PT EPI Hibahkan Lahan untuk SD dan SMP, Diterima Langsung Bupati PALI


PALI. SININEWS.COM -- Meski pun operasional PT Energate Prima Indonesia (EPI) yang mempunyai dermaga khusus batubara di wilayah Desa Prambatan kecamatan Abab kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) provinsi Sumatera Selatan belum berjalan, tetapi kepedulian perusahaan itu terhadap masyarakat sekitar cukup tinggi.


Terbukti pada Selasa (7/9/21) lalu perusahaan itu menyerahkan lahan seluas 10.438 m2 kepada pemerintah kabupaten PALI untuk keperluan dunia pendidikan. Lahan itu berada di Talang Betung Desa Prambatan, dimana saat ini anak-anak usia sekolah di Talang Betung dalam menimba ilmunya harus bersekolah di kabupaten Banyuasin bahkan harus menyeberang sungai Musi karena di wilayah tersebut belum ada fasilitas pendidikan.

Dalam penyerahan hibah lahan itu dilakukan di kantor pusat PT EPI di Jakarta yang diserahkan langsung Dirut PT EPI Abraham Busro SH dan yang menerima Bupati PALI H. Heri Amelindo. 

"Adapun tanah hibah lahan tersebut merupakan bagian dari program CSR PT EPI diperuntukkan bangunan SD dan SMP.  Lokasi lahan tersebut berada diperbatasan tiga Kabupaten yaitu Kabupaten PALI, Muara Enim dan Kabupaten Banyuasin," jelas management PT EPI melalui GM Puput Utomo yang diwakili oleh  Manager Hauling & External Rutdin Sijabat, Sabtu  (11/9/21).


Ditambahkan Jabat, sapaan akrab Manager Hauling & External PT EPI bahwa managemen PT.EPI sangat mendukung program pemerintah kabupaten PALI untuk meningkatkan mutu pendidikan dan menjangkau pembangunan sekolah di daerah terpencil, agar kabupaten PALI lebih maju dan sejahtera.

"Walaupun kondisi PT.EPI saat ini sementara stop operasional, namun PT EPI tetap berupaya mendukung program pemerintahan agar lebih maju lagi. Dan pada tanggal 1september 2021 lalu telah dilaksanakan peninjauan serta sosialisasi bersama kepada masyarakat setempat. Yang ikut serta pada peninjauan itu dari dinas terkait antara lain, Dinas Pendidikan, Kecamatan, Bappeda dan Kepala Desa Prambatan. Kami berharap seluruh elemen mendukung dan membantu mensukseskan pembangunan gedung sekolah tersebut," harap Jabat. 

Sementara itu, Kades Prambatan Armansol menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian PT EPI terhadap dunia pendidikan di kabupaten PALI khususnya di desanya. 


"Kami mewakili masyarakat sangat berterima kasih atas kepedulian PT EPI dan pemerintah. Talang Betung dihuni  sekitar 25 KK dan jarak Talang Betung ke pusat Desa Prambatan cukup jauh, jadi selama ini anak-anak sekolah ke desa tetangga wilayah kabupaten Banyuasin dengan menyeberang sungai Musi. Tapi dengan adanya hibah lahan dari PT EPI sebentar lagi anak-anak tidak susah payah lagi bersekolah jauh," kata Kades. 

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan kabupaten PALI Kamriadi menyatakan bahwa setelah Pemerintah kabupaten PALI menerima hibah lahan dari PT EPI, pihaknya langsung bergerak melakukan pembangunan gedung sekolah satu atap. 

"Insyaallah awal Januari tahun depan gedung sekolah baru diatas lahan hibah dari PT EPI bisa difungsikan. Tahap awal kami bangun tiga lokal diperuntukkan PAUD, SD dan SMP," ujar Kamriadi. (sn/perry)
Share:

Ribuan Warga Gantungkan Nasib di PLTU Gunung Raja. Karyawan :Nila Setitik Rusak Susu Sebelanga

 

Foto : okezone / ilustrasi kendaraan tambang

MUARA ENIM, SININEWS.COM – Beberapa hari terakhir ramai pemberitaan tentang sanksi yang didapat oleh PT.Musi Prima Coal (MPC) perusahaan pemegang Izin Usaha Penambangan (IUP) akibat kecelakaan yang dialami saat bekerja.
 
Hal tersebut murni kecelakaan yang ditimbulkan saat bekerja dilapangan yang memang medan dan resiko pekerjaan didunia pertambangan lumrah terjadi disetiap sektor. Namun demikian hal tersebut dapat diminimalisir dengan mengevaluasi setiap kejadian dan mematuhi standar keselamatan terbaru.
 
Pemberitaan dibeberapa media yang memberikan informasi kepada masyarakat terkait kecelakaan didunia pertambangan mendapat berbagai tanggapan dari para pekerja, karyawan bahkan masyarakat sekitar tambang yang hidupnya berdampingan dengan hiruk pikuk pekerjaan penambangan.
 
Supri Arison, yang bertugas sebagai penghubung masyarakat (Humas) PT.Gua Huo Energy Musi Makmur Indonesia (GH EMMI) ketika dihubungi media ini mengaku prihatin dengan pemberitaan yang seolah menyudutkan perusahaan yang bergerak dibidang penyuplai energi listrik itu.
 
Dirinya menilai banyak dampak negatif pada perusahaan jika pemberitaan tidak memiliki isi edukasi kepada pembaca atau masyarakat. Sedangkan menurutnya sebelum bekerja perusahaan telah lebih dulu mengedukasi setiap karyawan yang tergabung untuk mengetahui tingginya resiko bekerja didunia pertambangan, bahkan ancaman kematian.
 
“Menurut saya bekerja dipertambangan itu resikonya sangat tinggi, dan kecelakaan adalah hal yang pasti ditemui, setau saya sebelum mulai bekerja itu tim HSE sudah Brefing dulu apa saja yang akan dilakukan” jelas Icon sapaan akrabnya.
 
Tak hanya itu, banyak efek negatif atas pemberitaan mengenai sanksi perusahaan untuk tidak beroperasi, apa lagi ditengah pandemi yang saat ini dan perusahaan ini lah yang menjadi penopang hidup sebagian masyarakat Desa Gunung Raja, Kabupaten Muara Enim bahkan wilayah Kota Prabumulih
 
“Hampir 1300 karyawan PT GHEMMI akan ikut terhenti dan hilang pekerjaan ditengah pandemi corona saat ini jika aktifitas penambang oleh PT.LCL disetop hanya gara-gara kecelakaan satu orang saja” lanjut icon seraya mengatakan pihak perusahaan pasti bertanggung jawab atas kejadian tersebut kepada keluarga korban.
 
Warga pribumi itu mengaku efek sosial dan ekonomi masyarakat disekitar tambang sangat terasa ditengah situasi pandemi Covid-19. Beruntung diwilayah tersebut berdiri kokoh perusahaan asal China yang mampu melibatkan ribuan pekerja pribumi yang saat ini hampir 90 persen tenaga kerjanya berasal dari Indonesia.
 
Presiden Direktur PT.GHEMM Indonesia Mr.Fu Yue Long dalam beberapa waktu lalu sempat dibincangai usai penerimaan penghargaan oleh MURI mengatakan perusahaan listrik tenaga uap itu sejak berdiri tahun 2008 lalu atau selama 13 tahun pihaknya secara konsisten mengembangkan teknologi pengeringan batubara dalam sistem pembangkit listrik yang hingga kini mampu menyuplai tenaga listrik secara non stop selama1.438 hari untuk menerangi setiap sudut lampu diwilayah Indonesia.
 
Ditempat terpisah, media ini berhasil menghubungi salah seorang karyawan (Driver) yang bekerja di subcon PT.LCL yang meminta namanya tidak ditulis dalam pemberitaan ini mengaku dirinya terkena dampak jika perusahaan dilarang beroperasi hanya karna kecelakan yang biasa mereka temui disetiap kerja lapangan yang memang resikonya sangat tinggi.

“kami duluan (Sopir) yang keno dampak kalu dak begawe, ini lah seminggu nak makan apo anak bini” tuturnya. Dirinya juga meminta pihak Pemerintah harus adil juga dengan karyawan yang mengadu nasib ditambang apalagi ekonomi sedang tidak stabil akibat corona.
 
Untuk informasi saat ini pihak pemegang izin pertambang (PMC) telah menerima surat edaran Dirjen Minerba yang meminta pihak perusahaan menghentikan sementara seluruh operasional perusahaan sampai hasil investigasi kecelakaan tambang berakibat mati ditindak lanjuti dan/atau kegiatan operasional dapat dilaksanakan dengan aman dan selamat. (tau/sn)
 
 VIDEO TERKAIT :


 
 
Share:

Pelepasan 16 Atlet Muda ESI Prabumulih Bertanding di OKU

 

Foto : Atlet ESI Prabumulih foto bersama ketua dan Pengurus KONI sebelum pelepasan

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Ketua Komite Olahraga Nasional (Koni) Kota Prabumulih Beny Rizal secara resmi lepas keberangkatan 16 atlet E-Sport Indonesia (ESI) Kota Prabumulih untuk mengikuti Kejuaraan Daerah (Kejurda) Piala Bupati OKU, Baturaja, juma’at (10/9/21).
 
Dalam pertandingan Kejurda ESI, Prabumulh mengirimkan sekitar 16 orang atlet muda yang dominan berasal dari remaja siswa sekolah dengan tiga tim permainan, yakni Free Fire (FF), Mobile Legends (ML) dan PES 2021.
 
“Kita kirim atlet untuk tiga permainan FF,ML dan PES2021 dan langsung dilepas Ketua Umum KONI” ucap Wedy Saputra Ketua E-Sport Indonesia Kota Prabumulih.
 
Pertandingan Kejurda E-Sport Piala Bupati OKU Cup digelar di gedung SKB Baturaja dimulai tanggal 10 – 12 September 2021 hingga gran final dijadwalkan pada pukul 14.00 Wib.
 
Sementara itu, Ketua Umum KONI Kota Prabumulih Beny Rizal yang secara langsung melepas rombongan Atlet digedung KONI Prabumulih berharap atlet ESI Prabumulih bisa membawa pulang gelar juara.
“tetap semangat dan terus berjuang, adik-adik harus bisa membawa gelar juara, ini persiapan kita untuk kedepan” harapnya (tau/sn)
 
 
Share:

WBP Dan Pegawai Rutan Gelar Shalat Ghaib Usai Shalat Jum'at


PRABUMULIH, SININEWS.COM  - Musibah kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang yang terjadi pada Rabu (08/09/2021) lalu memantik rekasi dari Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan para Pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Kota Prabumulih.

Untuk mendokan para korban dalam insiden tersebut, Ratusan warga binaan dan Pegawai Rutan Prabumulih menggelar Sholat Ghoib usai selesainya pelaksanaan sholat jum’at berjamaah di Masjid At-Taubah. 

Kegiatan yang dilangsungkan di Masjid yang berada di dalam Rutan tersebut, juga merupakan rasa empati dan juga bentuk bela sungkawa, atas terjadinya musibah yang memakan korban 43 orang warga binaan meninggal dunia dan puluhan luka luka.

"Saya atas nama Rutan Prabumulih mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas insiden kebakaran di Lapas Kelas I Tangerang pada beberapa waktu lalu," ucap Kepala Rutan Prabumulih, David Rosehan saat di bincangi awak media usai kegiatan, Jumat (10/09/2021).

Ia mengatakan, peristiwa tersebut merupakan pembelajaran yang berarti bagi seluruh UPT Pemasyarakatan yang ada di indonesia.

"Ini suatu pembelajaran bagi kita bersama untuk lebih waspada. Dan semoga Almarhum para korban di terima di sisiNya. Dan untuk para keluarga yang ditinggalkan oleh korban, semoga dapat tabah karena ini musibah kita bersama," tukasnya.

Share:

Warga Minta PT BSP Selesaikan Permasalahan Lahan


MUARA ENIM, SININEWS.COM - Warga Desa Darmo, Kecamatan Tanjung Agung/Lawang Kidul, meminta pihak PT Bumi Sawindo Permai (BSP) yang merupakan anak perusahaan dari PT Bukit Asam Tbk, untuk segera menyelesaikan permasalahan ganti untung lahan warga seluas kurang lebih 500 hektar dari total HGU 8.334 hektar yang dimiliki perusahaan.

Dikatakan salah satu warga Desa Darmo, Dusun V, Ismet (61) berdasarkan data yang mereka miliki, ada sekitar 500 hektar lebih lahan warga yang belum diganti untung oleh perusahaan. Dari itu warga meminta perusahaan bisa menyelesaikan secepatnya. “Kita minta perusahaan segera merespon apa yang kami inginkan ini,” ungkapnya, Kamis (09/09).

Terkai hal itu, lanjut Ismet, sebagai warga meminta bantuan pada Ketum We Love Jokowi atau Wira Lentera Jiwa (WLJ) Nasional Yanes Yosua Frans untuk dapat membantu dan mefasilitasi warga dalam permasalahan ini. Dimana, masyarakat meminta pada pihak PT BSP untuk dapat memperjelas dan juga melakukan ganti untung didalam HGU yang belum diganti untung. 

Begitu juga yang lahan warga diluar HGU yang sudah ikut ditanami oleh pihak perusahaan. “Minimal buat surat pernyataan pengakuan bahwa PT BSP mengakui di dalam HGU ini masih banyak lahan milik warga yang belum diganti untung," tegasnya.

Sedangkan, lanjutnya lagi, dalam kesempatan itu Ketua umum We Love Jokowi atau Wira Lentera Jiwa (WLJ) Jokowi Yanes Yosua Frans mengatakan, tujuan ia datang ke Muara Enim yang diundang oleh masyarakat di 2 Kecamatan 11 Desa  untuk menolong masyarakat yang tanahnya dirampas atau ditengarai akan dirampas oleh PT BSP yang merupakan anak perusahaan Bukit Asam yang dimana laha masyarakat masih belum diperjelas oleh pihak PT BSP terkait lahan warga dalam HGU untuk di ganti untung dan yang diluar HGU untuk dikembalikan ke masyarakat.

"Hidup harus tunduk dengan hukum yang ada di republik Indonesia Indonesia ya, nanti saya akan bikin surat resmi melalui organisasi saya kepada bapak PJ pejabat Bupati Muara Enim untuk minta audiensi atau minta bapak Bupati memfasilitasi semua pemangku jabatan yang ada di Muara Enim dan masyarakat terdampak beserta barangkali ada kekuatan civil society di sini untuk memperjelas masalah ini," tuturnya.

Ditambahkan Yanes, dalam hal ini ia menindaklanjuti masalah ini agar menghambat bibit-bibit konflik yang akan terjadi nanti. Apalagi, jelas dalam surat Jokowi jangan sampai ada lagi masalah-masalah lahan masyarakat yang masih bermasalah dengan perusahaan.

"Setelah ini selesai dan diperjelas, maka permasalahan ini dapat selesai. Dan siapa pun perusahaan itu, harus tegas dalam memperjelas permasalahan terkait lahan warga yang diduga masuk ke HGU belum diganti untung," tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga dihadiri oleh beberapa warg diantaranya, Key Jhon Warga Desa Darmo Kampung V, Ismet Warga Desa Darmo, Mantan Kades  Desa Darmo Safruddin dan Yandri.

Terpisah, saat media menghubungi Humas PT BSP Komar mengatakan, kalau terkaiy masalah itu, ia tidak dapat menjawabnya, karena dirinya sudah tidak lagi menjabat di bagian Humas PT BSP, tetapi dipindah tugaskan ke K3L PT BSP.

"Mohon Maaf pak, aku bukan lagi di bagian humas, sekarang saya ditugaskan di K3L PT BSP. Jadi mohon maaf dan pengertiannya. Saya tidak berwenang mau menjawab konfirmasi terkait masalah ini. Mohon di konfirmasi saja langsung ke kantor BSP," jawabnya, singkat.(SN)

Share:

Melalui Wartawan, Polres Pali Salurkan Bantuan Beras Untuk Warga Terdampak Covid-19


PALI. SININEWS.COM --  Polres PALI bekerja sama dengan Insan Pers yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) di Bumi Serepat Serasan untuk membantu menyalurkan bantuan beras ke masyarakat Kabupaten PALI.



Adapun jumlah beras yang akan di bagikan itu yakni berjumlah 1 ton beras, setiap karung beras yang akan di terima masyarakat yakni 5 KG beras.



Kapolres PALI Rizal Agus Triyadi, S.I.K dalam sambutannya dalam penyerahan bantuan itu mengatakan penyaluran beras terus kita lakukan untuk masyarakat PALI.



“Ya, alhamdulillah hari ini kita bekerja sama dengan Insan Pers PALI untuk membantu kita dalam penyaluran bantuan beras, Untuk masyarakat yang terdampak Covid-19.” ujar Kapolres. Kamis (9/9/2021).


Ia juga menyampaikan adanya bantuan ini dapat membantu meringankan beban masyakat yang terdampak Covid-19.


“Semoga bantuan yang kita berikan dapat membantu masyarakat,  bantuan ini juga yang kita berikan kepada yang berhak menerimanya dan juga yang belum pernah tersentuh bantuan sosial dari pemerintah,” katanya.


Lanjutnya, Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat Bumi Serepat Serasan agar segera melakukan vaksinasi agar membentuk imun tubuh menjadi kuat.


“Ayo masyarakat Kabupaten PALI segera melakukan vaksinasi,  Vaksin aman,  Vaksin sehat,  Vaksin Halal,  dan Vaksin gratis,” pungkasnya. (sn/perry)

Share:

Viral, Kakek Pikun Bawa Uang Ratusan Juta Nyasar ke PALI


PALI. SININEWS.COM -- Baru-baru ini, jagat maya heboh lantaran ada pria lanjut usia nyasar ke kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menumpang sebuah travel kemudian oleh Supir Travel dititipkan di Mapolsek Talang Ubi karena kakek pikun itu mengaku lupa alamat rumahnya. 


Viralnya berita itu bukan karena kakek tua tersebut, namun yang membuat gempar adalah bawaan kakek tua itu yang membuat tercengang yakni dalam sebuah kantong plastik terdapat uang ratusan juta rupiah dan pada kantong celananya terdapat emas berbentuk kalung, gelang dan cincin dengan berat lebih kurang 1/4 kilogram. 

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Alpian Nasution membenarkan informasi itu dan saat ini kakek pikun itu telah diserahkan ke pihak keluarganya yang menjemput di kabupaten Lahat. 

"Kejadiannya hari Minggu, dimana ada supir mobil Travel menyerahkan kakek tua yang kondisi fisiknya kurang pendengaran dan ingatannya sudah berkurang atau pikun. Kakek itu diserahkan ke Mapolsek Talang Ubi karena kakek itu menumpang mobil Travel. Namun setelah sampai di Pendopo, kakek tua itu mengaku lupa alamat rumahnya yang akhirnya supir Travel menyerahkannya ke kami," ungkap Kapolsek Talang Ubi, Kamis (9/9/21).

Ditambahkan Kapolsek Talang Ubi bahwa setelah menerima serahan dari Supir Travel, anggota kami yang piket saat itu memeriksa kakek pikun itu. 

"Diketahui kakek itu bernama H Masili yang tak lain juragan emas dari Pendopo Empat Lawang. Kemudian anggota kita mempertemukan kakek itu ke pihak keluarganya. Awal bisa diketahui identitas kakek itu saat  anggota kita bertanya kepada kakek tersebut tapi tidak tau alamat sendiri. Kemudian anggota piket memeriksa tas bawaan yang kakek tua itu guna memeriksa identitas dirinya," terang Kapolsek. 

Setelah dibuka bawaan kakek itu, lanjut Kapolsek didapati bungkusan kantong plastik warna hitam, membuat anggota yang piket terkejut karena dalam bungkusan plastik tersebut didapati uang sebanyak kurang lebih Rp 150 juta.

"Anggota juga mendapatkan tiket kupon keberangkatan trevel yang mana keberangkatan dari Pendopo Empat Lawang ke palembang. Setelah itu anggota kita menghubungi agen Travel dan mengenali kakek yang usianya sudah masuk 98 tahun. Lalu anggota kita menelusuri pihak keluarga yang akhirnya terhubung. Kemudian anggota kita mempertemukannya dengan pihak keluarganya yang menjemput di Lahat. Setelah bertemu, oleh keluarganya diperiksa dan didalam sakunya ada emas seberat lebih kurang 1/4 kg," jabar Kapolsek. (sn/perry)




Share:

Optimalisasi Perpustakaan & Miskinnya Literasi Membaca





SININEWS.COM -- Pada masanya, perpustakaan telah menjadi simbol bagi sebuah Perguruan Tinggi (PT), di dalamnya memiliki banyak literasi, buku, jurnal, film, dan beragam publikasi. Perpustakaan telah menjadi mercusuar bagi kampus, hanya saja saat ini bentuknya cenderung berubah lebih digitalized, yang isinya bukan lagi hardcopy melainkan dalam bentuk e-journal dan e-books.


Dalam Undang-Undang No. 43 Tahun 2007 tentang perpustakaan menjelaskan perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan serta pemberdayaan bangsa. Dari UU tersebut jelas tertulis bahwa tujuan utama perpustakaan didirikan untuk meningkatkan pengetahuan dan mensejahterahkan bangsa.


Bagi PT, perpustakaan menjadi unsur strategis dalam menunjang akreditasi, eksistensi kampus, dan sarana bagi mahasiswa untuk mendalami disiplin ilmu. Namun, tujuan PT dalam membangun perpustakaan bukan hanya untuk mendorong faktor itu atau hanya untuk melaksanakan Tri Dharma PT semata. Hal terpenting adalah agar perpustakaan dapat menjadi pusat gerakan literasi dan menjadi ruang yang penuh dengan berbagai keilmuan dan pustakanya.


Fakta saat ini, banyak perpustakaan sepi seperti kuburan di tengah keriuhan kampus. Hal itu karena masih ada PT yang belum berupaya untuk melakukan transformasi dalam pengelolaan perpustakaannya. Di samping itu, mahasiswa masih memandang perpustakaan sebagai objek. Mahasiswa milineal cenderung lebih betah menggunakan gadget dibandingkan membaca buku di perpustakaan.  Dengan kondisi demikian reformasi untuk perpustakaan harus dilakukan agar dapat menjadi tiang penyangga dalam membangun pendidikan di elemen masyarakat, terutama membangun kelompok mahasiswa agar antusias terhadap perpustakaan.


Hal demikian, tentu tidak kita inginkan jika budaya literasi pendidikan anak bangsa telah hilang. Buku dan artikel seharusnya menjadi suatu pedoman bagi anak bangsa. Itu akan lebih baik jika perpustakaan menjadi prioritas sebagai tempat membaca, belajar, dan berdiskusi. Mahasiswa sekarang memang semakin cerdas dan kritis dalam menganalisa suatu permasalahan. Oleh karenanya, untuk mendorong mahasiswa dalam mendukung perpustakaan yang optimal, PT dan para stakeholder perlu membekali pengetahuan melalui program yang lebih membangun perpustakaan yang baik. Terutama membangkitkan minat baca, kenyamanan, dan kepercayaan diri saat mahasiswa membaca di perpustakaan.



 

Sejauh ini perpustakaan sebagai pusat literasi belum berkiprah secara optimal, yang salah satunya ditandai dengan minat baca anak bangsa yang rendah. Menurut UNESCO indeks minat baca Indonesia hanya 0.001 persen atau hanya satu dari 1000 orang Indonesia yang rajin membaca pada tahun 2012 (Kominfo, 2021). Sementara, hasil survei yang dilakukan Program for International Student Assessment (PISA) yang dirilis Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) menyatakan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-62 dari 70 negara pada tahun 2019 (Kemendagri, 2020).


Melihat fenomena ini, ironis bagi Indonesia sebagai negara yang lama merdeka seharusnya bisa membangkitkan tingkat pendidikan yang jauh lebih berkualitas. Indeks minat baca yang rendah akan berdampak dalam memperburuk pembangunan SDM Indonesia. Bahkan, ini dapat membuat daya saing dan pendapatan perkapita yang menurun.


Dalam konteks jumlah dan kelayakan perpustakaan, sekitar puluhan ribu sekolah dari berbagai jenjang pendidikan belum memiliki perpustakaan. Misalkan saja dalam empat tahun terakhir, kurang lebih sebanyak 70.000 sekolah belum memiliki perpustakaan (Perpusnas RI, 2019). Sementara itu, tercatat jumlah perpustakaan di Indonesia dari berbagai jenjang pendidikan sebanyak 164.610, dengan sebaran tertinggi di Pulau Jawa 47.8 % dan Pulau Sumatera 23.5% pada tahun 2019 (Perpusnas RI, 2019). Jelas, angka ini mengindikasikan adanya suatu gap dari sebaran perpustakaan di seluruh wilayah Indonesia.


Tentulah berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemangku kepentingan sudah selaras dengan pengoptimalan perpustakaan di Indonesia. Namun, upaya tersebut harus dispesifikkan untuk menjawab masalah perpustakaan yang masih rendah pengunjungnya, serta minimnya budaya literasi membaca di perpustakaan. Para pengambil kebijakan dituntut agar lebih berbenah dengan mendesain perpustakaan sesuai dengan kebutuhan saat ini. Perubahan yang dilakukan tentu akan menciptakan cost yang besar. Akan tetapi itu menjadi sia-sia jika perpustakaan tidak terpakai dan berdebu tanpa ada pengunjung.


Di era pandemi seperti saat ini, menjadi tantangan besar bagi semua pihak dalam menjaga peran perpustakaan sebagai rumah membaca bagi semua orang. Perpustakaan harus berinovasi agar memudahkan akses layanan. PT harus bergerak cepat untuk berubah dengan melakukan transformasi dalam mengelola perpustakaannya, sehingga pada akhirnya perpustakaan akan menjadi subjek berbagai aktivitas masyarakat. Tujuannya agar dapat mengembangkan potensi dan pengetahuan masyarakat dalam aspek pendidikan.


Opini : Abi Fadillah 

Share:

Kilas Balik Konsep Ekonomi Pancasila Prof. Mubyarto


SININEWS.COM -- Berbicara mengenai konsep pembangunan ekonomi Indonesia, tidak lepas dengan nama fenomenal Prof. Mubyarto, Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) sekaligus pakar ekonomi kerakyatan. Prof. Mubyarto yang wafat tanggal 24 Mei 2005 ini telah banyak memberikan sumbangsih pemikiran dalam ekonomi nasional, sebut saja ekonomi pertanian, ketimpangan, kemiskinan, bangun usaha, serta kesejahteraan sosial.


Pemikiran monumental pria yang lahir 3 September 1938 ini yaitu, mengembangkan sistem Ekonomi Pancasila. Sejak seminar nasional di UGM tahun 1980, konsep ekonomi Pancasila terus dikembangkan. Gagasan ini bukan hanya sebagai konsep dasar melainkan menjadi pedoman dalam sistem ekonomi. Pengembangan sistem ekonomi Pancasila ditujukan sebagai refleksi kritis terhadap sistem ekonomi Indonesia yang dianut sebelumnya. Hal ini disebabkan ketimpangan ekonomi dan sosial masyarakat Indonesia semakin melebar, misalkan saja banyak sekali konglomerat yang mendominasi sektor formal.



Namun, konsep dan gagasan ekonomi Pancasila yang sesuai dengan jati diri ekonomi nasional ini, tidak mendapatkan dukungan penuh dari rezim Orde Baru yang bekonsep Neo-liberal. Pada masa Orde Baru tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia secara rata-rata memang relatif tinggi yang mencapai 7% – 8% per tahun. Tetapi, aspek pemerataan menjadi sering terabaikan dan menimbulkan ketidakstabilan serta isu politik yang berkontribusi juga dalam kejatuhan pemerintahan Orde Baru. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tersebut diharapkan dapat menetes ke bawah dan menyebar ke seluruh lapisan masyarakat.


Faktanya, Trickle-down Effect yang melekat pada Growth Paradigm di era Orde Baru tidak berhasil. Bahkan, kesenjangan justru semakin melebar dari 0.350 (1970) menjadi 0.360 (1996-1997) (BPS, 2021). Kegagalan yang terjadi di Era Orde baru menciptakan pemikiran bahwa pertumbuhan harus beriringan dengan teciptanya pemerataan sehingga mereka yang tidak produktif akan menjadi produktif. Pemikiran tentang growth and equity sebetulnya sudah didengungkan banyak pemikir ekonomi pada masa itu, tidak hanya pada skala nasional, melainkan juga global.


Di sisi lain, pasca reformasi ekonomi Indonesia cenderung ke arah kapitalistik yang bertentangan dengan prinsip Pancasila. Sebut saja, banyak pemilik modal yang mendominasi penuh perdagangan nasional. Bahkan, kekayaan empat orang terkaya di Indonesia hampir setara dengan kekayaan 100 juta penduduk miskin di Indonesia pada tahun 2018 lalu (Oxfam, 2018).


Selain itu, orang kaya di Indonesia yang semakin banyak bukan menjadi kemajuan ekonomi melainkan ketimpangan antar kelas masyarakat yang semakin melebar. Tercatat, golongan masyarakat kelas atas memiliki 185 ribu rekening tabungan di atas dua miliar rupiah (2020), memiliki rumah dan mobil mewah, dan sebagainya. Ini menunjukkan terjadi ketimpangan antar kelas, terutama pada 27 juta masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan nasional.


Oleh karenanya, sistem ekonomi Pancasila yang digali atas dasar ideologi, nilai, dan sosial-budaya masyarakat Indonesia itu harus menjadi pedoman dasar. Pemikiran tentang konsep ekonomi Pancasila yang didengungkan Prof. Mubyarto menjelaskan, bahwa fakta-fakta empirik dan gagasan normatif yang dirumuskan oleh founding fathers menjadi rujukan dalam membangun konsep ekonomi Pancasila. Gagasan itu dibangun atas sila-sila dalam Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan pasal-pasal UUD 1945 (Hamid, 2018). Sistem ekonomi ini jelas menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia, di tengah pandemi saat ini.


Penerapan kebijakan yang applicable dan praktis sangatlah penting untuk dilakukan sebagai strategi dalam mengentaskan persoalan sosial. Maka dari itu, sistem ekonomi pancasila memang harus menjadi sistem ekonomi resmi yang dianut di Indonesia. Strategi pertama yang perlu dilakukan adalah upaya revitalisasi Ekonomi Pancasila sebagai ideologi pembangunan ekonomi.


Saat ini semua golongan masyarakat dapat melihat dengan jelas bahwa sistem ekonomi Pancasila masih minim penerapannya dibanding sistem ekonomi yang lain. Selain itu, pengembangan wawasan kepancasilaan dalam pembelajaran ekonomi harus diberikan dalam bangku perkuliahan, sekolah, dan masyarakat. Dengan melakukan hal tersebut paling tidak dapat menanamkan dalam benak generasi milenial bahwa Pancasila adalah ideologi yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi Indonesia.


Disamping itu, revitalisasi ekonomi Pancasila berkaitan erat dengan ekonomi kerakyatan. Dalam sistem ini, rakyat menjadi subjek utama. Kata rakyat mengandung makna keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sehingga kue pembangunan ekonomi itu untuk seluruh rakyat Indonesia. Satu hal penting yang tidak dapat dilewatkan adalah semangat gotong royong dalam ekonomi kerakyatan perlu dikembalikan.


Di tengah derasnya kemajuan ekonomi yang melilitkan banyak masyarakat Indonesia ke dalam jurang kemiskinan, maka semangat ekonomi yang berasal dari rakyat dan untuk rakyat harus diterapkan kembali. Misalkan saja, penguatan koperasi diharapkan dapat menjadi tiang penyangga ekonomi nasional di tengah derasnya kemajuan ekonomi saat ini.  


Pemikiran Prof. Mubyarto telah membuka mata rakyat Indonesia, bahwa sistem ekonomi Pancasila menjadi sistem ekonomi yang efektif, terutama untuk rakyat kecil. Dari berbagai strategi yang aplikatif tersebut, maka upaya-upaya itu akan semakin cepat mewujud jika ada political-willdan political actionyang mengarah kesana. (Abi Fadillah, Mahasiswa MEP UGM Yogyakarta)

Share:

Kemenag Prabumulih Minta Pondok Pesantren Ikuti Aturan

 

Foto : Taufik/ sininews.com : Mifta Hudin Kasubbag TU Kemenag Kota Prabumulih, rabu (8/9/21).

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Prabumulih Yari Taswin melalui Mifta Hudin Kapala Sub Bagian (Kasubbag) Tata Usaha (TU) angkat bicara mengenai ramainya pemberitaan terkait dugaan tewasnya santri di Pondok Pesantren akibat dianiaya kakak kelas, rabu (8/9/21).
 
Ditemui diruangannya Mifta Hudin menyampaikan sebagai pembina sekolah santri pihaknya meminta pihak Pondok Pesantren untuk ikuti aturan yang berlaku dan berpesan untuk tidak menghindar jika ada masalah atau ujian yang dihadapi saat ini.
 
“Kamj nasehatkan keapada pondok pesantren ikuti apa yang telah dijalurkan sebab itu peraturan sudah baku, dan kedua jangan menghindar dari masalah, apa pun yang terjadi itu tanggungjawab kita harus dijalani” pesannya.
 
Ditempat terpisah, Yasbudaya (50) ayah korban Kian Lira Anugrah ditemui dirumah duka yang didampingi Sastra, Kepala Desa Kayuare Kecamatan Rambang Kuang, Ogan Ilir berharap masalah ini cepat selesai dan meminta yang terbaik kepada kedua pihak.
 
“kita tunggu proses hukum agar mendapatkan hasil yang positif bagi kedua pihak. Yang jelas kita menunggu proses yang berwajib dulu, bagaimana hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada hukum” jelas Sastra Kades Kayuare.
 
Untuk informasi saat ini pihak Pondok Pesantren turut berbela sungkawa atas meninggalnya santri dengan silaturahmi kerumah duka dan meminta maaf kepada keluarga musibah.
 
“Dari pihak pesantren kami terimo kasih banyak tadi sudah berkenan membantu. In syaa Allah  besok kami didampingi polsek akan ke rumah korban menyampaikan duka cita dan permohonan maaf” balas Zahyudi Kabid Pendidikan Ponpes Al Furqon belum lama ini melalui pesan Whatsapp.

SIMAK VIDEO LENGKAPNYA


 

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts