CPNS di PALI Dikukuhkan jadi ASN


PALI. SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo mengukuhkan 195 CPNS menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (10/1/22) di halaman Kantor Bupati di Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi. Pada acara pengukuhan itu, Bupati juga memberikan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya. 


Bupati PALI berpesan agar pegawai yang baru dkukuhkan supaya benar-benar menjalankan tugasnya sesuai tugas dan fungsinya. 

"Kita ini pelayan masyarakat bukan minta dilayani, jadi layanilah masyarakat sesuai tugas kita. Abdikan diri kita sepenuhnya kepada negara, dan tingkatkan kinerja demi kemajuan daerah kita ini," pesan Bupati. 

Terlebih PALI daerah yang membutuhkan pegawai yang bisa bekerja maksimal, untuk itu Bupati menekankan kepada ASN yang baru dikukuhkan supaya mampu lari cepat dan bersinergi dengan atasannya. 

"Saat ini PALI terus berupaya mengejar ketertingalan, maka dari itu bekerjalah sepenuh hati dan cepat dalam melakukan pelayanan. Patuhi aturan dan jaga amanah ini supaya ASN di PALI menjadi contoh bagi masyarakat lain," tukasnya. 

Sementara itu, Albara Mahatma Nasri salah satu CPNS yang dikukuhkan menjadi ASN mengatakan bahwa meskipun dirinya ditugaskan sebagai guru di SDN 12 Kecamatan Penukal Utara yang merupakan kecamatan paling jauh dari ibukota PALI akan tetap menjaga amanah itu. 

"Saya akan bekerja penuh dalam mendidik pelajar, ini adalah amanah karena menjadi ASN tidak mudah dan amanah ini akan kami jalankan sepenuh hati. Dan kami juga berterimakasih kepada pak bupati yang telah mengukuhkan saya juga teman-teman lainnya," ucapnya. (sn/perry)
Share:

Revolusi Industri 4.0 Menjadi Pisau Bermata Dua Bagi SDM Indonesia di Era Pandemi




opini : Abi Fadillah – Mahasiswa MEP FEB UGM

Selama dua tahun terakhir, virus pandemi Covid-19 bukan menjadi persoalan yang hanya menggangu sektor kesehatan saja. Dampak virus tersebut merupakan persoalan multi-dimensi dari berbagai bidang, sebut saja sektor ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, dan sebagainya.  Pengaruh virus tersebut jelas menunjukkan suatu perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa kita sadari, aktivitas masyarakat akibat  dampak virus itu telah mengarah pada percepatan adaptasi Revolusi Industri 4.0. 

Percepatan revolusi industri tersebut menggambarkan perubahan zaman yang tumbuh pesat, perkembangan iptek yang sangat cepat, dengan berbagai lompatan raksasa, yang menyebabkan cepat usangnya teknologi yang ada, serta tergantikan dengan teknologi baru. Namun, revolusi industri yang tumbuh dengan cepat, terkadang menimbulkan situasi yang dilemma. Bahkan, di era pandemi seperti ini memaksa semua orang harus bisa menggunakan teknologi sehingga membuat situasi itu bagaikan “pisau bermata dua”. 

Dalam konteks pendidikan, transisi mobilitas ke arah penggunaan teknologi sudah terjadi. Perubahan media pembelajaran dari ruang kelas ke ruang online seperti aplikasi Zoom, mengharuskan semua pelajar dan pendidik wajib bisa menggunakannya. Demikian juga pada bidang kewirausahaan, yang ditandai dengan meningkatnya pengguna E-Commerce selama pandemi sebanyak 12 - 18 juta pengguna sampai akhir 2021.

Jelas, perubahan ini harus dimaksimalkan dan akan sulit bagi kelompok masyarakat yang menolak perubahan tersebut. Jika kita tidak siaga, perubahan ini berdampak lebih luas pada ketenagakerjaan, yang dapat menghilangkan lapangan kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini disebabkan penggunaan SDM akan dikurangi untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan saat pandemi. Tercatat, selama tahun 2020 hingga pertengahan 2021, sebanyak 9.77 juta jiwa pekerja di-PHK. Dampak PHK itu membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia cenderung meningkat sebesar 1.79% dari tahun 2019 yang tercatat 5.28% menjadi 7.07% pada akhir 2020.

Teknologi yang terus berkembang dan berdampingan dengan setiap aktivitas masyarakat, membuat Indonesia harus bersiap dalam menghilangkan kesenjangan ini. Total penduduk Indonesia tercatat sebanyak 270.2 juta jiwa, sekitar 68.75 persen penduduk berumur 15-64 tahun. Ini menunjukkan bahwa kelompok usia produktif di Indonesia jauh lebih tinggi dari usia non-produktif yang hanya 24.5 persen (kelompok usia 0-14 tahun) dan 6.75 persen (kelompok usia 65+ tahun) (BPS, 2021). 

Kesempatan ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Namun, terbukti sejak pandemi melanda, Indonesia sulit untuk bangkit karena masih dalam cengkraman dampak pandemi. Faktor-faktor yang mempengaruhi seperti transisi pada bidang teknologi 4.0 yang tidak disambut dengan siap oleh SDM Indonesia. Bahkan, sangat sedikit angkatan kerja yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan lapangan kerja baru yang diciptakan pada era saat ini. Kalaupun ada pekerja yang mendapatkan kerja, realitanya pekerja itu sulit untuk mencapai tingkat produktivitasnya dalam bekerja. Fenomena ini sama saja menunjukkan pekerja di Indonesia masih berada pada golongan pengangguran terselubung. 

Oleh karena itu, akan lebih baik jika kelompok usia produktif kita tidak bergantung pada lapangan perkerjaan yang ada, namun justru mampu membuka lapangan kerja sendiri dengan memanfaatkan peluang dalam kemajuan teknologi. Mahasiswa yang menjadi salah satu kelompok usia produktif harus melek teknologi. Bukan hanya sekedar bisa menggunakan teknologi, akan tetapi bisa mengembangkan teknologi itu serta mendesain teknologi baru yang lebih bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan pengembangan pengetahuan. Maka, dengan perubahan zaman dan transisi revolusi industri yang pesat, SDM Indonesia dituntut untuk dapat menggunakan teknologi serta mampu mengadopsi inovasi pengembangan ilmu pengetahuan.

Kedepan, tentunnya semua pihak, terutama lembaga pendidikan di Indonesia akan terus menyiapkan generasi milenial yang unggul dan berdaya saing di era revolusi industri 4.0. Di samping itu, masyarakat harus beradaptasi dalam perkembangan zaman, terutama mengandalkan digitalisasi pada semua aktivitas. Walaupun Indonesia telah menjalankan era revolusi industri dengan mengikuti perubahan-perubahan teknologinya, tetapi jika SDM yang tidak disiapkan dengan baik maka ini dapat menjadi petaka bagi negara.  Dalam menakar SDM Indonesia untuk menghadapi era revolusi, apapun bentuknya, sangat membutuhkan strategi yang tepat serta political will dan political action dari seluruh jajaran pemerintahan, dukungan rakyat, dan dukungan dari lembaga serta pemangku kepentingan lainnya. (ril) 

Share:

5 Hari Jaringan Lelet, Pengguna XL disini Migrasi Kartu

 

Foto : Hanya ilustrasi

PRABUMULIH, SININEWS.COM – Jaringan Provider yang diklaim terluas di Indonesia nampaknya masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian masyarakat di Kota Prabumulih, hal tersebut nampak dikeluhkan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumsel. Jumat (7/1/22).

 

Bagaimana tidak jaringan provider XL Axiata yang menjadi primadona masyarakat dengan program paket internet murah itu dinilai masyarakat tidak memberikan pelayanan jaringan yang memadai, apalagi jaringan internet sangat dibutuhkan oleh pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk sekolah dalam jaringan (Daring).

 

“Jaringan XL ini ilang terus, kamarin mati, siang ado terus mati lagi sinyalnyo” ucap Reval salah satu siswa sekolah yang mengeluhkan lambannya perbaikan yang dilakukan oleh teknisi jaringan provider XL.

 

Sementara itu, Humas bagian Jaringan provider XL Axiata Dimas ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku sedang dalam perbaikan.

“Ini lagi progres ya pak, sabar pak ya” ucapnya langsung memutuskan percakapan saat hendak dikonfirmasi.

 

Terpisah, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Prabumulih Drs.Mulyadi Musa,M.Si melalui Ansori selaku Pelayanan Internet (Tower) mengaku jika jaringan Provider bukan kewenangan pihaknya, Kominfo selaku Dinas yang mengontrol pendirian menara (BTS) dan dampak menara (tower) jika ada gangguan seperti tersambar petir.

 

“kalau kita hanya memantau perizinan pendirian BTS, dan jika ada rumah warga yang tersambar petir dekat tower itu kita yang urus, dan melapornya ke kita” jelasnya seraya mengatakan jika ada keluhan bisa langsung ke provinsi bagian pemantau jaringan hanya ada satu yakni di Palembang.

 

Untuk informasi jaringan provider yang dikeluhakan warga Kelurahan Gunung Kemala sudah berlangsung 5 hari, jaringan yang tidak stabil membuat sebagian pelanggan migrasi atau pindah ke provider yang lebih stabil seperti Indosat dan Telkomsel. (sn/tau)

 

 

 

Share:

Jalan Mulus, Geliat Ekonomi Tanah Abang Terasa


PALI. SININEWS.COM -- Terhambatnya akses warga di sejumlah desa dalam kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akibat jalan penghubung dengan kondisi buruk yang sudah lama terjadi akan menjadi cerita masa lalu bagi warga. Pasalnya, dipenghujung tahun 2021, pemerintah provinsi Sumatera Selatan menggelontorkan anggarannya untuk melakukan perbaikan pada jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga kecamatan Tanah Abang. 


Lebih kurang 15 kilometer jalan dari Desa Harapan Jaya hingga melewati kantor Camat Tanah Abang saat ini telah mulus diaspal membuat aktivitas warga lancar dalam menjalankan kesibukannya sehari-hari. 


Tentu saja, dengan mulusnya jalan poros itu, perekonomian masyarakat setempat diprediksi bisa meningkat di tahun 2022 karena tidak ada lagi hambatan warga dalam berinteraksi terutama petani yang saat ini bebas menjual hasil pertaniannya kapan pun karena setiap hari pasaran, banyak pembeli hasil pertanian dari berbagai daerah datang hingga ke pelosok. 


Seperti diutarakan Putra, salah satu warga Desa Harapan Jaya yang berprofesi sebagai petani karet mengaku sebelumnya untuk menuju pusat kecamatan Tanah Abang membutuhkan waktu cukup lama karena akses jalan banyak yang rusak serta ketika hari pasaran, pembeli getah yang datang ke desanya hanya itu-itu saja membuat harga getah dikendalikan pembeli.


"Sejak jalan kami mulus, bukan hanya pembeli yang banyak datang ke pasar kalangan untuk membeli getah, juga petani lain yang menggeluti budidaya bibit karet melonjak permintaannya lantaran akses jalan kami kembali hidup," ujarnya, Kamis (6/1/22).


Juga diutarakan Eko, pemilik sebuah toko di Tanah Abang yang dirasakan banyak manfaatnya setelah jalan poros Tanah Abang mulus. "Alhamdulillah omzet kami meningkat setelah jalan diaspal. Banyak banyak pembeli datang dari pelosok yang sebelumnya malas keluar karena jalan rusak. Mudah-mudahan ini awal yang baik di tahun 2022," katanya. 


Terpisah Aka Cholik Darlin, tokoh muda Lematang menyebut bahwa dengan diperbaiki ruas jalan raya kecamatan Tanah Abang yang tentu saja menjadi penyemangat bagi masyarakat Lematang Ilir khususnya para pengusaha UMKM. 


"Yang tentu saja menjadi jalur perekomian yang efektif karena kita tahu bahwa kecamatan Tanah Abang menjadi pusat Pendidikan dan kesehatan dengan beroperasinya RS Pratama. Ini membantu minat masyarakat dalam mobilitas sehari-hari dengan tidak ragu saat musim hujan dan kemarau karena akses jalan cukup baik. Dengan dibangunnya jalan inu tidak lepas dari  kinerja Bupati PALI H Heri Amalindo yang cukup responsif terhadap keinginan masyarakat, tentu saja saya berikan apresiasi terhadap beliau," ujar mantan anggota DPRD PALI ini. (sn/perry)

Share:

Pejabat Eselon II Dan III Wajib Laporkan LHKPN Kepada KPK


PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Paling lama satu Minggu, Walikota Prabumulih Ir. H. Ridho Yahya, Mm targetkan pengimputan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN), dalam memenuhi kepatuhan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Tahun lalu, seluruh pegawai di lingkungan Pemkot melaporkan LHKPN ke KPK,” terang Ridho.

Wako Prabumulih dua periode itu juga menyampaikan hanya pejabat eselon II dan III yang wajib untuk melaporkan LHKPN kepada KPK.

“Kita telah meminta, agar BKPSDM dan juga Inspektorat secepatnya melakukan penginputan data LHKPN. Dan, ditargetkan satu minggu selesai. Khususnya, Kabid dan Kasi,”jelasnya.

Hal ini juga harus menjadi perhatian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akunya agar segera melakukan penginputan data LHKPN guna kepatuhan KPK. “Penginputan LKHPN ini dilakukan secara rutin setiap tahunnya, bagian dari pengawasan dan pembinaan terkait pencegahan korupsi khususnya di Prabumulih,” ucap Politisi Partai Golkar ini.

Bagi pejabat dan pegawa Bui Pemkot yang tidak mau menginput LHKPN. Kata dia, akan dipanggil dan apa alasan tidak mau. “Apalagi ini wajib sifatnya, sudah ketentuan KPK guna mengawasi harta kekayaan pejabat dalam rangka pencegahan korupsi,” beber Adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel).

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Beny Rizal SH MH dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Kalau tahun ini, tidak semua pegawai menyampaikan LHKPN. Hanya pejabat eselon II dan III saja, sementara eselon IV tidak. Sesuai permintaan Pak Wako, segera kita lakukan penginputan,” pungkasnya.

Share:

Jangan Gagal Paham, Dinas Kominfo PALI Keluarkan Edaran Untuk Seluruh OPD Adanya Downtime


PALI. SININEWS.COM -- Adanya surat edaran dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI yang dikeluarkan tanggal 3 Januari 2022 terkait rencana pemulihan penyedia jasa pengerjaan pengadaan jaringan internet melalui e-purchasing di Dinas Kominfo dan akan adanya pekerjaan instalasi jaringan internet di seluruh perangkat daerah maka selama proses itu akan mengalami masa downtime dimana jaringan internet akan mengalami offline selama lebih kurang 14 hari membuat sejumlah warga PALI gagal paham. 


Pasalnya, warga yang panik itu mengira masa downtime itu akan terjadi pada seluruh wilayah PALI, tetapi sesungguhnya dijelaskan Plt kepala Dinas Kominfo Ali Akbar melalui Kabid Teknolgi Informatika dan Komunikasi Bertha Heriyanto bahwa jaringan internet akan mengalami offline hanya pada jaringan internet yang di fasilitasi oleh internet kominfo PALI.

"Sebelumnya kami minta maaf lantaran edaran itu membuat resah masyarakat. Untuk diketahui bahwa edaran itu untuk seluruh OPD di lingkungan Pemkab PALI bukan untuk seluruh masyarakat PALI," ujar Bertha, Rabu malam (5/1/22).

Artinya ditegaskan Bertha bahwa bagi masyarakat yang menggunakan provider atau operator GSM dan lainnya tidak ada masalah. 

"Masyarakat tidak perlu was-was yang terjadi offline selama masa pemulihan jaringan internet itu hanya pada kantor  OPD yang menggunakan jaringan internet yang difasilitasi Kominfo, bagi masyarakat umum tetap aman," tandasnya. (sn/perry)



Share:

Pinjam Motor Teman Tak Pulang-pulang, Johan Dijemput Polsek Pemulutan di OKU Timur

 


INDRALAYA, SININEWS.COM- Pelarian Johan ke OKU Timur berhasil diendus polisi yang mengejarnya sejak dua pekan lalu. Johan merupakan tersangka penggelapan sepeda motor milik rekannya sendiri di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir. Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy, melalui Kapolsek Pemulutan Iptu Iklil Alanuari mengatakan, penggelapan tersebut bermula saat tersangka meminjam sepeda rekannya pada pertengahan Desember tahun lalu. "Tersangka dan pemilik motor merupakan rekan kerja sesama buruh. Tersangka ini pinjam motor dengan alasan beli pulsa," terang Iklil kepada wartawan, Rabu (5/1/2022). 


Korban yang tak curiga lalu meminjamkan motor kepada tersangka. Setelah ditunggu selama setengah jam, lanjut Iklil, tersangka tak kembali dan korban mulai cemas. "Korban merasa cemas karena di dalam box motornya ada uang Rp 3 juta," ungkap Iklil. Korban lalu mencari tersangka dengan mendatangi rumahnya. "Saat didatangi ke rumah, tersangka tidak ada. Yang ada hanya istri dan anaknya," ujar Iklil. Karena motor tak kunjung dikembalikan, pemilik motor lalu melapor ke Polsek Pemulutan. Polisi lalu mengejar tersangka yang membawa kabur motor itu. 


"Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, tersangka berhasil terlacak berada di wilayah OKU Timur," terang Iklil. Tim Crocodile Polsek Pemulutan pimpinan Kanit Reskrim Ipda Zulkarnain lalu menuju OKU Timur, tepatnya di Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka. Saat melakukan penangkapan pada Selasa (4/1/2022) petang, Polsek Pemulutan berkoordinasi dengan tim dari Unit Reskrim Polsek Cempaka. Tersangka diamankan beserta barang bukti sepeda motor Yamaha Vixion dengan plat nomor BH 3635 YP.  Selain sepeda motor, uang tunai milik korban yang masih tersisa sebesar Rp 1,5 juta juga diamankan petugas. 


"Tersangka dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," terang Iklil. Kepada polisi, tersangka Johan mengaku nekat menggelapkan motor rekannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Motornya saya bawa untuk malam tahun baru. Uang yang 1,5 juta sudah saya belanjakan makanan dan rokok. Sekarang saya menyesal," kata tersangka.(Ber)

Share:

Ancam Keselamatan Warga, Kades di Rambang Kuang Ini Serahkan Senpi Hasil Rampasan ke Polisi

 

INDRALAYA, SININEWS.COM -- Jajaran unit Reskrim Polsek Muara Kuang pimpinan Kapolsek IPTU Hendri Rozin MSi menerima satu pucuk senjata api rakitan (senpira) laras pendek berikut tiga butir amunisi aktif. Penyerahan senpira serta tiga butir amunisi ke Polsek Muara Kuang tersebut, Rabu (5/1) disampaikan langsung oleh Damsir selaku Kepala Desa Tanjung Bulan Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kapolsek Muara Kuang IPTU Hendri Rozin MSi menyambut baik upaya penyerahan senpi yang dilakukan oleh seorang Kepala Desa yang berada di wilayah hukumnya. Mengingat senpi tersebut didapati oleh Damsir selaku Kades yang bersangkutan usai berhasil melerai keributan hingga mengancam nyawa keselamatan warganya. 

Satu pucuk senpi beserta tiga butir amunisi aktif tersebut, diketahui milik pelaku inisial So (50), warga Desa Tanjung Bulan Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten OI. Pelaku Somad saat ini tengah dalam pengejaran aparat Kepolisian unit Reskrim Polsek Muara Kuang. Karena, setelah sebelumnya senpi tersebut rencana hendak dilakukan oleh pelaku untuk mengancam seorang warga. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh Kades. 

"Senpi yang diserahkan itu, berawal dari adanya indikasi tindakan melawan hukum berupa pengancaman yang dilakukan oleh pelaku inisial So (50) terhadap saudara Sardini alias Cek," terang Kapolres OI AKBP Yusantiyo Shandy SIk melalui Kapolsek Muara Kuang IPTU Hendri Rozin MSi. Dijelaskan Kapolsek, indikasi dugaan pengancaman menggunakan senpi yang dilakukan oleh pelaku (DPO) tersebut, berawal pada Rabu dinihari (5/1) pukul 07.00 di kediaman Damsir selaku Kades Tanjung Bulan. 

Pagi itu, pelaku So mendatangi rumah Damsir selaku Kades Tanjung Bulan. Dihadapan Kades, pelaku menceritakan bahwa dirinya sedang ribut keluarga dengan kakak iparnya saudara Sardini alias Cek mengenai permasalahan tanaman buah nanas. Selang beberapa saat kemudian datanglah saudara Sardini alias Cek menemui pelaku di rumah Kades. Sontak saja, keduanya langsung terlibat keributan. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Pelaku So (DPO) hendak mengambil sesuatu dari dalam tas selempang yang dibawanya. Kemudian tas tersebut langsung direbut oleh Damsir selaku Kades, dikarenakan Kades telah sering mendapat laporan dari warga bahwa pelaku memiliki senpi. 

Terjadilah tarik-menarik, namun Kades berhasil merebut dan merampas tas milik pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan, didalam tas tersebut berisi sepucuk senpira dengan tiga butir amunisi aktif. "Lalu Kades langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan unit Intelkam Polsek Muara Kuang lalu. Pelaku pun seketika kabur dan barang bukti diserahkan oleh Kades ke anggota Polsek Muara Kuang," jelas IPTU Hendri Rozin MSi. Ditegaskan Kapolsek, saat ini pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti milik pelaku berupa sepucuk senpira laras pendek, sebuah tas selempang berwarna coklat, serta dua buah dompet kulit berwarna coklat. "Dari keterangan warga, bahwa senpi tersebut sering dipergunakan oleh pelaku apabila terjadi keributan rumah tangga. Saat ini pelaku tengah dalam pengejaran," tegas Kapolsek Muara Kuang IPTU Hendri Rozin MSi.(Ber)

Share:

Polres PALI Ungkap Kasus Pembunuhan Pasutri di Talang Tumbur, Tersangka Terancam Hukuman Mati


PALI. SININEWS.COM -- Kejadian yang sempat menggemparkan warga kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Minggu (2/1/22) lalu, dimana satu pasangan suami istri (Pasutri) yang sudah lanjut usia di temukan tewas bersimbah darah di rumahnya di wilayah Talang Tumbur kelurahan Talang Ubi Barat kecamatan Talang Ubi dengan luka bekas senjata tajam akhirnya terungkap. 


Dimana pada Selasa (4/1/22) sekira pukul 21.00 WIB, Satuan Reskrim Polres PALI berhasil meringkus terduga pelaku pembunuhan yang terbilang sadis itu. Tersangka ditangkap di wilayah Penukal Utara saat tersangka diduga hendak melarikan diri keluar wilayah PALI. 

Bukan hanya ditangkap, tersangka dihadiahi timah panas dibagian kakinya lantaran berusaha lari dari upaya penangkapan. Tersangka pun langsung digelandang ke Mako Polres PALI untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Tersangka diketahui berinisial DA usia sekitar 27 tahun warga Talang Baru Kelurahan Talang Ubi Barat. Motif pembunuhan diduga sakit hati hanya gara-gara tidak diberi rambutan saat tersangka meminta rambutan di kebun milik korban. 

Hal itu terungkap dari pengakuan tersangka saat Polres PALI melakukan press release, Rabu (5/1/22) di halaman Mako Polres PALI. 

"Aku sakit hati pak, karena korban telah menghina aku dan orang tua aku saat aku minta rambutan kepada korban. Tapi korban tidak memberi dan malah mengomeli aku," ungkap DA.

Bahkan yang paling mengejutkan dari pengakuan tersangka bahwa dirinya tidak menyesal dan merasa puas karena sudah bisa menghabisi kedua nyawa korban.

"Aku puas telah menghabisi nyawa mereka (kedua korban), dan aku tidak menyesal. Awalnya setelah aku bunuh mereka, rencananya rumah dan jasad mereka akan dibakar, namun saat aku cari tidak ada korek api," akunya.

Dari pengakuannya juga bahwa sebelum melakukan aksi pembunuhan itu, tersangka sebelumnya mengelilingi rumah korban dan mencari celah agar bisa masuk ke rumah korban serta mematikan meteran listrik agar tidak ada warga lain melihatnya.

"Aku mencongkel papan rumah bagian belakang untuk masuk ke rumahnya, lalu melihat kapak di dapur kemudian aku incar yang perempuan dan ku habisi lebih dahulu. Setelah itu aku habisi yang laki-laki menggunakan kapak," tukasnya.

Setelah menghabisi kedua korban, tersangka lalu menghilangkan jejak dengan cara melumuri kapak menggunakan lumpur dan membungkus televisi serta sejumlah barang-barang milik korban.

"Supaya aksi ini disangka perampokan, aku membungkus barang-barang yang ada di rumah itu. Lalu aku kabur ke arah Penukal Utara menumpang mobil dan rencana aku kabur ke Jambi tapi keburu ditangkap," tuturnya. 

Sementara itu, Kapolres PALI AKBP Rizal Agus Triadi mengatakan bahwa ungkap kasus yang menghebohkan warga PALI itu selama 2X24 jam. Motifnya dendam saat pelaku mengambil rambutan di kebun korban. 

"Pelaku tunggal karena dendam. Lalu pelaku membuat rencana untuk menghabisi nyawa kedua korban tersebut menggunakan kapak. Aksi pelaku sekitar pukul 9 malam. Akibat perbuatannya itu, kita kenakan pasal 340 tentang pembunuh berencana dengan ancaman seumur hidup atau hukuman mati," terang Kapolres. 

Ditambahkan Kapolres bahwa pelaku ini dari keterangan warga setempat kerap melakukan aksi pencurian. 

"Mudah-mudahan ini kasus terakhir di PALI, dan saya menghimbau kepada seluruh warga Pali hati-hati apabil ada warga yang terlihat membahayakan untuk segera melapor," tutupnya. (sn/perry)
Share:

Terungkap, Pembunuhan Sadis di Talang Tumbur Gegara Rambutan


PALI. SININEWS.COM -- "Aku sakit hati pak, karena korban telah menghina aku dan orang tua aku saat aku minta rambutan kepada korban. Tapi korban tidak memberi dan malah mengomeli aku," ungkap DA, tersangka kasus pembunuhan pasangan suami istri di Talang Tumbur kelurahan Talang Ubi Barat kabupaten PALI saat Polres PALI gelar press release, Rabu (5/1/22).

Diketahui bahwa pria berinisial DA ditangkap satuan Reskrim Polres PALI pada Selasa malam (4/1/22) di perbatasan PALI - Muba di wilayah kecamatan Penukal Utara. 

DA ditangkap karena diduga melakukan pembunuhan dua nyawa sekaligus pada Minggu (2/1/22) di Talang Tumbur menggunakan kapak. 

Dari pengakuan tersangka yang sangat mengejutkan adalah tersangka menyatakan tidak menyesal dan merasa puas karena sudah bisa menghabisi kedua nyawa korban.

"Aku puas telah menghabisi nyawa mereka (kedua korban), dan aku tidak menyesal. Awalnya setelah aku bunuh mereka, rencananya rumah dan jasad mereka akan dibakar, namun saat aku cari tidak ada korek api," akunya.

Dari pengakuannya juga bahwa sebelum melakukan aksi pembunuhan itu, tersangka sebelumnya mengelilingi rumah korban dan mencari celah agar bisa masuk ke rumah korban serta mematikan meteran listrik agar tidak ada warga lain melihatnya.

"Aku mencongkel papan rumah bagian belakang untuk masuk ke rumahnya, lalu melihat kapak di dapur kemudian aku incar yang perempuan dan ku habisi lebih dahulu. Setelah itu aku habisi yang laki-laki menggunakan kapak," tukasnya.

Setelah menghabisi kedua korban, tersangka lalu menghilangkan jejak dengan cara melumuri kapak menggunakan lumpur dan membungkus televisi serta sejumlah barang-barang milik korban.

"Supaya aksi ini disangka perampokan, aku membungkus barang-barang yang ada di rumah itu. Lalu aku kabur ke arah Penukal Utara menumpang mobil dan rencana aku kabur ke Jambi tapi keburu ditangkap," tuturnya. (sn/perry)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts