Motor Guru dan Soal Ujian Digasak Begal, Pelajar Kelas 1-5 SDN 34 Talang Ubi Tunda Ujian

PALI - Kejadian naas yang menimpa dua guru SDN 34 Talang Ubi yang hendak pergi mengajar tetapi dihadang dua pelaku begal di jalan Sungai Mang Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin pagi (20/5) sekitar pukul 07.00 WIB, selain menyisakan trauma yang dalam bagi korban juga aktivitas pelajar SDN 34 Talang Ubi yang sejatinya pada Senin ini harus ujian bagi kelas 1 sampai kelas 5 terpaksa tertunda. 

Pasalnya, selain sepeda motornya dirampok kawanan begal,  Mu'Awiyah (25) guru CPNS asal Gelumbang Muara Enim yang baru beberapa bulan mengajar di sekolah tersebut juga kehilangan ratusan lembar soal ujian untuk pelajar SD kelas 1 sampai kelas 5, yang dibawa dalam tas milik Kristina (29) yang saat itu beriringan menggunakan sepeda motor lain. 

Diceritakan Mu'Awiyah, bahwa kejadian yang membuatnya trauma dan takut lagi mengendarai sepeda motor seorang diri. Sekitar pukul 06.45 WIB, dirinya keluar rumah kosnya, di wilayah Pal3 Desa Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi untuk menuju sekolah tempat dirinya mengajar di Desa Suka Damai. 

Mu'Awiyah pergi ke sekolah bersama temannya Kristina menggunakan dua buah sepeda motor dengan beriringan. Posisi Mu'Awiyah dibelakang Kristina. Saat di TKP, yakni di Jalan Sungai Mang, tepatnya di jalan yang sedikit rusak, Mu'Awiyah maupun Kristina memperlambat laju kendaraannya. 

Tetapi betapa terkejutnya, saat kendaraan yang dibawanya ditabrak secara tiba-tiba dari arah samping oleh dua orang tidak dikenal. Beruntung, saat ditabrak, Mu'Awiyah tidak mengalami cedera, hanya saja laju kendaraannya tidak bisa lagi berjalan, lantaran satu pelaku yang membawa sepeda motor langsung melintangkan motornya didepan Mu'Awiyah. 

Salahsatu pelaku langsung turun dan mencabut parang kemudian meminta sepeda motor Mu'Awiyah, serta mengancam akan membacoknya apabila tidak diberikan. Tentu saja, Mu'Awiyah berusaha mempertahankannya dan sempat tarik menarik sepeda motor tersebut. 

Sementara, Kristina yang mengetahui temannya hendak dirampok, sempat tancap gas untuk meminta pertolongan. Namun, karena jalanan saat itu sangat sepi memutuskan untuk memutar arah kembali ke TKP, karena khawatir temannya dicelakakan oleh kewanan perampok. 

Saat kembali lagi ke TKP, Kristina melihat Mu'Awiyah tengah tarik tarikan sepeda motor dengan dua pelaku begal tersebut, dan salahsatu pelaku mengayun-ngayunkan parang hendak membacok Mu'Awiyah. 

Karena merasa terancam, Mu'Awiyah berlari kearah Kristina yang baru saja kembali lagi. Namun, kedua pelaku mengejar Mu'Awiyah, lalu menghalangi kendaraan Kristina lalu meminta tas yang dibawa Kristina. 

Sempat dijelaskan Kristina bahwa tas tersebut tidak ada isi barang berharga  hanya soal ujian, tetapi kedua perampok itu memaksa dan kembali mengayun-ngayunkan parangnya sembari mengancam akan membacok kedua guru tersebut. 

"Karena ketakutan, terpaksa kami berikan tas dan motor aku. Kemudian kedua pelaku yang semuanya tidak menggunakan topeng itu kabur kearah keluar atau arah Maju Jaya," terang Mu'Awiyah saat ditanyai media ini di Mapolsek Talang Ubi ketika membuat laporan. 

Setelah kejadian, kedua guru itu menuju Kantor Dinas Pendidikan melaporkan bahwa soal ujian turut dirampok. "Dari dinas, disarankan membuat laporan polisi. Untuk anak-anak pelajar kelas 1 sampai kelas 5 ujiannya tertunda dan telah kami serahkan ke Kepala Sekolah serta dinas pendidikan," tutupnya dengan wajah masih terlihat shock. 

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah menegaskan pihaknya telah lakukan olah TKP serta kasus tersebut dalam penyelidikan. 

"Kita telah kumpulkan keterangan saksi, saat ini pelaku dalam pengejaran," tandasnya. (sn)
Share:

Mau Piagam Bintang BBPOM, Sekolah Wajib Hadirkan Kantin Makanan Sehat

MUARA ENIM - Sebanyak 72 sekolah tersebar di Kabupaten Muara Enim bersaing merebut piagam bintang keamanan pangan dari Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) kota Palembang.

Piagam tersebut hanya diberikan kepada sekolah yang berhasil menghadirkan kantin yang menyajikan makanan sehat, bergizi serta aman.

Balai Besar BPOM Kota Palembang menggelar bimbingan teknis (bimtek)  Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang digelar di Balroom Hotel Griya Sintesa, kota Muara Enim, Senin (20/5).  Bimtek dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Muara Enim H Juarsah.

Kepala Balai Besar BPOM Kota Palembang, Harda Ningsi mengatakan piagam bintang akan dihadirkan untuk memotivasi sekolah-sekolah,  supaya hanya menyajikan makanan-makanan sehat serta aman bagi anak-anak ataupun pelajar.

"Tentu saja sekolah harus memenuhi syaratnya yakni dari aspek kesehatannya baik, brgizi dan aman. Pangan tersebut dijual bersih maupun higienis dikantin maupun pedagang disekeliling sekolah,"kata Harda.

Saat ini BBPOM, lanjutnya diberi tugas mengawasi dan mensosialisasikan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di 989 sekolah di Sumsel."kebetulan di Muara Enim mendapat kesempatan 72 sekolah terdiri SD 46 sekolah, SMP 16 sekolah serta SMA 11 sekolah,"ucapnya.

Menurutnya, pengan dan jajanan anak di sekolah sangat penting mendapat perhatian. Karena anak mendapat energi dan kecerdasan dari pangan tersebut. Dia pun meminta supaya sekolah segera membentuk tim keamanan pangan yang tugasnya menyelenggarakan kegiatan keamanan pangan di sekolah.

"Pastinya dukungan support dari pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama kelanjutam program ini, program juga dapat diteruskan oleh dinas pendidikan dan kesehatan setempat,"urainya.

Sementara Wakil Bupati H Juarsah menegaskan siap mendukung langkah BBPOM yang ingin memastikan jajanan anak sekolah di Sumsel termasuk Kabupaten Muara Enim sehat dan aman.

"Pemkab Muara Enim sangat mendukung terciptanya keamanan pangan untuk kantin sekolah, diharapkan bimtek ini menjadikan sekolah menetapkan prinsip dasar keamanan pangan untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas atau sesuai visi Merakyat,"pungkasnya.
Share:

Mau Maju, Puskesmas Harus Bisa Mengatur Keuangan

MUARA ENIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menargetkan pengelolaan seluruh puskesmas diwilayahnnya dengan sistem badan layanan umum daerah (BLUD). Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim H Hasanudin disela kegiatan workshop persiapan dan penerapan BLUD puskesmas Kabupaten Muara Enim di ballroom Hotel Grand Zuri Muara Enim, Senin (20/5).

"Tahun 2020, seluruh puskesmas di Muara Enim dicoba terapkan pola BLUD, kita ingin penerapannya sekaligus karena persiapan terus dimatangkan,"kata Sekda.

Sekda mengungkap ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi sebelum dijadikan BLUD. Di antaranya, harus memiliki sumber daya manusia (SDM), manajemen pengelolaan keuangan, dan faktor-faktor lainnya.
Adapun manfaat upaya pembentukan puskesmas BLUD tersebut, terang Sekda untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

”Ketika ada kekurangan bahan atau alat, bisa dilakukan secara mandiri. Dengan catatan, mengacu pada aturan perundang-undangan yang ada,” tukasnya.

Selain itu, penerimaan puskesmas yang menerapkan BLUD tidak akan masuk APBD, melainkan akan dikelolah secara mandiri.

"Jadi managemen mandiri sangat dibutuhkan disini, keberhasilan atau kemajuan puskesmas tergantung baik-buruknya pengelolaan masing-masing,"ucapnya.

Meski demikian, Sekda memastikan puskesmas juga tetap mendapati pengawasan dan evaluasi baik dari Pemda maupun lembaga konsultan.  "Kalau diperiukam biaya mendorong BLUD, silahkan aja ajukan,"sebutnya.

Lebih lanjut, Sekda mengharapkan penerapan BLUD dapat menjadikan puskesman kreatif serta mandiri dalam memajukan pelayanan kepada masyarakat.

"Silahkan berkreasi, bisa saja gandeng swasta atau sebagainya, karena puskesmas berhak mengatur, melaksanakan hingga mengevaluasi sendiri,"pungkasnya.
Share:

Hendak ke Sekolah, Guru Cantik di PALI Jadi Korban Begal

PALI--Guru SD kembali jadi sasaran aksi begal yang terjadi pada Senin pagi (20/5) sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Sungai Mang, Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Kali ini korbannya guru SDN 34 Talang Ubi, Mu'Awiyah S.Pd (25) yang hendak mengajar.

Dari data yang berhasil dihimpun media ini bahwa korban tengah mengendarai sepeda motornya menuju SDN 34 bersama temannya, Kristina (29) yang juga mengendarai sepeda motor berbeda dengan cara beriring-iringan.

Tetapi saat di TKP, korban tiba-tiba ditabrak dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor dari arah samping membuat korban menghentikan kendaraannya.

"Kedua pelaku tidak menggunakan topeng. Setelah menabrak aku, satu pelaku turun dan mencabut sebilah parang lalu mengancam akan membacok apabila tidak menyerahkan sepeda motor yang aku bawa," ungkap Mu'Awiyah, saat ditanyai media ini di Mapolsek Talang Ubi.

Mengetahui dirinya dirampok, kemudian teman korban, Kristina menancap gas meminta pertolongan, tetapi kondisi jalan saat itu sangat sepi membuat Kristina memutuskan memutar arah menuju TKP.

"Tetapi saat Kristina kembali, pelaku belum pergi, karena aku berupaya mempertahankan sepeda motor aku. Kemudian, saat Kristina datang, salahsatu pelaku memaksa meminta tas yang dibawa kristina, yang isinya soal ulangan," tukasnya.

Karena ketakutan, akhirnya sepeda motor jenis Honda Scupy warna biru milik Mu'Awiyah dan tas milik Kristina berisi soal ujian direlakan dibawa kabur dua pelaku.

"Pelaku kabur ke arah Pal 3 Maju Jaya. Dan setelah itu aku laporkan kejadian itu ke Polsek Talang Ubi," ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan melalui Kanit Reskrim, Ipda M Arafah bahwa pihaknya telah lakukan olah TKP.

"Saat ini kita tengah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan langsung melakukan pengejaran," tandasnya.
Share:

Dewan Segera Panggil MHP dan Dinas PU terkait Perbaikan Jalan Simpang Raja

PALI - Perbaikan jalan poros Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi yang saat ini dikerjakan pihak PT Musi Hutan Persada (MHP) karena menjadi rute utama angkutan kayu milik perusahaan itu, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Dewan PALI menekankan pihak MHP agar serius dalam pengerjaan perbaikan untuk disesuaikan dengan bobot angkutan logging.

Karena sudah banyak keluhan warga yang biasa menggunakan jalan tersebut terkait rusaknya jalan itu, sementara perbaikan yang dilakukan pihak perusahaan dinilai warga lelet dan teknis pelaksanaan dianggap salah.

"Dinas PU seharusnya mendampingi, agar pelaksanaan pekerjaan perbaikan tidak asal-asalan. Warga banyak mengeluh karena jalan semakin hancur meskipun tengah diperbaiki," ujar H Soemarjono, Ketua DPRD PALI, Senin, (20/5).

Dalam waktu dekat ini, ditegaskan Ketua DPRD bahwa pelaksana atau pihak MHP dan Dinas PU bakal dipanggil. "Kami akan pangggil pelaksana dan dinas PU, kami ingin memastikan bahwa pekerjaan perbaikan jalan yang telah dibangun Pemkab PALI yang saat ini rusak karena aktivitas MHP, sesuai ketentuan agar tidak ada keluhan lagi dari masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Jhon (35) salahsatu warga Tanah Abang yang sering berlalu lintas di jalan tersebut meminta agar pihak MHP mengevaluasi proses pekerjaan perbaikan jalan tersebut.

Diakuinya bahwa sering kali terjadi kemacetan akibat adanya armada logging yang terjebak lubang, yang tentunya menghambat seluruh aktivitas. Dirinya juga meminta pihak MHP untuk melakukan penyiraman jalan dari Simpang Raja sampai simpang jalan logging, karena debu tebal sering terhirup warga terutama pengendara sepeda motor ketika berlintasan armada logging.

"Alat berat selalu bolak balik di jalan tersebut membuat jalan tambah hancur, belum lagi puluhan armada logging kulu kilir setiap hari, membuat perbaikan jalan molor tak kunjung selesai, juga menimbulkan debu tebal. Tolonglah pada pihak MHP untuk crosscek kelapangan, benahi agar seluruh aktivitas baik warga dan perusahaan lancar," ungkap Jhon.


Sebelumnya, perwakilan PT MHP, Mutakabir SH saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) menyebut bahwa pekerjaan perbaikan jalan direncanakan rampung 21 Agustus 2019.

"Terdapat 44 point perbaikan di ruas jalan cor tersebut dengan lebar 5.126,75 M2 dan Panjang 962 M. Ditargetkan 21 Agustus 2019 sudah selesai pekerjaan , saat ini sudah berjalan 30% proses pekerjaan ( 40 hari kerja ) sdh berjalan. Umur beton 21-28 hari dan volume beton 1.026 m3 . Faktor cuaca menjadi faktor utama pendukung percepatan perbaikan jalan tersebut," terang Mutakabir yang sering di sapa Obby. (sn)
Share:

Jual Sabu dan Miliki Senpira, Kades Muara Meo Digaruk Petugas

MUARAENIM - Mendapat informasi dari masyarakat bahwa rumah tersangka Fajasa Abdu (37) yang  kerap dijadikan tempat transaksi narkoba, Petugas ResNarkoba Polres Muara Enim langsung mendatangi dan mengamankan tersangka di rumahnya di Dusun I Desa Muara Meo Kecamatan Tanjung Agung pada, Jumat (17/5).

Sebelum melakukan penggerbekan, petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian dan pemgumpulan informasi. Setelah mendapatkan informasi yang valid, petugas menangkap tersangka di rumahnya dan melakukan penggeledahan dengan menemukan barang bukti berupa sabi seberat 8,1 gram dan senjata api rakitan (senpira) beserta amunisi.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juono melalui Wakapolres, Kompol Ari Drajat didampingi Kasat Narkoba, AKP I Putu Suryawan mengatakan, dari iniformasi yang didapat, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi. Setelah dirasa cuku, petugas langsung menggerbek dan mengamankan tersangka.

“Tersangka sudah lama menjual narkoba. Dan ini menjadi keresahan warga. Bagai mana tidak, tersangka ini merupakan Kepala Desa (Kades) Muara Meo. Dari itulah kita langsung melakukan tindakan,” ujarnya.

Dari pemggerbekan, selain mengamankan narkoba yang diduga sabu, petugas juga mengamankan senpira laras panjang dan amunisi, serta handphone yangvkerap dijadikan alat komunikasi penjualan serta kendaraan roda empat milik tersangka.

“Tersangka kita kenakan tiga pasal yakni, 114, 112, 127 tentang narkotika dan UU darurat tentang kepemilikan senjata api. Saat ini terangka sudah kita amankan dan akan dilakukan proses hukum terhadap tersangka,” pungkasnya. (sn)
Share:

Kejaksaan dan Pertamina EP Asset 2 Tandatangani Kerjasama Pengamanan Aset Negara

PRABUMULIH--Pertamina EP Asset 2 dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama Kejaksaan Negeri di Wilayah Kerja Asset 2 tandatangani kerjasama terkait Pengamanan Aset Negara dan Kerjasama Bidang Perdata dan  Bidang Tata Usaha Negara.

Penandatangan dilakukan oleh Empat Field Manager di Asset 2; Prabumulih Field, Adera Field, Pendopo Field dan Limau Field beserta General Manager dengan Kepala Kejaksaan Negri Muara Enim, PALI, Prabumulih, Lubuk Linggau, Ogan Ilir dan Musi Banyuasin. 

Penandatanganan kerjasama dilakukan di Hotel Arista Palembang, Kamis (17/5/2019).
Hari sebelumnya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan bersama PT Pertamina EP telah melakukan rapat koordinasi dan diskusi terkait kendala-kendala hukum yang saat ini menghambat operasional                          PT Pertamina EP Asset 2 dalam melaksanakan tugas negara. Dalam rapat tersebut Kejaksaan Tinggi melalui Kejaksaan Negeri akan mendukung kepada PT Pertamina EP Asset 2 dalam pengamanan aset dan memberikan pendampingan sengketa hukum terkait perkara perdata dan perkara tata usaha negara. 

“Kami sebagai instansi penegak hukum memiliki kesamaan tujuan dengan Pertamina EP, yaitu melindungi dan menyelamatan aset-aset negara dari penguasaan oknum-oknum kriminal. Kejaksaan juga berperan untuk melakukan tindakan preventif terhadap potensi penyimpangan hukum dalam pelaksanaan proyek strategis nasional, terutama yang menyangkut hukum bidang perdata dan bidang tata usaha negara” jelas Ali Mukartono, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel pada saat memberikan arahan.

Sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN) juga memiliki kewenangan untuk memberi bantuan hukum dan tindakan hukum lain yaitu menjadi fasilitator, mediator atau konsoliator bila terjadi perselisihan antara PT Pertamina EP selaku anak perusahaan dari Badan Usaha Milik Negara PT Pertamina Persero dengan pihak-pihak lain.

PT Pertamina EP Asset 2, yang melaksanakan kegiatan di Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen dalam menjalankan kegiatan operasi hulu migas tetap tunduk dan taat dengan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga dapat memberikan dampak positif kepada lingkungan, masyarakat dan negara. Namun dalam pelaksanaan tugas negara dalam memproduksikan minyak dan gas bumi, tentunya PT Pertamina EP Asset 2 menghadapi berbagai dinamika kendala-kendala sosial dan permasalahan hukum mulai dari tindakan pencurian aset, illegal tapping, illegal drilling, penguasaan aset tanah negara oleh oknum masyarakat dan praktek-praktek premanisme dilapangan, disampaikan Astri Pujianto, Asset 2 General Manager pada diskusi dan rapat koordinasi. 

“Kerjasama perusahaan dengan Instansi Penegak hukum seperti Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri adalah sangat perlu, pendampingan konsultasi dan bantuan hukum sangat dibutuhkan oleh PT Pertamina EP dalam mejalankan tugas melakukan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi nasional agar terhindar praktek-praktek mal-administrasi dan menyelesaikan kendala-kendala hukum yang dihadapi dengan tetap menjaga kepatuhan perusahaan terhadap ketentuan yang berlaku” tutup Astri Pujianto. 

Rapat koordinasi ini sebagai sarana untuk menyampaikan informasi rencana kerja dan diskusi bersama stakeholder dalam mencari solusi kendala-kendala hukum untuk mendukung suksesnya program kerja PT Pertamina EP. Selain itu, kegiatan ini akan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum para pekerja PT Pertamina EP dalam bekerja sehingga terhindar dari potensi perkara baik perdata dan pidana yang dapat menghambat kinerja PT Pertamina EP Asset 2.
Share:

Peringati Hari Kebangkitan Nasional. Kapolres : Bangkit Untuk Bersatu


PRABUMULIH - Polres Prabumulih melaksanakan upacara peringati hari Kebangkitan Nasional ke-111 tahun 2019 di lapangan apel Polres Prabumulih, Senin (20/5/2019).

Upacara diikuti Wakapolres Prabumulih, Pejabat utama Polres Prabumulih, Kapolsek jajaran, anggota dan ASN Polres Prabumulih.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H bertindak selaku Inspektur upacara tersebut memulai kegiatan upacara dengan membacakan teks Pancasila dan diikuti oleh seluruh peserta upacara.

Dalam upacara, Kapolres Prabumulih membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara, dalam naskah sumpah palapa yang ditemukan pada Kitab Pararaton tertulis: Sira Gajah Madapatih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada:

"Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa". Sumpah Palapa tersebut merupakan embrio paling kuat bagi janin persatuan Indonesia.

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional yang ke-111, 20 Mei 2019, kali ini sangat relevan jika dimaknai dengan teks Sumpah Palapa tersebut.

Kita berada dalam situasi pasca-pesta demokrasi yang menguras energi dan emosi sebagian besar masyarakat kita.

Kita mengaspirasikan pilihan yang berbeda-beda dalam pemilu, namun semua pilihan pasti kita niatkan untuk kebaikan bangsa. Oleh sebab itu tak ada maslahatnya jika dipertajam dan justru mengoyak persatuan sosial kita

Peringatan Hari Pahlawan kali ini mengambil tema “Bangkit Untuk Bersatu". Kita bangkit untuk kembali menjalin persatuan dan kesatuan dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Dalam sambutan itu, Bangsa ini adalah bangsa yang besar. Yang telah mampu terus menghidupi semangat persatuannya selama berabad-abad. Kuncinya ada dalam dwilingga salin suara berikut ini: gotong-royong.

Ketika diminta merumuskan dasar negara Indonesia dalam pidato di hadapan Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia, Bung Karno, menawarkan Pancasila yang berintikan lima asas.

Namun Bapak Proklamator Republik Indonesia tersebut juga memberikan pandangan bahwa jika nilai-nilai Pancasila tersebut diperas ke dalam tiga sila, bahkan satu “sila” tunggal, maka yang menjadi intinya inti, core of the core, adalah gotong-royong,” Ungkap Kapolres Prabumulih. (sn/bio)
Share:

Kebangkitan Generasi Muda Sebagai Penentu Masa Depan Bangsa

SINI--Hari ini tanggal 20 Mei, seratus sebelas tahun yang lalu digalang kekuatan besar oleh para pemuda di wilayah nusantara untuk menyatukan tekad bangkit dari keadaan sebagai negeri terjajah. Kemudian setiap tanggal 20 Mei dikenal sebagai Hari Kebangkitan Nasional. Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, setiap tahunnya adalah hari dimana pada waktu itu  masyarakat Indonesia bangkit dengan semangat persatuan, kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran yang tinggi untuk memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada masa itu, masyarakat Indonesia menginginkan adanya perubahan dalam tatanan kenegaraan dan kehidupan karena terjadinya penindasan dan penjajahan terhadap bangsa dan negara Indonesia.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara yang demokrasi, ada semacam pergeseran nilai-nilai luhur perjuangan para pendahulu.  Pergeseran nilai-nilai tersebut saat ini sangat terasa dengan adanya beberapa peristiwa yang begitu menyakitkan seperti terorisme, hujat menghujat, menghina dan lain-lain apalagi di tahun politik seperti saat ini. Di mana etika moral budaya kita sedikit demi sedikit mengalami degradasi. Hal ini disebabkan oleh perilaku beberapa anak bangsa yang tidak memaknai betapa pentingnya Kebangkitan Nasional ini yang kita rayakan setiap tanggal 20 Mei ini. Yaitu, untuk membangkitkan kembali rasa nasionalisme bangsa ini yang selama ini sudah sangat memprihatinkan. Kita bisa lihat beberapa tokoh yang melakukan provokasi-provokasi dengan membuat statemen yang mengarah kepada perpecahan di antara kita. 
Hari Kebangkitan Nasional ini yang seharusnya dimaknai sebagai hari bangkitnya rasa nasionalisme anak bangsa, generasi muda, generasi pembelajar, dan generasi perubahan ini. Sehingga tugas berat dari seluruh komponen bangsa ini dan tokoh-tokoh nasional kita sudah harus membangkitkan kembali makna dari Kebangkitan Nasional ini, jika tidak ingin bangsa ini mengalami kemunduran di segala hal.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional inilah adalah momen yang sangat tepat untuk merekatkan kembali perbedaan-perbedaan pandangan yang semakin tajam.  Saling menghujat, saling menghina, saling memojokan sudah sepatutnya dihentikan. Karena pada dasarnya hari Kebangkitan Nasional yang digagas oleh pendiri-pendiri negara ini bertujuan untuk membangkitkan rasa nasionalisme bangsa ini, untuk menjadi bangsa yang berdaulat dan bermartabat. Sehingga Hari Kebangkitan Nasional ini tidak hanya menjadi sebuah jargon saja, tapi lebih dapat dimaknai sebagai hari bersejarah bagi bangsa ini yang mempunyai nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme.

Generasi Muda Penentu Masa Depan Bangsa
Generasi Muda Indonesia adalah generasi yang akan menjadi penerus bangsa yang diharapkan mampu menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang unggul, seperti pada kutipan kalimat Bung Karno "Beri aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia."
Nasib bangsa ini kedepannya ada di tangan mereka. Apakah bangsa ini akan semakin maju atau malah sebaliknya, semua itu ditentukan oleh para pemuda generasi bangsa. Untuk itu moral generasi muda harus dibentuk sedini mungkin untuk menciptakan karakter yang sesuai dengan pancasila.

Proyeksi Indonesia yang akan mencapai era keemasan kependudukan dalam 20 tahun mendatang perlu disikapi dengan baik. Jumlah usia produktif yang lebih tinggi dibanding usia nonproduktif (Bonus Demografi), diharapkan mampu mengungkit mesin pertumbuhan ekonomi Indonesia. Di sisi lain, era keemasan yang beririsan dengan generasi muda harus dihadapkan pada tantangan perkembangan teknologi digital. Digitalisasi di berbagai bidang ini membuka dua sisi bersamaan, yaitu peluang dan ancaman.

“Teknologi digital akan menjadi ancaman jika hanya pasif menjadi pengguna dan pasar.  Namun akan menjadi berkah jika kita mampu menaklukkannya menjadi pemain yang menentukan lanskap ekonomi berbasis digital dunia,” 

Untuk itu, segenap elemen untuk bersama menjauhkan dunia digital dari anasir pemecah belah dan berbagai konten negatif. Ini dilakukan agar generasi muda bangsa dapat bebas berekspresi, berkreasi, dan mendapat manfaat dari teknologi digital. “Dalam konteks menghadapi digitalisasi ini, kita semua harus dalam irama yang serempak dalam memecahkan masalah dan menghadapi para pencari masalah,” 

Kepeloporan pemuda dalam pembangunan bangsa dan negara harus dipertahankan sebagai generasi penerus yang memiliki jiwa pejuang, perintis dan kepekaan terhadap sosial, politik dan lingkungan. Hal ini dibarengi pula oleh sikap mandiri, disiplin, dan memiliki sifat yang bertanggungjawab, inovatif, ulet, tangguh, jujur, berani dan rela berkorban dengan dilandasi oleh semangat cinta tanah air. Dalam perjalanan zaman, sejarah baru selalu ditandai dengan lahirnya generasi baru. Dalam kancah sejarah, generasi baru yang mengukir sejarah baru itu adalah dari kalangan kaum muda. Perputaran sejarah juga telah membuktikan bahwa setiap generasi itu ada umurnya. 

Indonesia membutuhkan pemimpin dari kaum muda yang mampu merepresentasikan wajah baru kepemimpinan bangsa. Ini bukan tanpa alasan, karena kaum muda dapat dipastikan hanya memiliki masa depan dan nyaris tidak memiliki masa lalu. Dan ini sesuai dengan kebutuhan Indonesia kini dan ke depannya yang perlu mulai belajar melihat ke depan. Banyaknya pemimpin daerah (gubernur, Bupati dan walikota), anggota legislatif, jajaran eksekutif dan sektor-sektor lain yang berasal dari generasi muda adalah salah satu jawaban bahwa generasi muda adalah para pejuang perubahan yang tidak tersandera perjalan kelam masa lalu, yang punya visi dan misi untuk perubahan kemajuan yang lebih baik dan sebagai penentu masa depan bangsa.   

Dalam proses pembangunan bangsa, generasi muda merupakan kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan sebagai perwujudan dari fungsi, peran, karakteristik, dan kedudukannya yang strategis dalam pembangunan nasional.  Untuk itu, tanggung jawab dan peran strategis generasi muda dalam segala dimensi pembangunanperlu ditingkatkan dalam kerangka hukum nasional sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam Pancasila dan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan, Kebangsaan, Demokratis, Keadilan, Partisipatif, Kebersamaan, Kesetaraan dan Kemandirian.
Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda Bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa ini. Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan faktor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan Bangsa. Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaultan bangsa ini tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus dihadapi itu beraneka ragam. Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, masalah yang timbul sekarang maupun masalah yang timbul di masa depan negara kita.

Dengan masalah-masalah yang sudah ada maupun yang akan datang, penting bagi rakyat Indonesia, terutama kaum pemuda dan mahasiswa untuk membiasakan diri dalam meningkatkan dan memperbaiki produktifitas kita sebagai Bangsa Indonesia. Generasi muda adalah generasi harapan bangsa. Pernyataan ini akan sangat membanggakan bagi masyarakat Indonesia apabila dapat menjadi kenyataan. Sejatinya Perubahan tidak bisa kita tunggu tetapi harus kita kejar, dan sudah selayaknya setiap perjuangan membutuhkan kerja keras, dan di butuhkan kapabilitas, dan jangan pernah merasa paling hebat, kita harus tunjukan dahulu prestasi kita baik dari segi intelektual, dan kematangan emosi. Lupakanlah sejenak tentang ke glamoran modernisasi, globalisasi dan sebagainya.  Lupakan pertikaian antar sesama dengan tujuan yang tidak jelas. Asahlah kemampuan emosional, seperti kemampuan membawa diri, kemampuan bergaul dengan sesama, kemampuan membaca akar permasalahan, kemampuan untuk menelorkan gagasan atas sebuah permasalahan, Agar kita tidak menjadi budak dari budaya modernisasi yang di prakarsai oleh budaya barat.


OLEH: BAYUMIE SYUKRI, AP., SE., M. Si
(Praktisi dan Pemerhati Pendidikan, Tinggal di Palembang)
Share:

Semarak Ramadhan, Citimall Gelar Hijab HUNT 2019

PRABUMULIH--Berbagai event terus diadakan oleh Citimall Prabumulih guna menyebar virus positif kepada para pemuda-pemudi di Kota Prabumulih. Salah satunya, yakni Citimall Hijab HUNT 2019. 

Acara yang digelar minggu kedua puasa ini sendiri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada pemudi khusus kaum hijaber untuk saling adu pengetahuan ,talent, serta catwalk diatas panggung. 

Creative Marketing Citimall, Tengku Hendra menerangkan sedikitnya 50 peserta telah mendaftarkan diri dalam acara tersebut. 

"Tetapi yang melakukan registrasi 25 orang peserta," ujar Tengku, Minggu (19/5).

Tengku menuturkan selain fashion show, para peserta juga diadu pengetahuan dan keterampilan diatas panggung. 

"Penilaian jelas penampilan utamanya. Kemudian, tata cara berekspresi ketika catwalk dan lainnya," tururnya. 

Adapun pemenang dalam Citimall Hijab HUNT 2019 tersebut, jelas Tengku, juara 1 dimenangkan Yora, juara 2 Trijuana dan Juara 3 Amanda. Kemudian harapan 1 atas nama Reni, harapan 2 Manisnya dan harapan 3 atas nama Mayang.

"Selain itu, untuk the best costum dimenangkan oleh Agnes , the best catwalk atas nama Deani dan the best performance atas nama Syarifah," jelas Tengku. 

Untuk para pemenang, tambah Tengku, berhak atas hadiah berupa Thropy, piagam penghargaan, dan voucher belanja dari Citimall.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts