Curi Uang 50 Juta Dalam Mobil, Satu Pelaku Dihantam Peluru

PRABUMULIH – Egal (45) warga Perumahan Permata Kabupaten Ogan Ilir terpaksa ditembak kaki akibat ulahnya bersama Saldi Nopri (39) warga jalan Mayor Ruslan Kecamatan Air Lintang Kabupaten Muara Enim, rabu (10/10/18)

Dua dari empat pelaku berhasil dilumpuhkan petugas dengan timah panas setelah hendak kabur dari kejaran polisi dan melawan petugas saat penggerbekan berlangsung

Penangakapan pelaku sendiri menindaklanjuti laporan polisi nomor LP/B-63/X/2018/Sumsel/ Pbm/Sek Pbm Barat, tgl 08 Okt 2018 yang dibuat oleh korban yakni Hendri (39) Warga Dusun IV Desa Dalam Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim.

Hendri menjadi korban Pencurian dengan Pemberatan saat dirinya hendak mengambil uang tunai di salah satu bank di Komplek Perumahan PT.Pertamina, senin (8/10/18)

Dirinya saat itu mengambil uang tunai sebesar Rp.75 juta untuk mengirimkan uang giro ke Bank BRI sebesar Rp.25 juta, setelahnya korban memarkirkan mobil didepan Outlet Cahaya Cell untuk membeli HP

Saat hendak pulang ban mobil belakang terlihat kempes, lalu korban bergegas mengganti dengan ban pengganti

“Mas ban mobilnyo pecah cubo liatlah” ungkap tukang parkir

Skenario para pelaku yang ternyata secara sengaja memecahkan ban korbannya untuk kelancaran aksinya

Saat korban hendak membuka bangku jok mobilnya, uang yang disimpan dalam kantong plastik senilai Rp.50 juta sudah hilang dibawah kabur pelaku

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk, SIK.MH dikonfirmasi saat Konferensi pers tadi siang mengatakan kedua pelaku sudah melakukan aksinya yang ke 23 kali dengan modus Pecah Kacah dan menggemboskan ban mobil para korbannya

“Pelaku ini sudah pernah beraksi di Bekasi, Riau, Lombok dan terakhir di Prabumulih dengan modus yang sama” ungkap Kapolres

Saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku lainnya yang saat ini masih buron (DPO) dan diketahui pelaku merupakan warga Lahat

Kedua pelaku beserta barang bukti berupa uang Rp.4.5 Juta berhasil diamankan team Opsnal Polsek Prabumulih Barat dan Polres Prabumulih dan digiring ke kantor Mapolres guna mempertanggungjawabkan perbuatannya (Rel/Tau)
Share:

Wartawan Radar Palembang yang bertugas di bumi serepat serasan di begal

PALI --  Kawanan begal bersenjata kembali menghantui warga Bumi Serepat Serasan. Kali ini meninmpa seorang wartawan regional Sumatera Selatan yang bertugas di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tepatnya di jalan poros antara desa Jeramba Besi dan Simpang raja kecamatan Talang ubi.

Bermula ketika wartawan dari media Radar Palembang ini akan melaksanakan tugas jurnalisnya, berangkat dari rumah di Desa Jeramba Besi kecamatan Talang Ubi, menggunakan sepeda motor menuju kota kabupaten Pendopo.

"Saya ada janji liputan dengan salahsatu instansi, jadi berangkat dari rumah sekitar pukul 05.00 WIB subuh takut terlambat janjinya. Waktu sampai di TKP tiba-tiba ada orang keluar dari semak-semak pinggir jalan." Jelas Wahari saat dilokasi kejadian pembegalan tersebut Rabu (10/10/2018)

Selanjutnya, kata Wahari, pelaku pembegal  yang berjumlah dua orang tersebut keluar dan langsung menghadang dirinya menggunakan Senjata Api Rakitan (Senpiran) jenis pistol dan sebatang kayu, sedangkan pelaku yang satunya menggunakan Sejata Tajam (Sajam) jenis parang panjang.

"Keluar dari semak-semak, yang membawa senpi itu langsung berlari zik-zak mendekati saya. Setelah dekat dia ngomong, turun-turun kalau tidak aku tembak kau, selanjutnya dia meminta handpone saya juga. Lalu pelaku itu kabur arah kota Pendopo." tutur Wahari menirukan pelaku.

Setelah di tinggal dan motornya di gondol kawanan begal, korban kemudian menumpang kendaraan yang melintas kearah Simpang raja untuk meminta bantuan warga menghubungi pihak kepolisian.

"Selanjutnya saat petugas dari Polsek Talang ubi datang saya antarkan ke lokasi kejadian dan melakukan olah TKP. Dari kejadian itu saya kehilangan HP dan sepeda motor jenis Honda Revo warna hitam." terangnya.

Hingga saat ini, petugas kepolisian masih mencari identitas pelaku.

Sementara itu Kapolsek Talang Ubi H Suhardiman membenarkan adanya pembegalan yang terjadi jalan penghubung antar Jerambah Besi-Simpang Raja.

"setelah kami menerima laporan adanya pembegalan pihak personil Polsek Langsung melaksanakan cek TKP," terangnya.

Suhardiman mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan guna memburu para pelaku.

"kepada masyarakat PALI kami imbau jika mau bepergian agar tidak sendirian agar tidak terjadi sesuayu hal yang tidak diinginkan," tambahnya.
Share:

OPD di PALI Tandatangani Kerjasama, Daftarkan Pegawai TKS Masuk Peserta BPJS Ketenagakerjaan

PALI -- Kabar baik bagi seluruh pegawai pemerintahan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS) serta tenaga honorer, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkugan Pemkab PALI lakukan penandatanganan kerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan untuk mendaftarkan seluruh pegawainya yang berstatus TKS atau honorer.

Artinya, seluruh pegawai pemerintahan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang berstatus TKS atau honor terdaftar jadi anggota BPJS ketenagakerjaan.

Penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan seluruh OPD di Rumah Makan Buana KM 10 Kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi, Selasa (9/10).

"Seluruh OPD, tanpa terkecuali lakukan penandatanganan kerjasama dengan BPJS ketenagakerjaan. Ini bukti kepedulian pak Bupati PALI terhadap seluruh pegawai non PNS, yang menghendaki pagawai mendapat perlindungan kerja saat menjakankan tugasnya," ungkap Usman Dani, kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten PALI.

Sementara itu, Yuce Ferlianty, Pps Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim mengemukakan bahwa penandatanganan perjanjian kerjasama antara OPD Kabupaten PALI dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muara Enim merupakan turunan dari MoU antara Bupati PALI dan BPJS Ketenagakerjaan beberapa waktu lalu yang menghendaki seluruh Tenaga Kerja Sukarela (TKS) dan tenaga honorer untuk didaftarkan di BPJS Ketenagakerjaan.

"Kebetulan Kabupaten PALI masuk dalam wilayah kerja kami, untuk itu penandatanganan kerjasama ini kita lakukan. Saat ini masih pendataan oleh masing-masing OPD, dan seluruh TKS maupun honorer resmi menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan, apabila data lengkap dan iuran sudah kami terima," terang Yuce.

Untuk tahun 2018, dijelaskan Yuce bahwa baru ada dua program yang bakal diterima anggota BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten PALI.

"Yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Artinya, apabila pegawai Pemkab PALI saat kerja maupun saat berangkat kerja atau pulang kerja mengalami kecelakaan, ditanggung sepenuhnya oleh BPJS ketenagakerjaan sampai sembuh. Selain itu ada jaminan kematian, yang akan menerima sebesar Rp 24 juta/jiwa, bahkan yang bunuh diri pun kita keluarkan jaminan kematian dengan jumlah yang sama. Untuk tahap selanjutnya akan dijajaki kerjasama untuk jaminan hari tua," urainya. (Marsindo)
Share:

Cetak KIA di PALI Capai 50,32 Persen

PALI -- Pentingnya memiliki Kartu Identitas Anak (KIA) bagi anak dibawah umur 17 tahun sebagai tanda pengenal atau bukti diri yang sah, untuk persyaratan pendaftaran sekolah disuatu kabupaten /kota juga untuk melakukan transaksi keuangan di dunia perbankan dan PT Pos Indonesia, Dinas Kependidukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terus mendorong masyarakat agar mengurus KIA bagi anaknya.

Sebab, dijelaskan Rismaliza, kepala Disdukcapil PALI bahwa manfaat KIA selain sebagai identitas diri, juga untuk pelayanan kesehatan di puskesmas dan atau di rumah sakit.

"Manfaat lainnya adalah untuk pembuatan dokumen keimigrasian. Untuk mengurus klaim santunan kematian bagi pemegang KIA yang masih berlaku. Untuk mencegah terjadinya perdagangan anak.Untuk berbagi keperluan lain yang membutuhkan bukti diri berupa identitas bagi bagi anak yang berdomisili di Kabupaten /kota," jelas Rismaliza, Selasa (9/10).

Diakuinya, sejak di launching pada tanggal 12 April 2017 lalu, Rismaliza menyatakan saat ini dari jumlah anak yang terdata 56.485 sudah tercetak 28.427 KIA.

"Target kita sampai 2018 ini 50 persen, tetapi kita sudah melampauinya, karena saat ini sudah 50,32 persen KIA dicetak. Namun, kita terus sosialisasikan dan kita lakukan jemput bola agar seluruh anak di PALI memiliki KIA," tukasnya.

Untuk kendala mengurus KIA maupun pencetakan KIA, dikatakan Rismaliza tidak ditemukan. "Kita menggugah kesadaran masyarakat untuk mengurus KIA bagi anaknya. Sebab, ketika kita lakukan pelayanan KIA, baik itu di kantor Disdukcapil maupun jemput bola, tidak ada kendala yang dialami. Jadi upaya kita saat ini untuk mendorong masyarakat mengurus KIA adalah meyakinkan masyarakat akan pentingnya KIA bagi seorang anak," pungkasnya.
Share:

Soemarjono: Apabila Internal PPP Masih Ribut, Proses PAW Tidak Akan Diteruskan

PALI -- Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang mengundurkan diri lantaran pindah partai untuk kembali maju pada Pileg 2019 mendatang, mendapat permasalahan. Karena PAW dari PPP digugat kadernya yang mengklaim mendapatkan suara dibawah Aka Cholik Darlin pada Pileg 2014 lalu, dimana Aka Cholik pindah partai dari PPP yang kini terdaftar pada DCT di PKS.

Gugatan Samsiar, kader PPP melalui kuasa hukumnya Riasan Syahri telah didaftarkan di Pengadilan Negeri, yang menurut kuasa hukum Samsiar, bahwa ada lima nama yang bakal digugat, yakni PPP itu sendiri, Aswawi Mansur yang bakal menggantikan Aka Cholik, KPUD PALI, DPRD dan Bupati.

Menyikapi bakal adanya gugatan PAW dari kuasa hukum Samsiar, ketua DPRD PALI Drs Soemarjono mengemukakan bahwa gugatan Samsiar sah-sah saja. Tetapi apabila gugatan ditujukan kepada DPRD dan Bupati, itu tidak mendasar.

"Saya sikapi gugatan itu keliru, sebab proses PAW PPP belum diteruskan. Memang kami dari dewan telah mengajukan rekomendasi nama pengganti Aka Cholik ke KPU, tetapi hingga kini rekomendasi dari KPU itu belum kita teruskan," ungkap ketua DPRD PALI, Senin (8/10).

Diakuinya bahwa DPRD PALI memerintahkan Sekwan untuk menyampaikan surat terhadap PPP agar melampirkan nama pengganti Aka Cholik tidak dalam sengketa saat mengajukan PAW.

"Untuk gugatan kita akan ikut aturan yang berlaku. Tetapi untuk PAW, tidak akan kita teruskan ke Gubernur yang melalui Bupati, apabila sengketa diinternal PPP masih terjadi. Jadi apabila sudah inkrah dan dibuktikan dengan putusan pengadilan, baru akan kita teruskan proses PAW dari PPP," tukasnya.

Sedangkan untuk PAW dari PKPI, Soemarjono menyatakan tidak ada kendala. Sementara menanggapi rencana Adi Warsito yang bakal mensomasi dirinya juga Sekwan, disikapinya dingin.

"Ya aturannya seperti itu, apabila sudah mengundurkan diri, ya harus berhenti. Kalau masih bekerja dan masih menerima honor, sementara pernyataan pengunduran diri sudah ada, pasti jadi temuan BPK bahkan KPK," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya bahwa pihak Samsiar melalui kuasa hukumnya Riasan Syahri menggugat rencana PPP mengajukan nama Aswawi Mansur sebagai pengganti Aka Cholik yang mengundurkan diri. Karena, menurut Riasan, sesuai aturan, PAW berdasarkan nomor urut perolehan suara pada Pileg 2014, dimana nama Samsiar yang seharusnya diajukan PPP.

Sedangkan yang dilakukan saat ini, PPP malah mengusulkan nama lain yang perolehan suaranya pada Pileg 2014 lalu jauh dibawah Samsiar.

Untuk PAW PKPI, Adi Warsito keberatan dan akan mensomasi ketua DPRD dan Sekwan, karena menurut Adi Warsito, PAW ditandai setelah ada pelantikan pengganti dirinya dan sudah melakukan serah terima, tetapi faktanya, dirinya sudah diberhentikan dari segala kegiatan di dewan PALI termasuk menghentikan hak-haknya.
Share:

Disdukcapil PALI Diserbu Warga

PALI -- Setelah adanya pemberitahuan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang menghimbau warga Bumi Serepat Serasan yang belum melakukan perekaman KTP-el agar segera melakukan perekaman sebelum tanggal 31 Desember 2018.

Imbasnya, warga menyerbu kantor Disdukcapil di Jalan Meredeka KM 9 Kelurahan Handayani Kecamatan Talang Ubi untuk mengurus administrasi kependidukannya. Sebab menurut Slamet, salahsatu warga Sumberejo Kelurahan Talang Ubi Utara yang mendatangi Disdukcapil mengaku khawatir data kependudukannya di blokir oleh pemerintah pusat.

"Saya takut data KTP saya diblokir, sebab sampai saat ini KTP-el saya belum kunjung dicetak. Setelah saya datangi kantor Capil, ternyata data saya ganda, karena memang saya pernah melakukan perekaman Di Lampung," kata Slamet, Senin (8/10).

Dia disarankan melengkapi berkas persyaratan temasuk menyerahkan KTP-el semula. "Terpaksa saya harus membuat surat pindah dari Lampung, kalau tidak, KTP saya tidak akan keluar," imbuhnya.

Hal sama diungkapkan Aan, warga Desa Betung Kecamatan Abab. Dirinya membawa anggota keluarganya datang ke kantor Disdukcapil untuk lakukan perekaman.

"Selama ini kami sibuk di kebun, sehingga tidak ada waktu mengurus KTP. Karena saat ini, ngurus KTP tidak bisa diwakilkan. Tetapi karena ada himbauan dari pak Kades untuk segera lakukan perekaman, maka kami datang ke Capil," ucapnya.

Sebelumya, Rismaliza, kepala Disdukcapil PALI mengumumkan himbauan yang menindaklanjuti hasil Rapat Koordinasi (Rakornas) ke II Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dilaksanakan pada tanggal 12-14

September 2018 di Semarang Provinsi Jawa Tengah dengan Tema

'Tuntaskan Rekam Cetak KTP-el, Sukseskan Pemilu 2019'.

Himbauan ditunjukan terhadap seluruh penduduk wajib KTP atau berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah yang belum melakukan perekaman KTP elektronik untuk segera melakukan perekaman sebelum tanggal 31 Desember 2018. Apabila dalam waktu tersebut belum juga melakukan perekaman, maka pemerintah pusat akan memblokir data kependudukannya.
Share:

Ribuan Warga PALI Melongo Lihat Penampilan Rara

PALI -- Kedatangan Rara LIDA menjadi magnet bagi ribuan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) untuk mendatangi lapangan Desa Purun Selatan Kecamatan Penukal yang dijadikan lokasi Rara LIDA tampil pada Minggu (7/10).

Meski cuaca menyengat, tak menyurutkan ribuan warga untuk menyaksikan idolanya tersebut. Bahkan, saat Rara tampil, tak sedikit yang histeris.

"Kami dari pagi menunggu kedatangan Rara," ujar Rina, saahsatu warga desa Simpang Tiga babat.

Kedatangan Rara LIDA tersebut untuk ketiga kalinya menyambangi Bumi Serepat Serasan, dan sengaja diundang untuk menghibur warga PALI pada pembukaan Turnamen Volly Ball Rasha (Rahmad Sahid Heri Amalindo) yang tak lain adalah putra sulung dari Bupati PALI, Heri Amalindo.

Pada turnamen tersebut, 106 Club dari berbagai daerah dalam Kabupaten PALI  bakal adu ketangkasan dan adu strategi untuk memenangkan kompetisi tersebut.

Pembukaan turnamen tersebut dibuka langsung Bupati PALI didampingi Rasha dan sang Istri, Ir Hj Sri Kustina, ditandai dengan pemukulan pertama bola volly yang langsung disambut para pemain.
Share:

Api Masih Bakar Lahan Gambut di PALI

PALI -- Kebakaran lahan gambut di Desa Tempirai Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) hingga kini belum juga padam. Meski titik api berkurang karena siang dan malam petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten PALI terus mengerahkan tenaganya untuk memadamkan api , tetapi saat sore menjelang malam, api kembali menyala membakar lahan gambut milik warga juga milik peruhsahaan perkebunan kelapa sawit PT Laras Karya Kahuripan (LKK).

Diakui Junaidi Anuar, kepala BPBD PALI bahwa jauhnya sumber air menyulitkan pihaknya untuk memutus titik api, selain itu, lahan yang terbakar merupakan lahan gambut.

"Saat kita padamkan, terlihat dari permukaan, api sudah padam. Tetapi kembali muncul lagi esok harinya dan mengeluarkan asap. Kendala lainnya, karena lokasi susah dijangkau kendaraan dan jauhnya sumber air," ungkap Junaidi Anuar, Minggu (7/10).

Untuk antisipasi melebarnya titik api, dikatakan kepala BPBD PALI pihaknya menyiagakan petugas untuk mengawasi terus di lokasi kebakaran.

"Kita dibantu TNI melalui Babinsa, 10 orang warga juga dari TRC BPBD 9 orang. Mereka siap siaga pada malam hari guna antisipasi api meluas. Kalau siang hari kami berjibaku memadamkan api bersama dengan alat yang dimiliki, dan hasilnya alhamdulillah titik api berkurang meski masih ada beberapa titik yang kembali muncul," terangnya.

Apabila pada Minggu siang (7/10) ini titik api masih muncul, Junaidi bakal meminta BPBD Provinsi Sumatera Selatan untuk membantu menurunkan pesawat Water Boom ke lokasi kebakaran.

"Kita akan minta Water Boom diturunkan, namun apabila mati, permintaan itu tidak akan kita ajuan, hanya bersiaga saja di lokasi kebakaran," pungkas Junaidi.

Terpisah, Dedi Handayani, kepala Desa Tempirai Barat, meyebutkan bahwa pada Sabtu, api sempat padam namun tidak menutup kemungkinan api akan muncul kembali karena cuaca cukup panas ditambah hujan belum juga turun.

"Hampir dua minggu hujan belum turun, itulah menyebabkan kebakaran belum padam-padam," ucap Kades
Share:

Melawan Saat Ditangkap, Begal Motor Ini Terduduk Saat Pelor Polisi Tembus Kakinya

PALI -- Hendri (25) warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terpaksa dilumpuhkan jajaran Polsek Penukal Abab lantaran melawan petugas saat hendak ditangkap. Tersangka ini ditangkap karena diduga sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal motor terhadap Hendra, yang merupakan korbannya tercatat karyawan perkebunan kelapa sawit PT Aburahmi, ketika korbannya mengendarai sepeda motor milik perusahaan tersebut.

Tersangka ini ditangkap pada Sabtu (6/10) sekitar pukul 16.00 WIB di tempat persembunyiannya di Desa Betung. Namun, saat dilakukan penangkapan, tersangka melawan petugas yang memaksa jajaran Reskrim Polsek Penukal Abab mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki tersangka.

Dikatakan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Acep YS bahwa kejadian tindak pidana Curas tersebut pada Jumat (20/7) lalu yang diduga dilakukan tersangka ini bersama satu temannya.

"Teman pelaku ini sudah kita ketahui identitasnya. Modus operandi pelaku ini mengikuti dan menyerempet motor korban dari arah samping dan memberhentikannya sambil mengatakan bahwa motor yang tengah dibawa korban adalah milik bosnya yang hilang," ungkap Kapolsek Penukal Abab, Minggu (7/10).

Setelah korban dihentikan, diungkapkan Acep bahwa kedua pelaku mengancam akan dipukul, sehingga korban ketakutan karena terancam. Kemudian korban menyerahkan sepeda motor yang dikendarainya.

"Saat kedua pelaku berusaha membawa sepeda motor,  korban sempat mengambil gambar wajah Kedua pelaku  melalui handphonenya. Kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Penukal Abab," tukasnya.

Setelah menerima LP dari korban, ditambahkan Acep, penyidik melakukan penyelidikan terkait gambar kedua pelaku, selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

Dan sekitar 1 bulan setelah adanya LP tersebut, satu pelaku sempat mengembalikan sepeda motor korban  ke perusahaan tersebut, namun pelaku langsung pergi. Saat mengembalikan sepeda motor, pelaku diketahui salahsatu saksi yang kemudian menghubungi anggota Polsek Penukal Abab.

"Setelah penyidik dapat mengidentifikasi pelaku dan informasi kèberadaannya, kemudian dilakukan penangkapan di tempat persembunyiannya. Saat proses penangkapan, pelaku ini berusaha melakukan perlawanan sehingga kit tembak dibagian kakinya," tandasnya.

Dijelaskan Acep, barang bukti yang diamankan berupa 1 unit sepeda motor merk KLX 150 G. "Pelaku saat ini kita tahan untuk kita periksa. Setelah dilakukan pengembangan, ternyata teman pelaku merupakan TO 3C. Dan pelaku mengaku telah beberapa kali melakukan tindakan Curas dengan mengantongi tiga laporan korbannya," jelasnya.
Share:

Jambret HP Kembali Diamankan Tim Gurita Polres Prabumulih

PRABUMULIH – Sutika Lestari (22) warga Kelurahan Tanjung Raman Kecamatan Prabumulih Selatan setahun silam pernah menjadi korban keganasan para jambret, tepatnya 20 Oktober 2017 silam dipepet dua pemuda bertato, jum’at (20/10/17)

Korban yang saat itu mengendarai sepeda motor matic dipepet dua remaja yang hendak menjambret satu unit telepon selular (HP) yang ditaruh korban didalam box depan motor, kedua pelaku yakni Erki Saputra warga Rt.01 Rw.01 Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat bersama rekannya Leo Weresko yang sudah lebih dulu menjalani hukuman berusaha mengambil HP milik korban

Naas bagi kedua pelaku saat kejadian berlangsung motor pelaku terjatuh dan tersungkur ketepian jalan, melihat kejadian itu warga sekitar langsung menangkap pelaku Leo bersama motornya. Saat kejadian pelaku Ikek mencoba kabur dari kerumunan massa dengan berlari masuk kehutan


"Sepeda motor pelaku saat digunakan dalam aksi jambret dijalanan"


Setahun silam berlalu kejadian percobaan penjambretan di depan Rumah makan Danau Beringin Kelurahan Sukaraja Petugas gabungan tim Gurita Polres Prabumulih dan Polsek Prabumulih Timur berhasil menangkap pelaku Erki alias Ikek dikediamannya sekitar pukul 02.30 Wib, setelah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), kamis (4/10/18)

Sementara itu, Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutaurul, SIK.MH melalui Kanit Reskrim AIPDA Eem Supriyatna membenarkan dirinya bersama anggota telah melakukan penangkapan terhadap pelaku

“semalam pelaku sudah kita amankan, sempat terjadi drama kejar-kejaran karena pelaku bersembunyi diatap rumah mungkin karna ketakutan” ungkapnya

Pelaku beserta barang bukti yang didapat dari TKP sudah diamankan dikantor Polres Prabhmulih untuk dilakukan menyelidikan, lanjut Eem

Dalam kasus yang menjerat pelaku Mengenai percobaan melakukan tindak pidana dapat dilihat pengaturannya dalam Pasal 53 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana
(1) Mencoba melakukan kejahatan dipidana, jika niat untuk itu telah ternyata dan adanya permulaan pelaksanaan, dan tidak selesainya pelaksanaan itu, bukan semata-mata disebabkan karena kehendaknya sendiri.
(2) Maksimum pidana pokok terhadap kejahatan, dalam hal percobaan dikurangi sepertiga.
(3) Jika kejahatan diancam dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup, dijatuhkan pidana penjara paling lama lima belas tahun.
(4) Pidana tambahan bagi percobaan sama dengan kejahatan selesai. (Bio/Tau)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts