PALI Miliki SLB, Anak Berkebutuhan Khusus Tahun Ini Bisa Sekolah

PALI-- Pemenuhan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus, Pemerintah telah bangun Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang letaknya Di Jalan lintas Talang Akar -Pendopo Kecamatan Talang Ubi. Meski ada beberapa sarana belum lengkap, tetapi secara keseluruhan bangunan sekolah tersebut saat ini sudah siap menampung siswa untuk menimba ilmu disana.

Bahkan, pihak SLB Negeri PALI telah membuka pendaftaran tenaga pengajar dan siswa. "Kami telah membuka peluang bagi warga PALI apabila ingin mengabdi di SLB untuk mendidik anak-anak spesial dengan kebutuhan khusus agar melayangkan lamarannya ke kami," ungkap Fadri Zuhri, Kepala SLB Negeri PALI, Rabu (19/3).

Sosialisasi keberadaan SLB di PALI telah gencar dilakukan pihak sekolah agar menarik minat para orangtua yang memiliki anak spesial untuk menyekolahkannya di SLB.

"Kami gencar menyampaikan melalui berbagai forum, menyurati Camat, Lurah/Kades, Ketua RW/RT/Kadus, tokoh agama, tokoh masyarakat untuk menyampaikan informasi kepada warganya yang memiliki anak dalam kondisi berkebutuhan khusus yang masih dalam usia sekolah SD atau SMP agar dapat menyekolahkan anak tersebut di SLBN PALI," terangnya

Karena diakui Fadri bahwa selama ini mungkin banyak orang tua malu menyekolahkan anaknya di sekolah umum, berimbas pada hak pendidikan yang seharusnya diterima anak terputus.

"Dengan adanya SLB, tidak ada lagi pembatas antara anak normal dan berkebutuhan khusus dalam mendapatkan hak pendidikan. Untuk masa penerimaan siswa SLBN PALI dimulai bulan Mei s/d Juli 2019, surat edaran resminya akan menyusul," imbuh Fadri.

Ditambahkan Fadri bahwa SLB yang dibangun di PALI dananya bersumber dari pemerintah provinsi, tetapi dari Dinas Pendidikan PALI juga membantu dalam penyelesaian bangunan SLB.

"SLBN PALI langsung dibawah naungan provinsi. Sarana memang masih kurang karena kita baru, tetapi kita tetap akan operasikan sekolah itu tahun ini, dan sambil berjalan pihak provinsi akan melengkapinya," tambahnya.

Terpisah Kamriadi, Plt Dinas Pendidikan Kabupaten PALI membenarkan bahwa pihaknya turut andil dalam melengkapi sarana SLB sebagai dukungan Pemkab PALI atas keberadaan sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.

"Kita bantu bangun talud. Tetapi secara keseluruhan SLB wewenang Pemprov, dari fisik bangunan sampai SDMnya," ucapnya(SN) 
Share:

Damri Tarik Armadanya Dari PALI, Ini Penyebabnya

PALI--Keberadaan armada bus Damri yang melayani masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sejak tahun 2017 dan 2018 dengan beberapa rute terpaksa dihentikan sementara oleh pihak Damri lantaran ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dihentikannya moda transportasi tersebut.

Tentu kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena dengan adanya armada Damri dengan ongkos murah dapat membantu masyarakat. 

"Sangat disayangkan bus Damri tidak ada lagi di PALI, padahal kami sangat terbantu. Karena anak kami yang bekerja sebagai tenaga honorer di Pemkab yang bolak balik tiap hari menggunakan Damri merasa nyaman. Untuk itu kami berharap ada upaya pemerintah agar Damri beroperasi lagi," pinta Ashar, salahsatu warga asal Kecamatan Penukal. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan, Slamet Suhartopo mengemukakan bahwa salahsatu penyebab dihentikannya operasional bus Damri di PALI adanya temuan dari pihak Damri yang menyebutkan ada sopir yang nakal yang sering keluar jalur trayek yang telah ditentukan. 

"Ada beberapa oknum, jadi bukan hanya satu kasus yang ditemukan. Seperti adanya keluar jalur trayek, ada juga alat mobil atau sparepart yang ditukar, ditambah lagi adanya kecelakaan yang merenggut korban jiwa," ungkap Suhartopo saat dihubungi media ini, Selasa (19/3).

Atas temuan itulah, dikatakan Suhartopo bahwa pihak Damri mengevaluasi seluruh trayek yang ada di Kabupaten PALI. 

"Kita berusaha berkoordinasi dengan  pihak Damri agar jangan dihentikan, tetapi untuk tahun ini mereka menarik semua armadanya dan kemungkinan tahun depan beroperasi lagi, namun tergantung hasil evaluasi yang dilakukan pihak Damri," imbuhnya. 

Untuk atasi permasalahan tersebut, karena keberadaan bus Damri sudah dirasakan masyarakat cukup membantu dalam bertransportasi, Suhartopo telah menganggarkan untuk penyediaan armada bus. 

"Tahun ini kita utamakan pengadaan bus untuk sekolah sebanyak dua unit. Selanjutnya tahun 2020 kita akan siapkan bus untuk umum," janjinya. (SN) 

Share:

MTQ Sebagai Bagian Pengembangan SDM di Bidang Keagamaan

MUARA ENIM--Kemajuan daerah bisa dilihat tidak hanya dari pertumbuhan ekonomi dan infrastrukturnya saja. Ada faktor lain tang menjadi indikasi yakni kemmapuan Sumber Daya Manusianya. Salah satu yang bisa dilakukan untuk meningkatkannya adalah dari bidang keagamaan.

Salah satu langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Muara Enim adalah dengan melaksanakan Musabakah Tilawatil Quran (MTQ) ke 36 sebagai salah satu upaya peningaktan SDM di Muara Enim khususnya di bidang keagamaan.

Bupati Muara Enim, H Ahmad Yani dalam sambutanya mengatakan, pelaksanaan MTQ ini tidak hanya menguatkan syiar agama islam saja, tapi juga memiliki ruang dan tempat tersendiri di masyarakat. Selain sebagai media dakwah yang efektif, hal ini juga terbukti menjadi daya dorong dalam perkembangan perekonomian masyarakat.

“Nantinya diharapkan, khafilah khafilah yang berlomba dan menjadi juara saat ini, kedepan bisa bersain dibtingkat yang lebih tinggi lagi baik secara nasional maupun internasional mewakili Muara Enim,” ujar Bupati.

Srlain itu, lanjut Bupati lagi, kegiatan ini juga sebagai bagian pengembangan sumber daya manusia di bidang keagamaan sehingga visi dan misi Kabupaten Muara Enim yang “Merakyat” agamis bisa terwujud dan menjadi momentum mempererat tali silaturahmi.

“Langkah langkah yang kita buat telah tetstruktur, sistematis dan masif. Seperti menghafal alquran bagi anak anak. Bila hal ini terwujud maka akan banyak sekali penghafal alquran di Kabupaten Muara Enim dari tingkat desa bahkan sampai ke rumah tangga,” ujarnya.

Selanjutnya, salah satu upaya pemerintah juga dalam agendanya adalah tiap jumat berkunjung ke desa untuk memotifasi dan menjalin silaturahmi agar bisa menyebar ke masyrakat. 

“Beberpaa waktu yang akan datang akan dilaksanakan festival anak yatim. Banyak agenda yang bisa memuwujidkan Muara Enim agamis. Kami juga tudak lupa meminta masukan dari pemuka agama hal hal apa saja tang bisa dilakukan,” pungkas Bupati.

Dalam pelaksanaan MTQ ke 36 dan Pegelaran Seni Islam tingkat kabupaten ini ribuan santri dan santri wati dari tiap tiap kecamatan di Muara Enim mengikuti perlombaam tilawatil yang terbagi dalam beberapa kategori dengan hadiah utama umroh.

Selain perlombaan, ada juga pelaksanaan pegelaran seni islam berupa hadroh, ceramah islam, dan beberapa pegelaran yang bisa disaksikan dalam kurun waktu seminggu kedepan di Lapangan Merdeka.
Share:

Asik Terlelap, Dua Rumah Warga Ludes Terbakar

MUARA ENIM--Masyarakat Dusun I, Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Senin (18/3) sekitar pukul 03.00 WIB pajar mendadak heboh. Itu terjadi akibat dua unit rumah berkontruksi kayu luder terbakar dilalap sijago merah.
              Pada kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Namun seluruh harta benda korban ludes terbakar karena tidak sempat terselamatkan. Belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya kebakaran. Namun kerugian yang diderita korban mencapai ratusan juta.
                  Adapun rumah yang terbakar milik Yuliansyah Alias Kaka (35) dan Bambang (30). Kedua rumah milik korban ini letaknya berdampingan. Saat ini penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan petugas Polsek Lembak.
               Informasi yang diperoleh menyebutkan, kejadian kebakaran itu pertama kali diketahui oleh Sulesna merupakan istru Yuliansah yang terbangun dari tidurnya karena terdengar suara ledakan dari bagian dapur rumahnya.
           Ketika dia terbangun, kobaran api sudah membesar di rumah Bambang yang merupakan masih keluarganya. Kemudian dia juga melihat api mulai membesar dari bagian belakang belakang rumahnya.
               Lalu dia memberitahukan suaminya dan berteriak minta tolong. Warga disekitar menjadi bangun dan berupaya menolong memadamkan kobaran api dengan peralatan ala kadarnya.
                Kemudian berupaya menyelamatkan barang barang yang bisa dikeluarkan dengan cepat agar tidak ikut terbakar. Karena kondiri api terus membesar, membuat korban dan warga menjauhi api tersebut. Sekitar pukul 04.30 WIB, 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkot Prabumulih tiba dilokasi kejadian dan berhasil memadamkan kobaran api.
                  Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kaposel Lembak, Iptu Desi Azhari, membenarkan kejadian itu. “Kejadian itu telah ditangani personil Polsek Lembak,” jelasnya. 
Share:

Polres Canangkan Komitmen Zona Integritas

MUARA ENIM--Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono dan jajarannya, menandatangani   pencangan komitmen zona integritas. Itu dilakukan sebagai bentuk komitmen Polres menciptakan Polres Muara Enim menuju wilayah bebas korupsi dan menuju wilayah birokrasi berbasis pelayanan.
               Acara yang berlangsung di halaman Mapolres Muara Enim, Senin (18/3) itu, dihadiri Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, Dandim, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Imigrasi dan para Kabag, Kasat, Kapolsek di jajaran Polres Mara Enim.
              Kapolres, AKBP Afner Juwono mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan sebagai komitmen Polres MuaraEnim dan jajaran untuk membangun zona itegritas menuju wilayah bebas korupsi dan wilayah birokrasi berbasis melayani.
           Dia juga menghimbau jajarannya, untuk meningkatkan pelayanan yang efisien dan efektif serta profesionalisme dalam melayani masyarakat. Kemudian mengajak jajarannya untuk senantiasa melakukan inovasi untuk menciptakan pelayanan publik terbaik serta upaya menjaga kamtibmas yang kondusif.
             Dia juga menghimau jajarannya untuk melakukan pembenahan tempat tempat pelayanan publik agar publik yang berurusan merasa nyaman dan aman.
Share:

Berada di Dewan Pers, Begini Keinginan Wartawan PALI

Jakarta-- Pertemuan anggota Persatuan Wartawan (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan anggota Dewan Pers, Senin (18/3) di Gedung Desan Pers, Jakarta  dimanfaatkan dengan menyampaikan keluhan dan keinginan pewarta.

Salahsatunya Revolis salahsatu wartawan media online di PALI  menyampaikan keinginannya agar Dewan Pers untuk membuka cabang di daerah untuk memudahkan komunikasi dengan satu-satunya lembaga pers.

"Selain itu kami berharap agar Dewan Pers mendorong peningkatan kesejahteraan wartawan," harap Revolis.

Keinginan Revolis dijawab Hendry Ch Bangun, anggota Dewan Pers.

"Saat ini perintahnya kantor Dewan Pers hanya di pusat saja, sama dengan KPI. Untuk pengaduan, saat ini bisa secara online, yang langsung kita respon. Jadi jarak tidak lagi penting dan tidak lagi jadi kendala," jawab Hendry.

Untuk kesejahteraan wartawan, dijelaskan Hendry bahwa Dewan Pers sudah keluarkan aturan agar perusahaan media wajib memberikan gaji setara UMP.

"Kalau perusahaan tidak atau belum memberikan gaji setara UMP, maka perusahaan media itu maka Dewan Pers tidak akan memverifikasinya," tandasnya.(SN) 
Share:

Hendry Bangun: UKW Kebutuhan Pokok Seorang Pewarta




Jakarta--Uji Kompetensi Wartawan (UKW) ditekankan Dewan Pers untuk diikuti seluruh wartawan atau pegawai (staf) perusahaan media sebagai upaya peningkatan kemampuan pewarta dalam melaksanakan tugasnya.

Hal itu diungkapkan Hendry Ch Bangun salahsatu anggota Dewan Pers saat menerima peserta study banding dari PWI Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Senin (18/3) di Gedung Dewan Pers Jakarta.

"UKW merupakan kebutuhan seorang wartawan agar lebih profesional, karena aneh kalau seorang wartawan tidak paham etika dan tidak kompeten. UKW juga memberikan pemahaman kode etik jurnalistik agar seorang wartawan tidak asal tulis berita dan tidak asal jiplak. Seorang wartawan dalam menulis berita harus konfirmasi dan berimbang," ujar Hendri Bangun.

Disamping itu, Hendry juga menjelaskan bahwa perusahaan media harus terverifikasi di Dewan Pers.

"Dewan Pers ingin mengembangkan perusahaan media agar bisa lebih baik dan hidup. Dengan adanya itu perusahaan bisa bekerja sama dengan pihak lain. Syarat verifikasi perusahaan media harus berbadan hukum, penanggung jawab atau Pimpred harus utama dan ada beberapa syarat lagi yang harus dipenuhi perusahaan media dan saat ini untuk verifikasi melalui online," terangnya.(SN) 
Share:

Muara Enim Segera Miliki Lapter Khusus

MUARA ENIM--Kabupaten Muara Enim tidak akan lama lagi segeri memiliki Lapangan Terbang (Lapter) khusus tak jauh dari kawasan penambangan batubara PT BA Tbk Tanjung Enim. Soalnya saat ini Kementerian Perhubungan telah menerbitkan izin prinsip pembangunan Lapter tersebut.
                   “Alhamdulillah izin prinsip pembangunan Lapter khusus tersebut sudah diterbitkan Kementerian Perhubungan. Kenapa kita mengajukan Lapter khusus karena proses perizinannya jauh lebih mudah,” jelas Direktur SDM PT BA Tbk Tanjung Enim, Joko Pramono.
                Dijelaskannya, setelah izin prinsip tersebut telah terbit, maka proses yang sekarang tengah dilakukan PT BA izin Amdalnya. Apalagi, pada kajian amdal yang dilakukan, telah ada pergeseran masalah kordinat arah angin pada lokasi Lapter yang akan dibangun tersebut.
                   “Pada titik kordinat yang lama, ternyat lokasi tersebut sangat dekat dengan tower SUTET (Saluran Udara Tegangan Tinggi), sehingga ada pergeseran,” jelasnya.
                   Menurutnya, kandasan pacu lapangan terbang yang akan dibangun sepanjang 1200 meter. Jika semua proses perizinannya selesai, maka tahun 2019 ini akan segera dimulai pembangunannya.
               “Saat ini tahapan yang kita mulai pembangunan jembatan rangka baja melintasi Sungai Enim menuju lapangan terbang tersebut. Jembatan penghubung tersebut telah dimulai pekerjaan pembangunan di kawasan Klawas, Tanjung Raja, Muara Enim,” jelasnya. 
Share:

Forum Takmir Deklarasi Tolak Politisasi Masjid

MUARA ENIM -- Forum Komunikasi Takmir Masjid (FKTM) Kabupaten Muara Enim mendeklarasikan tolak politisasi masjid. Mereka berkeyakinan masjid didirikan atas dasar ketakwaan sehingga harus terlepas dari segala bentuk politik. Hal ini dilakukan juga demi menjaga netralitas masjid dan untuk persatuan umat.

Deklarasi berlangsung di Balai An-Nazkir Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Muara Enim, dilakukan oleh Kepala Kantor Kemenag Muara Enim H Abdul Harris Putra, Kasubbag TU H Solihan, para kepala seksi (Kasi), kepala KUA, penyuluh agama, dan seluruh takmir masjid se-Kabupaten Muara Enim.

Kepala Kantor Kemenag Muara Enim, Abdul Harris Putra mengatakan, pada masa pemilu dan pilpres, masjid kerap dijadikan tempat bagi Tim Sukses calon legislatif maupun Tim Sukses capres dan cawapres untuk mewujudkan keinginan politik mereka.

Namun guna terwujudnya persatuan umat sebagaimana semboyan Kementerian Agama. Pihaknya mengajak umat untuk menjaga persatuan agar tidak terpecah belah karena urusan politik.

“Masjid adalah sarana kita menjaga persatuan untuk sama-sama beribadah. Oleh karena itu jangan dipecah belah hanya karena urusan pilihan politik yang berbeda. Para takmir masjid lah yang mempunyai peran sangat aktif untuk bersama-sama menjaga persatuan umat ini,” kata Harris.

Disebut dia, perbedaan pilihan politik adalah rahmat dari Allah SWT agar dapat melihat dan menilai menjadi kaca pembanding bagi bangsa Indonesia.

“Silakan kita ikut dan sukseskan pemilu dan pilpres tahun ini, sehingga kita dapat melihat putra dan putri terbaik bangsa ini yang akan terpilih nantinya. Masalah perbedaan pilihan, ini merupakan rahmat dari Allah SWT. Jadi jangan lah kita saling memprovokasi dalam menilai calon-calon yang ada, karena tugas kita adalah memilih bukanlah yang menentukan,” pungkasnya.
Share:

Sejoli Pengedar Narkoba Dibekuk

MUARA ENIM--Petugas Satnarkoba berhasil membekuk pasangan sejoli  pengedar narkoba, Jumat (15/3) sekitar pukul 18.30 WIB.
                    Keduanya digrebek di sebuah rumah bedeng kontrakan kawan rumah tumbuh, Kelurahan Muara Enim, Kota Muara Enim. 
                 Pasangan sejoli tersebut  diketahui bernama Sudaryanto alias Gedok (35), warga Desa Tanah Abang, Kecamatan Tanah Abang, PALI dan pacarnya bernama Evilia (28), warga RT 02/ RW 03, Kota Baru, Kabupaten Lahat.
               Dari tangan keduanya diamankan baran bukti 7 paket narkoba jenis sabu sabu seberat 15,09 gram, 1 unit HP, 1 unit timbangan digital dan 2 bal plastik bening. Kini keduanya diamankan di Mapolres Muara Enim untuk menjalani pemeriksaan.
            Penangkapan keduanya bermula dari petugas mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa keduanya sering melakukan transaksi narkoba di rumah bedeng kontrakan tersebut.
               Atas informasi itu, petugas melakukan penyelidikan dengan memantau di seputaran bedeng yang dikontrak tersebut. Kemudian petugas menggrebek keduanya yang tengah berada di dalam rumah tersebut.
              Petugas melakukan pemeriksaan kepada kedua pelaku dan isi rumah tersebut hingga akhirnya berhasil menemukan barang buktinya. Keduanya langsung diamankan bersama barang buktinya ke Mapolres Muara Enim untuk menjalani pemeriksaan.
               Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Minggu (17/3) membenarkan penangkapan tersebut. “Kedua pelaku telah diamankan bersama barang buktinya. Kasusnya masih dilakukan pengembangan,” jelasnya. 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts