Kemenkumham Turunkan Tim Penyuluh Ke RTN Kelas IIB Kota Prabumulih

PRABUMULIH,SININEWS.COM - Tim Penyuluh Hukum dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sumatera Selatan, Asnedi beserta rombongan melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Hukum secara langsung di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Prabumulih, bertempat di Ruang Kunjungan.

Didampingi oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Efan Armen Kegiatan Penyuluhan Hukum ini ditujukan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) meliputi Narapidana maupun Tahanan yang berada di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Prabumulih.

Dilaksanakannya Kegiatan Penyuluhan Hukum ini bertujuan untuk memberikan informasi dan konsultasi mengenai hukum secara gratis kepada WBP Rutan Prabumulih yang kurang mampu.

Share:

Atlet Tinju Putri PALI Menang Lagi, Medali Diambang Mata


PALI. SININEWS.COM -- Ana Puspa, atlet tinju putri kelas 54 kilogram asal kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada laga penyisihan Porprov XIII OKU Raya yang digelar di gelanggang tinju Baturaja kabupaten OKU, Rabu (23/11/21) berhasil menang angka atas lawannya dari OKU Timur. 


Anak asuh Usman Tess itu bertarung penuh selama empat ronde. Dari awal pertandingan, lawan dari Ana Puspa bisa mengimbangi serangan yang dilancarkannya. 

Tetapi meskipun pertarungan yang menguras energi itu berlangsung melelahkan, namun akhirnya Ana Puspa berhasil memenangkan pertandingan karena memang dari awal, Ana Puspa aktif melancarkan pukulannya kearah lawan.

Pada pertandingan yang digelar hari ini, dua atlet tinju yang turun ke gelanggang. Satu atlet tidak lama lagi bertanding. "Mudah-mudahan kita bisa lolos final. Insyaallah besok penentu tiket masuk final. Kita berharap, lima atlet tinju bisa membawa pulang medali," harap Usman Tess, pelatih tinju kabupaten PALI. (sn) 
Share:

Anggota DJSN RI asal Tempirai Sarankan Dinsos PALI Segera Masukan Data 14.000 Warga Non Aktif PBI APBD Ke DTKS Kemensos RI


Oleh Tim Media MPPDT


Sebagaimana release berita tanggal 10 November 2021 terdapat 14.000.- an orang miskin dan tidak mampu di Kabupaten PALI yang selama ini mendapatkan PBI APBD sejak Maret 2021 tidak dibayarkan oleh Pemprov SumSel dan Pemkab PALI.

Sehingga ribuan warga PALI tidak mendapatkan akses layanan Kesehatan bahkan PemKab PALI turun kelas masuk dalam daftar Kabupaten yang tidak memberikan perlindungan kesehatan semesta (UHC/Universal Health Coverage) kepada warganya. Sementara layanan kesehatan itu merupakan kebutuhan dasar setiap orang yang menjadi Hak Asasi Manusia (HAM). 


Pada tanggal 24 November 2021 ada RDP Komisi IX DPR RI dengan Kemenkes, Kemensos, Dirjen Dukcapil-Kemendagri, DJSN RI dan BPJS Kesehatan tentang Integrasi Data PBI JKN-KIS dengan DTKS. 


Terungkap data per hari ini ada kuota PBI JKN-KIS yg blm terisi sebanyak  11.258.216,- orang karena ada cleansing data PBI JKN-KIS oleh Kemensos RI. 

Karena berdasarkan informasi dari Kapusdatin Kemensos, Kabupaten PALI masih terdapat kuota 18.000.- orang yang bisa diusulkan masuk DTKS untuk PBI JKN-KIS.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas, Subiyanto Pudin,S.Sos., SH.,MKn., anggota DJSN RI asal Tempirai PALI yang nota bene juga sebagai Ketua Umum MPPDT (Masyarakat Peduli Pembangunan Desa Tempirai) menyampaikan usulan kepada PemKab PALI via Dinsos, ada peluang untuk membantu 14.000 orang warga yang saat ini non aktif PBI JKN-KIS nya untuk segera Dinsos PALI kirim data usulan ke Kemensos RI agar masuk DTKS untuk dapat PBI JKN-KIS, supaya ribuan warga tersebut segera mendapatkan akses layanan kesehatan yang dijamin oleh BPJS Kesehatan. 

Semoga usulan yang disampaikan diakomodir oleh Pemkab PALI.

Share:

Atlet Renang PALI Sumbang Perak



Atlet Renang PALI Sumbang Perak 

OKU. SININEWS.COM -- Fachriansyah Jabat, atlet renang asal kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil memboyong 2 medali perak setelah hari kedua cabor renang dalam ajang Porprov XIII OKU Raya yang digelar di kolam renang GOR Baturaja kabupaten OKU, Rabu (23/11/21).

Capaian atlet renang ini menambah koleksi medali untuk Kontingen kabupaten PALI yang hingga Rabu, Kabupaten PALI bertengger di peringkat 9.

"Ada empat atlet yang kita kirim pada Porprov tahun ini cabor Renang. Satu putera dan tiga puteri. Fachriansyah Jabat diurutan kedua di kelas 50 meter gaya dada di hari pertama lomba renang dan 100 meter gaya dada di hari kedua lomba dengan mencatat waktu Seed times 1:12,34 finals time 1:13,04 yang berhasil meraih perak dibawah atlet asal Muba. Jabat pada Porprov sebelumnya meraih satu emas dan satu perak," terang Hj. Yenni pendamping Kontingen Renang kabupaten PALI.

Untuk atlet lainnya, Hj. Yenni Nopriani yang juga sebagai Ketua Umum PRSI akui masih menunggu hasil dari panitia.


"Mudah-mudahan atlet renang kita bisa membawa medali dan menyumbang Kontingen PALI untuk mencapai target tiga besar," harap Hj. Yenni. (sn)
Share:

Dua Emas dan Satu Perak Diraih Atlet Bridge PALI


OKU. SININEWS.COM -- Atlit cabang olahraga (cabor) Bridge Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhasil menyumbang dua medali emas dan satu medali perak, untuk Bumi Serepat Serasan dalam ajang Porprov XIII di OKU Raya.


Dua medali emas yang berharga tersebut, berhasil diraih atlit putri dan campuran. Sedangkan medali perak diraih atlit putra, yang langsung dikalungkan oleh Sekertaris KONI Kabupaten PALI Sukarman SH, di Gedung Uper PU Martapura, OKU Timur.


Peraih emas mix yakni, Dendi, Joe, Siti Syara, Aurhel, Cantika, Jessen. Lalu, tim putri peraih emas yakni, Putri, Lucia, Juliz, Jessy, Rahmadhani, Anggrib. Sedangkan tim putra peraih perak yakni, Ilham, Riski, Salman, Bagas, Dendi, dan Joe.


Sekertaris KONI Kabupaten PALI, Sukarman SH mengatakan, bahwa cabor Bridge memang menjadi salah satu cabor unggulan pihaknya dalam mendulang pundi-pundi medali agar Kabupaten PALI bisa mencapai target tiga besar.


"Bridge ini memiliki peluang besar dalam mendulang medali di ajang Porprov XIII di OKU Raya ini," ujarnya, didampingi Tim Manajer sekaligus Assisten Pelatih Drs Editiawarman, Selasa (23/11).


Lebih lanjut dikatakanya, bahwa cabor bridge akan melakoni pertandingan kembali untuk memperebutkan sembilan medali. "Masih ada peluang untuk meraih sembilan medali terutama emas dalam pertandingan selanjutnya," pungkasnya. (sn) 

Share:

BERGERAK DENGAN HATI, PULIHKAN PENDIDIKAN


Oleh: BAYUMIE SYUKRI, AP., SE., M. Si., C. MMI*)

Penulis adalah: Praktisi dan Pemerhati Pendidikan,

Koordinator Guru Penggerak Kota Palembang


Pandemi Covid-19 yang hampir dua tahun melanda dunia pendidikan tentu memberikan dampak yang berat bagi para peserta didik di seluruh Indonesia. Sektor pendidikan ini harus tetap berdaya karena menjadi kawah candradimuka lahirnya Profil Pelajar Pancasila sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan pembelajaran yang sejatinya merupakan hubungan interaksi edukatif antar guru dengan siswa kini terhambat oleh jarak dan fasilitas. Sekolah harus mampu melakukan berbagai inovasi agar dapat menjalankan pembelajaran efektif dan produktif. Inovasi-inovasi yang dilakukan itu harus pula didukung dengan semangat dan komitmen bersama seluruh stakeholders.  Keterbatasan fasilitas tentu menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen dalam dunia pendidikan.  Totalitas warga sekolah adalah hal penting dalam memperbaiki dan meningkatkan mutu serta menjaga ritme pembelajaran. Sehingga dalam keadaan sedang bertarung dengan penjajah tak kasat mata sekalipun, sekolah senantiasa berkarya dan berprestasi. Karena kebutuhan mendapatkan pembelajaran sudah tidak dapat diganggu gugat keberadaannya dalam Undang-Undang. Juga kaitannya dengan persoalan jarak, yang menjadikan hubungan menjadi terhambat. Orientasi merdeka belajar yang memberikan ruang terbuka untuk pengembangan segala karya dan kreatifitas peserta didik adalah solusi alternatif dalam menghadapi realita pendidikan saat ini. Tentu tujuannya melihat masa depan dengan tantangan yang lebih kompleks dan terbuka.  

Permasalahan pembelajaran di masa pandemi paling besar di hadapi oleh siswa. Kebanyakan siswa kesulitan memahami materi pelajaran. Hal ini diakibatkan perubahan cara belajar yang semula di bimbingan secara langsung oleh guru, kemudian menuntut ke arah pembelajaran mandiri. Upaya pengembangan kemampuan peserta didik saat ini tentu terbatas dalam aspek komunikasi. Virtualisasi komunikasi yang tengah dibangun menjadi budaya kini, tentu mendapatkan tantangan sosial yang berkaitan dengan norma dan etika. Norma dan etika dalam konteks ini kembali kepada interaksi yang biasa terjadi di lingkungan sekolah, sebelum masa pandemi Covid 19 melanda. Suatu hal yang semoga saja tidak dilupakan oleh para generasi muda.

Pemberlakuan Pembelajaran tatap Muka Terbatas (PTMT) adalah solusi yang harus diambil dan diterima oleh semua pihak untuk mengatasi learning loss.  Momok learning loss menjadi persoalan bersama. Ketakutan akan hadirnya sebuah generasi “lolos rem” karena pernah masuk pada fase learning loss tentu sangat tidak diharapkan. Learning loss adalah hilangnya kesempatan belajar secara efektif bagi peserta didik di sekolah yang berakibat pada penurunan penguasaan kompetensi peserta didik yang dikarenakan kondisi pandemi Covid-19. 

Di tengah perkembangan iptek yang sangat cepat, pendidik dan tenaga kependidikan diharapkan mengambil peran yang lebih dari sekedar mengajar dan mengelola pendidikan, tetapi juga mengubah pola belajar anak ke arah Merdeka Belajar dan internalisasi nilai-nilai Pelajar Pancasila. Merebaknya pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik dan tenaga kependidikan dalam menerapkan strategi pembelajaran yang komunikatif, kolaboratif, kreatif, dan kritis. Melalui strategi pembelajaran yang diselenggarakan baik dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) melalui PTMT akan lebih menarik dan menyenangkan peserta didik dan dapat mengatasi terjadinya learning loss. 

Perubahan pendidikan masih terus terjadi dengan diterapkannya PTMT, penyesuaian kembali harus dilakukan antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Perubahan tersebut membutuhkan kolaborasi yang apik antara guru, orangtua dan siswa untuk bersinergi mewujudkan sistem pembelajaran yang terbaik untuk putra-putri bangsa ini. Tentunya apa yang telah dilakukan para guru adalah bentuk gerakan hati demi pemulihan pendidikan. Apresiasi yang setinggi-tingginya untuk para guru yang telah melakukan perubahan-perubahan dalam rangka menyesuaikan diri menghadapi pandemi ini demi tercapainya tujuan pembelajaran. Semuanya itu dilakukan agar proses belajar mengajar tetap terlaksana dengan baik. Orangtua juga sudah mulai sadar akan pentingnya pendidikan untuk putra-putrinya. Dan hal tersebut mengubah paradigma masyarakat bahwa pendidikan tidak lagi menjadi tanggung jawab para guru saja tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, gunakan hati, rasa, pikir dan tindakan nyata dalam memulihkan situasi pendidikan agar lebih baik lagi.

Mari kita bergerak dengan hari, pulihkan pendidikan.  Karena dalam  pendidikan, manusia seharusnya diukir, bukan dicetak. Ukiran membutuhkan pahatan penuh pedih-perih: seseorang mesti belajar dengan baik sebab ilmu pengetahuan sulit untuk direngkuh. Jika lembaga pendidikan hanya mau mencetak “pekerja”, bukan “pembelajar”, maka benar sudah, kelas-kelas sudah tak lagi menjadi tempat tumbuh kembangnya keilmuan, tapi kadung menjadi pabrik para pekerja. Mari ubah mindset kita bahwa belajar tak melulu hanya dalam kelas. Pendidikan semestinya bisa mengembangkan kualitas diri, bukan malah mengekangnya. Proses belajar tidak hanya terjadi dalam kelas, tapi juga terjadi di mana pun, kapan pun dan dengan siapa pun. Setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah kelas. Mari belajar bersama!

Hal ini perlu kita terima bukan saja sebagai kritik, bahkan renungan bagi para kita semua sebagai pendidik untuk memperbaiki proses pembelajaran. Kepentingan anak mendapatkan hak pendidikan janganlah disalahpahami menempatkan anak sebagai objek dalam pembelajaran. Belajar yang berpusat pada anak berarti mengajaknya sebagai teman belajar, sebagai subjek yang sama-sama belajar. Kewajiban anak menghormati guru dan orangtua jangan sampai memposisikannya sebagai subordinat dalam proses belajar. Sebaliknya, pelayanan pendidikan yang baik diwujudkan melalui penghormatan kepada peserta didik. Ki Hajar Dewantara menyebutnya dengan istilah menghamba pada anak, melalui sentuhan hati, untuk memulihkan situasi dan kondisi psikologis para pembelajar.

Untuk itulah, sejatinya menanggung beban predikat Guru di pundak, tidaklah ringan. Banyak sekali tugas dan tanggung jawab dipikul dalam rangka melaksanakan visi nasional, mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam konteks lebih kecil, guru harus mampu membelajarkan peserta didik. Mengasah dan mengembangkan pengatahuan, sikap dan keterampilan siswa menjadi lebih baik,  lebih maju dan siap untuk hidup di masyarakat pada masa mendatang.  Karena itu mari kita mendorog tumbuh kembang anak secara holistik, menjadi pemimpin pembelajaran dalam ekosistem pendidikan di sekolah, bergandengan tangan dengan derap kolaborasi untuk sebuah perubahan serta melangkah bergerak dengan hati, pulihkan pendidikan.  Selamat Hari Guru Nasional 2021 dan HUT PGRI ke-76.

Share:

Terindikasi Ada Atlet Bayaran Disewa Salah satu Daerah, PBSI PALI Tarik Mundur 'Pasukan' dari Porprov OKU Raya


OKU. SININEWS.COM -- Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIII Sumatera Selatan yang dilaksanakan di OKU Raya harus menelan kekecewaan lantaran ada indikasi salah satu daerah mendatangkan atlet bulutangkis dari pulau jawa.

Kekecewaan tersebut bukan hanya dirasakan PBSI PALI saja namun ada 11 kabupaten/kota lainnya yang menyatakan mundur dari keikutsertaan pertandingan Cabor Bulutangkis. 

Bahkan, PBSI PALI akan menarik mundur pasukannya sebanyak 12 atlet kembali ke PALI pada esok hari.

Hal itu dikatakan Toni Sekretaris PBSI kabupaten PALI, Selasa (23/11/21).

"Ada 12 kabupaten/kota yang protes dan meminta atlet bayaran dari luar Sumsel tidak diturunkan, namun daerah yang membawa atlet bayaran itu bersikeras. Buntutnya, 12 kabupaten/kota mundur," terang Toni.

Keputusan untuk mundur dari keikutsertaan Cabor Bulutangkis pada Porprov di OKU Raya diakui Toni sudah koordinasi dengan ketua Kontingen. 

"Kami sudah laporan ke ketua Kontingen dan malam ini kami akan rapat di sekretariat. Karena rencananya seluruh atlet Bulutangkis yang telah tiba di OKU akan pulang ke PALI besok," tandasnya. (sn/perry)

Share:

Sah! Kemong Kembali Jabat Ketua PWI Prabumulih Periode 2021 - 2024

 


PRABUMULIH, SININEWS.COM -  Konferensi Kota (Konferkot) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Prabumulih periode 2021-2024 digedung Kesenian Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Prabumulih terpilih secara Aklamasi, Selasa (23/11/21).


Dalam kegiatan itu juga dihadiri Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, Ketua PWI Provinsi Firdaus Komar beserta jajaran kepengurusan serta para tamu undangan.


Dua kandidat sebelumnya yang akan maju memimpin PWI tiga tahun kedepan yakni Novlis Heriansyah dan Incumben Mulwadi (Kemong) telah sepakat pemilihan ketua PWI ditetapkan dengan cara Aklamasi seusai petarung Novlis secara lapang dadah mengundurkan diri dari pencalonan.


Dalam sambutannya Novlis menegaskan secara resmi mencabut dan mengundurkan diri pencalonan ketua PWI Kota Prabumulih demi menjaga kekompakan, namun demikian dirinya tetap memberikan masukan kepada panitia penyelenggara Konferkot PWI Prabumulih untuk tetap menjaga netralitas.


“Pengunduran diri saya dari pencalonan ini bukan adanya pengaruh dari manapun, tidak menutup kemungkinan bisa mencalonkan diri, namun pesan saya tetap jaga kekompakan dan netralitas panita” harapnya

Sementara itu, Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya,MM jauh hari telah memberikan saran dan masukan agar pemilihan ketua PWI digelar dengan Aklamasi atau tanpa pemilihan dengan harapan tidak terjadi permusuhan antar pendukung.


“Ya semestinya aklamasi saja kalau sudah mengantongi 60 persen mandat, buat apa ada persaingan, toh kita teman jugo” jelas Ridho usai membuka Konferkot tadi pagi digedung kesenian.


Ditempat yang sama, Mulwadi alias Kemong yang menang aklamasi sangat mengapresiasi tindakan yang dilakukan Novlis dengan besar hati memberikan kesempatan kedua untuk Kemong memimpin PWI Prabumulih.


“saya bangga dengan beliau (Novlis) dengan besar hati memberikan kesempatan kepada saya untuk kedua kalinya untuk menahkodai PWI kota Prabumulih periode 2012-2024.(tau/sn)

Share:

Laga Kedua Lawan Tidak Datang, Atlet Tinju PALI Menang WO


OKU. SININEWS.COM -- Sepertinya dengan capaian petinju Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang belum terkalahkan, membuat lawan ciut untuk berhadapan dengan petarung asuhan Usman Tess dibawah naungan Pertina Kabupaten PALI pimpinan Drs H Soemarjono. 


Terbukti, saat Yogi Desli atlet tinju kelas 46 kilogram berlaga untuk kedua kalinya melawan Irlan Revansyah asal Muara Enim, pada Selasa (23/11/21) yang digelar di arena tinju Kabupaten OKU, lawan tanding Yogi tidak muncul meskipun panitia pertandingan telah tiba kali memanggil.


Tentu saja, dengan ketidakhadiran lawan tanding Yogi, atlet tinju yang pada laga perdana menjatuhkan lawannya hingga tak berdaya dinyatakan menang WO oleh wasit. 

"Hari ini ada tiga atlet kita naik gelanggang. Dua sudah berhasil menang. Yaitu Fitra Laila menang KO dan Yogi Desli menang WO. Satu pertandingan lagi masih menunggu, yaitu Aljun dan mudah-mudahan bisa menang juga," kata Usmas Tess usai Yogi Desli dinyatakan menang WO. (sn/perry)
Share:

Fitra Laila, Petinju Putri PALI Menang KO


PALI. SININEWS.COM -- Atlet tinju putri asal kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Fitra Laila berhasil menaklukkan lawannya Riski Dwi Amelia asal Ogan Ilir.


Fitra Laila menang KO di ronde pertama pada laga penyisihan kelas 57 kg yang digelar pada Selasa  (23/11/21) di gelanggang tinju kabupaten OKU. 

Fitra Laila sejak detik-detik awal pertandingan menyerang tanpa henti lawannya membuat kewalahan atlet asal Ogan Ilir itu, dan wasit pun menghentikan pertandingan dan menyatakan Fitra Laila menang KO.

Atas keberhasilan Fitra Laila, sudah empat petinju PALI maju ke babak berikutnya. (sn/perry)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts