BLT Dana Desa di Perpanjang


Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), A Fauzan A SSTp MM mengatakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa akan diperpanjang. hal ini diungkapkannya lantaran sebelumnya sempat membingungkan akibat kebijakan dua menteri yang tak sinkron.

“Insya  Allah diperpanjang sesuai PMK (Peraturan Menteri Keuangan) nomor 50 tahun 2020,” kata Fauzan.

Sementara, Kepala Desa Talang Batu, Sahril Kanedi menuturkan pihaknya masih menunggu surat edaran resmi. “Sudah ada koordinasi dengan DPMD, dengan pendamping desa juga sudah.Tapi kalau resminya belum, masih tetap menunggu,” kata Sahril.

Dia menuturkan, bila surat edaran untuk perpanjangan BLT dari menteri desa sudah turun pihaknya akan segera melakukan perubahan APBDes. “Kalau PMK sudah, tinggal Menteri Desa. Kalau sudah minggu minggu ini kita rubah APBDes lagi,” ungkapnya.

Sahril menyampaikan, dalam PMK perpanjangan BLT DD hingga bulan September. “Tapi besaran dana tidak 600 lagi hanya 300. Dengan penerima tetap orang yang sama,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah kabupaten kota yang ada di Indonesia bingung atas kebijakan 2 menteri yang tak sinkron. Dimana dalam PMK BLT diperpanjang. Sementara dalam Peraturan Menteri Desa (Permendes) BLT masih untuk 3 bulan.
Share:

30 KWT Bersaing Masuk 10 Besar

Sebanyak 30 kelompok wanita tani (KWT) di Kota Prabumulih bersaing dalam lomba tanam bibit jahe merah yang diadakan oleh PT Bintang Tujuh.

Salah satu kelurahan yang mengikuti penilaian yakni Kelurahan Gunung Ibul Barat (GIB). “Mudah-mudahan bisa masuk 10 besar,” kata Lurah Kelurahan Gunung Ibul Barat Joko Arif.

Dikatakan Joko, penilaian untuk pengambilan 10 besar tingkat kota dari 30 KWT se kota Prabumulih. “Dan dari ke 10 itu akan dinilai kembali yg rencananya di bulan agustus 2020. Untuk diambil sebagai juara,” ujarnya.

Ketua TP PKK Kelurahan Hana Monica mengutarakan, bantuan bibit jahe merah berikut pupuk yang diterima kelurahan dikelola oleh KWT Swadaya.  “Kita percaya dan tunjuk KWT swadaya untuk budidaya. Yang alhamdulillah ikut penilaian,” kata Hana.

Ia berharap kepada KWT khususnya dan masyarakat GIB agar penilaian yang diikuti tak hanya seremonial. Namun, lebih ke pemanfaatan lahan perkarangan di wilayah GIB. “ Ini harus jadi peluang dengan menanam jahe merah, selain obat keluarga,”terangnya.

Apalagi lanjut Hana jahe merah merupakan produk andalan dari bejo bintang tujuh,  yang harga jualnya tinggi. “Bisa jadi tambahan penghasilan  bagi keluarga GIB. Jika dapat dibudidayakan dengan baik,” tukasnya.

Sementara Rohwati ketua KWT swadaya beserta anggota sangat antusias mengikuti program dari bejo bintang tujuh ini. “Kami berharap yang terbaik,dan kami berterimakasih kepada ibu ketua dan wakil PKK Prabumulih,  pihak bintang tujuh,  serta ibu Lurah GIB dg semangatnya melakukan pembinaan terhadap kwt swadaya" kata Rohwati.
Share:

Diskominfo Prabumulih Ramai-ramai Belanja ke Pasar Terminal Jalan Lingkar


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Rencana Pemkot Prabumulih menjadikan terminal lingkar sebagai pasar induk bukan hanya isapan jempol ataupun teori saja.


Hal tersebut dapat di lihat dari pengerahan semua OPD dan unsur Muspida yang setiap hari datang untuk berbelanja di terminal jalan lingkar, agar geliat atau perputaran ekonomi dapat terangsang dengan baik.



Tidak hanya untuk sekedar berbelanja, semua OPD diharuskan untuk ikut mensosialisasikan ke masyarakat untuk ikut meramaikan pasar pagi yang saat ini sudah dialihkan ke lingkar  timur kota Prabumulih itu.


Pantauan dilapangan, pegawai Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Drs M Ali ikut belanja dipasar untuk merangsang atau meningkatkan daya beli bagi masyarakat juga ada beberapa dinas lain.



"Iya kita hari mulai jam 05:00 pagi tadi bersama para pegawai Diskominfo ikut berbelanja di pasar pagi ini, diharapkan agar aktifitas ekonomi pasar terus berkembang," ungkap Kepala Diskominfo.



"Dan kami juga melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat untuk turut meramaikan dan berbelanja di pasar pagi agar pertumbuhan ekonomi di prabumulih terus berjalan dan meningkat, namun juga tetap kita berikan edukasi kepada para pedagang maupun pembeli untuk selalu mengedepankan protokol kesehatan," pungkasnya.(ing/sn)
Share:

Menakar Kebijakan New Normal di Sektor Pendidikan


SININEWS.COM - Selama sepekan terakhir ini istilah “New Normal” sudah menjadi topik pembahasan di Indonesia. Terutama muncul wacana pemerintah pusat akan menerapkan skema tersebut, meski banyak kalangan menilai kasus baru Virus Corona atau COVID-19 di Indonesia masih bertambah cukup banyak. 

The new normal merupakan terminologi yang dipakai pada tahun 2009 oleh Philadelphia City Paper saat mengutip Paul Glover dalam menjelaskan kondisi yang semula dinilai tidak umum menjadi sesuatu yang kemudian dianggap biasa, wajar, dan akhirnya diterima secara luas. Pada saat itu, dunia bisnis mencari titik normal yang baru setelah terjadi krisis keuangan pada 2007- 2008 dan resesi global pada 2008- 2012. 

New Normal adalah kebijakan membuka kembali aktivitas ekonomi, sosial dan kegiatan publik secara terbatas dengan menggunakan standar kesehatan yang sebelumnya tidak ada sebelum pandemi. New Normal dapat diartikan sebagai upaya menyelamatkan hidup warga dan menjaga agar negara tetap bisa berdaya menjalankan fungsinya, setelah kebijakan stay at home atau work from home atau pembatasan sosial diberlakukan untuk mencegah penyebaran massif wabah virus corona. 

New Normal utamanya agar warga yang memerlukan aktivitas luar rumah dapat bekerja dengan menggunakan standar kesehatan yang ditetapkan. New Normal ditujukan agar negara tetap mampu menjalankan fungsi-fungsinya sesuai konstitusi. Harap diingat bahwa pemasukan negara berasal dari pajak dan penerimaan negara lainnya.

Jika aktivitas ekonomi terus berhenti total maka negara tidak punya pemasukan, akibatnya negara juga tidak bisa mengurus rakyatnya. New Normal di Sektor Pendidikan Mengamati kondisi sekarang ini, di mana pandemi covid-19 belum hilang, sebaiknya pada penyelenggaraan pendidikan tidak diberlakukan normal baru (membuka sekolah kembali).

Untuk menghindari terkena pandemi covid-19 yang sangat rentan tertular di lingkungan pendidikan. Hal ini harus dipertimbangkan secara matang dan akurat oleh negara khususnya pemerintah daerah. Kita tidak ingin pelajar yang jumlahnya jutaan terpapar oleh pandemi covid -19. Hingga kini transmisi Covid-19 belum terkendali, kasus baru masih terus terjadi, dan kurvanya juga masih belum melandai. Penularan Covid-19 kepada anak-anak Indonesia tergolong cukup tinggi.

Sebagaimana rilis resmi yang disampaikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pada 18 Mei 2020, bahwa tak kurang dari 584 anak dinyatakan positif mengidap Covid-19 dan 14 anak di antaranya meninggal dunia. Sementara itu, jumlah anak yang meninggal dunia dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 berjumlah 129 orang dari 3.324 anak PDP tersebut. 

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menyampaikan bahwa hingga 28 Mei 2020, total anak-anak yang terpapar COVID-19 mencapai 5 persen dari total kasus yang dilaporkan ke pemerintah. Dengan memperhatikan jumlah kasus konfirmasi Covid-19 yang masih terus bertambah, mulai melonggarnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemungkinan terjadi lonjakan jumlah kasus kedua dan masih sulitnya menerapkan pencegahan infeksi pada anak-anak, maka perlu dikaji ulang untuk membuka aktivitas belajar anak di sekolah. 

Kalaupun pemerintah mempertimbangkan tentang efektifitas kinerja dari satuan pendidikan, maka tidak jadi soal jika tenaga pendidik dan kependidikan (guru, pegawai dan karyawan) yang diberlakukan new normal terlebih dahulu. Pemerintah sebaiknya menaruh perhatian besar pada keselamatan anak-anak peserta didik dari ancaman pandemi Covid-19 seraya belajar dari pengalaman pahit Korea Selatan yang meliburkan kembali 838 sekolahnya pada Jumat (29/5) setelah kasus virus Corona di Ibukota Seoul melonjak kembali. 

Selain pertimbangan keselamatan anak-anak, sektor pendidikan berbeda dengan sektor usaha yang aktif atau tidaknya langsung berdampak pada kehidupan dan kesehatan orang banyak. Jika belajar secara online masih bisa dilakukan, sebaiknya sektor pendidikan tidak terburu-buru mengikuti kondisi kenormalan baru atau new normal. 

Oleh karena itu penulis sebagai bagian dari warga masyarakat menyarankan pemerintah melakukan studi mendalam sebelum memutuskan untuk membuka kembali semua sekolah di tengah pandemi Covid-19. Merujuk data resmi KPAI bahwa ada lebih dari 800 anak di Indonesia terpapar Covid-19 dan 129 di antara mereka meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) dan 14 anak lainnya meninggal dengan status terkonfirmasi positif Covid-19, tampaknya semua pihak memang tak boleh main-main saat membuat keputusan untuk segera membuka kembali sekolah, keselamatan anak-anak peserta didik wajib menjadi perhatian utama. 

Selagi dengan pola Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ nasib generasi muda yang potensial itu bisa diselamatkan, mengapa pihak-pihak yang punya otoritas dalam dunia pendidikan harus terburu-buru meninggalkan cara belajar virtual itu untuk seluruh jenjang pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi. Kita semua belum dapat memprediksi kapan pandemi Covid 19 akan betul-betul berakhir mengingat jumlah korban terus bertambah seiring dengan banyaknya masyarakat yang mengikuti rapid test. Sangat mungkin pada permulaan tahun ajaran baru (13 Juli 2020) belum berakhir juga.

Rasanya kurang manusiawi pada saat masyarakat masih dihadapkan pada perjuangan melawan pandemi Covid 19, khususnya memikirkan kebutuhan Sembako, tapi harus memikirkan pencarian sekolah baru/membayar kebutuhan sekolah anaknya. Saat ini, banyak orang tua yang secara ekonomi dan psikologis rapuh akibat terkena dampak PHK atau tutupnya usaha mereka. Kondisi tersebut berpengaruh besar terhadap kerapuhan psikologi anak. Dibutuhkan waktu yang cukup untuk memulihkan kerapuhan ekonomi dan psikologi orang tua maupun anak. Dilihat dari aspek pedagogik, dalam kondisi yang tidak menentu seperti sekarang, orang tua akan lebih tenang bila anak-anak bersama mereka setiap saat. 

Budaya yang sudah mulai terbangun bahwa belajar didampingi orang tua akan bisa lebih menjadi penguat di trilogi pendidikan (orang tua, masyarakat, dan sekolah). Hak anak untuk mendapat pendidikan tetap bisa dijalankan dengan prioritas hak mendapat perlindungan kesehatan di dalam rumah. Bukan berarti sekolah/kampus tidak layak untuk memberikan hak sehat, namun orang tua akan lebih tenang memikirkan kesehatan anaknya. 

Membuka sekolah pada pertengahan Juni 2020 ini akan sangat berpengaruh terhadap kondisi keselamatan anak dan psikologis orang tua. Kita tidak tahu apa yang akan dilakukan anak di sekolah, jika memang sekolah dibuka kembali. Kalaupun menggunakan sistem protokol kesehatan, anak-anak menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, melakukan test suhu udara, menggunakan penyemprotan disinfektan, mengatur jadwal belajar tatap muka dengan model ganjil genap, mengatur durasi pulang sekolah agar tidak terjadi penumpukan, akan terjadi kendala dalam tataran implementasi. 

Apakah sarana dan prasarana di sekolah telah memenuhi standar protokol kesehatan. Kita tidak bisa membayangkan pada saat anak-anak melakukan cuci tangan pakai sabun, melakukan test suhu badan dan lain sebagainya, sementara sarana yang tersedia di sekolah kurang memadai dan representatif dengan jumlah anak, yang terjadi adalah penumpukan. Ketersediaan sarana disekolah harus menjamin keselamatan dan kesehatan warga sekolah.

Paling tidak 50% dari jumlah rombel, harus tersedia tempat cuci tangan. Belum lagi jadwal pulang sekolah yang harus diatur durasinya, kita juga tidak bisa memastikan apakah anak-anak yang keluar duluan sudah dijemput oleh oran tuanya atau belum, 

sementara kelas lain menyusul keluar, maka yang terjadi adalah penumpukan lagi. Kita juga tidak bisa memastikan apakah anak-anak yang masuk sekolah dalam kategori OTG yang mendelevery virus ke temannya, atau ada anggota keluarganya yang berada dalam PDP, sehingga mentransfer virus tersebut ke warga sekolah, atau jangan-jangan virus tersebut di dapat oleh anak pada saat pergi ke sekolah dengan menggunakan kendaraan umum, karena tidak semua anak pergi pulang sekolah di antar jemput orangtua, ini juga perlu kita pikirkan.

Apa yang kita harapkan jika sekolah dibuka kembali pada pertengahan Juni 2020 ini. (sementara pemerintah pusat melalui kementerian pendidikan dan kebudayaan sudah menetapkan tahun ajaran baru adalah 13 Juli 2020), walaupun jadwal tersebut bukan jadwal pembukaan sekolah. Karena sesuai dengan kalender pendidikan, rentang waktu pertengahan Juni 2020 adalah rentan waktu fakultatif, artinya kegiatan belajar mengajar sudah berakhir, dan disi dengan kegiatan clascmeeting, sementera guru sibuk dengan kegiatan administrasinya untuk pengolahan nilai dan pengisian raport. Lalu siapa yang akan mengawasi anak?. Sementara tangal 26 dan 27 Juni 2020 adalah waktu pembagaian raport. Ini artinya ada rentang sekitar 10 hari anak masuk sekolah, selebihnya libur kenaikan kelas. Jika dilakukan sistem ganjil genap, berarti masing-masing anak Cuma 5 hari aktif masuk sekolah. 

Apa yang inin kita harapkan dari 5 hari sekolah tersebut? Oleh kerana itu kepada pemangku kepentingan, dan pengambil keputusan mohon untuk dikaji dan ditinjau ulang tentang kebijakan tersebut. Tulisan ini tidak bermaksud menentang kebijakan pemerintah daerah, ini hanya sharing information, brain storming dan analisis kontektual terhadap kecintaan pada generasi emas yang akan menjadi pionir pada era bonus demografi 2030.

Terlepas apakah tulisan ini menjadi acuan sebagai masukan dan saran, keputusan akhir dan final ada pada Pemerintah Daerah. Marilah kita bersama, bersinergi membangun negeri. Tak ada gengsi, atau pun dengki. Kita butuh energi sejati yang datang dari hati. Pandemi adalah anugrah Illahi. Kita kembali untuk menata diri, dalam berbagai situasi. Jangan pergi. Sambutlah mentari dengan senyum manis. Songsong dunia anak sebagai pewaris negeri. Antarkan ke dunianya dengan penuh prestasi. Berbudi dan tetap bertawaqal diri.(SN)    
Share:

Gelar Lomba Pekarangan Rumah

Guna meningkatkan kreatifitas masyarakat dalam pemanfaatan pekaranaan, Pemerintah Desa Sinar Rambang (sinara) Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) akan mengadakan lomba perkarangan rumah dengan tanaman pangan dan toga.

“Surat edaran untuk lomba ini akan kami sebar kemasyarakat, masyarakat diminta berpartisipasi” kata Kepala Desa Sinar Rambang Indarqo.

Indaro menuturkan, lomba tersebut dalam rangka menguatkan ketahanan pangan yang ada di desa. “Juga dalam rangka ketahanan pangan nasonal, apalagi saat ini tengah dilanda pandemi. Diharapkan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan sendiri,” ujarnya.

Disampaikan Indarqo, penilaian akan dimulai pada awal bulan Agustus mendatang. “Sekaligus menyemarakkan HUT RI, juri dari dinas pertanian,” tuturnya mengatakan pemenang akan mendapatkan uang pembinaan dan tropi.

Disinggung terkait tanaman yang bisa ditanam, menutut Indarqo bisa bentuk tanaman pangan apapun. “Bisa tanaman pangan sayur ataupun toga,” tukasnya.
Share:

Salurkan BLT Tahap II

Pemerintah Desa Talang Batu salurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap II. Penyaluran BLT kali ini berbeda dari sebelumnya. Jika BLT tahap I disalurkan secara door to door, kali ini dipusatkan di Kantor Desa.

Kepala Desa Talang Batu Sahril Kanedi mengatakan, penyaluran di kantor desa tersebut tetap mengutamakan protokol pencegahan penularan covid-19.

“Penyaluran bergilir per kadus, sehingga tidak menumpuk. Dan penerima BLT memakai kupon antrian, dengan tetap menjaga jarak,” katanya mengatakan penyaluran tersebut selesai hanya dalam 1 hari.

Sahril menuturkan, penerima BLT DD tahap II tetap sama dengan penerima sebelumnya yang berjumlah 154 KK. Dimana BLT DD tersebut bersumber dari DD tahap II. “DD tahap II sudah cair, alhamdulillah dan BLT untuk Mei tahap II juga tersalurkan,” bebernya.

Disampaikan Sahril, warga yang menerima sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan oleh kementerian. “Yang tidak menerima PKH, ataupun bantuan sosial lain. Dan data itu hasil dari tim yang sebelumnya sudah dilakukan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) A Fauzan A SSTp MM mengutarakan, saat ini memang baru Desa Talang Batu yang menyalurkan bantuan BLT DD tahap II. “Baru desa Talang Batu, dengan jumlah penerima terbanyak untuk di Kota Prabumulih,” kata Fauzan.

Seperti diketahui, tercatat 594 KK penerima BLT DD terdampak covid-19 tersebar di 12 desa yang ada di Kota Prabumulih. Nah, dari 12 desa tersebut Desa Talang Batu Kecamatan RKT menjadi penerima BLT terbanyak yakni 154 KK. Sementara penerima paling sedikit di Desa Kemang Tanduk Kecamatan RKT yang hanya 8 KK.

Adapun BLT Dana Desa diberikan kepada penerima sebesar Rp 600 ribu per bulan selama tiga bulan berturut-turut. Sehingga total BLT Dana Desa yang akan diberikan selama tiga bulan berjumlah Rp 1,8 Juta.
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 31 Mei 2020



Share:

53 Warga Ogan Ilir Positif Terpapar Covid-19, Terbanyak di Kecamatan Sungai Pinang

INDRALAYA, SININEWS.COM - Berdasarkan data dari tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 Provinsi Sumsel sejak akhir April lalu sampai dengan saat ini, Minggu (31/5) pukul 16.00 jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir (OI) terus mengalami peningkatan. Saat ini, jumlah kasus covid-19 bertambah menjadi 53 kasus. Ini disampaikan juru bicara tim gugus tugas Wahyudi Wibowo, Minggu (31/5).

Ke-53 kasus covid-19 tersebut tersebar dibeberapa Kecamatan antara lain yakni Kecamatan 19 kasus di Kecamatan Sungai Pinang, 15 di Kecamatan Indralaya, 9 di Kecamatan Pemulutan, 5 di Kecamatan Tanjung Raja, 3 di Kecamatan Rantau Panjang dan masing-masing satu kasus di Kecamatan Rantau Alay dan Kecamatan Indralaya Utara. 

"Sampai dengan hari ini keseluruhan kasus covid-19 di Kabupaten Ogan Ilir berjumlah 53 kasus," kata Juru Bicara Wahyudi Wibowo. 

Dijelaskannya, sebanyak 53 kasus positif covid-19 tersebut, berdasarkan pemeriksaan sample sebanyak 325 orang antara lain terdiri dari 321 Orang Tanpa Gejala (OTG), dan 4 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Dari jumlah kasus tersebut, perinciannya jumlah sample positif sebanyak 53 kasus, satu kasus negatif. Sementara, sample yang sedang dalam proses pemeriksaan sebanyak 271 orang," papar Wahyudi Wibowo.(Ber)
Share:

Bupati Perpanjang Masa Belajar Secara Online

MUARA ENIM, SININEWS.COM - Berupaya untuk tetap memutus mata rantai penyebaran covid19 khususnya di lingkungan belajr mengajar,Bupati Muaraenim kembali memperpanjang metode belajar daring (online) di rumah.

Kegiatan belajar dari rumah ini untuk siswa siswi sekolah PAUD, TK, SD, SLTP negeri dan swasta se-Kabupaten Muaraenim.

"Benar, permohonan perpanjangan daring di rumah telah disetujui Plt Bupati Muaraenim," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muaraenim Irawan.

Menurut Irawan, pada perpanjangan daring di rumah bagi
siswa-siswi sekolah PAUD, TK, SD, SMP Negeri dan swasta se-Kabupaten Muaraenim sebelumnya seharusnya tanggal 29 Mei sudah masuk sekolah.

Namun kondisi di lapangan wabah Covid 19 masih mewabah, pihaknya mengajukan permohonan ke Bupati Muaraenim untuk memperpanjangnya kembali sampai tanggal 13 Juni 2020.

Dikatakan, Irawan bahwa setidaknya ada lima poin pokok penting dalam surat edaran Bupati Muaraenim tersebut kepada Siswa/siswi maupun tenaga pendidik dalam pengawasan kegiatan Daring di rumah.

Salah satunya kepada Satuan Pendidikan bersangkutan terus memonitoring dan memastikan kepada siswa/siswi bersangkutan belajar di rumah.

Jangan sampai kepada siswa-siswi berkeliaran di masa pandemi ini, berkumpul di luar, dan memastikan kepada tenaga pendidik lakukan kegiatan metode daring di rumah kepada muridnya masing masing.(sn)
Share:

Songsong New Normal, DPMD PALI Tak Kenal Libur Gelorakan Warga Patuhi Protap

PALI -- Bersiap menghadapi era normal yang baru atau new normal pada kondisi pandemi virus Corona (COVID-19) yang rencananya bakal berlaku mulai 1 Juni 2020 di Indonesia, sejumlah pihak terus berupaya menggerakkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam mencegah serta memutus mata rantai penyebaran virus corona agar saat new normal diberlakukan tidak menimbulkan polemik baru. 

Seperti dilakukan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (30/5). Meski hari libur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) itu tetap bergerilya mendatangi desa-desa untuk memantau pos-pos Covid-19 agar tetap aktif memantau aktivitas warganya dalam mencegah wabah global yang berasal dari Wuhan China itu. 

Dikatakan A Gani Ahmad Kepala DPMD PALI yang langsung pimpin kunjungan kerja itu bahwa upaya blusukan ke desa-desa dalam rangka memantau dan memberikan semangat kepada petugas yang jaga di posko Covid-19. 

"Dalam menghalau penyebaran virus corona jangan sampai kendor, terlebih PALI saat ini diakui pemerintah pusat menjadi salah satu dari 102 daerah yang hingga kini masih bebas dari imbas corona atau zona hijau. Atas status itu, kita jangan lengah atau terlena namun harus merapatkan barisan dalam pencegahan Covid-19 supaya daerah kita tetap hijau," tekad A Gani Ahmad.

DPMD juga diakui A Gani bakal terus berkeliling mengunjungi semua desa yang ada di Bumi Serepat Serasan. 

"Sekaligus melakukan pembinaan terhadap petugas posko desa agar tetap mengajak dan memberi himbauan kepada masyarakat agar tetap patuhi anjuran pemerintah untuk berada di rumah saja, jaga kesehatan, biasakan cuci tangan pakai sabun dan pakai masker apabila beraktivitas di luar rumah," tukasnya. 

Dengan giat mendatangi pos-pos Covid-19 di desa-desa, diharapkannya wabah corona bisa ditekan dan rantai penyebarannya terputus. 

"Kita semua tentu menginginkan wabah ini cepat berlalu. Dengan wacana pemberlakuan new normal tetapi tetap mematuhi protokol kesehatan, diharapkan akan kembali menggerakan kegiatan perekonomian yang saat ini terganggu," harapnya. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts