Lahan Kosong Pinggir Jalan Lintas PALI-Sekayu Terbakar

PALI. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali disibukan dengan adanya kebakaran lahan yang terjadi di pinggir jalan lintas PALI-Sekayu Muba tepatnya di wilayah Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi, Rabu (23/10).

Meski tidak mengganggu arus lalu lintas, tetapi kejadian itu menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan.

"Kami dapat laporan ada api di wilayah ini, kemudian kami langsung meluncur ke lokasi bersama satu unit mobil Damkar untuk upaya pemadaman," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI.

Sementara menurut Agus, salah satu warga setempat api diketahui warga sekitar pukul 12.30 WIB. Api cepat membesar karena kondisi di lokasi sangat kering ditambah angin juga cukup kencang.

"Awal api dari pinggir jalan raya yang langsung menjalar dan membakar lahan disekitarnya. Kondisi lahan kosong, namun kami khawatir api menjalar ke kebun karet kami, lalu kami memberitahukan warga lain untuk memadamkan api kemudian meminta bantuan BPBD," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD beserta warga masih sibuk berjibaku menaklukkan api.(sn) 
Share:

Sulit Air Bersih, Warga Desa Sinar Dewa PALI Mandi Lumpur

PALI -- Kemarau panjang tahun 2019 ini sepertinya belum akan berakhir, imbasnya beberapa desa di wilayah Bumi Serepat Serasan alami kekeringan bahkan disebagian wilayah warganya sulit mendapatkan air bersih. Seperti terpantau di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sumur-sumur yang menjadi penampungan air bersih sebagian besar sudah kering. Kondisi itu memaksa warga memanfaatkan danau yang ada untuk keperluan mandi dan cuci meski debit airnya telah menyusut, warnanya pun keruh dan berbau karena bercampur lumpur.

"Sudah lama pak kami gunakan air lebung (danau) ini untuk mandi dan cuci. Meski keruh tapi tidak ada pilihan karena lebung ini yang masih ada airnya," ungkap Deti, warga setempat kepada media ini, Rabu (23/10).

Rasa gatal kerap terasa ketika usai mandi di danau tersebut, tetapi Deti akui bahwa hal itu sudah biasa dialaminya.

"Sudah biasa kalau gatal-gatal, karena bukan hanya air yang kami gunakan tapi sudah campur lumpur. Namun daripada kami tidak mandi, gatal itu kami tahan setiap hari," tukasnya.

Untuk minum, Deti menyebut masih ada satu sumur milik warga yang masih menyimpan cadangan air bersih. Tetapi untuk mendapatkan air bersih tersebut, terkadang warga harus antri bahkan kerap berebut.

"Bagi warga yang mampu, mereka bisa beli air isi ulang, namun yang tidak mampu terpaksa harus berebut air di sumur tersebut. Kami berharap Pemkab PALI untuk membantu penyaluran air bersih di desa kami, sebab selama kemarau tahun ini, belum ada bantuan padahal kondisi ini sudah lama terjadi," harap Deti.

Terpisah, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI mengatakan bahwa pihaknya segera mengirim mobil tangki air.

"Saya sudah perintahkan petugas untuk mengirimkan air bersih memakai mobil tangki," singkat Junaidi. (sn)
Share:

Kemensos RI Turunkan Bantuan Untuk KAT Talang Sebetung, Ini Bentuknya

PALI -- Sebanyak 49 Kepala Keluarga (KK) yang ada pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI berupa bahan bangunan.

Pemberian bantuan tersebut diberikan pada kegiatan Bimbingan Sosial dan Motivasi secara terpadu warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) lokasi Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara di Aula Kantor Camat setempat oleh Direktorat Pemberdayaan KAT melalui perwakilannya, Ikhsan Nurdin didampingi perwakilan Dinsos provinsi Sumatera Selatan dan Plt Kepala Dinsos PALI, Metty Etika, Rabu (23/10).

"Kami berharap setelah bahan bangunan diterima untuk segera dibangunkan. Sebab, setelah selesai dibangun, bakal ada lagi bantuan-bantuan lainnya, seperti sarana air bersih, sanitasi, sarana ibadah, balai pemberdayaan, bantuan usaha dan lainnya," ungkap Ikhsan.

Dijelaskan Ikhsan bahwa warga Talang Sebetung patut bersyukur, karena Kemensos di tahun 2019 hanya membantu 2.500 KK, 49 KK diantaranya ada di Talang Sebetung.

"Hanya Talang Sebetung daerah yang mendapatkan bantuan ini di Provinsi Sumsel. Ini berkat komitmen Bupati PALI yang ditindaklanjuti Kemensos melalui beberapa tahapan. Dari tahap pemetaan sosial, kemudian direkomendasikan databasenya ke kementerian, selanjutnya penjajakan awal, lalu semiloka daerah yang menghasilkan 49 KK penerima bantuan ini lalu disampaikan pada Semiloka nasional yang pada akhirnya bantuan tersebut turun," beber Ikhsan.

Sementara itu, Agus Sunardi perwakilan Dinsos Provinsi Sumatera Selatan menjelaskan bahwa bantuan yang diterima warga KAT Talang Sebetung berupa bahan bangunan rumah. Untuk pekerjaan, dilakukan secara gotong royong.

"Bantuan KAT lain dari yang lain, sebab sengaja untuk membangkitkan kembali kearifan lokal yakni gotong royong. Kami berharap, bantuan itu secepatnya dibangunkan agar bantuan-bantuan lainnya cepat turun lagi. Dan kami bangga, karena hanya di PALI yang mendapat bantuan pemberdayaan KAT dua tahun berturut-turut," terang Agus.

Ditempat sama, Metty Etika Plt Kepala Dinsos PALI menyebut bahwa untuk menunjang pembangunan KAT, Bupati PALI telah menginstruksikan agar dilakukan lintas sektoral.

"Kalau ini sudah berjalan, nanti dari Dinas Pendidikan mungkin akan membangun PAUD atau membangun sarana pendidikan bagi warga setempat agar tidak buta huruf. Dinkes juga bakal membangun Pos kesehatan, jadi akan mempermudah warga untuk berobat," katanya.

Metty juga meminta agar seluruh warga KAT Talang Sebetung untuk menjaga kekompakannya agar bantuan berupa bahan bangunan rumah bisa cepat diselesaikan.

"Dengan gotong royong pekerjaan bisa mudah, dan tetap kompak agar program ini berjalan sukses," harap Metty. (sn)
Share:

Residivis Pengeroyok Bustaman Tertangkap, Dua Orang DPO


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Meski sempat melarikan diri, tersngka Endang Suganda (31) yang melakukan pengeroyokan terhadap korban Bustaman warga Dusun III, Desa Gunung Raja, Kecamatan rambang Lubai akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian.

Selain Endang, ada dua tersangka lainnya yang melakukan pengeroyokan terhadan Bustaman dan saat ini sudah diketahui identitasnya dan terua diburu oleh pihak kepolisian. 

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada, senin (30/9) yang lalu. Dana sekitar pukul 05.00 wib pelaku Endang bersama dua rekannya mendatangi rumah korban. Tanpa alasan jelas, lalu pelaku menarik tangan istri korban. Melihat istrinya  di ganggu, kemudian korban menjerit. Tetapi pelaku justru menyerang korban lalu memukul bagian kening sebelah kiri korban.

Selanjutnya, tanpa instruksi, dua teman pelaku yakni M juga memukul bagian Kepala korban dan  rekan pelaku lainnya yakni R juga memukul pada muka dan badan korban.

Melihat peristiwa tersebut, warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melerai, dan kemudian para pelaku berlari meninggalkan tempat kejadian.
Atas kejadian tersebut korban mengalami luka pada bagian kepala, luka pada pundak pundak bagian kiri dan lebam pada wajah, dan selanjutnya korban di bawa ke puskesmas beringin untuk di lakukan pengobatan yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambang Lubai guna di Tindak Lanjuti.

Mendapat informasi yang akurat bahwa tersangka berada di Desa Gunung Raja, Kapolsek Rambang Lubai AKP  Akhmad Bakri beserta anggota langsung menuju lokasi untuk mengamankan tersangka yang sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, didampingi Kapolsek Rambang Lubai AKP Akhmad Bakri Membenarkan bahwa anggotanya telah mengamankan tersangka Endang yang telah melakukan pengeroyokan terhadap korban Bustaman saat berada di rumahnya.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan beserta barang bukti. Dan kita juga tetap memburu dua pelaku lainnya tang ikut mengeroyok korban. Selanjutnya kasus ini akan ditomdak lanjuti oleh pihak kami,” pungkasnya.
Share:

Ribuan Santri Ikuti Upacara Peringati Hari Santri


MUARA ENIM, SININEWS.COM -Ribuan Santri Kabupaten Muaraenim mengikuti Upacara Peringati Hari Santri Nasional ke-5 di lapangan Merdeka Muaraenim, Selasa (22/10). Bertindak sebagai Pembina Upacara Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi, 
Perwira Upacara Ustad April Khohar (Wakil Ketua PCNU Muaraenim), 
Pemimpin Upacara Saidin (Sat Korcab Banser Muaraenim). 

Selain itu juga dihadiri Kemenag Muaraenim H Abdul Haris Putra SAg MPdi, Kabag Kesra H Zulkifli SAg, Rois Syuryah PCNU Muaraenim Ustadz Miftah, pejabat muspida, tokoh agama, organisasi Islam, dan ribuan santriwan dan santriwati.

Sekda Muaraenim H Hasanudin yang membacakan sambutan Mentri Agama RI, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan. 

Sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema “Dari Pesantren untuk Indonesia”, tahun 2017 “Wajah Pesantren Wajah Indonesia", dan tahun 2018 “Bersama Santri Damailah Negeri”. 
Tema peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". 

Dikatakan Hasanudin, lsu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemarakkan ajaran Islam Rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan 
multikultural. 

“Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontn'busi merawat perdamaian dunia,” pungkasnya.
Share:

Unsur Pimpinan Wakil Ketua DPRD PALI dari Partai Demokrat Masih Tarik Ulur

PALI -- Penetapan unsur pimpinan wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2019-2024 sepertinya bakal memakan waktu. Pasalnya, sampai saat ini Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Sumatera Selatan belum keluar. Hal tersebut disinyalir ada permasalahan di internal Partai Demokrat, karena ada dua nama yang diajukan Parpol tersebut.

Dimana diketahui bahwa saat paripurna DPRD PALI pada Selasa (1/10), telah menetapkan salah satu wakil ketua definitif atas nama Devi Haryanto dari Partai Demokrat. Sementara dari SK DPP Partai Demokrat dengan nomor:242/SK/DPP.PD/VIII/2019 tentang penetapan unsur pimpinan wakil ketua DPRD PALI tertera nama Muh Budi Hoiru.

Menyikapi hal itu, Devi Haryanto mengemukakan bahwa pengangkatan dirinya sebagai pimpinan Wakil ketua DPRD PALI dari Partai Demokrat tinggal menunggu SK dari Gubernur.

"Surat dari pimpinan DPRD PALI terkait hasil rapat paripurna sudah dilayangkan ke Bupati PALI untuk selanjutnya disampaikan ke Gubernur. Artinya apabila surat itu berjalan, kita tinggal tunggu SK dari Gubernur. Partai Demokrat sesuai hasil rapat paripurna mengajukan nama calon pimpinan wakil Ketua DPRD PALI atas nama saya sendiri," ucap Devi, Selasa (22/10).

Terpisah, Firdaus Hasbullah, wakil ketua Organisasi Kaderisasi dan keanggotaan (OKK) DPD Partai Demokrat Sumsel menyebut bahwa rapat paripurna DPRD PALI yang memutuskan nama Devi Haryanto sebagai pimpinan Wakil Ketua DPRD PALI definitif adalah keliru.

"Saya pertanyaan keabsahan paripurna itu, sebab nama pimpinan Ketua DPRD PALI dari PDI-P dikeluarkan berdasarkan SK DPP. Begitu juga nama pimpinan Wakil Ketua DPRD PALI dari Partai Golkar dikeluarkan berdasarkan SK DPP. Tapi kenapa, pimpinan wakil ketua DPRD dari Partai Demokrat diputuskan melalui rapat paripurna berdasarkan SK DPC, itu kan lucu," ungkap Firdaus.

Apabila SK Gubernur keluar nama Devi Haryanto sebagai pimpinan Wakil ketua DPRD PALI, Firdaus menegaskan bahwa pihaknya bakal menggugatnya ke Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN).

"Paripurna DPRD itu keliru, dan seluruh anggota dewan yang ikut dalam paripurna itu harus lihat terlebih dahulu aturannya seperti apa serta Sekwan jangan ikut campur. Karena ini adalah masalah internal partai, jadi kalau memang ada yang mengangkangi aturan partai pasti ada sanksi, dan saya tegaskan lagi, apabila hal itu terjadi, atau keluar SK nama Devi Haryanto, kami bakal gugat," tandasnya. (sn)
Share:

Peringati HSN, Ini Yang Diharapkan Bupati PALI

PALI-- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo menekankan seluruh santri yang ada di Bumi Serepat Serasan agar tetap mengingat sejarah terhadap peran santri dalam merebut kemerdekaan. Sebab peran santri tidak bisa dipungkiri yang berkontribusi besar disaat negara ini berjuang sampai mempertahankan negara kesatuan RI.

"Kalau santri ingat sejarah pasti persatuan dan kesatuan tetap terjaga, karena NKRI harga mati," ucap Bupati usai hadiri upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di halaman kantor Bupati, Selasa (22/10).

Disinggung banyaknya pandangan miring terhadap pondok pesantren terkait paham radikal, Bupati menegaskan bahwa apabila ada seperti itu atau yang mengajarkan kekerasan bukan dikategorikan pondok pesantren.

"Islam tidak mengajarkan kekerasan, karena islam adalah rahmatanlilalamin. Untuk itu, kami berharap, santri harus berperan aktif, bukan hanya mengembangkan fungsi dakwah tetapi juga harus mampu berkontribusi demi kemajuan daerah dan bangsa ini," harap Bupati.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kabupaten PALI, Hasanudin menyebut bahwa perkembangan pondok pesantren sejak PALI menjadi kabupaten cukup pesat.

"Dari 3 Ponpes saat ini sudah ada 15 Ponpes sejak PALI mekar. Dan sudah ada 3.000 lebih santri berbagai jenjang pendidikan formal yang mengenyam pendidikan di 15 Ponpes tersebut," jelas Hasanudin. (sn)
Share:

Aries HB Kembali Jabat Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim


MUARAENIM, SININEWS.COM - Berdasarkan surat keputusan Gubernur Sumsel Nomor 567/kpts/I/2019 tanggal 15 oktober 2019, Ketua dan Wakil wakil Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim resmi dilantik dan dimabil sumpahnya, Senin (21/10) di Gedung DPRD Muara Enim.

Hal ini dilakukan dalam Rapat Paripurna ke V tahun 2019 dengan agenda Peresmian dan pengamgkatan pimpinan DPRD kabupaten muara enim masa jabatan 2019-2024.

Usai dilantik, Ketua DPRD Aries HB mengatakan, Dirinya beserta para wakil wakil ketua mengajak seluruh anggota untuk merapatkan barisan untuk bersama sama mengemban amanat rakyat yang sudah diberikan.

“Katena kita tau, hal ini cukuplah berat, namun kami yakin tugas berat ini akan terlaksana dengan baik dan lancar. Kami selaku pimpinan berharap juga kiranya kepada seluruh anggota lebih akomodatif menampung aspirasi masyarakat,” ujar Aries.

Selain itu, Aries menambahkan, sebagai penyambung suara rakyat, untuk itu anggota DPRD dituntut untuk lebih peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat.  “Namun, semua itu harus tetap berpegang teguh kepada Undang Undang,” ujarnya seraya menambahkan, kepada pengambil keputusan yang ada di MUara Enim tetap menjalin hubungan baik dan bisa bersama sama membawa MUara Enim ke arah yang lebih baik lagi.

Sementara itu, Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah dalam sambutannya mengatakan, Pengambilan sumpah jabatan ini merupakan tindak lanjut dari pengangkatan anggota DPRD terpilih yang lalu. 

“Ini merupakan gambaran kemajuan Muara Enim lima tahun kedepan. Kepada pimpinan dewan yang lalu, Pemerintah Kabupaten dan saya pribadi mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang seringgi tingginya atas kerja keras dan keja samanya selama ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Juarsah, kepada Pimpinan yang baru, pihaknya juga mengucapkan selamat menjalankan tugas. “Kami berharap hubungan yang telah terjalin tetap terjaga serta berkesinambungan dan bersinergis antara eksekutif dan legislatif dalam pembangunan demi kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Sehingga, lanjutnya lagi, tugas dan kewenangan yang diberikan oleh konstitusi bisa terjalinnya kerjasama yang baik demi kemajuan masyarakat, serta visi Kabupaten Muara Enim yang “Merakyat” bisa terwujud.
Share:

Meski Telah Diguyur Hujan, Asap Masih Dikeluhkan Warga PALI

PALI -- Warga Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masih mengeluhkan adanya asap. Meski tidak pekat lagi karena telah diguyur hujan beberapa kali, tapi asap tersebut cukup mengganggu aktivitas warga setempat, terlebih saat sore hari menjelang malam.

Dikatakan Harmoko, warga Tempirai bahwa asap tersebut diduga berasal dari kebakaran lahan gambut yang masuk wilayah desa tersebut, dimana kebakaran itu hingga saat ini masih berlangsung meskipun titik apinya sudah berkurang.

"Kami masih alami gangguan pernapasan, yang disebabkan asap yang masih muncul ketika sore hari," ungkap Harmoko, Senin (21/10).

Hal sama diutarakan Dedi Handayani, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat, bahwa asap diduga sengaja dibakar oknum tidak bertanggung jawab.

"Sebab titik api tidak pernah habis, padam disatu titik, besoknya akan timbul lagi di lain tempat. Dan lokasi kebakaran saat ini antara lahan PT Proteksindo dan lahan warga," terang Kades.

Terpisah, H Zairin, Kepala Puskesmas Tempirai menyatakan bahwa untuk menekan keluhan warga, pihaknya telah membagikan masker terhadap warga yang terdampak langsung asap.

"Kita telah bagikan masker lebih kurang 7.000 buah. Dan dari data kami, warga yang terkena ISPA meningkat sejak Agustus sampai pertengahan Oktober, tetapi angkanya tidak signifikan, serta tidak ada pasien yang dirujuk, karena sifatnya masih tergolong ringan dan masih bisa kita atasi. Kita juga sering mendatangi langsung ke sekitar lokasi kebakaran lahan maupun kebakaran rumah bersama tim PSC 119 untuk antisipasi adanya korban," kata Zairin. (sn)
Share:

Buka Perkemahan Santri, Bupati PALI Inginkan Santri Hindari Paham Radikal

PALI,SININEWS.COM - Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo meminta agar santri yang ada di Bumi Serepat Serasan khususnya atau yang tengah menimba ilmu di luar daerah untuk dapat menjadi insan yang mulia, berguna untuk bangsa dan negara.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan saat membuka perkemahan santri dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten PALI, Minggu (20/10) yang dipusatkan di Pondok Pesantren (Ponpes) Tarbiyatul Islamiyah KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi.

"Santri juga kami harapkan dapat terhindar dari paham yang bisa merusak persatuan Indonesia, seperti paham radikal," harap Bupati.

Bupati juga bersyukur atas telah di sahkannya UU Pesantren yang merupakan bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia.

"Kami juga ucapkan terimakasih kepada NU yang terus memperjuangkan Dakwah Islamiah di PALI, dan kami berharap semoga PALI daerah religi bisa tercapai," tutup Bupati.

Sementara dari data PCNU Kabupaten PALI, puncak kegiatan HSN bakal digelar pada Selasa (22/10) mendatang di halaman Kantor Bupati PALI yang diikuti seluruh Ponpes yang ada di Bumi Serepat Serasan dilanjutkan kirab santri.

Tetapi sebelum digelar puncak HSN, seluruh Ponpes di PALI bakal gelar gebyar shalawat yang dilaksanakan pada Senin malam (21/10) pada masing-masing Ponpes. Sedangkan untuk kemah santri digelar selama dua hari mulai Minggu (20/10) sampai Senin (21/10).

"Kami atas nama masyarakat PALI mengucapkan selamat HSN, dan apresiasi terhadap disahkannya UU Pesantren yang mana undang-undang itu bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan Ponpes," ujar Aka Cholik Darlin, tokoh muda Lematang yang ikut hadiri pembukaan perkemahan santri. (SN/ADV)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts