Optimalisasi Perpustakaan & Miskinnya Literasi Membaca





SININEWS.COM -- Pada masanya, perpustakaan telah menjadi simbol bagi sebuah Perguruan Tinggi (PT), di dalamnya memiliki banyak literasi, buku, jurnal, film, dan beragam publikasi. Perpustakaan telah menjadi mercusuar bagi kampus, hanya saja saat ini bentuknya cenderung berubah lebih digitalized, yang isinya bukan lagi hardcopy melainkan dalam bentuk e-journal dan e-books.


Dalam Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menjelaskan perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan serta pemberdayaan bangsa. Dari UU tersebut jelas tertulis bahwa tujuan utama perpustakaan didirikan untuk meningkatkan pengetahuan dan mensejahterahkan bangsa.


Bagi PT, perpustakaan menjadi unsur strategis dalam menunjang akreditasi, eksistensi kampus, dan sarana bagi mahasiswa untuk mendalami disiplin ilmu. Namun, tujuan PT dalam membangun perpustakaan bukan hanya untuk mendorong faktor itu atau hanya untuk melaksanakan Tri Dharma PT semata. Hal terpenting adalah agar perpustakaan dapat menjadi pusat gerakan literasi dan menjadi ruang yang penuh dengan berbagai keilmuan dan pustakanya.


Fakta saat ini, banyak perpustakaan sepi seperti kuburan di tengah keriuhan kampus. Hal itu karena masih ada PT yang belum berupaya untuk melakukan transformasi dalam pengelolaan perpustakaannya. Di samping itu, mahasiswa masih memandang perpustakaan sebagai objek. Mahasiswa milineal cenderung lebih betah menggunakan gadget dibandingkan membaca buku di perpustakaan.  Dengan kondisi demikian reformasi untuk perpustakaan harus dilakukan agar dapat menjadi tiang penyangga dalam membangun pendidikan di elemen masyarakat, terutama membangun kelompok mahasiswa agar antusias terhadap perpustakaan.


Hal demikian, tentu tidak kita inginkan jika budaya literasi pendidikan anak bangsa telah hilang. Buku dan artikel seharusnya menjadi suatu pedoman bagi anak bangsa. Itu akan lebih baik jika perpustakaan menjadi prioritas sebagai tempat membaca, belajar, dan berdiskusi. Mahasiswa sekarang memang semakin cerdas dan kritis dalam menganalisa suatu permasalahan. Oleh karenanya, untuk mendorong mahasiswa dalam mendukung perpustakaan yang optimal, PT dan para stakeholder perlu membekali pengetahuan melalui program yang lebih membangun perpustakaan yang baik. Terutama membangkitkan minat baca, kenyamanan, dan kepercayaan diri saat mahasiswa membaca di perpustakaan.



 

Sejauh ini perpustakaan sebagai pusat literasi belum berkiprah secara optimal, yang salah satunya ditandai dengan minat baca anak bangsa yang rendah. Menurut UNESCO indeks minat baca Indonesia hanya 0.001 persen atau hanya satu dari 1000 orang Indonesia yang rajin membaca pada tahun 2012 (Kominfo, 2021). Sementara, hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-62 dari 70 negara pada tahun 2019 (Kemendagri, 2020).


Melihat fenomena ini, ironis bagi Indonesia sebagai negara yang lama merdeka seharusnya bisa membangkitkan tingkat pendidikan yang jauh lebih berkualitas. Indeks minat baca yang rendah akan berdampak dalam memperburuk pembangunan SDM Indonesia. Bahkan, ini dapat membuat daya saing dan pendapatan perkapita yang menurun.


Dalam konteks jumlah dan kelayakan perpustakaan, sekitar puluhan ribu sekolah dari berbagai jenjang pendidikan belum memiliki perpustakaan. Misalkan saja dalam empat tahun terakhir, kurang lebih sebanyak 70.000 sekolah belum memiliki perpustakaan (Perpusnas RI, 2019). Sementara itu, tercatat jumlah perpustakaan di Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan sebanyak 164.610, dengan sebaran tertinggi di Pulau Jawa 47.8 % dan Pulau Sumatera 23.5% pada tahun 2019 (Perpusnas RI, 2019). Jelas, angka ini mengindikasikan adanya suatu gap dari sebaran perpustakaan di seluruh wilayah Indonesia.


Tentulah berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemangku kepentingan sudah selaras dengan pengoptimalan perpustakaan di Indonesia. Namun, upaya tersebut harus dispesifikkan untuk menjawab masalah perpustakaan yang masih rendah pengunjungnya, serta minimnya budaya literasi membaca di perpustakaan. Para pengambil kebijakan dituntut agar lebih berbenah dengan mendesain perpustakaan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Perubahan yang dilakukan tentu akan menciptakan cost yang besar. Akan tetapi itu menjadi sia-sia jika perpustakaan tidak terpakai dan berdebu tanpa ada pengunjung.


Di era pandemi seperti saat ini, menjadi tantangan besar bagi semua pihak dalam menjaga peran perpustakaan sebagai rumah membaca bagi semua orang. Perpustakaan harus berinovasi agar memudahkan akses layanan. PT harus bergerak cepat untuk berubah dengan melakukan transformasi dalam mengelola perpustakaannya, sehingga pada akhirnya perpustakaan akan menjadi subjek berbagai aktivitas masyarakat. Tujuannya agar dapat mengembangkan potensi dan pengetahuan masyarakat dalam aspek pendidikan.


Opini : Abi Fadillah 

Share:

Kilas Balik Konsep Ekonomi Pancasila Prof. Mubyarto


SININEWS.COM -- Berbicara mengenai konsep pembangunan ekonomi Indonesia, tidak lepas dengan nama fenomenal Prof. Mubyarto, Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pakar ekonomi kerakyatan. Prof. Mubyarto yang wafat tanggal 24 Mei 2005 ini telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran dalam ekonomi nasional, sebut saja ekonomi pertanian, ketimpangan, kemiskinan, bangun usaha, serta kesejahteraan sosial.


Pemikiran monumental pria yang lahir 3 September 1938 ini yaitu, mengembangkan sistem Ekonomi Pancasila. Sejak seminar nasional di UGM tahun 1980, konsep ekonomi Pancasila terus dikembangkan. Gagasan ini bukan hanya sebagai konsep dasar melainkan menjadi pedoman dalam sistem ekonomi. Pengembangan sistem ekonomi Pancasila ditujukan sebagai refleksi kritis terhadap sistem ekonomi Indonesia yang dianut sebelumnya. Hal ini disebabkan ketimpangan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia semakin melebar, misalkan saja banyak sekali konglomerat yang mendominasi sektor formal.



Namun, konsep dan gagasan ekonomi Pancasila yang sesuai dengan jati diri ekonomi nasional ini, tidak mendapatkan dukungan penuh dari rezim Orde Baru yang bekonsep Neo-liberal. Pada masa Orde Baru tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara rata-rata memang relatif tinggi yang mencapai 7% – 8% per tahun. Tetapi, aspek pemerataan menjadi sering terabaikan dan menimbulkan ketidakstabilan serta isu politik yang berkontribusi juga dalam kejatuhan pemerintahan Orde Baru. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut diharapkan dapat menetes ke bawah dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat.


Faktanya, Trickle-down Effect yang melekat pada Growth Paradigm di era Orde Baru tidak berhasil. Bahkan, kesenjangan justru semakin melebar dari 0.350 (1970) menjadi 0.360 (1996-1997) (BPS, 2021). Kegagalan yang terjadi di Era Orde baru menciptakan pemikiran bahwa pertumbuhan harus beriringan dengan teciptanya pemerataan sehingga mereka yang tidak produktif akan menjadi produktif. Pemikiran tentang growth and equity sebetulnya sudah didengungkan banyak pemikir ekonomi pada masa itu, tidak hanya pada skala nasional, melainkan juga global.


Di sisi lain, pasca reformasi ekonomi Indonesia cenderung ke arah kapitalistik yang bertentangan dengan prinsip Pancasila. Sebut saja, banyak pemilik modal yang mendominasi penuh perdagangan nasional. Bahkan, kekayaan empat orang terkaya di Indonesia hampir setara dengan kekayaan 100 juta penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2018 lalu (Oxfam, 2018).


Selain itu, orang kaya di Indonesia yang semakin banyak bukan menjadi kemajuan ekonomi melainkan ketimpangan antar kelas masyarakat yang semakin melebar. Tercatat, golongan masyarakat kelas atas memiliki 185 ribu rekening tabungan di atas dua miliar rupiah (2020), memiliki rumah dan mobil mewah, dan sebagainya. Ini menunjukkan terjadi ketimpangan antar kelas, terutama pada 27 juta masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional.


Oleh karenanya, sistem ekonomi Pancasila yang digali atas dasar ideologi, nilai, dan sosial-budaya masyarakat Indonesia itu harus menjadi pedoman dasar. Pemikiran tentang konsep ekonomi Pancasila yang didengungkan Prof. Mubyarto menjelaskan, bahwa fakta-fakta empirik dan gagasan normatif yang dirumuskan oleh founding fathers menjadi rujukan dalam membangun konsep ekonomi Pancasila. Gagasan itu dibangun atas sila-sila dalam Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan pasal-pasal UUD 1945 (Hamid, 2018). Sistem ekonomi ini jelas menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia, di tengah pandemi saat ini.


Penerapan kebijakan yang applicable dan praktis sangatlah penting untuk dilakukan sebagai strategi dalam mengentaskan persoalan sosial. Maka dari itu, sistem ekonomi pancasila memang harus menjadi sistem ekonomi resmi yang dianut di Indonesia. Strategi pertama yang perlu dilakukan adalah upaya revitalisasi Ekonomi Pancasila sebagai ideologi pembangunan ekonomi.


Saat ini semua golongan masyarakat dapat melihat dengan jelas bahwa sistem ekonomi Pancasila masih minim penerapannya dibanding sistem ekonomi yang lain. Selain itu, pengembangan wawasan kepancasilaan dalam pembelajaran ekonomi harus diberikan dalam bangku perkuliahan, sekolah, dan masyarakat. Dengan melakukan hal tersebut paling tidak dapat menanamkan dalam benak generasi milenial bahwa Pancasila adalah ideologi yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi Indonesia.


Disamping itu, revitalisasi ekonomi Pancasila berkaitan erat dengan ekonomi kerakyatan. Dalam sistem ini, rakyat menjadi subjek utama. Kata rakyat mengandung makna keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga kue pembangunan ekonomi itu untuk seluruh rakyat Indonesia. Satu hal penting yang tidak dapat dilewatkan adalah semangat gotong royong dalam ekonomi kerakyatan perlu dikembalikan.


Di tengah derasnya kemajuan ekonomi yang melilitkan banyak masyarakat Indonesia ke dalam jurang kemiskinan, maka semangat ekonomi yang berasal dari rakyat dan untuk rakyat harus diterapkan kembali. Misalkan saja, penguatan koperasi diharapkan dapat menjadi tiang penyangga ekonomi nasional di tengah derasnya kemajuan ekonomi saat ini.  


Pemikiran Prof. Mubyarto telah membuka mata rakyat Indonesia, bahwa sistem ekonomi Pancasila menjadi sistem ekonomi yang efektif, terutama untuk rakyat kecil. Dari berbagai strategi yang aplikatif tersebut, maka upaya-upaya itu akan semakin cepat mewujud jika ada political-willdan political actionyang mengarah kesana. (Abi Fadillah, Mahasiswa MEP UGM Yogyakarta)

Share:

Kemenag Prabumulih Minta Pondok Pesantren Ikuti Aturan

 

Foto : Taufik/ sininews.com : Mifta Hudin Kasubbag TU Kemenag Kota Prabumulih, rabu (8/9/21).

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Prabumulih Yari Taswin melalui Mifta Hudin Kapala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) angkat bicara mengenai ramainya pemberitaan terkait dugaan tewasnya santri di Pondok Pesantren akibat dianiaya kakak kelas, rabu (8/9/21).
 
Ditemui diruangannya Mifta Hudin menyampaikan sebagai pembina sekolah santri pihaknya meminta pihak Pondok Pesantren untuk ikuti aturan yang berlaku dan berpesan untuk tidak menghindar jika ada masalah atau ujian yang dihadapi saat ini.
 
“Kamj nasehatkan keapada pondok pesantren ikuti apa yang telah dijalurkan sebab itu peraturan sudah baku, dan kedua jangan menghindar dari masalah, apa pun yang terjadi itu tanggungjawab kita harus dijalani” pesannya.
 
Ditempat terpisah, Yasbudaya (50) ayah korban Kian Lira Anugrah ditemui dirumah duka yang didampingi Sastra, Kepala Desa Kayuare Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir berharap masalah ini cepat selesai dan meminta yang terbaik kepada kedua pihak.
 
“kita tunggu proses hukum agar mendapatkan hasil yang positif bagi kedua pihak. Yang jelas kita menunggu proses yang berwajib dulu, bagaimana hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada hukum” jelas Sastra Kades Kayuare.
 
Untuk informasi saat ini pihak Pondok Pesantren turut berbela sungkawa atas meninggalnya santri dengan silaturahmi kerumah duka dan meminta maaf kepada keluarga musibah.
 
“Dari pihak pesantren kami terimo kasih banyak tadi sudah berkenan membantu. In syaa Allah  besok kami didampingi polsek akan ke rumah korban menyampaikan duka cita dan permohonan maaf” balas Zahyudi Kabid Pendidikan Ponpes Al Furqon belum lama ini melalui pesan Whatsapp.

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA


 

Share:

Kapolres PALI Turun Gunung Bagikan Beras Terhadap Lansia dan Warga Kurang Mampu


PALI. SININEWS.COM -- Rabu (8/9/2021) Saling bantu membantu dimasa Pandemi Covid-19 Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi, S.I.K turun langsung membagikan 50 karung beras kepada masyarakat Kecamatan Penukal Utara.


Didampingi Waka Polres PALI Kompol Satria Dwi Dharma, S.I.K, Kasat Binmas AKP Roni Hermawan dan Kapolsek Penukal Utara Iptu Robbi Monodinata, S.H, M.H, Kepala Desa Kota Baru langsung berikan bantuan 50 karung beras kepada masyarakat Desa Kota Baru.


Sebanyak 50 masyarakat yang terdiri dari Lansia dan masyarakat tidak mampu, menerima bantuan beras yang dengan berat 5kg, bantuan beras ini merupakan beras yang di distribusikan oleh Polda Sumatera Selatan Ke seluruh wilayah Provinsi Sumatera Selatan.


“Bapak dan Ibu sekalian bantuan ini merupakan bantuan dari Polda Sumatera Selatan yang di distribusikan ke Polres jajaran, khusus Polres PALI kami menargetkan kepada masyarakat Lansia dan Masyarakat kurang mampu” Ujar Kapolres PALI


Tidak hanya memberikan bantuan beras, Kapolres PALI juga memberikan himabauan kepada masyarakat untuk melaksanakan Vaksin guna menambah kekuatan imun tubuh dari virus Covid-19.


“Saya juga mengajak kepada bapak dan ibu sekalian untuk melakukan vaksin, banyak pasien Covid-19 yang meninggal dunia dikarenakan belum melaksanakan Vaksin, jadi bapak dan ibu sekalian mari laksanakan vaksin, apalagi Polres PALI sekarang sedang melaksanakan Gerai Vaksin Presisi di beberapa tempat, bapak dan ibu juga bisa langsung berkoordinasi dengan Polsek Penukal Utara untuk melaksanakan Vaksin” Tutup Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi, S.I.K. (sn/perry)

Share:

Pleno Penetapan Cakades Tanjung Kemala, Askolani Nomor Urut 2

 

MUARA ENIM, ININEWS.COM
– Pemerintah Desa Tanjung Kemala Kecamatan Lubai Kabupaten Muara Enim telah melakukan pengundian nomor urut Calon Kepala Desa (Cakades) ), tiga peserta Cakades hadir secara langsung diaula gedung Kantor Kepala Desa setempat, selasa (7/9/21).
 
Ketiga peserta Cakades yaitu Askolani, A.Md yang juga merupakan petahana yang kembali mencalonkan diri sebagai Kepala Desa pada periode 2021-2027, kemudian calon selanjutnya datang dari Edi Maulana dan Guntur Saidi.
 
Dalam kesempat itu turut hadir Camat Lubai Faisal Al Ahmed, S.STP, M.Si, Danramil, Kapolsek Rambang Lubai dan para tamu undang.
 
Berkas ketiga Cakades Tanjung Kemala dinyatakaj panitia lengkap secara aturan Mendagri ataupun Pergub Sumsel, dalam pemilihan tersebut panitia juga akan membagi tempat pemilihan suara (TPS) sebanyak empat wilayah dengan jumlah pemilih sekitar 1700 orang.
 
Camat Lubai Faisal Al Ahmad dalam sambutannya menghimbau para peserta untuk dapat mengikuti kontes pemilihan kepala desa dengan jujur tanpa melakukan kampanye hitam Black Campaign kepada masyarakat.
“kita harapkan pemilihan cakades diwilayah Lubai berjalan dengan baik dan menghasilkan pemimpin yang demokrasi” harapnya.
 
Dari hasil pleno penetapan dan pengambilan nomor urut calon kepala desa Tanjung Kemala ditetapkan.
1.     Guntur Said
2.     Askolani, A.Md
3.     Edi Maulana
Sementara itu, Kepala Calon Kepala Desa (Cakades) nomor urut 2 Askolani, A.Md yang merupakan petahana mengaku akan memberikan yang terbaik kepada masyarakat dan dirinya juga berharap masyarakat lebih teliti dalam memilih pemimpin kedepan.
 
“kita harap pemilihan ini berjalan dengan baik dan lancar dan masyarakat harus lebih bijak memilih pemmpin 5 tahun kedepan” (tau/sn)
 
 
 
 
Share:

Masa Pandemi, Fakar Lematang Minta PLN Beri Kompensasi Tungakan


PALI. SININEWS.COM -- Saat massa pandemi sekarang ini mulai dirasakan oleh masyarakat atas dampak tersebut bukan hanya perekonomian melainkan juga faktor lainya, salah satunya untuk membayar tunggakan listrik bagi masyarakat


Aka Cholik Darlin MM ketua umum FAKAR LEMATANG mengharapkan management ikut mengambil bagian dari dampak Pandemi saat ini  sala satunya mencari solusi bagi pelanggan PLN yang menunggak pembayaran apalagi saat ini adanya pemutusan itu sangat tidak merasakan dampak dari bencana Pandemi ini 


Fakar Lematang mendapatkan Keluhan beberapa Warga Desa sala satunya Demi Amrullah Warga Desa Muara Sungai kec Tanah Abang yang akan dilakukan Pemutusan beberapa minggu yang lalu dikarenakan belum bisa melunasi tunggakan listrik sementara dia sendiri sala satu keluarga yang mendapatkan PKH.


"Saya berharap PLN harus mengikuti arahan Presiden untuk dapat memberikan solusi terbaik agar Rakyat tidak semakin sulit," ujar Mantan Wakil Ketua Komisi 1 DPRD PALI ini. (sn/perry)

Share:

Klarifikasi Ponpes Al Furqon, Zahyudi : Kami Komitmen Guru dan Murid Tak Boleh Pukul

 

Foto : Taufik / sininews.com : Kepala Bidang Pendidikan Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih, selasa (7/9/21)

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Terkait pemberitaan sebelumnya mengenai tewasnya seorang murid Pondok Pesantresn Al Furqon Prabumulih yang diduga dianiaya oleh kakak kelas, pihak pesantren angkat bicara, rabu (8/9/21).
 
Zahyudi, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Furqon Kelurahan Tanjung Rambang Kota Prabumulih, Sumsel mengklarifikasi berita yang sempat beredar mengenai statmen yang ditulis sebelumnya yang berisi “ “tidak ada pak, aku barusan pulang dari Pondok tidak ada laporan dari Pengasuhan” bukan dari pihak Ponpes Al Furqon.
 
Masih kata Zahyudi, saat ini pihak Ponpes sudah berkordinasi dengan kepolisian dan telah menyerahkan barang bukti yang diperlukan untuk penyelidikan kasus dugaan penganiayaan oleh oknum siswa pesantren.
 
“pokoknya kami percaya dengan Polres semuanya sudah kami serahkan termasuk rekaman cctv yang ada di lokasi kejadian, yang kedua pondok ini sudah berkomitmen dari awal guru tidak boleh pukul, apalagi murid” jelas Zahyudi kepada media ini.
 
Sebelumnya pihak keluarga korban sempat menghubungi salah satu uztad Ponpes minta dipertemukan keluarga pelaku WE” yang diduga pelaku penganiayaan terhadap KLA” namun sebelum jadwal dibuat korban telah meninggal dunia di RS.Bunda sekira pukul 23.00 Wib setelah menjalani beberapa perawatan

“itu sudah kami akomodir untuk dipertemukan tapi sebelum jadwal sampai korban meninggal dunia” tuturnya.
 
Yasbudaya (50) ayah korban dan ibu Masnitaria meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kejadian yang dialami anak semata wayangnya itu, dan di adili dengan hukuman yang setimpal.
 
Untuk informasi pihak Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih didampingi kepolisian akan mengunjungi rumah korban di desa Kayuara Kabupaten Ogan Ilir untuk menyampaikan duka cita dan permohonan maaf.
SIMAK VIDEO LENGKAPNYA.


 
 
Share:

Kapolres PALI Monitoring Vaksinasi Massal


PALI. SININEWS.COM  –  Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triyadi, S.I.K didampingi  Wakil Bupati Kabupaten PALI Drs. Soemarjono, Wakapolres PALI Kompol Satria Dwi Dharma, S.I.K, Kasat Reskrim Polres PALI AKP Alfredo Hidayat, SH., S.I.K, Kasat Narkoba Polres PALI IPTU Rendi Novriyadi, S.T.K., S.I.K, Kasat Pol PP Kabupaten PALI Zulkopli, SH, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Talang Ubi dan Ps. Kasi Dokkes Polres PALI Bripka Hardiansyah, Am.Kep Memonitoring pelaksanaan kegiatan  Vaksinisasi Massal 2 Juta Sehari Bertempat di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 2 Talang Ubi, Selasa (07/09/2021).


Kegiatan Vaksinasi massal Presisi Polres PALI pada hari ini dilaksanakan dengan sasaran pelajar khususnya pelajar SMA Negeri 1 Talang Ubi dan SMA Negeri 2 Talang Ubi dengan masing-masing 100 pelajar dengan jumlah akhir 200 pelajar, sehingga untuk percepatan proses Vaksinasi terutama bagi pelajar dan proses belajar mengajar tatap muka bisa dilaksanakan walaupun saat ini belum seratus persen, dan langkah Polri mendukung program Vaksinasi Covid-19 Nasional untuk mencapai target secara nasional 2 juta orang divaksin perhari dan kekebalan komunitas (herd immunity) dan dengan program Vaksinasi Presisi Polres PALI dengan sasaran anak sekolah sehingga dapat mencapai target untuk mempercepat penyaluran vaksin di Kabupaten PALI agar cepat selesai.


Vaksinasi massal tetap dilaksanakan setiap hari menyesuaikan ketersediaan vaksin, tenaga kesehatan serta situasi dan kondisi kegiatan pelaksanaan Vaksinasi.(sn/perry)

Share:

Ya Allah Miris, Siswa Ponpes Al Furqon Prabumulih diduga Tewas dianiaya Oknum Kakak Kelas

PERINGATAN..

Berdasarkan permintaan pihak Pondok Pesantren Al Furqon Prabumulih, berita ini kami tarik untuk diterbitkan berita klarifikasinya

Klik link dibawah ini untuk berita lengkapnya


Share:

Peletakan Batu Masjid Sahibul Huda, Wawako Prabumulih Siap Bantu Sampai Selesai

 

Foto : Dok / Wawako Prabumulih Andrianyah Fikiri melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid Sabilul Huda di Gunung Kemala, senin (6/9/21)

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri,SH meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sabilul Huda di Rt 03 Rw.04 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih, senin (6/9/21).
 
Pembangunan Masjid Sabilul Huda atau dalam arti kata “Jalan Hidayah” dibangun secara swadaya oleh masyarakat Gunung Kemala, pembangunan masjid itu juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat Rt.03 Rw.04 beribadah dan konsisten menebar syiar agama Islam.
 
Orang nomor dua dikota nanas itu hadir secara langsung melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sabilul Huda dan selaku pemerintah dirinya berjanji siap membangun masjid tersebut hingga selesai.

“kita berharap pembangunan masjid ini berjalan lancar dan warga juga bisa cepat menggunakannya untuk beribada” tutur Wawako seraya mengatakan pihaknya siap membantu proses pembangunan hingga selesai.
 
Foto : Dok / proses pencarian titik koordinat dan arah kiblat masjid Sabilul Huda
Sementara itu, Lurah Gunung Kemala Jusmairi, SE mendukung adanya pembangunan masjid dilingkungan Rt.03 Rw.04 sehingga warga sekitar tak perlu jauh untuk melaksanakan ibadah dan berharap warga sekitar bisa memakmurkan masjid sebagai ladang amal dan syiar agama islam.
 
“kita harap dengan adanya pembangunan masjid ini dapat meningkatkan ibadah, memang mudah mendirikan bangunan Masjid tapi tidak gampang untuk memakmurkan mesjid artinya masyarakat harus sadar akan pentingnya mendirikan solat” tutur Lurah Gunung Kemala.
 
Ali Deron, ketua masjid Sabilul Huda mengaku jika Masjid yang dibangun diatas tanah kurang lebih 30 meter persegi itu merupakan hibah dari kelurga David warga Kelurahan Gunung Kemala dan dibangun secara swadaya dan gotong royong oleh masyarakat sekitar.
 
“Allhamdulillah pembangunan masjidnya dimulai, semoga ini menjadi ladang amal bagi yang membantu dan mempermudah masyarakat untuk beribadah” harapnya
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts