Putra terbaik Sumatera Selatan kini jabat Ketua KPK

 Foto : Firli Bahuri saat melakukan cek kesehatan dalam acara kunjungan kerja di Polres Prabumulih beberapa waktu lalu

JAKARTA, SININEWS.COM - Komisi III DPR akhirnya memilih Brigjen Drs.Firli Bahuri, M.Si sebagai Ketua KPK. Dalam penghitungan suara dari sepuluh nama calon pimpinan KPK Firli Bahuri meraih suara terbanyak, yakni 56 suara, jumat (13/9)

Dari hasil penghitungan suara Calon Pimpinan (capim) KPK ada lima nama besar yang mengisi posisi dalam tubuh KPK diantaranya Kelima capim KPK terpilih tersebut adalah Nawawi Pomolango, jumlah suara 50, Lili Pintouli Siregar, jumlah suara 44, Nurul Ghufron, jumlah suara 51 dan Alexander Marwata, jumlah suara 53 terakhir Firli Bahuri dengan suara terbanyak

Dikutip dari detik.com Seluruh perwakilan fraksi-fraksi menyepakati untuk menjabat pimpinan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai Ketua adalah Saudara Firli Bahuri kata pimpinan rapat Komisi III Azis Syamsudin di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Firly Bahuri kelahiran Lontar,8 November 1963 Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU, Sumatera Selatan itu resmi menjabat pimpinan KPK setelah melalui rangkaian uji kelayakan digedung DPR tadi malam (sn)

Share:

Sepekan Lebih Rawa-rawa Terbakar, Desa Air Itam Dikepung Asap

PALI,SININEWS.COM - Rawa-rawa yang ada Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbakar sudah sepekan lebih.Alhasil, akibat kejadian itu, desa tersebut dikepung asap pekat terlebih menjelang malam.

Menurut keterangan sejumlah warga setempat bahwa rawa-rawa atau biasa warga menyebut Saboh itu, awal terbakarnya lahan saboh itu diduga akibat tangan jahil yang secara sengaja membakar lahan untuk membuka ladang.

"Pastinya apapun penyebabnya, kami berharap pihak BPBD dan Dinas Damkar untuk bantu warga memadamkan api. Pasalnya api telah membakar lahan lebih satu minggu," ungkap Ade, warga setempat kepada media ini, Kamis (12/9).

Diakuinya bahwa warga saat ini mengeluh pedih matanya dan sesak napas akibat asap pekat timbul saat sore dan menjelang malam.

"Kami berharap pemerintah bisa secepatnya membantu warga, dan bukan hanya bantu pemadaman api saja, tapi kalau bisa, pemerintah melalui Dinkes juga membagikan masker untuk menghindari ISPA," harap Ade.

Sementara, Ibrahim Cik Ading, Kepala Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran (DPBK) Kabupaten PALI mengaku kewalahan akibat banyaknya kejadian kebakaran lahan akhir-akhir ini.

"Armada kita terbatas sementara kejadian kebakaran lahan cukup banyak. Jadi kami berharap, pemerintah desa, kelurahan dan Camat untuk mengimbau warganya turut andil mencegah kebakaran. Dalam sepekan terakhir ini saja, kebakaran lahan setiap harinya selalu terjadi, bahkan bukan hanya satu titik, melainkan beberapa titik yang tersebar di lima kecamatan. Selama ini, setiap ada laporan kami tindak lanjuti" katanya. (sn)
Share:

Dinas Damkar dan BPBD Kewalahan, Warga Dihimbau Turut Andil Cegah Kebakaran Lahan

PALI, SININEWS.COM - Banyaknya kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir) belakangan ini membuat kewalahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI dan Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran (DPBK).

Pasalnya, armada yang dimiliki terbatas sementara kejadian kebakaran lahan beruntun hampir di semua kecamatan, bahkan dalam satu hari, kejadian kebakaran lahan bisa mencapai lima kali.

Seperti pada Kamis (12/9) ini saja, di Kecamatan Talang Ubi ada tiga titik lahan terbakar. Yakni di Talang Jepit, Simpang Bandara dan Simpang Raja.

"Belum lagi di kecamatan lain, seperti adanya kebakaran lahan di Desa Betung Kecamatan Abab, di Tempirai Penukal Utara. Terus terang kita kewalahan dalam menanggulangi kejadian ini," ungkap Ibrahim Cik Ading, Kepala DPBK Kabupaten PALI, Kamis (12/9).

Ibrahim berharap ada kerjasama antara pemerintah desa, kelurahan dan Camat untuk mengimbau warganya agar berpartisipasi langsung dalam menghindari terjadinya kebakaran lahan.

"Mengingat musim kemarau belum berakhir dan kondisi tanah dan lahan semakin kering, pemerintah desa, kelurahan dan Camat harus ekstra dalam memberikan pemahaman agar warga untuk tidak bermain api. Serta mengimbau warga agar tidak membuang puntung rokok yang masih ada apinya ke semak-semak dan ketika beraktivitas di kebun, agar tidak menyalakan api," harapnya.

Terpisah, Kasdim (Komandan Staf Distrik Militer) 404 Muaraenim, Mayor Sugeng Purwadi saat membantu pemadaman Karhutla di kawasan Talang Subur Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, berkata bahwa setiap kebakaran memang tidak ada tanda-tanda unsur kesengajaan.

Namun terindikasi adanya kelalaian warga. Seperti adanya warga berburu dihutan atau mencari ikan, diduga ada warga membuang puntung rokok sembarangan.

"Ini indikasinya rata-rata ada unsur kelalaian karena puntung rokok, biasanya dari orang yang berburu di kebun atau memancing," ungkap Sugeng.

Diakuinya, sepanjang tahun 2019 hingga bulan September totalnya ada 80 titik api di Bumi Serapat Serasan.

"Sementara total lahan terbakar ada tercatat sebanyak 166 hektar lahan," ungkapnya.

Dari itu, dirinya mengimbau bagi warga yang biasa beraktivitas di kebun, atau memancing serta berburu, jangan membuang puntung rokok dan membuat api sembarangan.

"Kalaupun mau membuat api atau membuang rokok pastikan dulu dalam keadaan mati jika hendak ditinggalkan," himbaunya.

Untuk mengatasi pemadaman api dari Karhutla ini, pihaknya menambah jumlah personil dari Koramil dari daerah lain untuk diperbantukan di PALI

"Total diperkirakan ada 35 persen personil diperbantukan untuk wilayah Kabupaten PALI," ujarnya.(sn)
Share:

Dihimpit Kemiskinan, Empat KK Asal Talang Bulang Terpaksa Tempati Bangunan Pasar

PALI,SININEWS.COM -  Bangunan pasar yang tidak pernah dipakai yang letaknya berada di Desa Talang Bulang Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dibangun menggunakan APBD Kabupaten Muara Enim tahun anggaran 2009 lalu itu kini terlihat kumuh dan rupanya ditempati empat Kepala Keluarga (KK).

Dari pantauan media ini dilapangan, los-los pasar yang luasnya tidak lebih dari 2X2 meter itu dipasang dinding papan serta ada yang hanya menggunakan terpal sebagai sekat antara penghuni serta sebagai pelindung dari terpaan angin serta air hujan.

Asiman (60) salah satu penghuni bangunan pasar mengaku dirinya dan keluarganya terpaksa tinggal disana lantaran tidak ada pilihan karena keluarganya tidak punya tempat tinggal.

"Kami hanya upah sadap karet yang berpenghasilan tidak seberapa. Jangankan untuk bangun rumah, untuk makan saja kami terpaksa sering tidak berlauk," ujar Asiman.

Dia menceritakan kenapa dirinya dan keluarganya nekat menghuni bangunan pasar yang kondisinya saat ini terlihat kumuh dan banyak atapnya sudah berkarat serta bocor.

"Sejak dibangun pasar ini tahun 2009 lalu sama sekali tidak digunakan, penyebabnya kami tidak tahu persis. Dan kami telah izin dengan pemilik lahan yang telah menghibahkan tanah ini untuk menempati sembari merawat bangunan ini. Kami tempati bangunan ini sudah sejak lima tahun silam," kenang dia.

Hal sama diutarakan Herwana (40). Dirinya bersama suami serta tiga anaknya harus rela berdesakan diruang sempit setiap harinya karena kemiskinan menghimpit kehidupan keluarganya.

"Pendapatan kami hanya 10 kilogram getah setiap minggunya, hasil itu harus kami bagi dua juga dengan pemilik kebun. Jadi kami hanya bisa beli beras saja setiap minggu, itupun masih kurang untuk mencukupi kebutuhan makan satu keluarga. Menyiasatinya, kami mencari sapu lidi untuk kemudian dijual atau ditukar beras, sementara untuk lauknya cukup garam terkadang mencari daun singkong atau sayuran lainnya yang tumbuh liar disekitar sini," katanya.

Tidak ada harapan atau permintaan yang disampaikan Herwana, dirinya hanya berharap seluruh anggota keluarganya diberikan kesehatan.

"Suami saya sekarang ini tengah sakit, namun masih memaksakan untuk tetap bekerja karena terdorong kebutuhan hidup yang harus dipenuhi. Untuk bantuan pemerintah memang sering kami dapatkan, tapi belum bisa meringankan beban hidup kami," keluhnya.

Mengetahui ada warga yang tinggal dibekas bangunan pasar serta kondisinya berada dibawah garis kemiskinan, Dinas Sosial Kabupaten PALI langsung mendatangi lokasi tersebut dan memberikan bantuan paket Sembako.

"Datanya kita masukan dulu, jika sudah masuk bisa dapat bantuan sesuai kategori. Namun untuk masalah rumah, syaratnya ada tanah milik sendiri, karena kita hanya ada rehab rumah bukan pembangunan rumah," terang Metty Etika, Plt Kepala Dinsos PALI, Kamis (12/9).(sn)
Share:

Banyak Umat Hindu Lakukan Persembahyangan di Candi Bumi Ayu, Warga Diajak Jaga Toleransi

PALI,SININEWS.COM - Umat hindu yang tergabung dalam Pasemetonan Dharma Tirta Kecamatan Mesuji Makmur Desa Cahaya Mas Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) belum lama ini menggelar persembahyangan di kawasan percandian Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Hal ini tentu menjadi momen baik bagi warga sekitar kawasan percandian, lantaran dengan seringnya umat Hindu melalukan kegiatan peribadatan di kawasan percandian, membawa rezeki tersendiri bagi warga setempat.

"Kegiatan persembahyangan itu sepertinya bakal dilakukan rutin, dan memang belum lama ini tepatnya pada Kamis tanggal 5 september minggu kemarin ada rombongan umat hindu dari Kabupaten OKI berkunjung ke Candi Bumi Ayu sekaligus melakukan persembahyangan," terang Yunimawati, Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PALI melalui Kabid Kebudayaan Filomina Emawati, Kamis (12/9).

Pada saat kegiatan rutin persembahyangan umat Hindu, diakui Kabid kebudayaan bukan hanya sebatas di kawasan percandian, namun juga mereka (peserta persembahyangan) mencari sumber mata air yang dipercaya sebagai mata air suci yang ada disekitar kawasan percandian.

"Ada sumber mata air di Desa Cinta Manis yang mereka pilih untuk mengambil air sekaligus melakukan persembahyangan di lokasi mata air. Ini tentu menguntungkan masyarakat sekitar, karena selama ini mata air itu sepi menjadi ramai dikunjungi wisatawan," tambah Ema.

Untuk menambah kesan bagi wisatawan, Ema mengajak warga sekitar kawasan percandian agar menjaga serta merawat situs-situs yang ada saat ini.

"Tentu kita harus ramah dan saling menjaga toleransi apabila ada rombongan umat agama Hindu yang melakukan wisata religinya. Sebab dengan adanya itu, kawasan dan daerah kita bisa dikenal luas. Serta apabila pengunjung berkesan, mereka akan mengulang kembali untuk datang ke Candi Bumi Ayu," tutupnya. (sn)


Share:

Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur amankan pelaku penganiayaan


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur mengamankan pelaku penganiayaan yang terjadi di SD N 13 Prabumulih jalan Kapten Abdullah Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih beberapa waktu yang lalu.

Pelaku yakni Joni (36 tahun) warga Jalan A Roni RT 02 RW 03 Kelurahan Pasar II Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Penangkapan pelaku atas laporan korbannya Berry Messa (35 tahun) warga jalan Baru RT 002 RW 001 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Dalam laporannya kepada petugas kepolisian korban mengatakan bahwa dirinya telah menjadi korban penganiayaan oleh pelaku saat korban sedang bekerja di SD N 13 Prabumulih Jalan Kapten Abdullah Kelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Mendapat laporan tersebut Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur melakukan penyelidikan dan mendapat informasi keberadaan pelaku di rumahnya kemudian anggota anggota Opsnal Polsek Prabumulih Timur yang dipimpin kanit reksrim langsung menuju rumah pelaku dan langsung mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah, S.H membenarkan penangkapan pelaku Joni.

" Untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya pelaku kita jerat dengan pasal 351 KUHP dan saat ini pelaku sudah kita amankan di Polsek Prabumulih Timur",Tegasnya.
Share:

Petahana Dipastikan Nyalon Lagi, Heri Amalindo Sebut Calon Pendampingnya

PALI, SININEWS.COM - Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang bakal digelar serentak seluruh Indonesia tahun 2020 mendatang yang bakal diikuti 270 daerah termasuk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), nuansanya sudah terasa di Bumi Serepat Serasan.

Sebab pasca dibukanya penjaringan bakal calon Bupati dan wakil Bupati untuk hadapi Pilkada nanti oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten PALI, membuka peluang bagi para tokoh untuk ikut berkompetisi pada pesta demokrasi lima tahunan itu.

Dan menariknya, petahana menjadi orang pertama yang melakukan pengambilan berkas pendaftaran, yang datang langsung ke sekretariat PDI-P PALI, Rabu (11/9). Ini menjawab teka teki yang dipastikan Heri Amalindo bakal maju kembali pada Pilkada PALI 2020 mendatang.

"Kami datang kesini untuk mengambil berkas pendaftaran yang harus kami isi dan kami lengkapi sebagai syarat maju untuk menjadi calon Bupati PALI periode berikutnya melalui PDI Perjuangan," ujar Heri Amalindo yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati PALI.

Ditanya siapa yang bakal menjadi pendampingnya nanti,  Heri Amalindo berseloroh bahwa semua orang berpeluang menjadi calon wakil Bupati. Bahkan Heri Amalindo menyerahkan kepada para awak media yang mewawancarainya untuk memilihkan calon pendampingnya.

"Kamu-kamu itulah yang milih. Kalau kami masih tetap setia," selorohnya kepada awak media sambil tertawa.

Sementara saat ditanya visi misinya kedepan, Heri menjawab bahwa dipastikan visi misinya pro rakyat.

"Ya tentu harus pro rakyat, memajukan daerah kita serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tandasnya.

Terpisah, Ketua DPC PDI-P PALI Ferdian Andreas Lacony melalui Sekretarisnya Ardani mengaku bahwa selama dibuka pendaftaran, PDI-P baru kedatangan Heri Amalindo untuk mengambil berkas.

"Kalau yang melalui pesan whatsapp sudah ada tiga orang, namun yang memperlihatkan keseriusan baru pak Heri yang langsung datang sendiri untuk mengambil berkas pendaftaran. PDI-P masih membuka peluang bagi para tokoh masyarakat serta masyarakat luas, baik dari internal partai ataupun dari luar untuk mendaftar," terang Ardani. (sn)
Share:

Setelah di Talang Subur Api Bakar Lahan di Talang Bulang, Seluas 4 Hektar Kebun Karet dan Semak Hangus

PALI, SININEWS.COM - Kebakaran lahan kembali terjadi pada Rabu (11/9) di wilayah Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kali ini melanda kebun karet milik warga Desa Talang Bulang sekitar pukul 11.00 WIB.

Dengan cuaca kering dan angin cukup kencang, api dengan cepat menghanguskan sedikitnya 4 hektar lahan perkebunan karet warga serta atas kejadian tersebut membuat kewalahan Dinas Penanggulangan Bahaya Kebakaran (DPBK) Kabupaten PALI.

Dari keterangan Menriadi, warga setempat bahwa asal api belum diketahui dari mana, sebab api diketahui sudah membesar.

"Kemudian kami melapor ke BPBD dan Dinas Damkar. Tidak begitu lama armada Damkar datang dan langsung melakukan pemadaman dibantu warga setempat," ujar dia.

Terpisah, Ibrahim Cik Ading, Kepala DPBK menyebut bahwa pihaknya mengerahkan seluruh armadanya. Sebab saat kejadian kebakaran di Talang Bulang hampir bersamaan kejadiannya dengan kebakaran lahan di Talang Subur.

"Setelah di Talang Subur apinya mati, kami mendapat laporan lagi ada lahan terbakar di Talang Bulang. Kemudian kami meluncur ke lokasi," kata Ibrahim.

Diakuinya, untuk kejadian hari ini, ada tiga kali kebakaran.

"Pagi tadi di Sungai Limpah, disusul Talang Subur kemudian Talang Bulang. Untuk pemadaman kami bekerjasama dengan BPBD, pihak TNI dan Polisi," katanya. (sn)
Share:

Lahan Kosong Terbakar, Pemukiman Warga Talang Subur Dikepung Api

PALI,SININEWS.COM -  Lahan kosong di wilayah Talang Subur Ujung Kelurahan Talang Ubi Selatan Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terbakar pada Rabu (11/9). Kebakaran tersebut membuat panik warga setempat, lantaran lokasinya terletak ditengah pemukiman penduduk.

Menurut Susman (55) warga setempat bahwa api tidak diketahui dari mana asalnya, sebab saat kejadian banyak warga tengah beraktivitas bekerja.

"Kami tengah bekerja, kemudian ada kabar disuruh pulang karena kobaran api sudah dekat dengan rumah kami. Dan setelah pulang benar saja, api sudah mengelilingi rumah penduduk," kata Susman.

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI menyebutkan bahwa pihaknya bersama Dinas Pengendalian Bahaya Kebakaran langsung meluncur ke lokasi.

"Kita kerahkan anggota kita untuk membantu warga memadamkan api agar tidak menjalar ke pemukiman," ujarnya.

Diakuinya bahwa kejadian kebakaran pada Rabu (11/9) bukan hanya di Talang Subur, melainkan di Sungai Limpah Desa Sungai Ibul Kecamatan Talang Ubi juga mengalami hal sama.

"Tim kita juga meluncur ke Sungai Limpah," tutupnya. (sn)
Share:

Selalu Abai dengan pembangunan diwilayah sekitar Tambang, Warga Gunung Raja ancam Aksi tutup Jalan

 Foto : Pintu gerbang PT.GHEMMI di Desa Gunung Raja Kabupaten Muara Enim

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Perusahaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) PT.GHEMM Indonesia kembali menimbulkan masalah bagi warga sekitar tambang, bukan hanya karena limbah yang dihasilkan perusahaan tambang batubara namun juga tingkat kesejahteraan masyarakat Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim terabaikan, selasa (10/9/19)

Hal tersebut diungkap Marwadi salah satu pengurus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Bumi Sejahterah (FBS) Desa Gunung Raja, Kabupaten Muara Enim yang merasa wilayahnya diabaikan dibidang pembangunan oleh pihak perusahaan 

“pihak perusahaan selalu memiliki alasan untuk tidak merealisasikan tuntutan kami sebelumnya, dalam perjanjian PT.GHEMMI bersedia melakukan pengerasan jalan” terang Kojek sapaan akrabnya itu

Diketahui, dalam surat perjanjian sebelumnya lembaga FBS telah mendapati kesepakatan dengan perusahaan jika di tanggal 14 Maret 2019 lalu perusahaan diwajibkan menyelesaikan tuntutan warga

“kami akan terus melawan, sesegera mungkin kami akan melakukan aksi penutupan akses jalan yang digunakan oleh perusahaan di Desa Gunung Raja, surat aksi juga sudah kami buat” tegasnya

Sementara itu, General Manager PT.GHEMM Indonesia Richard tidak bisa ditemui dikantornya saat ingin dikonfirmasi oleh awak media mengenai polemik yang beberapa tahun terakhir tak pernah selesai

“Aku masih menunggu konfirmasi terkait Berita Acara yang disepakati 14 Maret 2019 lalu” jelas Richard yang dicoba dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp

Kapolsek Rambang Dangku AKP Apriansyah, SH.MSi saat dikonfirmasi mengenai aksi penutupan jalan Perusahaan yang akan digelar warga Desa Gunung Raja mengatakan saat ini belum ada pemberitahuan mengenai surat aksi tersebut

“ untuk saat ini kita belum menerima surat resmi dari mereka, nanti jika benar kita akan usahakan berkomunikasi dengan pihak perusahaan dan Kepala Desa Gunung Raja, dan kita akan coba melakukan pendekatan persuasive untuk mencari jalan keluarnya” terangnya (sn)


Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts