Kursi DPRD dan Dapil di PALI Bertambah pada Pemilu 2024? Dewan PALI Ini Angkat Bicara

Caption. Edi Eka Puryadi 


PALI. SININEWS.COM -- Bergulirnya isu penambahan kuota kursi DPRD dan Dapil di kabupaten PALI pada pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang selain ditanggapi Bawaslu kabupaten PALI juga dikomentari anggota dewan, Edi Eka Puryadi S.Sos.


Menurut politisi PKS itu bahwa isu penambahan jumlah kursi dewan dan Dapil berdasarkan bertambahnya jumlah penduduk di PALI berdasarkan surat resmi dari DUKCAPIL PALI yang jumlahnya 202.062 jiwa.


"Dengan jumlah penduduk tersebut, maka berdasarkan UU No.7 tahun 2017 akan ada penambahan kursi DPRD," ujar Edi Eka, Selasa 27 September 2022.



Dewan kelahiran Air Itam Penukal itu menyebut bahwa dari beberapa referensi yang telah diambil, seperti KPU Kota Bogor, KPU kota Depok dan terakhir KPU RI.


"Jika data penduduk sebagaimana  dikeluarkan oleh DUKCAPIL PALI sama (on line) ke Dirjen Kependudukan Kemendagri sama maka secara autimatis UU no 7 tahun 2017 tentang Pemilu tersebut berlaku untuk kabupaten PALI," imbuh anggota komisi I DPRD PALI itu. 



Juga dikemukakan Edi Eka bahwa dari hasil beberapa wacana yang ada untuk memenuhi persyaratan penambahan kursi dari 25 menjadi 30 (tambah 5 kursi) harus memenuhi persyaratan-persyaratan yang wajib dilalui.


"Salah satunya uji publik terhadap rencana penambahan kursi tersebut," ucapnya. 



Diakuinya bahwa salah satu rencana berdasarkan prinsip pemerataan penyebaran suara dan nilai suara per kursi dewan, maka untuk sementara ini baru ada wacana  sebagai berikut :


1.DAPIL 1 menjadi 13 kursi

2.DAPIL 2 , 8 Kursi

3.DAPIL 3, 9 Kursi


Sebagimana dimuat didalam UU no 7 th.2017 bahwa kursi minimal  dalam suatu DAPIL adalah 3 dan kursi maksimal adalah 12 kursi. 


"Dengan demikian untuk DAPIL 1 (Talang Ubi) melebihi kuota 12 kursi sebagaimana diatur didalam UU tentang Pemilu. Melihat hal tersebut untuk DAPIL 1 Talang Ubi akan dipecah menjadi 2 DAPIL yakni DAPIL Talang Ubi I dan DAPIL Talang Ubi II," jabarnya. 



Edi Eka juga memaparkan untuk memenuhi semua persyaratan penambahan kursi maka akan dilaksanakan beberapa langkah diantaranya uji publik perihal penambahan kursi.


"Uji publik dengan melibatkan DUKCAPIL, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Partai Politik, dan yang perannya sangat besar dalam hal ini adalah Pemda Kabupaten PALI," tutupnya. (sn/perry)

Share:

Berawal dari Facebook, Nyawa Paridin Melayang

Caption. Istri tersangka saat dibonceng korban ketika rekonstruksi kasus pembunuhan di Guci

PALI. SININEWS.COM - Kejadian berdarah di Guci Beracung kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI pada Kamis 15 September 2022 tengah malam lalu rupanya berawal dari media sosial facebook. 


Kejadian berdarah yang menewaskan Paridin warga Simpang Tais kecamatan Talang Ubi ditangan Noprianto warga Bhayangkara Pendopo rupanya berawal dari perkenalan korban Paridin dengan istri tersangka bernama Leni dari facebook. 


Hal itu terungkap saat rekonstruksi kasus pembunuhan yang menggemparkan warga PALI pada Selasa 27 September 2022 yang digelar Polres PALI di halaman belakang Mapolres pimpinan AKBP Efrannedy SIK. 


Dari pengakuan Leni (istri tersangka Noprianto) bahwa baru sekali dirinya bertemu korban Paridin melalui perkenalan di facebook. 


"Baru ketemu sekali dan langsung ngajak keluar," ujar Leni. 


Leni akui bahwa saat bertemu, dirinya dijemput korban di rumahnya. 


"Dia (korban) menjemput pakai sepeda motor ke rumah," ucapnya lagi. 


Saat dijemput itu, Leni tidak mengetahui suaminya (Noprianto) melihatnya. 


"Aku masih sah istri Noprianto. Tapi aku tidak bisa menolak ajakan Paridin karena sudah janjian. Saat dijemput, suami aku ada di rumah," imbuhnya. 


Ketika kejadian berdarah, Leni memang tengah dibonceng korban. 


"Saat itu kami tengah boncengan, lalu berpapasan dengan suami aku. Saat itulah kejadian tersebut berlangsung," akunya lagi. 


Diketahui bahwa saat rekonstruksi, ada 36 adegan yang diperagakan, baik oleh tersangka dan para saksi. 


Pada adegan ke-28 dan 31 tersangka menghabisi nyawa korbannya menggunakan sebilah pisau. 


Apabila memenuhi unsur pasal 340 KUHP,  menurut Munawir SH JPU Kejari PALI yang mengikuti rekonstruksi, tersangka terancam hukuman seumur hidup atau maksimal hukuman mati. (sn/perry)

Share:

Tanggapi Isu Penambahan Kursi Dewan dan Dapil di PALI, Begini Tanggapan Bawaslu


Caption. Tiga komisioner Bawaslu PALI tengah rapat internal 


PALI. SININEWS.COM -- Mencuatnya isu penambahan kursi DPRD dan jumlah Dapil di kabupaten PALI seiring bertambahnya jumlah penduduk di kabupaten berjuluk Bumi Serepat Serasan yang saat ini mencapai 200 ribu jiwa lebih ditanggapi Bawaslu kabupaten PALI. 


Ditemui dikantor Bawaslu PALI, Selasa 27 september 2024, Ketua Bawaslu H.Heru Muharam didampingi dua Komisoner Bawaslu Iwan Dedi,S.Kom,SH dan Basrul S.A.P menerangkan bahwa pihaknya sudah mencermati dalam rangka persiapan pengawasan penataan Dapil.


Pengawasan penataan Dapil menurut ketua Bawaslu PALI sesuai PKPU Nomor 3 Tahun 2022 tentang  tahapan dan jadwal penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024.

Dimana penataan Dapil itu di laksanakan di bulan Oktober tahun 2022.


"Bawaslu PALI menganalisis dari penambahan jumlah penduduk saat ini di kabupaten PALI berdasarkan data dari Disdukcapil bahwa penduduk di PALI  berjumlah 202.062 jiwa," ujar H Heru Muharam. 


Berdasarkan DKB I tahun 2022 dan PKPU nomor 16 tahun 2017 tentang penataan daerah Pemilihan dan alokasi kursi anggota DPRD kabupaten /Kota dalam Pemilu memungkinkan bertambah Dapil dan alokasi kursi.


"Artinya Dapil PALI yang saat ini 3 Dapil bisa menjadi lebih dan alokasi kursi dari 25 kursi saat ini bisa juga menjadi lebih," tukas ketua Bawaslu PALI. 


Ditambahkan ketua Bawaslu PALI bahwa dalam penyusunan pemetaan Dapil sesuai pasal 14 ayat 2 PKPU nomor 16 tahun 2017.


"KPU kabupaten/kota melakukan pembahasan melibatkan unsur pemerintah daerah, Partai politik tingkat kabupaten/kota, pemantau Pemilu, pemangku kepentingan lainnya untuk itu Bawaslu PALI akan mengambil peran sesuai dengan tupoksinya," imbuhnya. 


Saat ini diakui H Heru Muharam bahwa pihaknya mendengar informasi KPU PALI telah melakukan konsultasi terkait hal dimaksud bersama anggota legislatif kabupaten PALI juga Badan Kesbangpol PALI ke KPU RI. 


"Menurut pendapat Bawaslu PALI, terkait  konsultasi tersebut KPU PALI sebaiknya melakukan konsultasi secara internal terlebih dahulu, mengingat tahapan itu di bulan Oktober tahun 2022, karena kita ketahui bersama saat ini adalah jadwal tahapan vermin dan verfak Partai politik yang masih berjalan  agar tidak ada kecurigaan  dari masyarakat adanya 'Conflict of interest' dalam penentuannya," saran Ketua Bawaslu PALI. 


Sebelumnya diketahui bahwa KPU bersama DPRD dan Badan Kesbangpol kabupaten PALI tengah konsultasi ke KPU RI terkait penambahan jumlah kursi legislatif dan penambahan jumlah Dapil. 


Bukan hanya ke KPU RI, konsultasi terkait permasalahan itu KPU, DPRD dan Kesbangpol PALI mendatangi Kementerian Dalam Negeri. (sn/perry)

Share:

Jumlah Penduduk PALI Meningkat, Kursi DPRD PALI 2024 Bertambah?


Caption. KPU, DPRD dan Kesbangpol PALI saat berada di KPU RI


PALI. SININEWS.COM -- Jumlah penduduk di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini bertambah, dari data terakhir yang didapat sudah mencapai 200 ribu jiwa lebih. 

Hal ini membuka peluang bertambahnya jumlah kursi wakil rakyat saat Pemilu 2024 mendatang. 

Bukan hanya jumlah kursi, peluang lain adalah bertambahnya jumlah Daerah Pemilihan (Dapil) yang tadinya hanya 3 kemungkinan bertambah lebih dari itu. 

Dua kemungkinan peluang bertambahnya kursi DPRD PALI dan jumlah Dapil dikemukakan ketua KPU kabupaten PALI, Sunario SE. 

Menurut Sunario yang saat dikonfirmasi media ini tengah berada di KPU RI mengaku bahwa perlu pihaknya sebagai penyelenggara Pemilu melakukan konsultasi dengan KPU RI. 

"Seiring bertambahnya jumlah penduduk di kabupaten PALI, maka KPU kabupaten melakukan konsultasi dengan KPU RI," ujar Sunario Selasa 27 september 2022.

Ditambahkan Sunario bahwa kedatangan KPU PALI ke KPU RI bersama ketua DPRD dan sejumlah anggota DPRD PALI. 

"Kita bersama DPRD juga Kesbangpol kabupaten PALI konsultasi ke KPU RI," tukasnya. 

Untuk penambahan kursi dan jumlah Dapil, diakui Sunario sangat berpeluang.

"Ada kemungkinan dua peluang itu terjadi di Pemilu 2024 mendatang, namun untuk saat ini kami baru sebatas konsultasi," terangnya.

Selain ke KPU RI, Sunario menyebut pihaknya juga mendatangi Kementerian Dalam Negeri. 

"Kami juga datangi Kemendagri terkait konsultasi jumlah penduduk di kabupaten PALI. Mudah-mudahan, hasil konsultasi ini membawa manfaat bagi masyarakat PALI," harapnya. (sn/perry)


Share:

Terungkap! Sebilah Pisau Jadi Pencabut Nyawa Paridin di Guci

Caption. Adegan ke-28 pada rekonstruksi kasus pembunuhan di Guci 


PALI. SININEWS.COM -- Nyawa Paridin, warga Simpang Tais kecamatan Talang Ubi kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) meregang akibat sebilah pisau yang dihunuskan tersangka Noprianto warga Bhayangkara kecamatan Talang Ubi ke arah leher dan perut serta dadanya. 


Bukan hanya sekali hujaman pisau yang dibawa tersangka Noprianto ke arah bagian leher, perut dan dada almarhum Paridin, tetapi dilakukan berkali-kali sehingga korban jatuh bersimbah darah.


Setelah korban tak berdaya, tersangka Noprianto meninggalkan pisau tersebut tak jauh dari korban lalu meninggalkan korban yang tergeletak dipinggir jalan. 


Adegan itu diketahui saat Polres PALI menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang sempat menggemparkan warga PALI pada Kamis 15 september 2022 sekitar pukul 22.30 WIB lalu dengan lokasi di jalan cor beton Guci Beracung kecamatan Talang Ubi. 


Pada rekonstruksi yang digelar Selasa 27 september 2022 di halaman Mapolres PALI, ada 36 adegan yang diperagakan, dan pada adegan ke-28 dan 31 tersangka menghabisi nyawa korban dengan menusukkan pisau yang dibawanya ke arah leher, perut dan dada korban.


"Kegiatan ini dalam rangka melengkapi data berkas perkara dan mencocokkan hasil pemeriksaan," ujar Kapolres PALI AKBP Efrannedy SIK melalui Kasat Reskrim AKP Marwan SH usai rekonstruksi. 


Ditambahkan Marwan bahwa rekonstruksi itu pihaknya bekerjasama dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). 


"Kita bekerjasama dengan JPU menggelar rekonstruksi ini," tukasnya. 


Setelah menggelar rekonstruksi, Kasat Reskrim akui sudah masuk unsur pasal 340 KUHP tentang pembubuhan berencana. 


"Dari keterangan saksi-saksi dan pengakuan tersangka serta hasil rekomendasi, kita simpulkan sudah masuk unsur 340. Meski demikian kita masih terus dalami," terangnya. 


Sementara itu, Munawir SH JPU Kejari PALI menyebut pihaknya akan memperlajari terlebih dahulu hasil rekonstruksi. 


"Kita pelajari lagi hasil rekonstruksi ini. Kalau masuk unsur 340, maka ancamannya seumur hidup atau hukuman mati," tandasnya.


Diketahui sebelumnya bahwa kasus pembunuhan yang menggemparkan warga PALI itu didasari karena sakit hati karena istri tersangka dibawa korban yang dijemput dari rumah tersangka yang terlihat dengan mata kepalanya sendiri. 


Tersangka sempat mencari korban dan istrinya ke sebuah cafe di kawasan Beracung. 


Tetapi tidak bertemu karena diduga korban dan istrinya tengah berada disebuah kamar cafe Beracung. 


Namun ketika di jalan cor beton Guci (TKP), tersangka berpapasan dengan korban yang tengah membonceng istrinya. 


Tersangka berupaya menghentikan laju kendaraan korban, tetapi korban tidak menggubrisnya.


Tersangka pun mengejar korban dan istrinya. Saat kendaraan tersanga dan korban dekat, tersangka memukul korban kearah wajah mengakibatkan korban terjatuh. 


Lalu tersangka menghujamkan pisau yang dibawanya ke arah leher, perut dan dada korban sehingga korban tersungkur bersimbah darah. (sn/perry)

Share:

Sembako Murah Nyasar ke Penukal Utara, Ratusan Warga 'Duduki' Kantor Camat


Caption. Ratusan warga tampak duduk di halaman kantor Camat Penukal Utara untuk mendapatkan paket sembako murah 


PALI. SININEWS.COM -- Kantor camat Penukal Utara kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin 26 September 2022 ramai diserbu ratusan warga kecamatan pimpinan Makagiansar SH.


Ternyata, ramainya ratusan warga kecamatan Penukal Utara itu untuk antre mendapatkan paket sembako murah yang digelar Pemerintah kabupaten PALI melalui dinas perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten PALI dalam kegiatan operasi pasar. 


Operasi pasar tersebut dipusatkan di kantor camat Penukal Utara yang sengaja digelar Pemkab PALI dalam meringankan beban masyarakat pasca harga BBM naik yang diikuti harga bahan pokok juga ikut naik. 


Pada operasi pasar ini, Disdagprin PALI menyerahkan paket  sembako secara simbolis diperuntukkan 16 desa di Kecamatan Penukal dan Kecamatan Penukal.Utara.


Penyerahan secara simbolis paket sembako ini diberikan Bupati Kabupaten PALI diwakili Staf ahli Bupati bidang Ekonomi Drs, Agen Aledi didampingi Kadin Perdagangan dan Perindustrin Teguh Eko Sutrisno, OPD terkait serta unsur Muspika Kecamatan Penukal Utara.


Dalam arahanya Drs, Agen Aledi, menjelaskan bahwa pembagian sembako murah ini merupakan upaya Pemda PALI untuk membantu masyarakat atas dampak kenaikan harga BBM baru-baru ini.


Dimana  harganya lebih murah atau separuh dari harga pasaran, yakni hanya Rp62.250 per paket berupa beras, minyak goreng, gandum, gula dan mie goreng.


"Dengan harapan bantuan sembako murah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat kurang mampu ditengah kondisi harga sembako yang tidak stabil," ujar Agen. 


Ditempat yang sama, Ketua Forum Kades se Kabupaten PALI (FK2D) Abul Rustoni, Sip mengapresiasi respon cepat Pemda PALI melalui Dinas Perdagangan dan perindustrian menggelar operasi pasar reguler sembako murah.


"Warga desa yang kurang mampu ditengah anjloknya harga Karet dapat terbantu," ucap Abul. 


Sebelumnya disampaikan Plt Kepala Disdagprin PALI Teguh Eko Sutrisno bahwa pada operasi pasar itu, Disdagprin PALI menyediakan 10.000 paket sembako yang sudah disebar di puluhan desa di kabupaten PALI. 


"Kita telah laksanakan operasi pasar di 15 desa. Paket sembako bisa dibeli murah oleh masyarakat dengan harga 50 persen dibawah pasaran," ujar Teguh.


Ditambahkan Teguh bahwa yang berhak membeli paket sembako pada operasi pasar adalah masyarakat kurang mampu. 


"Untuk data penerima kami berkoordinasi dengan kepala desa. Yang kami utamakan adalah masyarakat kurang mampu," tukasnya. 


Kegiatan itu juga dijelaskan Teguh sebagai upaya menekan harga-harga bahan pokok dipasaran. 


"Mudah-mudahan saja, dengan hadirnya operasi pasar selain membantu masyarakat juga diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok," harapnya.(sn/bungharto)

Share:

Dongkrak Harga dan Penjualan, Petani Padi Organik Butuh Kemasan dan Pasar

Caption. Salah satu petani pola tanam organik di PALI tengah membajak sawah 


PALI. SININEWS.COM -- Semangat petani padi di kabupaten PALI dengan pengelolaan non kimia, baik pupuk maupun pestisida saat ini tengah menggebu-gebu.


Pasalnya, petani telah berhasil mengubah pola tanam mereka yang biasanya konvensional beralih sistem organik tanpa mengurangi hasil panennya. 


Malah diakui sejumlah petani padi organik bahwa produksi gabah maupun beras meningkat.


Artinya, produksi petani dengan pola tanam organik tidak kalah dengan hasil panen padi sistem konvensional. 


Hanya saja pengelolaan pola tanam padi organik sedikit menguras tenaga, lantaran penyediaan pupuk harus diolah terlebih dahulu hingga pupuk organik benar-benar siap pakai. 


Belum lagi cara penyemaian benih padi meski hemat tapi perlu perlakuan ekstra. 


Disamping itu, petani padi organik yang sebagian besar mengelola lahan tidur milik Pertamina Pendopo di wilayah Rejosari kelurahan Talang Ubi Utara kesulitan mencari pasar. 


Sebab, hingga saat ini, petani padi organik hasil panennya berupa beras masih dihargai sama dengan beras biasa bahkan kesulitan dalam menjual beras skala banyak. 


Aji salah satu petani padi organik asal Pendopo mengaku bahwa setiap panen padi, sedikitnya dia menghasilkan 1ton beras. 


Tetapi menurut Aji bahwa saat menjual beras dengan skala banyak, tidak ada penampung yang mau menerima beras mereka. 


"Tidak ada penampung beras organik, kalau pun ada harganya sama dengan beras biasa bahkan ada dibawah harga," ujar Aji, Senin (26/9/22).


Padahal dikatakan Aji bahwa kualitas beras organik jauh lebih sehat dari pada beras konvensional yang banyak dijual di pasar-pasar. 


"Beras kami lebih sehat dan saat ini tengah diteliti kandungannya. Harusnya ada penampung yang berani menerima beras dari kami dengan harga lebih. Kami minta harga lebih karena pengelolaan padi organik cukup menguras tenaga," harapnya. 


Dalam mengangkat harga beras, Aji menyebut petani butuh kemasan atau wadah yang layak dan menarik. 


"Kalau kemasan bagus, mudah-mudahan harga beras kami meningkat. Pasalnya, kami kesulitan menyediakan kemasan karena harganya cukup tinggi. Untuk itu kami minta bantu dari pemerintah," pintanya. 


Sementara itu, Rahmat pendamping petani organik menyatakan dirinya fokus untuk mendampingi petani meningkatkan produksi padi. 


"Manfaat kelola padi tanpa bahan kimia sudah mulai dirasakan petani. Memang perlu proses dan ketelatenan, namun nilai lebihnya biaya pengelolaan lebih hemat dan hasil panen lebih sehat," ujar Rahmat. 


Terpisah, Teguh Eko Sutrisno Plt Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten PALI menyatakan pihaknya siap membantu petani dalam penjualan padi organik. 


Tetapi Teguh menyarankan petani padi organik di PALI masuk pendataan di Disdagprin PALI supaya terdaftar agar kedepan bisa ikut program-program lanjutan baik jangka pendek maupun jangka panjang. 


"Saat ini kita tengah pendataan Industri Kecil Menengah (IKM), harapan kami petani padi organik masuk data itu sehingga bisa diikutsertakan pada program selanjutnya. Untuk pemasaran, kita akan bawa sampel produk petani setiap ada event atau pameran baik tingkat provinsi maupun nasional apabila petani sudah terdata," ungkap Teguh. 


Sama halnya disampaikan Raden Abdurrohman, Kepala Dinas Koperasi dan UKM kabupaten PALI yang juga siap membantu packaging atau kemasan. 


"Kita siap bantu penyediaan kemasan untuk padi organik. Kita data terlebih dahulu berapa jumlah petani padi organik di PALI, kapasitas hasil panennya berapa. Nanti kalau sudah didata, kita arahkan untuk membentuk koperasi sehingga ada wadah petani," kata Kadis Koperasi dan UKM PALI. 


Untuk biaya pembentukan koperasi, dikemukakan Abdurrohman pihaknya menggratiskan biaya akta notaris. 


"Tahun depan kita siapkan anggaran untuk biaya akta notaris pembentukan koperasi bagi petani atau masyarakat. Supaya ada wadah bagi petani dalam mengembangkan usahanya melalui koperasi," terangnya. (sn/perry)

Share:

Wartawan Kena Dampak BBM Naik, Polres PALI Turun Tangan


PALI - SININEWS.COM --Dampak dari kenaikkan BBM ini bukan hanya dirasakan oleh masyarakat,tapi juga para awak media yang biasa menjalankan tugasnya mengumpulkan berita lalu menyampaikan informasi ke masyarakat sesuai dengan kode etik wartawan dan Undang-Undang Pers. 


Hal inilah yang akhirnya mengetuk pintu hati Kapolres Penukal Abab Lematang Ilir AKBP.Efrannedy S.I.K., M.A.P.,didampingi juga Kasat Sabhara AKP.Hermanto A.Md dan Kasi Humas Polres Pali AKP.Ardiansyah SH yang turun tangan membantu para awak media yang bertugas di kabupaten PALI.


Bantuan itu juga sebagai bentuk apresiasi  kinerja para awak media Group Rillis Polres PALI ,yang telah berperan aktif mempublikasikan kegiatan-kegiatan Polres Pali baik melalaui Koran,Radio,Media Online dan Televisi. 


"Ya,kita bisa merasakan dampak dari kenaikkan BBM ini,tentunya rekan-rekan media juga turut merasakannya,"Buka Kapolres PALI saat acara pembagian Bansos kepada para wartawan yang tergabung di Group Rillis Polres PALI, Senin (26/09/22) sekira pukul 09.00 WIB, dihalaman depan Mapolres PALI. 


Selain itu,tambah mantan Kapolres Mura ini,

ini merupakan salah satu wujud apresiasi Polres PALI kepada para awak media yang telah berperan secara aktif mempublikasikan kegiatan-kegiatan Polres PALI. 


"Ini juga merupakan wujud apresiasi serta terima kasih kami selaku Kapolres dan jajaran,kepada rekan-rekan jurnalis yang tergabung di Group Rillis Polres PALI,yang telah secara aktif ikut mempublikasikan kegiatan-kegiatan Polres PALI ini maupun ditingkat Polsek-polsek juga,saya selalu Kapolres selalu memantau semua berita-berita di Group Rillis Polres PALI itu,tak lupa pula kami ucapkan terima kasih atas sinergritas dari teman-teman semuanya,tetap semangat dalam menjalankan tugas-tugas anda selaku jurnalis,sesuai dengan kode etik wartawan dan undang-undang Pers,"jelas Master Analis Public ini. 


Sementara itu Akbar salah jurnalis yang bertugas di Kabupaten PALI mengucapkan Terima kasih kepada Kapolres PALI. 


"Mewakili rekan-rekan media yang tergabung di Group Riliis Polres Pali,kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolres PALI AKBP.Efrannedy S.I.K.,M.AP.,yang telah perhatian kepada kami semua,karena benar adanya dengan kenaikan BBM ini,kami juga selaku pewarta sangat terasa Komandan," Ujarnya mewakili para awak media. 


Selanjutnya mewakili para awak media yang hadir,ia menyampaikan bahwa para awak media siap bersinergi dengan pihak Polres PALI sebagai control sosial dalam bentuk pemberitaan. 


"Dan kami siap untuk bersinergi dalam bentuk control sosial melalui pemberitaan, baik itu media cetak,online,radio dan televisi,tentunya sesuai dengan kode etik wartawan dan undang-undang Pers secara profesional," Pungkas admin Group Rillis Polres PALI ini mewakili teman-temannya.(sn/perry)

Share:

Operasi Pasar Digelar Disdagprin PALI, Harga Jauh Lebih Murah


Caption. Pihak Disdagprin PALI serahkan paket sembako untuk operasi pasar murah



PALI. SININEWS.COM -- Lonjakan harga pasca harga Bahan Bakar Minyak (BBM) naik saat ini tak terbendung. Mengurangi beban masyarakat akibat hal itu, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan operasi pasar disejumlah desa. 


Pada operasi pasar itu, Disdagprin PALI menyediakan 10.000 paket sembako yang sudah disebar di 15 desa di kabupaten PALI. 


Paket sembako tersebut harganya lebih murah atau separuh dari harga pasaran, yakni hanya Rp62.250 per paket berupa beras, minyak goreng, gandum, gula dan mie goreng.


Dikatakan Plt Kepala Disdagprin kabupaten PALI, Teguh Eko Sutrisno menyebut bahwa kegiatan itu dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam menyediakan kebutuhan pokok. 


"Kita telah laksanakan operasi pasar di 15 desa. Paket sembako bisa dibeli murah oleh masyarakat dengan harga 50 persen dibawah pasaran," ujar Teguh, Minggu (25/9/22).


Ditambahkan Teguh bahwa yang berhak membeli paket sembako pada operasi pasar adalah masyarakat kurang mampu. 


"Untuk data penerima kami berkoordinasi dengan kepala desa. Yang kami utamakan adalah masyarakat kurang mampu," tukasnya. 


Kegiatan itu juga dijelaskan Teguh sebagai upaya menekan harga-harga bahan pokok dipasaran. 


"Mudah-mudahan saja, dengan hadirnya operasi pasar selain membantu masyarakat juga diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok," harapnya. 


Sementara itu, M Teguh Jaya, Kepala Desa Tempirai Timur kecamatan Penukal Utara memberikan apresiasi terhadap upaya pemkab PALI melalui Disdagprin dalan menggelar operasi pasar. 


"Kami mewakili masyarakat sangat terbantu dengan kegiatan ini. Harapan kami terus berkesinambungan dan digelar rutin," ucap Kades. (sn/perry)

Share:

PDU Prabumulih Berhasil Sulap Sampah Plastik Jadi Furniture


PRABUMULIH, SININEWS.COM - Permasalahan sampah menjadi isu global yang mengkhawatirkan seiring perkembangan zaman di era modern,  Gaya hidup modernitas membuat penggunaan plastik semakin meningkat. 

Namun, pemakaian produk plastik yang semakin bertambah ini tidak dibarengi dengan manajemen pengelolaan sampah plastik yang sesuai dan sangat fatal lantas dengab kondisi ini tentunya memperburuk jumlah sampah plastik di dunia. 

Perlu kalian ketahui, data Badan Pusat Statistik (BPS) per 2021 menyebutkan bahwa limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton pertahun.

Terkait hal itu, PDU Kota Prabumulih memiliki inovasi yang bertujuan untuk mengurangi juga memanfaatkan limbah sampah plastik agar dapat di gunakan kembali tentunya bernilai estetis dan ekonomis.
Ada yang tau inovasinya?, inovasi tersebut yakni membuat "papan plastik" berbeda dengan papan yang kerap kita jumpai, kalo biasanya papan terbuat dari kayu kalo yang ini dari limbah sampah plastik, pastinya spesifikanya berbeda jauh dong.

Lantas apa sih yang membuat Invoasi PDU Kota Prabumulih menarik?

"Dan disini setelah jadi papan kita mempunyai inovasi lagi yaitu membuat furniture seperti meja, kursi, kursi pantai, rak bunga, palet dan lain-lain dan di sini allahamdullilah kita bisa menciptakan, membuat inovasi furniture dari sampah plastik ataupun residu," Ungkap Doni ketua PDU Kota Prabumulih saat di bincangi, selasa (20/09).

Dirinya juga mengungkapkan alasan dirinya memiliki ide atas inovasi tersebut karena ia menilai sampah yang selalu menjadi perhatian masyarakat (sampah plastik-red) agar dapat di kelola dan bermanfaat untuk orang banyak.

"Jadi saya tu menilai, sampah apa sih, yang dapat kita kelola dan dapat kita manfaatkan sehingga dapat bernilai estetis dan ekonomis," jelasnya.

Untuk proses penyulapan alias pembuantan bahan baku (papan plastik -red) furniture tersebut terbilang mudah, hanya saja limbah sampah plastik yang kering tak boleh tercampur kotoran lainya seperti tanah, pasir dan lain-lain.

Lalu kesulitan apa yang di rasakan para pengrajin papan plastik itu? Tentu saja dalam pembentukan, karena mesin dapat menampung hingga 200 Kilogram sampah itu dapat menghabiskan hingga 15 Kilogram sampah plastik untuk satu keping papan dan dalam satu hari dapat menciptakan belasan hingga puluhan papan plastik

Di sebutkan Doni, untuk budgeg yang di lontarkan kepada satu set furniture juga perkeping papan plastik tak akan membuat kocek para peminat menjadi bolong.

"Untuk harga satu furniture itu tergantung modelnya, dari 500 hingga 700 Rb, sementara satu keping papan 100 sampai 120 Rb saja," bebernya.
Untuk warga Kota Prabumulih khususnya dan masyarakat indonesia umumnya baik di kalangan pejabat, pengusaha maupun anak sekolah dan lainya, jika ingin tahu proses pembuatan limbah plastik menjadi papan plastik hingga menjadi furniture yang estetis juga bernilai ekonomis, tenang pihak PDU Kota Prabumulih membuka lebar pintu untuk tamu yang berkunjung.

Tentunya atas inovasi tersebut PDU Kota Prabumulih yang kerap memunculkan furniture seperti kursi dan meja yang asli dari limbah sampah plastik banyak menoreh apresiasi yang sangat baik dari para pejabat.

Atas keberhasilan itu, pihak PDU Kota Prabumulih menghaturkan ribuan trimakasih atas dukungan dari para steekholder yang hingga saat ini masih terus mensupport program PDU Kota Prabumulih.

"PDU sangat bersyukur khusunya saya sebagai penggiat sampah di kota prabumulih sangat bersyukur karena mendapat dukungan penuh pertama dari pemerintah Kota melalui dinas lingkungan hidup dan walikota, dan saya sangat berterimakasih kepada pt. Pertamina yang sudah menjadi steekholder di pdu ini mendukung penuh apapun aktifitas dan kegiatan di pdu dan allahamdullilah saya sangat berterimakasi karena sudah banyak di bantu oleh pertamina yaitu permesinan untuk pengolahan sampah di Kota Prabumulih," tutup Doni
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts