Bangun Infrastruktur Masih Jadi Prioritas Heri Amalindo di Tahun 2020, Begini Penjelasannya

PALI, SININEWS.COM - Berdasarkan rencana kerja Pemkab Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun anggaran 2020 mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten PALI tahun 2016-2021 bahwa tema pembangunan Kabupaten PALI tahun 2020 adalah Pemantapan percepatan pembangunan untuk mencapai visi misi Kabupaten PALI, dengan prioritas pembangunan daerah meliputi.

1.Peningkatan pembangunan dan penyediaan infrastruktur pelayanan dasar.
2.Peningkatan Produksi, Produktivitas dan nilai tambah unggulan daerah.
3.Peningkatan Kesejahteraan dan kualitas Sember Daya Manusia.
4. Peningkatan kualitas pelayanan publik dan reformasi birokrasi.
5. Peningkatan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat.

Tema pembangunan PALI di tahun 2020 mendatang diketahui saat Bupati PALI Heri Amalindo menyampaikan nota penjelasan Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2020 dihadapkan forum rapat paripurna DPRD PALI IX yang dihadiri 18 anggota dewan dari 25 anggota dewan yang ada, Rabu (28/8).

Dimana pada rapat Paripurna IX DPRD Kabupaten PALI dalam rangka Pembahasan KUA dan PPAS tahun anggaran 2020 dipimpin langsung ketua DPRD PALI Drs H Soemarjono dengan agenda pengesahan jadwal paripurna, penyerahan rancangan KUA dan PPAS serta penyampaian nota rancangan KUA dan PPAS oleh Bupati PALI.

Pada kesempatan itu juga, Bupati PALI menyampaikan asumsi dasar yang berpengaruh terhadap penyusunan APBD tahun anggaran 2020 dengan total APBD diproyeksikan sebesar Rp 1.487.327.868.191,- dengan rincian sebagai berikut.

A. Kebijakan Pendapatan Daerah, diperkirakan sebesar Rp 1.385.627.868.191,-

Hal-hal yang menjadi dasar penetapan target pendapatan daerah meliputi.

1.Adanya proyeksi kenaikan pendapatan daerah dari sektor pajak dan retribusi daerah sebesar 20-30 persen.
2.Adanya penyesuaian pendapatan daerah yang bersumber dari kurang bayar dana bagi hasil pemerintah pusat
3.Dana Alokasi Khusus belum bisa diproyeksikan dikarenakan belum adanya peraturan terkait besaran alokasi tersebut.

B. Kebijakan Belanja Daerah yang diproyeksikan sebesar Rp 1.242.827.868.191,-.

Adapun hal-hal yang menjadi dasar penetapan target belanja daerah sebagai berikut.

1.Pemenuhan belanja wajib dan mengikat serta pemenuhan standar pelayanan minimal khususnya pendidikan dan kesehatan.
2.Pemenuhan belanja prioritas dalam mengejar target RKPD tahun 2020 yang ditetapkan pada RPJMD tahun 2016-2021.
3.Penganggaran belanja pegawai untuk kebutuhan pengangkatan CPNS dan pegawai pemerintahan dengan perjanjian kontrak.
4.Pengalokasian belanja dalam rangka mendukung pelaksanaan Pilkada serentak tahun 2020.

C. Kebijakan Anggaran pembiayaan daerah yang diproyeksikan sebesar Rp 101.700.000.000,- yang berasal dari sisa lebih perhitungan tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp 1.700.000.000,- dan penerimaan pinjaman daerah dari lembaga keuangan sebesar Rp 100.000.000.000,-.

Usai mendengarkan penjelasan Bupati, Drs Soemarjono selanjutnya memutuskan bahwa rapat paripurna diskor sampai Senin (2/9) dengan agenda penyampaian hasil kerja Banggar DPRD PALI. (sn)
Share:

Diduga Diracun, Ribuan Ikan Mati Disungai Kelekar

PRABUMULIH, SININEWS.COM - Ribuan bangkai ikan mengambang di sungai kelekar kawasan Jalan Tebat RT 06 RW 04 Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih. 

Segerombolan ikan yang didominasi ikan sapu jagat ini diketahui mati massal sejak dua hari yang lalu. Tak sampai disitu, bau menyengatpun dirasakan masyarakat yang berada di daerah pinggiran sungai kelekar. 

Kondisi ini tentunya meresahkan masyarakat. Pasalnya, air sungai telah mengalami surut akibat kemarau panjang sehingga bangkai-bangkai ikan itu tidak terbawa aliran air dan mengendap disatu tempat. 

Menurut informasi yang didapat, matinya ribuan ikan disungai kelekar tersebut diduga dikarenakan adanya oknum yang sengaja meracun ikan di sungai pada malam hari 

"Dak tau siapo dan dari mano sebab ini jauh sampai ke sungai Sukaraja," ungkap Wartem warga sekitar. 

Lihan, warga lainnya mengungkapkan ribuan ikan mengambang disungai sejak senin sore. Pada saat ini ikan-ikan yang mati belum mengeluarkan bau busuk. 

"Banyak waktu itu wong turun liat ikan la ngambang. Nah setelahnyo mulailah bau busuk nyengat," terangnya.

Ia berharap Pemerintah dapat segera menindaklanjuti matinya ribuan ikan disungai kelekar, jangan sampai hal tersebut menimbulkan penyakit. 

"Kalau memang ikan mati akibat orang tak bertanggungjawab, kami minta Pemerintah bertindak tegas," tuturnya.
Share:

Dahaga Warga Terobati, Pendopo Basah Setelah Lebih Satu Bulan Tak Hujan


PALI, SININEWS.COM - Kota Pendopo Kecamatan Talang Ubi dan sekitarnya akhirnya diguyur hujan pada Selasa (27/8) sekitar pukul 19.20 WIB. 

Ibu kota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) ini akhirnya basah setelah lebih satu bulan tidak diguyur hujan. 

Kondisi ini pun membuat ramai di sosial media, ucap syukur pun mengalir dari banyak akun facebook milik warga Pendopo. 

Seperti ditulis akun facebook Jamilah Agus yang meluapkan kegembiraannya akan berkah yang diturunkan Tuhan YME. 

"Alhamdulillah wa syukurillah akhirnyo hujan deras membasahi bumi PALI," tulis akun Jamilah Agus yang diunggah beberapa menit lalu. 

Tentu saja, postingan akun facebook itu disambut komentar beberapa pengikutnya yang juga sama-sama bersyukur atas turunnya hujan dikala dahaga warga PALI memuncak. 

Ucap syukur juga diutarakan Perry warga Kelurahan Bhayangkara.

"Alhamdulillah lumayan deras, debu pun hilang dan udara kembali segar. Mudah-mudahan hujan ini juga turun diseluruh wilayah PALI," ucapnya. 

Diketahui bahwa prediksi BMKG musim kemarau belum akan berakhir, namun dalam dua atau tiga hari kedepan sejumlah wilayah di Indonesia termasuk Sumatera Selatan bakal diguyur hujan. 

Sementara untuk puncak musim hujan, diprediksi bakal berlangsung antara bulan Januari atau Februari 2020 mendatang. (sn)
Share:

Masyarakat Muara Enim Shalat Istisq'o


MUARA ENIM, SINI NEWS.COM—Kemarau panjang yang berlangsung saat ini telah menimbulkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah tempat di wilayah Muara Enim sudah membuat masyarakat menjadi resah. Kondisi itu membuat masyarakat Muara Enim bersama  Bupati dan wakil Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM dan H Juarsah SH dan para PNS ,  melakukan  Shalat Istisq'o atau sholat minta turun hujan, berlangsung di halaman Pemkab Muara Enim, Selasa (27/8).

               Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, sebelum pelaksanaan sholat dimulai mengatakan,  shalat Istisq'o yang digelar ini bertujuan untuk meminta kepada Allah SWT agar menurunkan hujan ketika dibutuhkan, apalagi pada masa sekarang ini musim kemarau telah melanda wilayah Kabupaten Muara Enim yang menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.
             "Dengan dilaksanakannya sholat istisq'o ini, kita berharap agar segera dapat di turunkan hujan guna menghindari kekeringan panjang dan musibah lainnya seperti kebakaran hutan da lahan, Islam mengajarkan kepada umatnya dala menyikapi ketentuan Allah SWT yang menimpa kita untuk husnuzzon berbaik sangka kepada AlIah SWT, karena setiap cobaan yang diterima pada hakikatnya untuk menaikan derajat ketempat yang lebih tinggi jika bersabar dalan menghadapi cobaan, kemudian introspeksi diri atau selalu mawas diri," ungkap A. Yani.
              Dijelaskannya,  pihaknya terus berusaha mengingat bahwa segala yang terjadi kemungkinan ketentuan Allah SWT kepada kita karena kita banyak melupakan Allah SWT, lalai melaksanakan perintah-perintahnya serta tidak menjauhi segala larang-larangannya.

              " Melalui momen shalat istisq'o ini mari kita kembali merenungi betapa banyak nikmat Allah Swt yang diberikan kepada kita, karena itu sudah selayaknya kita menjadi hamba yang pandai bersyukur kepada-Nya,"ajak A. Yani.

               Bupati mengajak masyarakat supaya menjadikan momentum ini sebagai sarana didalam lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. "Marilah kita jadikan sholat Istisq'o dan Do'a Bersama ini sebagai momentum untuk medekatkan diri dan memohon pertolongan kepada Allah SWT atas sesuatu yang dianggap sulit serta menjad jembatan tali silaturrahmi untuk mengenal satu sama lain,” jelasnya.
               Tentunya, lanjutnya, akan meningkatkan hubungan yang baik dengan Allah Swt (Hablumminallah) serta hubungan baik anta sesama manusia (Hablumminannas) untuk saling bahu membahu dalam membangul Kabupaten Muara Enim yang kita cintai ini yang berlandaskan nilai-nilai moral agama Islan sehingga visi Kabupaten Muara Enim untu rakyat yang Agamis, Berdaya Saing, Mandir Sehat dan Sejahtera dapat terwujud.
Share:

Bupati Sampaikan KUA PPAS 2020


MUARA ENIM, SINI NEWS.COM----Pembahasan RAPBD Muara Enim tahun anggaran 2020 tetap dilakukan anggota DPRD Muara Enim lama, bukan dilakukan anggota DPRD hasil Pileg yang akan dilantik pada bulan September mendatang.

                  Soalnya Bupati Muara Enim telah menyampaikan Kebijakan Umam Anggaran  dan Priorotas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020, kepada DPRD Muara Enim.

               Penyampaian KUA PPAS tahun 2020 itu, berlangsung dalam rapat paripurna DPRD dipimpin Wakil Ketua DPRD, Jonidi, Selasa (27/8). Rapat itu dihadiri juga Wakil Bupati, H Juarsah SH, Sekda Muara Enim, Ir H Hasanudin MSI, serta para asisten, kepala dinas, kepala badan, Kabag, Kabid dilingkungan Pemkab Muara Enim.

                 Bupati pada penyampaian KUA PPAS tersebut mengatakan, pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 2,649 tiliyun lebih. Jumlah mengalami penurunan sebesar Rp  171,872 miliyar lebih atau 6.09 persen  dari target pendapatan tahun 2019.

                  Target pendapatan tahun 2020 tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp 251,892 miliyar lebih. Dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp 1,912 triliyun lebih bersumber dari  bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum.

              Selanjutnya lain lain pendapatan  daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp 485,695 miliyar lebih. Sedangkan belanja daerah pada tahun 2020 direncanakan sebesar Rp 2,642 triliyun lebih. Jumlah itu berkurang sebesar Rp 175,460 miliyar lebih atau 6,16 persen  dari target belanja  tahun 2019.

                Menurutnya, belanja tidak langsung direncanakan sebesar Rp 1,231 triliyun dinataranya berupa pembayaran gaji pegawai dan tunjangan PNS dan CPNS. 

              Sedangkan belanja langsung direncanakan sebesar Rp 1,410 triliyun. Dengan demikian, lanjutnya, pada tahun anggaran 2020 mengalami surplus anggaran sebesar Rp 7,678 miliyar lebih.
Share:

Bupati-Dewan Setujui Penyerahan Aset PDAM ke PALI


MUARA ENIM, SININEWS.COM,--Bupati dan DPRD Muara Enim, akhirnya menyetujui penyerahan aset PDAM Lematang Enim yang ada di wilayah Kabupaten PALI kepada Kabupaten yang baru dimekarkan tersebut.

                    Namun penyerahan aset tersebut, berpotensi bakal menjadi beban anggaran baru bagi APBD PALI. Soalnya dengan diserahkannya aset tersebut, maka Pemkab PALI akan membeli air curah kepada Pemkab Muara Enim melalui PDAM Lematang Enim.

                   Karena aset yang diserahkan tersebut hanya berupa pipanisasi maupun peralatan lainnya yang ada di PALI. Sedangkan mesin pembangkit ataupun intake PDAM Lematang Enim berada di di Desa Teluk Lubuk, Muara Enim, yang selama ini menyalurkan air ke PALI,  tidak diserahkan.

                  Persetujuan penyerahan aset tersebut berlangsung dalam rapat paripurna DPRD Muara Enim, dipimpin Wakul Ketua DPRD, Jonidi, Selasa (27/8). Rapat tersebut dihadiri Wakil Bupati, H Juarsah SH, Sekda Ir H Hasanudin MSI, serta para Asisten, Kepala Dinas, Kepala Badan, di lingkungan Pemkab Muara Enim . 

            Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, pada rapat peripurna itu mengatakan, aset PDAM Lematang Enim yang diserahkan sebelumnya telah dilakukan inventarisasi PDAM Lematang Enim bersama Badan Pengawas Keuangan Sumsel, dan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Provinsi Sumsel. Inventarisasi yang dilakukan berupa fisik dan nilai aset, kepemilikan aset, piutang air dan piutang non air.

               Menurutnya, aset yang berumse dari  dana PDAM Lematang Enim sebesar Rp 6,153 miliyar lebih,  aset yang bersumber dari APBD Muara Enim sebesar Rp  31,906 miliyar lebih.

                 Kemudian, lanjutnya, aset yang bersumber dari APBD Provinsi Sumsel sebesar Rp 17,867 miliyar lebih yang nantinya akan diserahkan langsung pihak provinsi ke Pemkab PALI.

                Selanjutnya aset  yang bersumber dari APBN sebesar Rp 50,556 miliyar lebih  yang akan diserahkan langsung pemerintah pusat ke PALI. Kemudian piutang air sebesar Rp 7,045 miliyar lebih,  piutang non air sebesar Rp 316 juta lebih. 

                    “Penyerahan aset ini sebelumnya, PDAM Lematang Enim dan eksekutif telah berkonsultasi dengan  Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan perwakailan Sumsel dan Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kementerain Dalam Negeri mengenai prosedur penyerahan aset PDAM Lematang Enim,” jelasnya.             Aset PDAM Lematang Enim  yang diserahkan berada di wilayah PALI.  

                    Sementara itu, bupati Muara Enim saat dibincangi awak media mengaku bahwa aset yang diserhkan adalah yang masuk wilayah PALI. Sedangkan aset PDAM yang berada di wilayah Muara Enim seperti mesin pompa atau intake, tidak diserhkan.

              “Jadi hasil pembicaraan nanti akan dipertajam lagi. Kita aka nada jual air curah bekerjasama antara Pemkab PALI dengan PDAM lematang Enim,” jelasnya.

           Menurutnya, intake masih punya Muara Enim,   untuk memenuhi kebutuhan air besih warga di wilayah Muara Enim. 

            Ketika ditanya mengenai besaran tariff jual air curah ke PALI tersebut, dia akunya  belum ada kesepakatan, karena masih akan dilakukan pembahasan. 

              Ketika ditanya lagi, bagaimana nantinya jika PALI membangun intake sendiri, dijawabnya tentunya akan lebih bagus lagi. Sehingga intake yang ada saat ini dapat dipergunakan melayani kebutuhan air bersih masyarakat Muara Enim.

               Karena didaerah Belimbing dan sekitarnya kebutuhan air bersih belum 100 persen. Ketersediaan air bersih belum terlayani 100 persen.
Share:

Aniaya pakai Pistol korek mainan, pemuda ini digiring ke Polres Prabumulih


PRABUMULIH, SININEWS.COM– Seorang pelajar inisial AD (17 tahun) yang merupakan warga jalan kerinci lorong wakaf Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih terpaksa diamankan ke Polsek Prabumulih karena diduga terlibat penganiayaan terhadap korban Indra Gunawan (19 tahun) warga desa Lembak Kabupaten Muara Enim..

Kejadian pengeroyokan tersebut sendiri terjadi di depan SD N 15 taman kota Prabujaya Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih pada bulan Januari 2019 yang lalu, pelaku melakukan pengeroyokan bersama teman-temannya dengan menggunakan korek api berbentuk pistol dan tangan kosong sehingga korban mengalami luka robek dibagian kepala dan memar di wajah.

Pelaku diamankan pada hari Senin (27/8/2019) sekira pukul 17.30 WIB berawal saat Timsus Gurita Polres Prabumulih sedang melakukan patroli rutin di daerah rawan gangguan kamtibmas, salah satu anggota Timsus Gurita Polres Prabumulih mengenali wajah pelaku yang merupakan DPO kasus pengeroyokan.

Kemudian Timsus Gurita Polres Prabumulih berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan, mengingat laporan polisi korban berada di Polsek Prabumulih Timur selanjutnya pelaku diserahkan kepada Polsek Prabumulih Timur.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah S.H membenarkan penangkapan pelaku.

” Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Prabumulih Timur guna dilakukan penyidikan lebih lanjut dan diancam pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan ” Ujar AKP Alhadi.(sn)
Share:

Jelang Malam, Api Ngamuk di Sungai Ibul

PALI, SININEWS.COM - Kebakaran lahan kembali terjadi di wilayah Bumi Serepat Serasan, dan kali ini terjadi di wilayah Dusun 2 Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Dimana sedikitnya 1,5 hektar lahan perkebunan kelapa sawit milik warga terbakar pada Selasa (27/8) sekitar pukul 17.30 WIB.

Hingga berita ini diturunkan, api masih berkobar sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI tengah berjibaku memadamkan api dibantu warga sekitar.

"Kebun itu milik Dedi, warga desa ini, api belum tahu dari mana asalnya, namun diketahui warga sudah besar. Api cepat merambat karena cuaca panas ditambah hembusan angin cukup kencang," ujar Sawiran, warga setempat kepada media ini.

Terpisah, Juniadi Anuar Kepala BPBD PALI menyebutkan bahwa pihaknya telah berada di lokasi.

"Anggota kita sudah disana (lokasi) dan saat ini tengah berupaya memadamkan api," katanya melalui pesan whatsapp. (sn)
Share:

Asset PDAM Lematang Enim Akhirnya

PALI,SININEWS.COM - asset Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim yang berada di wilayah Bumi Serepat Serasan akhirnya diserahkan sepenuhnya ke Perusda Tirta PALI Anugerah, yang merupakan BUMD milik Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Penyerahan asset PDAM Lematang Enim tersebut digelar di Muara Enim, Selasa (27/8) dengan dihadiri oleh Bupati Muara Enim, H. Ahmad Yani, Wakil Bupati Muara Enim H. Juarsah, Dirut PDAM Lematang Enim Sartono, Ketua DPRD PALI, Drs. H. Soemarjono, Sekda PALI Syahron Nazil dan jajaran direksi Perusda Tirta PALI Anugerah.

Sekda PALI Syahron Nazil ketika dikonfirmasi media ini via WA mengatakan bahwa penyerahan asset meliputi asset dan personel.
"Namun, untuk lebih jelas lagi silahkan konfirmasi ke Dirut PDAM Tirta PALI Anugerah, bapak Sigit," ucap Sekda.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Dirut PDAM Tirta PALI Anugerah Sigit belum memberikan jawaban.

Namun sebelumnya, melalui Direktur Bagian Umum Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Lematang Enim, Wahyuningsih menyebutkan bahwa pihaknya bakal menyerahkan aset perusahaan penyuplai air bersih bagi warga Bumi Serepat Serasan dalam waktu dekat ini.

Menurut Wahyuningsih, sudah ada jadwal penyerahan seluruh aset PDAM Lematang Enim ke Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yakni pada Selasa tanggal 27 Agustus 2019.

"Penyerahan dilakukan di Muara Enim, dan mudah-mudahan jadwal itu tidak berubah lagi," ungkap Wahyuningsih saat ditemui media ini usai lakukan rapat antara PDAM Lematang Enim, Pemkab PALI dan Perumdam Tirta PALI, yang disampaikannya pada Kamis (22/8) lalu.

Diakui Wahyuningsih bahwa keterlambatan penyerahan aset PDAM Lematang Enim ke Pemkab PALI akibat terkendala administrasi.

"Sebenarnya rencana awal penyerahan di tanggal 26 Agustus, namun setelah rapat, kita sepakati tanggal 27 Agustus, apabila ada perubahan lagi, nanti kita sampaikan lagi. Pada penyerahan aset, seluruhnya diserahkan, termasuk aset perusahaan, karyawan, piutang dan lainnya diserahkan semua," terang dia. (sn)
Share:

Inilah Hasil Kesepakatan Aksi Unjuk Rasa Warga Sungai Baung

PALI, SININEWS.COM - Setelah melakukan pertemuan antara perwakilan massa dan anggota dewan serta pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten PALI dihasilkan kesepakatan yang menjadikan rekomendasi dewan untuk selanjutnya disampaikan ke pemerintah kabupaten PALI.

"Kami nilai putusan panitia dianggap tidak sah. Karena disana kita melihat panitia sudah mengundurkan diri, dan surat pengunduran diri di atas materai 6000 artinya sejak tanggal pengunduran diri itu di Sungai Baung tidak ada lagi panitia Pilkades.  Untuk hasil pertemuan kita sarankan dan merekomendasikan kepada pemerintah daerah untuk menunda pemilihan kepala desa Sungai Baung, membentuk panitia baru karena panitia yang lama sendiri sudah mundur  dan menjaring ulang calon kades," tandas Darmadi Suhaimi yang pimpin pertemuan itu.

Terpisah, Mardiansyah, Sekretaris DPMD PALI menyatakan bakal siap melaksanakan perintah pimpinan dalam hal ini Bupati PALI.

"Rekomendasi itu bakal diajukan ke Bupati, nanti putusan apakah Pilkades di Sungai Baung berlanjut atau ditunda wewenang pak Bupati, kami siap laksanakan," ucapnya.(sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts