Sambut Baik Pencabutan Pergub No 23, Ridho : Kalau Melanggar Lapor Gubernur

PRABUMULIH -- Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya sambut baik dengan dicabutnya Pergub No 23 tahun 2012 tentang izin angkutan batubara di jalan umum.  Seluruh angkutan batubara harus melintas dijalan khusus batubara mulai hari Kamis (8/11).

"Kita menyambut baik kebijakan yang telah dikeluarkan oleh gubernur. Apalagi ini adalah janji politik yang disampaikan beliau dalam kampanyenya saat maju menjadi calon Gubernur Sumsel," ujarnya, Selasa (06/11).

Disinggung apabila masih ada sopir truk angkutan batubara nakal melintas di Jalan umum, orang nomor satu di Kota Prabumulih ini menuturkan akan melaporkan hal tersebut ke Gubernur.

"Kita laporkan ke Gubernur kalau masih ada yang melintas. Silahkan tuntut ke Provinsi," tuturnya.

Menurut Ridho, dengan dicabutnya Pergub izin angkutan batubara tersebut Pemerintah Kota Prabumulih sangat diuntungkan karena tanggungjawab sepenuhnya ada di Pemerintah Provinsi.

"Jadi kalau ada apa-apa kita laporkan ke Provinsi. Kita tidak bingung lagi," terangnya.

Begitupun masalah penertiban truk angkutan batubara nakal yang masih melintas ditengah kota, kata Ridho, Gubernur tentunya melibatkan TNI dan Polri, untuk melakukan pengawasan.

"Kalau sudah pimpinannya yang memberi komando tentunya semua aparat akan turun tangan. Apakah mereka akan menggelar razia atau semacamnya untuk memberikan penindakan," tambahnya.
Share:

Gelar Audiensi ke DPRD, Pertanyakan Data Pedagang Hingga Kelayakan PTM II

PRABUMULIH -- Belasan pedagang gelar audiensi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih, guna menyampaikan beberapa tuntutan perihal Pasar Tradisional Modern (PTM) II.

Adapun tuntutan yang disampaikan yakni masalah kelayakkan gedung PTM II. Para pedagang meminta hasil uji kelayakkan yang dilakukan tim ahli dari Universitas Sriwijaya (Unsri) beberapa waktu lalu.

"Kami ingin mengetahui apa hasil dari tim ahli unsri, sebab keselamatan itu yang utama," Ujar Maiwan Kuasa hukum para pedagang, Selasa (6/11).

Selain itu, para pedagang juga mempertanyakan jumlah pedagang hasil pendataan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Prabumulih yang nantinya akan menempati gedung PTM II.

"Dulu pedagang Pasar Inpres itu jumlah hanya 750 pedagang. Jadi dari mana data pedagang 1.900 an itu," ungkapnya.

Terakhir, pedagang meminta agar sebelum difungsikan gedung PTM II diresmikan terlebih dahulu.

Menangkapi permintaan para pedagang, Ketua DPRD Kota Prabumulih, H Ahmad Palo menuturkan akan menindaklanjutinya dan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Prabumulih.

"Ketiga tuntutan itu akan kita tindak lanjuti ke Pemerintah Kota Prabumulih nantinya," tuturnya.
Share:

Pertanyakan Data Pedagang PTM II, Pedagang Datangi UPTD Pasar. Ricuh?

PRABUMULIH -- Jelang dilakukan pengundian lapak Pasar Tradisional Modern (PTM) II, sejumlah pedagang mempersoalkan prosedur pendataan yang dilakukan oleh Pemerintah.

Selasa (6/11) sekitar pukul 10.00 wib pagi, Para pedagang yang tergabung dalam perwakilan pedagang ikan dan ayam mendatangi UPTD pasar Prabumulih untuk meminta kejelasan mengenai adanya pedagang yang telah berdagang puluhan tahun namun tidak terdata.

"Kami nak nanyo ngapo kami pedagang yang lah berpuluh-puluh tahun berjualan tapi idak terdata, karno pedagang lainnyo terdata galo," ujar Amsari, Selasa (6/11).

Menurut Amsari dirinya memiliki hak yang sama sebagai mana yang didapat oleh pedagang lainnya untuk menempati PTM II. Terlebih, ia memiliki surat lengkap bahwa dirinya merupakan pedagang di Pasar Inpres.

"Padahal surat-surat kito ado galo, ngapo biso idak terdata. Itu yang aneh," ungkapnya.

Sementara, Kepala UPTD Pasar Prabumulih, Taufik Hidayah mengatakan hanya terjadi miskomunikasi antara pedagang dan petugasnya. Pasalnya, saat dilakukan pendataan pemilik lapak tidak ada ditempat sedangkan lapak yang ada dipakai oleh pedagang lain.

"Jadi si pemilik meja ini selesai berjualan sekitar pukul 8-9 pagi, nah mejanya kemudian disewakan ke pedagang lain. Ketika petugas kita melakukan pendataan yang terdata adalah pedagang yang menyewa lapak tadi," terangnya.

Lebih jauh, Taufik mengatakan akan mencarikan solusi terkait adanya masalah tersebut bersama panitia pemindahan pedagang ke PTM II.

"Insyaallah akan kita fikirkan tapi kita akan lakukan secara bertahap. Karena jumlah pedagang ini 1.979 pedagang dan itu dari data tahun 2013," jelasnya.
Share:

Polres Muaraenim Ungkap Tiga Kasus Menonjol, salah satunya penodong wartawan

MUARA ENIM -- Menyikapi maraknya tindakan kriminal yang terjadi saat ini dan kerap membuat masyarakat khawatir, Polres Muara Enim, Selasa (6/11) mengungkap tiga kasus yang menonjol diwilayah hukumnya.

Berkat kerja keras Tim Rajawali Satreskrim Polres Muara Enim, mereka berhasil mengungkap kasus perakitan senjata api, perampasan dan penodongan serta penggelapan sepeda motor berkedok anggota polisi.

Dalam pengungkapan kasus senjata api rakitan, petugas berhasil membekuk pelaku perakit senpira atas nama Husin Alamsyah  (46), warga Desa Gunung Menang, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

Tersangka ditangkap ketika hendak melakukan transaksi penjualan senjata api rakitan jenis pistol yang dibuatnya saat berada di Jalan HTI Sungai Tebu, Desa Muara Lawai, Muara Enim, Senin (5/11).

Dari Tangan tersangka petugas berhasil menyita barang bukti 3 pucuk senjata api rakitan laras pendek jenis pistol bersama 4 butir amunisi 2 diantaranya masih aktif.

Selanjutnya, Dua kasus lainnya yakni penggelapan motor dengan tersangka bernama Anzar (25), warga Dusun I Desa Lingga, Lorong Melati, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim yang dalam melakukan aksinya pelaku mengaku sebagai anggota Polri untuk menakuti korbannya.

Kemudian kasus pencurian dengan kekerasan dengan tersangka bernama Sulaiman (32), warga  Dusun II, Jeramba Besi, Desa Kerta Dewa, Kecamatan Talang Ubi, PALI.

Pelaku ini setidaknya terlibat dalam 6 Laporan Polisi (LP) pencurian dengan kekerasan mengancam korbannya menggunakan senjata api rakitan dan penodongan.

Selain berhasil mengamankan ketigas tersangka, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti  3 pucuk senjata api rakitan dan sejumlah sepeda motor.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono, didampingi Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta dan Kasat Reskrim, AKP Willian Harbensyah, kepada awak media, Selasa (6/11) menjelaskan, tiga kasus yang berhasil diungkap tim Rajali, merupakan kasus menonjol.

“Tiga kasus menonjol yang berhasil diungkap tim Rajawali, para tersangkanya memang sudah menjadi Target Operasi kita. Kita berharap kiranya masyarakat senantiasa dapat memberikan informasi kepada petugas dalam membantu mengkungkap tindak kejahatan,” jelas Kapolres.

Menurutnya, kasus perakitan berhasil diungkap adanya informasi dari masyarakat, bahwa pelaku hendak melakukan transaksi senjata api yang dirakitnya sebesar Rp 3.5 juta. Berdasarkan informasi itu, tim rajawali melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku.

Begitu juga kasus penggelapan sepeda motor bahwa tersangka berhasil dibekuk berdasarkan pengungkapan rekaman CCTV yang diperoleh petugas. Karena pelaku dalam melakukan aksinya berpura pura sebagai anggota Polisi.

Bahkan pelaku pernah melakukan aksinya di jalan depan Mapolres, di depan RS dr HM Rabain dan di depan kantor Capil. “Ada tiga korban penggelapan sepeda motor itu. Lalu anggota melakukan penyelidikan dengan membuka rekaman CCTV hingga akhirnya berhasil membekuknya,” jelas Kapolres.

Pengungkapan kasus pencurian dengan kekerasan bahwa tersangka sudah lama menjadi DPO. Setidaknya ada 6 LP yang diterima Polres. Pelaku telah melakukan perampasan sepeda motor masyarakat di Desa Panang Jaya, Gunung Megang, Desa Pajar Indah dan Desa Kayuara Sakti Gunung Megang serta Desa Talang Subur, Talang Ubi PALI dan di Jeramba Besi, PALI.

“Salah satu korbannya adalah seorang wartawan yang bertugas di PALI,” jelas Kapolres.

Kapolres menghimbau kepada masyarakat, supaya senantiasa waspada dalam mengendarai sepeda motor. Terutama jika ada orang yang mengaku anggota Polri untuk menyita sepeda motor dengan berbagai dalih, supaya masyarakat tidak takut takut menanyakan surat perintah maupun surat tugasnya.
Share:

Ratusan Warga Gunung Kemala Antusias ikuti sosialisasi Kardakum

PRABUMULIH – Sekretaris Daerah melalui Bagian Hukum dan Perundang undangan Kota Prabumulih menggelar sosialisasi tentang perundang undangan bidang perdata dan tata usaha negara Kota Prabumulih yang digelar di gedung serbaguna Kelurahan Gunung Kemala Kecamatan Prabumulih Barat, Selasa (5/11/18)

Dalam acara tersebut dihadiri oleh puluhan warga Kelurahan Gunung Kemala yang antusias mengikuti jalannya acara sosialisasi

Lurah Gunung Kemala, Sumarden, SKM dalam sambutannya mengatakan sosialisasi ini sangat membantu masyarakat yang belum tau dan belum mengerti tentang aturan hukum yang sebenarnya

“Sosialisasi ini sangat dibutuhkan bagi warga kami, kita sering berbenturan dengan masalah hukum seperti sengketa tanah, KDRT dan lainnya” ungkapnya

Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kota Prabumulih Nopridiansyah, S.H selaku Jaksa Pratama III/c mengatakan Pemerintah dalam hal ini Pemkot Prabumulih melalui Bagian Hukum dan Perundang undangan memberikan pemahaman tentang penegakan hukum melalui sosialisasi kemasyarakat

“masyarakat harus tau tentang hukum jangan kita sampai buta dalam peraturan UU yang ada”

Tri Lestari selaku Hakim di Kota Prabumulih yang menjadi pembicara dalam sosialisasi itu juga mengatakan masyarakat harus tau dan bisa membedakan hukum perdata dan hukum pidana, hal ini betujuan agar masyarakat lebih mengerti dan tidak bertindak diluar hukum jika nantinya berhadapan dengan masalah terkait hukum

Jonihar, Ketua RT.03 RW.04 Talang Borvit Kelurahan Gunung Kemala saat ini warganya masih banyak mengalami kasus berkaitan hukum, namun dirinya mengaku agak sedikit bingung jika masalah undang-undang namun setelah ada sosialisasi hukum secara gratis ini akan membuka wawasan tentang hukum” tandasnya (sn)
Share:

Pemuda PALI Berlayar, Ini Tujuannya...

PALI -- Pemuda pemudi yang tergabung dalam kepengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesi (KNPI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) saat ini tengah berlayar menuju pulau kemaro Kota Palembang.

Hal itu dikatakan, Ketua DPD KNPI Kabupaten PALI, M Anasrul SPdi. Setelah dilakukanya pelantikan kepengurusan dan Raker DPD KNPI PALI Periode 2018-2021, di aula Gedung Golf Permai Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Minggu (4/11) lalu.

"Setelah pelantikan ini kita juga melaksanakan jelajah bahari, yang akan berlayar dari Desa Modong, Kecamatan Tanah Abang menuju Pulau Kemarau Palembang menggunakan kapal kayu bermesin," ujarnya.

Dikatakanya, bahwa dirinya akan bekerja keras dalam menjalankan amanah organisasi ini. "Karena kami telah bersumpah dalam Pelantikan Ini dan KNPI PALI siap membantu Pemerintah Kabupaten PALI, serta kami akan menjalankan ide-ide inovatif untuk kemajuan pemuda PALI," ungkapnya.



Sementara itu, Carateker Ketua DPW Sumsel Adherie Zulfikri Sitompul mengatakan, KNPI yang ada di daerahnya masing-masing, agar bekerja dalam menjalankan organisasi ini agar berjalan dengan aktif dan jangan hanya cuma tidur saja.

"Ciptakan suatu kegiatan dalam terkaitan dalam pembamgunan Pemuda di Daerah dan harus berkoordinasi serta bersinegri tentu dengan Ketua Majelis KNPI pusat. Agar bisa mengetahui program yang ada di pusat," katanya.

Sedangkan, Bupati Ir H Heri Amalindo MM mengajak, agar semua elemen bisa saling bersatu padu dalam pembangunan. "Serta pemerintah dan organisasi agar tetap bisa bersatu dalam membangun Pemuda dan Pembangunan Kabupaten PALI ini," tambahnya.
Share:

Kotak Suara Pemilu Diterima KPUD PALI

PALI -- Meski pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) masih terbilang lama, tetapi logistik Pemilu secara bertahap mulai didistribusikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke daerah-daerah. Seperti pada Selasa (6/11), KPUD Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menerima logistik Pemilu berupa kotak suara.

Namun, KPUD PALI saat ini baru menerima kotak suara hanya berjumlah 105 buah, sementara kebutuhannya mencapai 3.006 untuk disebar di 581 TPS.

Hal itu diakui Ketua KPUD PALI H Hasyim melalui Adi Chandra, Divisi Logistik dan Data didampingi sekretaris KPUD PALI Marmansyah. "Distribusi kotak suara secara bertahap, tetapi untuk jadwal pendistribusian kotak suara sisanya atau logistik lainnya kami belum mengetahuinya," ungkap Adi Candra.

Dijelaskanya bahwa Kotak suara untuk Pemilu terbuat dari kertas kardus semua, dan bilik suara pun berbahan dasar sama.

"Sementara kotak suara lama yang terbuat dari seng saat ini berada di KPUD Muara Enim, sebab kita belum memiliki logistik Pemilu,  dan selama ini, kita pinjam dari Muara Enim. Informasinya, kotak suara lama tidak boleh dilelang, karena apabila kotak suara baru mengalami kekurangan, maka kotak suara lama yang akan dipergunakan," terangnya.

Saat ini, logistik yang diterima diakui Adi Candra disimpan di Gudang logistik KPUD PALI di Jalan Merdeka samping Mapolsek Talang Ubi.

"Semua logistik yang datang kita cek untuk memastikan tidak ada yang rusak maupun kurang, dan semuanya kita simpan di Gudang. Untuk distribusi ke PPK atau PPS kita tunggu jadwal dan arahan dari KPU pusat, apakah menunggu lengkap atau didistribusikan secara bertahap juga," pungkasnya
Share:

Terekam CCTV Curi HP di Dasbor Motor, Tukang Ojek Ini Tak Berkutik

PRABUMULIH -- Para ibu-ibu agar lebih berhati-hati dalam menyimpan barang berharga, karena tindak kejahatan akan datang kapan pun dan dimana pun. Kecerobohan sedikit dapat berakibat fatal.

Salah satunya dialami oleh Herlina Dimyanti (39) warga Prumnas Graha Taman Lingkar blok F Kelurahan Gnung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Akibat lupa membawa smartphone yang disimpan didalam dasbor motornya saat berbelanja, handphone kesayangannya tersebut raib digondol maling.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu (4/11) siang sekitar pukul 11.00 wib saat korban sedang belanja makanan ternak yang terletak di Jalan Mayor Iskandar Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara.

Saat memarkirkan kendaraannya didepan toko ternak, korban lupa membawa handphone Vivo Y81 warna gold putih miliknya didalam dasbor motor. Saat korban hendak pergi, ia mendapati handphone tersebut sudah tidak ada lagi.

Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Pdabumulih barat. Petugaspun langsung melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman cctv yang ada di toko ternak tersebut.

Dari rekaman cctv terungkaplah jika pelaku pencurian adalah Dodi Ariadi (28) Warga Jalan Alipatan Gang Amir Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara.

Bermodal informasi tersebut petugas lalu melakukan pengejaran. Pada Senin (5/11) pagi sekitar pukul 09.00 wib pelaku dapat diringkus dikediamannya. Pelaku kemudian diamankan ke Polsek Prabumulih Barat.

Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk melalui Kapolsek Prabumulih Barat, AKP Mursal Mahdi mengatakan penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat bahwa pelaku tengah berada dirumahnya.

"Dari informasi itu akhirnya pelaku yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojeg ini dapat kita ringkus. Kita juga mengamankan motor Honda Beat warna hitam BG 6901 DW yang dipakai pelaku untuk mencuri," ujar Kapolsek, Selasa (6/11).

Dikatakan Kapolsek, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mencari barang bukti handphone yang belum ditemukan.

"Pelaku kita kenakan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara," terangnya.
Share:

Banjir Setinggi Dengkul, Pedagang Pasar Inpres Kocar Kacir

PRABUMULIH -- Hujan deras yang mengguyur Kota Prabumulih dari malam hingga subuh tadi mengakibatkan banjir disejumlah titik. Salah satunya di Pasar Inpres Prabumulih.

Air setinggi dengkul orang dewasa menggenangi sisi Jalan Jenderal Sudirman tepatnya dari Depan unit Bank BRI hingga Masjid An Nuqobah.

"Tadi subuh sekitar pukul setengah lima air naik sudah sampai dengkul," Ujar Neng salah satu pembeli, Selasa (6/11).

Dikatakan Neng, sejumlah pedagang yang kerap berjualan di sisi jalan Jenderal Sudirman yang sudah stanby dari pukul 02.00 wib kocar kacir. Bahkan, sebagian pedagang memilih untuk tidak berjualan.

"Banyak pedagang yang kocar-kacir. Sebagian lagi tidak jualan. Disini kan biasanya ramai, ini sepi," ungkapnya.

Lebih jauh Neng menuturkan posisi pedagang yang tidak tertata membuat dirinya kesulitan untuk berbelanja sayuran yang akan ia jual kembali tersebut.

"Lumayan banyak yang bertahan. Tapi sayurannya sudah tidak keruan lagi. Sudah amburadul," tuturnya.

Menurut Neng, banjir terjadi diduga adanya penyumbatan air disaluran pembuangan disisi Jalan Sudirman. Tumpukkan sampah banyak menumpuk dan membuat air tidak bisa mengalir dengan maksimal.

"Lubang air di depan masjid An Nuqobah itu buntu banyak sampah. Tadi ada yang ambilin sampahnya barulah air surut," terangnya.

Banjir tersebut dikeluhkan oleh sejumlah pedagang lantaran akibat banjir tidak bisa menggelar dagangannya. "Saro lantak ujan ni, mano banjir dak pacaj nak gelar dagangan," cetus Anah salah satu pedagang.

Hujan deras tadi malam juga membuat sejumlah pedagang yang berjualan kekalangan memilih tidur dirumah ketimbang berbelanja  kepasar.

"Hujan dak berenti, jadi urung ngambek sayur di Pasar. Apolagi jalan kekalangan pasti rusak oleh ujan. Hari ini lemak istirahat bae dirumah dari pada rugi," jelas Yadi, salah satu pedagang kalangan.
Share:

Peserta Tes CPNS Ngaku Kesulitan Jawab Soal Sistem CAT

PALI -- Memasuki tahapan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuat beberapa peserta mengeluh.

Pasalnya, soal yang diberikan melalui sistem CAT (Computer Assisted Test) di BKN Kota Palembang, dinilai peserta cukup sulit dan harus bertarung dengan waktu yang tidak terlalu panjang, sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Hal itu diakui, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten PALI, Yuhairuddin SE, bahwa banyak peserta yang telah menjalani tes mengeluh kepadanya, lantaran soal tes yang diberikan cukup sulit.

" Peserta banyak yang mengeluh, katanya soalnya cukup sulit ditambah dengan waktu yang tidak begitu panjang. Untuk jumlah yang lulus passing grade kita belum mengetahuinya," ujarnya, Senin (5/11).

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa pelaksanaan tes CAT sendiri akan dilakukan selama tiga hari yakni, 5, 6, dan 7 November 2018. "Untuk pesertanya sendiri sekitar 3.000 orang setiap harinya yang tes," pungkasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts