MPPDT Minta Gubernur SumSel Perbaiki Kerusakan Lingkungan Sungai Danau Desa Tempirai


PALI. SININEWS.COM -- Organisasi Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) melakukan kunjungan lapang untuk melihat langsung hasil proyek normalisasi sungai, ditengah-tengah pro kontra yang terjadi di Desa Tempirai Raya Kecamatan Penukal Utara kabupaten PALI. Dimana menurut ketua umum MPPDT, Subiyanto Saripudin bahwa proyek normalisasi sungai Tempirai tahun 2020 dari danau Desa Tempirai ke Talang Ulu, pelaksanaan proyek itu yang membuat sodetan sungai baru yang melewati tanah hak adat milik masyarakat Desa Tempirai kurang lebih 60 orang tanpa ada ganti kerugian.


"Masyarakat mempertanyakan proses pembangunan proyek normalisasi ini tanpa ada musyawarah dengan masyarakat. Juga apakah pelaksanaan normalisasi Sungai Tempirai ini sudah sesuai tujuan dan sasaran yang ada dalam dokumen pembangunan," ujar Subiyanto, Minggu (7/3/21).

Pandangan masyarakat secara umum, ditambahkan Subiyanto bahwa proyek normalisasi sungai bertujuan agar sungai yang surut karena sedimentasi dikeruk agar aliran airnya lancar, tapi faktanya pelaksanaan proyek normalisasi yang ada membuat sodetan sungai baru. 


"Diduga telah terjadi kerusakan lingkungan dampak dari pelaksanaan pembuatan sodetan sungai baru tersebut," tukasnya. 

Adapun bentuk kerusakan lingkungan yang diakibatkan proyek normalisasi itu disebutkan Subiyanto yaitu : 
1).Tepian lubuk padu yang telah jadi legenda  dari air 1000 akar yang bening dan sejuk warnanya seperti air teh sekarang tidak mengalir lagi karena air dari paye-paye di hulu lubuk padu mengalir ke sodetan sungai baru.
2).Air yang mengalir melalui sungai sodetan ke Danau Desa Tempirai berwarna coklat hitam pekat, sangat keruh bercampur lumpur dari erosi dinding sungai sodetan, sehingga Tepian lubuk padu tidak berfungsi lagi.
3).Pada bagian hulu sodetan sungai sangat jelas perbedaan air paye-paye yang sangat bening dan bersih, begitu mengalir sungai sodetan berubah warnanya coklat hitam pekat dan kotor. Akibat dari itu ada persepsi masyarakat kekeruhan air ini yang menyebabkan susah ikan di Desa Tempirai atau dialiran sungai Penukal
4).Pada bagian pinggir kiri-kanan sungai sodetan ada hamparan tanah bongkaran dari pembuatan sodetan sungai, pohon-pohonnya mati dan menimbulkan gersang dan dalam jangka panjang menimbulkan erosi yang dapat menutup sungai sodetan yang dibuat.

"Dari informasi yang disampaikan masyarakat ke MPPDT bahwa proyek normalisasi sungai ini didanai dari APBD Provinsi SumSel maka tidak bisa dialokasikan untuk perbaikan proyek normalisasi sungai danau Desa Tempirai dari lubuk Padu ke muare sungai Tempirai ke Penukal sesuai janji Bupati PALI Bpk Heri Amalindo pada pengurus MPPDT waktu audensi tanggal 27 Desember 2019," imbuhnya. 

Sehubungan dengan itu pengurus MPPDT melalui Ketum Subiyanto Pudin meminta Gubernur SumSel-Bapak Herman Deru agar memberikan kompensasi ganti kerugian kepada 60 an masyarakat Desa Tempirai yang terkena proyek pembuatan sodetan normalisasi sungai Tempirai dari Danau Tempirai ke Talang Ulu.

"Kemudian kami minta pak Gubernur mengembalikan fungsi aliran sungai Tempirai yang asli agar tepian lubuk padu yang jadi ikon orang Tempirai tidak sirna. Melakukan program penghijauan (reboisasi) dengan menanam pohon Aren atau Enau ditanah bongkaran sungai sodetan agar tidak longsor, pohon Aren bagus untuk konservasi air serta dalam jangan panjang dari pohon Aren yang ditanam bisa memberikan manfaat bagi masyarakat untuk dijadikan budidaya Gula Aren, sapu ijuk, daunnya dibuat atap dan lidinya dibuat sapu.Hal ini bisa menambah pendapatan masyarakat agar tidak tergantung hanya pada karet. Untuk menindaklanjuti hal ini MPPDT akan menyampaikan surat tertulis kepada Gubernur SumSel," pungkasnya. (sn/yogi)
Share:

Harga Cabai Setan di PALI Seseram Namanya


PALI. SININEWS.COM -- Pedasnya harga cabai di wilayah Bumi Serepat Serasan saat ini membuat warga di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengeluh karena kenaikan harganya langsung melonjak. Sebab, cabai sudah menjadi kebutuhan wajib masyarakat dalam setiap menu masakan sehari-hari. 


Dari pantauan media ini di pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi,  Minggu (7/3/21), harga cabai jenis cabai setan mencapai Rp 100 ribu per kilogram yang tentunya memaksa warga merogoh kocek lebih untuk menikmati rasa pedas dari jenis cabai tersebut. Dimana harga cabai setan sebelumnya dikisaran Rp 50 ribu per kilogram.

Sedangkan harga cabai keriting juga naik, hanya saja tidak terlalu signifikan, yakni dikisaran Rp 50 ribu per kilogram dan harga cabai rawit dikisaran Rp 75 ribu per kilogram. 

"Saya pilih cabai setan ini karena meski sedikit tapi rasanya sangat pedas. Meski mahal terpaksa dibeli lantaran butuh. Memang ada jenis lain yang lebih murah, tapi kalau dihitung-hitung masih sama dengan penggunaan cabai setan, sebab cabai lain harus lebih banyak penggunaannya apabila masakannya ingin pedas. Tapi dalam menyikapi naiknya harga cabai, saya minta jangan langsung meroket seperti ini," ujar Nuri, salah satu pengunjung pasar asal Talang Ubi Selatan. 

Sementara itu, Bambang salah satu pedagang cabai dan sayuran mengaku bahwa naiknya harga cabai karena memang pasokannya sedikit. 

"Kami juga tidak ingin harga cabai setan dan sayuran naik, sebab imbasnya pembeli banyak yang urung, kalaupun membeli pasti mengurangi pembeliannya. Kenaikan ini akibat pasokan kurang. Meski pasokan sedikit, tapi menjualnya susah karena banyak pembeli memilih jenis cabai lain," katanya. 

Terpisah, Edi Eka Puryadi Ketua komisi III DPRD PALI yang membidangi DISPERINDAG dan DINAS  PERTANIAN serta DINAS KETAHANAN PANGAN mengatakan bahwa naiknya harga cabai di Kabupaten PALI tidak seharusnya dirasakan imbasnya oleh masyarakat karena ketiga dinas diatas jika bergerak mengarahkan dan melakukan pendampingan untuk memanfaatkan lahan yang ada untuk menanam cabai juga sayuran tidak akan terjadi seperti itu. 

"Ya tugas mereka (tiga OPD itu) memberikan kesadaran kepada masyarakat secara umum untuk penuhi kebutuhan keluarga sendiri dengan cara menanam tanaman HOLTIKULTURA. Seperti cabai beserta bumbu dapur lainnya pada tempat tertentu, misalnya halaman rumah," saran politisi PKS itu. 

Dalam hal ketahanan pangan di kabupaten PALI termasuk kebutuhan cabai, Edi Eka menerangkan bahwa di PALI terdapat beberapa tempat yang termasuk didalam konsesi izin perusahaan tertentu yang tidak dipakai atau dimanfaatkan dalam waktu lama, 

"Nah lahan tersebut dapat kita manfaatkan untuk menanam kebutuhan seperti cabai serta jenis rempah dan bumbu dapur mengingat umur tanaman itu relatif singkat bukan seperti tanaman keras seperti karet, pinang dan lain lain. Untuk itu saya mengajak dan menghimbau kepada dinas OPD terkait bekerja dan bekerja mari ajak dan berikan kesadaran akan hal tersebut. Apabila semuanya bergerak, saya yakin ketahanan pangan dan kebutuhan sehari-hari di kabupaten PALI akan terpenuhi dan bahkan dapat dijual ke daerah lain seperti MUBA dan Kota Prabumulih," jabarnya. (sn/perry)

Share:

MPPDT Terima 'Mandat' Sampaikan Keinginan KAT Talang Sebetung ke Kemensos


PALI. SININEWS.COM -- Pengurus Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) diwakili oleh Subiyanto Saripudin dan Sekum Eko Marthen bersama Ketua AEC-KIT lakukan silaturahim dengan keluarga besar masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Sumatera Selatan belum lama ini. 


Dikemukakan Subiyanto bahwa secara histori masyarakat yang berdiam di Talang Sebetung sudah ratusan tahun itu merupakan keturunan Puyang Sungai Rande (Syiak Wali Wahyar) dari anaknya Gentiran dan Gentiman.

"Kunjungan ini dalam rangka menguatkan silaturahim sesama keturunan Puyang Sungai Rande, karena saya keturunan dari anaknya Gentilir Bin Syiak Wali Wahyar yang sudah berpindah kampung Sebetung di Desa Tempirai sebagai hadiah dari Puyang Seberang atas jasanya mengusir  binatang "Kuku Miak" yang banyak memakan anak cucu Puyang Seberang di Dusun Tue," ujar Subiyanto. 

Pada perjalanan menuju Talang Sebetung yang ditempuh sekitar 1 jam melalui jalan tanah lumpur dan jalan setapak, akhirnya Subiyanto dan rombongan dapat bertemu dengan masyarakat setempat. 


"Kami bisa bertemu masyarakat setempat, yaitu Ali Pegang Aliurib, Sumarjo, Edi Irul dan warga lainnya. Pada kesempatan itu MPPDT bisa berdialog dengan masyarakat di Talang Sebetung," tukas anggota DJSN itu. 

Dari dialog itu, mereka (masyarakat Talang Sebetung) sampaikan usulan ke PemDes Tempirai Selatan (Kades-Sapikal Usman dan BPD-Ustad Abdul Karim) melalui MPPDT yaitu : 
1).Agar segera dibentuk Kadus di Talang Sebetung
2).Memohon Bangunkan Musholla dan kirim guru ngaji 
3).Supaya ada jadwal rutin kunjungan petugas Kesehatan (PosKes Des) ke Talang Sebetung                         4).Meminta MPPDT menyampaikan surat permohonan kepada Kemensos RI untuk melanjutkan programnya agar semua warga dapat program yang merata.

"Disamping itu MPPDT menyampaikan motivasi agar masyarakat disana untuk peduli dan menjaga kelestarian lingkungan agar alam disekitar Talang Sebetung yang asri memberikan manfaat kepada masyarakat dan terus kompak berjuang bersama agar kata Terpencil itu diubah jadi TERMAJU," harapnya. (sn/yogi)
Share:

Di Kampung Inggris, Ketum MPPD Terus Bakar Semangat Anak Muda Tempirai


PALI. SININEWS.COM -- Ketua umum (Ketum) Masyarakat Peduli Pembangunan Desa (MPPD) Tempirai Subiyanto Saripudin sekaligus Pembina lembaga AEC (Abri English Course)-KIT (Kampung Inggris Tempirai) mengajak anak muda untuk terus berjuang meraih kesuksesannya meski berasal dari daerah pedesaan. 


Ajakan yang cukup membakar generasi muda itu disampaikan Subiyanto yang kini menjabat anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) itu dihadapan puluhan anak muda asal Tempirai Kecacatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Kampung Inggris Tempirai (KIT) belum lama ini.

Dirinya juga berpesan kepada anak-anak muda Tempirai-PALI dan siswa AEC dari daerah lain untuk terus berjuang dalam raih kesuksesan, 

"Insyaa Allah pasti niat baik umatnya diberikan kemudahan dan keberkahan asal ada kemauan. Meskipun kita lahir ke dunia dari kalangan keluarga miskin tapi itu sebuah keniscayaan karena kita tidak bisa memilih. Namun jika kita mati dalam keadaan Miskin itu Kecelakaan hidup," pesannya. 


Subiyanto menambahkan supaya anak muda menjadi generasi yang Meca Bake, raih dan wujudkan mimpi setinggi bintang dilangit dan jelajahi dunia.

"Jangan emosi terhadap hinaan, buliying, cemoohan dan stempel under estimate orang. Jadikan itu jamu penguat dan energi positif untuk buktikan kita mampu dan tidak sesuai dengan persepsi itu," imbuhnya. 

Pada era digital dengan kampanye global "Decent Work For All" pengakuan dunia atas hak hidup yang setara dibelahan bumi, benua manapun ditegaskan Subiyanto, asal kompeten semuanya bisa, 

"Kuncinya kompetensi/Skill kita yang handal, salah satunya kuasai English and Teknologi Informasi. Selain itu, jangan lupa kita harus peduli lingkungan yang merupakan bagian dari pelaksanaan pembangunan berkelanjutan (Sustainablity Development Goal), agar lingkungan memberikan manfaat bagi kehidupan," tutupnya. (sn/yogi)
Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 6 Maret 2021

 






Share:

Hujan Deras Sebagian Majasari Tergenang Banjir

 

PRABUMULIH - Hujan deras yang mengguyuri wilayah Kota Prabumulih kurang lebih 1 jam, membuat sejumlah wilayah di Kota Prabumulih tergenang banjir pada Minggu (6/3).

Salah satu wilayah yang menjadi langganan banjir yakni RT 06 RW 04, Kelurahan Majasari Kecamatan Prabumulih Selatan.

Banjir diakibatkan oleh luapan sungai kelekar.

"Dikit lagi masok rumah ini, padahal cuma sebentar ujannyo" ujar warga yang teras rumahnya sudah terendam kelekar.

Selain Itu, Lurah Majasari Santari S.E menyampaikan bahwasanya harus bijak dalam menyikapi hal tersebut.

"Masalah banjir karena alam sudah pasti kita harus bijak dalam menyikapinya" katanya.

Ia juga menjelaskan, akan segera lapor kedinas terkait dan mungkin banjir tersebut karena beberapa faktor.

"Kalo sampe besok belom surut, segera kito tindak lanjuti dan langsung lapor ke dinas terkait, mungkin karna derasnya curah hujan dan tersumbatnya siring," ujarnya.

Selain faktor tersebut talud yang berada di pinggir sungai kelekar menjadi salah satu faktor penyebab banjir. Perihal talud rencananya akan dibangun tahun ini.

"Surat dari Provinsi sudah masuk, untuk pembangunan normalisasi sungai kelekar di wilayah dari RT 06 RW 02 sampai RT 06 RW 04 tinggal nunggu survei dari Pemerintah Provinsi, dan kita sama-sama berdoa semoga tahun ini cepat terlaksana," tuturnya. (aa/sn)

Share:

Miris! Gajih Buruh Seismik di Gunung Kemala Dibawah UMR, 400 Rupiah pertembak? Humas : Borongan Ini Hasil Tembakan

FOTO :  Hanya Ilustrasi / Humas PT.BGP / Buruh Seismik mogok kerja minta perjelas gajih, jumat (5/3/21)

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Puluhan buruh Seismik 3D Chrysant PT.Teguh Usaha Bersama (TUB) yang merupakan Subcont PT. Bureau Geophysical Prospekting (BGP) diwilayah Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih keluhkan rendahnya gajih para pekerja lapangan, jumat (5/3/21).

Beberapa waktu lalu disalah satu Camp Recording (Perekaman data) di Kelurahan Gunung Kemala sempat terjadi mogok kerja oleh puluhan buruh yang meminta kejelasan gajih yang mereka terima. 

Dari informasi dilapangan yang didapat sekitar 200 orang lebih para pekerja buruh di PT.TUB yang berkisar 80 orang tenaga kerja pribumi diduga saat ini belum sepenuhnya mendapatkan gajih yang layak.

Salah satu narasumber yang namanya tidak mau disebut diwawancarai oleh tim sininews.com melalui sambungan telepon mengaku jika awalnya gajih mereka hanya mendapat Rp.400 per satu lobang yang diledakan (Blasting),sedangkan untuk gajih Upah Minimum Regional di Kota Prabumulih tahun 2021 yang dikutip dari website berkisar (https://karyawan.co.id/gaji-umr-prabumulih/ )Rp.3.165.519.

Sementara itu, Legal Hubungan Masyarakat (Humas) Jumadi didampingi Simatupang dikantornya di Komplek Pertamina Asset II Kota Prabumulih mengaku permasalahan tersebut merupakan tanggungjawab perusahaan Subcont PT.TUB.

“untuk kegiatan Recording (perekaman data) dan topografi (pengukuran lintasan, rintis, dan bridging) dimenangkan oleh PT.TUB secara internal mereka mengatur bagaimana bunyi kontrak mereka dengan para karyawan yang bekerja dilapangan” jelas Jumadi.

Disinggung mengenai pengawasan mengenai kebutuhan pekerja PT.TUB yang mengeluhkan rendahnya upah yang diterima, Jumadi mengaku pihak PT.BGP telah mengawasi setiap kebutuhan dan keperluan ketenagakerjaan yang ada saat ini mulai dari BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan serta pelaporan data pekerja ke Disnaker Prabumulih.

“saya pikir ada pak, apalagi kegiatan ini kan bersifat kegiatan migas pak ya, walaupun Cuma penyelidikan migas tetapi tetap diperhatikan untuk keperluan atau persyaratan yang memenuhi ketenagakerjaan” papar jumadi seraya mengatakan pihaknya (PT.BGP dan Subcont) juga telah telah melaporkan karyawannya ke Dinas Ketenagakerjaan Kota Prabumulih.

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA

Ditempat yang sama Humas PT.BGP Simatupang juga menjelaskan seluruh perusahaan Subcont telah mendaftarkan seluruh karyawannya ke Disnaker Prabumulih dan untuk gajih karyawan yang diduga tak sesuai pihaknya mengaku pekerjaan itu termasuk Borongan setelah proses Blasting (Peledakan) seismik dengan harga Rp.400 persekali tembak (blasting)

Terpisah, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Prabumulih Ir.Bambang Sukanton melalui Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Kota Prabumulih saat ditemui belum bisa memberikan keterangan terkait informasi perusahaan yang menyelenggarakan kegiatan usaha di sektor hulu bidang minyak dan gas bumi.

"Saat ini kita belum bisa memberikan keterangan dan memberikan Statment terkait itu, karena itu wewenang pihak provinsi dan kami harus memiliki izin, kami dilarang memberikan statmen” jelas Ebel salah satu karyawan Disnaker dibidang Pengawasan.

Dari informasi yang didapat hanya pihak PT.GBP yang sudah melaporkan tenaga kerjanya sedangkan untuk perusahaan Subcont (PT.TUB, APP) dan lainnya dari pantauan dilapangan belum memberikan laporan jumlah karyawannya

"Kalau yang sudah lapor itu PT.BGP itu sudah lamo mereka, tapi kami minta jugo subcontnyo untuk mengumpulkan jugo" terang petugas Disnaker (tau/sn)

Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 5 Maret 2021






 

Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 4 Maret 2021

 






Share:

Vaksinasi Sinovac Tahap Kedua di PALI Sasar Pelayan Publik

 


PALI.SININEWS.COM -- Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PALI, Mudakir menyatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi covid-19 tahap dua sudah mulai digelar hari ini (Kamis, red) di Mako Polres PALI. 


Kali ini sasaran dari vaksinasi covid-19 pejabat pelayan publik, seperti Polri, TNI, pegawai pemerintah, pegawai BUMN, dan tenaga pendidik. 


Diakui Mudakir bahwa untuk vaksinasi tahap kedua, pihaknya menerima 1800 dosis untuk sasaran yang direncanakan berjumlah 6.600 orang. 


"1800 dosis tersebut, merupakan untuk dua kali suntik vaksin. Vaksinasi tahap kedua ditujukan untuk pemberi pelayanan publik. Namun pelaksanaan vaksin hari ini untuk anggota Polres dan Brimob," tutupnya. 


Sementara itu, Kepala Puskesmas Talang Ubi, dr. Zamir Alvi mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi di Puskesmas Talang Ubi, masih fokus pada pemberian vaksin dosis kedua untuk tenaga kesehatan pada tahap pertama. 


"Kalau di Puskesmas fokus saat ini untuk suntik vaksin dosis kedua bagi tenaga kesehatan. Jadi kami menuntaskan vaksinasi tahap pertama untuk nakes terlebih dahulu. Karena, sejauh ini, vaksinasi dosis kedua untuk nakes baru 56,65%. Namun untuk suntik vaksin dosis satu, sudah mencapai 85,7%. Sudah melewati target nasional sebesar 70%. Dari sasaran nakes sebanyak 1.234 orang," jelas dr. Zamir. 


Ditambahkan dr. Zamir bahwa kendala vaksinasi dosis kedua yang baru 56,65% untuk nakes terletak di kendala teknis seperti aplikasi yang ada. 


"Setelah ada edaran dari kementerian kesehatan terkait beberapa perubahan kriteria yang diperbolehkan menerima vaksin, namun perubahan tersebut tidak diiringi oleh perubahan sistem aplikasi. Sehingga menyebabkan pendaftaran penerima vaksin menjadi terhambat," ujarnya. 


Sementara, untuk pelaksanaan vaksinasi tahap kedua di Puskesmas Talang Ubi, baru dimulai tanggal 9 Maret 2021 mendatang. 


"Edaran pelaksanaan vaksinasi dari Pemkab PALI, dari tanggal 4 Maret s.d selesai. Untuk vaksinasi di Sekretariat Daerah (Setda) PALI dan Sekretariat DPRD PALI inshaallah akan digelar tanggal 9 Maret 2021, dengan tim vaksinator yang jemput bola," pungkasnya. 


Terpisah, Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi, SIk menjelaskan bahwa polres PALI mendapat jatah vaksin sebanyak 334 dosis, sesuai dengan jumlah anggota di Polres PALI. 


"Alhamdulillah hari ini di Polres PALI sudah mulai menjalani vaksinasi. Semua anggota wajib menjalani vaksinasi. Setelah saya divaksin, jauh lebih enakkan," pungkasnya. (sn/perry)

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts