Hero Dilantik Hari Jumat Ini, Sekda: Mudah-mudahan Tidak Berubah Lagi


PALI. SININEWS.COM -- Sepertinya pelantikan pasangan calon Bupati dan wakil bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpilih H Heri Amalindo-Soemarjono (Hero) dipastikan pelaksanaannya pada hari Jum'at tanggal 18 Juni 2021 di Griya Agung pukul 14.00 WIB, dimana proses pelaksanaan pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru. 


Kabar itu disampaikan Sekda PALI Syahron Nazil Selasa (15/6/21) di ruang kerjanya. 


Menurut Sekda bahwa Pemkab PALI telah menerima informasi pelaksanaan pelantikan Paslon Hero hari Jum'at di Griya Agung. 


"Mudah-mudahan kabar itu tidak berubah lagi agar roda pemerintahan di kabupaten PALI berjalan maksimal. Namun saat ini kami masih menunggu pemberitahuan resmi dari Pemerintah provinsi," kata Sekda.


Kabar pelantikan bupati dan wakil bupati PALI terpilih dikuatkan Kabag Tapem Rusdi. Menurutnya bahwa jadwal pelantikan Paslon Hero dipastikan hari Jum'at tanggal 18 Juni 2021.


"Hari ini kami diperintahkan oleh Karo Pemerintahan dan Otonomi Daerah Provinsi Sumatera Selatan untuk mengambil undangan ke Palembang. Artinya jadwal pelantikan sudah ada undangannya dan Insyaallah tidak akan berubah lagi," terang Rusdi. 


Hanya saja, untuk tamu undangan yang bisa masuk ke Griya Agung dibatasi karena pandemi covid-19.


"Dari PALI hanya dibolehkan 121 orang, terdiri dari Paslon yang dilantik, DPRD PALI, tokoh masyarakat dan OPD. Dari provinsi hanya 29 orang. Untuk persiapan pelantikan dari Pemkab PALI, sudah siap kapan pun dilaksanakan," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Prambatan-Penandingan Butuh Akses Penghubung, Pj Bupati Segera Usul Bangun Jembatan


PALI. SININEWS.COM -- Melihat langsung perbatasan antara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tepatnya di pelabuhan khusus batubara milik PT EPI di Desa Prambatan kecamatan Abab kabupaten PALI dan Desa Penandingan Kabupaten Muba pada Senin (14/6/21), Penjabat Bupati PALI DR H Rosidin Hasan merasa ada potensi yang mampu bangkitkan ekonomi masyarakat di dua kabupaten tersebut. 


Potensi tersebut bisa dikembangkan apabila dua daerah yang terhalang sungai Musi itu dibangun akses penghubung berupa jembatan.


"Kalau antara Desa Prambatan PALI dan Desa Penandingan Muba dibangun jembatan tentunya dua daerah ini akan bisa sering berinteraksi tanpa ada hambatan. Pasalnya selama ini masyarakat harus menggunakan perahu untuk bisa menyebarang yang tentunya waktu lebih lama juga perlu biaya lebih apabila masyarakat dua desa ini ingin saling berkunjung," ucap Bupati.



Ditambahkan Pj Bupati bahwa dari informasi yang didapat, sebagian besar masyarakat desa Penandingan Muba dalam memenuhi kebutuhan bahan pangannya lebih banyak di pasok dari PALI. 


"Karena lebih dekat ke wilayah PALI, warga Penandingan kerap berbelanja ke desa Prambatan dengan cara menyebarang menggunakan perahu. Tentu saja, apabila ada jembatan akan menumbuhkan ekonomi di wilayah tersebut. Selain itu, dengan adanya jembatan antara Prambatan-Penandingan bisa memudahkan masyarakat menuju kabupaten Muara Enim atau Lahat tanpa harus mememutar melalui Palembang. Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan OPD terkait agar mengusulkan pembangunan jembatan ke pemerintah provinsi atau ke pusat," terang Bupati. 



Sementara itu, Jabat perwakilan PT Energate Prima Indonesia (EPI) menyambut baik rencana Pj Bupati PALI untuk membangun jembatan. 


"Kami sangat apresiasi rencana itu, kami juga akan mendukung agar rencana itu bisa terwujud karena akan berdampak positif bagi perkembangan dua daerah tersebut," ucapnya. 


Pada kunjungan itu, Pj Bupati PALI didampingi Ketua TP.PKK PALI Hj Elly Ismiani, Camat Abab, Kepala Desa Prambatan juga Kepala Dinas Perhubungan serta beberapa staff di Pemkab PALI. (sn/adv)

Share:

Pastikan Pelayanan di Faskes Maksimal, Pj Bupati PALI Tinjau Dua Puskesmas


PALI. SININEWS.COM -- Dalam memberikan pelayanan prima dan bisa memuaskan masyarakat di segala sektor, Penjabat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) DR H Rosidin Hasan selalu menekankan semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI untuk memberikan pelayanan maksimal dan mengedepankan cara humanis agar masyarakat menilai pemerintahan bisa positif. 

Salah satu yang menjadi prioritas Pj Bupati PALI dalam memberikan pelayanan optimal adalah pada fasilitas kesehatan yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.. 

Dan untuk memastikan pelayanan pada Faskes tidak menimbulkan keluhan masyarakat, Pj Bupati PALI pada Kamis (10/06/2021) lalu mengunjungi serta lakukan silaturahim di Puskesmas Air Itam dan Puskesmas Tempirai.


Dalam kunjungannya itu, Pj Bupati PALI di dampingin Kepala Dinas Kesehatan Mudakir dan OPD terkait.

Dalam Sambutanya Bupati Penukal Abab Lematang Ilir mengatakan bahwa pusat kesehatan masyarakat atau Puskesmas menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di masyarakat yang tentu saja memiliki peran yang sangat penting dalam memenuhi hak masyarakat untuk hidup sehat.

"Oleh kerena itu Puskesmas harus tetap siaga memberikan pelayanan yang terbaik demi masyarakat. Selalu siaga dan sigap ketika ada masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan," pesan Bupati. 

Ditambah DR Rosidin Hasan bahwa dalam memberikan pelayanan, petugas atau tenaga medis harus mengutamakan keramahan dan selalu menebar senyum. 


"Senyum memang kita anggap biasa-biasa saja, tetapi dengan senyum bisa saja jadi obat pasien yang hendak berobat. Karena banyak fakses atau tempat praktek dokter yang ramai dikunjungi dan banyak pasien puas atau bahkan sembuh dengan modal senyuman padahal metode pengobatan dan obatnya sama dengan fakses pada umumnya," imbuhnya. 

Pj Bupati PALI berharap pelayanan kesehatan di PALI akan lebih baik lagi dari waktu ke waktu. 

"Saat ini PALI terus membangun, termasuk membangun rumah sakit Pratama di Tanah Abang yang Insyaallah tidak lama lagi bisa difungsikan. Yang tentunya masyarakat Tanah Abang dan kecamatan sekitar tidak lagi jauh-jauh untuk pergi berobat dan kami berharap dengan makin lengkapnya faskes di PALI pelayanan semakin maju dan maksimal," harapnya. (sn/adv)
Share:

Desa Air Talas, Surganya Buah Jeruk Terkenal Manis Asli Dari Bali

Foto : Taufik/ sininews.com/ Kepala Desa Air Talas, Kab.Muara Enim Gede Arsana sekaligus pemilik lahan buah jeruk, minggu (13/6/21).

Muara Enim, SININEWS.COM – Desa Air Talas Kecamatan Rambang Niru Kabupaten Muara Enim merupakan surganya buah-buahan, diantaranya buah jeruk yang kini menjadi primadona dikalangan masyarakat setempat bahkan luar kota seperti Kota Prabumulih, minggu (13/6/21).

Air Talas salah satu kampung transmigrasi masyarakat Bali itu setiap tahunnya dipenuhi oleh para wisatawan dari Muara Enim bahkan luar kota sekalipun. Bukan tanpa alasan 80 persen warga disana memiliki kebun jeruk yang kini menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi.

Salah satunya Gede Arsana petani jeruk lokal keturunan masyarakat Bali sekaligus Kepala Desa Air Talas yang memiliki beberapa hektar kebun jeruk kini ramai dikunjungi masyarakat untuk berburuh buah.

Jeruk Air Talas yang dikenal manis itu diakuinya diimpor dari Bali langsung, yang tahun lalu pendapatan masyarakat akan hasil panen jeruk dari 20 hektar lahan sekitar lebih dari Rp.1 Miliar pertahunnya 

“Jeruk ini memang asli dari Bali, bibit dan pola penanamnya juga kami tiru dari sana” jelas Gede Arsana ketika wawancarai disela kesibukannya melayani pengunjung kebun jeruk miliknya.

Tak hanya itu, setiap panen jeruk yang tersisa (buah jeruk rusak) juga bisa dimanfaatkan sebagai minuman dan selai yang dikelola oleh Kelompok Tani Desa Air Talas.

“kita juga bantu ekonomi warga dari jeruk jni, salah satunya memberikan kesempatan warga untuk mengelola jeruk yang tersisa untuk diolah menjadi minuman dan selai” lanjut Kades seraya mengatakan panen jeruk selanjutnya berkisar dibulan November sampai Desember.

Banyak pengunjung dari berbagai daerah memadati kebun jeruk untuk sekedar berswafoto dan tak sedikit pengunjung menggelar tikar untuk bersantai dan makan sembari memetik buah jeruk.

Sementara itu, Erni warga Kota Prabumulih yang berkunjung dikebun jeruk milik pak kades mengaku baru pertama kali memetik buah secara langsung bersama keluarganya.

“Kesini tadi ajak keluarga, jeruknya manis tapi masih ada juga yang asam karena masih muda” tutur wanita paruh baya ini.

Untuk harga jeruk, pemilik kebun mematok Rp 15 ribu perkilogram dengan menggratiskan semua pengunjung untuk makan ditempat sepuasnya. (tau/sn)

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA



Share:

PEMDES MUARA IKAN GELAR MUSDESUS TETAPKAN DATA SDGs 2021


PALI,  Sininews. Com -- BBerdasarkansurat Edaran Kemendes PDTT Dirjend Pembangunan Desa kepada Kepala Daerah Gubernur/Bupati/Walikota dan Kepala Desa seluruh Indonesia, nomor 5/PR/03.01/III/2021 perihal Pemuktahiran Data IDM berbasis SDGs.

Pemerintahan Desa Muara Ikan Kecamatan Penukal Utara  Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Pada tanggal 4 Juni 2021 yang lalu,  telah menggelar Musyawarah Desa Khusus untuk penetapan Data Indek Desa Membangun (IDM) berbasis Sustainable Development Goals ( SDGs)  tahun 2021.

Dijelaskan Ruslan Mansyur ,SE  Kepala Desa Muara Ikan pada awak media ini (13/6/2021) bahwa hampir satu bulan Tim Pokja Pendataan SDGs turun kelapangan mendata berbagai survey " By name by Addrees " di   3 Dusun.

Pada Kegiatan Musdesus dibuka Ketua BPD Muara Ikan Marhan dan hadiri Maka Giansar Camat Kecamatan Penukal utara,  Babinsa,  Bhabinkamtibmas, PD/PLD, Perangkat Desa dan Tokoh Masyarkat lainya. 

Dilanjutkan laporan secara rinci Ketua Tim Pokja SDGs  Aang Kunaifi, SH, bahwa pendataan SDGs Muara Ikan meliputi  berbagai survey, antara lain survey Rumah tangga dan survey Individu,  dengan disimpulkan dari 225  Kepala Keluarga ( KK) dan tervalidasi 902 Jiwa. 

Tambah Kepala Desa yang baru menjabat 1.5 tahun ini,  dari Data IDM berbasis SDGs ini,  akan menjadi tolak ukur Pemerintah Pusat status Perkembangan Pembangunan dan Ekonomi Desa Muara Ikan.

Sbagai Kepala Desa diwilayah Zona terpencil diantara 13 Desa se Penukal Utara,  yang tentunya banyak ketertinggalan diberbagai bidang Pembangunan, berharap banyak kepada Pemerintah Daerah Dan Pemerintah Pusat untuk mendorong  Desa Muara Ikan dapat Maju dan mandiri. Harap... sang Kepala Desa...! 

Ditempat terpisah,  disampaikan Kadin PMD PALI  melalui Kabid TTG dan Pemberdayaan Edy Irwan, SE. Msi,  mengapresiasi atas kinerja Tim Pokja Pendataan, dengan bekerja secara proporsional dan tepat waktu sehingga dapat disimpulkan Musdesus Penetapan data SDGs tahun 2021, berjalan baik dan 100% selesai. 

Akan tetapi perlu diagendakan setelah pendataan, tentunya setiap Desa masih banyak berbagai kekurangan fasilitasi Pemerintah dan Masyarakat, Dari dasar itulah, dalam perencanaan kedepan Desa akan menjadikan nya acuan dalam Musyawarah Desa yang akan tuangkan dalam APBDes  tahun berjalan. 

Juga Edy irwan menghimbau agar setiap kegiatan Pemerintahan Desa,   selalu berkoordinasi dan melibatkan peran serta Masyarakat sehingga dapat tercipta sistem kerja yang Transparan dan Akuntabel... Harap.....nya


(Bungharto/SN)

#Umum

Share:

Api Ngamuk di Talang Ritam, Rumah Muhadan Rata Dengan Tanah


PALI. SININEWS.COM -- Salah satu rumah milik warga Talang Ritam Desa Tanding Marga Kecamatan Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hangus terbakar pada Sabtu pagi (12/6/21) sekitar pukul 08.00 WIB saat ditinggal penghuninya ketika menyadap karet di kebunnya. 


Menurut A Rivai kepala desa Tanding Marga bahwa penyebab kebakaran belum diketahui pasti, karena saat pertama kali diketahui api langsung membesar dan melalap rumah dan isinya serta saat kejadian kondisi dusun tengah sepi karena sebagian besar warga tengah beraktivitas di kebunnya. 


Namun beruntung dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa, tetapi rumah korban nyaris rata dengan tanah dan tidak satupun isi rumah yang bisa diselamatkan. 


"Pemilik rumah bernama Muhadan usia 55 tahun. Kerugian ditaksir ratusan juta rupiah karena rumah dan isinya hangus terbakar," ucap Kades, Minggu (13/6/21).


Diakui Kades bahwa mobil Damkar tidak bisa menembus lokasi kejadian karena selain jarak jauh juga medan ke lokasi cukup sulit ditembus armada Damkar. 


"Warga hanya bisa menolong memadamkan api dengan alat seadanya, karena mobil Damkar tidak bisa masuk ke lokasi. Kendati tidak bisa masuk, tapi tim dari BPBD PALI datang ke lokasi. Untuk meringankan beban korban kebakaran, kami dari pemerintah desa dan dinas sosial juga BPBD telah menyalurkan bantuan berupa sembako dan alat tidur. Untuk sementara waktu, korban mengungsi di rumah kerabatnya," terang Kades. 


Atas kejadian itu, Kades menghimbau warganya untuk waspada dan mengantisipasi musibah kebakaran untuk selalu mengecek kompor ketika rumah hendak ditinggalkan juga selalu mengecek instalasi listrik.



“Kita sangat perihatin atas kejadian ini, dan  jadikan pelajaran kita semua, agar tetap memperhatikan rumah sebelum melakukan aktifitas, baik mencari nafkah atau pun melakukan aktifitas lainnya. Kami juga mengingatkan kepada warga memasuki musim kemarau  untuk membuka lahan tidak dengan cara membakar. Karena, selain ada ancaman pidana juga bisa membahayakan keselamatan bagi warga itu sendiri,” himbaunya.


Sementara itu, Metty Etika kepala Dinsos PALI mengatakan bahwa pihaknya telah mendatangi korban kebakaran dan sebagai kepedulian pemerintah, Dinsos PALI telah memberikan bantuan tanggap darurat. 


"Kita bantu alat masak, makanan dan paket sembako juga selimut. Mudah-mudahan dengan bantuan itu dapat meringankan beban korban kebakaran," kata Metty.  (sn/perry)

Share:

Curi Kabel Recording Seismik Sepanjang 15.000 Meter Milik PT.BGP, Warga Patih Galung Diamankan Polisi

 

FOTO :  Fedo Polsek Barat/ Pelaku AN diamankan di Polsek Prabumulih Barat beserta barang bukti kabel recording, sabtu (12/6/21).

PRABUMULIH, SININEWS.COM – AN (42) warga Jalan Melati RT 005 RW 001 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih kemarin sore terpaksa menangkap pelaku pencurian kabel rekam seismik sepanjang 15.000 meter, sabtu (13/6/21).

Kejadian pencurian kabel rekam jejak (Recording) sismik milik PT.BGP yang dipertanggungjawabkan oleh PT.TUB itu sekira pukul 17.30 wib diwilayah Kelurahn Patih Galung.

Sementara itu, Aris Bin Kasio (43) selaku Koordinator HSE warga Jalan Dukuh Pengkok Kelurahan Nglebur Kecamatan Jicen itu melaporkan kejadian Pencurian dengan pemberatan tersebut Kepolsek terdekat.

Kanit Reskrim Polsek Prabumulih Barat IPDA Darmawan,SH bersama Unit Intel AIPDA Adeyus,SH mendapat informasi keberadaan pelaku di jalan Anggrek Kelurahan Prabumulih Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, kemudian Tim Opsnal langsung menuju ke TKP dan berhasil  mengamankan pelaku dan barang bukti kabel sebanyak 3 roll.

“benar pelaku sudah kita amankan beserta barang bukti, Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Prabumulih Barat guna dilakukan penyidikan lebih lanjut” ucap Kapolsek Prabumulih Barat AKP Suryadi,SIP, M.Si melalui Kanit Reskrim Ipda Darmawan.

Diketahui dari penangkapan pelaju petugas berhasil menyita barang bukti kabel Recording Seismik milik PT.TUB sebanyak 100 roll atau 15.000 meter yang telah dibentangkan disepanjang kebun.

Akibat kejadian itu pelaku diancam dengan sangkaan pasal 363 KUHP yang berbunyi "Barangsiapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau denda paling banyak enam puluh rupiah.” 

Untuk informasi dihari yang sama puluhan warga tiga desa memblokir kegiatan recording (Labo) yakni Gunung Kemala, Tanjung Telang dan Gunung Raja yang meminta pembayaran ganti untung segera dibayarkan.

Pihak perusahaan yang diwakili Legal Humas Jumadi bernegosiasi dengan warga melalui sambungan telepon dan sepakat pihak PT.GBP segera membayar lahan warga.

“Hari ini ada uang 400 juta pak, sisanya tanggal 15 baru bisa dibaya” ucap Jumadi 


 

 

Share:

Pahrudin Pimpin Yayasan YPIP PALI


PALI. SININEWS.COM -- Setelah berakhirnya masa kepengurusan Yayasan YPIP PALI Periode 2016-2021,hari ini, Sabtu (12/6/21) dilaksanakan pemilihan Ketua yang baru periode 2021 - 2026.


Pemilihan dipimpin Ketua Pembina YPIP sekaligus Camat Talang Ubi, Hardin. 

Turut hadir pada kegiatan itu, Kadisdik kabupaten PALI Kamriadi diwakili Sekdin Haris Munandar S.Pd M.Si, Dewan Pendidikan diwakili Drs.H.Haris Muttaqin, Polsek Talang Ubi, Jajaran Pengurus Yayasan serta Kepala SD, SMP SMA, SMK dilingkungan YPIP dan Dewan Guru. 

Pemilihan berjalan lancar dan terpilih dengan suara terbanyak Pahrudin,
 S.Pd mengungguli Suherman SE. 

Setelah selesai pemilihan langsung serah terima jabatan ketua yang lama dari Mukhlis Nabil BA kepada yang baru Pahrudin S.Pd.

Dalam sambutannya Ketua Dewan Pembina mengucapkan Selamat buat Ketua terpilih, "Semoga bisa memajukan Yayasan YPIP yg merupakan Yayasan tertua di kabupaten PALI," harapnya. (sn/perry)
Share:

Insan PTBA Divaksin Covid-19


MUARA ENIM, Sininews.com -- Sejumlah langkah preventif terus dilakukan oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) untuk memerangi wabah Covid-19. Salah satu langkah besar yang diambil PTBA sekaligus mendukung program Pemerintah yaitu pelaksanaan vaksinasi.

Penyelenggaraan kegiatan ini berlangsung mulai pada hari ini, Kamis (10/6/2021) hingga Selasa 15 Juni 2021 bertempat di GSG Baru PTBA Tanjung Enim. 

Saat dibincangi disela kegiatan, Ketua Panitia Pelaksana Vaksinasi, Reviyanto mengatakan bahwa PTBA bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan Dinas Kesehatan Muara Enim menyediakan total 3000 dosis vaksin dimana 800 dosis untuk pegawai dan 2200 dosis untuk alih daya PTBA. Vaksin yang diberikan merupakan jenis Astrazeneca, dimana pegawai yang berusia diatas 30 tahun yang akan mendapatkan vaksin ini. 

"Alhamdulillah program vaksinasi yang dilakukan PTBA ini sangat direspon positif oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan disambut baik Pemerintah Daerah Kabupaten Muara Enim," ucapnya. 

Manajer Administrasi dan Personel SDM PTBA ini menguraikan bahwa sebelum mendapatkan vaksin, seluruh peserta harus melewati proses screening terlebih dahulu untuk memastikan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan sehat sehingga aman untuk melakukan vaksinasi.

Setelah proses screening, barulah peserta bisa di vaksin. Tahap terakhir dalam vaksinasi ini adalah observasi, peserta diminta untuk menunggu kurang lebih 30 menit untuk mengetahui apakah ada efek samping setelah di vaksin.

"Mudah-mudahan pada kesempatan hari ini, kegiatan dapat berjalan dengan lancar sampai 5 hari kedepan, kedepannya vaksinasi dosis kedua akan dilaksanakan kurang lebih 3 bulan mendatang, " ucapnya. 

Pada kesempatan yang sama, dr. Bandriyo Sudarsono, Kepala Rumah Sakit Bukit Asam menjelaskan bahwa untuk vaksin bisa ada efeknya atau tidak, tergantung dari daya tahan tubuh tiap - tiap individu. Untuk gejala terkadang sedikit panas, meriang dan kadang-kadang istilahnya fatigue atau agak kelelahan. Itu adalah sebenarnya efek samping dari semua vaksin.

Kemudian untuk batas usia yang aman adalah 30 – 35 tahun ke atas untuk jenis vaksin Astrazeneca dengan tingkat keefektifan untuk vaksin sudah lebih dari 70-80 persen.

Bagi masyarakat dan pekerja, tidak perlu takut, tujuan dari vaksin adalah memasukkan virus ke kita supaya kita kebal. Namun, bagi penderita penyakit berat, contohnya sakit jantung dan cuci darah perlu lebih hati-hati di dalam hal ini. Sebenarnya hal itu bukan kontra indikasi, hanya saja kita perlu hati-hati. Sedangkan bagi masyarakat yang pernah kena covid, tidak perlu takut divaksin namun harus menunggu 3 bulan setelah dia terkena covid.

"Harapannya orang yang sudah diberi vaksin angka kesakitan covid akan menurun, karena daya kekebalan dari yang divaksin itu akan jadi lebih kebal," ujarnya.

Sementara itu, Mewakili Manajemen PTBA, Yudhya Santyawan, Senior Manajer SDM Operasional meminta kepada seluruh pegawai, keluarga dan mitra kerja agar mengikuti kegiatan vaksinasi ini, karena vaksinasi covid sangat penting untuk menjaga dan melindungi diri dari Covid-19.

Selain itu, Yudhya mengatakan vaksinasi dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 lebih luas dan juga untuk menjaga keberlangsungan operasional perusahaan. Vaksinasi Covid-19 sangat penting, tidak perlu takut dan cemas karena vaksin aman.

"Alhamdulillah saya telah melaksanakan vaksinasi hari ini. Meskipun kita semua sudah divaksin, kita harus tetap menjaga protokol kesehatan, kita tetap memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Dengan demikian, semoga kita semua diselamatkan dari wabah ini," ucapnya.

Sementara Efi Hendriyani mewakili Tenaga Kerja Ali Daya dari Satuan Kerja (Satker) CSR mengucapkan terima kasih pada PTBA dan Pemkab Muara Enim atas upaya pemberian suntikkan vaksin hari ini khususnya untuk tenaga kerja alih daya. 

"Vaksin ini sangat diperlukan untuk mencegah wabah virus Covid-19, apalagi tuntutan pekerjaan yang terkadang berhubungan dengan orang luar dan di lapangan seperti Satker CSR," ujarnya. 

Ia mengatakan bahwa suntikan vaksin ini sama seperti suntikkan biasa dan efeknya tidak bahaya, jadi untuk teman - teman yang belum, jangan takut divaksin karena ini untuk kebaikkan kita bersama dalam mencegah wabah Covid 19.

Share:

Ada apa ? Dengan Pertanian Padi Di Desaku

 Sebuah Opini Dari Darmin Dirgantara


Sininews.Com -- Desa Tanjung Dalam Adalah sebuah desa kecil yang berada di Kecamatan Tanah abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir provinsi Sumatera selatan.dan pemukiman masyarakat Desa Tanjung dalam terletak di bantaran Sungai Lematang.masyarakat Desa Tanjung dalam rata-rata berprofesi sebagai petani karet,pekebun dan buruh tani.

Dari awal bulan Februari biasanya para petani sudah sibuk melakukan proses-proses yang akan dilakukan sebelum padi-padi yang mereka tanam itu bisa dipanen.Padi dalam(bahasa latinnya: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya,padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.(Wikipedia).

 Sebelum melakukan proses penanam padi.Pada awal bulan Februari sampai dengan bulan Maret biasanya masyarakat Desa Tanjung dalam yang berprofesi sebagai petani sudah mulai menggarap dan membersihkan sawah-sawah mereka dari batang  padi yang sudah membusuk yang mereka tanam sebelumnya dan dari tumbuhan-tumbuhan liar lainnya Agar dalam proses penanaman dan pertumbuhan tanaman padi nantinya tidak terganggu.dan setelah proses membersihkan lahan persawahan itu  sudah selesai dilakukan.Biasaya pada pertenggahan bulan maret masyarakat sudah mulai melakukan proses menebar benih padi di sekitaran sawah-sawah mereka dan proses ini disebut oleh masyarakat setempat/pribumi (merencam).dan setelah benih padi yang mereka tebar disekitaran sawah itu tadi sudah berumur kira-kira 14 sampai dengan 20 hari.Benih Padi  yang mereka tanam itu akan di pindahkan kelahan sawah yang sudah mereka sediakan khusus.supaya padi yang sudah berumur 14-20 hari itu bisa tumbuh subur sebelum proses penanaman dilakukan dan proses ini disebut oleh masyarakat setempat/pribumi(mencemai/pencemaian).Setelah Proses Pencemaian itu selesai dilakukan biasanya petani menunggu dahulu sampai padi sudah berumur 30 sampai dengan 40 hari baru mereka melakukan proses penanaman padi.dan proses ini disebut oleh Masyarakat setempat/pribumi dengan (betandur).dan setelah proses penanaman padi selesai dilakukan biasanya petani harus menunggu sampai padi sudah berumur tiga bulan setenggah atau 110 hari baru bisa dipanen kalau padi yang mereka tanam tadi tidak habis dimakan oleh hama.

Proses perawatan yang dilakukan oleh para petani dari awal menebar benih sampai ketika tumbuhan padi sudah siap untuk dipanen.Juga tidak sedikit perawatan yang harus dilakukan oleh para petani agar tumbuhan padi tidak habis dimakan oleh hama seperti siput sawah(gondang),tikus,wereng burung serta masih banyak hama lainnya.perawatan yang sangat perlu diperhatikan adalah Ketika padi masih berumur muda dan baru selesai penanaman.diwaktu ini sangat rentan hama siput(gondang) menyerang dan bila itu sampai tidak bisa diatasi maka akan dipastikan padi yang baru selesai ditanam itu akan habis dimakan oleh si siput(gondang)ini.

Hal yang paling sangat ditakutkan oleh para petani adalah terjadinya Banjir dan jika sampai banjir yang  memasuki lahan persawahan itu sampai membuat semua padi-padi yang mereka tanam itu tenggelam dan lama banjirnya mencapai berminggu-minggu bahkan sampai berbulan-bulan.Maka padi-padi yang mereka tanam itu akan rusak dan membusuk dan bisa dipastikan petani akan menggalami gagal panen yang sangat merugikan bagi mereka.

Memang peran dan kepedulian pemerintah terhadap sektor pertanian juga tidak sedikit jumlahnya.Seperti memberikan bantuan pupuk,racun hama,alat untuk menggarap sawah(traktor),alat penggilingan padi dan alat untuk memanen serta masih banyak lainnya.tetapi penggawasan terhadap bantuan-bantuan yang disalurkan untuk para petani kurang diperhatikan akibatnya banyak sekali bantuan yang akan dialokasikan tidak tepat sasaran seperti penyaluran benih banyak sekali dari masyarakat yang padahal tidak berprofesi sebagai petani juga mendapatkan bantuan itu,serta alat-alat untuk pertanian juga banyak yang mangkrak dan hanya dipergunakan oleh orang-seorang.harapan masyarakat Desa Tanjug dalam kedepannya kepada pemerintah khususnya kepada Dinas pertanian Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI).Agar lebih ketat melakukan penggawasan terhadap bantuan yang akan disalurkan kepada sektor pertanian disetiap desa-desa yang berada di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI).baik itu bantuan berupa dana maupun matrial lainnya.

Juga diharapkan supaya pemerintah khususnya Dinas Pertanian kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).bisa menggayomi dan meningkatkan kesejateraan para petani yang telah menggantungkan hidup mereka di sektor pertanian itu.seperti membuat suatu  koperasi pertanian yang mana diharapkan koperasi pertanian itu bisa meningkatan harga jual dan meningkatkan kaulitas dari hasil panen yang akan dijual dipasaran nantinya.Agar ketika petani yang ingin menjual hasil panennya harga yang diterima oleh para petani sesuai dengan harga yang dijual dipasaran.jadinya para tengkulak-tengkulak yang masih bergentanyangan itu perlahan-lahan juga mulai menawarkan harga kepada para petani sesuai dengan harga yang dijual dipasaran.

Dan kepada masyarakat juga harapannya bisa ikut berkontribusi bersama dengan pemerintah dan Dinas pertanian kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).untuk melakukan penggawasan terhadap bantuan yang akan disalurkan kepada sektor pertanian.supaya setiap bantuan yang akan disalurkan terhadap sektor pertanian tepat sasarannya.dan juga untuk para petani agar bisa memperggunakan setiap bantuan yang telah disalurkan dengan semaksimal mungkin agar supaya bisa mendapatkan hasil panen yang melimpah ruah dan kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir(PALI).Menjadi lumbungnya pangan di Sumatera Selatan kedepannya.SEMOGA.

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts