Dewan PALI Ingin Belukar Ditebas Bayang, Warga: Perusahaan Juga Harus Dilibatkan

PALI - Sejumlah ruas jalan yang ada di wilayah Bumi Serepat Serasan menyempit akibat ditumbuhi rumput dan ilalang, kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan karena selain badan jalan menyempit juga pandangan pengendara terhalang semak belukar yang tumbuh subur dan memakan sebagian bahu jalan.

Kondisi ini pun membuat ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Drs H Soemarjono meminta instansi terkait agar melakukan tebas bayang untuk meminimalisir kecelakaan lalulintas.

"Tolong diantisipasi kepada dinas terkait, sebab ketika kami kelapangan, sejumlah ruas jalan menyempit. Ini tentu membahayakan pengguna jalan," ucap Pak de, sapaan ketua DPRD PALI.

Menanggapi permintaan Dewan PALI, Etty Murniaty kepala Dinas PU Kabupaten PALI mengaku bahwa pekerjaan tebas bayang sudah masuk dalam programnya.

"Akan dilakukan dengan cara swa kelola, jadi yang mengerjakan tebas bayang diberdayakan dari warga sekitar," terang Etty.

Sementara itu, Mulyadi, pengguna jalan yang setiap hari lalu lalang di jalan poros Simpang Raja-Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi mengatakan bahwa pekerjaan tebas bayang jangan hanya melulu dibebankan pada pemerintah daerah, namun juga pihak perusahaan juga harus dilibatkan.

"Salahsatunya PT Surya Bumi Agro Langgeng, perusahaan kebun sawit yang rumputnya menjalar menutupi jalan, seharusnya pihak perusahaan itu wajib membersihkannya secara rutin jangan sampai mengganggu masyarakat," tandasnya.
Share:

Ingin Puas Makan Lengkeng Langsung Dari Pohonnya? Datang Kesini

PALI-- Hanya dipatok tarif Rp 25.000/orang, pengunjung dijamin puas mendatangi kebun lengkeng milik pria yang akrab disapa Dibot yang letaknya di wilayah Kalimancalak Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pasalnya, pengunjung bebas memetik buah lengkeng sendiri dari pohonnya dan dimakan langsung ditempat sepuasnya.

Diakui Dibot, bahwa keluarganya memutuskan untuk membudidayakan tanaman lengkeng serta durian juga buah-buahan lainnya setelah membanding-bandingkan dari hasil kebun karet dan buah-buahan.

Dan benar saja, belum sampai empat tahun menanam, kebun buah-buahan yang dikelola keluarganya saat ini hasilnya melebihi penghasilan dari tanaman karet.

Bahkan, lokasi perkebunan lengkeng miliknya saat ini menjadi tempat wisata agro satu-satunya di Kabupaten PALI dengan menawarkan petik sendiri dan makan sepuasnya hanya satu kali bayar.

Pengunjungnya pun bukan hanya dari wilayah PALI saja, melainkan dari daerah lain, seperti Prabumulih dan Muara Enim.

"Kalau hari libur bisa ratusan yang datang kesini, karena saat ini tanaman lengkeng tengah berbuah lebat. Pengunjung pun bebas memetik sendiri dan makan buah lengkeng sepuasnya, tetapi harus tetap menjaga tanaman untuk tidak merusaknya," ungkap Dibot, Rabu (6/2).

Sementara Susi, pengunjung yang mengaku dari kota Prabumulih saat dijumpai media ini di kebun lengkeng tersebut mengatakan bahwa dirinya mendatangi kebun itu karena tertarik ingin melihat dan mencoba secara langsung buah lengkeng dari pohonnya.

"Kami tahu lokasi ini dari teman-teman dan dari sosial media, kemudian kami baca berita adanya kebun lengkeng di PALI menambah rasa penasaran kami untuk mengunjungi lokasi ini. Dan benar saja, tarif masuk yang terjangkau dengan bonus metik dan langsung makan buahnya sepuasnya," ucap Susi.

Hanya saja dikeluhkan Susi bahwa lokasi menuju kebun lengkeng untuk dipasang petunjuk arah, karena pengunjung luar PALI pasti kebingungan untuk mencari lokasi tersebut.

"Kami beberapa kali salah jalan, dan harus beberapa kali bertanya disetiap persimpangan. Untuk itu perlu dipasang petunjuk arah. Juga akses jalan menuju kebun belum dicor beton, membuat kendaraan kami kesulitan menjangkaunya," tukasnya.(SN)
Share:

Seragam Gratis Diberikan Seluruh Siswa

MUARA ENIM--Fasilitas penunjang belajar seperti seragam gratis diberikan kepada seluruh peserta didik Sekolah Dasar (SD) tanpa ada pengecualian strata sosial.

Itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan pendidikan murah bagi semua kalangan  dan berupaya untuk menghilangkan perbedaan tingkat ekonomi, strata social antara peserta didik, baik berasal dari keluarga mampu ataupun dari keluarga kurang mampu, Hal itu diungkap Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM.

Dijelaskan bupati, terhadap penyaluran dana bantuan operasional sekolah  daerah, bagi sekolah swasta dilakukan melalui mekanisme hibah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, terhadap kesejahteraan para tenaga honorer/kontrak yang berada dibidang pendidikan, telah menjadi perhatian Pemkab Muara Enim.

Berkat dorongan positif dari anggota dewan, lanjutnya, besaran honororarium tenaga harian lepas naik dari Rp 700 ribu menjadi Rp 900 ribu/bulan untuk pendidikan S1. Sedangkan besaran honorarium  tenaga harian lepas non S1, naik dari Rp 500 ribu menjadi Rp 700 ribu/bulan.(SN)
Share:

Mr X Tewas Disambar KA

MUARA ENIM--Seorang kakek berusia sekitar 70 tahun tanpa identitas alias Mr X, diduga mengalami gangguan jiwa tewas disambar Kereta Api (KA) Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) yang sarat muatan batubara, Rabu (6/2) sekitar pukul 08.07 WIB.

Peristiwa itu di perlintasan kereta api bantaian Km 372+1/2 antara antara stasiun  Penanggiran dengan stasiun Gunung Megang, Dusun VII, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

Kejadian itu bermula dari, kereta api babaranjang sarat muatan batubara dimasinisi oleh Merwansyah (38), warga Palembang, berjalan dari arah Tanjung Enim menuju Kertapati, Palembang.

Pada saat itu, korban berjalan kaki menyeberang perlintasan kereta api dari arah Desa Panang Jata menuju Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang tanpa melihat kanan kiri.

Tiba tiba dari arah Muara Enim datang kereta api. Pada saat itu petugas penjaga perlintasan kereta api sudah beteriak kepada korban memberitahukan ada kereta api melintas. Namun korban tidak menghiraukannya. Akibatnya korban tersambar rangkaian kerata api yang tengah melintas tersebut hingga terpental sejauh sekitar 7 meter.

Atas kejadian itu petugas pintu perlintasan, langsung menghubungi Polsek Gunung Megang. Tak berapa lama kemudian petugas Polsek Gunung Megang tiba di lokasi kejadian melakukan oleh TKP dan mengevakuasi mayat korban ke Puskesmas setempat.

Korban mengalami luka di bagian kepala dan tewas di lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah korban dimakam warga sekitar di pemakaman umum desa Desa Gunung Megang Dalam.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Korban diduga mengalami gangguan jiwa. Kasusnya ditangani anggota Polsek Gunung Megang,” jelasnya.(SN)
Share:

Curi Balam, Puji Dan Alex Disikat Petugas

MUARA ENIM-Aksi pencurian getah karet beku di pohon karet dalam kebun  masyarakat  yang kerap terjadi di Desa Ibul, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim, berhasil diungkap petugas Polsek Lembak, Selasa (5/2).

Petugas Polsek Lembak berhasil membekuk dua pelaku pencurian getah karet beku yang masih berada di dalam mangkuknya di pohon karet di kebun milik Marikum (34), warga Dusun II, Desa Ibul, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim.

Kedua pelaku diketahui bernama Puji (37) dan Alex Saputra (22), keduanya warga Desa Ibul, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim. Petugas juga berhasil mengamankan barang bukti karet bekuk yang dicuri pelaku sebanyak 50 kg.

Penangkapan itu bermula dari, pada Minggu (3/2) sekitar pukul 07.00 WIB, korban mengalami kehilangan getah karet beku yang berada di mangkok pohon karet kebunnya  sebanyak 400 mangkok atau sekitar 60 kg.

Lantas korban melakukan pencarian dengan menelusuri arel perkebunannya. Saat itu korban menaruh curiga kepada  pelaku Puji yang kebunnya bersebelakan dengan korban. Lantas korban melakukan pemeriksaan terhadap kebun pelaku.

Saat itu korban melihat ada tumpukan karet dalam bak plastik milik korban di kebun pelaku. Sedangkan getah karet beku milik pelaku masih utuh di pohonnya karena belum diangkat.

Karena merasa curiga, lalu korban melaporkan kejadian itu kepada Kepala Desa Ibul. Selanjutnya kejadian itu dilaporkan Kepala Desa kepada Polsek Lembak.

Menindak lanjuti laporan sang Kades, petugas Polsek Lembak meluncur ke lokasi kejadian dengan melakukan kordinasi dengan Kepala Desa. Kemudian sang Kades memanggil pelaku Puji.

Setelah dilakukan introgasi, pelaku Puji mengakui perbuatannya. Dia melakukan pencurian itu bersama dengan pelaku Alex Saputra. Lantas kedua pelaku langsung diamankan petugas Lembak dengan membawanya ke Polsek Lembak untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Rabu (6/2) membenarkan kejadian itu. “Kedua pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Keduanya dijerat pasal 363 ayat 1 KUHP,” jelasnya.(SN)
Share:

Dewan PALI Dengarkan Jawaban Bupati Tentang Pembahasan 8 Raperda

PALI-- Rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dalam rangka pembahasan 8 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diajukan Pemerintah Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) kembali dilanjutkan dengan agenda penyampaian jawaban Bupati PALI terhadap pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi-fraksi DPRD terhadap 8 raperda yang diajukan Pemda, Rabu (6/2) di ruang rapat paripurna DPRD PALI.

Rapat dipimpin langsung ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono dan diikuti 15 anggota dewan dari 25 anggota DPRD PALI yang ada.

"Setelah sempat diskor, maka rapat ini kami buka kembali dan terbuka untuk umum," ucap ketua DPRD PALI.

Pada rapat paripurna tersebut, Bupati PALI Ir H Heri Amalindo menyampaikan jawabannya terhadap pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi-fraksi DPRD. Dimana salahsatunya menanggapi usulan dan masukan dari fraksi PDI.P yang mengusulkan tentang Raperda Pengelolaan Keuangan Daerah, yang mengharapkan di tahun 2020 Kabupaten PALI dapat dana intensif daerah seperti Kabupaten/kota lainnya.

"Kami sepakat dengan ditetapkannya Perda ini untuk menjadi pedoman bagi perangkat daerah dalam pengelolaan keuangan daerah secara tertib, taat kepada peraturan dan perundang-undangan, yang ditunjukkan dengan perolehan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI," urai Bupati.

Menanggapi sampaian dari fraksi Demokrat yang mengapresiasi adanya Raperda penyelenggaraan perlindungan perempuan dan anak, Bupati ucapkan terimakasihnya dan setelah ditetapkannya Raperda tersebut menjadi Perda dapat lebih melindungi dan memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak yang ada di Kabupaten PALI.

"Selanjutnya menanggapi saran terhadap Raperda penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil, yang mengharapkan kepada pemerintah agar lebih optimal dalam melakukan pendataan dan pelayanan kependudukan, kami pemerintah Kabupaten PALI melalui Dinas Kependudukan dan Capil siap melaksanakan saran tersebut sesuai aturan dan perundang-undangan," jabar Bupati.

Begitupun dengan usulan serta saran yang disampaikan Fraksi PAN, Golkar, Fraksi Gabungan Hati Berbintang serta fraksi gabungan P3KS, Bupati menjabarkan paparannya tentang 8 Raperda yang telah diajukan dan saat ini tengah dibahas.

Usai mendengarkan jawaban Bupati PALI, pimpinan Rapat paripurna menutup dan menyatakan untuk menskor rapat tersebut dan akan dilanjutkan pada Selasa (19/2) dengan agenda memberikan kesempatan Panitia Khusus (Pansus) terhadap pembahasan 8 Raperda.

Sebelumnya diberitakan bahwa DPRD PALI mulai membahas 8 Raperda melalui paripurna. Adapun 8 Raperda yang dibahas yaitu Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak dimana instansi terkaitnya adalah Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA).

Juga Raperda tentang Penyelenggaraan administrasi kependudukan dan pencatatan sipil instansi terkait adalah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Selanjutnya adalah Raperda tentang tarif pelayanan kesehatan kelas III pada RSUD Talang Ubi instansi terkait adalah RSUD Talang Ubi. Kemudian Raperda tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa, instansi terkait Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD). Raperda Badan Permusyawaratan Desa (BPD), instansi terkait Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Raperda berikutnya tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, instansi terkaitnya adalah BPKAD, dan terakhir Raperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 5 tahun 2016 tentang rencana pembangunan jangka menengah daerah, instansi terkait adalah Bappeda. (SN)
Share:

Guru Ngaji di PALI Terima Intensif



PALI--Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) kembali bakal menyalurkan anggaran untuk Imam, Mudim dan Ketua Masjid serta Ustadz dan ustadzah.

Hal ini merupakan kebijakan Bupati PALI sejak tahun 2015 lalu yang diberikan untuk membantu pengurus Masjid serta guru ngaji dalam peningkatan kesejahteraannya.

"Tahun 2019 ini juga program pemberian intensif terhadap ketua masjid, imam, mudim dan guru ngaji dilanjutkan. Penerimanya yang telah melakukan verifikasi di tahun 2018 lalu dan aktif memberikan laporan kegiatan setiap bulannya," ungkap Junaidi, Kepala Bagian Kesra PALI, Rabu (6/2).

Jumlah penerima, diakui Junaidi sekitar 1,200 lebih yang tersebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten PALI.

"Penerima wajib memberikan laporan kegiatan setiap bulan, dan bantuan intensif bakal disalurkan setiap triwulan melalui rekening penerima masing-masing sebesar Rp 250.000/bulan tanpa dipotong pajak. Jadi tidak ada bantuan intensif secara cash," urainya.

Diharapkan dengan adanya program itu, bisa membantu kelancaran kegiatan keagamaan dilingkungan Imam, Mudim maupun guru ngaji dan ketua masjid.

"Meski jumlahnya tidak terlalu besar, tetapi program ini diharapkan mampu membantu operasional kegiatan keagamaan dan menunjang penghasilan Imam, Mudim, ketua Masjid dan guru ngaji," harapnya.(SN)
Share:

KPUD Muara Enim Targetkan 80 Persen Partisipasi

MUARA ENIM -- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muara Enim menargetkan 80 persen partisipasi pemilih di tahun 2019. Hal tersebut diungkapkan langsung ketua KPUD Muara Enim, Ahyaudin, Selasa (5/2).

"Terget dari pusat adalah 77,5 persen, dan kami menargetkan lebih dari itu sekitar 80 persen, ya minimal melebihi target nasional," ujar Ahyaudin.

Berkaca pada pilpres 2014 lalu, angka partisipasi politik 72,89 persen, artinya masih ada masyarakat yang tidak menggunakan haknya. "Angka golput itu akan di minimalisir dengan berbagai upaya yang sudah dilakukan," ungkapnya.

Saat ini, lanjutnya, sudah dibentuk relawan demokrasi yang beranggotakan 55 personil yang bertugas di 20 kecamatan dengan sasaran 11 segmen. "Sekarang sudah berjalan dan KPU pun juga memiliki program sendiri disamping menjalankan program yang sifatnya nasional," ulasnya.

Sekarang, lanjutnya, KPU Muara Enim menggandeng perusahaan perusahaan di wilayah Muara Enim untuk membuatkan semacam baliho ataupun alat lain untuk sarana sosialisasi. " Minimal untuk karyawannya sendiri, sehinggga semua tepat sasaran," jelasnya.

Menurutnya, ada tiga poin yang disampaikan dalam sosialisasi, pertama adalah waktu pencoblosan, kedua jenis surat suara yang ada lima dan tata cara pencoblosan. "Tiga poin penting itu harus tersampaikan dalam sosialisasi, tinggal cara penyampaiannya saja agar partisipasi meningkat," ulasnya.

Dijelaskannya,  ada dua hal yang membuat partisipasi politik menurun, pertama kurang pedulinya masyarakat dan masih bingung terhadap para calon yang akan dicoblos. "Dua hal itu pada dasarnya sudah diluar dari kewenangan KPU, tapi target kami partisipasi pemilih meningkat," tukasnya.(SN)
Share:

Kasus Fatmi, Membuat Pelajar Masih Trauma

MUARA ENIM--Kasus perampokan disertai dengan pemerkosaan dan pembunuhan dialami Fatmi Rohanayanti (20), mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Patah Palembang, yang mayatnya ditemukan warga dengan kondisi mengenaskan dan tragis di kebun karet di kawasan Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar Muara Enim, Kamis (31/1) lalu membuat para siswa SMA Negeri 1 Desa Suban Baru, Kecamatan Kelekar masih trauma.

Soalnya, para siswa ini menuju ke sekolah tersebut banyak yang mengendarai sepeda motor. Untuk mengantisifasi rata trauma para pelajar ini, Kapolsek Gelumbang, AKP Indrowono, bersama anggota Bhabinkamtibmasnya, melakukan penyuluhan ke sekolah tersebut, Senin (4/2)

Penyuluhan yang disampaikan Kapolsek tidak saja masalah keamanan dalam mengendarai lalu lintas. Tetapi antisifasi masalah bahaya narkoba dan tertib berlalu lintas. Serta bahaya penyalahgunaan media sosial.

Kapolsek mengatakan, kegiatan penyuluhan yang dilakukan, untuk menjaga ketertiban dan keamanan bagi warga di Desa Menanti dan Desa Suban Baru Kecamatan Kelekar. Karena saat ini mulai muncul isu lewat media sosial bentrok antara warga Desa Menanti dengan Desa Suban Baru yang tidak ada kebenarannya.(SN)
Share:

Silatuhrami Ke Vihara Vajra Bhumi Prabu, Walikota Prabumulih Disambut ratusan Jemaat Keturunan Tionghoa

PRABUMULIH -Walikota Prabumulih kunjungi Vihara Vajra Bhumi Prabu di jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Gunung Ibul Barat Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, selasa (5/2/19)

Dalam kunjungan Ir.H.Ridho Yahya, M.M disambut meriah oleh pimpinan Vihara dan para jemaat Tionghoa keturunan China yang merayakan Tahun Baru Imlek yang ke 2570 yang dilambangkan dengan shio Babi

Tahun baru China yang digelar dari Malam pergantian tahun baru hingga siang ini warga keturunan china di Kota Prabumulih terlihat antusias menggelar prosesi ritual keagamaan yang digelar sejak pagi

Dalam kunjungannya Orang nomor satu di Prabumulih itu dalam pidatonya mengatakan sangat mengapresiasi toleransi warga Prabumulih yang diperlihatkan dengan ikut mensukseskan acara perayaan tahun baru bagi keturunan Tionghoa

“Pemerintah Prabumulih tidak bisa pilih kasih, apapun agama, suku, dan ras yang dianut kita wajib menjujung keyakinan mereka dengan cara menjaga toleransi antar umat beragama” terangnya



Acara sillaturahmi yang digelar di Vihara Vajra Bhumi Prabu dihadiri oleh ratusan warga keturunan Tionghoa se kota Prabumulih yang dipimpin langsung oleh Pandita Ali yang merupakan warga Palembang dan tampak hadir Wakil DPRD Kota Prabumulih Daud Rotasi, SE.MM dan juga Pihak Kepolisian Polres Prabumulih beserta jajarannya

Sementara itu, Ketua Organisasi Umat Budha Kota Prabumulih (Walubi) Suhandi mengatakan dirinya mewakili umat Budha Kota Prabumulih sangat berterima kasih karena ditahun baru ini masih diberikan kesempatan menyambut tahun bershio Babi

“Imlek tahun ini kita sangat berterima kasih kepada Pemerintah yang terus menjalin hubungan baik antar umat beragama khususnya keturunan Tionghoa dan tahun semoga diberi kelancaran rezeki” ucapnya

Tambah Suhandi, tahun ini berharap Rezeki untuk pengusaha dilimpahkan dan diberkati oleh tuhan (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts