PALI Membara, Satu Hari Dua Rumah Hangus

PALI, SININEWS.COM -  Lagi-lagi kejadian kebakaran melanda di wilayah Bumi Serepat Serasan pada Jumat (9/8). Setelah pada Jumat pagi api ngamuk di Talang Ojan Kelurahan Talang Ubi Utara yang menghanguskan rumah Sukori, pada siang ini sekitar pukul 11.30 WIB, api kembali berkobar membakar rumah Yanti yang ada di Gang Masjid Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

"Saat kejadian, aku tengah memasak di belakang, dan ada ibu tengah berada di ruang tamu. Asal api diketahui pertama kali di kamar utama," terang Yanti kepada media ini.

Dia mengakui bahwa dirinya sempat menyiram api, namun api malah membesar dan membakar kasur serta isi dalam kamar utama kemudian menjalar ke semua ruangan.

"Lalu aku berteriak minta tolong, kemudian warga lain berdatangan dan berupaya memadamkan api," tambahnya.

Sementara itu, Ibrahim Cik Ading, Plt Kepala Kepala Dinas Damkar menyebut bahwa pihaknya menurunkan seluruh alat yang dimiliki.

"Kita turunkan dua unit Damkar dan satu unit mobil tangki air. Api berhasil dipadamkan dan langsung dilakukan pendinginan. Hari ini ada dua kejadian, dan dua korban rumahnya terbakar," kata Ibrahim. (sn) 
Share:

Upacara HUT RI Bakal Digelar di Lapangan Terbang Eks Stanvack

 PALI, SININEWS.COM - Dengan adanya perbaikan di Lapangan Gelora Komplek Pertamina Pendopo, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bakal menggelar upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) bakal dilaksanakan di lapangan terbang eks Stanvack.

"Biasanya kita laksanakan di Lapangan Gelora, namun karena saat ini tengah direnovasi, kita alihkan ke lapangan terbang eks Stanvack Kelurahan Handayani Mulya," ungkap Darmawi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten PALI, Jumat (9/8).

Diakui Darmawi bahwa saat ini persiapan dilakukan Pemkab PALI. "Lapter atau bakal lokasi upacara tengah dibersihkan," tukasnya.

Selain penataan lokasi bakal upacara, dikatakan Darmawi bahwa pemusatan pelatihan bagi anggota Paskibraka juga dilakukan di Lapter tersebut.

"Latihan anak-anak Paskibraka juga di Lapter. Pemusatan latihan Paskibraka dibawah pembinaan dari anggota TNI, Kepolisian dan Brimob juga dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI)," tutupnya. (sn)
Share:

Diduga Ngantuk, Tangki Bawa Solar 16.000 Liter Terguling

PALI, SININEWS.COM - Sebuah mobil tangki pembawa BBM jenis solar sebanyak 16.000 liter dengan nomor polisi BG 8532 IJ terguling di Jalan Merdeka tepatnya depan Hotel Pariwara Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Jumat (9/8) pagi. 

Akibatnya, BBM jenis solar menetes dari dalam tangki dan menjadi tontonan warga. Tetapi beruntung tidak ada korban jiwa atas kejadian itu. 

"Minyak ini mau dibawa ke PT KIM, tapi terkena musibah disini," ungkap Dedi, pengemudi mobil tersebut. 

Dia mengaku bahwa dirinya mengantuk saat mengemudikan mobil tersebut. "Iya, ngantuk pak, kejadian ini subuh. Tapi yang jelas ini musibah. Karena saya hampir setiap hari membawa minyak ke daerah ini," katanya. 

Sementara Feri, warga yang melintas mengkhawatirkan kalau lambat dievakuasi kendaraan yang terguling itu akan menimbulkan kebakaran. 

"Minyak yang keluar dari tangki bisa memicu kebakaran, karena saat ini kondisi kemarau dan cuaca cukup menyengat. Apalagi kejadian dipinggir jalan raya, dimana banyak warga melintas yang merokok," ucap dia. (Sn)
Share:

Api Ngamuk di Talang Ojan, Rumah Sukori Hangus

PALI, SININEWS.COM - Kebakaran kembali terjadi, kali ini api ngamuk di wilayah Talang Ojan Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Jumat (9/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

Akibat kejadian itu, rumah milik Sukori (35) rata dengan tanah, dan satu rumah lain milik Nila (38) nyaris hangus. Tetapi beruntung, dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian, seluruh penghuni rumah tengah beraktivitas diluar rumah.

"Asal api diketahui dari arah tengah rumah Sukori. Dan pertama kali diketahui api sudah membesar," terang Rahman, salah satu warga sekitar.

Saat mengetahui adanya api, warga pun berhamburan mendekati lokasi dan langsung berupaya memadamkan api dan langsung menghubungi Damkar dan Pertamina.

"Kita langsung hubungi Damkar, dan setelah beberapa menit, Damkar dari Pertamina datang lebih awal. Api pun berhasil dipadamkan, namun rumah Sukori seluruhnya hangus, tapi rumah disebelahnya berhasil diselamatkan," tambah Rahman.

Sementara Sukori mengaku bahwa saat kejadian dirinya sudah berangkat bekerja. "Istri aku tengah menyadap karet, seluruh rumah aku rata dengan tanah, yang tersisa hanya baju yang dipakai pak," kata Sukori.
Share:

Dari Jual Sabu, Bandar Air Itam Bisa Beli Rumah

MUARA ENIM, SININEWS.COM --Upaya Sat Narkoba Polres Muara Enim untuk memburu bandar narkoba yang menjadi pemasok narkoba di wilayah Muara Enim dan Kabupaten PALI, pasca dibekuknya 25 orang pengedar narkoba dalam operasi Antik Musi 2019  pada  16-31 Juli lalu, membuahkan hasil. 

                 Terbukti, satu bandar narkoba yang menjadi pemasok narkoba di wilayah Kabupaten PALI berhasil diringkus petugas Sar Narkoba, Rabu (7/8) sekitar pukul 07.30 WIB saat berada di rumahnya.

                  Tersangka  merupakan menantu salah satu Kepala Desa ini, bernama Endang Sapari (29), warga Dusun III, Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

                 Selain mengamankan tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti  8 paket besar sabu sabu seberat 137,30 gram, 29 paket kecil sabu  seberat 9.12 gram, 36 butir pil ekstasi warna ungu seberat 11,70 gram, 2 butir pil ekstasi warna hijau seberat 0,97 gram, 1 buah sekop. 

             Narkoba ditemukan di bawah jok sepeda motor jenis Yamaha NMax warna putih Nopol BG 5611 AFG yang turut dijadikan barang bukti.

                   Kini tersangka berikut barang buktinya diamankan di Sat Narkoba Polres Muara Enim untuk menjalani peruses hukum.

                  Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono bersama Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kasat Narkoba, AKP I Putu Suryawan Sik, pada jumpa pers kepada awak media, Kamis (8/8) mengatakan bahwa Polres selalu konsisten dan tegas untuk memberantas narkoba.

                 Karena narkoba, merusak generasi penerus dan anak bangsa. Pada bulan Juli, lanjutnya, saat dilakukan oprasi antik, Polres memberikan kontribusi terbanyak mengungkap kasus narkoba berjumlah  20 kasus dengan 25 tersangka.

                Tindak lanjut operasi Antik tersebut, lanjutnya, pihaknya melakukan penyelidikan cukup panjang di daerah cukup rawan, diantaranya di Desa Air Itam. Setelah melakukan penyelidikan, berhasil membekuk pelaku. 

            “Ini membuktikan bahwasanya prediksi ataupun penyelidikan harus diteruskan secara konsisten di daerah tersebut. Makanya  bulan depan kami akan lakukan pola khusus dengan operasi khusus. Dalam rangka memberikan keamanan kepada warga disekitar Muara Enim dan PALI  agar terhindar dari narkoba,” jelasnya.

           Menurutnya, dari pengembangan kasus tersebut, tersangka mengangaku mendapatkan narkoba dari bandar berinisial S.

             “ Ada beberapa modus operandi yang bida kita datakan peredaran narkoba, antara lain pada saat ada hiburan malam di desa dijadikan sasaran pelaku untuk mengedarkan ekstasi dan sabu. Tersangka dijerat pasal pasal 114 ayat 2 UU  RI nomor 32 tahun 2009 tentang narkotika  dengan ancaman 20 tahun penjara,” tegasnya.

           Pihaknya sudah datakan, 3 orang bandar besar di Air Itam,  masih dalam proses penyelidikan. Pihaknya juga juga berkordinasi dengan  Polda Sumsel.

           Ditegaskannya juga bahwa, peredaran narkoba di Muara Enim berasal dari PALI. Barang tersebut masuk ke PALI beraral dari Medan dan Aceh melalui jalur Sungai.

           Pencegahan masuknya narkoba ke PALI melalui jalur Sungai, pihaknya mengalami keterbatasan sarana prasarana, namun pihaknya tetap berkordinasi dengan Polda Sumsel.

          “Untuk jalur  darat tentu jadi kewajiban kami akan melakukan protek, agar barang itu tidak masuk lewat darat,” tegasnya. Bulan  depan pihaknya  akan melakukan operasi materi kewilayahan  dengan sasaran tertentu dengan personil khusus untuk mengurangi peredaran narkoba di PALI. 

               Sementara itu, tersangka mengaku, barang tersebut didapatnya dari temannya dengan membeli seharga Rp 60 juta/ons. Barang haram itu diedarkannya di wilayah Air Itam pada saat ada acara orgen tunggal.

               “Untuk paket kecil aku jual Rp 100 ribu/paket dan paket sedang Rp 200 ribu/paket,” jelasnya. Dia mengaku, jika mengeluarkan modal Rp 60 juta, akan mendapatkan untuk sebesar Rp 5 juta.

              Uang tersebut dipergunakannya untuk memenuhi kebutuhan anak dan istrinya. Kemudian digunakan juga untuk membuat rumah dan membeli kendaraan sepeda motor.
Share:

Pengurus Saka Bakti Husada se Kabupaten Muara Enim Dilantik

MUARAENIM, SININEWS.COM --Pemkab Muara Enim kali ini membuat terobosan baru dengan melantik pengurus Saka Bakti Husada Ranting Puskesmas se Kabupaten Muara Enim periode 2019 - 2022, dilantik secara serentak. Pelantikan itu dilakukan Ketua Harian Kwarcab Muara Enim, Drs H Rusdi Khairullah MSi, di Gedung Kesenian Putri Dayang Rindu, Kamis (8/8).

              Acara pelantikan itu dihadiri juga Sekretaris Pusdiklat Kwarda Sumatera Selatan Deri Sediono, Kepala Mabi Saka Bakti Husada Daerah Sumatera Selatan Imam Subroto, Pimpinan Saka Bakti Husada Daerah Muara Enim, Kepala Mabi Saka Ranting Kabupaten Muara Enim.

                "Mungkin ini yang pertama di Sumsel melakukan pelantikan secara serentak
Kepengurusan Saka Bakti Husada Ranting Puskesmas se-Kabupaten, berasal dari 22 Puskesmas," ujar Ketua Mabicab Saka Bakti Husada Vivi Mariani SSi, MBmd, Apt.

                 Menurutnya kesehatan merupakan hak fundamental setiap manusia. Oleh sebab itu menjadi tanggung jawab bersama agar kesehatan yang kita upayakan dapat diperoleh oleh masyarakat tanpa terkecuali. Untuk mendukung keberhasilan program-program yang dilaksanakan yang paling potensial adalah kelompok usia remaja dan usia muda. Karena kelompok usia ini menerima dan mengolah informasi dengan cepat dan tanggap dan mudah mengembangkan keterampilan serta dapat menggerakkan orang lain.

               Oleh karena itu pemerintah membidik gerakan Praja Muda Karana atau Pramuka sebagai mitra potensial dalam pembangunan kesehatan. Pada tanggal 17 Juli tahun 1985, departemen Kesehatan bersama dengan kwartir Nasional Gerakan Pramuka membina sekelompok generasi muda di Indonesia dalam bidang kesehatan melalui pembentukan satuan karya Pramuka Bakti Husada. Tujuan pembentukan Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan kader pembangunan di bidang kesehatan yang dapat membantu membanggakan melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota gerakan pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

                  Sementara itu Sekda Muara Enim diwakili oleh Ketua Harian Kwarcab Muaraenim Drs H Rusdi Khairullah MSi, memberikan  apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kak Vivi selaku Mabi Saka Bakti Husada, yang begitu aktifnya menggerakkan Pramuka ini di dalam kepengurusan Satuan Karya gerakan Pramuka.

               “ Jadi Bapak Ibu sekalian Pramuka ini gerakan organisasi yang sangat kesal karena disamping organisasi ini secara organisatoris ke bawah Dari Kwarnas kwarda Kwarcab kwarran terus juga ke samping kita juga ada Saka Satuan Karya Satuan Karya yang tidak hanya di Dinas Kesehatan ada Bakti Husada nya di dinas handphone ada-ada Saka Wira Bhakti ada Saka Bhayangkara di Polri ada Saka Dirgantara,” jelasnya.

              Kemudian ada Saka Taruna Bumi itu masalah pertanian perkebunan hortikultura dan lain-lain. Saka yang lain termasuk ada Saka Widya Bakti Saka Widya budaya Bakti ini Saka yang membidangi masalah pendidikan masyarakat, penanggung jawabnya di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
Share:

Terduga Pembakar Lahan Diamankan, BPBD Tangani 5 Karhutlah

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Meski pemerintah telah memberikan sanksi hukum tegas kepada warga  yang membuka lahan dengan cara dibakar, tetapi masih saja ada yang nekat melakukannya dimusim kemarau ini. Terbukti seorang  warga berinisial ABZ (42), warga  Dusun Karang Intan, Desa Tanjung Karangan Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim, Kamis (8/8) sekitar pukul 10:00 WIB, nekat membakar  lahannya yang telah selesai ditebas untuk dijadikan kebun.

                Kebakaran yang menghanguskan lahan sekitar 1,5 hektar ini berhasil dijinakkan petugas Kepolisian dibantu tim pemadam kebakaran (PBK) dan warga sekitar. Namun siapa pelaku pembakas lahan tersebut, masih dilakukan penyelidikan oleh petugas Polsek Tanjung Agung bersama perangkat desa setempat.

               "Penyebab karhutlah ini diduga sengaja dibakar oleh pemilik lahan, petugas Reskrim Polsek Tanjung Agung berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial ABZ (42) warga Muara Enim,"kata Kapolres Muara Enim melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta, Kamis (8/8).

                Irwan menuturkan, pemilik lahan dibawa ke Polsek Tanjung Agung untuk diperiksa dan di interogasi oleh unit Reskrim Polsek Tanjung Agung. 

              Sebelumnya, peristiwa kebakaran tersebut diketahui oleh personel Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Agung  dari warga yang mendapati ada lahan terbakar. Saat dilakukan pengecekan, api sudah terlanjur besar sehingga petugas pun berupaya melakukan pemadaman.

              Petugas berjibaku menjinakkan api yang membakar lahan gambut dengan menggunakan pasir. Karena api semakin membesar dan semakin sulit dijinakkan, akhirnya petugas meminta bantuan mobil pemadam dari dinas PBK Muara Enim.  Sekitar 1 jam kemudian api sudah dapat dikuasai atau dipadamkan.

                Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Tasman mengatakan kebakaran terjadi di desa Tanjung Karang merupakan peristiwa karhutlah yang ke-5 terjadi di Kabupaten Muara Enim sejak Juli 2019.

              "Totalnya tim BPBD Muara Enim sudah menangani 4 kasus karhutlah diwilayah Muara Enim," jelasnya.

                 Adapun keempat peristiwa Karhutlah itu yakni di Desa Air Sugihan Kecamatan Rambang Niru, Desa Danau Tampang Kecamatan Sungai Rotan, Desa Suka Merindu Kecamatan Lubai, dan terbaru Kelurahan Air Lintang Kecamatan Muara Enim. 

                    Meski Karhutlah turut mengancam wilayah Kabupaten Muara Enim, Tasman menyebut kondisi tersebut masih aman dan  terkendali. Berdasarkan data BMKG, jumlah titik api (hotspot) diwilayah Kabupaten Muara Enim sebanyak 19 titik per 8 Agustus 2019.

                 "Jumlah itu (hotspot) tersebut masih sedikit dibandingkan Kabupaten lain seperti Ogan Ilir, namun seluruh personel disejumlah posko yang kita tempatkan tetap selalu siaga dan waspada sampai berakhirnya kemarau yang diprediski Oktober nanti,"jelasnya.
Share:

Guru Honor SMPN 4 Lubai Korban Begal

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Para begal tidak pandang bulu dalam melalukan aksinya. Kini guru honor SMPN Negeri 4 Lubai, bernama Nerti Pitriani (27), warga Dusun III, Desa Tanjung Kemala, Kecamatan Lubai, Muara Enim, telah menjadi korban begal.

                  Dua kawanan begal telah merampas sepeda motor korban dengan cara menodongkan senjata api rakitan jenis pistol kea rah korban. Peristwa itu terjadi di jalan umum antara Desa Tanjung Kemala-Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Muara Enim, Selasa (6/8) sekitar pukul 13.00 WIB.

                Beruntung petugas Polsek Lubai berhasil menyediliki kasus tersebut, sehingga dalam waktu 24 jam berhasil membekuk satu dari dua  pelaku begal tersebut.

             Pelaku diketahui bernama Erik Nopriyansyah (22), warga Dusun II, Desa Tangai, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir. Kini pelaku bersama barang buktinya sepucuk senjata api rakitan  jenis pitol berikut 3 buah amunisi serta satu buah motor Honda beat warna putih BG 6960 ZL, diamankan di Mapolsek Lubai untuk menjalani proses hukum. Pelaku ditangkap, Ranu (7/8) saat mengendarai sepeda motor dijalan umum  Desa Tanjung Kemala, Lubai.

               Kejadian itu bermuka dari, korban pulang dari mengajar mengendarai sepeda motor Honda beat Nopol BG 6960 ZL melintas jalan umum antara Desa Tanjung Kemala-Desa Gunung Raja. Ketika mengendarai sepeda motor tersebut, korban diiringi pelaku dengan mengendarai sepeda motor  jenis Honda supra fit jambrong.

            Kemudian pelaku menyalip sepeda motor korbar dari arah samping kanan. Kemudian pelaku menghentikan laju sepeda motor korban. Akibatnya koprban menghentikan sepeda motornya.

                 Pada saat itu salah satu pelaku langsung menodongkan senjata api rakitan jenis pistol kea rah korban, membuat korban ketakutan. Kemudian pelaku merampas sepeda motor korban dan membawanya kabus dengan meninggalkan korban begitu saja.

                      Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Lubai. Mendapat laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan, hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku saat melintas di jalan umum Desa Kemala. Sedangkan satu pelaku lagi masih dilakukan pengejaran.

                      Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (8/8) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya berupa sepucuk pintol rakitan beserta 3 butir amunisi dan sepeda motor korban yang dirampas telah diamankan. Dalam kasus ini tersangka dijerat pasal 365 KUHP,” jelasnya.
Share:

Batas wilayah nyaris ricuh, warga Gunung Kemala sesalkan tindakan Pemkot Prabumulih

 Foto : Warga Gunung Kemala yang marah ketika melihat utusan Pemkot Prabumulih yang tak ikut meninjau lokasi tapal batas yang warga tinjau bersama Pemprov Sumsel

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Warga Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih nyaris ricuh dengan rombongan Pemerintah Kota Prabumulih saat meninjau langsung lokasi tapal batas antara Prabumulih dengan Muara Enim di Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku, kamis (8/9/19)

Kunjungan yang dilakukan oleh Dinas dan Kabag Batas Wilayah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Sri Sulastri beserta rombongan untuk mencari data penentuan tapal batas wilayah yang beberapa bulan terakhir membuat sebagian warga resah itu disambut ricuh 

Pasalnya utusan dari Pemerintah Kota Prabumulih diduga tak mengindahkan saran warga atas peninjauan lokasi batas wilayah yang menurut masyarakat telah dicaplok Pemerintah Kabupaten Muara Enim dengan cara sepihak
 
Tim Batas Wilayah Provinsi Sumsel saat meninjau lokasi di perbatasan

Dari pantauan media ini warga menuntut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan harus tegas dan transparan dalam memberikan kebijakan dan penetuan penegasan batas wilayah yang konflik

“pihak Provinsi saja turun langsung kelapangan, kenapa kalian hanya diam saja, ada apa dengan pemerintah prabumulih” tegas Asurman warga setempat yang geram dengan Pejabat pemerintah Prabumulih yang diduga cuek dengan urusan tapal batas 

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA.

Disisi lain, mantan kepala desa Gunung Kemala 20 tahun silam itu mengatakan jika konflik batas wilayah ini sudah berlarut-larut dari tahun ketahun dan sudah beberapa kali disengketakan namun menurutnya tidak pernah ada kejelasan

“batas wilayah ini selalu jadi permasalahan, saya harap pemerintah lebih cepat menyelesaikannya, nanti masyarakat ricuh” ucapnya

Sementara itu, Pemprov Sumsel bidang dinas dan Kabag Batas Wilayah Provinsi Sri Sulastri mengatakan pihaknya akan segera melakukan tahap sesuai peraturan mulai dari Observasi, pengambilan titik koordinat hingga hasil akhir 

“kami akan memberikan yang terbaik buat bapak-bapak semua, dan masyarakat tenang saja jangan resah kami akan bekerja dengan baik, tapi kami tidak bisa secepatnya dalam memerikan keputasan” pesanya (sn).

Share:

Caleg PALI Terpilih Segara Ditetapkan, Parpol Ini Yang Dapat Kursi

PALI,SININEWS.COM - Pasca Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Partai Bulan Bintang (PBB) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang mengajukan permohonan untuk lakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU) di beberapa TPS dalam Dapil 3 yang mencakup Kecamatan Tanah Abang pada Rabu (7/8), langkah selanjutnya yang bakal dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten PALI segera menetapkan dan mengumumkan Calon Legislatif (Caleg) terpilih pada Pemilu 17 April 2019 lalu.

Diungkapkan Ketua KPUD PALI, Fikry Ardiansyah bahwa penetapan dan pengumuman Caleg terpilih direncanakan pada 12 Agustus 2019.

"Rencana jadwal itu masih menunggu arahan KPU pusat, karena hingga saat ini, edaran untuk penetapan Caleg terpilih," ungkap Fikry, Kamis (8/8).

Karena berdasarkan PKPU no 14 tahun  2019 tentang perubahan ke 5 atas PKPU no 7 tahun 2017 yang menyatakan bahwa penetapan paling Caleg terpilih paling lama lima hari setelah salinan penetapan atau putusan MK diterima KPU.

"Kalau saat ini kita sudah terima, maka kemungkinan besar penetapan Caleg terpilih bakal dilakukan Senin (12/8). Namun demikian, kita taat aturan dan nunggu arahan dari KPU pusat dan provinsi," jelas dia.

Untuk hasil atau perolehan kursi yang diraih Partai Politik (Parpol) menurut Fikry tidak terpengaruh dengan adanya gugatan dari PBB.

"Hasil perolehan kursi tetap berdasarkan
DB 1 hasil Rekapitulasi tanggal 3 Mei 2019 lalu, artinya tidak berubah dengan adanya gugatan PBB PALI," tukasnya.

Adapun perolehan kursi dewan sesuai DB 1 Rekapitulasi tanggal 3 Mei 2019 adalah sebagai berikut.

1. PDIP memperoleh 4 kursi
2. Golkar memperoleh 4 kursi
3. Demokrat, 3 kursi
4. PKS , 3 kursi
5. Gerinda, 2 kursi
6. PAN 2 kursi
7. Nasdem 2 kursi
8. Perindo 2 kursi
9. PPP 1 kursi
10.Hanura 1 kursi
11.PBB 1 kursi. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts