-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
116 Tim Pelajar Lomba Gerak Jalan
Buron Sejak 2016, Kelencet Takluk Ditangan Reskrim Polsek Talang Ubi
Tersangka Kelencet diduga telah melakukan pencurian dengan kekerasan (Curas) yang mengakibatkan korban meninggal dunia, dimana aksi tersangka dilakukan pada Kamis (14/11/2016) silam, terhadap korbannya Suarti (75) beralamat masih satu wilayah dengan tersangka.
Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa penangkapan pelaku berdasarkan LP/B/348/XI/2016/Sumsel/Res.Muara Enim/Sek.Talang Ubi, Tgl 25 Nov 2016 ttg CURAS yg mengakibatkan korban meninggal dunia.
"Saat melakukan aksinya, tersangka dibantu teman berinisial D yang saat ini masih kita buru. Dimana modus tersangka saat melakukan aksinya karena butuh ongkos untuk lari dari desa tersebut karena aksinya yang hendak merampok rumah Supetok diketahui warga. Lalu kedua pelaku sepakat merampok rumah korban Suarti," ungkap M Arafah.
Saat melakukan aksinya, dijabarkan M Arafah bahwa pelaku Kelencet menyiapkan alat berupa sepotong kayu dan pelaku D menyiapkan alat berupa 1(satu) bilah pisau. Lalu kedua pelaku memanjat pagar bambu belakang rumah korban Suarti dan bersembunyi di dekat sumur yang terletak di belakang rumah korban.
Kemudian kedua pelaku secara perlahan berjalan menuju ke dinding belakang rumah Korban dengan memegang alat masing-masing. Kedua pelaku mengintip korban melalui celah dinding belakang rumah korban dan melihat korban sedang berbaring sambil menonton TV di ruang tamu.
Selanjutnya kedua pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui pintu dapur yang tidak terkunci, dan kedua pelaku duduk di dapur rumah korban sambil mengintip korban yang sedang menonton TV.
Saat itu pelaku melihat korban sudah tertidur dengan posisi TV masih menyala, maka kedua pelaku secara perlahan berjalan menuju ke warung korban dengan melewati samping kanan korban yang sedang tertidur.
Saat kedua pelaku berjalan di dekat kepala korban, tiba-tiba korban terbangun dan langsung duduk saat itulah pelaku Kelencet memukul bahu kanan korban dari arah belakang sehingga korban jatuh.
Kemudian pelaku D menduduki kaki korban sambil kedua tangannya memegang kedua tangan korban supaya tidak melawan dan pelaku Kelencet mengambil satu buah sajadah, langsung menduduki pinggang korban dan kedua tangannya menutupi wajah korban dengan menggunakan sajadah yang bagian ujung sajadah di tarik erat ke belakang kepala korban.
Namun korban masih berteriak mintak tolong dan melawan dengan cara menarik dan mencakar wajah pelaku Kelencet. Saat itulah pelaku D memberikan pisau kepada pelaku Kelencet yang langsung menusuk dada korban.
Akan tetapi korban masih terus memberontak dan melawan, maka pelaku Kelencet menusuk kembali dada kanan, perut dan lengan tangan kanan korban sehingga korban tidak bergerak lagi.
Setelah korban tidak bergerak lagi, dua pelaku mengambil kedua anting-anting di telinga korban ,selanjutnya kedua pelaku membongkar isi rumah dan warung milik korban, lalu mengambil uang dan beberapa barang berharga lainnya. Setelah itu dua pelaku kabur.
"Kita mendapatkan informasi bahwa pelaku Kelencet dan pelaku D sering terlihat sesekali pulang ke Desa Benakat Minyak. Lalu kita intai, dan saat pelaku Kelencet berada di desa tersebut, kita langsung lakukan penangkapan. Sementara pelaku D tidak ada ditempat, namun tetap kita kejar," tandas Arafah. (sn)
Sudah Di Ingatkan Presiden, Masih Ada Perusahaan Tak Peduli Karhutla
Namun tidak hanya itu saja, ternyata selain sebagai filter udara dunia, Sumsel juga menjadi salah satu penyumbang racun pada udara yang kita butuhkan saat ini dengan banyakanya karbon berbahaya dari hasil kebakaran lahan gambit dan hutan. Dan hal ini menjadi perhatian Presiden RIz
Kenyataan ini terungkap saat Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI, dengan mengaku dari laporan yang diterimanya, masih ada perusahaan yang beroperasi di wilayah Muara Enim tidak peduli Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Padahal Karhutla telah menjadi perhatian khusus Presiden RI.
“Saya minta kepada perusahaan perusahaan yang ada di Muara Enim untuk peduli terhadap Karhutla, dengan melakukan patrol Karhutla di lingkungan sekitar perusahaannya masing masing,” tegas Sekda saat memimpin rapat kordinasi penanggulangan dan pencegahan Karhutla di ruang Rapat Pangripta Bappeda Pemkab Muara Enim, Senin (12/8)
Rapat tersebut dibuka Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah SH. Rapat itu dihadiri juga Kapolres dan Dandim Muara Enim selaku Komandan Satgas Karhutla. Hadir juga Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, M Tasman, perwakilan perusahaan perkebunan, pertambangan dan kehutanan yang ada di Muara Enim serta para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Muara Enim.
Sekda juga meminta agar perusahaan yang beropesai di wilayah Muara Enim agar senantiasa menyaiapkan peralatan penanggulangan maupun pencegahan Karhutla. Sehingga bila terjadi Karhutla bisa mengambil tindakan cepat.
Selain itu, Sekda juga meminta kepada OPD yang ada kegiatan berkaitan dengan Karhutla baik menggunakan APBD Kabupaten maupun APBD agar supaya segera dilakukan percepatan kegiatannya.
Karena Presiden Jokowi, telah meminta supaya dilakukan percepatan kegiatan yang berkaitan dengan Karhutla. “Jika proses percepatan kegiatan anggaran itu ada hambatan, segera lapor pada saya,” jelasnya.
Sekda juga meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muara Enim, agar para Satuan Kerja (Satker) Karhutla desa yang direkrut sebanyak 10 orang per desa, supaya segera melaksanakan tugas.
Sementara itu, Wakil Bupati, H Juarsah SH, saat membuka rapat itu mengatakan, bahwa Karhutla telah menjadi perhatian khusus pemerintah. Sehingga pelu dilakukan pencegahan dengan kegiatan patroli lapangan. Dia juga meminta agar mengalokasikan anggaran pencegahan maupun penanggulangan Karhutla pada APBD 2020 mendatang.
Selain itu dia juga meminta kepada OPD terkait agar menyiapkan semua peralatan yang tersedia dalam penanggulangan dan pencegahan karhutla.Kemudian meminta agar Satker Karhutla desa diaktifkan untuk melakukan pemantauan titik api.
Kepala BPBD Muara Enim, M Tasman pada rapat tersebut mengatakan, bahwa selama bulan Juli-Agustus telah ditemukan 14 titik api. Jumlah titik api tersebut berada di Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan, Gunung Megang.
Kemudian kebakaran lahan juga terjadi di Desa Danau Tambang, Kecamatan Gelumbang dan Desa Sukamerindu, Kecamatan Sungai Rotan.
Golkar Usulkan Tiga Nama Pimpinan Dewan
KPUD PALI Tetapkan Caleg Tepilih, Berikut Nama-namanya
Rapat pleno terbuka dihadiri seluruh komisioner KPUD PALI, yakni, Fikri Ardiansyah, Sunario, Abdul Rahman, Sarwo Edy dan Manamin. Juga disaksikan Bawaslu PALI, Bupati PALI Heri Amalindo, ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono, dan sejumlah anggota DPRD serta kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI juga seluruh perwakilan Parpol peserta Pemilu. Rapat pleno sendiri dibuka langsung ketua KPUD PALI, Fikri Ardiansyah.
Sementara yang membacakan teknis rapat pleno dibacakan Divisi teknis KPUD PALI, Sunario, yang isinya antara lain bahwa pelaksanaan rapat pleno berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 2017, PKPU nomor 5 tahun 2019 tentang penetapan Pasangan calon terpilih dan penetapan calon terpilih dalam Pemilihan Umum tahun 2019.
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 14 tahun 2019 tentang perubahan ke lima atas peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 7 Tahun 2017 tentang tahapan program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum.
Berdasarkan surat KPU RI nomor 1096/01.13-SD/06/KPU/VIII/ 2019 tanggal 8 Agustus 2019 perihal tindak lanjut putusan Mahkamah Konstitusi.
"Kegiatan ini merupakan penghujung tahapan Pemilu, kami berharap suasana kondusif yang terpelihara selama ini tetap terjaga. Dan kami himbau bagi calon terpilih agar jangan bereuforia berlebihan, serta yang belum beruntung jangan berkecil hati," harap Fikri Ardiansyah, Ketua KPUD PALI.
Ucapan terimakasih juga disampaikan Ketua KPUD PALI kepada semua elemen yang telah turut andil dalam mensukseskan Pemilu di PALI.
"Tanpa kerjasama semua pihak, tahapan Pemilu tidak akan berjalan lancar," tukasnya.
Inilah perolehan kursi Parpol di masing-masing Dapil.
Dapil 1 dengan kuota 11 kursi
1.PDIP memperoleh 2 kursi
2.Partai Gerindera 1 kursi
3. Partai Demokrat 1 kursi
4. Partai Hanura 1 kursi
5. Partai Golkar 1 kursi
6. PAN 1 kursi
7.PPP 1 kursi
8. Partai Nasdem 1 kursi
9. PKS 1 kursi
10. Perindo 1 kursi
Dapil 2 kuota 7 kursi
1.PDIP 1 kursi
2. Partai Golkar 2 kursi
3. Partai Gerindera 1 kursi
4. PKS 1 kursi
5. Partai Demokrat 1 kursi
6. PBB 1 kursi
Dapil 3 kuota 7 kursi
1.PDIP 1 kursi
2.PKS 1 kursi
3.Golkar 1 kursi
4.Demokrat 1 kursi
5.PAN 1 kursi
6.Perindo 1 kursi
7.Nasdem 1 kursi.
Daftar calon terpilih
Dapil 1
1. Partai Gerinda atas nama Alamsyah perolehan suara 1964.
2. PDIP atas nama Cristian ,perolehan suara 1683.
3. PDIP atas nama Hoirillah , perolehan suara 1347.
4. Golkar atas nama Irwan ST , perolehan suara 1478.
5.Nasdem atas nama, Iip Fitriansyah perolehan suara 1654.
6.PKS atas nama Safirin, perolehan suara 732.
7.Perindo atas nama Zuliardi Sofyan perolehan suara 580.
8.PPP atas nama Aswawi perolehan suara 473.
9.PAN atas nama Darmadi Suhaimi perolehan suara 2587.
10. Hanura atas nama Husni Thamrin perolehan suara 1417.
11.Demokrat atas nama Devi Heriyanto perolehan suara 2508.
Dapil 2
1.Gerindera atas nama Basuki Rahmat perolehan suara 1486.
2.PDIP atas nama H Asri AG perolehan suara 1890.
3.Golkar atas nama Suarno perolehan suara 2471.
4.Golkar atas nama Jodika perolehan suara 2208.
5.PKS atas nama Edi Eka Puryadi perolehan suara 2100.
6.Demokrat atas nama Tuti ilsan perolehan suara 1817.
7.PBB atas nama H Amran perolehan suara 1992.
Dapil 3
1.PDIP atas nama Mulyadi perolehan suara 2364.
2.Golkar atas nama Irwanto perolehan suara 1371.
3.Nasdem atas nama Sudarmi perolehan suara 1767.
4.PKS atas nama Apias perolehan suara 1022.
5.Perindo atas nama Saipul Hamid perolehan suara 1329.
6.PAN atas nama H Ubaidillah perolehan suara 1885.
7.Demokrat atas nama M Budi Hairu perolehan suara 1089.
Secara keseluruhan perolehan kursi masing-masing Parpol adalah.
1. PDIP memperoleh 4 kursi
2. Golkar memperoleh 4 kursi
3. Demokrat, 3 kursi
4. PKS , 3 kursi
5. Gerinda, 2 kursi
6. PAN 2 kursi
7. Nasdem 2 kursi
8. Perindo 2 kursi
9. PPP 1 kursi
10.Hanura 1 kursi
11.PBB 1 kursi. (sn)
Ketua DPRD PALI Periode 2019-2024 Masih Milik PDI-P
Dipastikan, untuk tambuk Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masih dipegang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), sebab Partai Politik besutan Megawati Soekarno Putri memperoleh suara terbanyak dan meraih empat kursi di dewan PALI.
"Bersasarkan undang-undang Pemilu bahwa pimpinan dewan adalah Parpol yang memperoleh kursi terbanyak dan suara terbanyak," ungkap Mulyadi, wakil Ketua bidang kehormatan Partai, pemenangan Pemilu dan Komunikasi Politik DPC PDI-P PALI.
Untuk nama jadi ketua dewan, Mulyadi mengaku bahwa DPC PDI-P PALI telah mengajukan tiga nama.
"H Asri AG, Hairillah dan saya sendiri diajukan untuk masuk kandidat calon ketua dewan PALI. Namun hasilnya merupakan wewenang DPP. Karena calon ketua dewan harus lalui fit and proper test yang ditentukan DPP," tukasnya.
Sementara itu, Fikri Ardiansyah, Ketua KPUD PALI menyebutkan bahwa penetapan dan pengumuman Caleg terpilih bakal dilaksanakan Senin pukul 14.00 WIB.
"Pelaksanaannya di ruang rapat paripurna DPRD PALI," katanya. (sn)
Korban Tenggelam di Sungai Lematang Ditemukan
Korban ditemukan Senin (12/8) sekitar pukul 07.30 WIB tak jauh dari awal korban tenggelam. Pasca ditemukan, korban langsung dibawa ke rumah duka dan rencananya langsung dikebumikan.
"Alhamdulillah, korban sudah ditemukan. Awal ditemukan, jasad korban mengapung dipermukaan air dengan kondisi tengkurap. Lokasinya sekitar 10 meter dari posko BPBD yang kita dirikan," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI.
Sementara dari keterangan Ahmad Suhaili, warga setempat bahwa korban sebelum tenggelam terlihat bermain pasir bersama kakaknya.
"Namun selang beberapa menit, terdengar teriakan minta tolong kalau ada anak yang tenggelam. Lalu kami dan warga lainnya berbondong-bondong menuju tepian sungai Lematang," terang Ahmad Suhaili.
Kemudian lanjut dia, bahwa warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Tanah Abang dan BPBD PALI.
"BPBD datang dan langsung melakukan pencarian dibantu warga setempat. Bahkan BPBD menginap di tepian sungai dengan mendirikan tenda, sembari melakukan pencarian meski malam hari. Untuk korban, rencana keluarganya bakal langsung dikebumikan," terang dia.
Peduli, PT BAS Serahkan Hewan Qurban
Hari Makin Gelap, Pencarian Korban Tenggelam di Sungai Lematang Dilanjut Besok
"Bagitu dapat laporan kita langsung terjun ke lapangan dengan menerjunkan dua unit speed boat, empat unit perahu, empat buah jala dan anggota kita ada 17 orang dibantu warga sekitar 100 orang," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI, Minggu malam (11/8) via whatsapp.
Namun hingga pukul 18.30 WIB, diakui Junaidi belum juga ditemukan. "Karena hari semakin gelap, pencarian kita hentikan sementara dan akan dilanjutkan besok pagi," tukasnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa Bagas tenggelam ditepian Sungai Lematang saat bermain, pada Minggu (11/8) sekitar pukul 15.00 WIB. Tepian Sungai Lematang saat ini kondisinya tengah surut, dan adanya hamparan pasir ditepian sungai itu, dimanfaatkan warga untuk berekreasi. (sn)
Sempat Baku Tembak, Amran Warga Betung Abab Diringkus Polisi
Tersangka terlibat kasus kepemilikan senjata api rakitan jenin pistol ini, dengan mudah berhasil diringkus petugas Resmkrim Posek Gunung Megang, saat berada di rumah kontrakannya di di Dusun IV, Desa Cinta Kasih, Kecamatan Belimbing, Muara Enim, Kamis (8/8) sekitar pukul 19.30 WIB.
Petugas tidak saja berhasil mengamankan tersangka, tetapi berhasil mengamankan barang bukti berupa sepucuk senjata api rakitan laras pendek jenis pistol dan 1 buah selongsongan peluru. Kini tersangka berikut barang buktinya diamankan di Mapolsek Gunung Megang untuk menjalani proses hukum.
Penangkapan itu bermula dari adanya dugaan kepemilikan narkoba jenis sabu sabu terhadap tersangka. Kemudian petugas Reskrim yang dipimpin Kapolsek Gunung Megang, AKP Feryanto SH, melakukan penggrebekan terjadap tersangka yang tengah berada di rumah kontrakannya.
Ketika dilakukan penggrebekan, tersangka melakukan perlawanan dengan mengeluarkan tembakan menggunakan senjata api rakitan miliknya ke arah petugas.
Beruntung tembakan itu tidak mengenasi petugas. Lantas dengan sigap petugas berhasil meringkus tersangka hingga tidak berkutik lagi. Tersangka bersama barang buktinya langsung digelandang ke Mapolsek Gunung Megang.
Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Gunung Megang, AKP Feryanto SH, ketika dikonfirmasi, Minggu (11/8) membenarkan penangkapan itu. “Tersangka bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.(SN)







