16 Tim Basket Putri Berlaga Di Kartini Cup

MUARA ENIM-- Guna menyalurkan hobi dan mencari bibit bibit baru, Sebanyak 16 tim Basket putri yang ada di kabupaten Muara Enim ikut serta memperebutkan piala bergilir Pengkab Perbasi dalam kejuaraan Kartini Cup III, yang diselenggarakan oleh Pengkab Perbasi Muara Enim.

Kejuaraan yang dilaksanakan selama lima hari yaitu 05-10 Januari 2019 di GOR Pancasila ini, dibuka langsung oleh ketua Tim Penggerak PKK kabupaten Muara Enim Ir. H. Sumarni, MM yang didampingi ketua Pemkab Perbasi Muara Enim H. Faizal Anwar, SE, Kadispora Muara Enim Rusdi Hairullah, dan Perwakilan dari KONI Muara Enim.

Ketua Pemkab Perbasi Muara Enim Faizal Anwar, SE menyampaikan bahwa kejuaraan bola basket Kartini Cup III ini merupakan agenda tahunan yang tertuang didalam program kerja Pengkab Perbasi Muara Enim.

"Kejuaraan ini merupakan kejuaraan khusus kaum perempuaan dengan tajuk Kartini Cup yang tak lain adalah program kerja dari Pengkab Perbasi Muara Enim didalam memasyarakatkan bola basket. Selain itu untuk memper erat hubungan silaturahmi antar organisasi wanita yang ada di kabupaten Muara Enim,"terang Faizal.

Masih kata Faizal, dalam kejuaraan kali ini diikuti oleh beberapa klub Bola Basket putri yang ada di Bumi Serasan sekundang ini yang mana nantinya akan diambil tiga pemenang yaitu juara I hingga Juara ke-III.

"Ada 16 peserta pada kejuaraan Kartini Cup III kali ini yaitu 4 klub putri SMA, 1 dari Poltekes Palembang, 11 Organisasi wanita yang ada di kabupaten Muara Enim," ujar Anggota DPRD Muara Enim dari Komisi I ini.

Sementara itu ketua penggerak PKK kabupaten Muara Enim Ir. Hj. Sumarni, MM menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pengkab Perbasi Muara Enim yang telah menyelenggarakan kegiatan Kartini Cup ini karena jarang ada kejuaraan yang mengkhususkan untuk kejuaraan perempuaan seperti yang dilakukan oleh Perbasi didalam memberikan dukungan akan kesetaraan gender bagi kaum hawa.

"Terima kasih kami atas apa yang telah dilakukan oleh Pengkab Perbasi Muara Enim dan kita patut bergembira atas apa yang telah dilakukan Pengkab Perbasi Muara Enim mampu memberikan keleluasa bagi kita untuk menyalurkan hobi, minat, bakat, dan juga merupakan ajang silaturahmi bagi kita semua didalam memperkokoh hubungan satu sama lain,” ujar Sumatni.

Selain itu, tambahnya, Kita dapat mengambil hikam dari semangat seorang RA. Kartini didalam memperjuangkan hak-hak perempuaan di negeri ini,"terang istri Bupati Muara Enim ini.

Selanjutnya Sumarni berharap kepada para peserta agar dapat menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas serta pada seluruh BUMN, BUMD, dan BUMS serta stek holder yang ada agar dapat membantu mensukseskan kegiatan kewanitaan yang ada.

"Junjung tinggi nilai-nilai sportifitas bagi para peserta karena kalah menang itu hal biasa. Serta kita berharap kepada seluruh perusaan baik itu BUMN, BUMS, dan BUMN serta stek holder tetkait agar mampu meningkatkan kegiatan yang ada sehingga lenih terarag dan baik lagi demkudiaan hari.," tutupnya.
Share:

Fokus di Prabumulih, Kediaman Rara Lida Tak Pernah Sepi Pengunjung

PRABUMULIH -- Rumah Tiyara Ramadhani atau Rara Lida yang berada di Jalan Murai Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur tak pernah sepi pengunjung. 

Meski lelah dan mengalami sakit, namun Rara tetap melayani sejumlah pengemar yang telah menunggu kedatangannya seusai mengikuti ujian nasional (UN). 

Tak hanya Ralova (nama penggemar Rara) sejumlah masyarakat Kota Prabumulih maupun luar Kota Prabumulih memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berswafoto dengan artis idolanya tersebut. 

Kerabat Rara, Dini Yuharlen mengutarakan kediaman Rara ramai setiap harinya sejak kepulangan Rara untuk mengikuti ujian sekolah. 

"Alhamdulillah rame terus, banyak warga yang datang untuk berfoto dan bertemu langsung Rara," Ujar Dini, Jumat (5/4).

Mengenai keseharian Rara, Dini menyampaikan saat ini Rara tengah fokus megikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). "Mohon doanya semoga lancar, dengan hasil memuaskan," terangnya. 

Sementara itu, Aswara Putra ralova dari Sugiwaras Kabupaten Muara Enim mengaku sudah 3 kali datang kekediaman Rara. "Kita Ralova Rambang ada sekitar 20, dan sudah 3 kali kesini. Waktu Rara dulu masih tampil kami sering ke Jakarta. Karena kami memang Fans Rara," tutur Aswara.

Pantauan koran ini, menjelang sore hari puluhan hingga ratusan warga antri untuk berfoto bersama Rara. Sementara Rara, meski dalam kondisi kurang sehat dan ditengah pelaksanaan UNBK, tetap menyapa penggemar dengan senyumnya yang khas. “Raranyo sakit, tapi masih senyum. Kasian adek Rara,” kata Haidar warga dari OKUT.
Share:

Jangan Spelekan Cuci Tangan, Begini Pesan Bupati PALI Kalau Tidak Mau Cacingan

PALI-- Bupati PALI Heri Amalindo pesankan terhadap masyarakat agar tidak menyepelekan cuci tangan, karena menurut orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan kalau lalai mencuci tangan bisa mengundang banyak penyakit, salahsatunya kecacingan.

Pesan itu disampaikan saat hadiri dan membuka Launching Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2019 Kecamatan Talang Ubi yang digagas TP.PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI, di SDN 3 Talang Ubi, Jumat (5/4).

"Kami selaku pemerintah kabupaten PALI mengucapkan terimakasih terhadap TP.PKK bekerjasama dengan Dinkes dalam hal ini mengajak dan mengajarkan siswa untuk menerapkan pola hidup sehat dari hal terkecil, yakni cuci tangan pakai sabun. Memang cuci tangan terlihat sangat sederhana, tetapi dibalik itu ada juga hal sepele mengintai kesehatan kita, terutama anak-anak. Yakni sudah bermain, sudah belajar atau sesudah memegang hewan kalau tidak cuci tangan bisa mengundang banyak penyakit," ujar Bupati.


Dalam menerapkan pola hidup sehat, Bupati juga mengajak masyarakat terutama orang tua atau wali murid dan guru dalam mengajarkan anak-anaknya untuk membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan atau setelah beraktivitas.

"Artinya peran orang tua dan guru sangat penting untuk menjaga anak-anaknya dalam menjaga kebersihan diri. Karena siapa tahu ada telur cacing nempel ditangan saat bermain dipasir atau ditanah, lalu tidak cuci tangan dan saat makan masuk ke perut, tentu anak tersebut bisa cacingan," terangnya.

Pada Launching Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) tingkat Sekolah Dasar (SD) tahun 2019 Kecamatan Talang Ubi, TP.PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten PALI, dihadiri Bunda PAUD, Ir Hj Sri Kustina, Plt Ketua TP.PKK PALI, Rusmalina dan sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

"Kekurang pahaman masyarakat terhadap pentingnya mencuci tangan yang sering kali diabaikan menjadi perhatian TP.PKK Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Dengan bekerjasama Dinas Kesehatan (Dinkes) PALI, TP.PKK PALI mengajak siswa SD untuk terapkan pola hidup sehat dari hal terkecil yakni mencuci tangan," ungkap Lydwirawan SKM, Plt Kepala Dinas Kesehatan PALI.

CTPS dijelaskan Lydwirawan bertujuan agar masyarakat terhindar dari berbagai penyakit.

"Tujuan kegiatan ini salahsatu indiktor pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat. Karena salahsatu penyakit akibat lalai mencuci tangan adalah kecacingan," terang Lydwirawan.

Pemberian makanan tambahan dan buku pintar juga warnai kegiatan tersebut. Bupati juga sempat menantang siswa SD untuk menjawab pertanyaan terkait ciri-ciri orang cacingan yang langsung dilayani beberapa siswa dengan naik ke panggung dan menjawab pertanyaan Bupati. (SN/ADV)
Share:

Rumah Novi Ludes Terbakar

MUARA ENIM - Warga Desa Tenam Bungkuk Keacamatan Semense Darat Tengah, Muara Enim Rabu (3/4) sekitar pukul 13.00 WIB  gempar. Itu terjadi sebuah rumah pangung milik Novi (37) warga desa setempat ludes terbakar.

          Penyebab kebakaran diduga akibat terjadi arus pendek listrik. Dalam peristiwa iru tidak menelan korban jiwa. Namun awluruh hartà benda korban ludes terbakar. Akibat kebakaran itu korban mendèrita keeugian sekitar Rp 300 juta.

           Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, pada saat kejadian korban tengan pergi dari rumahnya.Sehingga hanya istrinya yang berada di dalam rumah. Saat itu warga sekitar melihat kepulan asap dari bagian atap rumah korban.

           Lantas warga berteriak minta tolong. Mendengar suara teriakan itu istri korban keluar dari dalam rumahnya dan api sudah membesar membakar bagian atas atap rumahnya. Warga sekitar berupaya memadamkan api dengan menggunalan peralatan seadanya.

       Namuan api terus membesar. Tak lama kemudian mobil pemadam.kebakaram milik.Pemkab.Muara Enim yang berada di Kecamatan Semende Darat.Laut tiba di lokasi kejadian dan.berhasil.memadamkan.kobaran api.

            Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta ketika dikonfirmasi, Kamis (4/4) membenarkan kejadian itu. "Dalam kejadian itu tak ada menelan korban jiwa.  Penyebab kebakaran disuga akibat kosaleting listrik", jelasnya.
Share:

Bawa Sajam, Yasir Arafat Diamankan Petugas

MUARA ENIM--Nasib apes dialami Yasir Arafat (20), warga Dusun I Desa Brugo, Kecamatan Belimbing, Muara Enim. Pemuda ini diamankan petugas Polsek Gunung Megang, Selasa (2/4) sekitar pukul 03.00WIB, karena kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau.
               Pelakaku ditangkap petugas saat berada di jalan Dusun II, Desa Brugo, Kecamatan Belimbing. Saat  itu petugas tengah melakukan patroli pada malam hari di jalan desa tersebut.
               Pelaku memperlihatkan gerak gerik yang mencurigakan. Lantas petugas menghampiri pelaku dan melakukan penggeledahan hingga menemukan senjata tajam tersebut terselip di pinggangnya. Pelaku langsung digelandang petugas ke Mapolsek Gunung Megang dan mengamankan barang buktinya.
                 Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (4/4) membenarkan penangkapan tersebut.
                   “Pelaku berikut barang buktinya telah diamankan. Dalam kasus ini pelaku dijerat UU darurat  nomor 12 tahun 1951 pasal 2 ayat 1,” jelasnya. 
Share:

Tol ME-Indralaya Telan Dana Rp 7,5 Triliun

MUARA ENIM--Visi misi Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH, yang mendukung pembangunan jalan tol Muara Enim (ME)-Indralaya Kabupaten OI segera terwujud. Soalnya pembangunan jalan tol diperkirakan menelan dana Rp 7.5 Triliyun itu akan segera dilakukan ground breakingnya pada 9 April 2019 mendatang.
          “Jika tidak ada halangan ground breaking pembangunan jalan tol Muara Enim-Indralaya itu akan dilaksanakan pada 9 April mendatang. Sesui jadwal, Groun Breaking itu dilakukan Menteri PU bersama  Menteri Perhubungan,” jelas Bupati Ahmad Yani usai memimpin rapat persiapan groun breaking jalan tol, Kamis (4/4).
           Menurutnya, Groun Breaking tersebut dilakukan  berbarengan dengan pembangunan jalan tol Muara Enim-Musirawas. Panjang jalan tol Muara Enim-Indralaya akan dibangun  116 km dengan persiapan dana awal sebesar Rp 500 miliyar.
            Investasi pembangunan jalan tol tersebut diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 7.5 triliyun dilakukan oleh PT Utama Karya selaku perusahaan pelaksana pembangunan jalan tol tersebut.  “Jika pembangunan jalan tol ini selesai, maka jarak tempuh Muara Enim-Palembang bisa 2 jam,” jelasnya.
                Dengan pembangunan jalan tol ini, lanjutnya, untuk meningkatkan arus angkutan barang dan orang dan mempercepat arus transportasi. Kemudian, meningkatkan investasi di Muara Enim. 
Share:

Taman Prabujaya Kembali Jadi Tempat Mesum Gratis

PRABUMULIH -- Taman Kota Prabujaya Kota Prabumulih, dikelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur kembali menjadi sorotan.

Setelah heboh penggerebekan pasangan mesum yang diduga "wik wik"  Januari lalu, baru baru ini video perbuatan sepasang remaja diatas tribun taman kota membuat heboh.

Aksi dua remaja yang diduga tengah mabuk kepayang itu,  direkam  oleh salah satu pengunjung. Video berdurasi 10 detik itu, menunjukkan keduanya berbuat mesum dengan berciuman.

Tak diketahui kapan waktu kejadian tersebut, namun menurut sejumlah informasi aksi tak terpuji itu dilakukan Rabu (4/4).

Tak hayal, video tersebut langsung tersebar kemedia sosial. Banyak pihak menyayangkan kejadian tersebut, dengan berharap pengawasan di Taman Kota Prabujaya makin diperketat.

"Ini bukan sekali, sudah sering. Kami warga berharap Taman Kota tak jadikan tempat mesum, apalagi banyak anak anak yang sering ketaman kota," kata Rahman salah satu warga yang menerima video viral tersebut melalui pesan WA.

Warga lainnya berharap, petugas Sat Pol PP yang ada di Taman Prabujaya lebih intens memeriksa taman kota. "Harus rajin patroli, apolagi kalau sudah ado cewek cowok masuk cumo beduo itu patut dicurigai," ungkap Rizky. 
Share:

Jelang Pemilu, Disdukcapil Layani Perekaman Sampai Hari Pencoblosan


PALI. Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, dimana salahsatu syaratnya penduduk harus memiliki KTP Elektronik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan terus melayani warga yang belum memiliki KTP-el dan belum melakukan perekaman sampai hari pemungutan suara dilaksanakan.

Hal itu dikatakan Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI. Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan terutama perekaman untuk KTP-el tidak ada kata libur, bahkan pihaknya bakal siap jemput bola untuk lakukan perekaman.

"KTP-el sangat penting bagi seluruh warga yang telah berumur 17 tahun, bahkan pemilih pada Pemilu nanti syaratnya harus miliki KTP-el," ujar Rismaliza.

Untuk itu, Disdukcapil siap layani masyarakat yang belum terdaftar pada DPT untuk lakukan perekaman.

"Warga yang sudah lalukan perekaman bisa meminta surat keterangan (Suket) sebelum KTP-el tercetak. Suket tersebut bisa dipergunakan untuk menyalurkan hak pilihnya saat Pemilu mendatang meskipun KTP-el belum selesai," tukasnya.

Dalam mendorong masyarakat yang belum miliki KTP-el, Rusmalina akui bahwa pihaknya terus lakukan pelayanan jemput bola atau memanfaatkan momen acara besar untuk lakukan pelayanan perekaman.

"Kalau ada kesepakatan kita lalukan pelayanan perekaman. Kita juga langsung mencetak database warga yang telah siap dicetak dan langsung kita serahkan saat pelayanan," pungkasnya.(SN)
Share:

Minimalisir Perceraian, Bupati PALI Himbau Warganya Matangkan Usia Pernikahan

PALI--Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengajak masyarakat ikut program Keluarga Berencana (KB), karena menurut Bupati KB bukan hanya berurusan dengan alat kontrasepsi melainkan juga untuk merencanakan keluarga demi masa depan serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ajakan itu disampaikan saat Bupati hadiri kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan bagi Balita dan Lansia di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi, Kamis (4/4) yang digagas TP.PKK Kabupaten PALI bekerjasama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI.

"Bagaimana akan sejahtera kalau hidup kita tidak terencana. Jadi cukup dua anak cukup, dengan ikut ber-KB," ajak Bupati.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menghimbau masyarakat untuk menghindari pernikahan usia dini, karena dari data Pengadilan Agama Muara Enim, PALI menyandang peringkat pertama dalam hal perceraian.

"Peringkat pertama itu bukan prestasi, tetapi kita semua harus malu karena 80 persen kasus perceraian di Pengadilan Agama Muara Enim berasal dari PALI, dan tertinggi di Kecamatan Talang Ubi. Salahsatu penyebab perceraian tinggi akibat pernikahan usia dini, untuk itu hindari. Nikah belum waktunya juga banyak risiko, hal terkecil saja ketika usia anak atau remaja menikah lalu punya anak, tentunya mereka belum siap," imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, Bupati juga didampingi istrinya, Ir Hj Sri Kustina serta dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Yunitha Arifin, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Drs Waspi, tokoh pemuda PALI, Rahmad Sahid serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

Pada sambutannya, istri Bupati PALI, mengatakan bahwa dalam kegiatan yang digagas TP.PKK kabupaten PALI bekerjasama dengan DPPKBPPPA PALI yakni pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemenuhan gizi bagi anak dan Lansia.

"TP.PKK PALI telah banyak melakukan kegiatan, salahsatunya pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita, sosialisasi IVA termasuk pemeriksaan sejak dini terhadap kanker servick dan kanker payudara. Sosialisasi TB Paru sekaligus pemberian makanan tambahan bagi penderita TB paru, program SMS (Stop Meseng Sembarangan), posyandu anak, posyandu Lansia juga TP.PKK telah resmikan posyandu terintegrasi," papar Istri Bupati.

Diakuinya beberapa program TP.PKK yang telah dilaksanakan menerima penghargaan. "Salahsatunya program SMS, PALI mendapat peringkat 30 tingkat nasional, dan peringkat pertama di provinsi Sumatera Selatan untuk kategori masyarakatnya yang tidak membuang air besar sembarangan. Artinya kita bisa mendahului kabupaten/kota lain yang ada di Sumsel," terangnya.

Berkat program SMS juga dijelaskan Istri Bupati, Pemkab PALI memberikan reward terhadap 30 Kepala Desa (Kades). "Yang desanya dinyatakan bebas meseng sembarangan, 30 Kadesnya diberangkatkan ibadah umrah ke tanah Suci Makkah," tukasnya.

Sementara itu, Drs Waspi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyatakan apresiasinya terhadap Pemkab PALI yang telah memberangkatkan 30 Kades untuk umrah berkat desanya bersih dimana masyarakatnya telah sadar dalam menjaga lingkungannya dengan tidak membuang air besar sembarangan.

"Seperti di Kampung KB Desa Suka Damai yang Kadesnya berangkat umrah, artinya desa ini sejak diresmikan Jadi Kampung KB banyak mengalami perubahan. Dan kami berharap, sektor lain juga dapat meningkat menuju keluarga sejahtera, sesuai tujuan Kampung KB membentuk desa mandiri, sejahtera, sehat dan berkualitas," ungkap Drs Waspi.

Kepala DPPKBPPPA PALI, Dra Yenni Nopriani menyebutkan bahwa pada kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan juga dilaksanakan pelayanan KB gratis, perekaman KTP-el, dan pelayanan PAP smear.

"Kampung KB merupakan program strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini tentu perlu dorongan dan dukungan semua pihak juga lintas sektoral, dimana ada instansi  terkait dalam membangun dan mengembangkan Kampung KB yakni DPPKBPPPA, Dinkes, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinsos, Dinas LH, Disdukcapil, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan BPBD," terangnya.(Adv)
Share:

Angka Perceraian di PALI Masih Tinggi, Bupati Ajak Warganya Hindari Nikah Muda

PALI--Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengajak masyarakat ikut program Keluarga Berencana (KB), karena menurut Bupati KB bukan hanya berurusan dengan alat kontrasepsi melainkan juga untuk merencanakan keluarga demi masa depan serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ajakan itu disampaikan saat Bupati hadiri kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan bagi Balita dan Lansia di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi, Kamis (4/4) yang digagas TP.PKK Kabupaten PALI bekerjasama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI.

"Bagaimana akan sejahtera kalau hidup kita tidak terencana. Jadi cukup dua anak cukup, dengan ikut ber-KB," ajak Bupati.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menghimbau masyarakat untuk menghindari pernikahan usia dini, karena dari data Pengadilan Agama Muara Enim, PALI menyandang peringkat pertama dalam hal perceraian.

"Peringkat pertama itu bukan prestasi, tetapi kita semua harus malu karena 80 persen kasus perceraian di Pengadilan Agama Muara Enim berasal dari PALI, dan tertinggi di Kecamatan Talang Ubi. Salahsatu penyebab perceraian tinggi akibat pernikahan usia dini, untuk itu hindari. Nikah belum waktunya juga banyak risiko, hal terkecil saja ketika usia anak atau remaja menikah lalu punya anak, tentunya mereka belum siap," imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, Bupati juga didampingi istrinya, Ir Hj Sri Kustina serta dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Yunitha Arifin, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Drs Waspi, tokoh pemuda PALI, Rahmad Sahid serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

Pada sambutannya, istri Bupati PALI, mengatakan bahwa dalam kegiatan yang digagas TP.PKK kabupaten PALI bekerjasama dengan DPPKBPPPA PALI yakni pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemenuhan gizi bagi anak dan Lansia.

"TP.PKK PALI telah banyak melakukan kegiatan, salahsatunya pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita, sosialisasi IVA termasuk pemeriksaan sejak dini terhadap kanker servick dan kanker payudara. Sosialisasi TB Paru sekaligus pemberian makanan tambahan bagi penderita TB paru, program SMS (Stop Meseng Sembarangan), posyandu anak, posyandu Lansia juga TP.PKK telah resmikan posyandu terintegrasi," papar Istri Bupati.

Diakuinya beberapa program TP.PKK yang telah dilaksanakan menerima penghargaan. "Salahsatunya program SMS, PALI mendapat peringkat 30 tingkat nasional, dan peringkat pertama di provinsi Sumatera Selatan untuk kategori masyarakatnya yang tidak membuang air besar sembarangan. Artinya kita bisa mendahului kabupaten/kota lain yang ada di Sumsel," terangnya.

Berkat program SMS juga dijelaskan Istri Bupati, Pemkab PALI memberikan reward terhadap 30 Kepala Desa (Kades). "Yang desanya dinyatakan bebas meseng sembarangan, 30 Kadesnya diberangkatkan ibadah umrah ke tanah Suci Makkah," tukasnya.

Sementara itu, Drs Waspi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyatakan apresiasinya terhadap Pemkab PALI yang telah memberangkatkan 30 Kades untuk umrah berkat desanya bersih dimana masyarakatnya telah sadar dalam menjaga lingkungannya dengan tidak membuang air besar sembarangan.

"Seperti di Kampung KB Desa Suka Damai yang Kadesnya berangkat umrah, artinya desa ini sejak diresmikan Jadi Kampung KB banyak mengalami perubahan. Dan kami berharap, sektor lain juga dapat meningkat menuju keluarga sejahtera, sesuai tujuan Kampung KB membentuk desa mandiri, sejahtera, sehat dan berkualitas," ungkap Drs Waspi.

Kepala DPPKBPPPA PALI, Dra Yenni Nopriani menyebutkan bahwa pada kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan juga dilaksanakan pelayanan KB gratis, perekaman KTP-el, dan pelayanan PAP smear.

"Kampung KB merupakan program strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini tentu perlu dorongan dan dukungan semua pihak juga lintas sektoral, dimana ada instansi  terkait dalam membangun dan mengembangkan Kampung KB yakni DPPKBPPPA, Dinkes, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinsos, Dinas LH, Disdukcapil, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan BPBD," terangnya.(SN) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts