Desa Ini Siapkan Ambulan Gratis

PALI--Penuhi kebutuhan warganya dibidang kesehatan, Desa Tanah Abang Utara Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) siapkan mobil ambulan untuk melayani keperluan warga yang hendak berobat ataupun membawa jenazah ke pemakaman.

Armada ambulan tersebut diperoleh desa tersebut menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019 yang merupakan hasil rapat desa. Dimana usulan masyarakat yang menginginkan keberadaan mobil angkutan khusus untuk layani kebutuhan kesehatan.

"Saat ini alhamdulillah sudah terlihat manfaatnya. Armada ambulan dan drivernya siap siaga 24 jam, yang terparkir di kantor desa," ungkap Korian Agus, Kepala Desa Tanah Abang Utara, Minggu (27/10).

Ditambahkan Korian, pelayanan ambulan secara gratis. Warga setempat yang butuh berobat, baik itu dalam keadaan darurat atau untuk rawat jalan ke rumah sakit tidak repot lagi menunggu ambulan dari Puskesmas.

"Terkadang ambulan di rumah sakit atau puskesmas sibuk untuk menjemput atau mengantar pasien. Atas dasar itu, kami berembuk untuk menyediakan mobil ambulan desa dan saat diusulkan, ternyata masyarakat juga menginginkan hal sama," imbuhnya.

Diakui Korian bahwa di Kabupaten PALI baru tiga desa yang memiliki ambulan gratis yang menggunakan dana desa.

"Saat pembelian ambulan, kami ajak Desa Air Itam Kecamatan Penukal dan Desa Modong Kecamatan Tanah Abang. Dan alhamdulillah, warga saat ini terbantu dan mudah-mudahan manfaatnya akan terus bisa dinikmati masyarakat," tuturnya. (sn) 
Share:

Catatan Kaki Kabinet Indonesia Maju

SININEWS.COM -- tetapkannya nama-nama menteri dalam kabinet Indonesia Maju yang dipimpin oleh Presiden Jokowi pada hari ini Rabu (23/10), menyisakan beberapa catatan kaki menarik untuk diulas. 

Mencuatnya beberapa nama mentri baik dari kalangan profesional maupun utusan partai tidak lepas dari kompromi politik di tingkat elit. Terlebih dari parpol, jauh hari sebelum pelantikan presiden/wapres, dipastikan sudah ada pergerakan baik kasat mata maupun bergerilya. Komunikasi politik bahkan tawar menawar telah sedemikian rupa mengambil peran, meski penentuannya kembali kepada hak prerogatif presiden. 

PAN & Demokrat : Korban manuver yang vulgar.
Pun akan halnya di injury time, ada 2 gerbong yang sengaja ditinggalkan oleh Jokowi meskipun pimpinan parpol tersebut telah menghadap Jokowi. Hal ini lumrah untuk dimaklumi, PAN dan Demokrat adalah dua parpol yang mempunyai kesan oportunis dalam sejarah koalisi-oposisi pemerintahan dari periode ke periode. Siapa yang tidak terkenang bagaimana manuver selalu dimainkan oleh dua partai dalam setiap tahapan demokrasi : penentuan capres/wapres, dukungan terhadap capres/wapres sampai kepada titik ditetapkannya hasil Pemilu yang memenangkan Jokowi-Amin, kedua partai "besanan" inipun masih sibuk dengan manuver yang semakin vulgar. Tentu saja dinamika tersebut menjadi catatan kaki bagi Jokowi dalam masa ploting assignment jabatan menteri. 

Sebagai petugas partai Jokowi pun tidak mungkin untuk menetapkan sendiri serta melangkahi induk semangnya yang telah berjasa mengutusnya sampai jadi presiden dua periode. Apalagi sang induk semang, yakni Megawati notabene adalah mantan presiden yang sangat berpengalaman dalam tarik menarik jabatan politis di pemerintahan. Masih terekam sangat jelas bagi sang Ibu bagaimana sikap PAN dan Demokrat yang menyatakan dukungan terhadap Prabowo bukan karena idealisme yang sama, namun lebih kepada coba-coba. Wajar saja kalau akhirnya dua gerbong ini dengan sengaja ditinggalkan. 

Apalagi gesture sang Ibu sudah semakin terlihat pada satu momen terhadap Agus Harimurti seorang pentolan Demokrat sekaligus pewaris tahta kedepan. Sikap "mutungan" dari sang Ibu ini kembali ditunjukkan dengan tegas kepada Surya Paloh yang terindikasi bermanuver terhadap Anies Baswedan. 

Pro Kontra mentri dari Profesional.
Jangan pernah kita membayangkan profesional yang terpilih adalah benar-benar profesional selayaknya kita merekrut tenaga kerja profesional di perusahaan. Profesional yang dimaksud disini adalah mereka yang memang secara legal tidak berafiliasi kepada parpol manapun, namun kita tidak bisa memisahkan ikatan batin mereka secara tegas terhadap ikatan emosional organisasi tertentu. 

Apakah miilk ormas A atau B misalnya. Bukan itu saja, seorang Jokowi pun pasti berproyeksi dan memprediksi keterlibatan mentri yang telah dipilihnya, apakah akan mampu menerjemahkan kepemimpinannya atau justru sebaliknya akan menjadi beban berat yang mempengaruhi performance.

Beberapa nama yang mencuat dan disebutkan posisinya menimbulkan anggukan setuju, tapi juga kernyitan di dahi bagi sebagian orang awam. Kita ambil nama Nadiem Makarim contohnya, sebagian besar kalangan apalagi praktisi pendidikan merasa tersentak ketika nama ybs didapuk sebagai mentri pendidikan dan kebudayaan. Bagaimana tidak? Job desk mentri pendidikan bukanlah pos yang bisa dipandang sebelah mata. Dibutuhkan seseorang yang berpengalaman di bidang pendidikan, ditunjang familiar dengan perkembangan regulasi pendidikan dari masa ke masa, serta skill manajerial yang mumpuni untuk menemukan format sistem pendidikan yang terbaik untuk potret pendidikan di Indonesia yang sampai saat ini masih terus mencari bentuk. Tanpa bermaksud merendahkan Nadiem sebagai entepreneur start-up yang berhasil di bidang transportasi, rasanya job ini kurang tepat diembannya. Mengapa dia tidak ditantang di meja Badan Ekonomi Kreatif umpamanya. 

Sama halnya dengan Dr. Terawan, seorang dokter militer yang penemuannya akan teknik terapi atau penyembuhan stroke banyak diakui orang, terlepas dari pro kontra yang ada di dunia medis. Kesehatan sama krusialnya dengan pendidikan, karena dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan sehingga ada pepatah : kalau sehat bisa belajar, kalau belajar bisa sehat". Meskipun ybs dianggap mumpuni karena pernah menjadi direktur RS Militer terbesar di Indonesia, namun saat ini yang dihadapi adalah kesehatan global, pelayanan publik dan carut marut BPJS yang menantikan solusi. 

Di luar negeri SDM potensial seperti Nadiem dan Terawan tidak ditawari jabatan politis yang risky seperti pos mentri, justru mereka diberikan ruang khusus dan dukungan fasilitas untuk semakin mengembangkan bakat atau skill yang mereka miliki. Jarang tercatat dalam sejarah dunia seorang penemu legendaris atau pencipta teori yang mendunia didapuk menjadi mentri kecuali di Indonesia.

Reformasi Kepolisian
Sebagian publik pasti bertanya, apa alasan Jokowi menunjuk seorang perwira tinggi yang menjabat Kapolri sebagai Mendagri. Apakah mungkin presiden sedang mencari tempat yang pas untuk polri dalam sistem tata negara di Indonesia, sehingga berharap sang mendagri terpilih yang notabene adalah mantan komandan tertinggi di polri dapat menjadi bridging yang pas untuk hal itu. Karena sebagaimana diketahui di negara lain, institusi kepolisian bukan badan yang berdiri sendiri namun terintegrasi dalam Ministry of Civil Service. Bisa jadi...

Nama yang mengandung kontroversi.
Mari kita sebut nama Erick Thohir, Siti Nurbaya dan I Gusti Ayu Bintang Parmavati. Kembali kita dipancing untuk merekam track record mereka ketika mendengar nama-nama tersebut. Erick Thohir yang mendapatkan jabatan strategis sebagai kepala dari semua BUMN hanya kita kenal karena pernah mencetak sejarah sebagai the one and only Indonesian who owned InterMilan ever, sekaligus sebagai timses Jokowi. Apakah ini tidak lebih dari politik balas budi atau ada hidden agenda yang konstruktif di balik penunjukannya. Begitu pula Siti Nurbaya, politisi Nasdem yang dapat menduduki kembali pos lamanya sebagai Menhut & LH di tengah sorotan hot spot dan kabut asap yang semakin meningkat eskalasinya akhir ini. 

Tidakkah ini menjadi pertimbangan Jokowi ketika mempercayakan kembali pos tersebut kepadanya? Atau I Gusti Ayu yang notabe adalah istri dari seorang mantan mentri Koperasi sehingga dirasa pas sebagai mentri PPA? Mungkinkah ada pertimbangan lain untuk pemerataan karena ybs berasal dari Bali yang mana Bali merupakan salah satu kantong dengan kasus tertinggi bersama Jakarta yang rawan akan isu pemberdayaan dan perlindungan anak. 

Wallahualam jawabnya karena sebagai pengamat dan pemerhati kita hanya dapat memproyeksi dan memprediksi kemungkinan-kemungkinan tanpa bermaksud mendiskreditkan ybs. Kalaupun ulasan ini sapertinya menampilkan beragam kekhawtiran, bukan berarti kita sebagai penilai adalah maha tahu seperti netijen di medsos. Justru ulasan ini bisa dijadikan cambuk untuk mematahkan segenap pesimistis yang sempat muncul di akar rumput seperti kita semua yang awam.

Selamat Bekerja Kabinet Indonesia Maju....

Akhmad Muftizar Zawawi
Penulis adalah Dosen Magister Ilmu Pemerintahan Univ Tamansiswa Palembang.
Pengamat dan Pemerhati bidang Politik, Pemerintahan dan Pendidikan.
Share:

Soal Limbah Batubara, Warga Terus Tuntut PT.GHEMMI dan Ancam Blokir Jalan

Foto : Tim Kementerian LHK saat mengambil sampel limbah di PT.GHEMMI beberapa waktu lalu
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Menunggu hasil yang tak kunjung terlihat dari dampak limbah perusahaan PT.GHEMMI yang sudah puluhan tahun merusak lahan pertanian warga Kelurahan Payuputat dan Gunung Kemala tak menemui kesepakatan

Sebelumnya Perusahaan Batubara di Desa Gunung Raja itu telah didatangi tim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) untuk mengambil sampel limbah perusahaan yang diduga telah mencemari lahan pertanian warga, kedatangan Tim LHK Pusat tak lain berdasarkan laporan warga Gunung Kemala dan Payuputat

“dalam waktu dekat kami akan melakukan aksi demo lagi ke kantor DPRD Prabumulih dan akan memblokir jalan akses perusahaan jika ini tak selesai” Ucap Saiful Antoni saat dikonfirmasi

Dari keterangannya masa akan terus menuntut Pihak Pemerintah dab Perusahaan agar segera menyelesaikan ganti rugi yang saat ini sudah sekitar 4 tahun lebih masih belum juga bisa menemui titik terang

“mungkin selasa depan kita akan buat surat aksinya” lanjut Saiful

Sementara itu, PT.GHEMM Indonesia melalui Hubungan Masyarakat Laspri Antoni mengatakan saat ini belum bisa menanggapi keluhan warga, dirinya mengaku masih menunggu intruksi dari pihak Mangeman Perusahaan yang menangani kasus limbah perusahaan

“untuk saat ini kita belum bisa menanggapi karena itu hak pihak Mangemen yang menyampaikan” tapi lanjutnya pihak perusahaan masih menunggu hasil uji Laboratorium di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan.

Terpisah, Dodi Arief Budikusuma Kasie Pencegehan dan Pemantauan Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian LHK dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp mengatakan saat ini masih dalam proses pengujian di Laboratorium

“kita belum dapat hasilnya mas, masih nunggu pak Salman dibagian Labor” katanya

Diketahui dalam waktu dekat hasil labor yang telah diambil sampelnya beberapa waktu lalu akan menjadi acuan perusahaan agar segera memperbaiki manajemen pengelolaan limbah batubara dan segera mungkin menyelesaikan ganti rugi lahan warga yang telah dituntutkan sebelumnya (sn1).

Share:

Kembali Jadi Pengantin Baru, 100 Pasutri di PALI Ikut Itsbat Nikah

PALI -- Keceriaan terlihat dari 100 pasangan suami istri (Pasutri) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) lantaran pada Kamis (24/10), mereka (Pasutri) tersebut ikuti itsbat nikah secara gratis yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PALI.

Sebab menurut Amran (50) salah satu warga yang ikuti Itsbat nikah bahwa saat melangsungkan pernikahan tahun 2003 lalu dirinya hanya melakukan secara agama saja dan hingga saat ini belum memiliki buku nikah.

"Kami kesulitan mengurus akta kelahiran bagi anak, sebab hingga saat ini kami belum miliki buku nikah. Beruntung Pemkab PALI melalui Disdukcapil menggelar acara ini, gratis pula," ujar Amran. 

Sementara Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperoleh kepastian hukum serta melindungi hak-hak anak yang lahir dari perkawinan sah. 

"Kita gelar kegiatan pelayanan terpadu Itsbat nikah, juga pelayanan pembuatan buku nikah dengan menggandeng Pengadilan Agama Muara Enim dan Kemenag Kabupaten PALI. Juga kita lakukan pelayanan administrasi kependudukan dan pelayanan pemeriksaan golongan darah, semuanya gratis," ungkap Rismaliza. 

Diakuinya bahwa pada pelaksanaan Itsbat nikah, ada 100 pasangan suami istri yang ikuti dan 25 Pasutri diantaranya dari Komunitas Adat Terpencil (KAT) Talang Ritam.

"Sengaja kami prioritaskan KAT Talang Ritam, karena setelah berkoordinasi dengan Dinsos untuk melengkapi administrasi sebagai daerah KAT," tukasnya. 

Disamping mendapat pelayanan gratis, seluruh peserta Itsbat nikah dikatakan Rismaliza mendapat bantuan paket Sembako. 

"Akta nikah langsung bisa diterima peserta, juga mendapatkan paket Sembako. Ini bentuk kepedulian pemerintah untuk mewujudkan PALI tertib adminduk," tandasnya. 

Ditempat sama, Bupati PALI, Heri Amalindo yang menghadiri kegiatan tersebut berharap agar kegiatan ini bisa bermanfaat bagi peserta Itsbat nikah. 

"Kita ketahui bahwa buku nikah atau akta nikah sangat penting. Selain mengurus akta kelahiran anak, juga saat kita akan umrah atau beribadah haji, yang lebih dahulu ditanyakan adalah akta nikah. Dengan adanya kegiatan ini mudah-mudahan bisa membantu masyarakat yang memiliki akta nikah," harap Bupati. (SN/ADV) 



Share:

AKa Cholik Orang Pertama Daftar Cawabup di PPP

PALI -- Tokoh muda Lematang Aka Cholik Darlin menjadi orang pertama yang mengambil formulir pendaftaran sebagai Calon Wakil Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang membuka pendaftaran sejak Senin (21/10) lalu. 

"Saya ikuti langkah Heri Amalindo untuk ambil formulir pendaftaran disetiap Parpol yang telah buka penjaringan Cabup dan Cawabup," ungkap Aka Cholik, Rabu (23/10).

Diakuinya bahwa sebelum mengambil formulir di PPP, mantan anggota DPRD PALI ini juga telah mengambil formulir pendaftaran di Hanura. 

"Hari ini juga, saya mengembalikan formulir pendaftaran di Partai Nasdem, dilanjutkan ke Hanura dan PPP sebagai Cawabup," tukasnya. 

Sementara itu, dari keterangan Hairul Mursalin sudah tiga calon Bupati yang mengambil formulir pendaftaran yakni Heri Amalindo, Devi Haryanto dan Burdani Akil. 

"Untuk Cawabup, Aka Cholik orang pertama yang mendaftar. Aka Cholik bukan orang asing bagi PPP, ini seperti rumahnya sendiri," ujar Hairul Mursalin. (sn) 


Share:

Lahan Kosong Pinggir Jalan Lintas PALI-Sekayu Terbakar

PALI. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali disibukan dengan adanya kebakaran lahan yang terjadi di pinggir jalan lintas PALI-Sekayu Muba tepatnya di wilayah Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi, Rabu (23/10).

Meski tidak mengganggu arus lalu lintas, tetapi kejadian itu menjadi perhatian sejumlah pengguna jalan.

"Kami dapat laporan ada api di wilayah ini, kemudian kami langsung meluncur ke lokasi bersama satu unit mobil Damkar untuk upaya pemadaman," ungkap Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI.

Sementara menurut Agus, salah satu warga setempat api diketahui warga sekitar pukul 12.30 WIB. Api cepat membesar karena kondisi di lokasi sangat kering ditambah angin juga cukup kencang.

"Awal api dari pinggir jalan raya yang langsung menjalar dan membakar lahan disekitarnya. Kondisi lahan kosong, namun kami khawatir api menjalar ke kebun karet kami, lalu kami memberitahukan warga lain untuk memadamkan api kemudian meminta bantuan BPBD," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, BPBD beserta warga masih sibuk berjibaku menaklukkan api.(sn) 
Share:

Sulit Air Bersih, Warga Desa Sinar Dewa PALI Mandi Lumpur

PALI -- Kemarau panjang tahun 2019 ini sepertinya belum akan berakhir, imbasnya beberapa desa di wilayah Bumi Serepat Serasan alami kekeringan bahkan disebagian wilayah warganya sulit mendapatkan air bersih. Seperti terpantau di Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Sumur-sumur yang menjadi penampungan air bersih sebagian besar sudah kering. Kondisi itu memaksa warga memanfaatkan danau yang ada untuk keperluan mandi dan cuci meski debit airnya telah menyusut, warnanya pun keruh dan berbau karena bercampur lumpur.

"Sudah lama pak kami gunakan air lebung (danau) ini untuk mandi dan cuci. Meski keruh tapi tidak ada pilihan karena lebung ini yang masih ada airnya," ungkap Deti, warga setempat kepada media ini, Rabu (23/10).

Rasa gatal kerap terasa ketika usai mandi di danau tersebut, tetapi Deti akui bahwa hal itu sudah biasa dialaminya.

"Sudah biasa kalau gatal-gatal, karena bukan hanya air yang kami gunakan tapi sudah campur lumpur. Namun daripada kami tidak mandi, gatal itu kami tahan setiap hari," tukasnya.

Untuk minum, Deti menyebut masih ada satu sumur milik warga yang masih menyimpan cadangan air bersih. Tetapi untuk mendapatkan air bersih tersebut, terkadang warga harus antri bahkan kerap berebut.

"Bagi warga yang mampu, mereka bisa beli air isi ulang, namun yang tidak mampu terpaksa harus berebut air di sumur tersebut. Kami berharap Pemkab PALI untuk membantu penyaluran air bersih di desa kami, sebab selama kemarau tahun ini, belum ada bantuan padahal kondisi ini sudah lama terjadi," harap Deti.

Terpisah, Junaidi Anuar, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI mengatakan bahwa pihaknya segera mengirim mobil tangki air.

"Saya sudah perintahkan petugas untuk mengirimkan air bersih memakai mobil tangki," singkat Junaidi. (sn)
Share:

Kemensos RI Turunkan Bantuan Untuk KAT Talang Sebetung, Ini Bentuknya

PALI -- Sebanyak 49 Kepala Keluarga (KK) yang ada pada Komunitas Adat Terpencil (KAT) Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terima bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI berupa bahan bangunan.

Pemberian bantuan tersebut diberikan pada kegiatan Bimbingan Sosial dan Motivasi secara terpadu warga Komunitas Adat Terpencil (KAT) lokasi Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara di Aula Kantor Camat setempat oleh Direktorat Pemberdayaan KAT melalui perwakilannya, Ikhsan Nurdin didampingi perwakilan Dinsos provinsi Sumatera Selatan dan Plt Kepala Dinsos PALI, Metty Etika, Rabu (23/10).

"Kami berharap setelah bahan bangunan diterima untuk segera dibangunkan. Sebab, setelah selesai dibangun, bakal ada lagi bantuan-bantuan lainnya, seperti sarana air bersih, sanitasi, sarana ibadah, balai pemberdayaan, bantuan usaha dan lainnya," ungkap Ikhsan.

Dijelaskan Ikhsan bahwa warga Talang Sebetung patut bersyukur, karena Kemensos di tahun 2019 hanya membantu 2.500 KK, 49 KK diantaranya ada di Talang Sebetung.

"Hanya Talang Sebetung daerah yang mendapatkan bantuan ini di Provinsi Sumsel. Ini berkat komitmen Bupati PALI yang ditindaklanjuti Kemensos melalui beberapa tahapan. Dari tahap pemetaan sosial, kemudian direkomendasikan databasenya ke kementerian, selanjutnya penjajakan awal, lalu semiloka daerah yang menghasilkan 49 KK penerima bantuan ini lalu disampaikan pada Semiloka nasional yang pada akhirnya bantuan tersebut turun," beber Ikhsan.

Sementara itu, Agus Sunardi perwakilan Dinsos Provinsi Sumatera Selatan menjelaskan bahwa bantuan yang diterima warga KAT Talang Sebetung berupa bahan bangunan rumah. Untuk pekerjaan, dilakukan secara gotong royong.

"Bantuan KAT lain dari yang lain, sebab sengaja untuk membangkitkan kembali kearifan lokal yakni gotong royong. Kami berharap, bantuan itu secepatnya dibangunkan agar bantuan-bantuan lainnya cepat turun lagi. Dan kami bangga, karena hanya di PALI yang mendapat bantuan pemberdayaan KAT dua tahun berturut-turut," terang Agus.

Ditempat sama, Metty Etika Plt Kepala Dinsos PALI menyebut bahwa untuk menunjang pembangunan KAT, Bupati PALI telah menginstruksikan agar dilakukan lintas sektoral.

"Kalau ini sudah berjalan, nanti dari Dinas Pendidikan mungkin akan membangun PAUD atau membangun sarana pendidikan bagi warga setempat agar tidak buta huruf. Dinkes juga bakal membangun Pos kesehatan, jadi akan mempermudah warga untuk berobat," katanya.

Metty juga meminta agar seluruh warga KAT Talang Sebetung untuk menjaga kekompakannya agar bantuan berupa bahan bangunan rumah bisa cepat diselesaikan.

"Dengan gotong royong pekerjaan bisa mudah, dan tetap kompak agar program ini berjalan sukses," harap Metty. (sn)
Share:

Residivis Pengeroyok Bustaman Tertangkap, Dua Orang DPO


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Meski sempat melarikan diri, tersngka Endang Suganda (31) yang melakukan pengeroyokan terhadap korban Bustaman warga Dusun III, Desa Gunung Raja, Kecamatan rambang Lubai akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian.

Selain Endang, ada dua tersangka lainnya yang melakukan pengeroyokan terhadan Bustaman dan saat ini sudah diketahui identitasnya dan terua diburu oleh pihak kepolisian. 

Peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada, senin (30/9) yang lalu. Dana sekitar pukul 05.00 wib pelaku Endang bersama dua rekannya mendatangi rumah korban. Tanpa alasan jelas, lalu pelaku menarik tangan istri korban. Melihat istrinya  di ganggu, kemudian korban menjerit. Tetapi pelaku justru menyerang korban lalu memukul bagian kening sebelah kiri korban.

Selanjutnya, tanpa instruksi, dua teman pelaku yakni M juga memukul bagian Kepala korban dan  rekan pelaku lainnya yakni R juga memukul pada muka dan badan korban.

Melihat peristiwa tersebut, warga sekitar yang melihat kejadian tersebut langsung melerai, dan kemudian para pelaku berlari meninggalkan tempat kejadian.
Atas kejadian tersebut korban mengalami luka pada bagian kepala, luka pada pundak pundak bagian kiri dan lebam pada wajah, dan selanjutnya korban di bawa ke puskesmas beringin untuk di lakukan pengobatan yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rambang Lubai guna di Tindak Lanjuti.

Mendapat informasi yang akurat bahwa tersangka berada di Desa Gunung Raja, Kapolsek Rambang Lubai AKP  Akhmad Bakri beserta anggota langsung menuju lokasi untuk mengamankan tersangka yang sempat melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono, didampingi Kapolsek Rambang Lubai AKP Akhmad Bakri Membenarkan bahwa anggotanya telah mengamankan tersangka Endang yang telah melakukan pengeroyokan terhadap korban Bustaman saat berada di rumahnya.

“Saat ini pelaku sudah kita amankan beserta barang bukti. Dan kita juga tetap memburu dua pelaku lainnya tang ikut mengeroyok korban. Selanjutnya kasus ini akan ditomdak lanjuti oleh pihak kami,” pungkasnya.
Share:

Ribuan Santri Ikuti Upacara Peringati Hari Santri


MUARA ENIM, SININEWS.COM -Ribuan Santri Kabupaten Muaraenim mengikuti Upacara Peringati Hari Santri Nasional ke-5 di lapangan Merdeka Muaraenim, Selasa (22/10). Bertindak sebagai Pembina Upacara Sekda Muaraenim Ir H Hasanudin MSi, 
Perwira Upacara Ustad April Khohar (Wakil Ketua PCNU Muaraenim), 
Pemimpin Upacara Saidin (Sat Korcab Banser Muaraenim). 

Selain itu juga dihadiri Kemenag Muaraenim H Abdul Haris Putra SAg MPdi, Kabag Kesra H Zulkifli SAg, Rois Syuryah PCNU Muaraenim Ustadz Miftah, pejabat muspida, tokoh agama, organisasi Islam, dan ribuan santriwan dan santriwati.

Sekda Muaraenim H Hasanudin yang membacakan sambutan Mentri Agama RI, mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Penetapan tanggal 22 Oktober merujuk pada tercetusnya “Resolusi Jihad” yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Resolusi jihad ini kemudian melahirkan peristiwa heroik tanggal 10 Nopember 1945 yang kita diperingati sebagai Hari Pahlawan. 

Sejak Hari Santri ditetapkan pada tahun 2015, kita selalu menyelenggarakan peringatan setiap tahunnya dengan tema yang berbeda. Secara berurutan pada tahun 2016 mengusung tema “Dari Pesantren untuk Indonesia”, tahun 2017 “Wajah Pesantren Wajah Indonesia", dan tahun 2018 “Bersama Santri Damailah Negeri”. 
Tema peringatan Hari Santri 2019 mengusung tema “Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia". 

Dikatakan Hasanudin, lsu perdamaian diangkat berdasar fakta bahwa sejatinya pesantren adalah laboratorium perdamaian. Sebagai laboratorium perdamaian, pesantren merupakan tempat menyemarakkan ajaran Islam Rahmatanlilalamin, Islam ramah dan moderat dalam beragama. Sikap moderat dalam beragama sangat penting bagi masyarakat yang plural dan 
multikultural. 

“Dengan cara seperti inilah keragaman dapat disikapi dengan bijak serta toleransi dan keadilan dapat terwujud. Semangat ajaran inilah yang dapat menginspirasi santri untuk berkontn'busi merawat perdamaian dunia,” pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts