MPPDT Pantauan Wang Tempirai Berlomba Berikan Kontribusi Bangun Desa


PALI. SININEWS.COM -- Melihat foto udara Desa Tempirai yang sangat unik dan indah ini, mungkin nenek moyang Wang Tempirai punya maksud agar seluruh warga Tempirai selalu menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan agar keindahan itu terjaga dan lestari.

Kemudian secara tersirat ada pesan jangan pernah lelah mencintai Tempirai sebagai tanah kelahiran kita atau kelahiran orang tua sebagai pendahulu yang mempunyai ikon padang danau Tempirai yang indah sebagaimana warisan leluhur Puyang Seberang.

Sekitar tahun 1980 an banyak kisah dan cerita bermain perahu, lanting, berenang, cari dan makan anak udang yang kita percaya jadi obat penahan dingin, mancing, nangkul dan diakhir musim penghujan air surut acara bekarang bersame di Danau Tempirai. sungguh memori ini tidak pernah lupa dalam ingatan kita.Hal ini menjadi nostalgia kite Wang Tempirai.

Pada tanggal 27 Februari '21-05 Maret '21 pengurus MPPDT diwakili oleh Subiyanto Pudin-Ketum dan Eko Marhen-Sekum untuk melaksanakan kegiatan penanaman 105 pohon Tabebuya dipinggir jalan danau Desa Tempirai (Cerocop, Pulau Pasir Putih, Lubuk Padu) dan 10 pohon Palem Putri didalam pot warna merah-putih (untuk contoh ditempatkan di kiri-kanan jalan raya Desa Tempirai) hasil Donasi Wang Tempirai dan Wang lain yang peduli Desa Tempirai yang merupakan langkah awal realisasikan pemikiran besar dengan langkah kecil "Think Big Start Small" Wang Tempirai membangun Desa Tempirai Raya yang MAJU.

"Dengan cara dijadikan Desa Wisata dengan ciptakan SAPTA PESONA "Keindahan" sebagai pemantik motivasi masyarakat Desa Tempirai Raya untuk lakukan gerakan perubahan ciptakan  SAPTA PESONA lainnya Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Kesejukan, Kenyamanan dan Kenangan di Tempirai Raya sebagai syarat untuk menjadi Desa Wisata," ujar Subiyanto, Rabu (10/3/21).

Dalam beberapa dialog dan Komunikasi masyarakat di Tempirai Raya sangat berharap kontribusi aktif Wang Tempirai diperantuan baik sumbangsih pemikiran dan lebih-lebih jika bisa menyisihkan sebagian rizkinya untuk membangun Desa Tempirai Raya.

"Dari hasil dialog MPPDT dengan elemen masyarakat baik formal maupun informal bahwa di Desa Tempirai Raya, banyak problem sosial yang perlu mendapatkan perhatian dan ukuran tangan kita semua untuk mengisi ruang-ruang kosong yang belum tersentuh dari program Pemkab PALI mungkin terkendala anggaran," tambahnya. 


Adapun permasalahan yang ada ataupun potensi permasalahan yang dapat menimbulkan masalah sosial antara lain : 
1).Dampak negatif teknologi informasi dan digitalisasi anak-anak dan pemuda sudah jarang terlihat bermain motorik kasar bersama seperti olahraga bola kasti, main gasing, main ekar, main cecentom, main ingkau dll. Hal ini menimbulkan sikap dan prilaku individualisme yang akan menghilangkan sikap kebersamaan, gotong-royong sebagai budaya dan kearifan lokal khas masyarakat Tempirai warisan leluhur kite.

2).Dampak kemudahan akses transportasi, komunikasi dan arus globalisasi tidak sedikit anak-anak, pemuda atau orang tua yang jadi korban peredaran narkoba yang akan menciptakan generasi yang hilang (lose generation)


3).Dampak negatif musik remix yang beroperasi diatas jam 12.00 malam, mungkin juga ada peredaran miras dan narkoba sehingga prilaku  mereka hilang rasa malu, bertindak yang melanggar hukum agama dan hukum negara di tengah-tengah masyarakat Desa Tempirai Raya yang sudah acuh tak acuh (masa bodo) bahkan ada respon masyarakat dengan memakai istilah pribahasa "Betiup angen ke Jawe, sape nak hidup tarek nyawe" Nauzubillah sudah mengingkari nilai-nilai dan tugas kehidupan sesuai ajaran Islam yang kita anut.

"Melihat kompleksitas permasalahan dan potensi permasalahan yang ada di Desa Tempirai Raya, MPPDT pantauan kepada Wang Tempirai diperantuan untuk berlomba-lomba  berkontribusi ikut membangun Desa Tempirai Raya yang MAJU," terangnya. 

MPPDT juga sudah menyampaikan surat permohonan ke Dinas KomInfo untuk pemasangan fasilitas WiFi di Masjid-masjid  untuk memfasilitasi dan penyemangat anggota majelis ta'lim : pelajar, pemudah-pemudi Bpk-bpk dan Ibu-ibu untuk datang memakmurkan Masjid.Memperbanyak fasilitas olahraga massal seperti Volly Ball, Sepak Bola, Tenis Meja dll sebagai nya agar ekosistem masyarakat Desa Tempirai Raya sehat. 

Dan juga menyumbang pohon palem putri ditanam dalam pot warna merah-putih untuk ciptakan SAPTA PESONA Keindahan di pinggir jalan raya Desa Tempirai (dari Cerocop sampaikan ke Lebak Tanah Hitam)  hitungan tim MPPDT butuh 280 pohon sudah ada contoh 10 pohon, jadi kekurangannya 270 pohon palem putri lagi.

Sehubungan dengan hal  itu karena MPPDT tidak memiliki sumber dana yang cukup, MPPDT memohon kepada Wang Tempirai dimanapun berada untuk berlomba-lomba menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan nya dengan judul gerakan seribu untuk Tempirai (GeBuRai) bisa langsung di sumbangkan ke elemen masyarakat Desa Tempirai via DKM, Karang Taruna,  Komunitas Masyarakat, IRATE, PAKAT, PASAT 

"Atau jika percaya bisa melalui rekening Bank MPPDT.  Yang paling  penting Wang Tempirai bersatu, Kompak, Singsingkan lengan baju untuk mewujudkan Desa Tempirai Raya yang MAJU..insyaa ALLAH segala usaha kita diberikan kemudahan dan keberhahan asal kita tulus," pungkasnya. (sn/yogi)
Share:

'Pak De' Soemarjono Kembali Nahkodai Pertina PALI


PALI. SININEWS.COM -- Melalui Musyawarah Kabupaten (Muskab) pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Rabu (10/3/21) di RM Sejahtera Kelurahan Handayani Mulya, Pak De Soemarjono secara aklamasi kembali terpilih menjadi ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Pertina PALI periode 2021-2024.


Pasca terpilih mengomandoi Pertina PALI, Soemarjono bertekad menggenjot atlet tinju PALI untuk terus meraih prestasi. 

"Pada Porprov Sumsel lalu di kota Prabumulih, atlet kita mendapat 3 emas, dan kedepan kami punya target minimal mempertahankan yang telah diperoleh bahkan bisa bertambah perolehan medalinya," ujar Cawabup PALI tersebut. 

Untuk meraih target itu  Soemarjono bakal menjaring atlet-atlet tinju potensial dari lokal PALI. 

"Kita akan cari bibit atlet dari PALI sendiri untuk dipersiapkan dalam hadapi even atau turnamen tingkat provinsi atau bahkan nasional. Untuk mengenalkan dan mencari bakat olah raga tinju, kita akan roadshow ke kecamatan-kecamatan," tukasnya. 

Pak De Soemarjono juga meminta dukungan pemerintah dalam hal ini KONI agar Pertina di PALI bisa lebih maju lagi. 

"Termasuk penganggaran, kami minta dukungan dari KONI PALI," pintanya. (sn/perry)
Share:

Giliran Kader Pendata di Tanah Abang Ikuti Orientasi


PALI. SININEWS.COM -- Setelah kemarin (senin) Dinas  Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) kabupaten PALI memberikan pengetahuan kepada 125 Kader Pendata dari Kecamatan Talang Ubi, maka hari ini, Selasa (9/3/21) OPD yang dikomandoi Dra Hj Yenni Nopriani kembali menggemleng 48 kader pendata asal Kecamatan Tanah Abang, dimana pelaksanaan orientasi dalam rangka persiapan pelaksanaan Pendataan Keluarga tahun 2021 (PK21) di Balai Desa Tanah Abang Jaya. 


Pada kegiatan orientasi itu, Tristanty Wulan Sari S.farm Apt, Kabid P4 ( Pengendalian Penduduk Penyuluhan dan Pergerakan) mewakili kepala DPPKBPPPA membuka acara tersebut.

 

"Orientasi ini sama dengan pembekalan pada kader pendata di kecamatan Talang Ubi. Yaitu para kader diajarkan materi tata cara pendataan dengan menggunakan formulir dan smartphone," terang Tristanty. 


Sama halnya pada pelaksanaan orientasi di Kecamatan Talang Ubi, Tristanty menekankan kader pendata harus menerapkan protokol kesehatan saat bertugas. 


"Memakai masker dan prokes lainnya menjadi syarat wajib bagi kader dalam melaksanakan tugas mengumpulkan data keluarga yang dilakukan secara door to door. Ini agar terhindar dari penyebaran virus corona. Setelah orientasi di Tanah Abang akan dilanjutkan ke Penukal, Penukal Utara dan Abab," tutupmya. (sn/perry)

Share:

Situasi Terkini Covid-19 Pertanggal 9 Maret 2021







 

Share:

MPPDT ajak Pemuda, Pelajar dan Civitas Akademika di Tempirai Raya jadi Agen Perubahan (Agend of Change) Bangun Tempirai Raya Yang MAJU


PALI. SININEWS.COM -- MPPDT mengucapkan terima kasih kepada para pemuda, civitas akademika di Tempirai Raya yaitu SMAN 1 Penukal Utara, SMPN 4 Tempirai, SMP PGRI, SMPI Daarul Mukhlisin-Yapika Umar Ruib dan Lembaga AEC-KIT yang telah mendukung acara penanaman 105 Pohon Tabebuya dan 10 Palem Putri tanggal 28 Februari '21 dan tanggal 5 Maret ' 21 hasil Donasi masyarakat yang peduli pembangunan Desa Tempirai Raya melalui MPPDT.


Pekerjaan besar bangun Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata ini merupakan PR  untuk bersama masyarakat untuk lakukan perubahan Besar, yang menghadapi tantangan dan hambatan besar bagi kita semua, untuk itu perlu strategi dan langkah-langkah yang nyata.

Keberadaan Pelajar dan Pemuda menjadi hal yang sangat strategis hal ini  peran pelajar dan permuda bisa menjadi  agen perubahan ditengah-tengah masyarakat "Agend Of Change" untuk merealisasikan pemikiran besar Wang Tempirai dengan langkah-langkah kecil "Think Big Start Small"

"MPPDT mengajak para pemuda dan civitas akademika mulai dengan langkah-langkah kecil dgn terapkan 3M yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai sekarang, dan Mulai dari yang bisa dilakukan," ujar Subiyanto Pudin, ketua MPPDT, Selasa (9/3/21).

Dalam mewujudkan SAPTA PESONA Keindahan dan Kebersihan, agar pelaksanaannya bisa konsisten, Subiyanto mengatakan bahwa jika civitas akademika ambil peran membentuk Komunitas Peduli Lingkungan Hidup, bentuk kegiatannya lakukan JumSih (Jum'at Bersih) setiap hari Jum'at, luangkan waktu 1 jam (jam 07.00-08.00) dengan gerakan bersih-bersih dilingkungannya masing-masing dan pelan-pelan merambah ke area lingkungan luar sekolah  menuju semua wilayah  Desa Tempirai Raya.

"Seiring waktu dengan melakukan gerakan JumSih secara konsisten akan menimbulkan gerakan budaya JumSih pada hari Jum'at disetiap kampung/Tumbang di  Desa Tempirai Raya yang tentunya dapat mencapai sasaran Tempirai Bersih dan Indah," harapnya. 

Selain dari pada itu ditambahkan Subiyanto, para pemuda dan pelajar harus menjadi generasi muda yang tangguh dengan literasi yang tinggi.

"Juga mempunyai ketahanan yang kuat terhadap dampak negatif dari globalisasi, modernisasi dan teknologi digitalisasi untuk menangkal radikalisme, bahaya miras dan narkoba yang mengancam dan akan menghancurkan masa depan para pemuda dan para pelajar di Desa Tempirai Raya," pungkasnya. (sn/yogi)
Share:

Fakar Lematang Muara Enim Berharap EPD jadi Lahan MIGAS


Muara Enim. SININEWS.COM -- Dengan adanya kegiatan seismik 3D di kecamatan EPD (Empat Petulai Dangku) menjadi harapan baru warga Kecamatan EPD untuk nantinya jadi Area Migas Baru Kabupaten Muara Enim yang tentu akan menambah DBH ( Dana Bagi Hasil ) Migas untuk APBD Kabupaten Muara Enim 


Hal tersebut disampaikan Oleh Firdaus Marabes ketua Umum Fakar Lematang Kabupaten Muara Enim. Tentu saja firdaus berharap kepada semua pihak dapat mendukung dan mensukseskan program Negara ini karena Seismik merupakan program Nasional yang nantinya akan berdampak baik bagi masyarakat sekitar 

"Memang saat ini warga hanya di bayar oleh seismik sesuai Pergub untuk dilewati serta Recording. Tentu saja, jika nanti di lahan tersebut ada sumber minyak akan menjadi berkah pemilih lahan , tentu saja Pertamina akan bayar besar , oleh sebab itu kita sukseskan dulu kegiatan seismik ini," harapnya. (sn/perry)
Share:

TP-PKK Kota Prabumulih Langsungkan Rapat Dengan TP-PKK Kecamatan

 





PRABUMULIH -- TP PKK kota Prabumulih melangsung rapat Konsultasi dengan TP PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa se- Kota Prabumulih, dengan tema "Kita Tingkatkan Sinergitas Peran PKK untuk Mengoptimalkan Program".


Pada rapat kali ini,dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Ir. Hj Suryani Ngesti Rahayu Ridho dan Wakil Ketua Hj. Reni Indahyani Fikri, S.Km dengan peserta rapat seluruh pengurus TP PKK Kecamatan, Kelurahan dan Desa.


Dalam kegiatan ini dibuka langsung oleh Walikota (Wako) Prabumulih Ir.H .Ridho Yahya MM yang dalam sambutannya.


PKK jangan membiasakan yang biasa dalam berpangku tangan,tapi harus diubah membiasakan untuk kegiatan benar.


"Ayolah,semua programnya PKK  berlomba untuk jalan kebaikan," pesan Wako.


Selanjutnya Wako 2 periode ini mengingatkan,pada rapat PKk hendaknya ada Formalasi program kedepan.


"Nanti kalau sudah ada Programnya,akan kita adakan Musrenbang,dan seluruh masukan atas usulan kemudian kita anggarkan untuk kegiatan kegiatan PKK khususnya Desa dan kelurahan," pungkas Ridho Yahya.(sn)

Share:

Blusukan ke Talang Sebetung, MPPDT ajak Masyarakat Peduli Lingkungan


PALI. SININEWS.COM -- Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) melakukan blusukan ke Komunitas Adat Terpencil (KAT) Talang Sebetung, untuk mengajak masyarakat Desa Tempirai Raya melestarikan alam di sekitar agar alam memberikan manfaat kehidupan yang baik. 


Masyarakat KAT Talang Sebetung dan masyarakat Tempirai Raya harus mensyukuri atas nikmat Allah SWT diberikan alam yang asri, subur yang banyak paye-paye, Danau Desa dengan air yang bersih, sejuk dan bening seperti air teh. Air dari 1000 akar yang mungkin memiliki khasiat untuk kesehatan. 


"Implementasi rasa syukur itu masyarakat Desa Tempirai Raya harus diaktualisasikan dalam bentuk aksi nyata yaitu mencintai, memelihara, merawat dan memelihara keasrian alam sekitarnya dengan cara tidak menciptakan kemusnahan populasi flora dan fauna yang ada," ujar Ketua Umum MPPDT, Subiyanto Saripudin, Selasa (9/3/2021).



Menurutnya, MPPDT prihatin mendengar informasi dari masyarakat ada beberapa spesies ikan paye khas Tempirai Raya yang sudah punah seperti ikan kiung, ikan buju, ikan serandang dan lain-lainnya.


"Hal ini terjadi mungkin karena eksploitasi penangkapan ikan dengan cara diportas dan disetrum sehingga semuanya benih-benihnya ikut mati," katanya.


"MPPDT mengajak PemDes Tempirai Raya, elemen masyarakat Desa termasuk Ibu-ibu yang mempunyai peran sangat strategis dalam mendidik anak-anak dan mengingatkan suaminya untuk tidak mengeksploitasi sumber daya alam melampaui batas," tambahnya.


Meski demikian, hal itu karena sudah merupakan Sunnatulah, bahwa alam semesta ini ciptaan Allah SWT bertasbih kepada Allah dan memberikan manfaat yang baik bagi kehidupan umat manusia jika kita manusia mencintai, merawat dan melestarikan lingkungan hidup dengan menjaga keseimbangan alam yang ada disekitar kita. 


Untuk itu, MPPDT mengajak Ibu-ibu dan Bpk-Bpk dan seluruh Wang Tempirai untuk melakukan gerakan kembalik ke alam (back to nature) yaitu tidak membuang sampah plastik sembarangan dan dipaye-paye ditanam  seperti ; 


1.Pohon remiye dan pohon Aren/Enau (untuk konservasi air bersih) remiye bisa buat budidaya sagu untuk bahan baku shoun dan pohon Aren/Enau, banyak manfaatnya daunnya buat atap, lidinya dibuat sapu lidi, ijuknya dibuat sapu ijuk, buahnya dibuat kolang-kaling dan tandan nya bisa dibudidayakan untuk manes Kabung atau gula aren (gule abang) 


2.Pohon mengkuang dan rumbai, daunnya untuk budidaya kerajinan tikar pandan (kerajinan asli Tempirai) 


3.Dan beberapa spesies lainnya yang indah yang  banyak hidup dipohon2 atau paye2 merupakan anugerah dari Allah SWT bisa dibudidayakan untuk memberikan nilai ekonomi sebagai tambahan pendapatan keluarga untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan tetap melestarikan alam dan lingkungan yang sehat.


"Gerakan ini tidak harus menunggu dari Pemerintah, mulai lakukan dengan konsep 3M yaitu Mulai dari diri sendiri, Mulai saat ini dan Mulai yang bisa kita lakukan. Kalau bukan sekarang kapan lagi Kalau bukan kita siapa lagi," pungkasnya. (sn/yogi)

Share:

MPPDT ajak Wang Tempirai Raya Kompak Cegah Praktek Broker Proyek


PALI. SININEWS.COM -- MPPDT mengajak PemDes dan elemen masyarakat Desa Tempirai Raya Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI yang terdiri dari Pelajar, Pemuda, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Pemangku Adat dan semua komponen masyarakat untuk kompak dalam mencegah adanya broker atau calo proyek suatu pembangunan di wilayah desa tersebut. 


Sebab, dari kunjungan lapangan, dan berdialog langsung didapatkan informasi di Desa Tempirai diduga sudah beroperasi praktek oknum broker proyek Pembangunan, kapasitas yang bersangkutan belum memiliki kompetensi sebagai pelaksana Proyek Pembangunan sesuai standar kompetensi dan sertifikasi syarat sebagai kontraktor.

"Diduga oknum broker proyek ini bisa individu atau sekelompok orang sebagai perpanjangan tangan CV atau PT pemenang tender proyek pembangunan dari Pemerintah dengan dalih menjamin/backup keamanan yg mendapatkan bayaran dari CV/PT, yang mendapatkan tender tidak merasa perlu  bertanggung jawab langsung dilapangan pada waktu pelaksanaan proyek pembangunan," ujar Subiyanto, Selasa (9/3/21).

Ditambahkannya, prilaku oknum broker proyek ini bersikap premanisme karena merasa dibackup oknum tertentu yang diduga sudah dapat jatah, bahkan broker proyek ini tidak segan-segan mencatut nama Bupati dijadikan Tameng, sehingga oknum Broker proyek bisa bertindak sewenang-wenang, bersikap intimidatif terhadap warga masyarakat yang bertanya atas hak-haknya yang terkena proyek tersebut atau masyarakat umum sebagai pihak pemangku kepentingan (stake holder) yang mau tahu dan punya hak untuk mengawasi proses Pembangunan.

"Prilaku broker proyek menimbulkan rasa ketakutan bagi masyarakat, sehingga proyek pembangunan tidak ada Pengawasan dari masyarakat umum," tukasnya. 

Dampak dari adanya itu, dijelaskan Subiyanto bahwa kondisi pelaksanaan pekerjaan proyek jadi asal-asalan, proyek tanpa papan nama, tidak ada gambar teknis, tidak sesuai spesifikasi, tidak memperhatikan AMDAL dan lainnya  yang akhirnya pelaksanaan proyek pembangunan tidak memiliki parameter sebagai ukuran kualitas dan kuantitas untuk dasar evaluasi baik buruknya proyek pembangunan.

"Wang Tempirai jangan membiarkan kondisi itu,  karena Wang Tempirai sebagai pihak yang memiliki hak atas pembangunan sesuai hukum yang berlaku," tandasnya.

Secara hakiki jika Proyek pembangunan tidak sesuai spesifikasi, pagu anggarannya dan tujuan pembangunan tersebut, maka diutarakan Subiyanto  masyarakat Tempirai adalah pihak yang paling dirugikan yaitu nilai dan kualitas bangunan tidak sesuai spesifikasi, sementara broker proyek dapat keuntungan pribadi diatas penderitaan masyarakat Desa Tempirai Raya dan CV/PT yang dapat untung besar tertawa terbahak-bahak menikmati keuntungannya, sambil bergumam "Tempirai tempat kita cari uang".

"Akibatnya sesame Wang Tempirai saling curiga dan tidak kompak yang membuat semakin subur praktek broker proyek pembangunan.Kondisi tersebut bisa dicegah jika masyarakat Tempirai Raya apabila KOMPAK, peduli terhadap hak-hak pembangunannya secara utuh, jangan sampai seperti pribahasa yang populer di Tempirai yaitu "Wang Lain ngempaske Telok, Kite Wang Tempirai Ngempaske kotoran," pungkasnya. (sn/perry)
Share:

MPPDT Ajak Pelaku UMKM dan Komunitas Mancing Mania Jadikan Tempirai Desa Wisata


PALI. SININEWS.COM -- Ketum Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai (MPPDT) Subiyanto Pudin dalam kesempatan penanaman pohon Tabebuya dipinggir jalan danau Desa Tempirai lokasi Cerucup tanggal 28 Februari '21 menyempatkan dialog langsung dengan Mari salah satu pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pengrajin pembuatan perahu dan acara mancing bersama dengan Sambas dan kawan-kawan juga Komunitas Mancing Mania Tempirai.


Dalam dialog tersebut MPPDT bertanya kepada pelaku UMKM juga komunitas mancing Tempirai tentang kesediaannya mendukung pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata, dimulai dengan menanam pohon Tabebuya untuk ciptakan SAPTA PESONA keindahan di pinggir Danau Desa Tempirai, 

"Mereka memberikan jawaban diluar dugaan yaitu sangat setuju, termasuk saudara Mari yang langsung responsif bertanya apakah usaha pembuatan perahunya bisa berkembang jika Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata?," ujar Subiyanto. 


Begitu juga saudara.Sambas dkk yang bertanya apakah hobbi mancing bisa dikembangkan jadi usaha pemancingan.

"Kami (MPPDT) menjawab, insyaa Allah jika Desa Tempirai Raya terwujud jadi Desa Wisata banyak orang-orang dari luar Desa Tempirai berbondong-bondong datang ke Tempirai," tambahnya. 

Sebab dijabarkan Subiyanto bahwa apabila Tempirai jadi destinasi wisata maka banyak orang datang untuk melihat pesona keindahan di Tempirai, tamu-tamu ingin bermain naik perahu dan berenang di Danau Tempirai maka kebutuhan untuk penambahan perahu akan meningkat dan juga UMKM lainnya juga akan merasakan manfaat desa Tempirai jadi desa wisata. 

"Seperti pedagang makanan-minuman, oleh-oleh ikan panggang, ikan salai, ikan asin, yang hobi mancing difasilitasi dengan usaha pemancingan dan usaha home stay serta kampung Inggris Tempirai di Desa Tempirai akan hidup dan berkembang karena  orang yang berwisata ke Tempirai membawa uang untuk bersenang-senang atau refreshing eksplorasi nilai-nilai keindahan alam, berenang di Danau Tempirai yang bersih dan sejuk, mancing di Danau Tempirai, kesenian tradisional Tempirai yang indah, keramahan Wang Tempirai dan lain-lainnya," urainya. 

Dengan bahasa yang sederhana dikatakan Subiyanto bahwa kalau semuanya terwujud, uang dari luar akan masuk ke Desa Tempirai yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat.

"InsyaAllah semua pelaku usaha UMKM akan hidup dan berkembang MAJU.
MPPDT menitipkan pesan dan harapan kepada masyarakat di Cerocop melalui saudara Mari dan beberapa komponen masyarakat yaitu Pelajar, Pemuda, komunitas mancing, tokoh Agama, tokoh Adat dan semua komponen masyarakat. MPPDT meminta keikhlasan semuanya untuk merawat pohon Tabebuya yang di tanam agar tumbuh besar, sehat dan menghasilkan oksigen yang Sehat serta berbunga yang indah seperti bunga Sakura di Jepang. Jika sudah berbunga akan tumbuh bijinya yang bisa dijadikan budidaya pembibitan untuk jadi pendapatan masyarakat sebagai penghasilan tambahan agar tidak tergantung hanya pada karet," urainya. 



MPPDT juga mengajak PemDes dan segenap elemen masyarakat Desa Tempirai Raya, untuk bersama-sama membangun Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata untuk mewujudkan Desa Tempirai Raya yang MAJU, kalau bukan sekarang, kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi.

Dikesempatan itu Ketum MPPDT yang juga anggota DJSN RI menyampaikan pentingnya pelaku usaha UMKM melindungi dirinya dalam program JamSosnaker, minimal program dasar yaitu JKK, JKM dan JHT supaya jika terjadi resiko sosial kecelakaan dan atau kematian tidak membuat ahli waris jatuh jadi orang miskin/tidak mampu karena kehilangan sumber penghasilan sebab pelaku UMKM merupakan tulang punggung ekonomi keluarga.

Diakhir dialog tersebut MPPDT menyampaikan pesan dan juga ajakan kepada PemDes dan elemen masyarakat Tempirai untuk menjadikan Desa Tempirai yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata masyarakat Desa Tempirai Raya harus ada kemauan besar melakukan perubahan besar yaitu ciptakan SAPTA (TUJUH) PESONA Desa Tempirai Raya yaitu 1). Keindahan, 2). Kebersihan, 3). Keamanan, 4). Ketertiban, 5). Kesejukan, 6). Kenyamanan dan 7).Kenangan (Tempirai Raya Berkesan) 

"Kalau bukan sekarang kapan lagi, Kalau bukan kita siapa lagi," tutup Subiyanto. (sn/yogi)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts