Deklarasi Pilkades Damai

MUARA ENIM, SININEWS.COM -Polsek Tanjung Agung bersama Camat Tanjung Agung melakukan deklrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) damai yang akan dilaksanakan secara  di 10  desa dalam wilayah Kecamatan Tanjung Agung.

                 Deklarasi yang berlangsung di aula kantor Camat Tanjung Agung , Sabtu (24/8), dilakukan juga penandatanganan Daftar Pemilih Tetap (DPT). Deklarasi itu dihadiri juga seluruh para calon kepala desa yang akan bertarung pada Pilkades tersebut.

                 Kapolsek Tanjung Agung, AKP Arif Mansyur, pada acara deklarasi itu mengajak para calon kepala desa maupun pendukung dan tim suksesnya supaya tetap menjaga iklim politik yang kondusif.

              “Masing masing Calon Kepala Desa diharapkan tetap menciptakan iklim yang kondusif dan kedamaian di desanya. Siapapun yang berani mencalonkan diri, tentunya  sudah siap kalah dan siap menang, sehingga akan menjadi panutan bagi yang lainnya,” jelasnya.

                 Sementara itu, Camat Tanjung Agung, Syafrioma, meminta para calon Kepala Desa agar tetap menjaga keamanan dan kedamaian di desanya. Dia juga menghimbau kepada masyarakat supaya tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta kedamaian di desanya masing masing yang akan melaksanakan Pilkades serentak.
Share:

Rindam Adakan Lomba Mancing


MUARA ENIM, SININEWS.COM  – Ratusan pemancing padati kolam Rindam II di Desa Karang Raja, Kecamatan Muaraenim, para Mancing mania ini beradu nasip untuk mendapatkan hadiah satu unit sepeda motor dan hadiah lainnya, Sabtu (24/8/2019).

Giat mancing mania ini digelar dalan rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun RI Ke¬47 tahun 2019. Sistem mancing yang digelar pihak panitia melepas ratusan kilogram ikan mas, dimana tiga ekor ikan diberi tanda pita, pita warna merah putih akan mendapatkan satu unit sepeda motor, ikan dengan pita warna kuning mendapatkan satu unit kulkas dan pita biru satu unit mesin cuci.

Ifan salah satu peserta mancing dari Muaraenim mengatakan, dirinya mengikuti kegiatan ini, selain ikut berpartisifasi memeriahkan hari ulang tahun nengara ini, dirinya juga menyalurkan hoby mancingnya. Dirinya juga sudah menyiapkan peralatan mancing serta umpan supernya.

“Kami bangga dengan kegiatan macam ini, selain kita dapat menyalurkan hoby, kita juga dapat bersilahturrahmi dengan sahabat mancing mania di Kabupaten Muaraenim,” ungkap Ipan.

Selain itu Tatan salah satu peserta mancing lainnya mengungkapkan, acara seperti ini sangat bagus dilaksanakan, ini menunjukkan bahwa TNI dapat dekat dengan masyarakat, terbukti hari ini masyarakat dan TNI berjejer di tepian kolam ini sembari bercanda ria bersama menikmati mancing mania ini.

“Kami berharap pihak Rindam sesering mungkin melaksanakan giat ini, kalau bisa jadi agenda rutin, untuk merekatkan tali silaturrahmi masyarakat dan TNI, supaya kami lebih nyaman bersama TNI di wilayah kita ini,” ungkap Tatan.(sn)

.

Share:

Viral Video Bullying SMA 4 Prabumulih, Kepsek : Itu Hanya "PRANK"?


Foto : Dln (Pelaku), As (Korban) dan Sis Camera girls
Diduga aksi Bullying yang tersebar didunia maya

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Berita diduga aksi bullying siswa SMA Negeri 4 Prabumulih hebohkan jagat maya, berita tersebut viral dibeberapa sosial media hingga dibagikan ribuan kali oleh warganet, sabtu, (24/8/19)

Salah satu pelaku dalam aksi tersebut yakni DLN warga Desa Baru Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih, Sumsel, yang masih duduk dibangku kelas XI itu mengaku hanya untuk membuat video Prank dengan aksi bully terhadap adik kelasnya AS warga Desa Karangan Kecamatan RKT Kota Prabumulih yang juga duduk dikelas X SMAN 4 Prabumulih
 Ketiga siswi SMAN 4 Prabumulih saat berpelukan dan saling memaafkan karena video yang tersebar luas dimedia sosial

Berita yang terlanjur viral itu diakui oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Prabumulih Dahril Amin, M.Pd saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengatakan jika hal tersebut menurut keterangan siswanya hanya aksi “Prank” atau aksi untuk menjahili teman sekolahnya
“iya benar pak itu siswa kita, tadi kedua siswa dan orang tua yang bersangkutan sudah kita panggil” jelasnya

Diketahui video yang berdurasi 1 menit 31 detik itu direkam oleh SIS siswa kelas XI SMA N 4 Prabumulih pada hari kamis sekitar jam 10 diwaktu istirahat jam belajar, pelaku DLN yang saat itu beraksi sebagai aktor pertama melakukan Bullying kepada AS adik kelasnya 

“kito Cuma buat aksi lucu-lucuan pak, untuk Frank tapi untuk digrup WA kami bae” terang Kepala Sekolah menirukan ucapan pelaku

Usai kejadian tersebut pihak sekolah memanggil kedua orang tua korban dan didampingi Bhabinkamtibmas, RT RW dan Komite sekolah untuk menjelaskan duduk perkaranya

“mereka sudah kita pertemukan ternyata hanya buat video lucu lucuan, tapi ini tidak dibolehkan nanti orang berfikiran lain” lanjutnya

Dahril Amin juga menghimbau untuk tidak melakukan hal yang negatif terlebih didalam lingkungan sekolah karena akan membuat resah jika sudah viral dan dalam pertemuan tersebut dirinya meminta siswa yang bersangkutan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi (sn)

Share:

Penerimaan Karyawan Tidak Transparan


MUARA ENIM, SININEWS.COM –PT.Trakindo Utama, yang berkantor di jalan Palembang muaraenim, Diduga saat penerimaan Tenaga Kerja Non sekill tidak transparan, Jumat (23/08/2019).

Hal itu menuai kontroversi dari sejumlah masyarakat Penelusuran Rabu 21/09/2019. Berapa wartawan dari media cetak maupun onlene, datang ke kantor PT.Trakindo Utama ingin menayakan kebenaran berita yang berkembang di masyarakat.

Awi Salah satu tokoh masyarakat muaraenim saat dibincangi media mengatakankan, Adanya perusahaan berdomisili di muara Enim, disambut antusias masyarakat khususnya warga kepur dan dusun muara Enim. dengan tujuan bisa bekerja baik skill atau non skill hingga mengurangi beban keluarga dengan di terimanya di perusahaan khusus nya PT. Trakindo, tutur Awi

“Awi, mewakili masyarakat mengatakan harapan hanya tinggal harapan ternyata perusahaan yang di tunggu¬tunggu ternyata tidak seperti yang di harapkan ,”ujar Awi denngan kecewa.

Namun disini yang dijadikan persoalan adalah proses transparansi dari seleksi itu sendiri, sehingga unsur Nepotisme menjadi suatu hal yang masih di lakukan dan masih dominan dalam perekrutan karyawan sampai saat ini. Yang menjadi masalah adalah output dari hasil rekrutmen dengan metode “nepotisme” tersebut.

Lanjut Awi” Berkualitaskah karyawan yang direkrut Atau apakah bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan kedepannya. Memang kalau dilihat dengan nepotisme ada hal yang bisa ditekan, yakni biaya perekrutan karyawan. Lewat jalur normal / seleksi biasa, akan banyak cost yang dikeluarkan, mulai dari biaya rekrutmen, penyewaan assesor, atau pun biaya lain yang tentunya akan menguras anggaran perusahaan.”ungkapnya dengan nada kesal.

Namun bila kita lihat lebih dalam, dari segi etika Tentu saja itu melanggar etika dan norma yang ada. Akan banyak pihak yang kecewa dengan sistem perekrutan yang seperti itu.cetus Aw.

Saat di konfirmasi ke pihak perusahaan di terima langsung oleh pak HN dan rekan (Humas),” berbelit Belit cendrung tidak sesuai fakta (hoax) rekrutmen seleksi tenaga nonskill cliening service dan security itu Palembang yang tentukan di terima atau tidak,” terang HN

“Saat di tanya kebenaran keterangan rekrutmen tenaga non skill oleh wartawan,” HN tidak menjawab, bahkan pergi meninggalkan ruangan tanpa alasan yang jelas, atas sikap yang dianggap meremehkan awak media, perusahaan setarap nasional bahkan internasional dinilai tidak profisional khusus nya hal rekrutmen tenaga kerja.(sn)

Share:

Pukul Istri Hingga Babak Belur, Defy Diamankan Polisi Tanah Abang

PALI,SININEWS.COM - Defy Ahcmadsyah (35) warga Dusun II Desa Tanah abang Selatan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa diamankan jajaran Polsek Tanah Abang lantaran diduga telah melakukan tindak Kekekerasan Dalam Rumah Tanggga (KDRT) terhadap istrinya sendiri, Tika Mika (32) dimana kejadiannya pada Selasa (13/8) lalu.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa tersangka Defy ditangkap berdasarkan buktiLP/B/57/VIII/2019/Sumsel/Res.ME/Sek tanah abang, tanggal 14 Agustus 2019.

Dimana kejadiannya berawal pelaku menanyakan uang hasil dari menjual sepeda motor seharga Rp 6.300.000,-(enam juta tiga ratus ribu rupiah) kemudian uang hasil menjual sepeda motor tersebut di belikan lagi sepeda motor seharga Rp 1.800.000,- (satu juta delapan ratus ribu rupiah) kemudian sisa uang tersebut di belanjakan lagi untuk keperluan sekolah, sembako dan membayar hutang kepada tetangganya sehingga uang tersebut tersisa Rp 2.000.000,-(dua juta rupiah).

Kemudian selama 2(dua) minggu uang tersebut habis di karenakan untuk keperluan sehari-hari, lalu pelaku menanyakan sisa uang yang berjumlah Rp 2.000.000,-(dua juta rupiah) itu dan korban menjawab uang tersebut sudah habis.

Mendengar jawaban korban, pelaku malah menarik rambut korban dan memukul korban di bagian mata sebelah kanan, atas kejadian tersebut korban melaporkan ke Polsek Tanah Abang.

Pada Kamis (22/8) sekira pukul 18.00 WIB berawal dari penyelidikan anggota Polsek Tanah Abang bahwa tersangka sedang berada di rumahnya. Mandapat informasi tersebut Kapolsek Tanah Abang AKP Sofiyan Ardeni,SH langsung memerintahkan kanit Reskrim Aipda Muslim Ansori beserta anggota untuk melakukan penangkapan.

"Pada saat dilakukan penangkapan tersangka tidak melakukan perlawanan dan langsung di amankan ke Polsek Tanah Abang guna dimintai keterangan lebih lanjut," terang Sofyan. (sn)
Share:

Tiga Kali Kena Tusuk, Nenek Suarti Tewas Ditangan Kelencet

PALI,SININEWS.COM - Naas nasib nenek Suarti (75), diusia senjanya nenek warga Benakat Minyak Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus tewas di tangan Feri Purnomo alias Kelencet (22) warga desa yang sama saat rumah nenek malang tersebut disatroni tersangka Kelencet dan satu temannya D (DPO) pada Kamis (14/11/2016) silam.

Kematian nenek suarti akibat ditusuk pisau sebanyak tiga kali sembari dibekap mulutnya menggunakan sajadah oleh Kelencet karena saat masuk rumah, nenek Suarti terjaga dari tidurnya dan setelah mengetahui ada tamu tak diundang, nenek suarti berteriak.

Kemudian karena panik, Kelencet memukul bahu korban hingga korban terguling, lalu pelaku D (DPO) menduduki kaki korban dan membekap wajah korban dengan sajadah.

Rupanya nenek Suarti tidak berhenti diam, malah semakin berontak membuat Kelencet menindih badan nenek Suarti dan membekap mulut korban. Karena terus berontak, pelaku D memberikan pisau kepada Kelencet, yang langsung ditusukannya ke arah dada korban.

Mendapat luka tusuk, nenek suarti terus menjerit. Dan Kelencet bukannya kasihan malah kembali menghujamkan pisau yang dipegangnya ke arah perut dan dada korban hingga akhirnya korban tak bergerak lagi.

Setelah mengetahui korban tidak bergerak, Kelencet mengambil anting korban lalu mengambil mie instan dan rokok di dalam rumah yang sekaligus menjadi tempat usaha nenek Suarti berjualan.

Rangkaian aksi perampokan yang menewaskan nenek Suarti diketahui saat Jajaran Polsek Talang Ubi melakukan rekonstruksi di saksikan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari PALI, Ariantimaya, Jumat (23/8).

"Hari ini kita gelar rekonstruksi kasus perampokan yang menyebabkan korban meninggal, untuk melengkapi berkas. Sedikitnya 13 adegan yang diperagakan tersangka," ujar Ariantimaya.

Sementara Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah bahwa akibat perbuatannya, pelaku diancam hukuman seumur hidup.

"Untuk motifnya perampokan, namun karena korban berontak, pelaku menganiaya korban hingga tewas," tandas Arafah. (sn)
Share:

Hendak Nyadap, Okta dan Mertuanya Nyaris Tewas Kepala Dibacok OTD

PALI, SININEWS.COM - Dua warga Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), masing-masing bernama Okta (24) dan Nonimah (65) nyaris saja tewas lantaran tidak tahu asal muasalnya, tiba-tiba datang orang tidak dikenal yang langsung menghampiri keduanya dan membacok Okta hingga roboh bersimbah darah.

Sementara, Nonimah yang tak lain mertua Okta, juga terduduk ketika mendapat pukulan kayu dibagian kepala dan pinggangnya oleh orang tidak dikenal tersebut.

Pelaku langsung melarikan diri kearah hutan setelah mengetahui korbannya roboh. Sementara korban dilarikan ke RSUD Talang Ubi.

Diceritakan Okta, bahwa pada Jumat pagi (23/8) sekitar pukul 06.00 WIB, dirinya dan mertuanya hendak menyadap karet menggunakan sepeda motor. Namun baru saja tiba di kebun, dan baru hendak turun dari sepeda motornya, tiba-tiba datang orang dengan memakai jaket dan cadar langsung memukul keduanya menggunakan kayu.

"Aku tidak mengetahui berapa orang yang menganiaya kami, tapi diduga lebih dari satu orang. Sebab, mertua aku juga mengalami penganiayaan. Saat kami memasuki kebun yang akan disadap, tiba-tiba datang orang itu yang langsung memukul dan membacok kepala aku," kenang Okta saat ditanyai media ini di ruang UGD RSUD Talang Ubi.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda M Arafah menyebutkan bahwa pihaknya telah lakukan olah TKP dan kasus tersebut saat ini tengah didalami.

"Motifnya masih kita selidiki, lantaran barang-barang korban tidak ada yang hilang. Kita masih korek keterangan saksi dan korban serta bakal kita panggil pemilik kebun. Lantaran dari pengakuan korban, baru hari ini, korban hendak menyadap kebun milik warga lain di Desa Talang Bulang," terang Kanit Reskrim. (sn)
Share:

Trio Macan Goyang Muara Enim


MUARA ENIM, SININEWS.COM – Menyemarakkan HUT RI Ke¬74, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menggelar hiburan rakyat, pada Senin (18/8) malam di Plaza GOR Pancasila Kota Muara Enim. Acara ini digelar untuk umum masyarakat Kabupaten Muara Enim dan dihibur oleh artis dangdut Trio Macan asal Jawa Timur. Selain itu, ikut memeriahkan juga, Bara Band, Tari Kreasi, dan Sastra Tutur.

Ketua Pelaksana, Irawan Supmidi mengungkapkan, mari ramai¬ramai masyarakat mendatangi acara malam puncak memeriahkan HUT RI Ke-74 yang digelar Pemkab Muara Enim di Plaza GOR Pancasila Senin malam (malam ini,red). Ada artis dangdut ibu kota Trio Macan, serta
hiburan Bara Band, Tari Kreasi, dan Sastra Tutur.

“Saya mengajak semua lapisan masyarakat Kabupaten Muara Enim untuk datang menyaksikan hiburan rakyat. Pada malam puncak HUT RI ke74 yang digelar Pemkab Muara Enim,”ungkap Irawan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara
Enim, dihubungi koran ini, minggu (18/08).

Menurut Irawan, acara ini akan dihadiri bupati dan wakil bupati Muara Enim serta jajaran pejabat pemerintah daerah. Serta tamu undangan perwakilan BUMN, BUMD, dan BUMS yang ada di wilayah Bumi Serasan Sekundang. Kata Ira lagi, bahwa acara akan dimulai pukul 19.00
WIB, setelah sambutan kemudian hiburan rakyat.

“Acara ini bisa terwujud berkat dukungan dan bantuan semua pihak, TNI, Polri, dan dinas instansi terkait untuk mensukseskan acara ini, kami atas nama panitia pelaksana mengucapkan terima kasih,”terang Irawan.

Sementara itu, Trio Macan adalah grup vika dangdut asal Jombang Jawa Timur. Kini personilnya terdiri dari Lia Amelia, Chacha Sherly, dan Dara Rafika. Trio Macan fokus dalam berkarya mengusung genre dangdut koplo terus konsisten dalam menonjolkan suara gendang didalam setiap materinya (sn)

Share:

Diduga Jual Narkoba, Rudi Tak Berkutik Saat Tim Elang Menciduknya

PALI, SININEWS.COM - Diduga menjadi pengedar Narkoba, Rudi Sanjaya (30) warga Talang Subur Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir  (PALI) diciduk jajaran Reskrim Polsek Talang Ubi pada Rabu (21/8).

Tersangka Rudi diciduk berdasarkan LP/A/15/VIII/2019/Sumsel/Res.Muara Enim/Sek.Talang Ubi, Tgl 21 Agustus 2019 tentang Narkotika dalam Pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dimana pelaku ditangkap di rumahnya sekitar pukul 22.00 WIB.

"Setelah penyidik mendapatkan informasi tersebut, kemudian dilakukan penyelidikan dan selanjutnya Tim Elang begerak mengarah TKP. Setelah tiba di TKP, kemudian langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di rumahnya," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah, Kamis (22/8).

Dijelaskan Arafah bahwa saat ditangkap pelaku sedang memecah paket diduga sabu-sabu kedalam plastik.

"Interogasi awal di TKP, pelaku mengakui BB tsb adalah miliknya, selanjutnya pelaku dan BB dibawa Polsek Talang Ubi guna proses pemeriksaan lebih lanjut," imbuh Arafah.

Adapun barang bukti (BB) yang turut diamankan, disebutkan Arafah berupa 20 ( dua puluh ) paket sabu-sabu dengan berat brutto keseluruhan 4,39 gram, 1 ( satu ) bungkus plastik besar berisikan 8 bungkus plastik kosong ukuran kecil, 1 ( satu ) buah pipet plastik, 1 ( satu ) buah sekop pipet plastik, 2 ( dua ) buah cuttenbud dan 1 ( satu ) unit Handphone.

"Saat ini pelaku masih diinterogasi guna pengembangan," tandas Arafah. (sn)
Share:

Angkutan Batubara Milik Servo di Stop Warga

PALI, SININEWS.COM - Puluhan warga Desa Lunas Jaya Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyetop seluruh armada angkutan batubara yang melintas di jalan khusus batubara milik PT Servo pada Kamis (22/8) sejak pukul 12.00 WIB.

Hal itu buntut dari keresahan warga atas permasalahan stockpile batubara yang ada di KM 36 serta masalah debu yang dinilai warga sangat mengganggu aktivitasnya.

Imbas dari penyetopan warga tersebut, mobil armada angkutan batubara mengular, dan menurut warga mencapai hingga 2 kilometer.

"Kami mulai orasi sejak pukul 12.00 WIB, dan sampai saat ini belum ada tanggapan dari pihak Servo," ujar Nazril, melalui pesan whatsapp, Kamis (22/8).

Adanya aksi penyetopan armada batubara di wilayah Desa Lunas Jaya dibenarkan Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni.

"Dari siang tadi warga melakukan aksi tersebut, dan antrean kendaraan pengangkut batubara hingga ke KM 38," terang Kapolsek.

Sementara itu, pihak PT Servo hingga berita ini diturunkan belum bisa dihubungi. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts