Dihadapan Paripurna, Bupati Katakan UHC di PALI Tertinggi Ketiga Setelah Muara Enim dan Lahat

PALI--Peningkatan pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) maupun pada Puskesmas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) telah berupaya meningkatkan status. Seperti RSUD Talang Ubi telah terakreditasi. Dari 7 Puskesmas, sudah 6 Puskesmas telah terakreditasi dan satu Puskesmas masih proses akreditasi.

Hal itu diketahui saat Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Heri Amalindo menyampaikan jawaban atas pandangan umum anggota dewan atas nama fraksi dewan dihadapan forum rapat paripurna IV DPRD PALI dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati PALI tahun 2018, Selasa (2/4).

"Akreditasi merupakan indikator kualitas pelayanan kesehatan terutama di pelayanan kesehatan tingkat pratama," ujar Bupati.

Disamping itu, Bupati PALI menyampaikan keberhasilan upaya pemerintah dalam pelayanan kesehatan yakni Pemkab PALI telah laksanakan UHC atau Universal Health Coverage JKN-KIS dengan presentasi 95,5 persen.

"Pelaksanaan UHC di PALI merupakan tertinggi ketiga di Provinsi Sumatera Selatan setelah Muara Enin dan Lahat," terangnya.

Dalam hal pendidikan  Bupati juga menyatakan bakal berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan terkait masih adanya SMA atau SMK yang masih kekurangan ruang laboratorium dan sarana komputer karena wewenang SMA dan SMK atau sederajat merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi.

Terkait Lingkungan Hidup (LH), Bupati akui telah melakukan langkah sebagai berikut, apabila ada pipa yang sudah tua maka pemerintah sampaikan surat teguran terhadap perusahaan Migas bersangkutan agar pipa yang sudah tidak kayak lagi untuk segara diganti.

"Apabila ada pipa bocor karena korosi, maka kita tegaskan perusahaan bersangkutan untuk segara melakukan pembersihan dan pemulihan lingkungan," tukasnya.

Untuk listrik PLN yang sering byar pet,  dikatakan Bupati dikarenakan sumber listrik PALI berasal dari gardu induk yang ada di Gunung Megang yang jaraknya cukup jauh, serta banyak gangguan lainnya diantaranya adanya pohon tumbang menimpa kabel listrik.

"Kami berharap dukungan semua masyarakat untuk berpartisipasi dalam memelihara jaringan listrik agar kondisi mati hidup listrik PLN bisa diminimalisir," ajaknya.

Pada rapat paripurna tersebut, dipimpin langsung ketua DPRD PALI Drs Soemarjono diikuti 17 anggota dewan dari 25 anggota keseluruhan. Rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban bupati atas pandangan umum anggota dewan atas nama fraksi dewan terhadap pembahasan LKPJ Bupati PALI tahun 2018 kemudian di skor sampai Senin (8/4) mendatang.(SN) 
Share:

Bupati OKU Lantik Tujuh Pejabat Anyar

BATURAJA - Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs H Kuryana Azis melantik tujuh pejabat baru setingkat esselon II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat, Senin (1/4). Pelantikan dilaksanakan di ruang rapat Abdi Praja, Kantor Setda Kab OKU.

Pelantikan ini sesuai tertuang dalam lampiran putusan Bupati OKU, Nomor :821/416/KPTS/XLII/III.3/2019, tentang Pengangkatan dan Peminsahan PNS dalam Jabatan pimpinan tinggi pratama dan administrator lingkungan Kab OKU.

Pejabat yang dilantik antara lain, mantan Pjs Bupati Muaraenim, Tedi Meilwansyah S.STP MM. Setelah mengikuti tahapan Assessment dan lelang jabatan yang dilakukan Pemda OKU, Tedi terpilih untuk mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan OKU.

Selanjutnya setelah lama duduk di "bangku lanjang" sebagai Pelaksana Bagian Organisasi Setda Kab Ogan Komering Ulu (OKU),  Feri Iswan resmi dilantik sebagai Kabag Humas dan Protokol Setda OKU, menggantikan Riduan, yang sekarang ini mengemban amanat baru sebagai Kepala Bidang (Kabid) Persidangan dan Perundang-undangan DPRD OKU.

Riduan sendiri menggantikan pejabat sebelumnya Alfarizi yang mendapat kedudukan baru sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan OKU.

Pada kesempatan pelantikan itu, Bupati OKU Drs H Kuryana Azis, mengucapkan selamat kepada ASN Pemkab OKU yang baru saja dilantik menduduki jabatan baru. Pelantikan yang dilakukan ini kata Bupati, sesuai dengan hasil ujian asasement kemarin.

"Selamat bekerja kepada yang baru saja dilantik. Terima kasih atas pengabdiannya kepada pejabat sebelumnya," kata Bupati.

Bupati berpesan kepada pejabat yang baru saja dilantik untuk bekerja sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya. Patuhi dan pahami aturan yang berlaku. Jalin komunikasi dan hubungan yang baik.

Bupati menyampaikan pesan terhadap para pegawai yang baru dilantik untuk terus menunjukan kemampuan dan kinerja masing-masing.

Dikatakan Kuryana, pelantikan ini hal biasa dilakukan guna melakukan penyegaran, selain itu juga ada beberapa pejabat yang masuk massa pansiun.

Pelantikan ini hasil assessment proses lelang jabatan. Saya pastikan di OKU tidak ada jual beli jabatan," tegas Kuryana seraya menambahkan di tahun 2019 ini direncanakan masih akan ada pergantian pejabat terutama yang mau pensiun. (Adv/windra)
Share:

Bupati Minta OPD Serius Tangani PMKS


MUARA ENIM,---- Mulai bermunculannya para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kota Muara Enim, disikapi serius oleh Bupati Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, MM. Sikaf itu diperlihatkan  orang nomor satu di Muara Enim ini, dengan  meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengambil tindakan khusus dalam menangani  para PMKS ini.
               ​Pantauan orang nomor satu di Bumi Serasan Sekundang ini, terlihat para PMKS berjalan - jalan di jalanan umum atau jalan protokol Kota Muara Enim dengan tampilan tidak wajar.

"Tolong ajak Dinas Sosial, dan Satuan Polisi Pamong Praja bicarakan mengenai ini," pinta Bupati dihadapan Jajarannya, beberapa hari lalu.

               Menurut Bupati, sangat tidak elok dan tidak indah Kota Muara Enim yang menjadi pusat percontohan Kecamatan - Kecamatan dalam Kabupaten Muara Enim tidak bisa mengatasi masalah PMKS. Apalagi predikat Kota Adipura melekat pada Kota Muara Enim.

               Sementara itu, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Drs. Teguh Jaya, mengatakan permasalahan PMKS sudah cukup teratasi dengan Kabupaten Muara Enim menjadi percontohan penanganan terbaik bidang PMKS, pada tahun 2015 lalu dengan kehadiran Meteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa.

                Menurutnya, Pemkab Muara Enim, memiliki Pusat Pelayanan Terpadu khusus menangani PMKS. Terhadap para PMKS telah dilakukan rehalibitasi di Rumah Sakit Ernaldi Palembang dan Dinas Sosial Bengkulu yang telah berkerjasama dengan Pemkab Muara Enim.

               Diakuinya, saat menjabat Kepala Dinas Sosial Muara Enim, pernah bersitegang dengan Pemerintah Kabupaten Lahat terkait pengoperan dari kehadiran PMKS ini.
"Kedepan para PMKS ini sangat perlu kehadiran Kepala OPD untuk mengatasinya. Kepala OPD harus berperan aktif,” ponta Teguh. (Sn)

Share:

Diduga Sakit, Gelandangan Tewas di Terminal​


MUARA ENIM - Seorang gelandangan tanpa identitas ditemukan tewas dilantai Kantin UPTD Terminal Kota Muara Enim, Senin (1/4) sekitar pukul 06:00 wib.​ 
Mayat berjenis kelamin laki-laki ​ berperawakan kurus, berambut hitam ikal, dengan jenggot dan kumis tebal pertama kali ditemukan oleh Ahmad Safei (67) petugas kebersihan terminal.​

Saat itu, Safei yang hendak membersihkan lantai kantin melihat korban terbujur kaku dengan posisi terlentang tidur tanpa alas.​ 

Awalnya, Safei menduga korban yang biasa menghabiskan malam diteminal hanya sedang terlelap. Namun setelah dibangunkan, korban tak juga bangun-bangun sehingga saksi pun curiga korban telah meninggal.

Mendapati kondisi korban tersebut, saksi pun melaporkan kejadian itu ke Polres Muara ​ Enim.​ Sehingga petugas pun langsung melakukan olah TKP dan membawa mayat tersebut ke Kamar Mayat RSUD Rabain Kota Muara Enim.​
Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kabag Ops Kompol Irwan Andeta mengatakan pihanya belum dapat mengungkap identitas mayat tunawisma yang ditemukan. Hal itu lantaran saat ditemukan petugas tak menemukan kartu dan petunjuk identitas apapun ditubuh korban.​ 

"saat ditemukan, ​ korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dalam kondisi terlentang tidur dilantai Terminal, diduga korban adalah seorang tunawisma karena memang kerap tidur dilokasi terminal,"ungkap Irwan.
Sejauh ini pihaknya juga belum dapat mengungkap penyebab​ 

kematian korban. Pihak kepolisian secara resmi masih menunggu Visum dari Rumah Sakit dan Identifikasi Satreskrim Polres Muara Enim.
"Dugaan sementara korban tewas karena sakit dideritanya, sebab ditubuh korban petugas tak menemukan luka ataupun tanda-tanda ​ kekerasan,'pungkasnya.(sn)


Share:

Curi Motor, Iwan Dapat Hadiah

PRABUMULIH -- Satu lagi pelaku curanmor (pencurian kendaraan bermotor) berhasil diringkus Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat pimpinan AKP Murshal Mahdi, S.E., M.M, Senin (1/4/2019) sekira pukul 14.00 WIB.

Pelaku yaitu Iwan Mulyadi (35 tahun) warga Dusun II Mendalu kecamatan Peninjauan kabupaten OKU ditangkap berdasarkan laporan korbannya atas nama Maryedi yang kehilangan satu unit sepeda motor  di jalan Alipatan samping Palm kids kelurahan Wonosari kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih pada November tahun 2017 yang lalu.

Pelaku sendiri ditangkap oleh Tim Opsnal Polsek Prabumulih Barat pimpinan Kanit Reskrim Ipda Darmawan, S.H pada hari Senin (1/4/2019) sekira jam 14.00 Wib di gang Rambang kelurahan Pasar II kecamatan Prabumulih Barat kota Prabumulih.

Saat akan ditangkap pelaku berusaha melawan petugas dan melarikan diri, bahkan petugas yang melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali tidak dihiraukan oleh pelaku, sehingga membuat petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku sebanyak dua kali.

Selanjutnya pelaku dibawa ke RSUD Kota Prabumulih untuk mendapatkan perawatan, selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Prabumulih Barat untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah motor yamaha vega warna hitam dan satu buah kunci letter T.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Barat AKP Murshal Mahdi, S.E., M.M membenarkan penangkapan pelaku curanmor. Saat ini pelaku masih menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Atas Tindakanya, Pelaku akan diancam pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan.

“Karena memberikan perlawanan saat akan ditangkap, pelaku akhirnya kita lumpuhkan di kaki nya sebanyak dua lobang. Akibat ulahnya, pelaku akan dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” Tegas AKP Murshal.
Share:

Dianggap Membahayakan, Warga Pasang Garis Keamanan Dijalan Longsor Desa Pandan

PALI-- Jalan poros penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuju Prabumulih dan Palembang yang letaknya di Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI saat ini kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, jalan tersebut sudah nyaris putus karena longsor akibat tergerus arus sungai Lematang.

Warga sekitar pun berinisiatif memasang garis keselamatan agar pengguna jalan lebih berhati-hati saat melintas di lokasi jalan yang longsor.

"Bukan hanya di jalan Desa Pandan saja, tetapi jalan Desa Sedupi Kecamatan Tanah Abang juga kita pasang garis keselamatan, karena kondisi jalan itu cukup membahayakan masyarakat pengguna jalan, terlebih warga yang belum paham kondisi jalan tersebut," ujar Romil, warga setempat, Senin (1/4).

Diakui Romil, bahwa ada jalan lingkar baru sebagai pengganti jalan lama Desa Pandan, tetapi kondisi jalan baru itu cukup parah dan sulit dilalui kendaraan.

"Kami berharap pemerintah untuk mencarikan solusi dalam mengatasi masalah ini. Sebab, kalau dibiarkan jalan akan semakin habis dan tidak menutup kemungkinan bakal jatuh korban," pintanya.

Terpisah, Hairul Mursalin, anggota Komisi II DPRD PALI yang membidangi pembangunan meminta pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas PU agar secepatnya cepat tanggap memperbaiki titik jalan yang rusak untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sebelum melanjutkan pembangunan jalan lingkar, kami berharap pihak PU untuk memperbaiki atau mencari upaya lain agar keluhan warga teratasi. Masalah pembangunan jalan lingkar baru, saya lihat ada kejanggalan, dan pihak PU agar mengevaluasi pihak pelaksana karena saya nilai ada kesalahan dalam perencanaan, serta kami berharap pihak PU mempertimbangkan kontur tanah agar bangunan jalan bisa awet," tandasnya.

Sebelumnya, Etty Murniaty Kepala Dinas PUBM PALI mengatakan bahwa Pemkab PALI bakal menyelesaikan jalan baru di Desa Pandan yang sebelumnya baru dilakukan pengerasan.

"Tahun 2019 ini jalan tersebut akan rampung dikerjakan dengan dicor beton. Selain jalan tersebut, jalan arah jembatan Tanjung Dalam juga bakal rampung dicor sehingga memudahkan masyarakat dalam beraktivitas," terangnya.(SN) 
Share:

Penyampaian Pandangan Umum Fraksi PPPKS Nyaris Batal, Penyebabnya Begini

PALI--Penyampaian pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi dewan diwarnai sedikit kisruh, dimana saat Edi Eka Puryadi saat akan menyampaikan pandangan umum fraksi gabungan PPP dan PKS (PPPKS) menanyakan pantas atau tidaknya pakaian yang dikenakan ketua fraksi saat ikuti rapat paripurna.

Perkataan Edi Eka Puryadi langsung mendapat sanggahan dari Hairul Mursalin, ketua Fraksi bahkan keberatan penyampaian pandangan umum fraksi PPPKS untuk dibacakan.

Tetapi kisruh internal fraksi PPPKS langsung ditengahi ketua DPRD Drs H Soemarjono, dan ketua dewan sekaligus memimpin rapat paripurna tersebut menanyakan ketua fraksi PPPKS menandatangani atau tidak.

Edi Eka Puryadi pun menjawab bahwa ketua fraksi PPPKS menandatangani laporan pandangan umum terhadap pembahasan LKPJ Bupati PALI tahun 2018.

"Karena sudah ditandatangani, maka itu sudah sah. Untuk itu, lanjutkan untuk menyampaikan pandangan umum fraksi PPPKS," perintah ketua Dewan.

Diketahui bahwa pada Senin (1/4), DPRD PALI menggelar Rapat paripurna IV dalam rangka pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati PALI tahun 2018 dengan agenda penyampaian pemandangan umum anggota dewan atas nama fraksi dewan.

Dimana fraksi PDIP disampaikan Dedi Arman, fraksi partai Demokrat disampaikan Tuti Ilsan, fraksi PAN disampaikan Abdul Wahab, fraksi partai Golkar disampaikan Suarno, fraksi gabungan Hati Berbintang disampaikan Sudarmi dan terakhir fraksi PPPKS disampaikan Edi Eka Puryadi.

Namun diakhir penyampaian fraksi PPPKS, Edi Eka Purayadi langsung mendatangi kursi ketua fraksi PPPKS ,Hairul Mursalin dan mereka berpelukan.  (SN)
Share:

Mati Lampu, UNBK di PALI Terhambat

PALI-- Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) bagi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang dimulai Senin ini (1/4), rupanya tidak semulus yang diharapkan, pasalnya sejumlah sekolah terpaksa molor jadwal ujiannya lantaran arus listrik PLN mati jelang UNBK digelar.

Kondisi terhambatnya UNBK disejumlah SMA diakui Zainul, ketua MKKS SMA Kabupaten PALI.

"Jalur listrik dari gardu Prabumulih mati, imbasnya tiga sekolah yang tergantung pada jalur tersebut menunggu listrik nyala. Sekolah tersebut adalah SMA PGRI Tanah Abang, SMAN 3 Abab dan SMA YPNH," ungkap Zainul, Senin (1/4).

Sampai pukul 09.30 WIB, dikatakan Zainul listrik belum juga nyala, dipastikan jadwal ujian akan molor beberapa jam.

"Kepala sekolahnya laporan dengan kami, meraka menunggu listrik nyala. Tapi untuk SMAN 1 Tanah Abang tidak ada laporan, mungkin sekolah tersebut pakai genset," tukasnya.

Untuk sekolah lain, dijelaskan Zainul tidak mengalami kendala, UNBK sesuai jadwal. "Selain tiga sekolah itu, semuanya sesuai jadwal. Jaringan internet, semua sekolah memasang Wi-Fi sendiri, jadi alhamdulillah untuk jaringan tidak ada kendala," terangnya.

Jumlah peserta UNBK SMA/Aliyah di Kabupaten PALI disebutkan Zainul berjumlah 714 siswa dan diharapkan tahun ajaran 2019 ini seluruhnya bisa lulus.

"Kita harapkan sama seperti tahun lalu, yakni 100 persen lulus. Terlebih semua sekolah tahun ini sudah mandiri, karena telah memiliki komputer dan kurangnya meminjam milik wali murid setelah melalui rapat dengan komite," urainya.

Zainul juga mengemukakan hampir semua sekolah membagi ujian menjadi beberapa season.

"Seperti di SMAN 1 Talang Ubi yang membagi 4 season dengan dua ruang ujian, dimana jumlah peserta UNBK ada 250 siswa, jadi ujian ini selesai pada pukul 16.00 WIB," pungkasnya. (SN) 
Share:

DJ Goldy Rise Guncang Queen of Party

PALEMBANG - D'fairway Lounge & Sport Bar yang berada di Jl. Veteran, Merbau Palembang kembali menggelar event special bertemakan " Queen Of Party ", dengan menghadirkan Questar dari Belarus Negara di Eropa Timur dengan ibukota Minsk sabtu malam (30/03).

Para tamu D'fairway di manjakan dengan perfom DJ Goldy Rise berasal dari Belarus, ditambah keindahan dekorasi lampu UV serta gemerlap lampu juga musik-musik yang diracik seperti R & B, Hip Hop, Dancehall & Mashup yang meningkatkan mood para tamu, tak hanya itu para pengunjung D'fairway juga di hibur penampilan dari resident DJ reza_cun, erosemusic dan dflow_band menambah meriahnya suasana.

DJ Goldy Rise yang memiliki nama asli marina ini saat di wawancarai awak media melalui pesan singkat WhatsApp messenger seusai perfom mengatakan "Saya sebelum tampil di D'fairway saya sudah bermain di Malio Club di Jakarta dan di Hangout di Pekanbaru, ini merupakan tour saya DJ saya di Indonesia" ungkap perempuan kelahiran 25/06/1990 itu.

Sebelum memulai karir nya di dunia DJ, DJ Goldy Rise pernah bekerja di radio DJ FM di ibukota Kiev, Ukraina. Yang merupakan stasiun radio salah satu yang paling terkenal tentang musik DJ di negara ini, dari sana dirinya bisa sangat dekat untuk memulai karir DJ nya.

DJ Goldy Rise yang telah menggeluti profesi DJ selama 8 tahun ini juga memiliki hobby olah raga "saya untuk gaya hidup sehat, jadi saya suka olahraga berenang, gym, tenis meja. Selain itu juga saya juga terinspirasi oleh membaca buku-buku tentang psikologi, membaca buku membantu saya untuk memahami diri saya dan hidup saya" ujarnya.
Share:

Manfaatkan Kesempatan mengantar, Andre Perkosa Teman Wanitanya

MUARA ENIM--Pebuatan bejat Andre Aprila (26), warga Desa Sialingan, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim, akhirnya berujung di jerusi besi Polsek Lembak.
               Pelaku diamankan petugas Polsek Lembak, diduga terlibat kasus pemerkosaan kepada teman wanitanya berinisial SA (24), warga Dusun III, Desa Muara Sungai, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih.
               Pelaku diduga nekat melakukan pemerkosaan kepada korban di sebuah pondok kebun karet di kawasan Desa Gaung Asam, Kecamatan Lembak, Muara Enim, pada Selasa (26/3) sekitar pukul 14.30WIB.
              Kejadian itu dilaporkan keluarga korban ke Polsek Lembak dengan LP /B/07/III/2019/Sumsel/Res.M Enim.
            Menindaklanjuti laporan tersebut petugas Polsek Lembak dipimpin Kapolsek, Itu Desi Azhari SH Msi bersama anggota Reskrimnya, berhasil membekuk pelaku, Jumat (29/3) sekitar pukul 23.30WIB. Kini pelaku berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Lembak.
          Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, kejadian itu bermula dari pada Selasa (26/3) sekitar pukul 14.30 WIB, pelaku menjemput korban dirumahnya dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu korban minta antarakan ke RM Siang Malam untuk naik mobil travel menuju Palembang.
             Akan tetapi, ketika dalam perjalanan, pelaku membawa korban pergi mengelilingi sejumlah ruas jalan di kawasan Kecamatan Belida Darat. Ketika sampai di jalan Desa Gaung Asam, pelaku menghentikan laju sepeda motornya dengan berhenti di sebuah pondok kebun karet.
            Ketika berada di dalam pondok tersebut, pelaku diduga memaksa korban untuk menyalurkan nafsu syahwatnya. Saat itu korban, sudah berupaya melakukan perlawanan dengan menendang pelaku. Namun karena fisik pelaku cukup kuat, membuat korban tak kuasa melakukan perlawanan.
               Akhirnya, pelaku berhasil melampiaskan nafsu syahwatnya kepada korban. Usai melaksanakan perbuatannya, pelaku mengancam korban untuk tidak menceritakannya kepada siapapun.
             Kemudian pelaku mengantarkan korban menuju simpang 4 Gelumbang untuk naik mobil travel menuju Palembang. Ketika sampai di Palembang, korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada keluaraganya.
                Tidak terima dengan perbuatan pelaku, keluarga korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Lembak. Atas laporan tersebut, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil membekuk pelaku yang tengah berada di Desa Beliung, Kecamatan Belida Darat, Muara Enim. Kepada petugas pelaku mengakui perbuatannya.
                Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta dan Kapolsek Lembak, Iptu Desi Azhari, ketika dikonfirmasi, Minggu (31/3) membenarkan penangkapan itu.
            “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan, kasusnya masih dilakukan pemeriksaan,” jelasnya. 

Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts