tim Satpol PP Pemkab Muara Enim, akhirnya menurunkan paksa baleho bergambar pasangan Capres 01, yang terpasang di papan reklame jalan protokol Kota Muara Enim, Selasa (5/3) sekitar pukul 09.00WIB.
                  Soalnya sebelumnya Bawaslu telah memberikan peringatan dengan memasang tulisan tanda pelanggaran di tiang papan reklame tersebut. Bahkan lembaga ini juga telah memberitahukan kepada tim pemenasangan pasangan Capres 01 di Muara Enim. Namun himbauan yang disampaikan Bawaslu tidak kunjung dikaksanakan.
                Penurunan atau penertiban baleho itu dipimpin langsung Ketua Bawaslu Muara Enim, Suprayitno bersama komisioner Bawaslu Muara Enim lainnya. Kemudian Bawaslu Kecamatan Kota Muara Enim. Sedangkan tim Satpol PP dipimpin Kasi Penegakan Perda, Tobul.
           Ketua Bawaslu Muara Enim, Suprayitno, yang berhasil dibincangi mengatakan, ada dua titik baleho pasangan Capres 01 dalam Kota Muara Enim yang ditertibkan.
              “Baleho pasangan Capres yang kita tertibkan ada 2 titik, kemudian satu baleho Calon anggota DPD RI,” jelas Suprayitno.
               Menurutnya, pihaknya telah memberitahukan kepada tim pemenangan pasangan Capres 01 yang ada di Muara Enim supaya menurunkan Baleho tersebut. Namun hingga batas waktu pemberitahuan tersebut, tidak juga diturunkan. Karena pembasangan baleho tersebut melanggar ketentuan.
                Selain baleho Capres, dia juga menertibkan sejumlah poster Caleg yang dipasang di tempat tempat yang tidak diperbolehkan dan tidak sesuai aturan.
Share:

Wabup Akui Pembuatan Video Dukungan Dilakukan Diruang Kerja

MUARA ENIM-- Polemik tersebarnya video dukungan terhadap salah satu Pasangan Calon (Paslon) Presiden oleh Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah di media sosial beberapa waktu lalu menemui titik terang. Akhirnya, Wabup yang berasal dari Partai Kebangkutan Bangsa ini mengakui pengambilan gambar video tersebut dilakukan di ruang kerjanya.

Hal ini terungkap saat Ketua Bawaslu Kabupaten Muara Enim, Suprayitno, saat menerima kedatangan Wabup H Juarsah beserta pengacaranya untuk memberikan keterangan mengenai video tersebut di kantor Bawaslu Muara Enim, Senin (4/3) kemarin.

“Sebelumnya kami sudah mengirimkan surat pemanggilan guna meminta keterangan yang bersangkutan. Karena kesibukan, akhirnya beliau baru bisa datang kekantor kemarin (senin-red) untuk memberikan keterangan menenai video tersebut,” ujar Suprayitno saat diwawancarai, Selasa (5/3).

Menurutnya, dalam ketrangan yang diberikan Wabup, dirinya memang membenarkan pengambilan video itu dilakukan di ruang kerjanya. “Beliau juga mengatakan, video itu dibuat untuk konsumsi internal partai dan bukan untuk di sebarluaskan,” tambah Suprayitno.

Dalam ketrangannya juga, lanjut Suprayitno lagi, hal itu dilakukan sesuai dengan instruksi partai di pusat. Dan saat pengambilan gambar, memang kebetulan dirinya sedang ada urusan di kantor. Melihat ada jedah waktu, maka ajudanya berinisiatif untuk melkukan pengambilan gambar.

“Sudah ada inisiatif dari beliau untuk tidak menggunakan pakaian dinas dan cupu agar tidak melanggar, namun dirinya tidak mengetahui kalau menggunakan ruang kerjanya bisa juga menjadi pelanggaran,” tukasnya.

Sementara, ditambahkan Suprayitno, mengenai penyebaran video tersebut ke sosial media dan jejaring whatsup, Wabup menjelaskan bahwa yang melalukan hal tersebut adalah orang terdekatnya yang juga sudah dimintai keterangan.

“Menurut ajudanya yang menyebarkan dan sudah kami mintai ketrangan mengatakan, dirinya merasa hal itu tidak akan bermasalah melihat beberapa daerah juga melakukan hal tersebut yakni memposting video dukungan tergadap dalah satu calon,” terangnya.

Sedangkan, untuk sangksi yang dilakukan oleh Bwaslu Muara Enim adalah memberikan teguran secara tertulis karena Wabup dianggap melanggar aturan kampanye. “Jadi hanya kami beri surat teguran terhadap pelanggaran tersebut. Namun, apabila pelanggaran itu merupakan pelanggaran UU tentang pemwrintaha maka kami bisa merekomendasikan untuk ditindak oleh atasannya yakni Mendagri,” pungkasnya.
Share:

Pihak MHP Mulai Diperbaiki Jalan Simpang Raja

PALI--Jalan poros Simpang Raja-Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi terutama pada jalur yang dilalui kendaraan Looging milik PT Musi Hutan Persada (MHP) yang banyak mengalami kerusakan segera diperbaiki perusahaan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Yan Adha Head CD dan  Publik Relation (PR) PT MHP belum lama ini. "Bulan maret ini kita mulai perbaikan. Kendala kita selama ini karena intensitas hujan masih tinggi. Namun kalau di bulan ini diperkirakan hujan akan mereda," kata Yan.

Diakui Yan, bahwa pihaknya mulai februari lalu telah melakukan perbaikan drainase agar aliran air lancar.

"Kalau aliran air lancar, mudah-mudahan kualitas jalan tidak cepat hancur. Untuk itu, langkah awal perbaikan jalan Simpang Raja sampai Simpang Jalan Logging adalah pembersihan drainase," imbuhnya.

Dalam perbaikan jalan poros yang menjadi jalur angkutan kayu milik PT MHP, rencananya bakal diperbaiki keseluruhan. Yan juga menyatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan perusahaan lain yang juga menggunakan jalur tersebut saat mobilisasi armadanya.

"Kita sudah lalukan pertemuan dengan perusahaan Migas membahas perbaikan jalan tersebut. Intinya kita meminta seluruh perusahaan yang menggunakan jalan itu bersinergi ikut dalam pemeliharaan. Pada proses perbaikan nantinya, kami minta dukungan seluruh elemen masyarakat agar perbaikan bisa selesai sesuai perencanaan," terangnya.

Sementara itu, Abdul, warga pengguna jalan mengatakan bahwa sudah seharusnya pihak perusahaan yang sering menggunakan jalan umum untuk turut andil dalam pemeliharaan serta perbaikan.

"Jangan sampai sudah hancur baru akan memperbaiki. Padalah jalan itu dibangun Pemkab PALI untuk masyarakat, bukan untuk perusahaan. Adanya wacana pihak MHP memperbaiki jalan itu, kami berpendapat bahwa memang sudah kewajiban perusahaan itu. Dan setelah nanti diperbaiki, jangan lantas dibiarkan, tetapi pantau dan rawat secara rutin," sarannya.(SN) 
Share:

Gelantum! Bola Api Porak Porandakan Isi Rumah Warga di Desa Rambang Senuling


PRABUMULIH – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Kota Prabumulih menyisahkan kejadian heboh yang nyaris merenggut nyawa warga Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, senin (4/3/19)

Kejadian yang mengebohkan tersebut dialami oleh keluarga Nedi Hartika (35) warga Rambang Senuling RKT Kota Prabumulih yang saat itu sedang berada dirumah karena kondisi hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut

Kelima keluarga Nedi yang saat itu sedang berada didalam rumah yang tidur pulas merasa terkejut dengan adanya bunyi dentuman keras yang menyambar atap rumahnya

SIMAK VIDEONYA :



“waktu kejadian kami didalam rumah lagi tidur, bunyi petir itu kuat nian sampe lampu listrik kami padam” ucap Nedi pemilik rumah saat dibincangi dikediamannya

Sementara itu dari informasi yang dihimpun dilapangan kemarin, kejadian tersebut terjadi Senin (4/3) pagi sekitar pukul 03.10 WIB. Saat itu bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut disertai dengan suara gemuruh dan petir

Petir yang menyambar rumah milik warga itu merusak sebagian atap dan perabotan yang berada didapur serta aliran listrik (Ampere) hancur karena hantaman petir yang menurut pengakuan pemilik rumah sebesar nampan yang menghantam beberapa bagian dalam rumah

“Bola api petir yang masuk rumah semalam itu seperti bola mantul ke arah mano bae, kulkas, kompor, listrik tebakar galo keno bola api petir itu” terang Cek Inot (70) yang menyaksikan langsung kejadian itu

Hingga berita ini diturunkan kondisi rumah korban mengalami hancur dibagian atap,  perabotan rumah tangga hancur dan aliran listrik di Desa Rambang Senuling masih mengalami padam total (SN)
Share:

Disaksikan Gubernur, Firdaus Komar Resmi Dilantik Jadi Ketua PWI Sumsel

Palembang -- Firdaus Komar secara resmi dilantik jadi ketua PWI Sumsel, Selasa (5/3) di Griya Agung Palembang. Pelantikan tersebut dilakukan langsung ketua umum PWI, Atal Sembiring Depari, disaksikan Gubernur Sumsel, H Herman Deru dan dihadiri seluruh pengurus PWI daerah serta sejumlah pejabat pemerintahan dan stakeholder lainnya.

Disamping pelantikan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), juga dilakukan pengukuhan pengurus DKP dan IKWI , PWI Sumatera Selatan masa bhakti 2019-2024 serta pengukuhan MAPPILU PWI Sumsel dan Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2019/HUT PWI ke-73 dengan mengusung tema 'meningkatkan peran media memenuhi kebutuhan informasi publik era revolusi 4.0'. (SN)
Share:

Banjir Meluas di Tanah Abang, Sekolah Pun Ikut Terendam

PALI--Intensitas hujan di wilayah Bumi Serepat Serasan masih tinggi, imbasnya banjir yang melanda wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meluas terutama daerah yang berada di pinggir sungai Lematang.

Dari pantauan media ini dilapangan, bukan hanya rumah penduduk yang terendam, tetapi sejumlah sekolah pun ikut kena dampaknya.

"Sudah lima hari pak SDN 13 Tanah Abang terendam. Anak-anak tetap sekolah, namun kami tetap khawatir karena ditakutkan saat jam istirahat, anak-anak bermain air," ujar Rustam, warga Desa Muara Sungai Kecamatan Tanah Abang, Selasa (5/3).

Sama halnya diutarakan Yensi, warga Desa Sukaraja Kecamatan Tanah Abang, bahwa sekolah dasar yang ada didesanya juga terendam. Meski banjir tidak mengganggu aktivitas belajar karena posisi bangunan sekolah ditinggikan, tetapi tetap saja para orang tua meminta pihak sekolah harus ekstra dalam mengawasi seluruh pelajar.

"Terutama pada saat jam istirahat, para guru harus tetap awasi siswanya jangan sampai lepas pengawasan. Karena ketinggian air cukup dalam," pintanya.

Terpisah, Kamriadi Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI, membenarkan ada sejumlah sekolah terkena imbas luapan sungai Lematang. Dirinya juga telah memerintahkan kepada seluruh kepala UPTD untuk melalukan piket memantau dan mengawasi pelajar saat banjir.

"Kalau proses belajar mengajar tetap berjalan lancar, hanya saja untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami telah menyarankan UPTD untuk lalukan piket. Kondisi banjir belum sampai merendam ruang belajar, baru halamannya saja, dan kondisi itu memang sudah biasa dialamai setiap tahun terutama daerah dipinggiran sungai Lematang," tandasnya.

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebutkan bahwa saat ini ada 10 desa yang ada di Kecamatan Tanah Abang teredam banjir.

"Banjir tersebut merupakan banjir tahunan, karena luapan air dari Sungai Lematang akibat tidak dapat menampung air hujan. Kami tetap himbau warga agar waspada antisispasi kemungkinan buruk saat banjir maupun pasca banjir," terangnya.(SN) 
Share:

Beginilah Kondisi Jalan Penghubung PALI-Prabumulih Via Payu Putat


PALI-Jalan penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan Kota Prabumulih via Payu Putat  yang letaknya berada di wilayah Kelurahan Payu Putat Kecamatan Prabumulih Barat putus karena banjir yang belum kunjung surut.

Kondisi ini akibat luapan Sungai Lematang akibat curah hujan masih tinggi akhir-akhir ini, dan banjir yang memutus akses jalan penghubung tersebut sudah hampir satu bulan.

Dari pantauan media ini dilapangan, ketinggian air mencapai satu meter lebih. Hanya perahu sampan yang bisa melalui jalur tersebut yang kemudian dimanfaatkan warga setempat untuk mendulang rezeki ditengah banjir dengan menjadi jasa penyeberangan bagi warga yang hendak beraktivitas.

SIMAK VIDEONYA :



"Banjir sempat surut, tetapi sudah lima hari terakhir ini kembali naik. Kalau kendaraan sepeda motor, masih bisa menyeberang dengan menggunakan perahu, tetapi harus bayar Rp 10.000 sekali nyebrang," ungkap Marhadi, warga setempat yang menjadi jasa penyeberangan, Selasa (5/2).

Meski membawa rezeki dadakan, tetapi Marhadi mengharapkan banjir di akses jalan itu segera ditanggulangi.

"Kami berharap pemerintah, baik itu Pemkot atau Pemprov untuk membangun jalan ini dengan membuat jembatan agar aktivitas kami lancar," harapnya.

Dengan kondisi banjir tersebut, tentu menghambat aktivitas warga, dan perekonomian warga dua daerah tersebut tersendat. Terlebih pengendara sepeda motor harus merogoh pengeluaran tambahan apabila ingin menyeberang.

"Sulit beraktivitas pak, sebab kalau kami harus melalui jalur lain, jaraknya cukup jauh. Terpaksa kami mengeluarkan uang Rp 10.000 untuk menyeberang," ujar Herman warga Tanah Abang PALI yang mengaku hendak membesuk anggota keluarganya di Kota Prabumulih.

Sama halnya diutarakan Jagat, warga Talang Ubi PALI yang terpaksa memutar arah mobilnya lantaran ketinggian air tidak memungkinkan untuk bisa ditembus kendaraanya.

"Kami hendak ke Palembang, kami kira banjir sudah surut, tapi nyatanya tambah tinggi. Terpaksa kami lewat jalur Modong untuk menuju Palembang. Kami sangat berharap, pemerintah segara menindak lanjuti permasalahan ini, sebab akses ini sangat strategis bagi warga sebagai penopang perputaran ekonomi rakyat," katanya. (SN)
Share:

Sebelum foto Bugilnya Viral, Korban diancam pelaku turuti kemauannya!


PRABUMULIH – Kasus yang menimpa seorang wanita inisial AM (25) merupakan warga Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih yang fotonya tersebar luas didunia maya beberapa waktu lalu menyisahkan banyak tanda tanya.

Wanita dengan paras cantik itu dipermalukan seorang pria inisial DM yang diketahui merupakan pacar korban yang hingga kini masih menjalin hubungan dengan AM

DM yang diduga menyebar foto fulgar pacarnya dilaman sosial media itu mendapat respon cepat dari sejumlah pihak bahkan instansi tempat korban bekerja, saat ditemui kerumah korban penyebaran foto syur itu di Desa Tanjung Telang Kecamatan Prabumulih Barat bersama rekan kerja Puskesmas Gunung Kemala, AM terlihat Shock dengan kejadian tersebut

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Gunung Kemala Dedeh Kurniasih, SKM.M.Kes melalui Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) Puskesmas Gunung Kemala Khadafi saat dikonfirmasi mengatakan kondisi korban masih traumah dan dirinya enggan mengorek cerita lebih mendalam tentang foto yang telah menyebar karena khawatir dengan psikologisnya

Saat ditemui dikediamannya, Korban sempat menceritakan awal mula kejadian itu hingga menjadi berita heboh dimedia sosial

“tadi waktu kami besuk dia merasa shock dengan kejadian itu” Ucap Khadafi Kepala Bagian Tata Usaha (KTU) Puskesmas Gunung Kemala saat dibincangi

Menurut pengakuannya korban AM seminggu sebelum kejadian selalu diteror pacarnya yang diduga telah menyebar foto mesum itu ke sosial media dan korban diancam akan dipermalukan jika tidak menuruti kemauan sang pacar

DM saat ini sudah dilaporkan kepihak kepolisian yang diduga kuat sebagai pelaku penyebar foto itu ke sosial media

“DM selalu meneror korban dengan pesan singkat (WA) untuk menuruti kemauannya tapi korban enggan menghiraukan permintaan itu hingga sempat mengancam akan dipermalukan bahkan dibuat gila” Ucap Khadafi menirukan AM saat membesuk dikediamannya, senin (4/3/19) sekitar pukul 13.00 wib seraya mengatakan jika korban saat itu disuruh pergi ke Jakarta namun belum diketahui secara rinci tujuan dan maksud pelaku (DM) mengajak korban (AM) pergi ke Jakarta

Menurut informasi yang didapat pacar korban penyebar foto bugil itu merupakan warga Pagar Alam namun AM tidak menyebutkan secara rinci identitas pelaku

Kedua orang tua AM berharap putri Sulung dari dua saudara itu diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan saat ini dan pelaku dapat segera ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku (SN)
Share:

4 Hari Hilang, Jasad Warga Lampung Hanyut Di Sungai Enim

MUARA ENIM—-Warga pinggiran Sungai Enim, Desa Lingga, Kecamtan Lawang Kidul, Muara Enim, dihebohkan dengan penemuan jasad laki-laki hanyut dialiran sungai, Minggu (3/3) sekitar pukul 14:30 wib. Jasad tersebut diketahui adalah Sumardi (48) warga Desa Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Lampung.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Adeta mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh Edi, karyawan sekurity PLTU Tanjung Enim. Saat itu, Edi yang tengah melaksanakan patroli diseputaran PLTU melihat sesosok mayat hanyut dialiran sungai Enim melewati jembatan PLTU.

"Mendapati pemandangan itu, saksi Edy pun langsung memberitahu rekannya untuk mengevakuasi mayat tersebut dan langsung melaporkan kejadian ke Polsek Lawang Kidul,"kata Irwan.

Irwan melanjutkan, mayat ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan memakai busana baju lengan panjang warna merah marun dan celana dasar kelir biru. 

"Mayat tersebut langsung dibawa ke RSMH Rabain dengan menggunakan ambulance Puskesmas Lawang Kidul untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Petugas kemudian melakukan identifikasi ternyata merupakan warga Lampung,"paparnya

Menurutnya, petugas pun telah mencari dan menghubungi pihak keluarga yang berada di  Desa Mutar Alam, Kecamatan Way Tenong, Kabupaten Lampung Barat, Lampung. 
"Berdasarkan keterangan keluarganya, korban yang sehari bekerja sebagai buruh telah hilang selama 4 hari,"jelasnya

Hingga kini pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian korban. Namun untuk sementara petugas menduga korban meninggal dunia karena terjatuh ke sungai dan hanyut terbawa arus.

"Saat diidentifikasi petugas juga tak menemukan tanda-tanda kekerasan ditubuh korban, "pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts