MPPDT Minta Dinas LH, Lakukan REVITALISASI Paye-Paye Di Tempirai Agar Jadi Sumber Air Bersih

 




PALI. SININEWS.COM -- Alkisah kenapa di daerah Tempirai banyak paye, konon kabarnya dahulu kala leluhur Wang Tempirai pengrajin/pembuat perahu lunas (istilah buat perahu tradisional yang terbuat dari sebatang pohon besar tanpa sambungan), proses pembuatannya ditengah hutan belantara disekitar pohon yang ditebang untuk bahan perahu tersebut. 


Setiap habis kerja sipengrajin meletakkan peralatan kerjanya berupa beliung, kapak dan sejenisnya disekitar perahu. Setiap keesokan harinya hasil kerjanya ada perubahan seperti ada orang lain yang mengerjakan perahu tersebut. 

Suatu hari sipengrajin mengintip dari kejauhan karena ingin tahu siapa gerangan yang mengerjakan perahu itu, terlihat dalam bayangan samar-samar seperti ada orang dengan gerakan yang mengikuti prilaku si pengrajin. 

Pengrajin memutuskan mahluk aneh itu ditangkap dengan cara dijerat, alhasil cara itu berhasil dan makhluk aneh itu kena jerat, mahluk aneh itu mengaku dari bangsa YAU dan meminta ampun dan minta nyawa kepada sipengrajin agar tidak dibunuh, terjadi negosiasi mahluk YAU memberikan kesempatan kepada  sipengrajin dan mempersilahkan sampaikan permintaannya asalkan melepaskan dia dari jeratannya. 

Si pengrajin melepaskan tali jeratan sambil menyampaikan kata-kata permintaan "Nak Sugi Kaye-Kaye Nak ILoh ke Palembang" mahluk YAW sambil loncat pergi dia mendengar kata-kata si pengrajin itu "Nak Sugi Paye-Paye, Nak Rutan Panjang-Panjang". Dari legenda ini maka di daerah Tempirai banyak Paye dan dahulu jika wang Tempirai ambil rotan dihutan biar rotan yang diambil panjang ada ritual yang dilakukan yaitu pancung bongkot rotan, sambil teriak Wang Tempirai ngambik rutan, dengan pandangan tidak keatas.

Dahulu Paye-paye Tempirai yang masih asli banyak memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat Tempirai sebagai tempat sumber air bersih untuk kehidupan, paye juga menghasilkan Ikan Keli (lele paye), Ikan Kiung, Ikan Buju dan lain-lain sebagainya. Paye juga tempat tumbuh pohon rumbai untuk dibuat kerajinan tikar untuk keperluan perabotan rumah tangga.

Air bersih yang tidak tercemar merupakan sumber utama (pokok) kehidupan baik manusia atau kehidupan flora-fauna, Hal ini sangat beralasan bahwa dalam Al-Qur'an ALLAH SWT menciptakan alam semesta ini dalam 6 masa sebagai tanda mulai ada kehidupan dengan diciptakannya air inilah yang membedakan Bumi dengan planet Mars dan Planet lainnya.

Kondisi saat ini seiring dengan tingginya kompetisi kehidupan masyarakat Tempirai yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari hasil karet. 

Maka Paye-paye di Tempirai tetap menjadi tempat yang sangat strategis sebagai sumber kekuatan ekonomi dan  diubah fungsinya secara umum jadi pangkalan tempat penyimpanan getah karet, kondisi itu telah mengubah keseimbangan alam yang asli sehingga Tempirai sekarang secara tidak kita sadari kesulitan sumber air  bersih untuk kehidupannya. Jika ada yang menggunakan air rendaman karet untuk mandi bisa terkena penyakit kulit seperti panu, kurap, kudis dan bahkan konon kabarnya sudah ada yang terkena kusta.

Menindaklanjuti isi proposal MPPDT tentang peningkatan kesejahteraan petani karet di PALI khususnya pada aspek penyimpanan karet yang diusulkan dari cara penyimpanan karet basah menjadi penyimpanan karet kering  yang pembuatan fasilitasnya dibantu oleh PemKab PALI agar memenuhi standar pengendalian pencemaran lingkungan.

Revitalisasi fungsi paye-paye kembali kepada keseimbangan alam asli memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Tempirai yaitu sumber air bersih, kolam-kolam rendaman getah bisa diubah jadi kolam budidaya ikan air tawar maka Desa Tempirai Raya bisa menjadi sentra penghasil ikan air tawar di PALI.

Semoga proposal MPPDT menjadi sumbangsih pemikiran untuk mewujudkan kehidupan Wang Tempirai Raya yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat.

(Tim MPPDT) 
Share:

MPPDT Meminta Dinas LH, Lakukan REVITALISASI Paye-Paye di Tempirai Agar Jadi Sumber Air Bersih

PALI. SININEWS.COM -- Alkisah kenapa di daerah Tempirai banyak paye, konon kabarnya dahulu kala leluhur Wang Tempirai pengrajin/pembuat perahu lunas (istilah buat perahu tradisional yang terbuat dari sebatang pohon besar tanpa sambungan), proses pembuatannya ditengah hutan belantara disekitar pohon yang ditebang untuk bahan perahu tersebut. 


Setiap habis kerja sipengrajin meletakkan peralatan kerjanya berupa beliung, kapak dan sejenisnya disekitar perahu. Setiap keesokan harinya hasil kerjanya ada perubahan seperti ada orang lain yang mengerjakan perahu tersebut. 

Suatu hari sipengrajin mengintip dari kejauhan karena ingin tahu siapa gerangan yang mengerjakan perahu itu, terlihat dalam bayangan samar-samar seperti ada orang dengan gerakan yang mengikuti prilaku si pengrajin. 

Pengrajin memutuskan mahluk aneh itu ditangkap dengan cara dijerat, alhasil cara itu berhasil dan makhluk aneh itu kena jerat, mahluk aneh itu mengaku dari bangsa YAU dan meminta ampun dan minta nyawa kepada sipengrajin agar tidak dibunuh, terjadi negosiasi mahluk YAU memberikan kesempatan kepada  sipengrajin dan mempersilahkan sampaikan permintaannya asalkan melepaskan dia dari jeratannya. 

Si pengrajin melepaskan tali jeratan sambil menyampaikan kata-kata permintaan "Nak Sugi Kaye-Kaye Nak ILoh ke Palembang" mahluk YAW sambil loncat pergi dia mendengar kata-kata si pengrajin itu "Nak Sugi Paye-Paye, Nak Rutan Panjang-Panjang". Dari legenda ini maka di daerah Tempirai banyak Paye dan dahulu jika wang Tempirai ambil rotan dihutan biar rotan yang diambil panjang ada ritual yang dilakukan yaitu pancung bongkot rotan, sambil teriak Wang Tempirai ngambik rutan, dengan pandangan tidak keatas.

Dahulu Paye-paye Tempirai yang masih asli banyak memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat Tempirai sebagai tempat sumber air bersih untuk kehidupan, paye juga menghasilkan Ikan Keli (lele paye), Ikan Kiung, Ikan Buju dan lain-lain sebagainya. Paye juga tempat tumbuh pohon rumbai untuk dibuat kerajinan tikar untuk keperluan perabotan rumah tangga.

Air bersih yang tidak tercemar merupakan sumber utama (pokok) kehidupan baik manusia atau kehidupan flora-fauna, Hal ini sangat beralasan bahwa dalam Al-Qur'an ALLAH SWT menciptakan alam semesta ini dalam 6 masa sebagai tanda mulai ada kehidupan dengan diciptakannya air inilah yang membedakan Bumi dengan planet Mars dan Planet lainnya.

Kondisi saat ini seiring dengan tingginya kompetisi kehidupan masyarakat Tempirai yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari hasil karet. 

Maka Paye-paye di Tempirai tetap menjadi tempat yang sangat strategis sebagai sumber kekuatan ekonomi dan  diubah fungsinya secara umum jadi pangkalan tempat penyimpanan getah karet, kondisi itu telah mengubah keseimbangan alam yang asli sehingga Tempirai sekarang secara tidak kita sadari kesulitan sumber air  bersih untuk kehidupannya. Jika ada yang menggunakan air rendaman karet untuk mandi bisa terkena penyakit kulit seperti panu, kurap, kudis dan bahkan konon kabarnya sudah ada yang terkena kusta.

Menindaklanjuti isi proposal MPPDT tentang peningkatan kesejahteraan petani karet di PALI khususnya pada aspek penyimpanan karet yang diusulkan dari cara penyimpanan karet basah menjadi penyimpanan karet kering  yang pembuatan fasilitasnya dibantu oleh PemKab PALI agar memenuhi standar pengendalian pencemaran lingkungan.

Revitalisasi fungsi paye-paye kembali kepada keseimbangan alam asli memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Tempirai yaitu sumber air bersih, kolam-kolam rendaman getah bisa diubah jadi kolam budidaya ikan air tawar maka Desa Tempirai Raya bisa menjadi sentra penghasil ikan air tawar di PALI.

Semoga proposal MPPDT menjadi sumbangsih pemikiran untuk mewujudkan kehidupan Wang Tempirai Raya yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat.

(Tim MPPDT) 
Share:

Giliran Dewan PALI Disuntik Vaksin


PALI. SININEWS.COM -- Proses pemberian vaksin sinovac dalam menangkal penyebaran virus corona di Bumi Serepat Serasan oleh Dinas Kesehatan untuk pelayan publik sudah menyasar pada lembaga legislatif. Pemberian vaksin ke anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dilaksanakan sejak Senin kemarin dan dilanjutkan pada Selasa (23/3/21).


Dikatakan Mudakir, Plt Kepala Dinas Kesehatan bahwa untuk pemberian dosis pertama anggota dewan yang berjumlah 25 orang telah selesai di vaksin dan dilanjutkan istri-istrinya. 


"Pada hari ini dijadwalkan istri anggota dewan dan staf yang ada dilingkungan Sekwan. Karena anggota dewan sering berinteraksi langsung dengan masyarakat dan menjadi prioritas pemberian vaksin sinovac," ujar Mudakir.


Selanjutnya, ditambahkan Mudakir bahwa pemberian vaksin akan menargetkan kalangan Lansia. 


"Kami dapat arahan selesai pemberian vaksin ke pelayan publik, akan dilanjutkan ke warga lansia. Untuk pelaksanaannya masih kita koordinasikan," tukasnya. 


Menjelang pemberian vaksin ke kalangan Lansia, Mudakir mengimbau agar warga mendukungnya dan jangan takut untuk di vaksin. 


"Vaksin ini telah dinyatakan pemerintah aman serta ditetapkan halal oleh MUI. Jadi masyarakat tidak usah khawatir apalagi takut. Sukseskan vaksinasi covid-19 ini agar PALI dan negeri ini cepat terbebas dari wabah ini," ajaknya. 


Sementara itu, Husni Thamrin, anggota komisi III DPRD PALI yang telah menerima vaksin mengaku bahwa setelah divaksin dirinya merasa lebih percaya diri. 


"Badan terasa lebih ringan dan tidak ada efek samping setelah disuntik vaksin. Dan kami mengajak masyarakat jangan takut untuk divaksin. Sebab Dinkes PALI telah menyiapkan dosisnya juga vaksinator yang telah teruji," ungkapnya.(sn/perry)

Share:

Budi Hairu Resmi Dilantik Jabat Wakil Ketua DPRD PALI


PALI. SININEWS.COM -- Muhammad Budi Hairu secara resmi dilantik dan diambil sumpah dan janjinya pada Selasa (23/2/21) melalui rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menggantikan Devi Haryanto sebagai wakil ketua II DPRD PALI. Dimana sebelumnya, Devi Haryanto telah mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai calon bupati pada Pilkada 9 Desember 2020 lalu. 


Rapat paripurna pengambilan sumpah dan janji Budi Hairu sebagai wakil ketua DPRD PALI masa bakti 2019-2024 dipimpin langsung ketua DPRD PALI H Asri AG didampingi wakil ketua I Irwan ST dan diikuti 18 orang anggota dewan dari 25 dewan PALI dihadiri Plh Bupati PALI Syahron Nazil serta sejumlah kepala OPD dan FKPD dilingkup Pemkab PALI. 

Pengambilan sumpah dan janji Budi Hairu sebagai wakil ketua DPRD PALI dipandu kepala Pengadilan Negeri Muara Enim. Sementara SK Gubernur tentang pengangkatan Budi Hairu dibacakan Plt Sekwan, Zulkenedy.


Menurut Ketua DPRD PALI bahwa pengangkatan Budi Hairu sebagai wakil ketua II DPRD PALI berdasarkan SK Gubernur Sumatera Selatan  nomor 189/kpts/I/2021.

"Mudah-mudahan dengan terisinya jabatan wakil ketua DPRD PALI, Insyaallah menambah erat kemitraan dewan dan pemerintah daerah," kata ketua DPRD PALI. 

Ditempat sama, Plh Bupati PALI Syahron Nazil menyampaikan ucapan selamat atas dilantiknya Budi Hairu mengisi kekosongan wakil ketua II.


"Kami berharap dengan dilantiknya wakil ketua DPRD PALI ini akan dapat lebih meningkatkan hubungan baik antara legislatif dan eksekutif. Serta meski pun dalam pandemi covid-19 ini, PALI masih bertahan. Berdasarkan BPS, indeks  kemiskinan dan penggangguran di PALI menurun. Namun demikian masih banyak program yang harus dijalankan yang perlu sinergitas antara eksekutif dan legislatif agar program tersebut berjalan sesuai harapan," harapnya. (sn/yogi)
Share:

Terkait Jalan Desa Air Keruh Rusak, Camat Rambang : Tak Ada Kordinasi Sedikitpun

FOTO : Camat Rambang Kabupaten Muara Enim Herry Mulyansah mengaku tak ada kordinasi dengan perusahaan s-form dan seminang jaya, senin (22/3/21)

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Terkait polemik keresahan warga dua desa di Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim akibat jalan Desa Air Keruh menuju Sukarami yang mengalami rusak dan berlumpur beberapa waktu lalu, Camat Rambang Herry Mulyansah ikut berkomentar, senin (22/3/21).

Ditemui dikantornya, Camat Rambang mengaku belum pernah ada komunikasi dengan pihak Subcont proyek pengerjaan jalan Tol Trans Sumatera (Prabumulih – Muara Enim) itu mengatakan tak ada kordinasi dari pihak perusahaan pengerjaan wilayah zona satu (STA 71).

“Sampai saat ini bisa ku sampaikan belum ada kordinasi dan komunikasi untuk kegiatan-kegiatan pelaksanaan tapi, kami tau ada kegiatan dari perusahaan, namun sejauh ini belum ada kordinasi yang kekantor maupun menghubungi sedikitpun lewat HP” jelas camat.

Diketahui, diberitakan sebelumnya warga keberatan dengan adanya aktifitas perusahaan yang melewati jalan desa yang mereka tuding menjadi telah merusak jalan tersebut, hingga tersiar kabar telah ditanggapi oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim.

“besok rencananya Sekretaris Daerah (Sekda) Muara Enim akan meninjau langsung kelapangan, ini barusan saya dapat kabat” lanjut Herry diselah perbincangan. 

Terpisah, Kepala Desa Sukarami Herman Zainal beberapa waktu lalu ditemui dikediamannya mengaku sudah ada kordinasi langsung dengan pihak perusahaan diantaranya Subcont PT.Waskita (S-Form dan Semidang Jaya) dan sudah ada beberapa poin kesepakatan antara kepala desa dan pihak perusahaan diantaranya perekrutan tenaga kerja, yang menurutnya sudah disepakati oleh dua kades (Air Keruh dan Sukarami), sabtu (20/3/21).

“sebelumnya sudah ada kordinasi dengan kita dan sudah ada kesepakatan yang ditandatangani, itu ada beberapa poin diantaranya tenaga kerja” papar kades.

Namun dirinya tetap berharap kepada pihak perusahaan Subcont yang bekerja diwilayah zona satu yang melewati jalan desa harus memperbaiki karena jalan tersebut merupakan akses warga setempat untuk bertani.

“kami memohon kepihak perusahaan yang baru masuk (jalan) tolong diperbaiki karena jalan itu akses produksi masyarakat aku, yang lebih kurang 1400 warga melewati jalan itu” tegasnya seraya mengatakan banyak masyarakat yang dirugikan jika jalan tersebut rusak.(tau/sn)

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA



Share:

Situasi Terkini Covid - 19 Pertanggal 22 Maret 2021






 

Share:

Tanggapi Putusan MK, Begini Pernyataan KPU PALI


PALI. SININEWS.COM -- Menyikapi putusan MK yang memerintahkan KPU PALI menggelar PSU di empat TPS,  Sunario SE ketua KPU PALI selaku termohon siap laksanakan putusan itu. 


Namun sebelum pelaksanaan PSU, KPU PALI akan koordinasi terlebih dahulu dengan KPU pusat. 

"Kita siap laksanakan putusan itu. Namun kita akan koordinasi dengan KPU pusat terlebih dahulu untuk laksanakan PSU," kata Sunario. 

Dalam pelaksanaan PSU nanti yang diberi waktu 30 hari kerja setelah putusan MK, Sunario akan mengevaluasi kinerja KPPS di empat TPS itu. 

"Apakah dilakukan seleksi ulang untuk KPPS dimaksud atau dipertahankan, kita konsultasi dengan KPU pusat terlebih dahulu, namun kita condong untuk diganti KPPS di empat TPS yang akan dilakukan PSU," tandasnya 

Sementara itu, Beni Setiawan, ketua Tim pemenangan Paslon Devi Haryanto-Darmadi Suhaimi akan melakukan rapat intetnal menanggapi putusan MK tersebut. (sn/perry)
Share:

MK Putuskan 4 TPS di PALI Dilakukan PSU


PALI. SININEWS.COM --  Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang putusan sengketa Pilkada di kabupaten PALI yang digelar pada Senin (23/3/21) memutuskan dan memerintahkan kepada KPU Kabupaten PALI untuk lakukan Pemilihan Ulang (PSU) terhadap 4 TPS yang dinilai adanya pelanggaran Pemilu. 


Empat TPS dimaksud adalah TPS 06 Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara, TPS 08 Desa Babat Kecamatan Penukal, TPS 09 Desa Air Itam dan TPS 10 Desa Air Itam Kecamatan Penukal. 

PSU sendiri diperintahkan MK 30 hari kerja setelah putusan. (sn/perry)
Share:

Jhon Heri Resmi Lantik SMSI Kabupaten PALI


PALI, SININEWS.COM -- Kepengurusan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI)  Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),  resmi dilantik oleh Ketua SMSI Sumsel Jhon Heri dan dihadiri oleh Asisten II Usman Gumanti,  Forkopimda, Ketua PWI, Ketua KNPI,  SKPD dilingkup Pemkab PALI, Manajer Humas MHP,  PT Adera, Ketua SMSI se-Indonesia Sumsel,  dan Pengurus SMSI PALI yang dilantik,  Senin (22/03/2021) di Balai Seni Candi Bumi Ayu Kecmatan Tanah Abang  Kabupaten PALI


Dalam sambutannya Ketua SMSI PALI menyampaikan kesiapan SMSI PALI menjalin hubungan baik dengan semua elemen yang ada di Kabupaten PALI demi terciptanya pembangunan yang kondusif di kabupaten PALI apa lagi saat ini belum adanya Bupati yang definitif. 


"Hadirnya SMSI di Kabupaten PALI sebagai wadah berkumpulnya para pemilik media Siber di Kabupaten PALI sebagai cerminan dan kontrol sosial pembangunan di Kabupaten PALI terkhusus terkait pemberitaan, apalagi SMSI merupakan Organisasi yang resmi dari Dewan Pers setelah PWI sebagai wadah organisasi Profesi Wartawan yang hadir di Kabupaten PALI," ungkap Habibi dalam sambutannya. 


Sementara itu Ketua SMSI Sumsel Jhon Heri menguraikan hadirnya SMSI berawal dari pemikiran para senior dan Pimpinan PWI seluruh Indonesia melihat maraknya media online yang ada saat ini dan berada diluar jalur kaidah Jurnalistik. 


"SMSI dan PWI ini dia organisasi yang sama-sama konstituen Dewan Pers dan SMSI terlahir dari pikiran para petinggi PWI yang menganggap perlunya pelurusan pemberitaan dibidang siber yang sudah sangat jauh dari kaedah dan aturan Jurnalistik," uratnya.


Selanjutnya Jhon Heri menyatakan SMSI ini diresmikan ditahun 2015 di Pusat dan bertugas membimbing media siber yang ada untuk memenuhi syarat-syarat yang disyaratkan Dewan Pers menuju perusahaan media yang profesional. 


"SMSI ini mempunyai wewenang melakukan bimbingan bagi para pilih media siber untuk melengkapi segala bentuk kelengkapan sebagai media hingga tidak terjerat UU ITE.  Maka itu mari bagi kawan-kawan yang memiliki website untuk melengkapi segala persyaratan yang ada hingga medianya memiliki akta Perusahaan dan berbagai persyaratan lainnya," terang Jhon. 


Sementara Plh Bupati Kabupaten PALI yang diwakikan oleh Asisten II Usman Gumanti mengucapkan selamat atas pelantikan Pengurus SMSI PALI dan berharap sinergitas antara SMSI PALI dan Pemkab PALI dapat terjalin dengan baik terkhusus dibidang pemberitaan. 


"Dengan semangat profesionalisme jurnalis dan berpegang pada kode etik jurnalistik, maka dalam kesempatan ini saya berharap kepada rekan-rekan sekalian untuk konsisten menyajikan pemberitaan yang berimbang, proporsional dan bertanggungjawab. Memberi nilai manfaat bagi masyarakat dengan pemberitaan yang informatif dan edukatif, serta tentunya menghindari pemberitaan yang bersifat bohong (hoax), fitnah maupun provokatif. Sehingga terciptanya sinergitas antara SMSI selaku Organisasi Media di Kabupaten PALI bersama Pemkab PALI," harapnya.(ril) 

Share:

MPPDT fasilitasi Dialog Publik Wang Tempirai untuk wujudkan Desa Tempirai Raya yang MAJU


PALI. SININEWS.COM -- Dari semua rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh pengurus MPPDT, dapat ditangkap keinginan kuat dari masyarakat arus bawah (Grassroots) Tempirai agar pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata supaya segera diwujudkan. Gagasan dan mimpi besar Pemuda-pemudi Tempirai pada tahun 2019 menggelinding seperti bola salju, makin besar dan tidak terbendung untuk mewujudkannya.


Secara historis Desa Tempirai awalnya 1(satu) Desa, seiring perkembangan zaman, memperhatikan luasnya dan besarnya jumlah penduduk Desa Tempirai, maka untuk efektivitas dan efisiensi pelayanan publik kepada masyarakat Desa Tempirai dilakukan pemekaran jadi 4 (Empat) Desa Tempirai defenitif yaitu Desa : Tempirai,  Tempirai Utara, Tempirai Selatan dan Tempirai Timur serta 1(satu) Desa persiapan Tempirai Barat. Dari semuanya itu masyarakat menyebutnya Desa Tempirai Raya.
Desa Tempirai Raya merupakan satu kesatuan yang utuh (unity) Wang Tempirai karena kondisi aktual secara sosial, ekonomi, budaya, keamanan, ketertiban dan politik tidak bisa dipisahkan atau berdiri sendiri karena situasi kondisi masyarakatnya tidak terpisahkan, saling mempengaruhi, saling berinteraksi dan saling membutuhkan. Walaupun sebagaimana kita ketahui secara administrasi pemerintahan yang ada sudah dibagi menjadi 5(lima) Desa, supaya tercipta pelayanan publik yang baik.

Kondisi itu berpotensi besar menjadi batu pondasi yang kuat (milestone) untuk membangun Desa Tempirai Raya menjadi Desa yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata dengan 5 (lima) keuntungan yang didapat seperti pada release berita MPPDT sebelumnya. Hal ini bisa menjadi program strategis nasional jika konsep pembangunan Desa Tempirai Raya terintegrasi dalam dokumen pembangunan hasil dari proses MusrenbangDes Tempirai Raya agar pada tataran pelaksanaan pembangunan dimasing-masing Desa di Tempirai yang dilaksanakan oleh PemDes saling berhubungan dan saling menguatkan untuk kepentingan masyarakat Desa Tempirai Raya, seperti release berita MPPDT terdahulu meminta PemDes Tempirai Raya putuskan pembangunan Desa Tempirai Raya jadi Desa Wisata dalam MusrenbangDes. Hipotesis Tempirai Raya tidak bisa dipisahkan maka perlu kita uji dengan contoh kasus sebagai berikut : 
Contoh 1 tentang jalan keluar-masuk Desa Tempirai Raya, kades Desa yang mana yang punya kewenangan dan bertanggung jawab ???
Contoh 2 tentang permasalahan kebersihan lingkungan pada Padang Danau Desa Tempirai Raya,  Kades Desa yang mana yang punya kewenangan dan bertanggung jawab ???
Contoh ke 3 tentang Kebersihan, Keamanan dan Ketertiban Desa Tempirai Raya sebagai aspek SAPTA PESONA yang menjadi syarat jadi Desa Wisata, apakah bisa jika dilakukan oleh hanya 1 (satu) Desa ???
Dari 3 (tiga) contoh kasus diatas, sangat jelas masing-masing Desa di Tempirai Raya harus KOMPAK tentang Persepsi, Visi, Misi dan Aksi dalam program pembangunan supaya pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU bisa dilaksanakan secara efektif dan efisien.
Jika ingin jadi Desa yang MAJU, Wang Tempirai harus meninggalkan penghambat pembangunan yaitu sikap feodalisme (tidak bisa menerima saran yang berbeda atau kritik membangun), ego sektoral perDesa, sikap hidup Wak wek (tidak peduli dengan lingkungan sekitar). kite Wang Tempirai harus membangun Demokrasi yang sehat dengan filosofi "Lawan Bicara Teman Berpikir" agar lahir gagasan besar dan terbaik karena berpikir banyak orang pasti lebih baik dari berpikir sendiri !!!

Dalam rangka mewujudkan mimpi besar Wang Tempirai Raya membangun Desa yang MAJU dengan cara dijadikan Desa Wisata harus menciptakan SAPTA PESONA, dan potensi besar Desa Tempirai Raya akan jadi Desa Wisata sudah ada dari anugerah ALLAH SWT diberikan Danau Desa Tempirai yang indah dan berbagai kearifan lokal masyarakat lainnya seperti : Tari Lading, Kerajinan tangan nganyam (tikar, kanjang, bunang, tudung dll), makanan sagurorong, ikan salai, ikan asin dan lain-lain. Bahwa pertanda zaman bahwa Tempirai Raya maju sudah ada dengan hadirnya Kmpung Inggris Tempirai yang diinisiasi oleh AEC-KIT.

Sehubungan dengan hal-hal tersebut diatas MPPDT memfasilitasi acara Dialog Publik Wang Tempirai dimanapun berada yang melibatkan semua pemangku kepentingan (stakeholder) Tempirai Raya yaitu : PemDes, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh adat, Civitas akademika, BUMDES, Pemuda dan lain-lain nya yang direncanakan peserta nya 100 orang via Zoom Meeting, rencana kegiatan dilaksanakan pada hari Ahad tanggal 28 Maret 2021 jam 15.30 17.30 WIB dengan agenda silaturahim Wang Tempirai, membangun persepsi, visi, misi dan aksi Pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU.

MPPDT berharap kepada para undangan peserta Dialog Publik dapat berpartisipasi mengikuti acara tersebut sebagai bentuk nyata kontribusi pembangunan Desa Tempirai Raya yang MAJU. Saran MPPDT Wang Tempirai jangan kehilangan momentum, kalau bukan sekarang kapan lagi kalau bukan kita siapa lagi, ayok berpartisipasi dan berkontribusi untuk Tempirai Raya yang MAJU. (Tim MPPDT) 
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts