Bejat! Guru Ini Cabuli 6 Muridnya

MUARA ENIM--Citra guru kembali tercoreng akibat oleh seorang oknum guru honor  yang mengajar di salah satu SD negeri di Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Muara Enim. Oknum guru honorer ini diduga berbuat asusila dengan melakukan mencabuli siswanya.
              Setidaknya sudah ada 6 orang siswanya yang mencadi korban pencabulan pelan oknum guru tersebut. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini oknum guru tersebut telah diamankan petugas unit Reskrim Polsek Lembak, Kamis (14/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Oknum guru tersebut bernama Mardiono (27), warga Dusun IV, Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
                 Terungkapnya aksi pencabulan itu bermula pada hari Kamis (14/3) sekitar pukul 10.00 WIB bertempat di ruang kelas 5B salah satu SD Negeri di Desa Lembak tempat pelaku mengajar.
                  Pada saat itu seorang siswa putri sebuat saja namanya Melati (bukan nama sebenarnya) yang duduk di kelas 5, hendak mengganti pakaian olahraga di ruang kelas tersebut. 
                 Tiba tiba pelaku masuk ke dalam ruangan kelas tempat siswa itu mengganti pakaian. Tanpa banyak cerita, pelaku langsung menarik rambut siswa tersebut dan melakukan  pencabulan kepada siswa tersebut.
                 Saat pelaku melakukan pencabulan tersebut, siswa tersebut tak kuasa melakukan perlawanan, tetapi menjadi ketakutan. Setelah jam sekolah selesai, siswa tersebut pulang kerumahnya. Ketika sampai dirumah, siswa tersebut menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya.
               Tak pelak lagi, orang tua siswa tersebut tak ubahnya seperti disambar petir di siang hari. Kejadian itu langsung dilaporkan orang tua siswa tersebut kepada petugas Polsek Lembak dan kepala sekolah tepat anaknya belajar.
                Pengaduan itu disampaikan orang tua siswa tersebut dengan LP/B/06/III/2019/Sumsel/Res Muara Enim/Sek Lembak tanggal 20 Maret 2019. Orang tua siswa yang melaporkan kejadian itu ke Polsek Lembak bernama Erpansyah (35), warga Dusun II, Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Muara Enim. 
                     Mendapatkan laporan tersebut, Kapolsek Lembak, Iptu Desi Azhari SH, langsung meminta Kanit Reskrimnya bersama anggota Reksrim lainnya melakukan penangkapan kepada pelaku yang tengah berada di rumahnya.
                  Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Lembak, Iptu Desi Azhari, ketika dikonfirmasi, Kamis (21/3) membenarkan penangkapan itu.
                “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan. Barang bukti yang diamankan diantaranya pakaian yang dipakai korban saat pelaku melakukan pencabulan. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 81 ayat 2 UU nomor 17 tahun 2016 perubahan kedua UU nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” jelasnya.
                    Menurutnya, pelaku menjadi guru honor disekolah tersebut mulai bulan Agustus 2018 lalu. Korban merupakan anak murid yang diajar pelaku. “Sesuai pengakuan pelaku setidaknya ada 6 siswa yang menjadi korban pencabulannya. Namun para korban lainnya belum membuat laporan kepada kita. Kasusnya masih kita dalami terus,” jelasnya. 
Share:

ADD Segera Cair, Kades Diimbau Selesaikan SPJ

PALI - Seluruh desa baik definitif maupun persiapan di wilayah Bumi Serepat Serasan diminta untuk segera menyelesaikan surat pertangungjawaban (SPJ) karena anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019 dengan total sekitar Rp105 miliar, akan segera dicairkan ke masing-masing rekening desa.

Hal itu dikatakan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Penukal Abab Lenatang Ilir (PALI) A Gani Akhmad, bahwa anggaran ADD saat ini sudah berada di dalam kas daerah Pemerintah Kabupaten PALI untuk segera dicairkan.

"Namun, masih ada beberapa desa yang belum menyelesaikan SPJ tahun sebelumnya, sehingga ADD terpaksa belum bisa dicairkan. Jadi kita masih menunggu semuanya selesai baru bisa dicairkan ADD 2019 ini," jelasnya, Senin (18/3).

Lebih lanjut dikatakanya, bahwa anggaran ADD sebesar Rp105 miliar tersebut akan dibagi kepada 65 desa definitif dan 26 desa persiapan, yang berada di lima kecamatan dalam wilayah Kabupaten PALI, diprediksi April 2019 dicairkan.

"Dibagi ke 91 desa definitif dan persiapan. Untuk jumlahnya sendiri masing-masing desa anggaranya berbeda, jadi tergantung dengan luas wilayah dan jumlah penduduk. Jadi tinggal menunggu kelengkapan SPJ bagi desa yang belum menyerahkan," jelasnya.

Sementara, Kepala Desa Persiapan Tempirai Barat Dedi Handayani mengatakan, bahwa pihaknya sangat berharap ADD 2019 bisa segera dicairkan. "Kami berharap desa-desa yang belum melengkapi SPJ bisa diselesaikan, sehingga tidak terhambat pencairanya," pintanya
Share:

Jual Sabu, Wak Peng Dibekuk Polisi

MUARA ENIM--Petugas Reskrim Polsek Lembak kembali membekuk pengedar narkoba, Selasa (19/3) sekitar pukul 13.00WIB. Kali ini petugas berhasil membekuk Sapril alias Wak Peng (48), warga Dusun III, Desa Lembak, Kecamatan Lembak, Muara Enim dirumahnya.
                Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti satu paket besar sabu seberat 2,8 gram , 17 paket kecil sabu, 1 kantong biji ganja, 5 buah pelatik besar dan 5 buah plastik kecil serta yang tunai Rp 3.069 juta. 
                  Kini  pelaku bersama barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Lembak untuk menjalani pemeriksaan. Penangkapan pelaku  hasil pengembangan dari tertangkapnya Irsan Sandi (38), warga Lekipali, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kota Prabumulih.
                  Dari  keterangan pelaku yang tertangkap duluan, bahwa barang haram itu diperolehnya dari Wak Peng (48). Berdasarkan keterangan pelaku yang tertangkap duluan itu, petugas melakukan pengembangan dengan menuju rumah pelaku Wak Peng. 
                   Ketika petugas sampai dirumah tersebut, pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan membuang barang bukti sabu. Namun sempat diketahui oleh petugas. Lantas petugas langsung meringkus pelaku tanpa ada perlawanan yang berarti.
                   Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Lembak, Iptu Desi Azhari SH, ketika dikonfirmasi, Rabu (20/3) membenarkan penangkapan tersebut. “ Tersangka diamankan hasil pengembangan dari tersangka yang telah ditangkap duluan. Kini tersangka bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani pemeriksan,” jelasnya. 
Share:

Pengunjung MTQ Sepi, Bupati Tinjau Langsung

MUARA ENIM--Pengunjung Musaboqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXVI tingkat Kabupaten Muara Enim yang berlangsung di lapangan merdeka Muara Enim terlihat sepi. Kondisi itu membuat Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, akhirnya mengunjungi kegiatan MTQ tersebut, Rabu (20/3).
               Bupati menyaksikan jalannya perlombaan pagelaran seni islam guna memeriahkan MTQ tersebut. Saat menyaksikan perlombaan itu, bupati didampingi Asisten I Pemkab Muara Enim, M Teguh Jaya, PLt Kabag Kesra Pemkab Muara Enim, Zulfikar dan Camat Kota Muara Enim, Asarli Manudin.
               “Kita kunjungi MTQ ini untuk memberikan semangat kepada para peserta lomba,” jelas bupati singkat kepada awak media ketika menuju lokasi MTQ.
                Sepinya pengunjung MTQ tersebut, membuat para para pedagang yang berjualan di stan kuliner di seputaran arena MTQ menjadi mengeluh. “Hari pertama pembukaan memang rame dan lumayan yang berbelanja, tetapi pada hari kedua dan ketiga perlombaan, pengunjungnya sangat sepi, sehingga pembeli juga menjadi sepi,” jelas salah seorang pedagang di stan kuliner tersebut.
                    Sementara itu, salah  seorang pegawai penanggungjawab stand kuliner tersebut juga mengaku pengunjung MTQ sepi sehingga berpengaruh pada penjualan pedagang kuliner.
                “Seharusnya, panitia mengerahkan masa pengunjung MTQ ini setiap hari, sehingga pengunjungnya senantiasa ramai terus,” jelasnya.
                    Dengan ramainya pengunjung, maka  penjualan makanan yang dijual para pedagang kuliner UMKM menjadi ramai pembelinya. “Kalau pengunjungnya sepi seperti sekarang ini  kasihan para pedagang tersebut, karena pembelinya menjadi sepi juga,” jelasnya. 
Share:

Masih Ngeyel, Wabup Akan Tertibkan Pedagang Bandel

MUARA ENIM--Masih banyaknya para pedagang kakilima  yang menggelar dagangan di sepanjang jalan disekitar Pasar Inpres kota Muara Enim, membuat Wakil Bupati (wabup) Muara Enim, H Juarsah SH geram. Orang nomor dua di Bumi Serasan Sekundang, Rabu (20/3) pagi sekitar pukul 08:00 wib melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Inpres untuk mengingatkan alias mengultimatum para pedagang bandel.
             Kedatangan Wabup ke pasar inpres didampingi sejumlah anggota Sat Pol PP Kabupaten Muara Enim. Meski tak ada penertiban, namun Wabup mendeadline para pedagang agar tidak lagi berjualan di jalan dan segera menempati lapak yang disediakan di halaman depan eks SMK Negeri 1 Muara Enim.
            "Jangan diulangi lagi pak, buk. Tempat kan sudah disediakan, jalan ini untuk dipakai kendaraan bukan untuk berjualan,"kata Wabup.
             Dalam sidaknya itu, Wabup pun tak segan berkomunikasi langsung dengan para pedagang yang mayoritas berjualan sayur mayur dan ikan tersebut. Namun politisi partai PKB ini mengingatkan pedagang agar patuh supaya tidak terkena penindakan."Sekali lagi tidak ada toleransi, kalau masih berjualan kami tertibkan langsung,"tegas Wabup.
             Berdasarkan pantauan, setiap pagi disepanjang jalan  Pasar Inpres kerap terjadi kemacetan lalulintas karena bagian badan jalan dipenuhi lapak-lapak para pedagang.  Selain menyebabkan kemacetan,  kondisi ini juga membuat jalanan tampak kotor akibat sampah-sampah berserakan paska pedagang berjualan.
                Sering dilakukan sosialisasi dan himbauan dari instansi terkait supaya pedagang tak lagi menggelar lapak dijalan. Bahkan, pemerintah kabupaten Muara Enim telah menyiapkan lahan untuk mereloksi pedagang supaya berjualan di depan eks SMK Negeri 1 Muara Enim.
Namun himbauan tersebut banyak tak indahkan para pedagang sehingga kondisi jalan langganan macet lantaran dipenuhi lapak pegadang. 
Share:

Pagi Pagi Kantor BPMPT Muara Enim Ludes Terbakar

MUARA ENIM--Warga Jalan Kemayoran Kota Muara Enim, Rabu (20/3) sekitar pukul 05.45 WIB mendadak heboh. Itu disebabkan  kantor Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BPMPT) kabupaten Muara Enim, yang berada di  jalan tersbut dan bersebelahan dengan gedung kantor Bupati Muara Enim tiba tiba terbakar.
               Api melalap bangunan gedung tersebut sangat cepat membuat gedung tersebut tak tersisa lagi. Bahkan seluruh dokumen penting dan berkas berkas perusahaan yang tengah mengurus proses perizinan di kantor tersebut turut terbakar. Selain itu ijazah salah seorang pegawai kantor tersebut juga turut ludes terbakar.  
                “Ada ijazah pegawai ikut terbakar. Kemungkinan pegawai tersebut tengah mengurus berkas berkas kenaikan pangkat sehingga membawa ijazahnya ke kantornya dan tidal langsung membawanya pulang,” jelas salah seorang pegawai. 
                Dalam kejadian itu, tidak saja gedung BPMTP yang terbakar, tetapi tower internet Pemkab Muara Enim juga ikut roboh. Tower tersebut roboh akibat kabel sling penahan tower tersampat mobil pemadam kebakaran saat melintas di jalan belakang gedung kantor Bupati menuju lokasi kantor BPMTP yang terbakat.  
                   Informasi dihimpun menyebutkan,  penyebab kebakaran diduga  berasal korsleting listrik diruang bagian belakang kantor. Menurut pengakuan warga sekitar, sebelum api dengan cepat menghanguskan bangunan,  mereka menyaksikan sempat terjadi percikan api dari dalam kantor sekitar pukul 05:45 WIB.
                Nahasnya, api tersebut langsung dengan cepat menyambar sejumlah barang-barang didalam kantor hingga bagian atap. Sehingga penyebaran si jago merah tak terkendali dan menghanguskan seluruh bagian gedung kantor.
                  Besarnya api juga hampir menyambar bangunan samping kantor Bupati Muara Enim. Namun, petugas Dinas pemadam Kebakaran menerjunkan sebanyak 5 unit mobil pemadam untuk menjinakkan api.Sayangnya, api telah terlanjur membesar sehingga petugas kesulitan melakukan pemadaman cepat. Petugas baru dapat menjinakkan api satu jam kemudian atau sekitar pukul 07:10 WIB.
                 Kejadian kebakaran itu mendapatkan perhatian khusus Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM yang melihat langsung ke lokasi kebakaran. Dia juga melihat tower internet di belakang gedung Pemkab Muara Enim yang rohob akibat tersambar mobil pemadam kebakaran.
                “Ini merupakan musibah. Solusinya kita memindahkan kantor BPMPT ke gedung yang baru. Kita harapkan minimal 2x24 jam kantor tersebut sudah berfungsi kembali seperti sedia kala untuk melayani masyarakat karena kantor tersebut merupakan pelayanan masyarakat,” jelasnya.
                    Terhadap dokumen dokumen yang terbakar, lanjutnya, lantinya akan dibuat laporan bencana. Kemudian nantinya dibuat dokumen baru. “Pada intinya walaupun gedung tersebut terbakar, tetapi pelaksanaan pelayanan masalah prizinan harus tetap berjalan,” jelasnya. 

Share:

Kotak Suara Dijemur, Begini Keterangan Ketua KPUD PALI

PALI--Kotak suara untuk Pemilu 17 April 2019 mendatang, yang disimpan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) di Gudang samping Mapolsek Talang Ubi, terlihat dijemur di halaman gudang tersebut pada Selasa (19/3).

Tentu saja, kotak suara yang dijemur menjadi perhatian masyarakat. Untuk menghindari persepsi buruk, Fikri Ardiansyah, Ketua KPUD PALI menyampaikan bahwa kotak suara yang dijemur itu hanya lembab dan jumlahnya hanya 7 buah.

"Kotak suara tidak ada yang rusak, hanya lembab. Itu diketahui saat gudang penyimpanan kotak suara dibongkar karena akan dipindah ke gudang sebelah," ungkap Fikri Ardiansyah, kepada media ini, Rabu (20/3).

Diakuinya bahwa saat penjemuran kotak suara, banyak masyarakat menghubunginya menanyakan penyebabnya, dan ada juga yang langsung menuduh bahwa KPUD PALI tidak profesional.

"Saat dipindah itu, seluruh kotak suara dibongkar dan terlihat banyak dihalaman gudang. Nah, karena terlihat banyak, masyarakat menganggap banyak kotak suara yang rusak, padahal kotak suara yang ada dihalaman gudang belum dimasukan karena pegawai kita tengah menyusun kotak suara yang lain di gudang sebelahnya," tukasnya.

Pemindahan kotak suara ke gudang sebelahnya telah selesai dilakukan, untuk kotak suara yang lembab dikatakan Ketua KPUD PALI bahwa kondisinya tidak rusak.

"Sebenarnya tidak terlalu lembab, itu akibat ada dibagian paling bawah dan berada dekat dinding. Tapi sekarang sudah aman dan kering. Alasan pindah gudang, karena gudang bekas kotak suara nantinya akan digunakan untuk pelipatan kertas suara, dimana saat ini kertas suara diperkirakan datang ke KPUD PALI pada Rabu malam ini," pungkasnya.(SN) 
Share:

Bobol Rumah Warga Lawang Kidul, Indra Lesmana Dibekuk Polisi


MUARA ENIM,--Petugas Polsek Lawang Kidul, akhirnya berhasil membekuk satu dari dua pelaku pembobol rumah milik Zulkagus (35), warga perumahan MTS Jalan Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim yang terjadi pada  (9/1) sekitar pukul 21.00WIB.

Pelaku diketahui bernama Indra Lesmana (27), seorang buruh warga BTN PAMA, Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim. Pelaku ditangkap petugas di rumahnya, Senin (18/3) sekitar pukul 11.00 WIB.
Kini pelaku bersama barang buktinya telah diamankan petugas di Mapolsek Lawang Kidul. Sedangkan teman pelaku yang telah diketahui identitasnya telah ditetapkan sebagai DPO.

Aksi pembobolan itu dilakukan pelaku bersama temannya pada saat korban pergi ke rumah mertuanya. Lantas pelaku bersama temannya masuk dari pintu belakang rumah tersebut dan mengambil barang barang berharga milik korban.
Pada saat korban pulang kerumahnya, dilihatnya semua isi rumahnya sudah berantakan dan barang barangnya sudah hilang. Lalu kejadian itu dilaporkannya ke Polsek Lawang Kidul.

Lalu petugas menindak lanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya pelaku berhasil membekuk pelaku.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Selasa (19/3) membenarkan penangkapan itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 363 KUHP,” jelasnya. (SN)

Share:

Warga Ulak Bandung Kaget, Ada Mayat Mengapung Di Sungai


MUARA ENIM - Warga Desa Dusun V, Desa Ulak Bandung, Kecamatan Ujanmas, Muara Enim, Senin (18/3) sekitar pukul 16.30 WIB mendadak heboh. Itu terjadi setelah seorang warga menemukan sesosok mayat laki laki ditemukan mengapung di tepian Sungai Lematang.

Belakangan diketahui masyarakat tersebut bernama Edwin Praja (24), warga Dusun VII, Desa Ujanmas Baru, Kecamatan Ujanmas, Muara Enim.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi bernama Weldi (15), seorang pelajar yang merupakan warga desa setempat. Pada sore itu, saksi pergi ketepian Sungai Lematang bertujuan hendak mandi.

Ketika sampai di pinggir sungai tersebut,  melihat sesuatu mengapung di pinggir sungai. Lalu dia menarik benda yang mengapung tersebut. Betapa terkejutnya dia, pada saat ditarik ke pinggir sungai ternyata mayat manusia.

Lalu penemuan itu dilaporkannya kepada Kepala Desa Ulak Bandung, Yusriadi. Lantas kejadian itu dilaporkan sang Kepala Desa kepada petugas Polsek Gunung Megang.
Mendapat laporan tersebut, petugas meluncur ke lokasi kejadian dan mengevakuasi mayat Mr tersebut serta melakukan identifikasi.

Dari hasil identifikasi yang dilakukan petugas, ternyata mayat tersebut diketahui bernama Edwin Praja (24). Korban pergi dari rumahnya pada hari yang sama pada pukul 13.00 WIB, mengendarai sepeda motor yamaha mio BG 6657 OW.

Dia hendak mencari adiknya.  Korban diduga terpeleset ke Sungai Lematang hingga terbawa arus sungai saat hendak membuang air kecil. Pada saat mayat korban ditemukan, kunci sepeda motornya masih berada di dalam kantong celananya. Kemudian sepeda motornya juga masih ditemukan di pinggir Sungai Lematang Desa Ujanmas Lama, tak jauh dari korban terpeleset.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Selasa (19/3) membenarkan penemuan mayat tersebut. “Kuat dugaan korban hanyut ke sungai akibat terpeleset saat membuang air kecil dipinggir sungai tersebut.” Jelasnya. (SN)

Share:

Wakil Walikota Prabumulih Lantik 35 Pejabat ASN Esselon II, III dan IV


PRABUMULIH – Wakil Walikota Prabumulih lantik 35 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, S.H di gedung kesenian rumah dinas Walikota Prabumulih, Dalam acara tersebut Sekitar 8 orang pejabat Esselon II, 14 orang pejabat Esselon III dan 13 Pejabat Esselon IV telah resmi dilantik untuk mengisi jabatan baru diantaranya Camat RKT, Camat Cambai, Lurah Cambai, Lurah2 Mangga Besar dan Dokter Madya di RS.Umum Daerah Kota Prabumulih serta beberapa Kepala Bidang diruang lingkup Pemerintah Kota Prabumulih, selasa (19/3/19)

"Wakil Walikota Prabumulih H. Adriansyah Fikri, SH saat memasangkan Tanda Pangkat pada pejabat Eselon III dan IV Kota Prabumulih "

Walikota Prabumulih Ir.H.Ridho Yahya, MM melalui Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH dalam sambutannya mengatakan Pejabat ASN yang telah dilantik dan diambil sumpahnya diharapkan mampu melayani masyarakat tanpa pandang bulu dan mementikan kepentingan orang banyak dari pada kepentingan pribadi

“Bagi pejabat yang dilantik kita harapkan mampu melayani masyarakat dengan baik dan jangan sampai ada kasus pungli seperti lurah yang viral beberapa waktu lalu” ucapnya

Dalam sesi wawancara usai pelantikan Pejabat di lingkungan Pemkot Prabumulih kemarin Wakil Walikota Prabumulih H.Andriansyah Fikri, SH mengatakan kepada awak media jika para pejabat yang telah dilantik tidak memberikan pelayanan yang baik dan tidak mau menerima keluhan masyarakat maka dirinya melalui Pemerintah Kota Prabumulih akan melakukan evaluasi terkait kinerja para ASN

“yaa setiap tiga bulan sekali kita akan lakukan evaluasi untuk memantau kinerja para ASN yang telah menduduki jabatan baru, jangan terlena dengan jabatan dan manfaatkan lah sebaik mungkin” tegasnya kepada wartawan
"Prosesi pengambilan sumpah jabatan saat pelantikan Pejabat ASN Eselon III dan IV digedung Kesenian Rumdin Walikota Prabumulih"

Sementara itu, Joni Panhar, ST,MM Lurah Mangga Besar yang saat ini resmi dilantik dalam jabatan barunya Sekretaris Camat Prabumulih Utara Kota Prabumulih disela acara mengatakan sangat bersyukur dengan posisi jabatan yang saat ini diemban dan dirinya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Prabumulih yang telah memberinya amanah untuk melayani masayarakat

“Allhamdulillah kita banyak bersyukur masih bisa melayani masyakat dan kita akan terus meningkatkan pelayanan yang terbaik khususnya warga Prabumulih Utara” ucapnya (Adv/sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts