Curi HP tukang Pabrik Tahu, Pria Bertato ini tak berkutik diamankan Polisi

PRABUMULIH – Rayendra Effendi (25 tahun) terpaksa diamankan Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur karena diduga terlibat kasus pencurian satu unit Handphone milik korban Sulaiman (21 tahun) warga jalan Bukit Lebar RT 03 RW 04 Kel.Majasari Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Pelaku merupakan warga jalan Tebat RT 04 RW 04 Kel. Majasari Kec. Prabumulih Timur Selatan Kota Prabumulih berhasil diamankan saat sedang berada di rumahnya, Senin (13/05/2019) sekitar pukul 21.30 WIB.

Pencurian tersebut sendiri terjadi di jalan Nias pabrik tahu Mas Arman Kel.Gunung Ibul Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih, sesuai laporan korban No :LP/B-/132/V/2019/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr, hari Rabu , (8/5/2019) pukul 20.00 WIB
"Pelaku Rayendra Effendi pencuri HP diamankan petugas Kepolisian Polsek Prabumulih Timur" 

Pelaku mengaku mengambil 1 unit handphone Oppo A7 warna biru cemerlang milik sdr. Sulaiman dan 1 unit handphone Oppo A3S warna merah milik sdr. Evan yang terletak di dalam lemari ruang tidur pabrik tahu Mas Arman, kemudian pelaku melarikan diri.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah, S.H membenarkan penangkapan pelaku Rayendra Effendi (25 tahun) akibat melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan 2 buah handphone.

Penangkapan pelaku berawal saat petugas dari Polsek Prabumulih Timur yang melakukan penyelidikan kasus pencurian tersebut mendapat informasi lokasi keberadaan pelaku di kawasan Kelurahan Majasari Kec. Prabumulih Selatan Kota Prabumulih, kemudian Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur langsung menuju ke lokasi tempat keberadaan pelaku di rumahnya dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

“Setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukan keberadaan barang bukti berupa 1 unit handphone Oppo A7 warna biru cemerlang milik sdr. Sulaiman ,” Ujar AKP Alhadi Ajansyah.

“Akibat ulahnya itu, tersangka akan diganjar pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara, saat ini juga petugas Polsek Prabumulih Timur sedang mencari barang bukti lainnya yaitu 1 unit handphone Oppo A3S warna merah milik sdr. Evan ” Ujar AKP Alhadi. (sn/bio)
Share:

Kemarau! DPRD Imbau Pemkot Prabumulih Salurkan Air Bersih Gratis

PRABUMULIH--Kota Prabumulih sejak beberapa pekan lalu tak kunjung diguyur hujan. Kondisi ini membuat sejumlah sumur warga yang berada di dataran tinggi kini mulai mengering. 

Terkait hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih menghimbau instansi terkait untuk mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau tersebut. 

Salah satunya adalah Perusahaan Daeran Air Minum (PDAM) untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Antisipasi kekeringan air sudah harus dilakukan jauh hari. Jangan saat kemarau datang baru persiapan," Ujar Deliani anggota komisi II, Senin (13/5). 

Salah satunya, kata Deliani, penyaluran air bersih, bagi masyarakat yang melakukan pembelian langsung ke PDAM haruslah dilakukan dengan teratur. 

"Harus sesuai prosedur, yang lebih dulu datang harus dilayani. Atau bisa juga dibatasi, sehingga semua bisa kebagian," ungkapnya.

Selain itu, bagi masyarakat kurang mampu. Pemkot Prabumulih juga harus memberikan air bersih secara gratis kepada masyarakat. Begitupun Lurah setempat harus pro aktif melaporkan titik rawan kekeringan kepada Pemerintah. 

"Agar tidak menimbulkan kecemburuan masyarakat lain, penyaluran air bersih  dipusatkan disatu titik seperti di Kelurahan. Dengan begitu pendistribusian air rata untuk masyarakat," terangnya.
Share:

Pemkab Adakan Pestifal Anak Yatim dan Duafa

MUARA ENIM-- Kehadiran bulan suci Ramadhan 1440 H, akan dijadikan Pemkab Muara Enim sebagai momen untuk memuliakan  anak yatim dan kaum dhuafa. Soalnya Pemkab Muara Enim selama bulan Ramadhan ini  akan menggelar festival anak yatim dan dhuafa mulai  21 Mei nanti di Masjid Jami PTBA, Tanjung Enim.

               Wakil Bupati Muara Enim H. Juarsah, mengatakan Festival Anak Yatim dan Dhuafa merupakan Festival ke-6 dari 25 rangkaian Colorful Muara Enim Festival Tahun 2019. "Festival Anak Yatim dan Dhuafa merupakan salah satu dari berbagai bentuk kepedulian kita untuk memuliakan mereka serta untuk mempererat tali sillaturahmi antara kaum muslimin dan muslimat,"kata Juarsah disela memimpin rapat persiapan bersama OPD terkait, pekan lalu.

              Dijelaskanya, rencana pelaksanaan Festival, akan dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan Mei tepatnya tanggal 21 Mei 2019berlokasi di di Masjid Jami' PTBA Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul. "Festival ini akan diikuti kurang lebih oleh 2000 Anak Yatim dan Dhuafa se-Kabupaten Muara Enim,"ujarnya.

           Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman selaku Ketua Panitia Festival,  A. Yani Herianto, MM menambahkan bentuk Festival yang akan dilaksanakan, Lomba Da'i Cilik, Lomba Marawis, Lomba Puitisasi Al-Quran dan Lomba Hapalan Surat Pendek.

           Serta, lanjutnya, dimeriahkan juga dengan Lomba Mewarnai dan Menggambar Se-Kecamatan Lawang Kidul, Game, Puzzle serta akan ada juga Bazar Islami. Selain itu, juga diisi pula kegiatan berbuka Puasa bersama. Sedangkan untuk Pendaftaran di mulai dari Tanggal 08 s.d 17 Mei 2019 bisa menghubungi Masjid Jami' PTBA Cq. Badrusalam HP.08211103678 dan BAZNAS Muara Enim Cq. Restiana H

              "Mudah-mudan, Festival Anak Yatim dan Dhuafa nanti akan sukses sesuai dengan apa yang kita rencanakan dan kita harapkan, semoga langkah-langkah kita untuk menyukseskan Festival ini akan mendapatkan ridho dari Allah SWT,"harapnya.
Share:

Tunggu Petunjuk Pusat, THR PNS Muara Enim Belum Bisa Dibayarkan

MUARA ENIM--Meski Pemkab Muara Enim telah mengalokasikan anggaran APBD tahun 2019 sebesar Rp 1,35 miliyar untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13  sekitar 8000 PNS di lingkungan Pemkab Muara Enim, namun dana tersebut belum bisa dibayarkan.

                Soalnya Pemkab Muara Enim masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat mengenai tehnis pembayaran THR dan gaji ke 13tersebut. Itu terkait diterbitkannya Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2019 tentang pemberian tunjangan hari raya kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara dan penerima pensiun atau tunjangan.

               Sesuai ketentuan PP tersebut tatacara pembayaran THR dan gaji ke 13tersebut harus diatur dengan Peraturan Daerah (Perda).

             “Kita sudah siapkan anggarannya pada dana APBD tahun 2019, untuk pembayaran THR dan gaji ke 13 PNS tersebut, namun sesuai ketentuan PP tersebut, pencairannya harus diatur melalui Peraturan Perda. Jika harus pakai Perda tentunya prosesnya akan lama. Karena pembuatan Perda memakan waktu yang cukup lama,” jelas Sekretaris Daerah Pemkab Muara Enim, Ir H Hasanudin Msi didampingi Kepala Bappeda Pemkab Muara Enim, H Ramlan Suryadi, Senin (13/5).

          Untuk itu, lanjutnya, Pemkab Muara Enim belum bisa mencairkan dana THR dan gaji ke 13 tersebut karena masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

              “Kita menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terhadap PP 36 tahun 2019 itu. Saya yakin pemerintah pusat akan mencarikan solusinya,” jelas Sekda.

          Pemkab Muara Enim, lanjutnya telah menyiapkan dana APBD tahun 2019 untuk pembayaran THR dan gaji ke 13untuk 8000 PNS di lingkungan Pemkab Muara Enim dengan total anggaran sekitar Rp 1,35 miliyar.

           Menurutnya, pada tahun sebelumnya, pencairan anggaran THR dan gaji ke 13PNS cukup menunggu petunjuk dari Menteri Dalam Negeri, tidak perlu melalui Perda. “Sebenarnya anggaran THR dan gaji ke 13 itu kan sudah dimasukkan dalam Perda APBD pada saat disahkan, kenapa harus diatur melalui Perda lagi pencairannya. Tentunya jika diatur melalui Perda makan akan terjadi dobel Perda,” tegasnya.

               Dijelaskannya, uang THR dan gaji ke 13yang akan diterima PNS nantinya  penuh yakni gaji pokok ditambah dengan tunjangan tunjangan tanpa ada potongan. “Makanya anggaran THR dan gaji ke 13itu besar garena yang dibayarkan gaji pokok termasuk tunjangan tunjangan yang diterima PNS setiap bulannya tanpa ada potongan,” tegasnya.
Share:

Pemilu Sudah Berlalu, Warga PALI Kembali Bersiap Laksanakan Pilkada

PALI--Bagi masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali harus bersiap menyongsong pesta demokrasi pada tahun 2020 mendatang, kali ini untuk memilih Bupati dan wakil Bupati PALI.

Meski pelaksanaan di tahun 2020, tetapi tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di PALI  akan dimulai pada tahun 2019 ini.

Hal itu dikatakan langsung ketua KPUD PALI Fikri Ardiansyah. Dijelaskannya, untuk tahapan diperkirakan akan dimulai pada bulan Agustus 2019 nanti.

"Mungkin mulai bulan Agustus sudah tahapan penyusunan program kegiatan," ungkapnya, Senin (13/5).

Disinggung lebih lanjut mengenai masa pendaftaran calon dan lainnya, Sekretaris DPD KNPI PALI periode 2015-2018 itu belum bisa memberikan keterangan, karena masih menunggu PKPU terkait pelaksanaan Pilkada serentak 2020 mendatang.

"Belum bisa dijelaskan, karena kita masih menunggu PKPU nya," tutupnya. (sn)
Share:

Satu tongkrongan Miras Ciu, Pemuda ini dikeroyok dan ditusuk 6 lobang

"Kedua pelaku diamakan polisi yang menusuk teman sendiri akibat adu mulut"
PRABUMULIH – Polsek Prabumulih Timur pimpinan AKP Alhadi Ajansyah S.H berhasilkan mengamankan dua orang laki-laki yang diduga terlibat kasus pengeroyokan terhadap korban Maryadi (22 tahun) yang merupakan warga jalan Nigata RT 03 RW 02 Kel. Prabujaya Kec. Pbm Timur Kota Prabumulih, Minggu (12/5/2019) sekira pukul 22.30 WIB.

Pelaku yang belakangan diketahui bernama Dwik Hidayat (22 tahun) yang merupakan warga jalan Prof M.Yamin RT. 07 RW. 03 Kel. Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih dan Adi Saputra warga jalan Mayor Iskandar Kel. Mangga Besar Kec. Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Kejadian pengeroyokan tersebut sendiri terjadi pada saat pelaku nongkrong di jalan Nigata Perumahan Dokter Rahman Kel.Prabujaya Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih sambil minuman keras jenis Arak (ciu) bersama korban, pada saat itu terjadi cekcok mulut sehingga menyebabkan pelaku tersinggung, kemudian pelaku langsung mencabut pisau dan langsung menikam korban ke arah punggung sehingga mengakibatkan korban mengalami luka tusukan sebanyak 6 lubang di bagian punggung korban.
"Korban An.Maryadi yang dikeroyok dua teman nongkrong saat terjadi adu mulut dengan dua rekannya"

Kedua pelaku diamankan pada hari Minggu (12/5/2019) sekira pukul 22.30 WIB berawal saat Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansah SH & Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Timur Ipda Hendra Jaya  melakukan pendekatan kepada kedua keluarga pelaku dan menyarankan kepada keluarga untuk menyerahkan pelaku kepada petugas kepolisian, tidak lama kemudian kedua pelaku diserahkan oleh keluarganya.

Selanjutnya kedua pelaku diamankan ke Polsek Prabumulih Timur guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah S.H membenarkan penangkapan kedua pelaku.

" Kedua pelaku sudah diamankan di Polsek Prabumulih Timur guna dilakukan penyidikan lebih lanjut dan diancam pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan " Ujar AKP Alhadi (sn/bio)
Share:

Dua Hari, Pemuda Prabumulih Kumpulkan Rp 2,5 Juta Sumbangan untuk Palestina

PRABUMULIH--Sebagai bentuk kepedulian rakyat Palestina atas serangan Israel dibulan suci Ramadhan ini, tim Sinergi Sriwijaya Peduli Kota Prabumulih bersama anak-anak muda Kota Prabumulih menggelar penggalangan dana untuk Palestina. 

Kegiatan ini berlangsung satu minggu. Dimana sebelumnya hari Sabtu (11/5) di simpang Patung Kuda Kelurahan Muara Dua dan Minggu (12/5) di Lampu Merah dekat Pertamina Kelurahan Prabumulih Kota Prabumulih.

Perwakilan tim koordinat Sinergi Sriwijaya Peduli Kota Prabumulih, Riko Perdian mengatakan penggalangan dana dilakukan untuk memenuhi kebutuhan rakyat di Palestina agar dapat makan sahur dan berbuka seperti masyarakat lain yang ada di Indonesia. 

"kami selaku tim Sinergi Sriwijaya Peduli Kota Prabumulih bersama anak-anak muda Kota Prabumulih yang tergabung dalam anak-anak GRPB, FBI, IRKOP, Karang Taruna kelurah Tanjung Rambang, LDK STEI AL-FURQON Dan Bonvika  yang turut andil dalam penggalangan dana untuk saudara-saudara kita yang ada di Palestina," ujar Riko Perdian di Prabumulih, Senin(13/5). 

Riko Perdian menuturkan bahwa penggalangan dana dilakukan dengan ikhlas sebagai bentuk kepedulian kepada sesama umat Muslim. RIko mengajak masyarakat kota Prabumulih yang ingin bergabung, untuk membuat agenda penggalangan dana yang akan dilakukan. 

"Kami sangat menerima dengan lapang hati, karena kami disini tidak ada namanya dibayar. Kami ingin merubah tradisi dari dulunya anak-anak muda Kota Prabumulih sering keluyuran gak keruan pada saat Menunggu Bedug magrib,  supaya bisa saling membantu sesama umat manusia," tuturnya.

Lebih jauh Riko menerangkan kegiatan yang sama akan terus digelar selama sepekan. "Kami juga akan bagi-bagi takjil di Kota Prabumulih kota," terangnya.

Riko mengatakan semoga kegiatan tersebut bisa mengetuk pintu hati masyarakat kota Prabumulih supaya bisa berdonasi untuk Palestina. "Dengan demikian supaya bisa membuat saudara kita yang ada di balita bisa makan sahur dan berbuka seperti kita yang ada di Indonesia," beber Riko sembari menambahkan bagi masyarakat yang ingin menyumbang bisa melalui rekening BRI Syariah : 1042807113 atas nama Riko Perdian.
Share:

Bayar pett Listrik PLN di Bulan Ramadhan Uji Kesabaran Warga PALI

"Foto : ilustrasi /mudanews"
PALI - ‎Ujian umat muslim di Bumi Serepat Serasan pada bulan suci Ramadhan rupanya bukan hanya menahan lapar dan haus saja, tetapi ketika listrik PLN mati yang sering terjadi saat warga berpuasa bahkan pernah saat hendak berbuka dan makan sahur mengalami gelap gulita menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat untuk menahan ocehan dan sumpah serapah terhadap petugas PLN yang seharusnya menjaga dan menjamin listrik terus menyala.

"Seharusnya pihak PLN meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan. Karena dari dulu sampai kini  tidak ada perubahan yang berarti. Alasan mereka mematikan aliran listrik, pasti karena gangguan. Jadi jangan salahkan pelanggan kalau mereka sering menumpahkan kekesalannya secara lisan maupun melalui media sosial," ungkap Harmoko, warga Tempirai, Minggu (12/5).

Karena, diakui Harmoko, ketika mati lampu, bukan hanya gelap gulita, tetapi berimbas juga pada sinyal Handphone (HP) yang turut mengalami gangguan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

"Terkadang saat penting hendak menghubungi keluarga, sinyal putus karena listrik padam. Bahkan tidak jarang, rezeki lewat karena jaringan internet lelet. Kami telah melayangkan surat terbuka terhadap Bupati, DPR dan pihak terkait lainnya agar mengevaluasi kinerja PLN," tukasnya.

Menanggapi permasalahan ini, selain pihak PLN, juga pihak provider dari Telkomsel, turut angkat bicara. Pihak Telkomsel mengklaim bahwa servis tingkatan kuat atau tidaknya sebuah jaringan HP memang tergantung dari pasokan listrik PLN.

Melalui Coorporate Communication Sumbagsel Telkomsel, Gumilar mengatakan, bahwa tower Telkomsel (Satuan Daya) atau disebut BTS kekuatannya masih harus terkoneksi dengan jaringan PLN.

Dimana, BTS membutuhkan listrik untuk mengoperasionalkanya, sehingga jika pasokan listrik padam, maka secara otomatis‎ sinyal juga akan mati atau tidak bekerja dan mengalami gangguan servis jaringan.

"Memang BTS Power kita koneksinya tergantung dari PLN.
Kalau listrik padam jaringannya akan off juga, meski kita ada pasokan batre sendiri, namun kemungkinan hanya bisa bertahan 2-3‎," ungkap Gumilar.


‎Meski begitu lanjutnya, selain memiliki Genset khusus guna mengantisipasi pemadaman listrik, pihak Provider Telkomsel juga memiliki program (MBP) Mobile Backup Power.

Proses kerja MBP ini membekap seperti batre. Hanya saja ketahanannya maksimal 1-2 jam guna mengantisipasi sementara jika listrik padam.

"Dari itu, kita selalu berkoordinasi dengan pihak PLN untuk mengoperasionalkan jaringan kita, sehingga sama-sama lancar," jelasnya. ‎

Terpisah, Tasili Manager PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Pendopo memberikan alasan bahwa jarak gardu induk (GI) yang jauh dari pusat ibukota PALI.

"Kita tidak punya gardu induk, saat ini jaringannya masih tersambung di wilayah Gunung Megang Muara Enim sekitar 56 KM jaraknya kesini. Kita ada rencana membangun gardu induk PLN di simpang Belimbing, namun tinggal menunggu kapan pelaksanaannya," kata Tasili.


Selain itu, ditambahkan Tasili bahwa adanya tanam tumbuh yang roboh saat cuaca buruk dan menimpa kabel listrik menjadi gangguan yang menyebabkan matinya aliran listrik.

"Banyak juga faktor alam, seperti adanya hewan dan pohon yang tersangsut pada kabel listrik, yang menyebabkan pemadaman. Dalam mengatasi hal tersebut, dalam satu bulan sekali, kita melakukan pemangkasan dahan pohon yang dirasa menggangu arus kabel listrik," pungkasnya. (sn)
Share:

Dishub Bakal Lakukan Tindakan Tegas Kalau MHP Molor Kerjakan Perbaikan Jalan Simpang Raja

PALI - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal menindak PT Musi Hutan Persada (MHP) apabila pekerjaan perbaikan jalan poros Simpang Raja-Jerambah Besi Kecamatan Talang Ubi terutama yang dilalui armada pengangkut kayu milik PT MHP yang saat ini tengah diperbaiki perusahaan itu molor dari target.

Melalui Plt Kepala Dishub Palu, Slamet Suhartopo bahwa sudah banyak keluhan warga yang diterimanya terkait pekerjaan perbaikan jalan tersebut yang dinilai lelet dan kurang serius dilakukan pihak MHP.

Banyak warga mendesak Dishub PALI agar menghentikan sementara aktivitas mobilisasi angkutan kayu selama perbaikan belum selesai. Pasalnya, lebih dua bulan, perbaikan jalan yang rusak parah akibat hilir mudik angkutan kayu tidak kunjung selesai dan memperparah kerusakan jalan yang telah mulus di cor beton pemerintah Kabupaten PALI berimbas terhambatnya aktivitas warga.

"Dari keterangan pihak MHP melalui perwakilannya, Pak Mutakabir bahwa target pekerjaan perbaikan jalan yang hanya sepanjang 962 meter selesai pada 21 Agustus 2019, maka kami akan pantau dan tunggu janji itu. Apabila molor, kita akan tindak," tandas Suhartopo, Senin (13/5).

Untuk tindakan penghentian sementara aktivitas armada pengangkut kayu, Suhartopo mengatakan pihaknya belum ada rencana kearah sana. Sebab menurutnya, pihak perusahaan saat ini tengah bekerja melakukan perbaikan.

"Tetapi kalau molor dan terkesan semaunya, kita tindak tegas. Namun kalau saat ini, biarkan mereka (pihak MHP) bekerja," tegasnya.

Mengetahui pihak MHP hanya mengerjakan perbaikan kurang separuh jalan yang rusak, Pidin, warga pengguna jalan asal Tanah Abang menyayangkan kalau sebesar perusahaan itu tidak mampu memperbaiki keseluruhan jalan yang rusak akibat mobilisasi angkutan kayu, dimana panjang jalan yang dilalui perusahaan itu hanya kurang lebih 2,5 KM.

"Sepatutnya perusahaan itu malu melihat kondisi jalan yang hancur lebur, bahkan sempat putus. Sementara perbaikan hanya mampu 900 meter lebih. Padahal puluhan angkutan kayu setiap hari lalu lalang di jalan yang telah dibangun pemerintah untuk rakyatnya. Kalau demikian, lebih baik MHP buat jalan sendiri apabila hanya bisa numpang lewat saja, dan jangan ganggu aktivitas warga, karena jalan itu merupakan urat nadi perekonomian masyarakat," cetus Pidin.

Sebelumnya, perwakilan PT MHP, Mutakabir SH saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) menyebut bahwa pekerjaan perbaikan jalan direncanakan rampung 21 Agustus 2019.

"Terdapat 44 point perbaikan di ruas jalan cor tersebut dengan lebar 5.126,75 M2 dan Panjang 962 M. Ditargetkan 21 Agustus 2019 sudah selesai pekerjaan , saat ini sudah berjalan 30% proses pekerjaan ( 40 hari kerja ) sdh berjalan. Umur beton 21-28 hari dan volume beton 1.026 m3 . Faktor cuaca menjadi faktor utama pendukung percepatan perbaikan jalan tersebut," terang Mutakabir yang sering di sapa Obby.
Share:

IPEMI Prabumulih Gelar Buka Bersama Anak Panti

PRABUMULIH--Bulan suci Ramadhan merupakan momen untuk umat Islam mencari pahala dan saling berbagi. Hal itu pula yang dilakukan oleh Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) kota Prabumulih. 

Momen jumat berkah kemarin (10/5) dimanfaatkan IPEMI berbagi dengan mengajak anak panti asuhan Riyadhul Kholisin berbuka puasa bersama di rumah makan pondok bambu. 

"Alhamdulillah, kita diberi kesempatan mengajak anak-anak panti asuhan untuk makan bersama," Ujar Ketua IPEMI kota Prabumulih Siska Amelia Nasril.

Siska berharap kegiatan berbagi dengan sesama dibulan suci Ramadhan ini dapat meningkatkan rasa peduli IPEMI dengan sesama. 

"Ramadhan ini adalah momentum untuk meningkatkan ibadah serta berlimpah berkah," ungkapnya.

Dari pantauan, acara buka bersama kemarin diisi dengan tausyiah dari H Lukman Hakim Idrus. Dalam Tausyiahnya H Lukman menyampaikan bahwa bulan Ramadhan memang merupakan bulan baik untuk berbagi dan berlomba mencari amal kebaikan. 

"Mudah-mudahan apa yang dilakukan IPEMI mendapat ganjaran pahala dari Allah," terangnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts