Takbir Gemakan Pengajian Emak-Emak RGP Lengkiti

Baturaja - Gema Pekikan Takbir "Allahu Akbar" membahana di seantero isi rumah dan halaman sekitar milik Hanjuri Saputra AMd saat pengajian Emak-Emak RGP (Relawan Ganti Presiden) di Desa Tanjung Lengkayap Kecamatan Lengkiti.
Pengajian yang diadakan di desa tersebut pada hari Senin siang (11/3) merupakan pengajian dan silaturahmi Emak-Emak RGP perdana di luar Baturaja.

Hal ini diungkapkan Rahmatullah selaku Komandan Bang Japar (Jawara dan Pengacara) OKU yang bertanggung jawab dalam pengamanan internal seluruh kegiatan RGP OKU.

"Insya Allah, setelah ini kita akan mengadakan acara seperti ini lagi di Kecamatan lainnya," ungkapnya.

Kegiatan Pengajian dan silaturahmi Emak-Emak RGP Lengkiti yang dihadiri sekitar 100 lebih ibu-ibu pengajian ini diisi dengan kata sambutan dari salah satu Presidium RGP Aan Subhan, tausiah dari Ustad Sugeng, arahan pencoblosan dari Ustad Ibnu, dan Pelantikan Pengurus Inti RGP Kecamatan Lengkiti.
Dalam kata sambutannya, Aan Subhan mewakili Presidium RGP OKU mengajak seluruh umat Islam untuk bersatu memenangkan Pasangan Prabowo-Sandi (PAS) nomor urut dua untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024 guna mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. 

"Perlu diketahui pasangan ini merupakan hasil Ijtima Ulama Dua di Jakarta yang didukung oleh seribu lebih ulama dari seluruh Indonesia, oleh karena itulah selaku umat Islam, kita harus patuh terhadap keputusan yang diputuskan dalam Ijtima Ulama tersebut demi kemaslahatan umat Islam di Indonesia kedepannya," tegasnya dengan diiringi takbir.

Hanjuri Dwi Saputra AMd selaku tuan rumah penyelenggara acara Silaturahmi dan Pengajian Emak-Emak RGP Lengkiti merasa sangat senang bisa turut ambil bagian dalam perjuangan menjalankan hasil Ijtima Ulama Dua dalam memenangkan Pasangan Prabowo-Sandi.

"Meskipun dengan tempat seadanya dan penuh keterbatasan, alhamdulillah berkat pertolongan Allah SWT kami dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut. Kami sekeluarga juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan silaturahmi dan pengajian ini," ujar caleg Dapil 2 OKU dari PKS ini.

Dalam tausiahnya, Ustad Sugeng mengajak seluruh jamaah pengajian yang hadir untuk bersatu dalam memperjuangkan Islam, terutama dalam memegang teguh warisan Rasulullah yakni Al-Qur'an dan As-Sunnah.

"Warisan Rasulullah tersebut di akhir zaman ini harus kita pegang teguh sekuat-kuatnya agar selamat dari segala fitnah di dunia ini yang semakin besar. Terutama tantangan umat Islam kedepannya. Dengan kita berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah, maka kita umat Islam bisa menentukan pilihan kita pada pemimpin yang sesuai dengan kaidah-kaidah yang terkandung dalam dua warisan Rasulullah tersebut," ungkapnya. (Win)
Share:

Turunkan Pengangguran, Pencaker Dilatih Keterampilan

MUARA ENIM -- Fokus Pemerintah Kabupaten Muara Enim dalam menakan angka kemiskinan diwilayahnya juga ditunjukkan dengan upaya mengurangi jumlah penggangguran dari kalangan para pencari kerja (pencaker).

Ratusan pencaker diwilayah Kabupaten Muara Enim mengikuti pendidikan dan keterampilan yang diselenggarakan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) di Gedung BLK, kOta Muara Enim, Selasa (12/3). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati H Juarsah.

Kepala Disnaker Muara Enim, Siti Herawati mengatakan para pencaker ini dilatih keterampilan yang dibutuhkan berbagai bidang dunia usaha. 

"Pelatihan ini digelar bertahap yang telah mulai dilaksanakan sejak 26 Februari lalu, totalnya ada 26 paket pelatihan dari pusat dan 7 paket pelatihan dari Pemkab,"kata Siti

Adapun kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 416 peserta dari paket pelatihan pusat dan 112 peserta dari paket pelatihan Pemkab Muara Enim.Materi pelatihan diberikan mulai dari otomotif, kerajinan tangan, salon kecantikan, garmen dan komputer teknisi dan perkantoran.
"Harapannya, para pencaker dapat segera bekerja ataupun menjadi wirausaha mandiri,"ujarnya

Sementara Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah menerangkan digelarnya kegiatan pelatihan dan keterampilan bagi para pencari kerja merupakan salah satu upaya Pemkab Muara Enim dalam menekan angka pengangguran. 

Menurutnya, para pencaker sudah selayaknya mendapat pelatihan skil sehingga dapat bersaing guna memenuhi pasar dunia kerja.
"Jangan sampai peluang para pencaker lokal semakin mengecil untuk mendapat kerja, seperti diketahui saat ini tingkat pengangguran semakin bertambah seiring meningkatkan tingkat kelulusan dan terbatasnya lowongan,"ungkapnya

Melalui kegiatan ini, pihaknya pun optimis dapat menciptakan tenega kerja ahli siap pakai dan 1000 pemuda wirasahawan baru.
"Sebab kami meyakini peningkatan kemampuan dan kualitas kerja penting dalam dunia lerja, hal ini menuntut sdm berpacu meningkatkan kualitas diri,"pungkasnya.
Share:

Bupati PALI Selalu Jadi Rebutan Selfie

PALI--Kehadiran orang nomor satu di Bumi Serepat Serasan selalu ditunggu masyarakat diberbagai kegiatan atau acara, bahkan tangan Bupati kerap jadi rebutan warga untuk bersalaman.

Terbukti pada kegiatan Manasik Haji Mom's and Kids Tingkat PAUD/TK/RA se-kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Selasa (12/3) di halaman rumah dinas Bupati. Tidak hanya berebut salaman dengan Bupati, warga pun berlomba untuk mendapatkan kesempatan berselfi atau foto bareng dengan Heri Amalindo.

"Mumpung lagi ketemu pak Bupati, karena jarang kami dari dusun ketemu beliau. Makanya kami harus bisa foto bareng pak Heri," ungkap Yuli, salahsatu warga asal Kecamatan Abab usai berselfi dengan Bupati, Selasa (12/3).

Diakui juga Marlina, warga asal Tanah Abang, dengan bersusah payah dirinya mengajak anaknya untuk foto bareng dengan sang Bupati.

"Menuruti keinginan anak, karena anak kami sangat mengidolakan pak Bupati. Setiap ada kesempatan bertemu dengan pak Bupati, pasti berusaha untuk salaman dan foto bareng, kalah tidak anak kami nangis," katanya.

Saat melayani masyarakat untuk salaman atau pun berfoto selfi, Bupati tidak pernah terlihat lelah. Malah, Heri Amalindo tanpa sungkan menyambangi warganya dari berbagai kalangan, dari dewasa sampai anak-anak. (SN)
Share:

Masih Banjir, Petani Padi di PALI Belum Berani Garap Sawah

PALI--Banjir masih melanda lokasi pesawahan di Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berimbas ratusan petani setempat belum berani turun ke sawah untuk menggarapnya.

Dari pantauan media ini dilapangan, tampak hamparan sawah masih ditumbuhi semak belukar yang tergenang banjir dan belum satupun ada lahan sawah yang ditanami padi.

"Belum berani pak kami turun ke sawah. Karena lihat saja, air masih dalam dan tidak memungkinkan untuk ditanami padi," ujar Ciksan, salahsatu petani setempat, Selasa (12/3).

Untuk mengisi kegiatan sehari-hari, diakui Sekri, petani lainnya, memanfaatkan banjir dengan mencari ikan.

"Kalau yang ada kebun karet, sebagian beraktivitas dikebunnya sembari menunggu air surut. Sementara yang hanya bertani padi seperti kami, cuma bisa mencari ikan yang hasilnya untuk tambahan lauk makan," ungkapnya.

Persiapan menggarap sawah, dikatakan Sekri dirinya dan petani lainnya bakal mendapatkan bantuan benih."Sebenarnya hanya menunggu air surut, untuk yang lainnya kami sudah siap turun ke sawah," terangnya.

Terpisah, Ahmad Jhoni Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI menyebutkan bahwa bukan hanya petani desa Pengabuan saja yang terendam banjir, juga ada beberapa daerah yang mengalami hal sama.

"Seperti di Desa Curup, Sedupi, Pandan dan Desa Sukaraja Kecamatan Tanah Abang. Di wilayah itu juga terkena banjir. Namun di wilayah Kecamatan Tanah Abang sebagian ada yang tengah merayakan panen. Antisipasi padi lembab saat panen karena hujan dan banjir, kita bantu alat Drayer untuk mengeringkan padi. Sementara untuk bantuan benih atau pupuk, sengaja belum kita berikan karena kondisi sawah masih banjir dan masih belum memasuki musim tanam," bebernya.(SN) 
Share:

Narkoba Merajalela! Baru Tiga Bulan, 29 Berkas Narkoba Masuk Ke Kejaksaan Prabumulih

PRABUMULIH -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Prabumulih gelar pemusnahan barang bukti berupa narkoba, senjata api, senjata tajam, senpi rakitan dihalaman kantor Kejari, Selasa (12/3). 

Kepala Kejari Prabumulih, M Husein Admaja mengatakan  pemusnahan barang bukti itu bukan hanya sekedar rutinitas tiap tahun. Lebih dari itu, pihaknya memandanh narkotika memiliki daya rusak cukup besar. 

"Mau tidak mau upaya pencegahan harus kita lakukan dalam rangka memberantas tindak pidana narkotika," Ujar Kajari. 

Mengingat, peredaran Narkotika di Kota Prabumulih terus meningkat. Sebagai contoh, berkas yang masuk ke Kejaksaan mulai awal Januari hingga 12 maret sebanyak 24 berkas narkoba masuk dari Polres Prabumulih dan 5 berkas dari BNN. 

"Kalau kita hitung lebih dari 10 berkas dalam 1 bulan. Sejak 2012 narkotika di Prabumulih menduduki peringkat pertama dibandingkan kejahatan lainnya," ungkapnya. 

Barang bukti yang dimusnahkan dalam kegiatan tersebut merupakan BB yang memiliki kekuatan hukum tetap. Mulai dari awal Juni sampai akhir Desember 2018 kemarin. 

"Yang dimusnahkan berkas perkara putus bulan juni 2018 sampai Desember 2018. Dalam 6 bulan sangat banyak, ganja 229.641 gram atau 59 paket, ekstasi 22,2209 gram atau 59 paket, Sabu 96,194 gram atau 117 paket, 5 pucuk senpi dengan 14 amunisi dan sajam 5 bilah serta 13 unit hp," terangnya. 

Husein menjelaskan jumlah tersebut merupakan sebagian kecil barang bukti yang dimusnahkan sisa dari kepolisian dan juga BNN Prabumulih. "Gambaran puncak gunung es. Seolah kecil tapi dibawah permukaan itu luar biasa," jelasnya. 

Sementara Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya mengatakan Pemerintah Kota Prabumulih turut mendukung dalam pemberantasan Narkoba. Salah satunya dengan program-program yang dapat membentengi para generasi muda agar tidak terjerumus kedunia narkoba. 

Seperti, Program Baca Tulis Al Quran (BTA) serta menganjurkan sekolah untuk melaksanakan program Full Day School atau satu hari penuh di sekolah. 

"Manfaatnya tidak ada, rasanya juga tidak ada. Tapi kita bingung di Prabumulih begitu banyak narkoba. Bukan hanya pengguna tapi pemasarannya. Jadi Prabumulih imbang, prestasinya menonjol, narkobanya juga nonjol," tuturnya. 

Orang nomor satu di Kota Prabumulih ini berharap, pemberantasan narkoba tak hanya dilakukan pada tingkat pengedar melainkan sampai keakar-akarnya yakni bandar besar yang masih menghirup udara bebas.

"Ibarat kita punya mangga masam. Dipangkas tetap masam. Artinya mangga masam itu harus dipangkas habis, lalu tanam bibit baru. Itu yg sebenarnya kita harapkan dari Pemerintah Kota Prabumulih," tambahnya. (SN)
Share:

Dulang Rezeki Dibalik Manasik Haji PAUD Se-PALI

PALI-- Kegiatan Manasik Haji Mom's and Kids tingkat PAUD/TK/RA se-kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dilaksanakan Selasa (12/3) dihalaman Rumah dinas Bupati PALI menjadi berkah tersendiri bagi pedagang disekitar lokasi kegiatan.

Pasalnya, peserta dengan jumlah lebih dari 2.500 orang dari 60 PAUD dan TK/RA menyerbu para pedagang usai kegiatan dilaksanakan.

"Keinginan kami pemerintah atau panitia menggelar kegiatan sesering mungkin. Karena alhamdulillah, kami dapat rezeki dadakan dikegiatan ini. Padahal kami tidak yakin dagangan kami akan laku keras seperti ini," ujar Daus, salahsatu pedagang disekitar lokasi kegiata dengan wajah sumringah.

Sementara pada kegiatan tersebut, ribuan peserta dari PAUD/TK/RA se-kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) didampingi orang tuanya diajak Bupati PALI Ir H Heri Amalindo MM dan Bunda PAUD Hj Sri Kustina kelilingi Ka'bah serta kegiatan lainnya.

Dikatakan ketua panitia, Santi SHi, kegiatan tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan sebagai upaya pengenalan rukun islam ke-5 terhadap anak sekaligus mengajarkan tahapan dalam beribadah haji, yakni panitia menyiapkan replika Mudzlaifah kemudian peserta mengambil kerikil, setekah itu lempar jumroh, lalu Tawaf dengan mengelilingi replika Ka'bah, dilanjutkan Sa'i dan kegiatan terakhir adalah Tahalul atau potong rambut.

Seluruh peserta dipandu Ust M Kastawi Lc dari Kemenag Kabupaten PALI. Selain Bupati dan Bunda PAUD, turut serta juga Ketua DPRD PALI, Drs H Soemarjono.

"Kegiatan ini adalah Manasik Haji Moms and kids tingkat PAUD/TK/RA se-kabupaten PALI. Setiap tahun digelar, jadi kegiatan ini rutin dilakukan. Untuk peserta sekitar 2.500 orang berasal dari 60 PAUD/TK/RA," ungkap Santi.

Pada kegiatan tersebut, Bupati PALI H Heri Amalindo serta Bunda PAUD, Hj Sri Kustina terlihat larut ikuti Manasiq bersama anak-anak yang didampingi orang tuanya.

"Mengajak anak-anak kita melaksanakan kegiatan keagamaan serta mengenalkan ibadah rukun islam yang ke-5. Kami menginginkan kegiatan ini dilaksanakan rutin enam bulan atau minimal satu tahun sekali," ujar Bupati.

Bupati juga menyarankan agar pengelola PAUD/TK/RA yang ada di Kabupaten PALI agar setiap penerimaan siswa baru untuk diikutsertakan dalam kegiatan Manasiq Haji.

"Ini bagus untuk mengenalkan kegiatan keagamaan sejak dini menuju PALI Agamis," pungkasnya.(SN) 
Share:

Anak PAUD dan TK Se-PALI Diajak Bupati Kelilingi Ka'bah

PALI-- Dengan memakai baju ihrom dan didampingi orang tuanya, ribuan anak dari PAUD/TK/RA se-kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diajak Bupati PALI H Heri Amalindo tunaikan ibadah haji di halaman Rumah Dinas Bupati PALI, Selasa (12/3).

Kegiatan tersebut dikatakan ketua panitia, Santi SHi merupakan kegiatan rutin tahunan ,yakni Manasiq Haji Mom's and Kids tingkat PAUD/TK/RA se-kabupaten PALI.
 "Para santri bersalaman dengan Bupati PALI Heri Amalindo saat Manasiq Haji"

Santi juga menjelaskan bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah upaya pengenalan rukun islam ke-5 terhadap anak sekaligus mengajarkan tahapan dalam beribadah haji, yakni panitia menyiapkan replika Mudzlaifah kemudian peserta mengambil kerikil, setekah itu lempar jumroh, lalu Tawaf dengan mengelilingi replika Ka'bah, dilanjutkan Sa'i dan kegiatan terakhir adalah Tahalul atau potong rambut.

"Kegiatan ini adalah Manasiq Haji Moms and kids tingkat PAUD/TK/RA se-kabupaten PALI. Setiap tahun digelar, jadi kegiatan ini rutin dilakukan. Untuk peserta sekitar 2.500 orang berasal dari 60 PAUD/TK/RA," ungkap Santi.
"Bupati PALI Heri Amalindo saat memotong rambut (Tahlul) para santri sebagai tanda selesainya rangkaian umrah"

Pada kegiatan tersebut, Bupati PALI H Heri Amalindo serta Bunda PAUD, Hj Sri Kustina terlihat larut ikuti Manasiq bersama anak-anak yang didampingi orang tuanya.

Seluruh peserta dipandu Ust M Kastawi Lc dari Kemenag Kabupaten PALI. (Adv/sn)
Share:

Bupati: Kita Belum Punya Data Base Pendidikan

MUARA ENIM--Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM menegaskan bahwa saat ini Pemkab Muara Enim belum memiliki data base pendidikan. Itu menyebabkan program pembangunan pendidikan belum bisa terarah secara mantap.
               “Kita belum memiliki data base jumlah murid, jumlah kelas. Kedepan saya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyusun data base tersebut,” tegas Bupati, ketika membuka acara Forum Pimpinan Daerah (FPD), Senin (11/3).
                  Dengan adanya data base tersebut, lanjutnya, sehingga pembangunan pendidikan bisa terarah. “Begitu juga bidang kesehatan, kita belum memiliki data base,”jelasnya.
                 Saat ini, lanjutnya, rumah sakit Pratama di Semende, Lubai dan Gelumbang sudah sangat bagus, namun peralatan kesehatannya belum ada. Begitu juga dokternya juga belum ada.
                “Saya berharap Dinas Kesehatan, segera membuat perencanaan menyiapkan alat kesehatan rumah sakit tersebut, Begitu juga dokternya harus segera dipersiapkan,” jelasnya.
                   Dengan terpenuhinya semua kebutuhan rumah sakit, maka pelayanan dasar kesehatan masyarakat bisa terpenuhi. Kemudian status rumah sakit tersebut nantinya diharapkan bisa menjada Badan Layan Umum Daerah (BLUD). 
Share:

Dinilai Melanggar, Bawaslu OKU Tertibkan APK Berbayar

BATURAJA – Usai memasang stiker di Alat Pergara Kampanye (APK) yang melanggar, pada Jumat (8/3) lalu, Bawaslu OKU bersama tim gabungan yang terdiri Polres, Sat Pol PP, Dinas Perhubungan, Bapenda, serta Panwascam Baturaja Timur, menertibkan APK yang melanggar tersebut.

Sebelum penertiban, Senin (11/3), Bawaslu OKU bersama tim gabungan menggelar apel bersama di Sekretariat Bawaslu OKU, yang dipimpin Ketua Bawaslu OKU, Dewantara Jaya diwakili Komisioner Bawaslu OKU Koordinator Divisi HPP dan Penyelesaian Sengketa, Anggi Yumarta dan Koordinator Sekretariat Bawaslu OKU, Djonaidi.

“Sesuai rapat koordinasi Bawaslu OKU, KPU OKU dan stakeholder, bahwa bila ada APK yang melanggar tidak sesuai zona dan tidak ada kontribusi bagi daerah dan ilegal, maka ditertibkan,” ucap Anggi.

Penertiban APK berbayar namun melanggar dibagi dua tim. Tim A yang dipimpin Komisioner Bawaslu OKU Koordinator Divisi HPP dan Penyelesaian Sengketa, Anggi Yumarta, diawali dari Taman Kota, arah Pasar Atas, masuk simpang gudang garam, Unbara dan kembali ke Sekretariat Bawaslu OKU.

Sementara Tim B dipimpin Komisioner Bawaslu OKU Koordinator Divisi Humas, Hubal dan Pengawasan, Yeyen Adrizal, dimulai dari Desa Tanjung Kemala, masuk simpang empat Sukajadi arah lintas Batu Kuning, Pusar, Talang Jawa dan Pasar Atas menuju Sekretariat Bawaslu OKU. “Diminta kepada semua pengurus parpol untuk mematuhi pemasangan APK,” tandas Anggi. (Win)
Share:

Hebat! SMK Negeri 1 PALI Terapkan USBN Berbasis Android

PALI -- Untuk pertama kalinya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tanah Abang lalukan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menggunakan android yang bakal dilaksanakan pada 11 sampai dengan 19 Maret 2019 mendatang.

Yulisa Mandasari, kepala SMKN 1 Tanah Abang mengatakan bahwa sekolahnya telah siap lakukan USBN menggunakan android.

"Mekanismenya telah kita atur dengan memakai aplikasi tersendiri, setiap peserta ujian nanti mengunduh aplikasi tersebut kemudian soal dan jawaban melalui aplikasi yang telah disiapkan," ungkap Yulisa, Senin (11/3).

Untuk jaringan, diakui Yulisa bahwa pihak sekolah telah menyiapkan Wi-Fi sendiri. "Insyaallah untuk jaringan internet kita punya tower sendiri. Untuk peserta ujian ada 36 pelajar," tukasnya.

Aplikasi untuk USBN dijelaskan Yulisa sudah disiapkan untuk meminimalisir kecurangan, yakni saat ujian dan peserta sudah masuk diaplikasi tersebut tidak bisa lagi keluar sebelum jawaban semuanya selesai.

"Banyak yang mengkhawatirkan adanya kecurangan saat ujian, karena alat yang digunakan dengan handphone android. Karena sewaktu-waktu peserta bisa saja mencari jawaban melalui google. Namun, aplikasi yang disiapkan secara otomatis akan menyatakan peserta menyelesaikan jawaban apabila keluar dari aplikasi. Jadi kami rasa, USBN akan berjalan transparan," jelasnya.

Ujian sendiri ditambahkan Yulisa berdurasi 160 menit, dalam satu hari ada dua pelajaran yang diujikan.

"Jawaban peserta akan direkap ke Provinsi, standar kompetensi kelulusan minimal 70, dan yang tidak lulus ada kesempatan untuk mengulannya," tutupnya. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts