Selesaikan Masalah Kelompok Tani Sinar Marioe, Aka Cholik Berharap Bupati Bentuk Tim

PALI--Kelompok Tani Sinar Marioe yang diketuai Hasan Basri yang juga merupakan mantan ketua Dewan Marga Abab ini bersilatuhrahmi bersama Komisi I DPRD PALI di kediaman Afendi Djaris di Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Dalam kesempatan itu ketua kelompok tani menyampaikan kepada komisi I dalam hal ini diwakili Wakil Ketua komisi I DPRD PALI Aka Cholik Darlin S.PdI.MM bahwa kelompok tani Sinar Marioe sudah membuat surat ke Bupati melalui Sekda, namun sampai saat ini belum ada penjelasan sementara ada indikasi Bahwa lahan tersebut saat ini di gunakan oleh PT EPI.

Oleh sebab itu kelompok tani yang beranggotakan 375 KK ini yang pernah menikmati panen padi pada tahun 1980an itu berharap melalui DPRD untuk meneruskan keluhannya ke Bupati agar segera ditindaklanjuti.

"Kami serahkan berkas kelompok tani dengan permasalahan kami sebagai tembusan ke Dewan untuk bisa membantu kami, karena lahan yang saat ini digunakan perusahaan batubara itu adalah hak kelompok tani Sinar Marioe," ujar Hasan Basri di hadapan wakil ketua Komisi I.

Menyikapi permasalahan itu, Aka Cholik Darlin , S.PdI, MM berharap Bupati PALI dapat segera membentuk tim dari berbagai SKPD yang berkompeten serta segera mencari solusi agar mendapatkan titik terang supaya  warga Abab terutama anggota kelompok tani tersebut tidak resah.

Sebab, apabila permasalahan itu dibiarkan, menurut Dewan kelahiran Tanah Abang ini bisa memicu konflik, dikarenakan terindikasi ada kongkolingkong pihak yang mementingkan diri sendiri.

"Kami dari Komisi I dalam hal ini yang membidangi pemerintahan yang berhubugan langsung dengan Tapen, agar Sekda membentuk Pansus yang  kiranya dapat segera menyelesaikan permasalahan ini," saran Aka Cholik, Rabu (4/4).

Diyakini Aka Cholik bahwa Bupati PALI belum mengetahui permasalahan itu, dan apabila Bupati sudah mengetahui pastilah orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan akan mencarikan solusi bijak agar lahan pesawahan yang lokasinya saat ini bermasalah bisa produktif kembali.

"Saya yakin Bupati belum mengetahui hal ini, kalau beliau sudah tahu pasti beliau segera cari solusi agar lahan pesawaan tersebut produktif dan bisa menjadi lumbung padi di Kabupaten PALI, apalagi lahan itu cukup luas sekitar 5.000 hektar, yang tentunya kalau dikelola akan bisa menghasilkan padi yang tidak sedikit," tandas Aka Cholik yang terkenal lantang dan berani menyuarakan aspirasi masyarakat. (marsindo)
Share:

Lagi-Lagi Narkoba, Kapolres: Jaringan Narkoba Di Prabumulih Harus Pangkas Keakarnya

PRABUMULIH – Kapolres Prabumulih dikepemimpinan baru AKBP Tito Travolta Hatauruk terus menekan tindakan kriminal (3C) dan penyalagunaan narkotika di wilayah Prabumulih


Penekanan angka pengguna narkoba dengan cara menindak tegas para pengguna dan pengedar, salah satunya Nirwansyah alias Iwan (31) warga jalan merpati Rt.02 Rw.02 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih ditangkap petugas kepolisian Polres Prabumulih


Pengangkapan pelaku penyalagunaan narkotika jenis sabu ini berawal dari laporan masyarakat yang melihat gerak-gerik mencurigakan


Dari dasar laporan Lp/A - 43/IV/ 2018/ Sumsel/ Res Pbm, Tgl 03 April 2018, Tim Satres Narkoba Polres Prabumulih melakukan penangkapan terhadap tersangka yang saat itu sedang berkunjung kerumah temannya di Kelurahan Tugu Kecil Kecamatan Prabumulih Timur, selasa (3/4/18)


Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan sekitar pukul 17.00 wib petugas melihat tersangka menjatuhkan sesuatu dari tangannya berupa bungkusan plastik, ketika dilihat dan diperiksa petugas Satres narkoba Polres Prabumulih menemukan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan berat bruto mencapai 0,30 Gram.


Selanjutnya tersangka beserta barang bukti berupa paketan shabu diamankan di Mapolres Prabumulih guna penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut (SN01)

Share:

Kampanye Ridho-Fikri : Kalau Kotak Kosong Bisa Nyunat, Hantu Namanya

PRABUMULIH -- Calon Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya menghimbau masyarakat untuk tidak terbuai janji-janji oknum tertentu yang mengajak untuk tidak memilih dirinya. Hal ini diungkapkannya disela-sela senam bersama masyarakat di lapangan sepak bola Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Selasa (4/4) kemarin.

Menurut Ketua DPD Partai Golkar Prabumulih ini upaya untuk mempengaruhi masyarakat tersebut bertujuan untuk menggagalkan dirinya dan Calon Wakil Walikota, H Andriansyah Fikri dalam pemilihan Umum (Pemilu) 27 Juni mendatang.

"Mereka ingin menghancurkan Pilkada dengan mengajak untuk tidak datang pencoblosan," ujar Ridho.

Menurut Ridho apabila keduanya gagal menjabat kembali sebagai Wako dan Wawako Prabumulih sudah tentu program-program kerakyatan yang selama ini sudah dijalankan akan terhambat.

"Tidak semua masyarakat senang Kota Prabumulih maju. Padahal dari 2007 menjabat kita ikhlas dan sudah memperjuangkan pemasangan gas rumah tangga, bedah rumah dan masjid," ungkapnya.

Apabila dirinya gagal kembali memimpin, maka selama dua tahun kedepan jabatan Wako dan Wawako Prabumulih kosong dan akan diisi oleh pejabat dari Kota Palembang.

"Carilah Walikota yang sayang dan cinta dengan daerah kita. Jangan sampai Prabumulih diisi boneka yang dikhawatirkan akan merusak," tegasnya.

Fikri menambahkan masyarakat Kota Prabumulih khususnya Kelurahan Muara Dua saat ini sudah cerdas dan bisa membedakan pemimpin yang amanah dan yang tidak.

"Kalau ada orang ngasih duit, itu diambil. Orangnya langsung usir dari rumah dan saat pencoblosan tetap pilihlah Ridho-Fikri. Coblos foto yang belagak putih," terangnya.

Menurut Fikri, menjatuhkan pilihan untuk mencoblos kolom kosong bukanlah pilihan yang tepat, mengingat tak banyak yang bisa di perbuatan oleh kolom kosong.

"Tabung kosong tidak bisa datangkan Ustadz, tidak bisa bedah rumah, tidak bisa nyunat. Kalau tidak ada badan tapi bisa nyunat itu hantu namanya," cetus Fikri.

Sementara, Ketua Forum RT Kelurahan Muara Dua, Harjono mengatakan dari survei yang telah dilakukan pasangan Ridho-Fikri diprediksi akan menang besar di Kelurahan Muara Dua. "Kami yakin pasangan Ridho-Fikri menang 99 persen di Muara Dua " jelasnya.(SN01)
Share:

Rencana Begal Dipasar Malam, Residivis Diciduk Petugas

PRABUMULIH - Bawa senjata api rakitan (Senpira), pemuda (24) asal Kabupaten Muara Enim di amankan petugas di sebuah warung kopi di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih. Senin (2/4/18) sekitar pukul 20.30 Wib.

Pelaku dimaksud yakni Rahmad Ariadi alias Egi (24) petani asal Kampung satu, Desa Tapus Kabupaten Muara Enim.

Dari balik pinggang pelaku, polisi menemukan satu pucuk senpira laras pendek beserta satu butir amunisi aktif jenis calliber 9 mm, satu buah kunci leter T serta satu unit Handphone merk Nokia.

Saat diintrogasi dihadapan petugas kepolisian, pelaku Egi mengaku jika senjata api rakitan tersebut bukanlah miliknya, melainkan milik temannya yakni MN (DPO).

"Aku cuma pinjam punyo kawan pak, rencana nak beraksi dipasar malam ," ujar Egi.

Egi menuturkan senjata api rakitan tersebut akan ia gunakan untuk melakukan pencurian sepeda motor di pasar malam yang berada di Kecamatan cambai atau tepatnya disamping rumah makan siang malam.

"Rencanonyo untuk maling motor di pasar malam pak," akunya.

 

Informasi dari kepolisian, penangkapan pelaku bermula dari informasi masyarakat yang curiga dengan aktivitas para pelaku disekitar lokasi. Mendapat informasi itu, kemudian Timsus Gurita Polres Prabumulih langsung bergerak kelokasi. Namun sayang dua dari tiga pelaku berhasil melarikan diri saat petugas kepolisian tiba dilokasi kejadian.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutahuruk mengatakan. Para pelaku berjumlah tiga orang, namun dua pelaku barhasil melarikan diri saat petugas kita tiba dilokasi kejadian. "Identitas kedua pelaku sudah kita kantongi dan masih dalam pengejaran," kata Tito, Selasa (3/4/2018).

Ia menambahkan, dari pengakuannya senjata tersebut ia pinjam dari rekannya yaitu MN yang saat ini masih kita kejar. "Tidak hanya itu, pelaku ini juga pernah terlibat kasus pencurian dengan kekerasan pada tahun 2015 lalu diwilayah hukum Muara Enim dan menjalani hukuman penjara selama 1,5 tahun," jelasnya.

Saat ini sambungnya, yang bersangkutan masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu guna mendapatkan informasi tambahan terkait jenis amunisi yang ditemukan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Labfor Polri Palembang.

"Selanjutnya pelaku akan kita proses sesuai hukum yang berlaku yaitu UU darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata api ilegal dengam ancaman maksimal 10 tahun kurungan penjara," tutup Kapolres. (old/SN01)
Share:

Rasain, Betis Kedua Pelaku Maling Mobil Ini Kena Pelor

PALI-- Dua orang anggota komplotan pencurian dengan pemberatan atau Curat terpaksa mendapat hadiah timah panas dari jajaran unit Reskrim Polsek Tanah Abang lantaran berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap pada Selasa dini hari (3/4) sekitar pukul 03:00 WIB.

Ke-dua tersangka ini ditangkap berdasarkan laporan korbannya dengan dasar LP.B / 17 / III /2018 / Sumsel/ Res ME / Sek T.Abang. tanggal 05 Maret 2018 karena tersangka telah mencuri sebuah mobil bak terbuka yang terparkir di halaman rumah korban di wilayah Desa Raja Kecamatan Tanah Abang pada Minggu (25/2) lalu.

Tersangka yang dimaksud adalah Budi Candra (32) dan Riyan (24) keduanya  warga Desa Mangku Negara Kecamatan  Penukal.Sementara dua pelaku lain AL dan BR masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buronan polisi.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP After Juwono melakui Kapolsek Tanah Abang AKP Sofyan Ardeni bahwa berdasarkan hasil penyelidikan unit Reskrim dan unit Intelkam Polsek Tanah Abang diketahui pelakunya adalah tersangka yang ditangkap saat ini dibantu dua temannya yang saat ini jadi buronan.
Ketika beraksi, ke empat pelaku menggunakan tiga unit sepeda motor, kemudian mencuri sebuah mobil yang terparkir dipinggir jalan tak jauh dari rumah korban. Pada saat melalukan aksinya, keempat tersangka sempat kepergok korban dan sempat dikejar, tetapi karena mobil yang sudah berjalan dan dibawa lari tersangka sudah jauh dari jangkauan, maka korban harus merelakan mobil kesayangannya raib dibawa para tersangka itu.

Saat ditangkap kedua tersangka itu  sedang berada di rumah kakak ponakan dari tersangka Riyan di Desa Gunung Menang. Namun saat dilakukan penangkapan kedua pelaku melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri dari petugas dengan cara hampir menabrak dengan sepeda motornya.

"Beruntung petugas kita berhasil menendang sepada motor tersangka dan tersangka pun jatuh. Tetapi meski sudah terjatuh, namun kedua tersangka tersebut masih mencoba melarikan diri,kemudian anggota kita lakukan tindakan tegas dengan menembak kaki tersangka," ungkap Sofyan.

Dari pengakuan tersangka diketahui bahwa tersangka Riyan dalam beberapa bulan terakhir telah melakukan tindak pidana Curat sebanyak tiga kali.

"Di wilayah hukum Tanah Abang sebanyak satu kali dan di Jambi dua kali. Saat ini perkara tersebut ditangani Reskrim Polsek Tanah Abang dan kedua pelaku kita kenakan pasal 363 KUHP," tandas Sofyan.(marsindo)
Share:

Petani Karet ini Nyaris Terwas Diterkam Beruang

PRABUMULIH - Seorang petani penyadapat karet di kawasan KM 10 Desa Karangan Kecamatan Rambang Kapak Tengah Kota Prabumulih nyaris tewas diterkam seekor beruang besar

Inalwi (41) Warga RT 2 RW 2 Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih mengalami luka serius dibagian kaki kanannya akibat digigit seekor beruang berwarna hitam dengan moncong berwarna putih, beruang yang diperkirakan berbobot 70 kg itu mengejar dirinya saat sedang menyadap karet

Kejadian tersebut bermula saat dirinya sedang menyadap karet dikebun miliknya di daerah Desa Karangan sekitar jam 09.00 wib pagi, senin (2/4/18)

Sebelumnya Inalwi sudah mengetahui bahwa didaerah tersebut terdengar suara beruang mengaum, namun dirinya memberanikan diri untuk menyadap karet karena karet satu-satunya mata pencariannya

“Aku tepakso nyadap karet disano pak karno disano tempat kami cari makan, tapi aku tetap memberanikan diri” tuturnya

Saat dibincangi wartawan sininews.com setelah menjalani operasi dirinya menceritankan detik-detik beruang menerkam kaki kanannya

“Saat aku nyadap karet beruang itu sudah didepan aku pak, aku langsung lari sekuat tenago sampai aku naek pohon karet” katanya

Beruang yang kelaparan itu mengejar Inalwi sampai ke pohon karet dan menarik kakinya lalau menggigit kaki sebelah kanan inalwi, saat itulah inalwi terjatuh bersamaan beruang diketinggian sekitar 5 meter

Saat terjatuh beruang pun pergi berlari meninggalkan Inalwi yang sudah lemas dan banyak mengeluarkan darah

“aku jatuh terpeleset karena sepatu boot yang ku pakai licin pak, sampai jatuh bersamaan dengan beruang itu pak” sambungnya

Inalwi pun menjerit dan meminta tolong ketika beruang besar itu meninggalkannya, tak lama ada seorang petani yang bersebelahan dengan kebonnya mendengar jeritan orang minta tolong

“aku dengar ado wong minta tolong, langsung aku dekati dan melihat Inalwi sudah bersimbah darah dan langsung aku bonceng pakai motor menuju rumah sakit” tutur Rupi

Hingga berita ini diturunkan korban dirawat di rumah sakit AR.Bunda Prabumulih untuk dirawat secara intensif (SN01).
Share:

Tronton Tersangkut Kabel Listrik, Sopir Nyaris Dihajar Massa

PRABUMULIH – Heboh ratusan masyarakat Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat berhamburan keluar rumah, pasalnya sebuah mobil alat berat Hino Tronton dengan nomor polisi BG 8829 D yang mengangkut Hexavator PC 200 merk Komatsu yang melintas dari Payuputat tersangkut kabel rumah warga sekitar pukul 23.29 wib, minggu (31/3/18)

Diketahui tronton yang bermuatan sekitar 22 ton itu milik PT.Lematang yang beroperasi di Payuputat tersangkut kabel listrik rumah warga

Diduga mobil tronton dengan ketinggian sekitar 3 meter lebih yang mengangkut alat berat itu tidak memenuhi standar keselamatan kerja terlihat dari tidak dipasangnya Labrang atau alat pembatas kabel listrik sehingga tersangkut dan memutuskan kabel listrik rumah warga

Akibat kejadian tersebut lampu tiga rumah warga mengalami kerusakan instalasi listrik dan mengeluarkan percikan api

Massa yang kesal dengan kejadian tersebut sempat ingin menghajar sopir beserta kernet yang diduga lalai, Tak lama kemudian kerumunan masa berhasil dilerai oleh beberapa tokoh masyarakat setelah terjadi perundingan dan kesepakatan dari pihak perusahaan

Dodi Dores, sopir mobil Tronton menuturkan dirinya tidak mengetahui alat berat yang dibawahnya tersangkut kabel listrik

“aku dak tau nian kak kalu keno kabel, aku minta maaf nian baru pertamo kali inilah aku lewat sini” tuturnya

Sisman selaku Ketua RT.01 RW.01 mengatakan Perusahan PT.Lematang belum pernah meminta izin ke Pemerintah setempat untuk melewati jalan tersebut

“Jalan ini milik pemerintah, perusahaan seharusnya meminta izin karena jalan ini jika terus dilewati kendaraan dengan beban berat akan cepat rusak, kami masyarakat berhak menjaganya” ungkapnya kesal

Uung selaku Koordinator Lapangan PT.Lematang saat dihubungi wartawan media ini melalui telepon dirinya mengaku belum tau persis kejadian yang dilakukan anak buahnya karena dirinya saat ini masih berada di Jakarta dan akan mengganti semua kerugian yang ditimbulkan dari PT.Lematang

“Aku masih di Jakarta pak belum tau persis kejadiannya, kalau bisa kita musyawarahkan dengan baik saja pak, semuanya akan kami ganti rugi” katanya

Warga yang mulai geram dengan tingkah laku perusahaan mempertanyakan adanya oknum yang mengawal alat berat perusahaan untuk melintasi jalan Desa/Kelurahan tersebut

Hal ini akan berdampak terhadap masyarakat, saat ini masih bersitegang dengan sejumlah perusahaan yang sering melintas dengan bobot kendaraan yang besar dan berakibat rusaknya jalan dandapat memicu konflik antar warga dan perusahaan

Hingga berita ini diturunkan perusahaan PT. Lematang melalui Bhabinsa Gunung Kemala telah memperbaiki tiga jalur listrik yang putus (SN01)
Share:

Forum Desa Persiapan Bakal Datangkan Rara Ke PALI

PALI--Pada pengukuhan Forum Pemerintah Desa Persiapan (FPDP) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berjumlah 26 Desa berencana mendatangkan Rara,  kontestan Liga Dangdut asal kota Prabumulih yang diselenggarakan salahsatu televisi swasta yang saat ini tengah berjuang membawa nama provinsi Sumatera Selatan.

Hal itu dikatakan Dedi Handayani, ketua FPDP saat membentuk panitia pengukuhan forum tersebut.

"Kalau berkenan kami akan panggil Rara, karena pak Bupati menginginkan kontestan LIDA itu untuk tampil di acara tersebut," ujar Dedi, Kamis (29/3).

Saat ini, panitia pengukuhan FPDP diakui Dedi bahwa sedang berkomunikasi dengan manager Rara, apakah bisa datang ke PALI atau tidak.



"Sudah ada jawaban dari manager Rara bahwa belum pasti, pasalnya Rara saat ini masih di karantina. Namun kami masih jajaki ke manager Rara untuk memastikannya. Apabila siap datang, maka itu yang kami harapkan, tetapi kalau memang belum bisa, maka kami akan mencari penggantinya," jelas Dedi.

Untuk waktu pelaksanaan, dijelaskan Dedi sekitar tanggal 24 April 2018. Sebab,dari jadwal yang ditawarkan ajudan Bupati sekitar tanggal 20 sampai tanggal 24 April.

"Kami ingin pak Bupati hadir, makanya kami meminta jadwal beliau, tetapi kami berencana pelaksanaannya tanggal 24 april," tukas Dedi.

Untuk lokasi disebut Dedi telah disepakati di lapang bola kaki Desa Raja Kecamatan Tanah Abang.

"Sesuai kesepakatan bersama dan permintaan pak Bupati bahws lokasi di Kecamatan Tanah Abang, dan kami setuju di Desa Raja," tambah Dedi. (marsindo)
Share:

Musrenbang RKPD PALI, Targetkan Penurunan Angka Penduduk Miskin

PALI--Meski masih fokus pada pembangunan infrastruktur untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, namun masih tingginya angka penduduk miskin di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi prioritas Pemkab untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.

Pemerintah daerah kabupaten PALI memiliki target menurunkan angka kemiskinan dari 14,53 persen menjadi 10,3 persen di tahun 2019 mendatang. Hal itu disampaikan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) PALI Sahron Nazir di acara Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) PALI tahun anggaran 2019,di gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo, Kamis (29/3).

"Pertumbuhan ekonomi menunjukan peningkatan 6,81 persen. Namun angka kemiskinan masih tinggi mencapai 14,53 persen. Angka ini kita targetkan penurunannya hingga 10,3 persen tahun 2019," terang Sahron.

Kegiatan Musrenbang RKPD PALI tahun 2019 yang mengambil tema Pemerataan dan percepatan pembangunan dalam upaya peningkatan layanan dan pengembangan SDM, dihadiri dan dibuka Wabup PALI Ferdian Andreas Lacony dan dihadiri sejumlah kepala OPD serta kepala desa se-kabupaten PALI.

Untuk mengapai target penurunan angka penduduk miskin di Bumi Serepat Serasan, disuarakan Wabup perlu sinergitas seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Perlu kerjasama seluruh OPD, dan kepala OPD harus memiliki terobosan untuk membuat program baru dalam peningkatan ekonomi masyarakat serta meurunkan angka kemiskinan," saran Wabup.

Tingginya angka kemiskinan di PALI disebut Wabup salahsatu penyebabnya karena anjloknya harga getah karet. Karena 80 persen penduduk PALI bergantung pada hasil perkebunan karet.

"Untuk itu, kepala OPD harus memiliki pemikiran kreatif dalam membuat program. Serta salahsatu upaya menekan angka kemiskinan adalah mengkreasikan potensi lokal serta menyiapkan SDM yang siap bersaing," tukas Wabup. (marsindo)
Share:

Ratusan Polisi dari Mabes Polri Dukung Langsung Rara LIDA

JAKARTA – Dukungan kepada kontestan Liga Dangdut Indonesia (LIDA) Rara terus mengalir dari berbagai daerah, tak hanya warga Sumatera Selatan saja, dukungan terhadap Rara datang dari Jakarta dan Bogor yang datang langsung ke studio Indosiar dengan membawa spanduk bertuliskan Rara

Tak hanya itu saja, dukungan kepada Rara datang dari Mabes Polri, ratusan personil kepolisian Markas Besar (Mabes) Polri datang langsung ke studio untuk mendukung Rara

“Sekitar 240 anggota Polri beserta istri mereka datang ke studio dengan membawa spanduk bergambar Rara” ungkap Rusli Priadji selaku Pendamping Rara

Penampilan Rara yang selalu memukau para Juri dan penonton membuat para Fans “Raralopa” bersorak sorai mendukung dan menyemangati Rara

Saat dibincangi melalui aplikasi Whatsapp, Mas Tri yang mendapangi Rara mewakili Duta Dangdut Sumatera Selatan mengaku kaget dan merasa tak mengenal para fans Rara yang terus datang dari berbagai daerah

“tanpa dikomando mereka rame-rame datang ke studio, katanya mau mendukung rara” tambahnya

Rara yang tampil di grup empat bersaing dengan para kontestan yang mempunyai suara yang bagus dan berkarakter.(SN01)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts