Wujudkan Tertib Administrasi, Disdukcapil PALI Gelar Sosialisasi

PALI--Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman lembaga pengguna tentang persyaratan, ruang lingkup dan tata cara hak akses dan pemanfaatan NIK dan data kependudukan serta mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan pencatatan sipil dalam hal pemanfaatan data sesuai perundang-undangan yang berlaku, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) undang hampir seluruh OPD dan instansi lainnya untuk ikuti sosialisasi.

Kegiatan sosialisasi pemanfaatan data kependudukan dan penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan NIK dan data kependudukan ke lembaga pengguna yang mengusung tema guna mewujudkan data kependudukan sebagai satu kesatuan data yang dipergunakan untuk semua kepentingan di kabupaten PALI, digelar Rabu (29/8) di aula Lapangan Golf Pendopo.

Rismaliza kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PALI menjelaskan bahwa selain bertujuan mewujudkan tertib administrasi kependudukan dan menambah pengetahuan terhadap lembaga pengguna data kependudukan juga meningkatkan kapasitas dan kualitas kelembagaan, memberikan gambaran persoalan dan penyelesaian kependudukan.

"Tujuan sosialisasi ini adalah memberikan gambaran dan memberikan kemudahan bagi OPD dalam hal data yang ada pada Disdukcapil," ungkap Rismaliza.

Sosialisasi tersebut dijabarkan Rismaliza berdasarkan UUD 1945 pasal 26 ayat 3 tentang hal-hal yang mengenai warga negara dan penduduk diatur dengan undang-undang. Juga berdadarkan undang-undang nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Presiden (PP) nomor 26 tahun 2009 sebagaimana telah diubah dengan PP nomor 112 tahun 2013 tentang penerapan KTP berbasis NIK secara nasional. Permendagri nomor 61 tahun 2015 tentang persyaratan, ruang lingkup dan tata cara pemberian hak akses serta pemanfaatan NIK, data kependudukan dan KTP elektronik.

"Berdasarkan juga surat Dirjen Dukcapil nomor 471.11/2223/Dukcapil tanggal 23 Februari 2017 perihal pemanfaatan data kependudukan dan hasil Rakornas kependudukan dan pencatatan sipil di Gorontalo tanggal 18-19 Mei 2017 dalam hal program dan kegiatan prioritas kependudukan dan pencatatan sipil," bebernya.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt Sekda PALI Syahron Nazil dengan mengundang narasumber Muhamad farid, Kasubdit monev fasilitasi pemanfaatan data dan dokumen kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri RI dan Sigit Samaptoaji, Kasi Aplikasi Dit FPD2K Ditjen Dukcapil Kemendagri RI.

"Jadi dengan adanya sosialisasi ini bisa menyatukan data terkait dengan masalah kependudukan yang selama ini ada berbagai versi yang berbeda. Artinya data kependudukan itu yang kita pegang adalah data dari Disdukcapil agar seragam dan akurat," terang Sekda PALI. (SN)
Share:

Bacok Istri Dan Anak Tirinya, Irawan Digelandang Tim Elang

PALI--Hanya gara-gara sepeda motor yang hendak dipakai sekolah oleh anak tirinya, Irawan (38) warga Simpang Raja Kacamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tega menganiaya istri dan anak tirinya hingga kritis karena mengalami luka bacokan disekujur tubuh istrinya.

AKP Roni Hermawan Wakapolsek Talang Ubi mewakili Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono menjelaskan kronologis kejadian yang bermula pada Rabu pagi (29/8) sekitar pukul 06.30 WIB di rumah kontrakan pelaku saat anak tiri pelaku Dinda (12) yang hendak bersekolah mengeluarkan sepeda motor.

Setelah sepeda motor dikeluarkan, istri pelaku Kanik (46) membangunkan pelaku yang saat itu tengah tidur dan meminta pelaku agar untuk Kedepannya yang mengeluarkan sepeda motor adalah suaminya.

Tetapi pelaku malah marah-marah hingga menyebabkan perang mulut antara suami istri tersebut. Cek-cok mulut rupanya menggelapkan mata pelaku yang akhirnya mengambil parang yang berada di dalam rumah kemudian secara membabi buta, pelaku membacok istrinya hingga mengakibatkan lima luka bacok di kepala dan jari istrinya.



Melihat ibunya dianiaya, Dinda berusaha melerai, tetapi pelaku malah kembali membacok Dinda yang mengenai lengan Dinda.

"Setelah melukai istri dan anak tirinya, pelaku melarikan diri, tetapi berkat informasi warga, pelaku berhasil dibekuk Tim Elang. Sementara korban dilarikan ke RSUD oleh tetangganya karena mengalami luka serius, dan saat ini istri pelaku masih kritis," ungkap Roni.

Senjata tajam yang dipakai untuk menganiaya korban diakui Roni telah disita sebagai barang bukti serta anggota Polsek Talang Ubi telah lakukan olah TKP.

"Pelaku masih diinterogasi, dan kita kenakan undang-undang KDRT serta pasal 351 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara," tandasnya.

Sementara dari pengakuan pelaku bahwa tindakannya itu karena khilaf akibat cek cok mulut yang menyinggung perasaannya.

"Aku menyesal pak, pertengkaran mulut itu membuat aku gelap mata, karena baru bangun tidur istri aku ngajak ribut," katanya dihadapan polisi.(SN)
Share:

Usai Beraksi, Kawanan Pencuri Sawit Diamankan

MUARA ENIM--Petugas Polsek Rambang Lubai telah mengamankan dua pelaku pencurian tandan buah segar (TSB) kelapa sawit milik PT Mitra Ogan, Minggu (26/8) sekitar pukul 11.00 WIB

Kedua pelaku diketahui bernama Dodi Ansori (28), warga Desa Belatung, Kecamatan Lubuk Batang, OKU dan Alif Susanto (26), warga Desa Mintra Kecana, Kecamatan Peninjauan, OKU.

Keduanya diamankan petugas saat tengah melakukan aksi pencurian buah kalapa sawit dengan memanennya langsung di areal kebun PT Mitra Ogan Blok Y69, Abdeling 14, di Desa Pagar Gunung, Kecamatan Lubai, Muara Enim.

Selain mengamankan kedua pelaku petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor honda revo tanpa nopol, 1 unit sepeda motor yamaha vega tanpa nopol dan 150 tandan buah kelapa sawit yang dicuri. Kini kedua pelaku bersama barang buktinya dimankan di Mapolsek Rambang Lubai.

Penangkapan kedua pelaku bermula dari pada Minggu (26/8) sekitar pukul 11.00 WIB Sat BKO Yon Zipur 2 Prabumulih yang diperbantukan di PT Mitra Ogan melaksanakan patroli ke abdeling 14 blok Y69.

Ketika sampai di abdeling tersebut, mereka melihat sekitar 8 orang tengah melakukan pemanenan buah kelapa sawit. Karena merasa curiga, lalu petugas tersebut menghubungi  mandor Domiati untuk memastikan apakah di abdeling tersebut memang ada perintah untuk memanen buah kelapa sawit.

Dari penjelasan mandor tersebut, ternyata di abdeling itu tidak ada perintah untuk memanen buah kelapa sawit. Setelah mendapatkan penjelasan dari mandor tersebut, petugas BKO Yon Zipur mengamankan kedua pelaku yang tengah memanen tersebut. Kedua pelaku langsung diserahkan ke Polsek Rambang Lubai.

Kepada petugas kedua pelaku mengakui perbuatannya. Kedua pelaku mengaku disuruh temannya berinisial YD untuk memanen buah kelapa sawit tersebut. Saat ini YD masih dalam pengejaran petugas.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Selasa (28/8) membenarkan penangkapan tersebut. “Kedua pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Polsek Rambang Lubai. Sedangkan pelaku lainnya masih dalam pengjaran dan menjadi DPO,” jelasnya.(WN)
Share:

Sengketa Lahan Jalan Batubara, Pemkab PALI Bentuk Timsus

PALI--Penghentian paksa pekerjaan jalan baru khusus batubara yang dibangun PT Energate Prima Indonesia (EPI) yang letaknya berada dalam wilayah Desa Persiapan Batu Tugu Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) oleh beberapa orang yang mengklaim bahwa lahan tersebut miliknya saat ini ditengahi oleh Pemerintah Kabupaten PALI.

Secara resmi, pada Selasa (28/8), Pemkab PALI membentuk tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, sebab jangan sampai masalah itu berlarut-larut yang akan menimbulkan banyak kerugian dikedua belah pihak, yang salahsatunya dirasakan pihak perusahaan adalah terhambatnya pekerjaan proyek tersebut.

"Kami telah bentuk tim, dan mulai hari ini sudah bekerja. Untuk turun ke lapangan, satu atau dua hari kedepan, tim akan mengecek lokasi, melihat Surat Keterangan Tanah (SKT) yang dimiliki warga yang mengklaim lahan itu serta memastikan lokasi yang dibangun itu benar milik warga tersebut atau memang milik perusahaan yang telah melalui pembebasan lahan terlebih dahulu dari warga," ungkap Syahron Nazil, Plt Sekda PALI, Selasa (28/8).

Diakui Sekda, tim khusus tersebut diberi waktu oleh Bupati selama 10 hari. Dan dalam tempo itu, permasalahan tersebut harus selesai.

"Bentuk keputusannya seperti apa, kita lihat nanti. Sebab, keputusan yang akan diambil adalah hasil kerja tim sesuai fakta dilapangan. Untuk mengumpulkan data-data, seluruh elemen dilibatkan, dari kepolisian, dua pihak yang berselisih, Camat dan kepala desa," tambahnya.

Untuk kelancaran pemecahan permasalahan tersebut, Sekda berharap kerjasama semua pihak yang terlibat agar kooperatif dan bisa bersabar.

"Kita ini negara hukum, jadi apabila memang ada permasalahan yang tidak bisa diselesaikan dengan bermusyawarah harus dilakukan langkah hukum, bukan dengan cara anarkis atau pemaksaan. Untuk itu, kami mengajak agar kita duduk bersama untuk menyelesaikannya, dan kami yakin semua masalah ada jalannya," pungkasnya.

Diketahui, sebelumya pada Selasa (7/8/2018), beberapa warga menyetop pekerjaan pembangunan jalan baru khusus batubara. Padahal sebelumnya telah ada pertemuan antara pihak perusahaan, warga dan pemerintah Kabupaten PALI yang difasilitasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PALI dimana pada saat itu PT EPI meminta waktu 10 hari untuk didiskusikan ke managemen Head Office untuk mengambil langkah apa yang akan ditempuh. Namun apabila dalam waktu 10 hari belum ada kesimpulannya, maka pihak pemkab diminta untuk membentuk tim untuk mengklarifikasi kebenaran masalah tersebut, karena pihak perusahaan telah mengikuti proses dan prosedur pemerintah mengenai pembebasan lahan.

Imbas kejadian itu, pihak PT EPI mengaku alami kerugian tidak sedikit bahkan tak tanggung-tanggung, kerugian dari aksi sepihak itu mencapai milyaran rupiah.(SN)
Share:

Samsat PALI dan Polsek Talang Ubi Gelar Razia PKB

PALI--Petugas Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten PALI bersama jajaran unit lalu lintas (Lantas) Polsek Talang Ubi menggelar razia kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat di Simpang Lima Pendopo PALI, Selasa (28/8).

Satu persatu kendaraan yang melintas diperiksa kelengkapan kendaraan terutama pajaknya. Dan yang kedapatan surat kendaraannya mati pajak didata serta disuruh segera mengurus pajaknya.

"Kita bekerja sama dengan unit Lantas Polsek Talang Ubi untuk lakukan penertiban pajak kendaraan bermotor (PKB). Sementara ini kita hanya beri teguran kepada penunggak pajak kendaraan dan kita suruh untuk mengurus pajaknya," ungkap Tubagus, kepala Samsat PALI.

Ditambahkan Tubagus bahwa kegiatan tersebut bakal gencar dilakukan, dan apabila kedepan masih banyak ditemukan penunggak pajak kendaraan, maka bakal dilakukan tindakan tegas.

Ia juga menghimbau kepada masyarakat yang mempunyai kendaraan bermotor yang pajaknya sudah mati untuk segera mengurusnya sebelum tindakan tegas dilakukan Samsat PALI.

"Ini demi kelancaran pembangunan di Kabupaten PALI, karena dengan membayar pajak kendaraan bermotor, berarti masyarakat berperanserta dalam pembangunan. Kita akan terus berupaya meningkatkan pemasukan pajak kendaraan bermotor dengan rutin mensosialisasikan dan merazia kendaraan bermotor bersama Satlantas,” tukasnya.

Sementara Iptu Nurdin, Kanit Lantas mengaku bahwa meski Samsat hanya memberi teguran, tetapi pihaknya mengeluarkan surat tilang terhadap satu unit angkutan barang yang melanggar lalulintas.

"Kita tilang satu kendaraan karena selain pajaknya mati, juga melanggar lalulintas," terang Nurdin. (SN)
Share:

Kerap Banjir, Warga Minta Dibangun Tanggul

PALI - Sering dikepung banjir saat musim penghujan, pentingnya sebuah tanggul penahan air sangat diperlukan oleh warga Desa Curup Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk melindungi 430 rumah yang dihuni lebih kurang 1860 jiwa dari bahaya banjir.

Sebab, letak geografis desa tersebut memang berada didataran rendah serta persih ada di bantaran sungai Lematang.

Surat pengajuan pembangunan tanggul penahan air diakui Ballian, kepala desa setempat sudah disampaikan ke pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) PALI.

"Sepanjang 1,7 kilometer kami usulkan, dan kalau mau dibangun, saat sekarang ini cukup bagus, mumpung musim kemarau dimana debit air sungai sedang surut," ungkap Ballian, Selasa (28/8).

Ditambahkannya bahwa tanggul penahan akan melindungi pemukiman warga dari air sungai yang saat penghujan selalu meluap.

"Desa kami selalu banjir, bahkan sampai berbulan-bulan, dan yang paling parah tahun 2016 yang mencapai 9 bulan kami kebanjiran mengakibatkan perekonomian masyarakat sebagian lumpuh. Kami berharap, meski tanggul permanen belum bisa direalisasikan karena anggarannya besar, tetapi kami minta dibuatkan tanggul dari tanah dahulu agar ketika air sungai meluap, tidak langsung masuk ke pemukiman," pintanya.

Sementara itu, Etty Murniaty, kepala Dinas PU Kabupaten PALI menyebut bahwa memang ada wacana pembuatan tanggul penahan untuk mengatasi banjir di Desa Curup.

"Tapi harus ada perencanaan yang serius, mengingat itu berkaitan dengan penanganan sungai juga. Tetapi kedepan mudah-mudahan bisa kita anggarkan," ucapnya. SN
Share:

Tekan Angka Kematian dengan Dua Perbup

PALI--Menurunkan angka kematian ibu dan anak saat melahirkan salahsatu upaya pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang ada di Bumi Serepat Serasan.

Sebagai penunjang upaya tersebut Pemkab PALI mengeluarkan dua Peraturan Bupati (Perbup), yakni Perbup tentang persalinan ditenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan serta Perbup pemberian ASI ekslusif dan ruang laktasi tahun 2018.

Sebab, menurut data Pemkab PALI jumlah kematian ibu saat melahirkan di tahun 2015 berjumlah 4 orang, tahun 2016 ada 3 orang dan tahun 2017 menurun menjadi 2 orang. Tetapi jumlah kematian bayi cukup tinggi, tercatat dari bulan Januari sampai Juni 2018 ada 11 bayi meninggal.

"Ada 11 kematian bayi saat kelahiran di PALI karena tidak melalui tenaga kesehatan dan tidak ditempat fasilitas kesehatan," ungkap dr H Muzakir, kepala Dinkes PALI  saat mensosilisasikan dua Perbup tersebut, Selasa (28/8) di RM Nasional Simpang Lima Pendopo.

Kadinkes juga menyarankan agar setiap persalinan untuk ditangani oleh tenaga kesehatan serta ditempat fasilitas kesehatan. Kalaupun ada dukun beranak, jangan dilepas begitu saja, harus ada pendampingan dari  tenaga kesehatan.

"Perbup ini dikeluarkan agar kesadaran masyarakat terpacu dan harapan kita derajat kesehatan masyarakat bisa meningkat. Kami juga menyarankan, agar seluruh perkantoran baik itu kantor pemerintahan maupun perusahaan agar menyediakan ruang laktasi," tukasnya.

Sementara itu, Asinten III, Ruswani yang mewakili Bupati mengemukakan bahwa tujuan Perbup dikeluarkan agar dapat menimbulkan kesadaran masyarakat untuk lebih memahami bagaimana pentingnya persalinan yang harus ditangani tenaga kesehatan serta harus ditempat fasilitas kesehatan.

"Kami sangat mendukung seluruh program dari Dinkes untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat PALI. Kami juga berharap adanya masukan serta saran untuk mewujudkannya. Kami juga mengharapkan selain pemberian makanan tambahan juga harus diberikan ASI ekslusif oleh ibu terhadap bayinya," harapnya. (red)
Share:

Ditengah Dahaga Warga, Pertamina Pendopo Bawa Ini..

PALI-- Kekeringan yang saat ini melanda beberapa wilayah Bumi Serepat Serasan termasuk di Ibukota Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yakni di Talang Ubi menggugah perusahaan Migas plat merah yang beroperasi diwilayah tersebut, sebab, warga sekitar kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepedulian PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field perlu diapresiasi, ditengah dahaga warga, perusahaan tersebut membawa air bersih yang memang saat ini sulit didapat akibat mata air yang biasa dipakai kering karena musim kemarau.

"Kepedulian Pertamina harus dicontoh perusahaan lain, karena saat ini kami sangat butuh air bersih. Hampir satu bulan ini kami harus membeli air isi ulang untuk memenuhi kebutuhan minum dan memasak," ungkap Heri, salahsatu warga Talang Puyang Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi yang mendapat bantuan air bersih dari Pertamina Pendopo, Kamis (23/8).

Sementara itu, Ferry Prasetyo Wibowo, Asmen LR Pertamina Pendopo mengaku bahwa bantuan air bersih diberikan kepada wilayah yang berada di Kecamatan Talang Ubi yang alami krisis air bersih .

"Bantuan air bersih ini diberikan kepada warga yang mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih karena sumber mata air yang selama ini dipakai sudah kering," kata Ferry saat pembagian air bersih di Talang Puyang, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi.

Penyaluran bantuan air bersih tersebut ditambahkan Ferry merupakan bentuk Kepedulian Pertamina EP Pendopo kepada warga Pendopo sekaligus sebagai wujud pemenuhan tanggung jawab sosial masyarakat oleh perusahaan.

Dengan bantuan tersebut diharapkannya dapat memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan bisa  mengatasi permasalahan kekeringan.

"Di Talang Puyang kita bagikan tiga tangki atau kurang lebih sekitar 15.000 Liter air bersih. Selanjutnya akan dibagikan juga air bersih secara bergiliran di kelurahan yang lain dalam wilayah kecamatan Talang Ubi yang memang kekurangan air bersih," tukasnya.(red)
Share:

Kote Preman Kambuhan Prabumulih Ini Kembali Ditangkap Polisi

PRABUMULIH - Heriyanto alias Kote (29) warga Jalan Jenderal Sudirman RT 01 RW 02 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat kembali diamankan team Gabungan Gurita Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur, selasa (21/8/18)

Tersangka yang masuk dalam Daftar pencarian Orang (DPO) Pencurian dengan Pemberatan (Curat) diduga mencuri Minyak Kondesat milik PT.Pertamina Asset 2, pelaku Kote nama panggilannya itu kembali diamankan petugas setelah sebelumnya pernah digiring ke Mapolsek karena kasus pungutan liar (Pungli).



Kejadian bermula saat petugas keamanan PT.Pertamina mengamankan satu unit mobil Truck Colt Diesel dengan Bak terbuka yang telah dimodifikasi dengan berbentuk tabung tengki untuk menampung minyak Kondesat yang diduga hasil pencurian, sebelumnya pihak perusahaan telah melaporkan kejadian pencurian tersebut kepihak yang berwajib

Dari laporan tersebuy petugas berhasil mengamankan empat orang pelaku yakni Weliansyah, Herli Ahmad yang saat itu membantu pencurian minyak milik PT.Pertamina, tak lama berselang polisi juga meringkus Deris (30) dan Dono (35) pada hari Sabtu 19 April 2018 lalu.

Dari hasil pengembangan kasus dan introgasi para pelaku Tim Gabungan melakukan pengejaran terhadap Kotek dan berhasil menangkapnya dekat dikawansan Tugu Nanas Jalan Lingkar Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MH melalui Kasat Reskrim Polres Prabumulih AKP Eryadi Yuswanto, SH membenarkan penangkapan terhadap buroran

“ benar pelaku dan barang bukti sudah kita amankan di Satreskrim Polres Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan” tutupnya (bio/sn01)
Share:

Jangan Khawatir Terhadap Hewan Kurban, Dinas Peternakan Nyatakan Sehat Semua

PALI--Masyarakat Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tidak perlu khawatir lagi akan hewan yang akan dikurbankan mengalami kelainan kesehatan. Sebab, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyatakan bahwa hewan kurban, baik itu yang masih dijajakan penjual maupun yang telah disiapkan masyarakat untuk berkurban telah diperiksa tim dari instansi tersebut.

Dan hasil dari pemeriksaan tersebut dinyatakan sehat karena tidak ditemukan satu hewan pun yang terindikasi sakit atau terinfeksi  virus.

"Sejak H-10, tim kita berkeliling ke lima kecamatan untuk melakukan pengecekan sekaligus pemeriksaan terhadap hewan yang akan dikurbankan," ungkap Riswani, Plt Dinas Perikanan dan Peternakan PALI, Senin (20/8).

Memastikan hewan bersangkutan sehat, Ruswani menyatakan bahwa setiap hewan diberi label sehat yang dikalungkan pada masing-masing hewan.

"Jadi apabila ada label sehat yang terdapat pada hewan, menandakan bahwa hewan tersebut sudah melalui pemeriksaan tim kita," tambahnya.

Mengenai pasokan hewan kurban, diakui Ruswani mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat PALI yang akan berkurban.

"Rata-rata hewan kurban didatangkan dari luar PALI, seperti dari Lampung. Namun, meski dari luar PALI, kita tetap periksa kesehatannya agar masyarakat yang akan berkurban tidak ragu. Sampai saat ini, kami pantau, hewan kurban masih banyak tersedia, terbukti masih banyaknya penjual hewan kurban yang mendirikan lapak dipinggir-pinggir jalan di kota Pendopo maupun di kecamatan-kecamatan lainnya," jelasnya. (red)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts