Berjalan Khidmat, Rapat Paripurna Perayaan HUT PALI Ke-6 Dihadiri Gubernur

PALI--Rapat paripurna istimewa DPRD PALI dalam rangka perayaan hari jadi Kabupaten PALI ke-6 digelar, Senin (22/4) di Gedung Arsendora, Komplek Pertamina Pendopo. Rapat paripurna tersebut dipimpin langsung ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono, dihadiri Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru didampingi istri,  Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM, sejumlah anggota Dewan Provinsi, Kepala OPD dan FKPD dilingkungan Pemkab PALI.

Pada paripurna tersebut, Ketua DPRD PALI menyampaikan beberapa kemajuan yang yang telah dicapai di Kabupaten PALI.

"Kemajuan ini berkat pemerintah daerah. Juga beberapa penghargaan yang diperoleh, dimana yang paling membanggakan adalah pada tahun anggaran  2016, Kabupaten PALI mencapai pengelolaan keuangan yang baik dan mendapat predikat WTP. Tetapi keberhasilan itu tidak berlanjut pada tahun 2017 yang mendapat predikat WDP. Kami berharap, bukan hanya predikat yang dikejar, jadikan predikat sebagai cerminan kita dalam kesungguhan dalam bekerja," jabar Soemarjono.

Ketua DPRD PALI juga memuji kinerja TP.PKK PALI yang telah banyak mendulang prestasi, baik itu tingkat provinsi maupun nasional.

"Semoga menjadi motivasi masyarakat lainnya. Untuk itu, mari bangun dan kembangkan produk lokal kita agar perekonomian masyarakat bisa terus  tumbuh," ajaknya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, puji capaian yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam menjawab keinginan masyarakatnya. Karena dari penilaian Gubernur yang sebelum PALI mekar dan sampai saat ini, PALI menjadi kabupaten yang bisa bergerak cepat.

Untuk lebih mempercepat lagi kemajuan di Bumi Serepat Serasan, Gubernur memberikan masukan dan saran.

"Saran agar lebih cepat lagi, adalah fokus dalam menurunkan angka kemiskinan. Karena kemajuan suatu daerah bukan dilihat dari menjulangnya gapuranya atau bagusnya perkantoran pemerintah,tetapi barometernya ada pada angka kemiskinan yang rendah dan infrastrukturnya. Pada tahun 2019 ini, saya ingin PALI bisa menurunkan angka kemiskinan 2 atau 3 persen," kata Gubernur.

Saran selanjutnya disampaikan Gubernur adalah dengan mengajak masyarakat supaya berperan dalam pembangunan sampai level di desa-desa.

"Dengan infrastruktur yang baik, pendidikan, tata kelola keuangan, harmonisasi legislatif dan eksekustif akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat, mencapai itu tidak mungkin dikerjakan Bupati sendiri, tetapi butuh dukungan semua elemen," sarannya.

Ditempat sama, Bupati PALI Heri Amalindo menyebut bahwa pemerintah kabupaten PALI telah banyak menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Salahsatu langkah dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, pemerintah daerah PALI lakukan pengembangan di sektor pertanian.

"Indeks pembangunan manusia, Pemda PALI melalukan program kejar paket A, B dan C, dimana tahun lalu kita lakukan program itu yang diikuti 10.000 warga," terang Bupati. Bupati juga meminta dukungan serta bantuan dari pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam penyelesaian pembangunan Rumah sakit.

"Tahun ini, kita bangun rumah sakit, dimana kalau sampai selesai membutuhkan dana lebih kurang Rp 110 M. Dengan hadirnya gubernur di PALI, harapan kami membawa Bangub untuk bantu pembangunan rumah sakit tersebut. Karena PALI merupakan daerah baru yang tentunya masih butuh dorongan dan bantuan dari pusat atau provinsi," harapnya. (sn/adv)
Share:

Kemajuan PALI Tuai Pujian Gubernur Sumsel

PALI--Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, puji capaian yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam menjawab keinginan masyarakatnya. Karena dari penilaian Gubernur yang sebelum PALI mekar dan sampai saat ini, PALI menjadi kabupaten yang bisa bergerak cepat.

Apresiasi terhadap kemajuan PALI diungkapkan Herman Deru saat sambangi Kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan dan ikuti rapat paripurna DPRD PALI dalam rangka perayaan hari jadi Kabupaten PALI ke-6, Senin (22/4) yang dipusatkan di Gedung Arsendora Komplek Pertamina Pendopo.

Untuk lebih mempercepat lagi kemajuan di Bumi Serepat Serasan, Gubernur memberikan masukan dan saran.

"Saran agar lebih cepat lagi, adalah fokus dalam menurunkan angka kemiskinan. Karena kemajuan suatu daerah bukan dilihat dari menjulangnya gapuranya atau bagusnya perkantoran pemerintah,tetapi barometernya ada pada angka kemiskinan yang rendah dan infrastrukturnya. Pada tahun 2019 ini, saya ingin PALI bisa menurunkan angka kemiskinan 2 atau 3 persen," kata Gubernur.

Saran selanjutnya disampaikan Gubernur adalah dengan mengajak masyarakat supaya berperan dalam pembangunan sampai level di desa-desa.

"Dengan infrastruktur yang baik, pendidikan, tata kelola keuangan, harmonisasi legislatif dan eksekustif akan bermuara pada kesejahteraan masyarakat, mencapai itu tidak mungkin dikerjakan Bupati sendiri, tetapi butuh dukungan semua elemen," sarannya.

Sementara itu, Bupati PALI Heri Amalindo menyebut bahwa pemerintah kabupaten PALI telah banyak menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Salahsatu langkah dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, pemerintah daerah PALI lakukan pengembangan di sektor pertanian.

"Indeks pembangunan manusia, Pemda PALI melalukan program kejar paket A, B dan C, dimana tahun lalu kita lakukan program itu yang diikuti 10.000 warga," terang Bupati.

Bupati juga meminta dukungan serta bantuan dari pemerintah provinsi Sumatera Selatan dalam penyelesaian pembangunan Rumah sakit.

"Tahun ini, kita bangun rumah sakit, dimana kalau sampai selesai membutuhkan dana lebih kurang Rp 110 M. Dengan hadirnya gubernur di PALI, harapan kami membawa Bangub untuk bantu pembangunan rumah sakit tersebut. Karena PALI merupakan daerah baru yang tentunya masih butuh dorongan dan bantuan dari pusat atau provinsi," harapnya.

Pada kunjungannya ke PALI, Gubernur juga membuka Pameran Pembangunan di lapangan Gelora Komplek Pertamina Pendopo. Lagi-lagi, saat buka PALI expo dan kunjungi stan TP.PKK PALI, Gubernur dan istrinya puji batik khas PALI yang dinilainya sangat kreatif. (adv/sn)
Share:

Seluruh SD dan SMP di PALI Ujian Nasional


PALI--Sebanyak 3.595 siswa SMP dari 54 sekolah di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin (22/4) ikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ujian tersebut bakal digelar selama 4 hari sampai Kamis (25/4).

Dikatakan Kamriadi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bahwa ujian nasional tingkat SMP kali ini serentak bersamaan dengan tingkat SD.

"Untuk jumlah SD sebanyak 114 sekolah dengan jumlah peserta 4.088 siswa. Kalau SMP UNBK, tetapi kalau SD Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)," jelas Kamriadi.

Kesiapan UNBK maupun USBN diakui Kamriadi diharapkan tidak ada kendala dan akan terlaksana sesuai jadwal.

"Jadwal UNBK selama 4 hari dan USBN selama 3 hari. Mudah-mudahan UNBK dan USBN berjalan lancar," imbuhnya.

Terpisah, Kepala Sekolah SMPN 1 Talang Ubi Arie Yulita Wulandari, menyebut bahwa sekolahnya ada 262 peserta UNBK dibagi tiga ruang, satu ruang maksimal 48 siswa.

"Untuk pelaksanaan UNBK di SMPN 1 dibagi tiga sesi, untuk komputer dan jaringan tidak ada kendala, kuncinya pada listrik PLN. Kami berharap, saat UNBK berlangsung, pihak PLN tidak mematikan jaringan listrik," harapnya.

Menaggapi kekhawatiran akan matinya listrik saat UNBK, Tasili, Manager PLN Rayon Pendopo menyatakan bahwa pihaknya terus berikan pelayanan maksimal agar saat UNBK listrik tetap menyala.

"Kecuali ada gangguan, karena hal itu tidak bisa kita hindari terlebih saat ini cuaca tidak menentu. Namun, petugas kami siap 24 jam memantau dan siap mangatasi setiap gangguan yang terjadi," tandasnya.(sn) 
Share:

Diduga Disunat Jin, Ardiansyah Hebohkan Warga Karang Tanding


PALI - Warga Desa Karang Tanding Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dihebohkan dengan adanya fenomena aneh pada Jumat pagi (19/4), lantaran salahsatu warganya, Ardiansyah, putra pasangan Inti (30) dan Sahmad (45), yang masih berusia 6 bulan ketika bangun dari tidurnya didapati alat kelaminnya sudah tersunat.

Tak ayal, warga pun berdatangan ke kediaman Sahmad karena penasaran ingin melihat secara langsung kejadian langka tersebut.

"Dari keterangan orang tuanya, anaknya tersunat diketahui pagi hari. Kondisi kelamin anaknya sudah rapi dan terlihat sudah sembuh,"  ungkap Ona, salahsatu warga setempat, Sabtu (20/4).

Sempat dibawa ke bidan desa, tetapi dikatakan Ona, bahwa bidan pun tidak bisa berpendapat secara medis.

"Kata bidan memang aneh, dan kabar Ardiansyah tersunat langsung menyebar ke desa-desa tetangga. Persepsi masyarakat pun bermacam-macam, ada yang menduga putra Sahmad disunat jin," imbuhnya. (SN)
Share:

Ingin Pecahkan Rekor MURI, Disdik PALI Gerakkan Seluruh SD dan SMP Surati Bupati

PALI--Pompa imajinasi dan keratifitas anak, Dinas Pendidikan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar lomba menulis surat untuk Bupati serentak di seluruh Sekolah tingkat Dasar (SD) dan SMP se-Kabupaten PALI, Kamis (18/4).

Dikatakan Kamriadi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten PALI bahwa kegiatan tersebut menyambut Hari jadi Kabupaten PALI ke-6 dengan tujuan meningkatkan daya pikir pelajar dan mengasah otak untuk mencari ide.

"Kita bebaskan pelajar untuk menyampaikan keinginannya atau menilai kepemimpinan pak Bupati selama menjabat melalui tulisan. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa SD dan SMP yang ada di Bumi Serepat Serasan secara serentak," ungkap Kamriadi.

Disamping meningkatkan IQ anak serta mengasah otak pelajar, diharapkan dengan kegiatan akbar ini akan mecatatatkan PALI di rekor MURI.

"Mudah-mudahan pecahkan rekor MURI, karena digelar serentak diseluruh SD dan SMP di masing-masing sekolah," tukasnya.

Untuk tingkat SMA, digelar lomba video short agar pelajar SMA bisa mengekspresikan saran maupun masukan serta mencari sendiri objek yang bakal mereka masukan di video terkait kemajuan Kabupaten PALI.

"Untuk kategori lomba menulis surat dan video seluruh pemenang mendapatkan hadiah uang pembinaan dan piagam dari Dinas Pendidikan," terangnya.(SN) 
Share:

Usai Mencoblos, Wawako Pantau Pemilu di Prabumulih

PRABUMULIH--Wakil Walikota (Wawako) Prabumulih, H Andriansyah Fikri SH ikut serta menyalurkan hak suaranya di Pemilu 2019. Didampingi istri Hj Reni Inayani Fikri SKM beserta putri pertamanya mereka melakukan pencoblosan TPS 07, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Rabu (17/4/19).

Dengan menggunakan pakaian serba putih, Wawako beserta istri dan anak disambut langsung oleh petugas TPS dan ratusan masyarakat. Usai melakukan pencoblosan, Wawako kemudian melakukan kunjungan ke sejumlah TPS untuk memantau pelaksanaan Pemilu 2019.

Dalam kesempatan itu, orang nomor dua di Kota Prabumulih ini berpesan kepada seluruh masyarakat untuk berpartisipasi dalam menyalurkan hak suaranya ke TPS. Ia meminta masyarakat yang memiliki hak pilih agar tidak golput.

Disela-sela kunjungannya ia tampak bercengkrama dengan warga yang sudah antri untuk melakukan pencoblosan. Dalam kunjungannya itu, Fikri berharap pesta demokrasi di Pemilu 2019 dapat berjalan dengan aman, jujur, adil dan damai.

"Mari kita beramai-ramai menyalurkan hak suara ke TPS untuk menentukan pilihan. Tentukan pilihan sesuai hati dan nurani. Kenali calon nama pemimpin yang akan dipilih. Satu suara yang diberikan sangat berarti bagi kemajuan bangsa ini," ujar Fikri.

Fikri juga menghimbau agar masyarakat dapat bersama-sama menjaga keamanan di Kota Prabumulih. Khususnya kepada anggota TNI, Polri dan Linmas agar dapat menjaga pengamanan yang maksimal selama pelaksanaan Pemilu 2019.

"Kalaupun ada kendala yang ditemukan di lapangan segera koordinasikan dengan petugas TPS. Pilihan boleh berbeda namun kekompakan harus tetap kita utamakan. Jangan sampai pesta demokrasi ini jadi cacat oleh hal-hal yang tidak kita inginkan," ungkapnya.

Fikri mengaku, siapa pun pemenang dalam Pilpres maupun Pileg nanti, itu adalah pilihan rakyat. Diharapkan pemimpin yang terpilih mampu menjalankan roda pemerintahan yang baik dan membawa Indonesia menjadi negara yang lebih maju dan sejahtera.

"Begitu juga dengan anggota dewan terpilih. Kiranya bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Prabumulih. Serta dapat menyampaikan aspirasi masyarakat yang betul-betul mewakili masyarakat," tuturnya.(Adv)
Share:

Ratusan Warga Patih Galung Kecewa Tak bisa Coblos Presiden dan Wakil


PRABUMULIH – Ratusan warga Rt.01 Rw.02 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih Sumatera Selatan kecewa lantaran tak bisa memilih Presiden dan Wakil Presiden, rabu (17/4/19)

Hal tersebut membuat sebagian warga Patih Galung Kecewa dengan panitia yang tidak menyediakan Blanko surat suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden saat pemilihan berlangsung

“kita sangat kecewa pak, pemilihan 5 tahun sekali kita tidak bisa milih presiden” ucap salah satu warga

Diketahui, Sekitar 206 balnko surat suara yang ada di TPS 09 Kelurahan Patih Galung tidak ditemukan satu lembar pun surat suara Pemilihan Presiden, hal tersebut diketahui Kelompok panitia pemungutan suara (KKPS) Patih Galung

“saat kita buka surat suara yang disaksikan oleh beberapa saksi di TPS, kita tidak menemukan surat suara untuk presiden” ungkap Erna Apriani, S.Pd.M.Si selaku ketua KPPS TPS 09 Patih galung

Kepala Sekolah SD negeri 32 Prabumulih itu menambhakan, hal tersebut sudah dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Prabumulih untuk segera ditindak lanjuti namun masih menunggu kejelasan dari pihak KPU Prabumulih

Sementara, itu Rudi salah satu warga Patih Galung mengaku resah dan kecewa dengan pihak KPPS karena menurutnya ada indikasi kecurangan

"Pemilihan diundur sampai jam 11 pak, kita sudah lama menunggu dari pagi" akunya

Dirinya menambahkan panitia mencoba mencari surat suara untuk pemilihan presiden dengan meminta surat yang lebih dibeberapa TPS yang ada di Patihgalung  (sn)
Share:

Jemput Bola, KPPS Gunung Kemala datangi langsung rumah pemilih yang sakit


PRABUMULIH – Terbaring sakit warga Rt.01 Rw.01 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumatera Selatan tetap bisa memberikan hak suara dalam pesta demokrasi Pemilihan Umum Tahun 2019,. Suparman (65) warga yang mengalami sakit Stroke setahun silam itu tetap bisa memberikan hak suaranya di TPS 03 Kelurahan Gunung Kemala, rabu (17/4/19)

Panitia Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Gunung Kemala yang disaksikan beberapa Saksi Partai, Saksi Presiden dan Bhabinkamtibmas mendatangi langsung rumah warga yang tidak bisa memilih langsung karena sakit
"Panitia Pemungutan suara yang disaksikan saksi partai dan keamanan dalam proses pecoblosan dirumah Suparman"

Ketua KPPS TPS 03 Supiyan Hadi mengatakan saat ini hanya ada satu warga yang melaporkan keluarganya untuk menyalurkan hak pilihnya kepada panitia, hal tersebut menurutnya sangat penting dan akan dilayani dengan memberikan kesempatan untuk mencoblos

“kita tetap memberikan kesempatan yang sama sebagai pemilih bagi warganya yang tidak bisa langsung datang ke TPS dikarenakan sakit, jika dilaporkan kita akan datang langsung kerumah” ucapnya

Dalam proses pemilihan tersebut pihak panitia memperbolehkan keluarganya untuk mendampingi untuk memilih dengan disaksikan oleh beberapa saksi-saksi dan keamanan untuk menghindari kecurangan dalam proses pencoblosan
Terpisah, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Gunung Kemala Darmanto saat dikonfirmasi mengatakan warga yang mengalami sakit dan tidak bisa memilih langsung ke TPS, warga wajib melaporkan ke panitia dengan membawa bukti undangan pemilihan yang diberikan petugas sebelumnya

“warga yang mengalami sakit tapi ingin mencoblos akan kami layani seperti pemilih lainnya” namun kata dia, petugas akan datang langsung kerumah warga yang mengalami sakit berat seperti, lumpuh, stroke yang memang tidak mungkin untuk berjalan ke TPS” ucapnya saat dibincangi wartawan (sn)
Share:

Usai Mencoblos, Soemarjono Ajak Warga Jangan Golput

PALI-- Sekitar pukul 07.30 WIB, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)  Drs H Soemarjono sambangi TPS 05 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi, Rabu (17/4) untuk salurkan hak pilihnya. Dimana TPS itu sebelumnya menjadi tempat pencoblosan bagi Bupati PALI Heri Amalindo.

Usai melakukan pencoblosan, Ketua DPRD PALI ini sampaikan apresiasinya terhadap masyarakat yang telah menyalurkan hak pilihnya atau yang masih berada di TPS untuk mengantre.

"Yang belum sempat mencoblos tetapi sudah ada di TPS silahkan antri dengan baik. Yang belum datang silahkan secepatnya ke TPS," ajak Soemarjono.

Ketua DPRD juga menekankan agar masyarakat pemilih jangan Golput.

"Ini perata kita semua sebagai warga negara, jadi sukseskan dengan cara datang ke TPS dan salurkan hak pilih sesuai hati nurani. Beda pilihan tidak masalah, yang penting jaga kerukunan," imbuhnya. (sn)
Share:

Harga Cabe dan Bawang di PALI Melambung

PALI--Dibalik hingar bingarnya pesta demokrasi yang digelar pada Rabu (17/4), dimana seluruh mata tertuju pada persiapan serta pelaksanaan Pemilu, ada keluhan yang dialami masyarakat Bumi Serepat Serasan akan melonjaknya harga sejumlah jenis bahan pangan yang kenaikanya mencapai 100 persen.

Seperti pantauan media ini di Pasar Kalangan Desa Persiapan Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI pada Selasa (16/4). Harga bawang mencapai Rp 40.000/kg yang sebelumnya harga bawang merah hanya Rp 20.000/kg.

Tak hanya bawang merah, cabe merah dan cabe rawit juga ikut-ikutan naik, yang tadinya hanya Rp 24.000/kg, naik menjadi Rp 36.000/kg. Yang paling signifikan adalah ayam potong, sebelumnya dijual Rp 20.000/ekor, pada penjualan kali ini sudah menembus angka Rp 40.000/ekor.

"Terkejut ketika tanya harga, sebab bahan pangan yang wajib dibeli, seperti bawang dan cabe rupanya naik," terang Mardiana, warga setempat.

Diakui juga Rusi, warga lainya bahwa melonjaknya harga bahan pangan yang mencapai dua kali lipat tentu menyulitkan warga. Pasalnya penghasilan warga yang bergantung pada getah karet belum kunjung membaik.

"Minggu ini memang harga getah naik tipis, tetapi tidak membuat perekonomian kami bertambah karena lonjakan harga bahan pangan. Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk menekan harga Sembako," pintanya.

Terpisah, Suhaida, pedagang bawang merah dan sayuran di pasar tersebut mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan pangan bukan karena dipengaruhi Pemilu, tetapi memang saat dirinya mengambil barang di pemasok sudah naik.

"Mungkin juga akibat barang sedikit sementara permintaan banyak, yang akhirnya harga sayuran serta bahan pangan lainnya naik. Ditambah lagi jelang puasa yang biasanya banyak warga menggelar sedekah sambut bulan Ramadhan," terangnya.(sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts