-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
Gelar Sidak, Dinas Pertanian Temukan Hewan Cacat Dijual Pedagang?
Komplotan Curi motor, warga Simpang Niru di Door Polisi di Lahat
Antisipasi Kekeringan, Pemkot Tangerang Gandeng PDAM Suplai Air Bersih
Suparmin Tekad Wujudkan Tempirai Utara Tampil Cerah
Berbagai visi misi pun ditawarkan serta rencana dan harapan kedepan untuk memajukan desanya ditebar untuk memuluskan langkahnya meraih suara terbanyak pada kontestasi Pilkades yang bakal digelar pada 29 Agustus 2019 mendatang.
Namun lain halnya dengan salah satu calon Kades Tempirai Utara Kecamatan Penukal Utara, Suparmin Ja'ani. Pria yang akrab disapa Suparmin ini tidak banyak yang ditawarkan dalam membangun desanya.
Hanya tekad kuat mewujudkan desanya untuk tampil Cerah atau kepanjangan dari Cerdas, Elok, Rapih, Agamis dan Harmonis.
"Tidak perlu umbar janji politik yang muluk-muluk, namun saat pelaksanaannya rumit dan terkadang saat diamanahkan, kepala desa bersangkutan tidak bisa menjalankan janjinya. Tetapi saya punya program simple dan sederhana, yakni ingin Desa Tempirai Utara tampil Cerah," ujar Suparmin, Selasa (30/7).
Karena dijelaskan Suparmin, bahwa pada program Cerah sudah lengkap untuk mendorong desanya maju dan mendongkrak perekonomian masyarakat.
"Jadi pada program Cerah bukan hanya pembangunan fisik saja yang jadi prioritas, namun juga membangun SDM handal dalam menunjang kemajuan desa, serta membangun karakter yang peduli, agamis serta saling menjaga toleransi dalam balutan harmonisasi antar sesama," tukasnya.
Pada pelaksanaan penyaluran setiap bantuan dana yang diterima Desa Tempirai Utara, Suparmin bakal mengedepankan keterbukaan agar seluruh masyarakat mengetahui besaran kucuran dana, sumber dana dan peruntukannya.
"Apabila saya dapat amanah, maka saya bakal menjaga kepercayaan masyarakat untuk selalu terbuka dan transparan dalam penggunaan setiap dana bantuan. Dan setiap langkah dalam membangun, baik fisik bangunan maupun menciptakan SDM, saya bakal ajak seluruh elemen masyarakat untuk duduk bersama mencari kata mufakat agar setiap penggunaan anggaran tidak jadi permasalahan dan manfaat serta hasilnya bisa sesuai dengan keinginan bersama," tekadnya. (sn)
39 Anggota Paskibraka PALI Masuki Tahap Karantina
Peduli Lingkungan, Sat Binmas Luncurkan Mobil Pintar
Permintaan Hewan Kurban Meningkat
Tanggapi Jamur Daun Karet, Komisi III DPR PALI Berkomentar
Ketua DPD II Golkar PALI ini mendesak Dinas Pertanian PALI berupaya cepat mencari solusinya, karena masalah itu mencakup hajat orang banyak, terlebih di PALI sebagian besar bergantung pada hasil tanaman karet.
"Silahkan secepatnya datang ke Kementerian Pertanian, konsultasikan dan meminta pemerintah pusat untuk mengatasi jamur daun. Karena di Kementan banyak solusi dan bantuan yang harus dijemput bola," ungkap Irwan, Selasa (30/7).
Karena diakui Irwan bahwa Komisi III belum lama ini pernah sambangi Dirjen Pertanian. Saat kunjungan itu, Komisi III bahas masalah gugur daun, penyakit jamur batang dan penyakit-penyakit lainnya.
"Memang penyakit pada tanaman karet tengah dibahas Kementan dan mencari solusi pemecahan masalah itu. Nah untuk itulah, Dinas Pertanian PALI jangan hanya menunggu, tapi harus rajin ke Kementan," tukasnya.
Dalam menyikapi masalah jamur daun dan anjloknya harga getah karet, Dinas Pertanian juga disarankan Irwan ST juga mencari terobosan agar bisa meningkatkan pendapatan petani.
"Seperti menerapkan pola tumpang sari diantara pohon karet. Untuk bibit dan peralatan di Kementan banyak, dan bila perlu ajak beberapa kelompok tani untuk menyampaikan keluhannya langsung di Kementan," sarannya
Dewan PALI Tanggapi Jamur Daun Serang Tanaman Karet Warga
Ketua DPD II Golkar PALI ini mendesak Dinas Pertanian PALI berupaya cepat mencari solusinya, karena masalah itu mencakup hajat orang banyak, terlebih di PALI sebagian besar bergantung pada hasil tanaman karet.
"Silahkan secepatnya datang ke Kementerian Pertanian, konsultasikan dan meminta pemerintah pusat untuk mengatasi jamur daun. Karena di Kementan banyak solusi dan bantuan yang harus dijemput bola," ungkap Irwan, Selasa (30/7).
Karena diakui Irwan bahwa Komisi III belum lama ini pernah sambangi Dirjen Pertanian. Saat kunjungan itu, Komisi III bahas masalah gugur daun, penyakit jamur batang dan penyakit-penyakit lainnya.
"Memang penyakit pada tanaman karet tengah dibahas Kementan dan mencari solusi pemecahan masalah itu. Nah untuk itulah, Dinas Pertanian PALI jangan hanya menunggu, tapi harus rajin ke Kementan," tukasnya.
Dalam menyikapi masalah jamur daun dan anjloknya harga getah karet, Dinas Pertanian juga disarankan Irwan ST juga mencari terobosan agar bisa meningkatkan pendapatan petani.
"Seperti menerapkan pola tumpang sari diantara pohon karet. Untuk bibit dan peralatan di Kementan banyak, dan bila perlu ajak beberapa kelompok tani untuk menyampaikan keluhannya langsung di Kementan," sarannya. (sn)
Embat Batre Alat Berat dan Bawa Sabu, Ian Hadapi Hukuman Berat
Tentu saja, akibat aksi nekatnya ini, Ian terancam hukuman berat dengan dijerat dua pasal sekaligus, yakni pasal 363 KUHP dan pasal 112 junto pasal 127 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika.
Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa aksi Ian dalam melakukan pencurian accu atau batre alat berat jenis ekskavator milik PT KIM yang terparkir di pinggir jalan Desa Simpang Solar dibantu satu rekannya, Mustar Dandi (18) warga desa yang sama dengan Ian.
"Saat penangkapan dua pelaku ini karena adanya laporan PK alat tersebut pada Minggu (28/7) sekitar pukul 22.00 WIB, yang melaporkan adanya kehilangan dua batre alat berat. Kemudian kita langsung ke TKP," ungkap Arafah, Selasa (30/7).
Setelah ditelusuri, pada Senin (29/7) sekitar pukul 01.00 WIB, Kanit Reskrim Talang Ubi mendapati satu unit sepeda motor yang tengah rusak dipinggir jalan dan menemukan dua buah batre yang hilang tidak jauh dari sepeda motor tersebut.
"Karena mencurigakan, kita periksa sepeda motor itu yang dikendarai dua remaja. Lalu kita geledah dan ditemukan batre yang hilang serta dalam saku celana Ian, salah satu pelaku didapati satu paket kecil sabu-sabu," tukas Arafah.
Saat penangkapan dua pelaku, diamankan juga barang bukti berupa 2 (dua) buah accu atau batre, 1 (satu) buah kunci inggris , 1 (satu) unit motor L2 super warna merah putih dan satu paket kecil serbuk putih diduga sabu-sabu dengan berat 0,34 gram.
Sementara dari pengakuan Ian bahwa tidak ada niat sebelumnya untuk mencuri batre alat berat yang terparkir. Namun karena ada kesempatan akibat alat berat tersebut tidak ada yang menjaga, niat itu muncul terlebih menemukan kunci inggris disekitar alat berat.
"Kami ambil batre itu dengan kunci inggris, lalu kami bawa menggunakan sepeda motor milik Mustar. Namun apes, belum jauh dari lokasi, rantai sepeda motor putus. Rencana batre itu dijual untuk beli sabu," aku Ian. (sn)









