PALI. SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo mengukuhkan 195 CPNS menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (10/1/22) di halaman Kantor Bupati di Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi. Pada acara pengukuhan itu, Bupati juga memberikan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya.
-
Dalam Seminggu, 2.000 Paket Sembako Mengalir Dari PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
MUARA ENIM, SININEWS.COM - Sebagai wujud kepedulian dan membantu meringankan beban masyarakat ditengah pandemi Covid-19, PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field
-
BPBD PALI Terus Pantau Kondisi Banjir
PALI-- Pantau kondisi banjir yang saat ini melanda hampir di seluruh wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang Kecamatan Tanah Abang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
-
Gunakan Perahu, Dinsos PALI Bantu Korban Banjir
PALI--Sebanyak 110 paket sembako dibagikan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Sabtu (16/2) diperuntukkan bagi korban banjir di Desa Curup Kecamatan Tanah Abang
-
Jalan Menuju Karang Bindu Prabumulih hancur, 2 Mobi truk nyaris Terguling
PRABUMULIH – Kemacaten Parah kembali terjadi Jalan lintas Baturaja-Kota Prabumulih, kali ini jalur yang terparah berada diwilayah Kota Nanas tepatnya di depan SPPBE Desa Karang Bindusalahan
-
Diintai Selama Dua Minggu, Polres Prabumulih Tangkap Warga Karang Agung PALI
PRABUMULIH--Asnawai ((40) warga Desa Karang Agung Kecamatan Abab Kabupaten PALI ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Prabumulih pada Kamis (14/2) sekitar pukul 09.00 WIB
CPNS di PALI Dikukuhkan jadi ASN
PALI. SININEWS.COM -- Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) H Heri Amalindo mengukuhkan 195 CPNS menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin (10/1/22) di halaman Kantor Bupati di Jalan Merdeka KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi. Pada acara pengukuhan itu, Bupati juga memberikan tanda kehormatan Satya Lencana Karya Satya.
Revolusi Industri 4.0 Menjadi Pisau Bermata Dua Bagi SDM Indonesia di Era Pandemi
opini : Abi Fadillah – Mahasiswa MEP FEB UGM
Selama dua tahun terakhir, virus pandemi Covid-19 bukan menjadi persoalan yang hanya menggangu sektor kesehatan saja. Dampak virus tersebut merupakan persoalan multi-dimensi dari berbagai bidang, sebut saja sektor ekonomi, sosial, pendidikan, hukum, dan sebagainya. Pengaruh virus tersebut jelas menunjukkan suatu perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung. Tanpa kita sadari, aktivitas masyarakat akibat dampak virus itu telah mengarah pada percepatan adaptasi Revolusi Industri 4.0.
Percepatan revolusi industri tersebut menggambarkan perubahan zaman yang tumbuh pesat, perkembangan iptek yang sangat cepat, dengan berbagai lompatan raksasa, yang menyebabkan cepat usangnya teknologi yang ada, serta tergantikan dengan teknologi baru. Namun, revolusi industri yang tumbuh dengan cepat, terkadang menimbulkan situasi yang dilemma. Bahkan, di era pandemi seperti ini memaksa semua orang harus bisa menggunakan teknologi sehingga membuat situasi itu bagaikan “pisau bermata dua”.
Dalam konteks pendidikan, transisi mobilitas ke arah penggunaan teknologi sudah terjadi. Perubahan media pembelajaran dari ruang kelas ke ruang online seperti aplikasi Zoom, mengharuskan semua pelajar dan pendidik wajib bisa menggunakannya. Demikian juga pada bidang kewirausahaan, yang ditandai dengan meningkatnya pengguna E-Commerce selama pandemi sebanyak 12 - 18 juta pengguna sampai akhir 2021.
Jelas, perubahan ini harus dimaksimalkan dan akan sulit bagi kelompok masyarakat yang menolak perubahan tersebut. Jika kita tidak siaga, perubahan ini berdampak lebih luas pada ketenagakerjaan, yang dapat menghilangkan lapangan kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru. Hal ini disebabkan penggunaan SDM akan dikurangi untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan saat pandemi. Tercatat, selama tahun 2020 hingga pertengahan 2021, sebanyak 9.77 juta jiwa pekerja di-PHK. Dampak PHK itu membuat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Indonesia cenderung meningkat sebesar 1.79% dari tahun 2019 yang tercatat 5.28% menjadi 7.07% pada akhir 2020.
Teknologi yang terus berkembang dan berdampingan dengan setiap aktivitas masyarakat, membuat Indonesia harus bersiap dalam menghilangkan kesenjangan ini. Total penduduk Indonesia tercatat sebanyak 270.2 juta jiwa, sekitar 68.75 persen penduduk berumur 15-64 tahun. Ini menunjukkan bahwa kelompok usia produktif di Indonesia jauh lebih tinggi dari usia non-produktif yang hanya 24.5 persen (kelompok usia 0-14 tahun) dan 6.75 persen (kelompok usia 65+ tahun) (BPS, 2021).
Kesempatan ini seharusnya dimanfaatkan dengan baik. Namun, terbukti sejak pandemi melanda, Indonesia sulit untuk bangkit karena masih dalam cengkraman dampak pandemi. Faktor-faktor yang mempengaruhi seperti transisi pada bidang teknologi 4.0 yang tidak disambut dengan siap oleh SDM Indonesia. Bahkan, sangat sedikit angkatan kerja yang memiliki keterampilan yang sesuai dengan lapangan kerja baru yang diciptakan pada era saat ini. Kalaupun ada pekerja yang mendapatkan kerja, realitanya pekerja itu sulit untuk mencapai tingkat produktivitasnya dalam bekerja. Fenomena ini sama saja menunjukkan pekerja di Indonesia masih berada pada golongan pengangguran terselubung.
Oleh karena itu, akan lebih baik jika kelompok usia produktif kita tidak bergantung pada lapangan perkerjaan yang ada, namun justru mampu membuka lapangan kerja sendiri dengan memanfaatkan peluang dalam kemajuan teknologi. Mahasiswa yang menjadi salah satu kelompok usia produktif harus melek teknologi. Bukan hanya sekedar bisa menggunakan teknologi, akan tetapi bisa mengembangkan teknologi itu serta mendesain teknologi baru yang lebih bermanfaat bagi kehidupan umat manusia dan pengembangan pengetahuan. Maka, dengan perubahan zaman dan transisi revolusi industri yang pesat, SDM Indonesia dituntut untuk dapat menggunakan teknologi serta mampu mengadopsi inovasi pengembangan ilmu pengetahuan.
Kedepan, tentunnya semua pihak, terutama lembaga pendidikan di Indonesia akan terus menyiapkan generasi milenial yang unggul dan berdaya saing di era revolusi industri 4.0. Di samping itu, masyarakat harus beradaptasi dalam perkembangan zaman, terutama mengandalkan digitalisasi pada semua aktivitas. Walaupun Indonesia telah menjalankan era revolusi industri dengan mengikuti perubahan-perubahan teknologinya, tetapi jika SDM yang tidak disiapkan dengan baik maka ini dapat menjadi petaka bagi negara. Dalam menakar SDM Indonesia untuk menghadapi era revolusi, apapun bentuknya, sangat membutuhkan strategi yang tepat serta political will dan political action dari seluruh jajaran pemerintahan, dukungan rakyat, dan dukungan dari lembaga serta pemangku kepentingan lainnya. (ril)
5 Hari Jaringan Lelet, Pengguna XL disini Migrasi Kartu
Foto : Hanya ilustrasi
PRABUMULIH, SININEWS.COM – Jaringan Provider yang diklaim terluas
di Indonesia nampaknya masih menjadi tanda tanya besar bagi sebagian masyarakat
di Kota Prabumulih, hal tersebut nampak dikeluhkan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala
Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih, Sumsel. Jumat (7/1/22).
Bagaimana tidak jaringan provider XL Axiata yang menjadi primadona
masyarakat dengan program paket internet murah itu dinilai masyarakat tidak memberikan
pelayanan jaringan yang memadai, apalagi jaringan internet sangat dibutuhkan oleh
pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk sekolah dalam jaringan (Daring).
“Jaringan XL ini ilang terus, kamarin mati, siang ado terus mati
lagi sinyalnyo” ucap Reval salah satu siswa sekolah yang mengeluhkan lambannya
perbaikan yang dilakukan oleh teknisi jaringan provider XL.
Sementara itu, Humas bagian Jaringan provider XL Axiata Dimas
ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengaku sedang dalam perbaikan.
“Ini lagi progres ya pak, sabar pak ya” ucapnya langsung memutuskan percakapan saat hendak dikonfirmasi.
Terpisah, Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Prabumulih
Drs.Mulyadi Musa,M.Si melalui Ansori selaku Pelayanan Internet (Tower) mengaku jika
jaringan Provider bukan kewenangan pihaknya, Kominfo selaku Dinas yang mengontrol
pendirian menara (BTS) dan dampak menara (tower) jika ada gangguan seperti tersambar
petir.
“kalau kita hanya memantau perizinan pendirian BTS, dan jika
ada rumah warga yang tersambar petir dekat tower itu kita yang urus, dan melapornya
ke kita” jelasnya seraya mengatakan jika ada keluhan bisa langsung ke provinsi bagian
pemantau jaringan hanya ada satu yakni di Palembang.
Untuk informasi jaringan provider yang dikeluhakan warga Kelurahan
Gunung Kemala sudah berlangsung 5 hari, jaringan yang tidak stabil membuat sebagian
pelanggan migrasi atau pindah ke provider yang lebih stabil seperti Indosat dan
Telkomsel. (sn/tau)
Jalan Mulus, Geliat Ekonomi Tanah Abang Terasa
PALI. SININEWS.COM -- Terhambatnya akses warga di sejumlah desa dalam kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akibat jalan penghubung dengan kondisi buruk yang sudah lama terjadi akan menjadi cerita masa lalu bagi warga. Pasalnya, dipenghujung tahun 2021, pemerintah provinsi Sumatera Selatan menggelontorkan anggarannya untuk melakukan perbaikan pada jalan yang menjadi urat nadi perekonomian warga kecamatan Tanah Abang.
Lebih kurang 15 kilometer jalan dari Desa Harapan Jaya hingga melewati kantor Camat Tanah Abang saat ini telah mulus diaspal membuat aktivitas warga lancar dalam menjalankan kesibukannya sehari-hari.
Tentu saja, dengan mulusnya jalan poros itu, perekonomian masyarakat setempat diprediksi bisa meningkat di tahun 2022 karena tidak ada lagi hambatan warga dalam berinteraksi terutama petani yang saat ini bebas menjual hasil pertaniannya kapan pun karena setiap hari pasaran, banyak pembeli hasil pertanian dari berbagai daerah datang hingga ke pelosok.
Seperti diutarakan Putra, salah satu warga Desa Harapan Jaya yang berprofesi sebagai petani karet mengaku sebelumnya untuk menuju pusat kecamatan Tanah Abang membutuhkan waktu cukup lama karena akses jalan banyak yang rusak serta ketika hari pasaran, pembeli getah yang datang ke desanya hanya itu-itu saja membuat harga getah dikendalikan pembeli.
"Sejak jalan kami mulus, bukan hanya pembeli yang banyak datang ke pasar kalangan untuk membeli getah, juga petani lain yang menggeluti budidaya bibit karet melonjak permintaannya lantaran akses jalan kami kembali hidup," ujarnya, Kamis (6/1/22).
Juga diutarakan Eko, pemilik sebuah toko di Tanah Abang yang dirasakan banyak manfaatnya setelah jalan poros Tanah Abang mulus. "Alhamdulillah omzet kami meningkat setelah jalan diaspal. Banyak banyak pembeli datang dari pelosok yang sebelumnya malas keluar karena jalan rusak. Mudah-mudahan ini awal yang baik di tahun 2022," katanya.
Terpisah Aka Cholik Darlin, tokoh muda Lematang menyebut bahwa dengan diperbaiki ruas jalan raya kecamatan Tanah Abang yang tentu saja menjadi penyemangat bagi masyarakat Lematang Ilir khususnya para pengusaha UMKM.
"Yang tentu saja menjadi jalur perekomian yang efektif karena kita tahu bahwa kecamatan Tanah Abang menjadi pusat Pendidikan dan kesehatan dengan beroperasinya RS Pratama. Ini membantu minat masyarakat dalam mobilitas sehari-hari dengan tidak ragu saat musim hujan dan kemarau karena akses jalan cukup baik. Dengan dibangunnya jalan inu tidak lepas dari kinerja Bupati PALI H Heri Amalindo yang cukup responsif terhadap keinginan masyarakat, tentu saja saya berikan apresiasi terhadap beliau," ujar mantan anggota DPRD PALI ini. (sn/perry)
Pejabat Eselon II Dan III Wajib Laporkan LHKPN Kepada KPK
“Tahun lalu, seluruh pegawai di lingkungan Pemkot melaporkan LHKPN ke KPK,” terang Ridho.
Wako Prabumulih dua periode itu juga menyampaikan hanya pejabat eselon II dan III yang wajib untuk melaporkan LHKPN kepada KPK.
“Kita telah meminta, agar BKPSDM dan juga Inspektorat secepatnya melakukan penginputan data LHKPN. Dan, ditargetkan satu minggu selesai. Khususnya, Kabid dan Kasi,”jelasnya.
Hal ini juga harus menjadi perhatian Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), akunya agar segera melakukan penginputan data LHKPN guna kepatuhan KPK. “Penginputan LKHPN ini dilakukan secara rutin setiap tahunnya, bagian dari pengawasan dan pembinaan terkait pencegahan korupsi khususnya di Prabumulih,” ucap Politisi Partai Golkar ini.
Bagi pejabat dan pegawa Bui Pemkot yang tidak mau menginput LHKPN. Kata dia, akan dipanggil dan apa alasan tidak mau. “Apalagi ini wajib sifatnya, sudah ketentuan KPK guna mengawasi harta kekayaan pejabat dalam rangka pencegahan korupsi,” beber Adik Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Selatan (Sumsel).
Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Beny Rizal SH MH dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Kalau tahun ini, tidak semua pegawai menyampaikan LHKPN. Hanya pejabat eselon II dan III saja, sementara eselon IV tidak. Sesuai permintaan Pak Wako, segera kita lakukan penginputan,” pungkasnya.
Jangan Gagal Paham, Dinas Kominfo PALI Keluarkan Edaran Untuk Seluruh OPD Adanya Downtime
PALI. SININEWS.COM -- Adanya surat edaran dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terhadap seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab PALI yang dikeluarkan tanggal 3 Januari 2022 terkait rencana pemulihan penyedia jasa pengerjaan pengadaan jaringan internet melalui e-purchasing di Dinas Kominfo dan akan adanya pekerjaan instalasi jaringan internet di seluruh perangkat daerah maka selama proses itu akan mengalami masa downtime dimana jaringan internet akan mengalami offline selama lebih kurang 14 hari membuat sejumlah warga PALI gagal paham.
Pinjam Motor Teman Tak Pulang-pulang, Johan Dijemput Polsek Pemulutan di OKU Timur
INDRALAYA, SININEWS.COM- Pelarian Johan ke OKU Timur berhasil diendus polisi yang mengejarnya sejak dua pekan lalu. Johan merupakan tersangka penggelapan sepeda motor milik rekannya sendiri di Desa Simpang Pelabuhan Dalam, Kecamatan Pemulutan, Ogan Ilir. Kapolres Ogan Ilir AKBP Yusantiyo Sandhy, melalui Kapolsek Pemulutan Iptu Iklil Alanuari mengatakan, penggelapan tersebut bermula saat tersangka meminjam sepeda rekannya pada pertengahan Desember tahun lalu. "Tersangka dan pemilik motor merupakan rekan kerja sesama buruh. Tersangka ini pinjam motor dengan alasan beli pulsa," terang Iklil kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).
Korban yang tak curiga lalu meminjamkan motor kepada tersangka. Setelah ditunggu selama setengah jam, lanjut Iklil, tersangka tak kembali dan korban mulai cemas. "Korban merasa cemas karena di dalam box motornya ada uang Rp 3 juta," ungkap Iklil. Korban lalu mencari tersangka dengan mendatangi rumahnya. "Saat didatangi ke rumah, tersangka tidak ada. Yang ada hanya istri dan anaknya," ujar Iklil. Karena motor tak kunjung dikembalikan, pemilik motor lalu melapor ke Polsek Pemulutan. Polisi lalu mengejar tersangka yang membawa kabur motor itu.
"Setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi, tersangka berhasil terlacak berada di wilayah OKU Timur," terang Iklil. Tim Crocodile Polsek Pemulutan pimpinan Kanit Reskrim Ipda Zulkarnain lalu menuju OKU Timur, tepatnya di Desa Gunung Jati, Kecamatan Cempaka. Saat melakukan penangkapan pada Selasa (4/1/2022) petang, Polsek Pemulutan berkoordinasi dengan tim dari Unit Reskrim Polsek Cempaka. Tersangka diamankan beserta barang bukti sepeda motor Yamaha Vixion dengan plat nomor BH 3635 YP. Selain sepeda motor, uang tunai milik korban yang masih tersisa sebesar Rp 1,5 juta juga diamankan petugas.
"Tersangka dijerat Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara," terang Iklil. Kepada polisi, tersangka Johan mengaku nekat menggelapkan motor rekannya sendiri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Motornya saya bawa untuk malam tahun baru. Uang yang 1,5 juta sudah saya belanjakan makanan dan rokok. Sekarang saya menyesal," kata tersangka.(Ber)
Ancam Keselamatan Warga, Kades di Rambang Kuang Ini Serahkan Senpi Hasil Rampasan ke Polisi
INDRALAYA, SININEWS.COM -- Jajaran unit Reskrim Polsek Muara Kuang pimpinan Kapolsek IPTU Hendri Rozin MSi menerima satu pucuk senjata api rakitan (senpira) laras pendek berikut tiga butir amunisi aktif. Penyerahan senpira serta tiga butir amunisi ke Polsek Muara Kuang tersebut, Rabu (5/1) disampaikan langsung oleh Damsir selaku Kepala Desa Tanjung Bulan Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir (OI). Kapolsek Muara Kuang IPTU Hendri Rozin MSi menyambut baik upaya penyerahan senpi yang dilakukan oleh seorang Kepala Desa yang berada di wilayah hukumnya. Mengingat senpi tersebut didapati oleh Damsir selaku Kades yang bersangkutan usai berhasil melerai keributan hingga mengancam nyawa keselamatan warganya.
Satu pucuk senpi beserta tiga butir amunisi aktif tersebut, diketahui milik pelaku inisial So (50), warga Desa Tanjung Bulan Kecamatan Rambang Kuang Kabupaten OI. Pelaku Somad saat ini tengah dalam pengejaran aparat Kepolisian unit Reskrim Polsek Muara Kuang. Karena, setelah sebelumnya senpi tersebut rencana hendak dilakukan oleh pelaku untuk mengancam seorang warga. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh Kades.
"Senpi yang diserahkan itu, berawal dari adanya indikasi tindakan melawan hukum berupa pengancaman yang dilakukan oleh pelaku inisial So (50) terhadap saudara Sardini alias Cek," terang Kapolres OI AKBP Yusantiyo Shandy SIk melalui Kapolsek Muara Kuang IPTU Hendri Rozin MSi. Dijelaskan Kapolsek, indikasi dugaan pengancaman menggunakan senpi yang dilakukan oleh pelaku (DPO) tersebut, berawal pada Rabu dinihari (5/1) pukul 07.00 di kediaman Damsir selaku Kades Tanjung Bulan.
Pagi itu, pelaku So mendatangi rumah Damsir selaku Kades Tanjung Bulan. Dihadapan Kades, pelaku menceritakan bahwa dirinya sedang ribut keluarga dengan kakak iparnya saudara Sardini alias Cek mengenai permasalahan tanaman buah nanas. Selang beberapa saat kemudian datanglah saudara Sardini alias Cek menemui pelaku di rumah Kades. Sontak saja, keduanya langsung terlibat keributan. Pertengkaran pun tak terhindarkan. Pelaku So (DPO) hendak mengambil sesuatu dari dalam tas selempang yang dibawanya. Kemudian tas tersebut langsung direbut oleh Damsir selaku Kades, dikarenakan Kades telah sering mendapat laporan dari warga bahwa pelaku memiliki senpi.
Terjadilah tarik-menarik, namun Kades berhasil merebut dan merampas tas milik pelaku. Setelah dilakukan pemeriksaan, didalam tas tersebut berisi sepucuk senpira dengan tiga butir amunisi aktif. "Lalu Kades langsung menghubungi Bhabinkamtibmas dan unit Intelkam Polsek Muara Kuang lalu. Pelaku pun seketika kabur dan barang bukti diserahkan oleh Kades ke anggota Polsek Muara Kuang," jelas IPTU Hendri Rozin MSi. Ditegaskan Kapolsek, saat ini pihaknya telah mengamankan beberapa barang bukti milik pelaku berupa sepucuk senpira laras pendek, sebuah tas selempang berwarna coklat, serta dua buah dompet kulit berwarna coklat. "Dari keterangan warga, bahwa senpi tersebut sering dipergunakan oleh pelaku apabila terjadi keributan rumah tangga. Saat ini pelaku tengah dalam pengejaran," tegas Kapolsek Muara Kuang IPTU Hendri Rozin MSi.(Ber)
Polres PALI Ungkap Kasus Pembunuhan Pasutri di Talang Tumbur, Tersangka Terancam Hukuman Mati
PALI. SININEWS.COM -- Kejadian yang sempat menggemparkan warga kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Minggu (2/1/22) lalu, dimana satu pasangan suami istri (Pasutri) yang sudah lanjut usia di temukan tewas bersimbah darah di rumahnya di wilayah Talang Tumbur kelurahan Talang Ubi Barat kecamatan Talang Ubi dengan luka bekas senjata tajam akhirnya terungkap.
Terungkap, Pembunuhan Sadis di Talang Tumbur Gegara Rambutan
PALI. SININEWS.COM -- "Aku sakit hati pak, karena korban telah menghina aku dan orang tua aku saat aku minta rambutan kepada korban. Tapi korban tidak memberi dan malah mengomeli aku," ungkap DA, tersangka kasus pembunuhan pasangan suami istri di Talang Tumbur kelurahan Talang Ubi Barat kabupaten PALI saat Polres PALI gelar press release, Rabu (5/1/22).