Panen Raya Bersama Kelompok Tani Sumber Pangan Sumberejo


PALI, SININEWS.COM -- Panen raya sudah di mulai di lahan pesawahan Sumberejo Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI. Panen diawali diatas lahan seluas 45 hektar milik kelompok tani Sumber Pangan yang mengundang langsung Dinas Pertanian kabupaten PALI, pada Kamis (11/3/21). 


Plt. Kepala Dinas Pertanian kabupaten PALI, Ahmad Jhoni mengatakan bahwa panen Raya kali ini merupakan panen IP 200, yaitu panen dua kali dalam satu tahun. 

"Dan hari ini merupakan panen yang kedua. Karena persawahan di Sumberjo, merupakan persawahan padi dengan mekanisasi tadah hujan dan irigasi," jelas Ahmad Jhoni. 

Ahmad Jhoni berharap, kesediaan pangan di kabupaten PALI bisa tercukupi di tengah pandemi covid-19 saat ini. 

"Di tengah wabah pandemi covid-19 sekarang, kabupaten PALI akan memprioritaskan cadangan pangan, untuk itu kita berharap agar petani mengoptimalkan kembali lahan sawah pasca panen, yaitu mempercepat penanaman kembali, untuk menghadapi musim kemarau dan hari-hari besar agama islam," tambahnya. 

Pihaknya akan mengawal serta menyediakan bantuan bibit dan pupuk, baik untuk penanaman kembali maupun penjualan hasil panen. "Sudah dibicarakan lintas sektor, Bulog, Dinas Ketahanan pangan dan Dinas Perdagangan Perindustrian akan direncanakan dan disiapkan gudang. Sehingga hasil panen dari petani di kabupaten PALI bisa dijaga harga, dan stoknya nanti," tutupnya. 

Sementara itu, Bawi ketua kelompok tani Sumber Pangan menyampaikan bahwa kendala lahan sawah di ujung Sumberjo yakni saluran irigasi ada yang bocor. 

"Cek dam (saluran irigasi,  red) masih bocor, serta dari 70 ha lahan yang ada disini, yang baru digarap hanya 45 ha, sisanya masih belukar. Selain itu, kami juga mengeluhkan ada beberapa oknum warga yang mencari ikan dengan digarap setrum, itu sungguh merusak ekosistem yang ada di sawah. Harapan kami agar pihak terkait bisa segera membantu kami," tutupnya.

Hadir dalam panen bersama, Kapolsek Talang Ubi Kompol Alpian Nasution, perwakilan dari Danramil Talang Ubi, perwakilan dari Bank Sumselbabel cabang Pendopo, serta perwakilan Lurah Talang Ubi Utara dan sejumlah PPL Pertanian yang ada di kabupaten PALI. (sn/perry)
Share:

RSUD Talang Ubi Kenalkan Inovasi Sejuk Embun Pertama


PALI, SININEWS.COM -- Inovasi  Sejuk Embun Pertama atau Sistem Rujuk Emergency Mengurangi Hambatan Unit Pelayanan Pertama dikenalkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang merupakan inovasi pelayanan pada  Instalasi Gawar Darurat (IGD) yang tidak lain tujuannya untuk mengutamakan pelayanan pada pasien.


Dijelaskan oleh Kepala Direktur RSUD PALI, dr Hj Tri Fitrianti, bahwa inovasi ini khusus rujukan Emergency UGD talang ubi dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yakni puskesmas yang ada di Bumi Serepat Serasan ke RSUD kabupaten PALI

"Selama ini rujukan Emergency dari puskesmas langsung-langsung saja ke RSUD. Dengan adanya sistem rujukan via WhatsApp ini, dokter yang akan merujuk dapat menyampaikan dahulu terkait kondisi pasien untuk informasi ketersediaan tempat tidur, kehadiran dokter spesialis maupun kesiapan sarana prasarana di RSUD kita," jelas Dirut RSUD PALI, Kamis (11/3/21)

Jika semuanya sudah sesuai, lanjut wanita yang kerap di sapa dr Fitri ini, pasien bisa langsung di bawa ke UGD RSUD Talang Ubi dengan petunjuk dan arahan dari dokter UGD terkait SOP transport pasien rujukan.

"Apabila ada salah satu yang menjadi kendala pihak UGD bisa menyampaikan langsung dan pasien diarahkan untuk ke RS lain. Sehingga pasien lebih dapat menerima pelayanan yang cepat dan tepat tanpa harus ke RSUD kita," terang ibu tiga anak ini.

Permasalah yang sering terjadi dijelaskan dr Fitri, sebelum ada sistem rujukan Sejuk Embun Pertama ini, pasien sudah datang ke UGD RSUD PALI, tetapi harus dirujuk lagi ke RS lain dikarenakan membutuhkan sarana prasarana lebih lanjut sehingga memperlambat pelayanan rujukan.

"Kita sebisa mungkin harus mengutamakan pelayanan terhadap pasien, apalagi ketika keadaan pasien emergency dan harus tepat dan cepat tindakan yang diambil. Kasihan kalau pasien harus terbengkalai menunggu lagi akan dirujuk kemana," bebernya.

Untuk program inovasi yang telah berjalan sejak Juli 2020 ini, dirinya menilai sangat membantu pelayanan terhadap pasien gawat darurat.

"Alhamdulillah, sudah 80 persen sangat membantu pasien, untuk setiap puskesmas sudah mengikuti nya. Mungkin akan diperluas dengan dokter praktek atau bidan praktek, tetapi tetap koordinasi dengan puskesmas setempat," pungkasnya. (sn/perry)
Share:

JELANG PILKADES SERENTAK, CAMAT PENUKAL UTARA LANTIK DUA PJS KADES


PALI,  SININEWS.COM -- Untuk tertib administrasi dan terjaganya pelayanan pada masyarakat desa menjelang pemilihan Kepala Desa serentak tahun 2021 diwilayah Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir ( PALI), hari ini, Kamis (11/03'2021) Camat Penukal utara Maka Giansar, SH melantik Pejabat sementara (Pjs)  Kepala Desa Sukarami dan Desa Tambak. 


Acara yang dipusatkan dibalai Desa Sukarami ini,  dihadiri unsur Muspika Penukal Utara, BPD, Perangkat Desa dan Tokoh Masyarakat masing masing Desa ini berjalan hikmat dengan protokol Kesehatan. (Prokes). 

Dalam arahannya Camat Penukal Utara Maka Giansar,  SH menghimbau pada Pjs  Kepala Desa yang baru dilantik agar dapat menjalan tugasnya dengan baik, berkoordinasi  bersama BPD, dan istansi terkait,  serta tetap mengedepankan pelayanan pada masyarakat, serta takalah pentingnya mengajak masyarakat patuh pada prokol kesehatan Covid 19.

"Penetapan pejabat sementara ini atas dasar musyarawah mufakat BPD,  Perangkat Desa dan Masyarakat, serta secara administrasi sudah sesuai Juknis perundang undangan yang berlaku," terang Camat. 

Sementara Hairul Pjs Desa Tambak yang menggantikan Darmadi ( Biran) Kepala Desa yang lama periode 2015 - 2021, menuturkan akan menjalankan amanah masyarakat ini dengan sebaik-baiknya.

Begitu juga Jaka Perwira Pjs Kepala Desa Sukarami yang menggantikan Sarlison Kepala Desa periode 2015-2021 dengan nada yang sama akan melaksanakan tugas ini dengan pengabdian dan tanggung jawab. 

Sementara itu, Sarlison Kepala Desa Sukarami periode 2015 -2021 saat berjumpa awak media ini,  mengungkapkan bahwa dirinya selama 6 tahun menjadi Kepala Desa, telah berusaha semaksimal mungkin memperjuangkan berbagai pembangunan dan pengabdian untuk kepentingan masyarakat  Desa Sukarami. 

"Kalau selama ini dalam kememimpinan saya di desa Sukarami memang belum mendapat hasil yang maksimal atau masih banyak kekurangan untuk membawa kesejahteraan masyarakat. Karena saya sadar betul sebagai wong desa tentunya banyak kekurangan dan kelemahan sebagai manusia biasa," katanya. 

Saat ditanya kesiapan dirinya ikut berkompetisi calon Kepala Desa periode selanjutnya, Sarlison menuturkan,  kalau masyarakat Desa Sukarami masih percaya mengamanahkan pengabdian ini pada dirinya,  dia dengan ikhlas menerimanya dan melanjutkan perjuangan membangun Desa Sukarami untuk lebih baik lagi.

"Apabila masyarakat masih banyak yang menginginkan saya untuk maju lagi, maka saya akan siap lanjutkan pengabdian demi desa ini lebih maju," imbuhnya. (Bung Harto/sn)

Share:

Polemik Jalan Tol, Tanah Pemakaman di Tanjung Rambang disoal Warga

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Polemik Tanah Pekuburan di Kelurahan Tanjung Rambang Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih yang akan menjadi jalur tol Inderalaya – Linggau masih terus bergulir, kamis (11/3/21).

Pasalnya sejumlah warga Tanjung Rambang mengaku tak menyetujui jika tanah keramat (kuburan) akan digusur menjadi jalur tol.

Hal tersebut diungkap beberapa warga Rt.01 Rw.02 Cukroni Bin Yahya (54) dan Eka Indarsa (48) yang merasa keberatan jika Dusun Lama (Duson Buhok) yang dulu disebut "Tebing Peguruan” akan dijadikan jalan tol.

"Kami sangat keberatan tapi setidaknya perusahaan bisa memberi solusi, atau makamnya dipindahkan" tutur keduanya yang juga buruh tebas jalur tol yang kini belum mendapat upah dari pihak perusahaan"

Dari keterangan warga sekitar Dusun Buhok merupakan tempat tinggal yang dulu pernah ada penghuninya 400 tahun silam dan kini sudah ditinggal warga dan berpindah tempat yang tak jauh dari lokasi lama atau bergeser sekitar 2 kilometer (perkiraan). 

Namun demikian tanah tersebut masih ditinggali beberapa pemakaman sakral yang dipercayai sebagai Puyang (Leluhur) yang memiliki kharismatik dan diagungkan atau di Tokohkan kala itu oleh warga Desa setempat yang konon memiliki kekuasaan atas tanah tersebut. 

Menurut keterangan Adawi (89) keturunan Puyang disana dan salah satu orang yang memiliki hak atas tanah tersebut yang menurutnya dibuktikan dalam surat tanah yang dia miliki.

“Didalam kuburan itu ade Puyang Serampu, Puyang Rebion, Puyang Lagan, Puyang Rie Elang Laut serta Puyang Akas yang kini dimakam disana yang akan dijadikan jalur tol” jelasnya.

Sementara itu, Bandar Alam (57) warga setempat yang juga merupakan keluarga garis keturunan Puyang Serampu mengaku keberatan jika pemakaman tersebut akan hilang, menurutnya tanah tersebut menjadi saksi sejarah berdirinya Desa Tanjung Rambang.

Terpisah, Camat Rambang Kapak Tengah (RKT) Kota Prabumulih Satria Karsa saat dikonfirmasi mengenai polemik makam yang akan dijadikan jalan tol mengaku sudah menengahi beberapa pihak warga dengan perusahaan PT.Hutama Karya dalam acara yasinan sekaligus musyawarah dengan warga. 

"waktu lalu saya pernah diundang oleh pihak perusahaan sekaligus yasinan, dalam musyawarah tersebut pihak perusahaan bersedia memindahkan makam yang ada disana” jelas Camat seraya mengatakan pemilik tanah kuburan itu juga bersedia mewakafkan tanah miliknya untuk dijadikan pemindahan pemakaman di puyang tersebut. 

Ditempat terpisah, tim sininews.con mencoba mengkonfirmasi pihak perusahaan PT.Hutama Karya dan PT.Waskita Karya yang merupakan perusahaan pemenang tender pembangunan jalan tol namun dari keduanya tim belum bisa bertemu langsung dan belum bisa meminta keterangan terkait polemik pemakaman itu

“mohon maaf pak saya tidak bisa memberikan keterangan, Humasnya semua ada dilapangan” ucap salah satu Security disana.

Hingga berita ini diterbitkan tim media ini terus mencoba menelusuri dan mencoba untuk mengkonfirmasi pihak perusahaan yang kini terkesan menghindar. (tau/sn)

Video lainnya bisa disimak disini /Bantu Subscribe



Share:

KAPOLRES PALI RESMIKAN KAMPUNG TANGGUH MUSI COVID 19 DI KECAMATAN PENUKAL UTARA


PALI,SININEWS.COM -- Dalam upaya memutuskan mata rantai Pandemi Covid 19 dan berubah status indemi ditengah masyarakat, Kapolda Sumatera selatan Irjen.Pol.Prof.DR.Eko Indra Heri, MM

Melalui Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) AKBP. Rizal Agus Triyadi,  SIK,  Canangkan 5 program peduli masyarakat, antara lain pembentukan posko Kampung Musi Covid 19, Ketahanan Pangan,  Bantuan Sosial,  Kemandirian Sosial dan Peduli Karhutlah. 

Dalam giatnya Rabu kemarin(10/3/2021) Kapolres PALI AKBP Agus Triyadi, SIK didampingi Kapolsek Penukal Utara IPTU Bambang Wahyudi dan Maka Giansar,  SH Camat Penukal Utara resmikan Posko Siaga Kampung Tangguh Musi Covid 19, Posko Peduli Karhutlah dan Rumah Isolasi Covid 19.

Acara yang dipusatkan Di Desa Persiapan Madu Kincing Kecamatan Penukal Utara itu dihadiri jajaran Muspika Penukal Utara, Para Kepala Desa dan Instansi terkait dalam jajaran Pemda Kabupaten PALI disambut antusias masyarakat. 


Setelah melakukan panen perdana di ladang padi Mang Kolbi salah satu tokoh pemuda dan penggiat pertanian Penukal Utara itu,  Kapolres AKBP Rizal Triyadi,  SIK berserta rombongan menyempatkan diri berdialog dengan anak pelajar Abri Coursuse English Tempirai yang sempat hadir, termasuk memberikan santunan sembako Peduli POLRI terhadap para lansia warga Madu Kincing serta menaburkan ribuan benih ikan Nila di Sungai Desa Tanjung Baru. 

Dalam arahannya Kapolres mengajak masyarakat untuk Peduli Lingkungan dan mematuhi Protokol Kesehatan serta tetap menjaga ketertiban umum ditengah musibah Pandemi Covid 19.

"Serta tidak kalah pentingnya kami menghimbau pada Masyarakat tani untuk peduli lingkungan dengan cara membuka lahan perkebunan tidak membakar Hutan," ujar Kapolres. 

Lanjut orang nomor satu di Polres PALI ini, hendaknya masyarakat  tetap semangat bekerja menfaatkan lahan untuk bercocok tanam padi dan sayuran dengan baik, sehingga akan tercipta ketahanan Pangan ditengah masyarakat.


"Manfaatkan sumber daya alam yang ada disekitar agar ada penopang ekonomi keluarga ditengah himpitan pandemi covid-19 ini," tutupnya. 

Demikian dikatakan Camat Penukal Utara Maka Giansar, SH saat di jumpai awak media ini usai acara mengapresiasi atas kepedulian Kapolres PALI  terhadap masyarakat diwilayah ia pimpinan, sehingga  akan meningkatkan sinerginitas kebersamaan antara Polri dan jajaran Muspika Penukal utara. 

Sementara Kapolsek Penukal utara IPTU Bambang Wahyudi melalui Kanit Binmas
IPDA Edy Suwandi sebagai fasilisator kegiatan,  mengucapkan terima kasih atas dukungan Perangkat Desa  dan masyarakat serta Jajaran rekan Rekan anggota Polsek Penukal utara termasuk instansi terkait atas terlaksananya  kegiatan ini dengan sukses dan baik. (Bungharto/SN)
Share:

Tebar Ribuan Benih Ikan di Kampung Tangguh, Ini Harapan Kapolres PALI


PALI. SININEWS.COM -- Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi SIK lepas ribuan bibit ikan air tawar di Kampung Tangguh Musi Covid-19 Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI, Rabu (10/3/21). 


Giat tersebut diikuti jajaran Polres PALI dan sejumlah OPD dilingkup Pemkab PALI.

"Agar dalam masa pandemi corona ini, masyarakat bisa tertopang ekonomi keluarganya dengan memanfaatkan sumber alam yang ada di Kampung Tangguh. Seperti memelihara ikan  beternak, menanam sayuran di lahan kosong, pekarangan atau bisa juga tumpang sari diantara pohon karet yang menjadi pencaharian utama sebagian masyarakat PALI," ujar Kapolres. 

Kegiatan pelepasan bibit ikan air tawar itu juga dibarengi dengan memberikan bantuan sosial terhadap warga yang terdampak Covid-19. 

"Tentu saja dampak dari wabah covid-19 ini begitu luas, tidak terkecuali merambah masyarakat PALI. Untuk itu, kami sedikit berbagi dalam meringankan beban dari adanya pandemi global ini," tukas Kaporles.

Disamping itu, Kapolres juga memberi arahan kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker serta yang tidak mematuhi protokol kesehatan agar mematuhi anjuran pemerintah dalam menekan dan menghindari penyebaran virus corona. 

"Dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona tidak akan berhasil apabila tidak ada dukungan semua elemen masyarakat. Bagi yang belum sadar untuk memakai masker, kita ingatkan dan kita tekankan agar patuhi protokol kesehatan. Sebab, memakai masker salah satu upaya ampuh menangkal penyebaran virus corona," tandasnya. (sn/perry)
Share:

Situasi Terkini Covid - 19 Pertanggal 10 Maret 2021






 

Share:

MPPDT Pantauan Wang Tempirai Berlomba Berikan Kontribusi Bangun Desa

 


PALI. SININEWS.COM -- Melihat foto udara Desa Tempirai yang sangat unik dan indah ini, mungkin nenek moyang Wang Tempirai punya maksud agar seluruh warga Tempirai selalu menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan agar keindahan itu terjaga dan lestari.

Kemudian secara tersirat ada pesan jangan pernah lelah mencintai Tempirai sebagai tanah kelahiran kita atau kelahiran orang tua sebagai pendahulu yang mempunyai ikon padang danau Tempirai yang indah sebagaimana warisan leluhur Puyang Seberang.

Sekitar tahun 1980 an banyak kisah dan cerita bermain perahu, lanting, berenang, cari dan makan anak udang yang kita percaya jadi obat penahan dingin, mancing, nangkul dan diakhir musim penghujan air surut acara bekarang bersame di Danau Tempirai. sungguh memori ini tidak pernah lupa dalam ingatan kita.Hal ini menjadi nostalgia kite Wang Tempirai.

Pada tanggal 27 Februari '21-05 Maret '21 pengurus MPPDT diwakili oleh Subiyanto Pudin-Ketum dan Eko Marhen-Sekum untuk melaksanakan kegiatan penanaman 105 pohon Tabebuya dipinggir jalan danau Desa Tempirai (Cerocop, Pulau Pasir Putih, Lubuk Padu) dan 10 pohon Palem Putri didalam pot warna merah-putih (untuk contoh ditempatkan di kiri-kanan jalan raya Desa Tempirai) hasil Donasi Wang Tempirai dan Wang lain yang peduli Desa Tempirai yang merupakan langkah awal realisasikan pemikiran besar dengan langkah kecil "Think Big Start Small" Wang Tempirai membangun Desa Tempirai Raya yang MAJU.

"Dengan cara dijadikan Desa Wisata dengan ciptakan SAPTA PESONA "Keindahan" sebagai pemantik motivasi masyarakat Desa Tempirai Raya untuk lakukan gerakan perubahan ciptakan  SAPTA PESONA lainnya Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Kesejukan, Kenyamanan dan Kenangan di Tempirai Raya sebagai syarat untuk menjadi Desa Wisata," ujar Subiyanto, Rabu (10/3/21).

Dalam beberapa dialog dan Komunikasi masyarakat di Tempirai Raya sangat berharap kontribusi aktif Wang Tempirai diperantuan baik sumbangsih pemikiran dan lebih-lebih jika bisa menyisihkan sebagian rizkinya untuk membangun Desa Tempirai Raya.

"Dari hasil dialog MPPDT dengan elemen masyarakat baik formal maupun informal bahwa di Desa Tempirai Raya, banyak problem sosial yang perlu mendapatkan perhatian dan ukuran tangan kita semua untuk mengisi ruang-ruang kosong yang belum tersentuh dari program Pemkab PALI mungkin terkendala anggaran," tambahnya. 


Adapun permasalahan yang ada ataupun potensi permasalahan yang dapat menimbulkan masalah sosial antara lain : 
1).Dampak negatif teknologi informasi dan digitalisasi anak-anak dan pemuda sudah jarang terlihat bermain motorik kasar bersama seperti olahraga bola kasti, main gasing, main ekar, main cecentom, main ingkau dll. Hal ini menimbulkan sikap dan prilaku individualisme yang akan menghilangkan sikap kebersamaan, gotong-royong sebagai budaya dan kearifan lokal khas masyarakat Tempirai warisan leluhur kite.

2).Dampak kemudahan akses transportasi, komunikasi dan arus globalisasi tidak sedikit anak-anak, pemuda atau orang tua yang jadi korban peredaran narkoba yang akan menciptakan generasi yang hilang (lose generation)


3).Dampak negatif musik remix yang beroperasi diatas jam 12.00 malam, mungkin juga ada peredaran miras dan narkoba sehingga prilaku  mereka hilang rasa malu, bertindak yang melanggar hukum agama dan hukum negara di tengah-tengah masyarakat Desa Tempirai Raya yang sudah acuh tak acuh (masa bodo) bahkan ada respon masyarakat dengan memakai istilah pribahasa "Betiup angen ke Jawe, sape nak hidup tarek nyawe" Nauzubillah sudah mengingkari nilai-nilai dan tugas kehidupan sesuai ajaran Islam yang kita anut.

"Melihat kompleksitas permasalahan dan potensi permasalahan yang ada di Desa Tempirai Raya, MPPDT pantauan kepada Wang Tempirai diperantuan untuk berlomba-lomba  berkontribusi ikut membangun Desa Tempirai Raya yang MAJU," terangnya. 

MPPDT juga sudah menyampaikan surat permohonan ke Dinas KomInfo untuk pemasangan fasilitas WiFi di Masjid-masjid  untuk memfasilitasi dan penyemangat anggota majelis ta'lim : pelajar, pemudah-pemudi Bpk-bpk dan Ibu-ibu untuk datang memakmurkan Masjid.Memperbanyak fasilitas olahraga massal seperti Volly Ball, Sepak Bola, Tenis Meja dll sebagai nya agar ekosistem masyarakat Desa Tempirai Raya sehat. 

Dan juga menyumbang pohon palem putri ditanam dalam pot warna merah-putih untuk ciptakan SAPTA PESONA Keindahan di pinggir jalan raya Desa Tempirai (dari Cerocop sampaikan ke Lebak Tanah Hitam)  hitungan tim MPPDT butuh 280 pohon sudah ada contoh 10 pohon, jadi kekurangannya 270 pohon palem putri lagi.

Sehubungan dengan hal  itu karena MPPDT tidak memiliki sumber dana yang cukup, MPPDT memohon kepada Wang Tempirai dimanapun berada untuk berlomba-lomba menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan nya dengan judul gerakan seribu untuk Tempirai (GeBuRai) bisa langsung di sumbangkan ke elemen masyarakat Desa Tempirai via DKM, Karang Taruna,  Komunitas Masyarakat, IRATE, PAKAT, PASAT 

"Atau jika percaya bisa melalui rekening Bank MPPDT.  Yang paling  penting Wang Tempirai bersatu, Kompak, Singsingkan lengan baju untuk mewujudkan Desa Tempirai Raya yang MAJU..insyaa ALLAH segala usaha kita diberikan kemudahan dan keberhahan asal kita tulus," pungkasnya. (sn/yogi)
Share:

Pemda PALI Susun RKPD Tahun 2022


PALI. SININEWS.COM -- Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Bappeda PALI gelar acara Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kabupaten PALI tahun 2022, Rabu (10/3/2021) di aula rapat kantor Bupati PALI, di jalan Merdeka, km. 10 kelurahan Handayani Mulya, kecamatan Talang Ubi. Kegiatan itu dibuka Plh Bupati Syahron Nazil. 


Plt Kepala Bappeda PALI, Ahmad Jhoni mengatakan bahwa tahapan dalam penyusunan RKPD tahun 2022 yaitu menghimpun masukan-masukan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dengan prioritas pembangunan daerah. 

"Untuk itu, dalam penyusunan RKPD tahun 2022, diambil tema yaitu Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Sumber Daya Lokal," jelasnya. 

Untuk mencapai hal itu, selain menghimpun masukan-masukan dari OPD, camat, dan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta tokoh pemuda, pihaknya sudah memberikan beberapa prioritas pembangunan daerah tahun 2022. 
Pertama Penanganan Dampak Pandemi Covid-19, kedua Penurunan angka kemiskinan. Ketiga, Peningkatan kualitas sumber daya manusia, Tata kelola pemerintahan dan Pelayanan publik. Keempat, Pengembangan infrastruktur dasar dan konektivitas. 

Kelima peningkatan produktivitas dan daya saing hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan. Keenam, Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana. 

"Kami harapkan setelah menerima masukan-masukan, akan dibahas ke dalam Musrenbang kabupaten," tutupnya

Sementara itu, Plh. Bupati PALI, Syahron Nazil meminta kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, untuk mengedepankan kondisi lokal dan potensi di kabupaten PALI. 

"Subtansi dan materi RKPD tahun 2022 mengacu pada kondisi lokal di daerah, fakta-fakta di daerah, serta kebutuhan di daerah," kata Sekda PALI. 

Ia juga menerangkan bahwa penyusunan RKPD tahun 2022 perlu saran dan masukan dari tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda yang cenderung bersentuhan terus menerus dengan masyarakat. 

"Pandangan dari pejabat birokrasi terbatas, karena yang bersentuhan langsung dan terus menerus dengan masyarakat adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat. Tentu sangat diharapkan masukan dalam pembangunan sepanjang itu untuk kepentingan bersama," tutupnya. 

"Menggali potensi sumber daya lokal, usahakan mempunyai nilai tambah, mengembangkan ekonomi kerakyatan. Serta kepada Bapenda dan BPKAD agar benar-benar menghitung pendapatan daerah serta cermat dalam menghitung APBD tahun 2022. Jangan sampai salah hitung," tukasnya. (sn/perry)
Share:

MPPDT Pantauan Wang Tempirai Berlomba Berikan Kontribusi Bangun Desa


PALI. SININEWS.COM -- Melihat foto udara Desa Tempirai yang sangat unik dan indah ini, mungkin nenek moyang Wang Tempirai punya maksud agar seluruh warga Tempirai selalu menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan agar keindahan itu terjaga dan lestari.

Kemudian secara tersirat ada pesan jangan pernah lelah mencintai Tempirai sebagai tanah kelahiran kita atau kelahiran orang tua sebagai pendahulu yang mempunyai ikon padang danau Tempirai yang indah sebagaimana warisan leluhur Puyang Seberang.

Sekitar tahun 1980 an banyak kisah dan cerita bermain perahu, lanting, berenang, cari dan makan anak udang yang kita percaya jadi obat penahan dingin, mancing, nangkul dan diakhir musim penghujan air surut acara bekarang bersame di Danau Tempirai. sungguh memori ini tidak pernah lupa dalam ingatan kita.Hal ini menjadi nostalgia kite Wang Tempirai.

Pada tanggal 27 Februari '21-05 Maret '21 pengurus MPPDT diwakili oleh Subiyanto Pudin-Ketum dan Eko Marhen-Sekum untuk melaksanakan kegiatan penanaman 105 pohon Tabebuya dipinggir jalan danau Desa Tempirai (Cerocop, Pulau Pasir Putih, Lubuk Padu) dan 10 pohon Palem Putri didalam pot warna merah-putih (untuk contoh ditempatkan di kiri-kanan jalan raya Desa Tempirai) hasil Donasi Wang Tempirai dan Wang lain yang peduli Desa Tempirai yang merupakan langkah awal realisasikan pemikiran besar dengan langkah kecil "Think Big Start Small" Wang Tempirai membangun Desa Tempirai Raya yang MAJU.

"Dengan cara dijadikan Desa Wisata dengan ciptakan SAPTA PESONA "Keindahan" sebagai pemantik motivasi masyarakat Desa Tempirai Raya untuk lakukan gerakan perubahan ciptakan  SAPTA PESONA lainnya Kebersihan, Keamanan, Ketertiban, Kesejukan, Kenyamanan dan Kenangan di Tempirai Raya sebagai syarat untuk menjadi Desa Wisata," ujar Subiyanto, Rabu (10/3/21).

Dalam beberapa dialog dan Komunikasi masyarakat di Tempirai Raya sangat berharap kontribusi aktif Wang Tempirai diperantuan baik sumbangsih pemikiran dan lebih-lebih jika bisa menyisihkan sebagian rizkinya untuk membangun Desa Tempirai Raya.

"Dari hasil dialog MPPDT dengan elemen masyarakat baik formal maupun informal bahwa di Desa Tempirai Raya, banyak problem sosial yang perlu mendapatkan perhatian dan ukuran tangan kita semua untuk mengisi ruang-ruang kosong yang belum tersentuh dari program Pemkab PALI mungkin terkendala anggaran," tambahnya. 


Adapun permasalahan yang ada ataupun potensi permasalahan yang dapat menimbulkan masalah sosial antara lain : 
1).Dampak negatif teknologi informasi dan digitalisasi anak-anak dan pemuda sudah jarang terlihat bermain motorik kasar bersama seperti olahraga bola kasti, main gasing, main ekar, main cecentom, main ingkau dll. Hal ini menimbulkan sikap dan prilaku individualisme yang akan menghilangkan sikap kebersamaan, gotong-royong sebagai budaya dan kearifan lokal khas masyarakat Tempirai warisan leluhur kite.

2).Dampak kemudahan akses transportasi, komunikasi dan arus globalisasi tidak sedikit anak-anak, pemuda atau orang tua yang jadi korban peredaran narkoba yang akan menciptakan generasi yang hilang (lose generation)


3).Dampak negatif musik remix yang beroperasi diatas jam 12.00 malam, mungkin juga ada peredaran miras dan narkoba sehingga prilaku  mereka hilang rasa malu, bertindak yang melanggar hukum agama dan hukum negara di tengah-tengah masyarakat Desa Tempirai Raya yang sudah acuh tak acuh (masa bodo) bahkan ada respon masyarakat dengan memakai istilah pribahasa "Betiup angen ke Jawe, sape nak hidup tarek nyawe" Nauzubillah sudah mengingkari nilai-nilai dan tugas kehidupan sesuai ajaran Islam yang kita anut.

"Melihat kompleksitas permasalahan dan potensi permasalahan yang ada di Desa Tempirai Raya, MPPDT pantauan kepada Wang Tempirai diperantuan untuk berlomba-lomba  berkontribusi ikut membangun Desa Tempirai Raya yang MAJU," terangnya. 

MPPDT juga sudah menyampaikan surat permohonan ke Dinas KomInfo untuk pemasangan fasilitas WiFi di Masjid-masjid  untuk memfasilitasi dan penyemangat anggota majelis ta'lim : pelajar, pemudah-pemudi Bpk-bpk dan Ibu-ibu untuk datang memakmurkan Masjid.Memperbanyak fasilitas olahraga massal seperti Volly Ball, Sepak Bola, Tenis Meja dll sebagai nya agar ekosistem masyarakat Desa Tempirai Raya sehat. 

Dan juga menyumbang pohon palem putri ditanam dalam pot warna merah-putih untuk ciptakan SAPTA PESONA Keindahan di pinggir jalan raya Desa Tempirai (dari Cerocop sampaikan ke Lebak Tanah Hitam)  hitungan tim MPPDT butuh 280 pohon sudah ada contoh 10 pohon, jadi kekurangannya 270 pohon palem putri lagi.

Sehubungan dengan hal  itu karena MPPDT tidak memiliki sumber dana yang cukup, MPPDT memohon kepada Wang Tempirai dimanapun berada untuk berlomba-lomba menyisihkan sebagian kecil dari penghasilan nya dengan judul gerakan seribu untuk Tempirai (GeBuRai) bisa langsung di sumbangkan ke elemen masyarakat Desa Tempirai via DKM, Karang Taruna,  Komunitas Masyarakat, IRATE, PAKAT, PASAT 

"Atau jika percaya bisa melalui rekening Bank MPPDT.  Yang paling  penting Wang Tempirai bersatu, Kompak, Singsingkan lengan baju untuk mewujudkan Desa Tempirai Raya yang MAJU..insyaa ALLAH segala usaha kita diberikan kemudahan dan keberhahan asal kita tulus," pungkasnya. (sn/yogi)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts