Kaum Milenial Jadi Sasaran Penyuluhan Berlalulintas

MUARA ENIM -- Saat ini kendaraan bermotor sudah menjadi kebutuhan setiap orang. Baik itu para orang tua maupun pelajar sekolah. Dari para pengguna tersebut, dominasi penggunanya adalh kaum milenial yakni kisaran usia 17-35 tahun.

Dengan tingginya pengguna kendaraan bermotor, maka tinggi juga kemungkinan terjadinya kecelakaan lalulintas oleh kurangnya kesadaran pengguna dalam berlalu lintas.

Untuk menekan angka kecelakaan lalulintas dikalangan pengendara milenial, Polres Muara Enim mengadakan giat Fokus Grup Diskusi (FGD) dalam rangka program kepolisian, milennial road safety festival, dengan tema “mewujudkan milennial cinta lalulintas menuju indinesia gemilang” yang dilaksanakan, Kamis (7/2) yang berlangsung di Ruang Rapat Utama, Polres Muara Enim.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juono dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini ditujukan kepada kamu milennial yang berusia 17-35 tahun agar selalu senantiasa mematuhi aturan berlalulintas.

“Selain itu, saya juga menghimbau generasi Millennial yang menggunakan kendaraan bermotor, untuk selalu mematuhi dan mentaati tertib berlalu Lintas,” ujar Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, FGD ini bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan berlalulintas yang dominan korbannya adalah dari kaum Millennial terutama anak Sekolah.

“Saya harapkan, dengan adanya diskusi ini, seluruh elemen yang terlibat baik orang tua, pihak sekolah, dinas terkait serta masyarakat bersama sama memberikan pengertian dan imbauan agar berhati hati dalam menggubakan kendaraan bermotor,” pungkasnya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kapolres Muara Enim, AKBP Afneryuono, SH, SIk,.MH didampingi Kabag Ops Polres Muara Enim, Kompol Irwan Andeta, SH, SIk, Kbo Satbinmas, dan Kbo Sat Lantas Polres Muara Enim.

Hadir juga dalam acara tersebut Kadis Pora Pemkab Muara Enim, Kadis Perhububgan, Humas Pt.Ba, Kuminity Motor, Pimpinan Dealer Motor, Kepala Ojek tiap Pangkalan serta Perwakilan SLTA dan Guru SLTA.(SN)
Share:

Jelang Pileg, Calon di Prabumulih Mulai Tebar Pesona

PRABUMULIH -- Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) April 2019, sejumlah calon legislatif (Caleg) mulai tebar pesona. Seusai istilah tak kenal maka tak sayang, para caleg mulai menyebar gambar dirinya baik dalam bentuk stiker maupun kalender.

Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Sufyan Ats Aswari. Sejak satu bulan terakhir dirinya disibukkan dengan blusukkan dari kampung ke kampung dan dari pintu ke pintu.

Menurut Sufyan, kegiatan program door to door tersebut lebih efektif dan tepat sasaran ketimbang cara sosialisasi lainnya. "Selain bisa menyapa langsung warga yang ada di dapil saya, juga banyak keluhan-keluhan masyarakat juga saya dapatkan," ujar Sufyan.

Dikatakan Sufyan, sistem sosialisasi dengan cara door to door sendiri ia terapkan setelah mendapat masukkan dari Calon Presiden, Joko Widodo.

"Alhamdulillah sejauh ini program door to door yang disarankan oleh bapak Jokowi, banyak disambut baik masyarakat," terangnya.(SN)
Share:

Hendak Cari Narkoba, Petugas Malah Dapat Senpira

MUARA ENIM--Meski gagal mendapatkan barang bukti narkoba, namun petugas Sat Res Narkoba Polres Muara Enim berhasil mendapatkan dua pucuk senjata api rakitan jenis pistol berikut amunisinya dari tersangka Edo Arian Sapta (41), warga Dusun III, Desa Gunung Raja, Kecamatan Lubai, Muara Enim, Rabu (6/2) sekitar pukul 06.00WIB.

Selain mengamankan 2 pucuk senpira jenis pistol, petugas juga berhasil mengamankan 8 butir amunisinya dan 2 unit mesin judi jackpot. Kini tersangka bersama barang buktinya diamankan di Mapolres Muara Enim untuk menjalani proses hukum.

Penangkapan tersangka bermula dari, petugas mendapatkan laporan dari masyarakat Desa Gunung Raja, yang telah resah dengan aktifitas transaksi narkoba dilakukan pelaku. Atas informasi itu petugas melakukan penyelidikan ke desa tersebut.

Petugas berhasil membekuk pelaku di desa tersebut. Namun saat dilakukan penggeledahan, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Namun petugas menemukan senpira berikut amunisinya dan 2 unit mesin jackpot di kediaman tersangka.

Petugas langsung mengamankan tersangka berikut barang buktinya dengan menggelandangnya ke Mapolres Muara Enim.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (7/2) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya.(SN)
Share:

Konslet, Rumah-Motor Ludes Terbakar

MUARA ENIM--Sungguh malang nasib Ruslani (70), warga Dusun III, Desa Pinang Belarik, Muara Enim. Soalnya rumah panggung yang bisa ditempatinya ludes terbakar besama satu unit sepeda motor suzuki smash BG 4277 DO. Peristiwa yang sempat menghebohkan warga desa itu terjadi Rabu (6/2) sekitar pukul 15.40 WIB.

Dalam kejadian itu tidak ada menelan korban jiwa. Namun seluruh harta benda korban ludes terbakar. Penyebab kebakaran diduga berasal dari arus pendek listrik.

Kejadian itu bermula, korban dan keluarganya tengah tidak berada di rumah. Kemudian sekitar pukul 15.40 WIB, tetangganya melihat bagias atas rumah korban mengeluarkan kepulan asap.

Warga sekitar, berupaya memadamkannya dan meminta bantuan mobil pemdadam kebarakan dari Pemkab Muara Enim. Namun kondisi api cepat membesar melalap bangunan rumah korban yang terbuat dari kayu tersebut.

Sehingga harta benda korban yang berada di dalam rumah tersebut tidak sempat terselamatkan. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 16.25 WIB, setelah mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Muara Enim tiba di lokasi kejadian.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (7/2) membenarkan kejadian itu. “Penyebab kebakaran diduga akibat arus pendek listrik dan barang barang milik korban tidak berhasil diselamatkan,” jelasnya.(SN)
Share:

Mau Ikut Pelatihan ke LIPI Bogor, Silahkan Datangi Litbang PALI

PALI--Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuka kesempatan kepada pelaku usaha kreatif yang ada di Bumi Serepat Serasan untuk ikut pelatihan cara meneliti serta mengembangkan usahanya di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor Jawa Barat.

Dikatakan Abu Hanifah, Kepala Badan Litbang PALI bahwa pihaknya bakal memfasilitasi pelaku usaha untuk belajar di LIPI Bogor.

"Siapapun yang ingin belajar ke LIPI Bogor silahkan koordinasi dengan kami, tetapi untuk biaya ditanggung masing-masing peserta. Kami hanya lalukan pendampingan," ujar Abu Hanifah, Kamis (7/2).

Pada pelatihan di LIPI Bogor, Abu Hanifah menjelaskan bahwa peserta bakal mendapatkan banyak ilmu, diantaranya penelitian, pengembangan serta masih banyak hal lainnya.

"Terlebih di PALI punya pelaku usaha pengolahan biji karet menjadi berbagai macam makanan. Nah, nanti apabila pelaku usaha itu ikut pelatihan, maka nantinya biji karet diteliti, dan mencari cara menghilangkan racun dengan cepat serta meneliti kandungan gizinya," terangnya.

Setelah ikut pelatihan, dikatakan Abu Hanifah nantinya peserta bisa meminta bantuan kepada instansi terkait untuk mendapatkan peralatan usahanya untuk mengembangkan keahlian yang didapat.

"Bisa mengajukan permintaan bantuan kepada Dinas Perdagangan dan Perindustrian, sesuai bidang usaha yang digelutinya. Untuk saat ini, Litbang telah mengembangkan asap cair untuk berbagai keperluan, dan apabila ada warga yang ingin belajar membuat asap cair, dipersilahkan datang ke kantor kami," ajaknya.(SN)
Share:

Tingkatkan PAD Melalui Sektor Pajak, Kades dan Pengusaha Dikumpulkan Bapenda PALI

PALI--Meningkatkan pendapatan daerah kabupaten PALI melalui dana bagi hasil Pph sesuai pasal 21 dan pasal 25/29 serta menambah pengetahuan masyarakat dan pihak perusahaan tentang perlunya pembuatan NPWP ditempat melakukan usaha dan meningkatkan pembuatan NPWP baru bagi usaha kecil menengah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) gelar Sosialisasi percepatan penyaluran tahapan dana transfer (meningkatkan dana bagi hasil Pph pasal 21 dan pasal 25/29), Kamis (7/2) di Gedung Pesos Komplek Pertamina Pendopo.

Dijelaskan, Kartika Anwar S.Kom,Kepala Bidang Perimbangan dan Pendapatan Lain-lainnya Bapenda PALI bahwa kegiatan tersebut berdasarkan Undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum tata cara perpajakan sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir dengan undang-undang nomor 16 tahun 2009 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 5 tahun 2008 tentang perubahan keempat atas undang-undang nomor 6 tahun 1983 tentang ketentuan umum tata cara perpajakan menjadi undang-undang (Lembaran Negara RI tahun 2009 nomor 62,tambahan lembaran negara RI nomor 4.999).

"Juga berdasarkan Undang-undang nomor 7 tahun 1983 tentang pajak penghasilan, ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan menggenjot pembuatan NPWP terhadap wajib pajak," terang Kartika.

Peserta kegiatan dikatakan Kartika terdiri dari Kepala OPD dan Bendahara pengeluaran, Camat dan Bendahara pengeluaran, perusahaan yang ada di Kabupaten PALI serta seluruh kepala desa.

"Tujuan membukakan pengetahuan masyarakat dan perusahaan akan pentingnya membayar pajak demi kelangsungan pembangunan di negeri ini terutama pembangunan di PALI. Sebab, selama ini masih banyak pengusaha asal PALI yang NPWPnya masih terdaftar di pusat, yang secara otomatis, pajaknya tidak terserap kabupaten PALI," tukasnya.

Pada kegiatan tersebut, hadir Bupati PALI, Ir H Heri Amalindo MM juga sejumlah kepala OPD, FKPD Camat dan Kepala Desa serta kepala Kanwil Pajak Provinsi Sumsel dan Kepulauan Babel, Dr Imam Arifin MA.

"Semua ASN dan penguasa adalah wajib pajak. Terutama pengusaha yang telah menikmati hidup, merasakan aman dan nyaman dalam menjalankan bisnisnya, tetapi pertanyaannya adalah, sudahkah anda membayar pajak?," kata Imam Arifin, kepala Kanwil

Sementara itu, Bupati PALI menyambut baik kegiatan itu karena sebagai warga negara mempunyai kewajiban dalam melaporkan penghasilan dan membayar pajaknya. Karena pajak menurut orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan sangat berpengaruh signifikan terhadap pembangunan.

Bupati juga mengaku bahwa banyak pengusaha yang menjalankan bisnisnya di PALI membayar pajak penghasilannya di Jakarta. Dengan adanya sosialisasi itu, sebagai upaya mengajak penggiat usaha agar membuat NPWP di PALI agar pajaknya masuk ke kas daerah.

"Mari bersama-sama membayar pajak sesuai penghasilan kita untuk meningkatkan PAD PALI. Mulai sekarang kita berbenah, sebab PAD kita sampai saat ini dari sektor pajak hanya Rp 14 M," ajak Bupati.(SN)
Share:

Dewan PALI Ingin Belukar Ditebas Bayang, Warga: Perusahaan Juga Harus Dilibatkan

PALI - Sejumlah ruas jalan yang ada di wilayah Bumi Serepat Serasan menyempit akibat ditumbuhi rumput dan ilalang, kondisi ini tentu mengganggu kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan karena selain badan jalan menyempit juga pandangan pengendara terhalang semak belukar yang tumbuh subur dan memakan sebagian bahu jalan.

Kondisi ini pun membuat ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Drs H Soemarjono meminta instansi terkait agar melakukan tebas bayang untuk meminimalisir kecelakaan lalulintas.

"Tolong diantisipasi kepada dinas terkait, sebab ketika kami kelapangan, sejumlah ruas jalan menyempit. Ini tentu membahayakan pengguna jalan," ucap Pak de, sapaan ketua DPRD PALI.

Menanggapi permintaan Dewan PALI, Etty Murniaty kepala Dinas PU Kabupaten PALI mengaku bahwa pekerjaan tebas bayang sudah masuk dalam programnya.

"Akan dilakukan dengan cara swa kelola, jadi yang mengerjakan tebas bayang diberdayakan dari warga sekitar," terang Etty.

Sementara itu, Mulyadi, pengguna jalan yang setiap hari lalu lalang di jalan poros Simpang Raja-Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi mengatakan bahwa pekerjaan tebas bayang jangan hanya melulu dibebankan pada pemerintah daerah, namun juga pihak perusahaan juga harus dilibatkan.

"Salahsatunya PT Surya Bumi Agro Langgeng, perusahaan kebun sawit yang rumputnya menjalar menutupi jalan, seharusnya pihak perusahaan itu wajib membersihkannya secara rutin jangan sampai mengganggu masyarakat," tandasnya.
Share:

Ingin Puas Makan Lengkeng Langsung Dari Pohonnya? Datang Kesini

PALI-- Hanya dipatok tarif Rp 25.000/orang, pengunjung dijamin puas mendatangi kebun lengkeng milik pria yang akrab disapa Dibot yang letaknya di wilayah Kalimancalak Kelurahan Pasar Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Pasalnya, pengunjung bebas memetik buah lengkeng sendiri dari pohonnya dan dimakan langsung ditempat sepuasnya.

Diakui Dibot, bahwa keluarganya memutuskan untuk membudidayakan tanaman lengkeng serta durian juga buah-buahan lainnya setelah membanding-bandingkan dari hasil kebun karet dan buah-buahan.

Dan benar saja, belum sampai empat tahun menanam, kebun buah-buahan yang dikelola keluarganya saat ini hasilnya melebihi penghasilan dari tanaman karet.

Bahkan, lokasi perkebunan lengkeng miliknya saat ini menjadi tempat wisata agro satu-satunya di Kabupaten PALI dengan menawarkan petik sendiri dan makan sepuasnya hanya satu kali bayar.

Pengunjungnya pun bukan hanya dari wilayah PALI saja, melainkan dari daerah lain, seperti Prabumulih dan Muara Enim.

"Kalau hari libur bisa ratusan yang datang kesini, karena saat ini tanaman lengkeng tengah berbuah lebat. Pengunjung pun bebas memetik sendiri dan makan buah lengkeng sepuasnya, tetapi harus tetap menjaga tanaman untuk tidak merusaknya," ungkap Dibot, Rabu (6/2).

Sementara Susi, pengunjung yang mengaku dari kota Prabumulih saat dijumpai media ini di kebun lengkeng tersebut mengatakan bahwa dirinya mendatangi kebun itu karena tertarik ingin melihat dan mencoba secara langsung buah lengkeng dari pohonnya.

"Kami tahu lokasi ini dari teman-teman dan dari sosial media, kemudian kami baca berita adanya kebun lengkeng di PALI menambah rasa penasaran kami untuk mengunjungi lokasi ini. Dan benar saja, tarif masuk yang terjangkau dengan bonus metik dan langsung makan buahnya sepuasnya," ucap Susi.

Hanya saja dikeluhkan Susi bahwa lokasi menuju kebun lengkeng untuk dipasang petunjuk arah, karena pengunjung luar PALI pasti kebingungan untuk mencari lokasi tersebut.

"Kami beberapa kali salah jalan, dan harus beberapa kali bertanya disetiap persimpangan. Untuk itu perlu dipasang petunjuk arah. Juga akses jalan menuju kebun belum dicor beton, membuat kendaraan kami kesulitan menjangkaunya," tukasnya.(SN)
Share:

Seragam Gratis Diberikan Seluruh Siswa

MUARA ENIM--Fasilitas penunjang belajar seperti seragam gratis diberikan kepada seluruh peserta didik Sekolah Dasar (SD) tanpa ada pengecualian strata sosial.

Itu dilakukan sebagai upaya mewujudkan pendidikan murah bagi semua kalangan  dan berupaya untuk menghilangkan perbedaan tingkat ekonomi, strata social antara peserta didik, baik berasal dari keluarga mampu ataupun dari keluarga kurang mampu, Hal itu diungkap Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM.

Dijelaskan bupati, terhadap penyaluran dana bantuan operasional sekolah  daerah, bagi sekolah swasta dilakukan melalui mekanisme hibah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurutnya, terhadap kesejahteraan para tenaga honorer/kontrak yang berada dibidang pendidikan, telah menjadi perhatian Pemkab Muara Enim.

Berkat dorongan positif dari anggota dewan, lanjutnya, besaran honororarium tenaga harian lepas naik dari Rp 700 ribu menjadi Rp 900 ribu/bulan untuk pendidikan S1. Sedangkan besaran honorarium  tenaga harian lepas non S1, naik dari Rp 500 ribu menjadi Rp 700 ribu/bulan.(SN)
Share:

Mr X Tewas Disambar KA

MUARA ENIM--Seorang kakek berusia sekitar 70 tahun tanpa identitas alias Mr X, diduga mengalami gangguan jiwa tewas disambar Kereta Api (KA) Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) yang sarat muatan batubara, Rabu (6/2) sekitar pukul 08.07 WIB.

Peristiwa itu di perlintasan kereta api bantaian Km 372+1/2 antara antara stasiun  Penanggiran dengan stasiun Gunung Megang, Dusun VII, Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim.

Kejadian itu bermula dari, kereta api babaranjang sarat muatan batubara dimasinisi oleh Merwansyah (38), warga Palembang, berjalan dari arah Tanjung Enim menuju Kertapati, Palembang.

Pada saat itu, korban berjalan kaki menyeberang perlintasan kereta api dari arah Desa Panang Jata menuju Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang tanpa melihat kanan kiri.

Tiba tiba dari arah Muara Enim datang kereta api. Pada saat itu petugas penjaga perlintasan kereta api sudah beteriak kepada korban memberitahukan ada kereta api melintas. Namun korban tidak menghiraukannya. Akibatnya korban tersambar rangkaian kerata api yang tengah melintas tersebut hingga terpental sejauh sekitar 7 meter.

Atas kejadian itu petugas pintu perlintasan, langsung menghubungi Polsek Gunung Megang. Tak berapa lama kemudian petugas Polsek Gunung Megang tiba di lokasi kejadian melakukan oleh TKP dan mengevakuasi mayat korban ke Puskesmas setempat.

Korban mengalami luka di bagian kepala dan tewas di lokasi kejadian. Setelah dilakukan pemeriksaan medis, jenazah korban dimakam warga sekitar di pemakaman umum desa Desa Gunung Megang Dalam.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Korban diduga mengalami gangguan jiwa. Kasusnya ditangani anggota Polsek Gunung Megang,” jelasnya.(SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts