Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 21 Juni 2020






Share:

Covid-19 Kabupaten Ogan Ilir, 49 Kasus Dinyatakan Sembuh, 65 Warga Positif Terpapar

INDRALAYA, SININEWS.COM - Hampir memasuki dua bulan terakhir masa pandemi covid-19 yang melanda. Khususnya di Kabupaten Ogan Ilir (OI), juru bicara tim gugus tugas percepatan penanggulangan covid-19 Kabupaten OI Wahyudi Wibowo memastikan sebanyak 65 warga terpapar positif covid-19 sudah dinyatakan sembuh.

Sedangkan warga yang masih menjalani proses karantina di rumah sehat Wisma Atlit Jakabaring Palembang berjumlah 65 kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Hal ini dipaparkan juru bicara Wahyudi Wibowo, Minggu (21/6) pukul 17.00. 

Dikatakan Wahyudi, baik pasien yang dinyatakan sembuh maupun sedang menjalani karantina berasal dari berbagai Desa dalam Kecamatan Kabupaten OI antara lain yakni Kecamatan Sungai Pinang, Tanjung Raja, serta Kecamatan Indralaya.

"Rata-rata dari mereka penyebaran covid-19 berasal dari impor dan transmisi lokal," kata Jubir Wahyudi Wibowo. 

Diakui Wahyudi, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh usai menjalani test swab negatif covid-19 terus mengalami peningkatan. Mengingat kondisi kesehatan mereka (pasien) terus dilakukan pemantauan oleh tim medis wisma Rumah Sehat Wisma Atlit Jakabaring Palembang.

"Sebagian besar kondisi kesehatannya membaik. Akan tetapi kita masih menunggu hasil test swab. Mudah-mudahan hasilnya negatif," harap juru bicara Wahyudi. 

Sementara diketahui, berdasarkan data yang masuk ke Timgus percepatan penanggulangan covid-19, secara keseluruhan di Kabupaten OI Orang Dalam Pengawasan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG), serta Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 449 orang. Lanjut Wahyudi, untuk sample positif sebanyak 65 kasus, sample negatif 285 orang.

"Sedangkan pasien yang sedang menjalani proses pemeriksaan berjumlah 99 orang," jelas Wahyudi.(Ber)
Share:

Ditengah Pandemi Corona, Desa di PALI Ini Mampu Bangun Balai Kemasyarakatan Tapi Tetap Salurkan BLT-DD

PALI --  Memanfaatkan bantuan pemerintah baik itu dari pusat berbentuk Dana Desa (DD) maupun dari pemerintah daerah berupa Alokasi Dana Desa (ADD), pemerintah Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus berbenah melengkapi fasilitas umum demi melayani masyarakatnya.

Dan tahun 2020 ini, meski ditengah wabah Covid-19, namun pemdes Tanding Marga mampu membangun sebuah bangunan terbilang megah yang berdiri kokoh di tengah desa tersebut. 

Dikatakan A Riva'i,  Kepala Desa Tanding Marga bahwa bangunan Balai Kemasyarakatan merupakan hasil mufakat warganya untuk dibangun melalui DD tahun 2020 dengan ukuran 8,5 X 28 meter yang menelan anggaran sebesar Rp 223 juta yang merupakan bangunan perluasan.

"Balai Kemasyarakatan berada di wilayah Dusun I, saat ini telah rampung dikerjakan dan siap digunakan. Manfaatnya sebagai gedung kesenian serta sebagai tempat gelaran persedekahan masyarakat. Jadi apabila ada masyarakat yang hendak melakukan pesta atau sedekah adat,  tidak lagi pusing menyewa tenda atau panggung," jelas A Riva'i, Minggu (21/6).

Disamping sebagai gedung kesenian dan sarana persedekahan, Kades juga menyebut bahwa dengan luas bangunan yang memadai bisa digunakan sebagai gedung olah raga.

"Sengaja kami perluas bangunan tersebut agar bisa berfungsi serba guna. Artinya, masyarakat bisa menggunakan balai kemasyarakatan sesuai kebutuhan," tukasnya. 

Meski telah membangun balai kemasyarakatan, Kades juga menyatakan pihaknya tidak mengabaikan kesulitan warganya yang terimbas corona. Terbukti saat ini BLT-DD tahun 2020 di desa tersebut telah memasuki tahap ke dua dan tidak lama lagi segara disalurkan ke warga penerima. 

"Ada 206 KK penerima BLT-DD, rencana tanggal 25 Juni ini disalurkan tahap ke dua. Selain itu ada 81 KK penerima BST, 150 KK penerima BPBT dan paket sembako dari Dinsos PALI sebanyak 702 KK. Sementara di Talang Ritam yang telah ditetapkan sebagai daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT), ada 44 KK penerima bantuan dari Kemensos," terang Kades. 

Dijabarkan Kades bahwa untuk pengelolaan dana desa tahun 2020 ini selain bangunan balai kemasyarakatan, juga bakal dibangun tempat pemandian. 

"Kami fokus pada bangunan konstruksi seperti bangunan berupa gedung dan sarana lainnya. Sebab, selain sesuai keinginan masyarakat juga penggunaan serta manfaatnya bisa lama dinikmati. Namun, untuk infrastruktur jalan dan drainase tetap kita lakukan, hanya saja, lebih banyak pada gabungan berupa gedung," tandasnya. 

Sejak dana desa diterima Desa Tanding Marga, Kades menyebut telah banyak bangunan berdiri. 

"Alhamdulillah, balai kemasyarakatan telah rampung, TK atau PAUD juga telah digunakan. Ada juga los pasar kalangan serta Polindes. Intinya sebelum melakukan perencanaan pembangunan, kita musyawarahkan bersama masyarakat untuk mendengarkan saran dan masukan serta menyerap kebutuhan masyarakat agar setiap bangunan yang telah direalisasikan manfaatnya bisa dirasakan langsung masyarakat," tutup Kades yang telah menjabat tiga periode itu. (sn) 







Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 20 Juni 2020







Share:

Kisruh Dana Covid-19 Desa Banuayu, Mantan Kades Mengaku Diperas Oknum LSM

Foto : Abdul Haris Nasution, SH Pjs Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Dangku Kab.Muara Enim 
MUARA ENIM, SININEWS.COM – Sejumlah warga di Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim keluhkan dana Covid-19 yang berasal dari Dana Desa dan bantuan Pemerintah Daerah yang tak transparan, selasa (16/6/20)

Warga meminta dana untuk petugas posko Covid-19 harus transparan agar penjagaan posko segera dilanjutkan kembali , saat ini kondisi Muara Enim kembali mengalami peningkatan jumlah pasien positif walaupun sebelumnya di Bumi Serasan itu sempat Nol kasus positif Covid-19 

Dikutip dari sumeks.co berdasarkan data Satuan Gugus Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Muara Enim, Minggu (14/6/2020), jumlah pasien positif Covid-19 di Muara Enim mencapai 9 orang. Warga yang terpapar covid-19 di Muara Enim, seluruh pasien kini dirawat atau diisiolasi di RSHM Rabain.

Akibat kejadian tersebut sejumlah titik posko covid-19 didesa tersebut tak ada penjagaan, bahkan banyak warga yang tak memakai masker saat keluar rumah 

Edi Arafik Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Desa Banuayu mengatakan sejak dua minggu lalu pos di desa tersebut tidak ada lagi penjagaan hal tersebut karena diduga Kepala Desa Banuayu terdahulu tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa

“hingga saat ini hanya pembelian tanah desa yang direalisasikan dan masih banyak lagi pembangunan yang belum tuntas” ucap edi kepada media ini

Terpisah, Yudi Erdison mantan Kepala Desa Banuayu satu periode itu saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan selama kepemimpinannya masih ada tanggung jawab yang belum diselesaikan

“jadi benar ado dana Covid itu yang belum aku serahkan tapi dalam minggu ini akan aku serahkan (kembalikan) semua” ucapnya 

Disinggung mengenai jumlah uang yang belum dikembalikan Yudi mengatakan sekitar 30 jutaan yang belum dikembalikan ke pihak Pjs Desa 

Mengenai dana pembangunan yang belum terealisasi kepemimpinan Kades lama diiduga belum mengembalikan dana pembangunan Penyekatan kantor 10 jt, Penambahan dapur kantor 15 jt, Meja kantor 6 jt, Perbaikan pasar tradisonal 7jt, Servis tenda 15jt, Pembelian jenset 6 unit 18 jt dan Pengeras suara desa 18,9 jt hal tersebut diungkap ketua BPD Desa Banuayu belum lama ini dan meminta untuk segera dikembalikan

Tak hanya itu, Yudi Erdison mantan Kades Banuayu secara tegas mengatakan sejumlah Kepala Dusun (Kadus) sering diperas oleh salah satu oknum LSM yang mengancam akan melaporkan perangkat desa atas kinerja yang dinilai tak transparan

“perlu bapak ketahui Kadus-kadus itu diperas dan dipintai uang 25 juta kalau dak mau aku laporin” ucapnya menirukan oknum LSM tersebut 

Lanjutnya para Kepala Dusun (kadus) memberikan sejumlah uang 10 juta untuk oknum LSM yang mengancam akan melaporkan kegiatannya kepolisi 

"Kalau tidak salah seluruh kadus sudah kasih duit, kecuali kadus enam” jelasnya seraya mengatakan oknum tersebut mengaku atas nama media (wartawan) (tau/sn)   
Share:

Desa di PALI Ini Sapu Bersih Warganya Terima Bantuan


Foto. M Tisar Kades Curup


PALI -- Bantuan khusus penanggulan wabah corona di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terdiri dari BLT-DD, BST, BPNT dan Bansos dari Dinsos PALI hampir seluruh warga menikmatinya.

Hal itu menurut Kepala Desa Curup Muhammad Tisar merupakan kebijakan pemerintah desa yang dituangkan dalam musyawarah desa untuk hindari gejolak ditengah-tengah masyarakat, karena seluruh warga yang terimbas corona. 

"Jumlah kepala keluarga di desa kami ada 492 KK, yang menerima BLT-DD ada 242 KK, sisanya ada yang menerima BST, BPNT dan Bansos. Artinya hampir seluruh warga di desa kami menikmati bantuan penanganan Covid-19 kecuali kriteria yang tidak diperbolehkan, seperti PNS, pegawai BUMN, perangkat desa," ungkap Kades, Sabtu (20/6).

Untuk penyaluran BLT-DD, diakui Kades saat ini sudah memasuki tahap ke dua dan direncanakan tahap ke tiga diperkirakan tidak lama lagi. 

"Kami sengaja sapu bersih warga sesuai kriteria untuk mendapat bantuan penanganan Covid-19 untuk hindari gejolak," tukasnya. (sn) 


Share:

Herman Deru Terima Bantuan Ribuan Alat Medis Dari PT.GHEMMI

Foto : Gubernur Sumsel H.Herman Deru saat menerima bantuan ribuan APD dari PT.GHEMM Indonesia belum lama ini /web:humas prov.sumsel
PALEMBANG, SININEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menerima bantuan untuk penanganan covid 19 di Provinsi Sumsel, kali ini bantuan tersebut hadir dari PT Ghemmi (Gou Hua Energi Musi Makmur Indonesia)

Dihari yang sama perusahan pembangkit listrik tenaga uap dengan berbahan bakar batubara yang terletak di Desa Gunung Raja Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim ini juga menyerahkan ribuan APD kepada Pemerintah Kota Prabumulih yang diterima langsung oleh Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM diruang kerjanya 

Mr. Fu Yuelong yang menyerahkan ribuan APD diterima Gubernur Sumsel H.Herman Deru berupa 70.000 masker medis, 400 masker KN 95, 1.200 kacamata, 6.000 sarung tangan karet, dan 1.200 Dupont limited-Use protectiv clothing. Bertempat di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel (19/6/20)
Gubernur Provinsi Sumsel H. Herman Deru mengucapkan terimakasih kepada PT Ghemmi, dimana telah memberikan kontribusi penuh untuk melengkapi sarana dan prasarana Rumah Sakit di Provinsi Sumsel dalam menangani covid 19. 

“Saya tidak akan mengetuk pintu apapun lembaganya untuk peduli akan peduli menangani covid in, tapi datanglah dengan nurani dan betul-betul aksi. artinya tidak harus kita jadikan ini sebagai ajang mencari nama, kita jadikan ini sebagai aksi kemanusiaan terhadap siapapun itu, baik lembaga formal maupun badan usaha ayo kita berbuat karena betul-betul ini nurani yang bicara,” ungkapnya. 

Dirinya menegaskan bagi setiap pimpinan untuk tidak pernah melangkah membuat kebijakan tanpa data, sebab menurutnya data itu penting sebagai rumusan untuk membuat kebijakan-kebijakan utamanya yang berkaitan dengan publik.

“Kita tentu harus berhitung dalam setiap kebijakan berdasarkan data, Kita semua ingin bangkit, Saya mengapresisi TNI, Polri, dan kepala daerah atas kinerja maksimal dengan hasil yang tidak pernah mengkhianati upaya kita,” tambahnya. 

Pada kesempatan itu, sekaligus dilakukan penyaluran bantuan untuk penanggulangan Covid-19 di Sumsel dari Gugus Tugas Kementerian Kesehatan RI, BNPB Pusat, dan Yayasan Budha Tzu Chi Palembang kepada rumah sakit se Sumsel. 

Turut hadir LO Gugus Tugas Covid 19 untuk Provinsi Sumsel Brigjend (Pur) Antoni Simamorang, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Dr. Akhmad Najib, S.H., M.Hum., dan para kepala OPD dilingkungan Pemprov Sumsel. (Ril/sn)  
Share:

Update Perkembangan Terkini Covid-19 PALI, 19 Juni 2020






Share:

Hari Ini 2 Warga Talang Ubi Terkonfimasi Positif Covid-19

PALI -- Penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali dikemukakan juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten PALI, dr Zamir pada Jumat (19/6).

Menurut dr Zamir, dua kasus positif merupakan warga kecamatan Talang Ubi transmisi lokal dan ada hubungan dengan kasus positif sebelumnya. 

"Jenis kelamin yang dinyatakan positif menurut hasil swab tes yang keluar tadi pagi adalah satu Laki-laki usia 27 tahun dan satu perempuan usia 77 tahun," ungkap dr Zamir. 

Dijelaskan dr Zamir bahwa pada Jumat pagi tadi, ada 45 hasil swab yang keluar  dan dua diantaranya positif. 

"Kedua orang yang dinyatakan positif telah dijemput tim PSC 119 untuk kemudian dilakukan tindakan lanjutan di RSUD Talang Ubi. Dengan adanya penambahan itu, jumlah terkonfimasi positif Covid-19 di PALI ada 15 kasus, satu diantaranya sudah dinyatakan sembuh," tukasnya. 

Dalam kesempatan itu juga, dr Zamir mengajak masyarakat PALI tetap patuhi protokol kesehatan. "Jangan anggap remeh wabah ini. Sebab penyebarananya sangat cepat. Untuk itu, kita dituntut untuk mewaspadai dan tetap patuhi protokol kesehatan sesusai standar Covid-19," ajaknya. (sn) 
Share:

Ungkap Kasus Pengeroyokan, Tim Srigala Bekuk Amrizal Warga Mangku Negara

PALI -- Tim Srigala Polsek Penukal Abab berhasil mengungkap kasus pengeroyokan sebagaimana dimaksud Pasal 170 KUHP yang sempat menghebohkan warga Desa Sungai Langan Kp. III kecamatan Penukal kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu tanggal 9 Juni 2018 lalu dengan korbannya Wanhar (41) warga Desa Sungai Langan Kp. I kecamatan Penukal. 

Satu dari tiga orang yang diduga pelakunya berhasil ditangkap pada Selasa (16/6/2020) sekitar pukul 20.00 WIB di Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal. Yakni Amrizal (31) warga Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal. 

Dijelaskan Kapolres PALI AKBP Yudhi Suharyadi melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian bahwa penangkapan tersangka berdasarkan LP/B/95/VI/2018/Sumsel/Res.Muara Enim/Sek. Penukal Abab tanggal 09 Juni 2018.

"Pelaku terduga pengeroyokan diketahui berjumlah tiga orang, satu sudah kita tangkap, atas nama Amrizal, sedangkan  dua orang masih DPO. Namun identitasnya telah kita kantongi," ungkap Alpian, Jumat (19/6).

Dijelaskan Alpian bahwa kejadian pengeroyokan itu pada hari Sabtu tanggal 09 Juni 2018 sekitar 12.00 WIB, bertempat di dusun 3 desa sungai Langan. Pelaku diduga tiga orang. 

"Adapun kejadian tersebut terjadi pada saat korban bersama istrinya pulang dari kebun dengan menggunakan sepeda motor. Saat di TKP korban dihadang pelaku dan tanpa berkata lagi pelaku langsung melakukan pembacokan berulang-ulang mengakibatkan korban mengalami luka bacok sebanyak 8 luka. Selanjutnya ketiga pelaku langsung melarikan diri, sementara korban langsung dibawa berobat ke RSUP M.HOESIN Palembang," jelas Kapolsek Penukal Abab. 

Setelah lebih dua tahun kasus tersebut berlangsung, pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2020 sekira jam 20.00 WIB, Tim Srigala Polsek Penukal Abab telah melakukan penangkapan terhadap tersangka. 

"Kita mendapat laporan akan keberadaan tersangka, maka kita langsung lakukan upaya penangkapan. Saat penangkapan tersangka sedang berada di desa Mangku Negara. Dan pada saat ditangkap tersangka tidak melakukan perlawanan serta mengakui perbuatannya dan selanjutnya tersangka langsung dibawa ke Polsek guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan," tandas Alpian. (sn) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts