Anggota Dewan dari PDI-P Kedepan Harus Lebih Eksis Perjuangkan Wong Cilik

PALI, SININEWS.COM - Setelah mendapatkan suara terbanyak di Bumi Serepat Serasan pada Pemilu 17 April 2019 lalu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menempatkan empat perwakilannya di DPRD PALI pada periode 2019-2024 dan memastikan tambuk kepemimpinan dewan PALI masih milik PDI-P.

Namun, ke-empat perwakilan tersebut mengemban tugas tidaklah ringan, lantaran anggota dewan dari partai besutan Megawati Soekarno Putri tersebut harus lebih eksis lagi menyuarakan aspirasi rakyat terutama wong cilik.

"Ya kedepan anggota dewan dari PDI-P harus lebih intens lagi menyerap dan menyampaikan keinginan rakyat dan harus rajin turun ke lapangan," ujar Ketua DPC PDI-P PALI, Ferdian Andreas Lacony, Senin (19/8).

Menyikapi desas-desus siapa pengganti Drs H Soemarjono yang sebentar lagi masa baktinya habis, ditegaskan Ferdian yang juga Wakil Bupati PALI, itu menjadi wewenang DPP.

"Itu mutlak kewenangan DPP, dari DPC kita telah mengajukan tiga nama, yakni Mulyadi, H Asri AG dan Hairillah. Untuk kriteria, ketiganya berpotensi menjadi ketua DPRD PALI," tandas Wabup. (sn)
Share:

Luar Biasa, Dekranasda PALI Terbaik Diajang Sriwijaya Expo 2019

PALI,SININEWS.COM - Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali raih prestasi di ajang Sriwijaya Expo 2019 yang digelar di Komplek Dekranasda Jakabaring Palembang pada 14-19 Agustus 2019, dimana stand Dekranasda Kabupaten PALI menjadi juara satu kategori kreasi stand terbaik diajang tersebut.

Hal itu diketahui dari postingan akun facebook Ando Messaya Skater yang menyebut bahwa stand Dewan Keterampilan Nasional Daerah (Dekranasda) pimpinan Ir Hj Sri Kustina Heri Amalindo memboyong penghargaan menjadi juara I stand terbaik.

"Alhamdulillah akhirnya stand dekranasda kab pali menjadi juara satu di acara pameran sriwijaya expo 2019.dlm kategori kreasi stand terbaik," tulis akun facebook tersebut disertakan beberapa foto pada kegiatan tersebut, satu jam lalu.


Prestasi ini tentu mendapat respon sejumlah tokoh, sebab meski daerah baru namun PALI tidak lagi dipandang setelah mata.

Seperti diutarakan Aka Cholik Darlin, tokoh Lematang ini memberikan apresiasi terhadap prestasi yang tidak mudah tersebut.

Dikatakan anggota DPRD PALI periode 2014-2018 ini bahwa PALI telah membuktikan bahwa stand yang ditata dan diisi kerajian khas Bumi Serepat Serasan bisa di tampilkan di tingkat provinsi ini bertanda bisa melaju ke tingkatan Nasional.

"Semoga kerajinan-kerajinan dibawah binaan Ibu Hj Sri Kustina makin di kenal di tingkat nasional bahkan internasional," ujar ketum Fakar Lematang ini.

Tentu saja keberhasilan ini tidak lepas dari keseriusan dewan kerajinan daerah PALI yang juga disupport penuh Bupati PALI Heri Amalindo yang di nahkodai Ibu Sri Kustina yang juga menjadi anggota DPR RI terpilih.

"Harapan kita semoga para pengrajin PALI terus berkarya dan berinovasi, sebab dengan menjadi juara I stand terbaik, membuka peluang lebar bagi kemajuan kerajian hasil buah tangan warga PALI," tutup mantan wakil ketua komisi 1 DPRD PALI itu. (SN/ADV)
Share:

Beruntung Lahir di HUT RI ke-74, Disdukcapil PALI Beri Kado Istimewa Terhadap Bayi Ini

PALI, SININEWS.COM - Tepat pada Hari Ulang Tahun (HUT) kemerdekaan RI ke-74 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) memberikan kado istimewa terhadap pasangan Anugerah Indra Bangsawan dan Monica Dwi Puspita warga jalan Pelita Kelurahan Talang Ubi Timur yang telah melahirkan seorang putri yang diberi nama Khawla Gladys Queendra di rumah salah satu bidan di Kecamatan Talang Ubi.

Dikatakan Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI bahwa pemberian kado istimewa memang rutin diberikan Pemerintah Kabupaten PALI melalui Disdukcapil saat ada warga yang melahirkan dikala hari keramat atau momen HUT kemerdekaan RI.

"Disaat momen-momen besar, seperti HUT RI, HUT PALI dan lainnya kita berikan penghargaan terhadap warga yang melahirkan atau berulang tahun," ungkap Rismaliza, Minggu (18/8).

Meski bukan pada momen hari besar, pelaporan kelahiran wajib dilakukan masyarakat agar anak yang baru lahir bisa langsung terdata sesuai Undang-undang  no 24 tahun 2013 tentang perubahan atas UU no 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.

"Diterangkan pada pasal 27 (1), setiap kelahiran wajib dilaporkan oleh penduduk kepada instansi pelaksana setempat paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak kelahiran dan berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pejabat pencatatan sipil mencatat pada register akta kelahiran dan menerbitkan kutipan akta kelahiran," jelas Rismaliza.

Untuk meningkatkan pelayanan pelaporan kelahiran agar mudah diakses, diakui Rismaliza pihaknya meluncurkan program Sagarurung Keli Salai atau Siaga urusan penting melalui aplikasi sampai selesai.

"Dimana program ini merupakan salah satu inovasi pelayanan Disdukcapil Kabupaten PALI agar setiap pelaporan cepat diakses. Tentu saja, program ini perlu dukungan dan kerjasama semua elemen untuk bersama-sama melaporkan secepatnya setiap kelahiran menuju PALI tertib administrasi kependudukan," tutupnya.(sn)
Share:

Sempat tarik menarik dan adu mulut, pemilik mobil yang dibawa kabur depan Fadilah teriak histeris

Foto : hanya ilustrasi / sumber : google

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Sebuah mobil minibus Agya warna Putih milik Holpiana warga Sugih Waras Kabupaten Muara Enim diduga dibawah kabur Depcollector saat hendak memarkirkannya di depan Rumah Sakit (RS.) Fadhila Kota Prabumulih, senin (19/8/19)

Kejadian yang membuat warga heboh itu berawal saat Holpiana berencana menjemput Nelsi seorang perawat yang bekerja di Rumah Sakit Fadilah yang tak lain merupakan keponakan Holpiana (korban), 

Dari keterangan saksi dilapangan tiba-tiba datang seorang pria menggedor pintu mobil korban kemudian langsung mengambil kunci mobil Holpiana dan sempat terjadi tarik-menarik dengan pelaku hingga korban dipaksa turun dari mobil

"Tadi sempat ribut adu mulut dengan cowok itu, anak kecik yang didalam mobil itu di keluarke oleh dio"

Usai terjadi adu argumen dengan pemilik mobil pria yang belum diketahui identitasnya itu langsung tancap gas dan kabur meninggalkan pemilik mobil walaupun sebelumnya sempat ada perlawanan dari petugas keamanan dan supir ambulance RS.Fadilah

"Tadi kawan aku Riko cubo hadang mobil dan mencoba memaksa keluar pelaku tapi dio tetap tancap gas" terang M.Dair kepada media ini

Dari keterangan Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Hadi saat dikonfirmasi melalui telepon saat ini masih dalam proses penyelidikan dan masih menunggu pihak korban untuk melapor (sn)
Share:

Setelah Tersesat di Hutan, Rara Lahirkan Cika dan Keisya

PALI,SININEWS.COM - Setelah sukses menulis buku komik berjudul
Tersesat di Hutan, Farisha Naura atau biasa disapa Rara putri pasangan Ferdian Andreas Lacony dan Sari Widyawati penulis cilik asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali membuat gebrakan.

Dimana dalam waktu dekat ini, putri Wakil Bupati Kabupaten PALI ini bakal meluncurkan kembali tulisan keduanya yang diberi judul Cika dan Keisya.

Dituturkan Rara, bahwa pada tulisan keduanya, diceritakan tentang dua anak yang tengah asik jajan tiba-tiba diculik seseorang, dan pada akhir cerita diketahui bahwa yang menculik Cika dan Keisha adalah pamannya sendiri sebagai kejutan ulang tahunnya.

"Insyaallah dalam waktu dekat ini, buku kedua bakal diterbitkan," ujar Rara, saat dijumpai media ini, Senin (19/8).

Diceritakan Rara bahwa ide menulis buku terinspirasi dari ayah dan ibunya yang sering membacakan dongeng sebelum tidur.

"Hobi nulis sejak kelas 2 SD, dan sejak diajak ayah ke Gramedia, alhamdulillah saya terpilih menjadi lima orang penulis terbaik," kata putri Wabup PALI yang bercita-cita jadi Sutradara itu.

Sementara sang Ayah, Ferdian Andreas Lacony mengaku sempat kaget saat mengetahui Rara tengah membacakan dongeng terhadap adiknya.

"Rupanya ketika sering didongengin, kakak (Rara) meniru kebiasaan itu terhadap adiknya. Hal itu membuat saya kaget, ketika mengetahui saat kakak menyampaikan dongeng terhadap adiknya dengan cerita versi dia sendiri," ujar Wabup.

Dikisahkan Ferdian bahwa hobi Rara tidak serta merta muncul begitu saja, melainkan memang sejak bayi Rara dikenalkan dengan buku.

"Saat hendak tidur, Kakak dibacakan dongeng dan setelah tertidur, saya selalu tinggalkan buku diatas tempat tidurnya. Rupanya kebiasaan itu menempel hingga saat ini, dan setiap keluar, saya tanya ingin beli atau miliki apa, jawabannya satu, yakni ingin buku. Jadi bakat Kakak bukan datang begitu saja, melainkan dibiasakan dari kecil," jelas Wabup.

Diketahui Rara memiliki kemampuan menulis, diakui Wabup ketika Rara diajak ke Gramedia untuk ikuti workshop. Di Gramedia ada program penulis cilik, dan tulisan Rara selesai dan nama Rara masuk lima penulis terbaik.

"Setelah ikut workshop, Kecil Kecil Punya Karya (KKPK), meminta Kakak menjadi narasumber sebagai motivator, karena KKPK juga mempunyai program agar anak atau penulis cilik untuk rutin mengirim karya-karyanya," tukasnya. (sn)
Share:

Parkir depan RS.Fadilah Prabumulih, Mobil Agya diduga dibawa kabur Depcollektor

Foto : Hanya Ilustrasi / sumber : outomotifnet
Diduga Mobil Agya dibawa kabur Depcollector yang terparkir didepan Rumah Sakit Fadilah Kota Prabumulih, sumsel

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Sebuah mobil  Agya warna Putih dengan nomor Polisi BG 1 VS diduga dibawa lari seseorang yang sedang terparkir didepan Rumah Sakit Fadilah Kota Prabumulih, kejadian tersebut membuat heboh warga sekitar, senin (19/8/19) sekitar pukul 13.30 wib

Menurut saksi mata dilapangan M.Dair salah satu pegawai Rumah Sakit Fadilah yang juga ikut mengejar pelaku mengatakan, Holpiana pemilik mobil itu memarkirkan mobilnya didepan RS.Fadilah tepat depan taman dan didalam mobil terdapat seorang anak berumur sekitar 2 tahun

“sebelum kejadian ibu Holpiana markirke mobil didepan taman, katonyo nak jemput ponakan yang begawe" ucap Driver Ambulance RS.Fadilah itu

Dari keterangannya pemilik mobil yang merupakan Warga Sugih Waras Kabupaten Mauara Enim itu panik berteriak histeris dan meminta tolong kepada petugas keamanan disana, petugas juga sempat menghadang mobil tersebut dan meminta pelaku turun namun mobil itu tetap melaju kencang

“kami coba kejar pelaku kearah Tugu Nanas, tapi sesampai disana Kereta Api melintas jadi agak macet, kami langsung turun dan melihat mobil yang kami kejar memutar arah” terang M.Dair

Diketahui, mobil Agya warna Putih melaju kencang kearah simpang Panti Asuhan Azisyah Kelurahan Patih Galung dan menuju arah Gunung Kemala dan diduga kembali putar arah menuju Kota Prabumulih

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Mursal Mahdi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan saat ini Korban yang diduga kehilangan mobil belum melapor ke pihak kepolisian

“bukan kehilangan kayaknya, belum ada Konfirmasi sama kita, katanya ada yang datang sebelumnya korban ditumui orang Leasing” terang Kapolsek

Hingga berita ini diturunkan Pihak kepolisian masih menunggu pemilik mobil untuk melapor dan masih melakukan penyelidikan kebenaran kasus tersebut kehilangan atau di sita oleh Leasing Mobil (sn)

Share:

Duh, Susah Air Bersih Warga Pelita Gunakan Air Parit

PALI,SININEWS.COM -  Puncak musim kemarau tahun 2019 ini dirasa warga Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sangat menyusahkan, lantaran banyak diantara warga mengeluh sulit mendapatkan air bersih karena satu-satunya sumber air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim sering tersendat.

Tak sedikit warga mencari air bersih sampai keliling mencari sumur atau sumber air bersih meski jarak cukup jauh. Namun yang lebih miris lagi, diantara warga ada yang menimba air dari parit disekitar rumah mereka.

Hal itu terlihat ketika media ini menjumpai Zulkarnain, salah satu warga Jalan Pelita Kelurahan Talang Ubi Timur Kecamatan Talang Ubi tengah mengambil air bersih di parit tak jauh dari kediamannya.

Meski air itu keruh, tetapi diakui Zulkarnain bahwa tidak ada pilihan dirinya menggunakan air tersebut lantaran air bersih dari PDAM sudah jarang mengalir.

"Air ini untuk dipakai cuci, dan parit ini bukan drainase pembuangan limbah rumah tangga, namun dibawah parit ini ada pipa PDAM yang rembes, sehingga air tertampung disini," ungkap Zulkarnain, Senin (19/8).

Dikatakan Zulkarnain bahwa bukan hanya dirinya yang memanfaatkan air dalam parit tersebut, melainkan warga lain pun banyak yang menggunakannya, karena kalau hanya menunggu air PDAM tidak bisa memenuhi kebutuhannya.

"Kalau yang mempunyai uang, mereka beli air isi ulang atau ke pihak lain menggunakan tangki, namun yang tidak punya uang seperti kami ini, terpaksa menggunakan air ini walaupun hanya bisa digunakan untuk cuci saja," tukasnya.

Terpisah, Junaidi Anuar, Kepala Dinas penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebut bahwa pihaknya telah menyiapkan dua unit mobil tangki air untuk membantu warga dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih.

"Saat ini sudah berjalan dalam penyuplaian air bersih, hanya saja sesuai permintaan dan kami bantu yang benar-benar membutuhka. Sebab saat ini kita fokus dalam penanggulangan Karhutlah," terangnya. (sn)
Share:

Duo Petromaks Goyang Lawang Kidul


MUARA ENIM, SININEWS.COM — Setelalah berbagai acara dan kegiatan selesai dilaksanakan Pemerintah Kecamatan Lawang Kidul bersama PT Bukiut Asam Tbk dalam menyambut dan memeriahkan Hut RI ke – 74, Tibalah pada acara puncak yang digelar di Lapangan Fasilitas Sosial ( Fasos) Tanjungenim. Minggu (18/08).

Acara puncak (penutup) yang digelar Pemerintah Lawang Kidul bersama PTBA, menghadirkan Artis Lokal dan bintang tamu artis Ibukota Dua Petromax, sebelum penampilan artis bintang tamu acara diisi dengan penampilan berapa artis lokal dan tarian tarian Daerah

Camat Lawang Kidul, R Noviar dalam sambutan singkatnya mengawali dengan teriakan ” Merdeka !!!” dituturkannya, dia mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia HUT RI ke 74 Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim diberbagai kegiatan sampai dengan puncak acara hari ini.

Terutama, lanjut Camat kepada PT Bukit Asam Tbk yang sudah mendukung penuh pada semua kegiatan perayaan HUT RI ke 74 – 2019 di Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim.

Kami mengucapkan terimakassih kepada semua Panitia kegiatan HUT RI ke 74 Kecamatan Lawang Kidul dari awal hingga puncak acara hari
ini ” Ujar Noviar.

“Terkhusus kepada Managemen PT Bukit Asam Tbk, yang sudah memberikan dukungan kepada pelaksanaan perayaan HUT RI di Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim” tutupnya.

Pantauan media dilapangan acara dihadiri, Camat Lawang Kidul Drs R Naviar, Kapolsek Lawang Kidul AKP Azizir Alim Koramil Tanjung Enim Kapten Inf F Irwanda dan perwakilan PT Bukit Asam Tbk, serta adik adik Paskibraka Lawang Kidul serta adik adik pramuka binaan polsek Lawang kidul. Dan ratusan masyarakat Tanjungenim dan sekitarnya dengan antusis menyaksikan acara penutup Hut Ri ke ¬74.(sn)

Share:

Sang Merah Putih Berkibar Gagah di Bumi Serepat Serasan

PALI - SININEWS.COM - Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 74, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sukses mengibarkan sang merah putih dengan gagahnya menjulang diatas Bumi Serepat Serasan.

Pengibaran sang merah putih sendiri dilaksanakan dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi, Sabtu (17/8) yang dipusatkan di lapangan terbang eks Stanvack, Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

Upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dihadiri Bupati PALI Heri Amalindo, Ketua DPRD PALI, Drs Soemarjono, serta sejumlah kepala OPD dan FKPD di lingkungan Pemkab PALI.

Sementara yang menindak inspektur upacara adalah Komandan Kodim 0404 Muara Enim, PALI dan Prabumulih, Letkol Letkol Inf Syafrudin.

Disela-sela uapacar digelar teatrikal perjuangan Jenderal Sudirman yang terkenal ahli strategi bertempur melawan penjajah ditampilkan anak-anak SMAN 2 Unggulan Talang Ubi sebelum upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI, di lapangan terbang eks Stanvack.

Tentu penampilan pelajar SMANDALAN itu memukau peserta upacara yang dihadiri langsung Bupati PALI Heri Amalindo, Ketua DPRD PALI Soemarjono, Dandim 0404 Muara Enim, PALI, Prabumulih, Letkol Inf Syafrudin serta sejumlah kepala OPD dan FKPD dalam lingkungan Pemkab PALI berhasil memukau peserta upacara HUT RI ke 74 itu.

"Teatrikal yang dimainkan 75 pelajar tersebut dengan durasi lebih kurang 10 menit itu alhamdulillah sukses dilaksanakan," ungkap Irwan, Kelapa SMAN 2 Unggulan Talang Ubi.

Upacara digelar dilapangan terbang eks Stanvack lantaran lapangan Gelora Komplek Pertamina Pendopo yang biasa digunakan untuk kegiatan-kegiatan besar Pemkab saat ini tengah direnovasi juga untuk menggali kembali sejarah kejayaan PALI sebagai penghasil Migas.

Diketahui bahwa untuk pertama kalinya, Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar upacara peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan RI dilakukan diluar Lapangan Gelora Komplek Pertamina Pendopo pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74, yakni di lapangan terbang bekas Stanvack, perusahaan Migas sebelum menjadi Pertamina.

Usai melaksanakan Upacara Bendera, Bupati PALI didampingi Ketua TP.PKK PALI Ir Hj Sri Kustina beserta sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkungan Pemkab PALI lakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kecamatan Talang Ubi.


Usai lakukan tabur bunga, seluruh rombongan menuju Rumah Dinas Bupati untuk acara ramah tamah serta memberikan penghargaan terhadap janda-janda veteran, pemberian bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni dan penghargaan terhadap keluarga penerima manfaat PKH yang mengundurkan diri secara mandiri.(SN/ADV)


Share:

bupati Beri penghargaan Keluarga Keluar PKH

PALI,SININEWS.COM - Mungkin diluar sana, kehidupan keluarga Sarini lebih susah dibanding keluarga-keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang lain, namun dengan tekad kuat dan bulat, Sarini (45) yang berprofesi sebagai petani karet ini keluar secara suka rela dari peserta penerima manfaat PKH.

Sarini yang berdomisili di Desa Talang Akar Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini memandang bahwa masih banyak warga yang lebih membutuhkan bantuan seperti PKH mendorong dirinya mundur dari daftar penerima PKH.

"Iya pak, kalau ikuti kurang, kami masih kekurangan. Sebab sampai saat ini kami masih menyadap karet, dengan penghasilan pas-pasan. Namun karena merasa masih banyak keluarga yang lebih susah dari pada kami, maka kami putuskan mundur," kata Sarini usai menerima penghargaan dari Bupati PALI sebagai motivator keluarga penerima PKH yang mengundurkan diri secara mandiri, Sabtu (17/8) di Rumah Dinas Bupati PALI.

Sementara itu, Bupati PALI memberikan apresiasi terhadap langkah keluarga Sarini serta keluarga lainnya yang putuskan mundur dari penerima manfaat PKH.

"Ya, tentunya harus dicontoh keluarga-keluarga lainnya yang sudah mampu bahkan mapan. Sebab, program bantuan itu khusus warga pra sejahtera atau kategori miskin, jadi kalau kita sudah mampu tapi masih menerima PKH, harus malu," ucap Bupati.

Terpisah, Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten PALI menyebut hingga saat ini tercatat sudah ada 15 KK yang keluar dari kepersertaan penerima manfaat PKH.

"Alhamdulillah berkat meningkatnya kesadaran masyarakat serta kerja keras tim pendamping yang bekerja keras meyakinkan warga penerima PKH tetapi sudah tergolong mampu agar mengundurkan diri, sehingga sampai saat ini sudah ada 15 KK yang mundur secara mandiri. Dan kami berharap, akan terus menyusul keluarga lainnya untuk ikuti jejak keluarga yang telah mengundurkan diri agar manfaat PKH bisa tepat sasaran," terang Metty. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts