Peduli Palestina, Ratusan Masyarakat Prabumulih Turun Kejalan



PRABUMULIH - Aksi solidaritas bela Palestina yang digelar di Taman Tugu Kecil Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Jumat (15/12/2017) dihadiri oleh ratusan elemen masyarakat Kota Prabumulih.

Aksi bela Palestina yang mengajak kaum muslim yang berasal dari berbagai komunitas, dan kaum muda yang ikut serta dalam aksi yang digelar sekitar pukul 13.00 wib ba'dah Jum'at itu sekaligus menggalang dana untuk meringankan beban Palestina.

Fitri Yani, salah satu peserta aksi yang ikut serta menyuarakan kepeduliannya terhadap Palestina atas Tindakan Presiden Amerika (AS) Donald Trump yang dengan cara sepihak mengakui Yerrusallem adalah Ibu Kota Israel.

"Kami sangat mengecam tindakan Donald Trump yang menindas saudara muslim kami dan mengakui Yerusallem sebagai ibu kota Israel", Tegasnya

Aksi yang dimotori oleh Ketua DPD PKS Kota Prabumulih Adhy Candra itu mengajak dan merangkul seluruh masayarakat kota Prabumulih untuk mendukung pembebasan palestina dari penjajahan Zionis Israel.

Dalam aksi tersebut peserta Melakukan penggalangan dana disepanjang jalan Jend.Sudirman Kota Prabumulih,

"Hal tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian umat muslim Prabumulih terhadap Palestina", ungkap Ady Candra.

Sekitar Rp.21 juta Uang yang terkumpul hasil dari penggalangan dana tersebut akan disumbangkan ke Palestina melalui Lembaga Filantropi Nasional KNRP, Lanjutnya.(SN01)
Share:

Sungai Ini Telan Korban, Dua Bocah SD Tenggelam

PALI--Warga Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI mendadak gempar,pasalnya dua bocah yang masih duduk di kelas 1 SD ditemukan tewas tenggelam di sungai desa tersebut saat mandi bersama teman-teman lainnya,Jumat (15/12) sekitar  5 pukul 16:15 WIB.

Kedua bocah dimaksud adalah Citra (7) bin Iyas dan  Ita (7) bin Swari keduanya warga Dusun 3 Desa Pengabuan.

Dari pantauan media ini dilapangan,kedua korban saat itu tengah asik mandi di sungai di bawah jembatan.Saat kejadian,selain korban,suasana sedang ramai, karena pada jam-jam tersebut,warga banyak mandi di sungai tersebut.

Namun,kedua korban mandi tanpa pengawasan kedua orangtuanya,dan tidak ada yang memperhatikan keduanya mandi dan bermain di Sungai itu.

"Jasad korban pertama bernama Citra,diketahui ada yang tenggelam saat jasad Citra menyembul dari dalam air,ketika kami sedang mandi.Dari situ semua warga gempar,lalu menolong korban dan berusaha menyadarkannya,namun nyawa korban tidak bisa tertolong, kemudian dibawa ke klinik kesehatan milik Pertamina Adera," ungkap Asmadi, salahsatu saksi mata.

Ditambahkan Anto Amir Kepala Desa setempat bahwa,warga mengira hanya satu korban saja yang tenggelam.Namun, setelah korban pertama dibawa ke klinik, kemudian menyembul lagi dari dalam air jasad  korban bernama Ita.

"Kejadian ini harus jadi perhatian bagi semua orang tua agar selalu mengawasi anak-anaknya.Karena dari kedua korban,orang tuanya tidak ikut mandi dan korban hanya mandi bersama teman-teman sebayanya," ucap Kades.

Sementara itu, Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS setelah ada laporan dari warga langsung menuju TKP.

"Kami langsung ke TKP," singkatnya.(admin)
Share:

Sempat Baku Tembak, Si Raja Begal Tewas Ditembus Pelor Polisi

PALI--Sepak terjang Bustomi alias Tomi (27) bin Karman yang dikenal Raja Begal nan Kejam warga Desa Tambak Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berhenti sudah, setelah dua timah panas menembus dadanya setelah sebelumnya terjadi baku tembak dengan tim elang Polsek Talang Ubi dan Polsek Penukal Utara ketika hendak ditangkap,pada Kamis (14/12).

Akibat luka tembak di dada Tomi,si Raja Begal ini menghembuskan napas terakhirnya saat polisi membawanya ke Rumah Sakit.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman bahwa kronologis penangkapan pelaku berkat adanya informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku.

"Ada informasi bahwa pelaku Tomi sedang berada di Desa Sukarami yang hendak pulang ke Desa Tambak,berdasarkan informasi tersebut tim Elang langsung berkoordinasi dan bergabung dengan Polsek Penukal Utara untuk menuju ke Desa Sukarami. Setiba di jalan antara Desa Tambak dengan Desa Tanjung Baru tim Elang melihat pelaku Tomi berboncengan dengan temannnya yang tidak di kenali," terang Suhardiman, Jum'at (15/12).

Kemudian tim Elang langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku,namun pelaku Tomi melakukan perlawanan dengan menembak salah satu anggota tim Elang dengan menggunakan senjata api rakitan laras pendek milik pelaku Tomi.


"Beruntung salahsatu anggota kita menggunakan rompi anti peluru,dan peluru pelaku tertahan rompi tersebut.Mengetahui hal itu,tim Elang melakukan tembakan peringatan ke udara namun tidak di hiraukan pelaku selanjutnya tim Elang melakukan tembakan ke arah pelaku dan pelaku berhasil di amankan dan di bawa ke RSUD Talang Ubi PALI,di dalam perjalanan pelaku meninggal dunia,selanjutnya pelaku di bawa ke RSUD Talang Ubi dan di serahkan ke keluarga pelaku," beber Kapolsek.

Saat tertembak, dikatakan Suhardiman,senjata api rakitan milik pelaku masih digenggam pelaku.

"Senjata api pelaku kita amankan dan sebilah pisau yang terselip di pinggangnya," kata Kapolsek.

Pelaku ini dijelaskan Kapolsek mengantongi 4 LP,dan satu diantara korbannya meninggal dunia karena di tembak dan dibacok pelaku pada tahun 2014 lalu.

"2 LP di Polsek Penukal Utara dan 2 LP di Polsek Talang Ubi,semuanya kasus pencurian dan kekerasan (Curas). Diantaranya pada tahun 2014,pelaku membacok dan menembak korbannya hingga tewas saat pelaku  melakukan aksinya.Korban bernama Yayit,dan TKP itu ada di wilayah hukum Polsek Penukal Utara," tukasnya.

Ditambahkan Suhardiman bahwa saat melakukan aksi dan menewaskan korbannya,pelaku juga terluka.Dan saat itu pelaku Tomi tertangkap Polsek Penukal Utara,namun karena luka pelaku membusuk,pelaku akhirnya dibantarkan.

"Setelah sembuh,pelaku ini kembali melakukan tindak kejahatan terhadap guru-guru sekolah di Penukal Utara,yang sempat jadi viral.Karena di rampok dalam sebuah rumah kontrakan.guru-guru berjumlah 6 orang dikumpulkan dalam satu ruangan, kemudian diancam dan barang-barang milik korban diambil, berupa dua unit sepeda motor dan laptop.Atas kejadian itu, guru-guru yang menjadi korban perampokan pelaku menghadap Bupati dan meminta pindah karena ketakutan," bebernya.

Selain itu, lanjut Suhardiman bahwa pelaku juga telah melakukan pembegalan terhadap guru yang hendak mengajar di daerah transmigrasi desa Suka Maju dan terakhir melakukan penodongan dengan korban seorang pelajar di dekat kantor Brimob, komplek Pertamina.

"Pelaku Tomi ini sudah banyak meresahkan warga,dan dikenal sadis.Sementara teman pelaku yang ada saat penangkapan kemarin, melarikan diri,dan masih dalam pengejaran karena identitasnya sudah kami kantongi," tandasnya.

Diakuinya,saat ini Mapolsek Talang Ubi dan sekitar wilayah hukumnya aman dan kondusif.

"Saya himbau kepada masyarakat tetap tenang dan apabila ada kejadian sekecil apapun, silahkan laporkan ke kami," pungkasnya.(admin)
Share:

Lagi, Bandar Sabu Diciduk Polisi

PALI--Lagi-lagi di duga bandar Narkoba jenis sabu-sabu berhasil digrebek jajaran Polsek Penukal Abab,Selasa malam (12/12) sekitar pukul 21:00 WIB di sebuah warung kopi di jalan khusus batubara milik PT Energate Prima Indonesia (EPI) di wilayah Desa Purun Timur Kecamatan Penukal Kabupaten PALI.

Pada penggrebekan itu,empat pelaku diciduk dan dibawa langsung ke Mapolsek Penukal Abab berikut barang bukti yang didapat dari tangan ke-4 pelaku masing-masing bernama,Tarmizi (34) warga desa purun timur kecamatan Penukal Kabupaten PALI,Lovi Yanto (23) warga gunung kembang kecamatan Merapi Timur lahat,Juhartono (36),warga desa bukit Banyuasin dan Dwi Putra (17) tercatat masih pelajar warga gunung kembang Lahat.

Barang bukti yang diamankan berupa 20 kantong paket kecil sabu,1 kantong paket besar,2 buah bong alat isap sabu, 5 unit handphone,Pirex dan dot serta uang tunai Rp 850.000.-.

Dijelaskan Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa penangkapan para pelaku berkat informasi dari masyarakat tentang suatu tempat yg dijadikan lokasi transaksi dan tempat menggunakan atau memakai Narkoba jenis sabu-sabu.

"Setelah kita selidiki, tempat tersebutg berlokasi di sebuah warung dijalan Batubara PT. EPI (sta 27).Kemudian setelah informasi sudah lengkap,kita bersama Kanit Reskrim Aipda Anton melakukan penggrebekan," ungkap Acep,Rabu (13/12).

Saat penggrebekan, ditemukan barang bukti berupa bungkusan paket Narkoba jenis sabu-sabu serta sejumlah uang tunai diduga hasil penjualan barang haram itu.

"Pelaku masih kita interogasi guna keperluan pengembangan," pungkasnya.(admin)
Share:

Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak,Ini Yang Dilakukan DPPKBPPPA PALI

PALI--Cegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bersama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPP-PA) Provinsi Sumatera Selatan sosialisasikan bahaya terjadinya kekerasan tersebut kepada pelajar di kabupaten PALI.

Kegiatan yang digelar di SMA Yayasan Kesejahteraan Pegawai Pertamina (YKPP) Pendopo Talang Ubi, Rabu (13/12),memaparkan pencegahan kekerasan serta efek yang ditimbulkan dari kejadian kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kasmiati kabid Perbedayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dari DPPKBPPPA Kabupaten PALI menjelaskan bahwa diketahui jenis kekerasan terhadap anak banyak macamnya.

"Ada Kekerasan fisik, seksual dan lainnya, kalau sudah terjadi efeknya berakibat buruk terhadap fisiologis korban.ada Pemerintah, Keluarga dan kita bersama yang berkewajiban mencegah terjadinya kasus tersebut.Kegiatan ini adalah untuk mengetahui bagaimana jenis kekerasan yang sering terjadi terhadap perempuan dan anak serta mengetahui cara menanggulangi kekerasan terhadap perempuan dan anak," beber Kasmiati.

Sementara itu,Ir Hj Agung Mildasanty Mustafa kepala bidang perlindungan perempuan dan anak,dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Provinsi Sumatera Selatan memaparkan hak-hak anak yang jumlahnya ada 31 hak anak.

"Diantaranya hak untuk bermain,hak untuk bebas berkumpul,hidup dengan orang tua,hak untuk mendapatkan kewarganegaraan dan hak mendapatkan standar hidup yang layak.Itu harus didapatkan setiap anak.Dan apa itu kekerasan terhadap perempuan dan anak?, yaitu setiap perbuatan yang menimbulkan kesengsaraan terhadap perempuan atau anak," paparnya.

Diharapkannya bahwa setelah mengikuti kegiatan tersebut,di kabupaten PALI khususnya di SMA YKPP tidak terjadi kekerasan terhadap perempuan dan anak,dan menjadi sekolah ramah anak serta sekolah ini bakal menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lainnya.

"Kegiatan ini juga menyampaikan bagaimana kalau terjadi adanya kekerasan,yakni langsung laporkan kejadian itu pada Komisi Anak Nasional.Kami harapkan, setelah kegiatan ini, seluruh pelajar tahu tentang hak anak dan tahu pencegahan terhadap terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak," harapnya.(admin)
Share:

Terkena Dampak Limbah Batubara, FPLH Temui PT.GHEMMI



 

 

 

 
(Anggota FPLH saat menemui Kantor PT.GHEMMI di Desa Gunung Raja menuntut kejelasan limbah perusahaan)

PRABUMULIH - Sejumlah Masyarakat yang tergabung dalam Forum Prorakyat Dan Lingkungan Hidup (FPLH) Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat kembali mempertanyakan keseriusan pihak perusahaan dalam menangani dampak limbah yang dihasilkan oleh kegiatan Penambangan Batubara milik PT.GHEMM INDONESIA Desa Gunung Raja Kecamatan Dangku Kabupaten Muara Enim, senin (11/12/2017), yang sebelumnya sudah diajukan pada tanggal 5 Desember 2017 yang lalu, Hingga saat ini masyarakat masih menunggu kebijakan dari pihak perusahaan.

Sekitar pukul 09.00 Wib pagi Rombongan yang tergabung dalam FLPH bertolak ke PT.GHEMMI guna mempertanyakan secara langsung kelanjutan permasalahan limbah, sesampai disana pihak perusahaan yang diwakili oleh Joni, selaku Penerjemah bahasa Mandarin menyambut langsung Perwakilan dari masyarakat.

Heru, selaku Ketua Forum Prorakyat Dan Lingkungan Hidup (FPLH) mempertanyakan kejelasan pihak perusahaan untuk menindaklanjuti masalah tersebut.

"Kita mohon kepada pihak perusahaan untuk memberikan kejelasan atas dampak limbah tambang yang telah mencemari lingkungan sekitar" hingga saat ini banyak kebun karet warga mati akibat limbah tersebut, Ungkapnya.

Dari hasil pertemuan tersebut Pihak Perusahaan masih menunggu hasil dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pusat untuk mengetahui dampak dari limbah perusahaan.

"Masyarakat tidak perlu melakukan aksi, karena perusahaan masih menunggu hasil survei lapangan dari BLH pusat" Tukasnya.

Bhabinkamtibmas Gunung Kemala Bripka Pardono yang mendampingi warganya berharap tak perlu mengadakan aksi, dan tunggu hasil kesepakatan dari pihak perusahaan.(SN01)
Share:

Tekan Peredaran Narkoba, Polisi Batasi Izin Orgen Tunggal

PALI--Kepolisian Sektor (Polsek) Talang Ubi langsung disampaikan Kapolseknya Kompol Suhardiman tegaskan bahwa pihaknya membatasi izin hiburan orgen tunggal hanya sebatas pukul 17:00 WIB.

Apabila ada yang melanggar,maka pihaknya bakal bertindak tegas dengan membubarkan hiburan tersebut dan bakal menyita alat orgen tunggal.Hal itu dikatakan Suhardiman saat acara reses Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan seluruh kepala desa dalam Kecamatan Talang Ubi di gedung Serbaguna Simpang Lima Pendopo,Senin (11/12).

"Ini kami lakukan untuk menekan peredaran Narkoba diwilayah hukum kita, meskipun barang laknat itu bukan berasal dari sini melainkan masuk dari perairan wilayah kecamatan Penukal sana.Dan apabila ada yang melanggar,maka kami akan lakukan tindakan tegas," ungkap Suhardiman.

Diakuinya meskipun belum ada Perda yang mengatur hiburan orgen tunggal,namun demi menyelamatkan generasi muda atas bahaya narkoba,hal tersebut dilakukan jajaran Polsek Talang Ubi.

"Disinyalir peredaran Narkoba marak dilakukan saat hiburan orgen tunggal,yang digelar sampai larut malam bahkan sampai pagi hari.Atas dasar itu,kami lakukan pembatasan izin hiburan orgen tunggal," tandasnya.

Saat ini dikatakan Suhardiman bahwa pihaknya tengah melakukan sosialisasi.

"Dalam minggu ini kita akan panggil seluruh pemilik orgen tunggal berikut asosiasinya untuk sosialisasikan batasan izin hiburan orgen tunggal," tukasnya.

Suhardiman juga bertekad berupaya berbuat lebih untuk menciptakan ibukota Kabupaten PALI tertib,aman dan nyaman.

"Patokannya di kota Pendopo Talang Ubi,jadi kalau ingin lihat masyarakat PALI, di lihat masyarakat yang ada di Talang Ubi.Kalau di Talang Ubi semrawut,maka tidak akan jauh beda dengan yang ada di wilayah lainnya.Oleh sebab itu,bantu dan dukung kami dalam menertibkan di Pendopo, walaupun belum seluruhnya kami lakukan.Dan yang kami lakukan saat ini mensosialisasikan keselamatan berkendara,kami lihat banyak pengendara sepeda motor yang tidak pakai helm,plat kendaraan dan kelengkapan surat-surat kendaraan yang tidak dipasang.Hal inilah yang akan kita tertibkan," bebernya.

Sementara itu, Drs H. Soemarjono ketua DPRD Kabupaten PALI mendukung rencana itu.

"Kami akan dorong pemerintah mengeluarkan Perbup atau bila perlu Perda tentang hiburan malam, Miras atau yang lainnya agar kabupaten ini bebas Narkoba," katanya. (admin)
Share:

Polsek Talang Ubi Bekuk Diduga BD Besar Sabu

PALI--Jajaran Polsek Talang Ubi melalui tim elang Reskrim berhasil mengungkap dan membekuk tiga orang pekaku diduga sebagai bandar dan kurir narkoba jenis sabu-sabu yang sering mengedarkan barang haram itu di ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Ketiga pelaku tersebut adalah Asmadi (40) warga KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi,diduga sebagai bandar atau pengedar,serta Hairul (45) dan Kancing (23) keduanya warga desa air Itam Kecamatan Penukal yang merupakan kurir atau pengantar barang haram dari wilayah Air Itam kemudian diantar kepada bandar yakni pelaku Asmadi.

Para pelaku ini ditangkap pada Minggu (10/12) di jalan KM 10, oleh tim Elang Polsek Talang Ubi berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa pelaku Asmadi aliad As yang diduga bandar Narkoba dan sering mengedarkan sabu-sabu diwilayah hukum Polsek Talang Ubi.

Berdasarkan informasi tersebut tim Elang Polsek Talang Ubi melakukan penyelidikan terhadap pelaku,selanjutnya tim Elang  yang di pimpin langsung Kanit Reskrim Ipda Nasron Junaidi SH,melakukan penangkapan terhadap bandar narkoba As di jalan KM 10 Kelurahan Handayani Mulya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI dan berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti.


Selanjutnya tim Elang melakukan pengembangan terhadap bandar Narkoba yang lain dengan cara pelaku AS berpura-pura memesan narkoba jenis sabu-sabu kepada Bandar Narkoba RL(DPO) yang berada di Desa Air Itam untuk di antar ke Pendopo.

"Lalu tim Elang langsung menuju ke Desa Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI menunggu Pilot/Kurir dari RL(DPO) mengantarkan narkoba ke Pendopo,tidak lama kemudian 2 orang Pilot/Kurir yang di suruh RL, melintasi di Desa Panta Dewa, selanjutnya tim Elang Polsek Talang Ubi melakukan penangkapan dan berhasil mengamankan kedua pelaku berikut barang bukti, selanjutnya pelaku dan barang bukti yang lainya di bawa ke Polsek Talang Ubi untuk pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Kapolres Muara Enim AKBP Leo Andi Gunawan SIK MPP melalui Kapolsek Talang Ubi Kompol Suhardiman,Senin (11/12).

Barang bukti yang di dapat juga cukup fantastis, yakni 1 bungkus besar plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 6.88 gram seharga Rp.10.000.000,-,1 bungkus besar plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 6.64 gram seharga Rp.10.000.000,-,1 bungkus besar plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 1,50 gram seharga Rp.4.000.000,-.

Ada juga 1 bungkus kecil plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 0,19 gram seharga Rp.500.000,-,1 bungkus plastik kecil bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 0,12 gram seharga Rp.400.000,-, 1 bungkus kecil plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 0.16 gram seharga Rp.450.000,-,1 bungkus kecil plastik bening klip berisikan cristal-cristal putih di duga narkoba jenis shabu-shabu berat bruto 0.08 gram seharga Rp.50.000,-.

Dan beberapa lembar uang tunai serta dua unit sepeda motor yang dibawa pelaku untuk mengantarkan barang haram itu.

"Pelaku Asmadi merupakan bandar besar di wilayah kecamatan Talang Ubi dan terkenal cukup licin.Saat ini ketiga pelaku masih diinterogasi guna mengungkap bandar yang lebih besar lagi," pungkas Suhardiman.(admin)
Share:

Penemuan Sesosok Mayat Hebohkan Warga



PRABUMULIH - Penemuan Sesosok Mayat laki-laki menghebohkan Warga Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur, Minggu  (10/12/2017) pagi, mayat laki-laki yang mengenakan baju kemeja kotak-kotak berwarna merah , celana jean, dan sepatu di Jalan RA Kartini Simpang tiga dipinggir jalan Nigata Rt 03 Rw 02 diduga Seorang Petugas Tukang Parkir Taman Kota Prabujaya.

Dugaan sementara Indra Wijaya adalah koban pembunuhan, karna bagian tubuh korban terdapat luka dibeberapa bagian kepala akibat hantaman benda keras,  dan  wajah korban terlihat lebam,  serta didekat mayat ditemukan kwitansi dan surat tugas parkir.

Nasution langsung menghubungi dan mendatangi rumah personil polres Prabumulih  yang bernama Kiki kiswanto sat lantas dan Kiki langsung menghubungi  Denis anggota opsnal polres dan bersama sama menuju ke tempat kejadian perkara (TKP). " jelasnya

Kasat Reskrim AKP Eryadi Yuswanto tiba tempat kejadian perkara (TKP) dan mengintruksikan anggota nya untuk membawa jasad korban ke Rumah sakit  Uamam Daerah ( RSUD) guna  proses peyelidikikan lebih lanjut.(Rel/SN01)
Share:

Kegiatan Kejari PALI Bikin Kaget Warga,Ini Yang Dilakukannya...

PALI--Pengendara kendaraan bermotor sedikit terlihat was-was saat melewati jalan depan kantor Kejaksaan Negeri Penukal Abab Lematang Ilir (PALI),sebab staf Kejari dipimpin langsung kepala Kejari, Yunitha Arifin bersama kepala inspektorat PALI Husni Thamrin Ciknung dan kepala Bagian Hukum Sekretariat daerah kabupaten PALI,Manamin SH.MH menghentikan laju kendaraan pengendara.

Namun,setelah tahu tujuan kepala Kejari, seluruh pengendara lega,sebab dengan cara sopan, Yunitha Arifin membagikan stiker anti korupsi bahkan ada yang langsung ditempel dikendaraan yang melintas sebagai kegiatan Kejari dalam memperingati hari anti korupsi internasional yang jatuh setiap tanggal 9 Desember.

"Aku kira ada razia atau ada kecelakaan lalulintas,sebab di depan kantor Kejari ramai dan kondisi seperti ini tidak biasanya,makanya aku kaget dan sedikit was-was,sebab aku tidak pakai helm,karena memang aku pulang jemput anak sekolah," ucap Ujang, salahsatu warga pengguna jalan kepada media ini, Jum'at (8/12).

Tapi setelah tahu apa yang dilakukan pihak Kejari,Ujang lega dan mendukung apa yang dilakukan pihak Kejari.

"Kegiatan ini sangat bagus untuk mencegah adanya korupsi di kabupaten PALI,sebab kita ketahui bahwa Kabupaten ini sedang gencar membangun dan jangan sampai dana miliaran rupiah diselewengkan," tukasnya.


Sementara itu, Yunitha Arifin menjelaskan bahwa kegiatan memperingati hari anti korupsi internasional pihaknya melakukan bagi-bagi striker ajakan menghindari korupsi langsung kepada masyarakat.

"Selain itu,kita juga akan sosialisasikan anti korupsi dengan mengadakan lomba pidato tingkat pelajar SMA yang bakal digelar puncaknya pada Selasa (19/12) mendatang di gedung Pesos.Untuk lomba penyisihannya digelar di aula SMAN 2 Unggulan pada Kamis (14/12)," terangnya.(admin)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts