Taman Prabujaya Kembali Jadi Tempat Mesum Gratis

PRABUMULIH -- Taman Kota Prabujaya Kota Prabumulih, dikelurahan Prabujaya Kecamatan Prabumulih Timur kembali menjadi sorotan.

Setelah heboh penggerebekan pasangan mesum yang diduga "wik wik"  Januari lalu, baru baru ini video perbuatan sepasang remaja diatas tribun taman kota membuat heboh.

Aksi dua remaja yang diduga tengah mabuk kepayang itu,  direkam  oleh salah satu pengunjung. Video berdurasi 10 detik itu, menunjukkan keduanya berbuat mesum dengan berciuman.

Tak diketahui kapan waktu kejadian tersebut, namun menurut sejumlah informasi aksi tak terpuji itu dilakukan Rabu (4/4).

Tak hayal, video tersebut langsung tersebar kemedia sosial. Banyak pihak menyayangkan kejadian tersebut, dengan berharap pengawasan di Taman Kota Prabujaya makin diperketat.

"Ini bukan sekali, sudah sering. Kami warga berharap Taman Kota tak jadikan tempat mesum, apalagi banyak anak anak yang sering ketaman kota," kata Rahman salah satu warga yang menerima video viral tersebut melalui pesan WA.

Warga lainnya berharap, petugas Sat Pol PP yang ada di Taman Prabujaya lebih intens memeriksa taman kota. "Harus rajin patroli, apolagi kalau sudah ado cewek cowok masuk cumo beduo itu patut dicurigai," ungkap Rizky. 
Share:

Jelang Pemilu, Disdukcapil Layani Perekaman Sampai Hari Pencoblosan


PALI. Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April 2019 mendatang, dimana salahsatu syaratnya penduduk harus memiliki KTP Elektronik, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) akan terus melayani warga yang belum memiliki KTP-el dan belum melakukan perekaman sampai hari pemungutan suara dilaksanakan.

Hal itu dikatakan Rismaliza, Kepala Disdukcapil PALI. Menurutnya, pelayanan administrasi kependudukan terutama perekaman untuk KTP-el tidak ada kata libur, bahkan pihaknya bakal siap jemput bola untuk lakukan perekaman.

"KTP-el sangat penting bagi seluruh warga yang telah berumur 17 tahun, bahkan pemilih pada Pemilu nanti syaratnya harus miliki KTP-el," ujar Rismaliza.

Untuk itu, Disdukcapil siap layani masyarakat yang belum terdaftar pada DPT untuk lakukan perekaman.

"Warga yang sudah lalukan perekaman bisa meminta surat keterangan (Suket) sebelum KTP-el tercetak. Suket tersebut bisa dipergunakan untuk menyalurkan hak pilihnya saat Pemilu mendatang meskipun KTP-el belum selesai," tukasnya.

Dalam mendorong masyarakat yang belum miliki KTP-el, Rusmalina akui bahwa pihaknya terus lakukan pelayanan jemput bola atau memanfaatkan momen acara besar untuk lakukan pelayanan perekaman.

"Kalau ada kesepakatan kita lalukan pelayanan perekaman. Kita juga langsung mencetak database warga yang telah siap dicetak dan langsung kita serahkan saat pelayanan," pungkasnya.(SN)
Share:

Minimalisir Perceraian, Bupati PALI Himbau Warganya Matangkan Usia Pernikahan

PALI--Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengajak masyarakat ikut program Keluarga Berencana (KB), karena menurut Bupati KB bukan hanya berurusan dengan alat kontrasepsi melainkan juga untuk merencanakan keluarga demi masa depan serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ajakan itu disampaikan saat Bupati hadiri kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan bagi Balita dan Lansia di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi, Kamis (4/4) yang digagas TP.PKK Kabupaten PALI bekerjasama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI.

"Bagaimana akan sejahtera kalau hidup kita tidak terencana. Jadi cukup dua anak cukup, dengan ikut ber-KB," ajak Bupati.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menghimbau masyarakat untuk menghindari pernikahan usia dini, karena dari data Pengadilan Agama Muara Enim, PALI menyandang peringkat pertama dalam hal perceraian.

"Peringkat pertama itu bukan prestasi, tetapi kita semua harus malu karena 80 persen kasus perceraian di Pengadilan Agama Muara Enim berasal dari PALI, dan tertinggi di Kecamatan Talang Ubi. Salahsatu penyebab perceraian tinggi akibat pernikahan usia dini, untuk itu hindari. Nikah belum waktunya juga banyak risiko, hal terkecil saja ketika usia anak atau remaja menikah lalu punya anak, tentunya mereka belum siap," imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, Bupati juga didampingi istrinya, Ir Hj Sri Kustina serta dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Yunitha Arifin, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Drs Waspi, tokoh pemuda PALI, Rahmad Sahid serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

Pada sambutannya, istri Bupati PALI, mengatakan bahwa dalam kegiatan yang digagas TP.PKK kabupaten PALI bekerjasama dengan DPPKBPPPA PALI yakni pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemenuhan gizi bagi anak dan Lansia.

"TP.PKK PALI telah banyak melakukan kegiatan, salahsatunya pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita, sosialisasi IVA termasuk pemeriksaan sejak dini terhadap kanker servick dan kanker payudara. Sosialisasi TB Paru sekaligus pemberian makanan tambahan bagi penderita TB paru, program SMS (Stop Meseng Sembarangan), posyandu anak, posyandu Lansia juga TP.PKK telah resmikan posyandu terintegrasi," papar Istri Bupati.

Diakuinya beberapa program TP.PKK yang telah dilaksanakan menerima penghargaan. "Salahsatunya program SMS, PALI mendapat peringkat 30 tingkat nasional, dan peringkat pertama di provinsi Sumatera Selatan untuk kategori masyarakatnya yang tidak membuang air besar sembarangan. Artinya kita bisa mendahului kabupaten/kota lain yang ada di Sumsel," terangnya.

Berkat program SMS juga dijelaskan Istri Bupati, Pemkab PALI memberikan reward terhadap 30 Kepala Desa (Kades). "Yang desanya dinyatakan bebas meseng sembarangan, 30 Kadesnya diberangkatkan ibadah umrah ke tanah Suci Makkah," tukasnya.

Sementara itu, Drs Waspi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyatakan apresiasinya terhadap Pemkab PALI yang telah memberangkatkan 30 Kades untuk umrah berkat desanya bersih dimana masyarakatnya telah sadar dalam menjaga lingkungannya dengan tidak membuang air besar sembarangan.

"Seperti di Kampung KB Desa Suka Damai yang Kadesnya berangkat umrah, artinya desa ini sejak diresmikan Jadi Kampung KB banyak mengalami perubahan. Dan kami berharap, sektor lain juga dapat meningkat menuju keluarga sejahtera, sesuai tujuan Kampung KB membentuk desa mandiri, sejahtera, sehat dan berkualitas," ungkap Drs Waspi.

Kepala DPPKBPPPA PALI, Dra Yenni Nopriani menyebutkan bahwa pada kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan juga dilaksanakan pelayanan KB gratis, perekaman KTP-el, dan pelayanan PAP smear.

"Kampung KB merupakan program strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini tentu perlu dorongan dan dukungan semua pihak juga lintas sektoral, dimana ada instansi  terkait dalam membangun dan mengembangkan Kampung KB yakni DPPKBPPPA, Dinkes, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinsos, Dinas LH, Disdukcapil, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan BPBD," terangnya.(Adv)
Share:

Angka Perceraian di PALI Masih Tinggi, Bupati Ajak Warganya Hindari Nikah Muda

PALI--Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Ir H Heri Amalindo MM mengajak masyarakat ikut program Keluarga Berencana (KB), karena menurut Bupati KB bukan hanya berurusan dengan alat kontrasepsi melainkan juga untuk merencanakan keluarga demi masa depan serta upaya peningkatan kesejahteraan keluarga.

Ajakan itu disampaikan saat Bupati hadiri kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan bagi Balita dan Lansia di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi, Kamis (4/4) yang digagas TP.PKK Kabupaten PALI bekerjasama Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) PALI.

"Bagaimana akan sejahtera kalau hidup kita tidak terencana. Jadi cukup dua anak cukup, dengan ikut ber-KB," ajak Bupati.

Pada kesempatan itu juga, Bupati menghimbau masyarakat untuk menghindari pernikahan usia dini, karena dari data Pengadilan Agama Muara Enim, PALI menyandang peringkat pertama dalam hal perceraian.

"Peringkat pertama itu bukan prestasi, tetapi kita semua harus malu karena 80 persen kasus perceraian di Pengadilan Agama Muara Enim berasal dari PALI, dan tertinggi di Kecamatan Talang Ubi. Salahsatu penyebab perceraian tinggi akibat pernikahan usia dini, untuk itu hindari. Nikah belum waktunya juga banyak risiko, hal terkecil saja ketika usia anak atau remaja menikah lalu punya anak, tentunya mereka belum siap," imbuhnya.

Pada kegiatan tersebut, Bupati juga didampingi istrinya, Ir Hj Sri Kustina serta dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri PALI, Yunitha Arifin, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, Drs Waspi, tokoh pemuda PALI, Rahmad Sahid serta sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemkab PALI.

Pada sambutannya, istri Bupati PALI, mengatakan bahwa dalam kegiatan yang digagas TP.PKK kabupaten PALI bekerjasama dengan DPPKBPPPA PALI yakni pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita di Kampung KB Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pemenuhan gizi bagi anak dan Lansia.

"TP.PKK PALI telah banyak melakukan kegiatan, salahsatunya pemberian makanan tambahan bagi Lansia dan Balita, sosialisasi IVA termasuk pemeriksaan sejak dini terhadap kanker servick dan kanker payudara. Sosialisasi TB Paru sekaligus pemberian makanan tambahan bagi penderita TB paru, program SMS (Stop Meseng Sembarangan), posyandu anak, posyandu Lansia juga TP.PKK telah resmikan posyandu terintegrasi," papar Istri Bupati.

Diakuinya beberapa program TP.PKK yang telah dilaksanakan menerima penghargaan. "Salahsatunya program SMS, PALI mendapat peringkat 30 tingkat nasional, dan peringkat pertama di provinsi Sumatera Selatan untuk kategori masyarakatnya yang tidak membuang air besar sembarangan. Artinya kita bisa mendahului kabupaten/kota lain yang ada di Sumsel," terangnya.

Berkat program SMS juga dijelaskan Istri Bupati, Pemkab PALI memberikan reward terhadap 30 Kepala Desa (Kades). "Yang desanya dinyatakan bebas meseng sembarangan, 30 Kadesnya diberangkatkan ibadah umrah ke tanah Suci Makkah," tukasnya.

Sementara itu, Drs Waspi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyatakan apresiasinya terhadap Pemkab PALI yang telah memberangkatkan 30 Kades untuk umrah berkat desanya bersih dimana masyarakatnya telah sadar dalam menjaga lingkungannya dengan tidak membuang air besar sembarangan.

"Seperti di Kampung KB Desa Suka Damai yang Kadesnya berangkat umrah, artinya desa ini sejak diresmikan Jadi Kampung KB banyak mengalami perubahan. Dan kami berharap, sektor lain juga dapat meningkat menuju keluarga sejahtera, sesuai tujuan Kampung KB membentuk desa mandiri, sejahtera, sehat dan berkualitas," ungkap Drs Waspi.

Kepala DPPKBPPPA PALI, Dra Yenni Nopriani menyebutkan bahwa pada kegiatan Gerakan Kampung KB dan pemberian makanan tambahan juga dilaksanakan pelayanan KB gratis, perekaman KTP-el, dan pelayanan PAP smear.

"Kampung KB merupakan program strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga. Ini tentu perlu dorongan dan dukungan semua pihak juga lintas sektoral, dimana ada instansi  terkait dalam membangun dan mengembangkan Kampung KB yakni DPPKBPPPA, Dinkes, Dinas PU, Dinas Perkim, Dinsos, Dinas LH, Disdukcapil, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan BPBD," terangnya.(SN) 
Share:

Percepat Pencetakan KTP El, Capil Prabumulih Siap Lembur Hari Libur

PRABUMULIH--Bagi warga Kota Prabumulih, yang belum melakukan perekaman dan mencetak KTP EL dihari kerja, jangan khawatir. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Prabumulih siap lembur dengan memberikan pelayanan dihari libur, Sabtu dan Minggu. 

"Ini sebagai upaya percepatan kepemilikan KTP EL menjelang pemilihan presiden dan Legislatif 17 April.  Dengan dasar surat edaran dari Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri), " ujar Plt Kadisdukcapil Amilton, Kamis (4/4). 

Dibukanya pelayanan dihari libur kata Amilton, memberikan kesempatan kepada warga yang belum melakukan perekaman dihari kerja.

"Kalau hari biasa mungkin banyak yang tidak  sempat merekam, jadi bisa dihari sabtu dan minggu. Silahkan datang ke Capil pemkot Prabumulih, bisa mencetak dan juga merekam KTP EL, " ungkapnya. 

Yudhi Apriadi SH selaku Kabid Pengelolaan Administrasi Kependudukan menambahkan, pelayanan mulai dibuka pagi hingga selesai.

"Petugas stanby di pemkot, di lantai 1 dan lantai 7. Kami berharap warga memanfaatkan kesempatan ini. Karena harapan kita semua warga sudah melakukan perekaman dan memiliki KTP EL," tuturnya.(SN)
Share:

KPPSD Desa Ujan Mas Baru Disumpah

MUARA ENIM-- Keseriusan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ujanmas Baru, kecamatan Ujanmas, kabupaten Muara Enim didalam menggelar Pilkades serentak yang akan dihelat di bumi Serasan Sekundang pada bulan September mendatang terlihat dengan telah dilantiknya tujuh orang anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa Ujanmas Baru.

Ketua BPD Ujanmas Baru Pendrizal, S.Pd, MM menerangkan bahwa penetapan dan pelantikan serta pengambila sumpah jabatan ketujuh Panitia ini dilakukan atas adanya surat pemberitahuaan dari Bupati Muara Enim tentang pelaksanaan Pilkades serentak tahun 2019. Sehingga BPD langsung membentuk KPPSD ini untuk mensukseskan Pilkades ini.

"Dengan dilantiknya tujuh orang komesioner KPPSD yang terdiri dari Ketua, wakil ketua, sekertaris, bendahara, dan tiga anggota yang terdiri dari dua unsur perangkat desa dalam hal ini operator desa dan lima orang berasal dari tokoh masyarakat ini telah ditandainya proses Pildes di desa Ujanmas Baru sudah siap dijalankan oleh panitia ini," terang kepala SMA Negeri 1 Ujanmas pada media ini, Rabu (03/04/2019) di kantor Kepala Desa Ujanmas Baru.

Lanjut Pendri tugas dan fungsi dari KPPSD ini adalah mempersiapkan dan menyelenggarakan pesta demokrasi di desa ini sehingga jangka waktu yang diberikan cukup lama yaitu mencapai delapan bulanan.

"Panitia ini dilantik oleh BPD dan bertugas selama delapan bulan sejak 02 April 2019 hingga proses pelntikan kepala desa terpilih pada bulan Desember 2019 mendatang," lanjut Pendri.

Masih kata Pendri dia berpesan kepada panitia agar mampu menjaga netralitas serta menjalankan tugas dengan baik sehingga nantinya proses pelaksanaan Pildes ini berjalan dengan aman dan lancar.

Sementara itu Ketua KPPSD Ujanmas Baru yang baru saja dilantik Endang Saputra, S.Pd meminta dukungan dan bimbingannya dari pihak DPMPD, Kecamatan, Pemdes, dan BPD serta masyarakat Ujanmas Baru, sehingga pelaksanaan Pildes ini akan berjalan dengan baik tanpa ada halangan ataupun rintangan.

"Kami bertujuh mohon dukungan, bimbingan, saran, serta pendapat seluruh stek holder terkait hingga proses pelaksanaan Pildes ini akan berjalan dengan baik serta tingkat partisifatif masyarakat untuk memimilih tinggi, hingga nantinya akan didapat pemipin terbaik diantara yang terbaik untuk desa kita ini," pungkasnya.

Adapun Komisioner dan anggota KPPSD desa Ujanmas Baru kali ini yaitu Ketua Endang Saputra, S.Pd, wakil ketua, Imro, S.Pd, Sekertaris, Rian Hardianto, SE, Bendahara Drs. M. Shaleh, M.Pd.I, dan dibantu anggota Sandra Hudin, serta dua operator desa yaitu Risma Yusafa dan Linda Astria.
Share:

Kejar Satu Pelaku Pencuri Sawit

MUARA ENIM - Tim Trabazz Polsek Gunung Megang masih mengejar salah seorang pelaku pencuri sawit inisial T di Kebun Sawit PT. Surya Bumi Agro Langgeng Blok 06 Divisi I Kebun Enau Desa Pagar Jati  Kec. Benakat Kab. Muara enim. Hal tersebut setelah pelaku lainnya, Marwan (35) tertangkap lantaran mobil pengangkit sawit curian mogok. 

Informasi dihimpun, awal kejadian pada senin (1/4) sekitar pukul 11.00WIB Erzet yang merupakan mandor melapor bahwa ada kehilangan sawit di kebun nlok 06 divisi kebun enau. Tak jauh terdapat mobil ford rangger nopol BG 8402 LD dalam keadaan mogok dengan bermuatan sawit.

Hal tersebut langsung dilaporkan me securty dan polsek gunung megang, dan di dapati Dodi, Marwan dkk. Setelah di introgasi Dodi adalah pembeli buah sawit tersebut dari Marwan.

Sedangkan Marwan, disuruh menjual buah sawit tersebut oleh Sdr. S (DPO) atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sebanyak Rp. 2.787.086,- ( dua juta tujuh ratus delapan puluh tujuh ribu delapan puluh enam rupiah) dan melaporkan kejadian tersebut ke polsek Gn. Megang.

Menindak lanjuti LP tsb diatas Team Trabazz Polsek Gunung Megang langsung melakukan penyelidikan pelaku, lalu Team Trabazz Polsek Gunung Megang yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Akp Feryanto, SH dan Kanit Reskrim Aiptu M. Fadhli langsung berangkat ketempat pelaku dan langsung melakukan penangkapan.

"Pelaku sudah kami tangkap, dan masih ada satu pelaku lain berinisial S yang masih kami kejar karena otak pemcurian," ujar Kapolsek AKP Feriyanto SH.

Saat ini pelaku dan barang bukti sudah berada di polsek untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Peruatan inu masuk dalan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 363 KUHP," tukasnya.
Share:

Kurangi Resiko Kecelakaan Ketja, Pekerja Bangunan Ikut Uji Sertifikasi

MUARA ENIM - Sebanyak 30 pekerja bangunan atau bidang konstruksi diwilayah Kabupaten Muara Enim mengikuti uji sertifikasi on job training.

Uji sertifikasi digelar oleh Pemerintah Kabupaten Muara Enim bekerjasama Balai Jasa Konstruksi Wilayah II Palembang, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Bina Kontruksi di ruang rapat Serasan Sekundang Pemkab Muara Enim, Selasa (2/4).

Bupati Muara Enim diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Amrullah Jamaludin mengatakan Sesuai amanat Undang-Undang Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017 Pasal 70 mengatur bahwa setiap pekerja konstruksi yang bekerja di sektor konstruksi wajib memiliki sertifikat kompetensi kerja. 

"Sertifikasi ini juga diperlukan untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja konstruksi yang diakibatkan oleh kurang terampilnya SDM yang bekerja,"kata Amrullah

Dijelaskannya, sertifikat akan membuktikan bahwa tenaga kerja dapat kompeten di bidangnya. sehingga kualitas pekerjaan yang diharapkan bisa terjamin. Terlebih saat ini diakuinya jumlah tenaga kerja konstruksi yang memiliki sertifikat masih sangat minim 
"Dari total 7 juta pekerja hanya 9 persen yang ada sertifikat,"jelasnya


Kondisi itu, lanjutnya jelas sangat mengancam para pekerja konstruksi lokal. Sebab para pekerja lokal akan kesulitan bersaing dengan tenaga kerja asing.

Disisi lain setiap perusahaan bidang jasa konstruksi juga diwajibkan memiliki tenaga kerja bersertifikat. Bahkan kebijakannya ini telah diedarkan Pemkab Muara Enim kepada sejumlah lembaga dan asosiasi bidang jasa konstruksi. 

"Untuk itu kami pun mengharapkan kesadaran seluruh penyedia jasa konstruksi di Kabupaten Muara Enim agar mengikutsertakan tenaga kerja mereka untuk mengikuti uji sertifikasi ini,"paparnya
Share:

Bupati Ajak Generasi Muda Proaktif Jaga dan Sosialisasikan Gua Harimau


Kapuslit Arkenas Balitbang  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, I Made Geria memberikan  pelakat tentang profile Gua Harimau kepada Bupati  OKU, H Kuryana Azis.

BATURAJA - Bupati OKU, H Kuryana Azis mengajak ratusan siswa yang menghadiri acara sosialisasi Rumah Peradaban di Gua Putri Desa Padangbindu, Kecamatan Semidang Aji agar menyebarkan informasi mengenal situs cagar budaya unggulan di Bumi Sebimbing Sekundang, yakni Gua Harimau di lingkungan masing-masing.

"Tujuannya agar seluruh warga OKU bisa tahu dengan detail mengenai sejarah keberadaan Gua Harimau supaya keberadaannya semakin dikenal luas oleh masyarakat," kata Bupati didampingi Kadin Pariwisata OKU, Paisol Ibrahim, saat menjadi pembicara dalam acara sosialisasi Rumah Peradaban di Gua Putri, Selasa (2/4).

Selain itu Kuryana juga mengajak pihak terkait melestarikan tinggalan budaya dan memanfaatkan situs Gua Harimau  yang bisa mengangkat nama Kabupaten OKU ke tingkat nasional tersebut.

Sementara Kepala Pusat Penelitiaan Arkeologi Nasional  Balitbang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI,  I Made Geria mengatakan, Gua Harimau adalah Rumah Peradaban tempat belajar sejarah  budaya leluhur. "Dengan mengenal budaya  leluhur kita akan menjadi bangsa yang berkeribadian dan memiliki peradaban.  Kita akan tahu darimana asal kita, siapa kita dan mau kemana kita," katanya.

Sedangkan arkeolog Nasional, Prof  DR  Harry  Truman  Simanjuntak dalam paparannya mengatakan,  Kabupaten OKU memiliki sejarah yang panjang. Di Situs Gua Harimau ada lima point /peradaban, pertama para leluhur sudah menghuni Gua Harimau semenjak 22.000 Tahun Yang Lalu (awal Masehi).

Kedua penghuni Gua Harimau dihuni oleh Manusia Modern Awal (MMA), ada dua ras menghuni Gua Harimau yakni Australomelanesia dan Monggoloid. "Ada kebersamaan antara dua ras penduduk pertama dengan pendatang baru. Mereka bercampur secara biologis dan budaya. Ada toleransi yang tinggi dalam kehidupan dua ras tersebut," katanya.

Ketiga Leluhur yang menghuni Gua Harimau sudah memiliki karya seni dan keempat para leluhur di Gua Harimau mampu berinteraksi dengan dunia luar dilihat dari tinggalan budaya perunggu  yang didatangkan dari Vietnam (budaya dongsong). Dan kelima Gua Harimau memberikan kontribusii penting bagi kemajuan ilmu pengetahuan. (Sn)
Share:

Dihujami Bacokan, Yanto Nyaris Tewas Dan Saat Ini Masuk RSUD Talang Ubi

PALI - -Yanto (35), warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus menjalani perawatan intensif di RSUD Talang Ubi, setelah enam orang pelaku menyerangnya secara membabi buta.

Kejadian berdarah itu terjadi, Rabu (3/4) sekitar pukul 07.50 WIB, di Desa Persiapan Jerambah Besi, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, berawal saat korban sedang duduk-duduk di salah satu pondok warung kopi milik warga setempat.

Tiba-tiba datanglah enam orang pelaku mengendarai sepeda motor ke warung tersebut, satu pelaku yang diketahui berinisial Rn (DPO), menghampiri korban dan terjadilah perbincangan. Setelah beberapa menit, pelaku Rn dan rekanya tersulut emosi.

Tak ayal, senjata tajam jenis golok dan pisau pingang, yang memang telah dibawa oleh beberapa para pelaku langsung menghantam tubuh korban, sehingga korban bersimbah darah dengan luka bacok dibagian wajah, kepala dan pundak, serta luka tusuk dibagian pingang.

Merasa terancam korban mencoba melarikan diri. Melihat korban sudah sempoyongan, keenam pelaku langsung menghidupkan sepeda motornya dan kabur melarikan diri menuju Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI.

Warga yang mengetahui kejadian itu, langsung ramai dan mendatanggi ko
rban yang sudah terkapar ditanah dalam keadaan tubuh sudah berlumuran darah. Dan langsung dibawa warga ke Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Talang Ubi.

Sementara, Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan ST, didampinggi Katim Buser Tim Elang Aipda Hairil Rozi mengatakan, bahwa pihaknya saat ini telah mengantonggi nama-nama pelaku dan tengah memburu keenam pelaku tersebut.

"Identitas pelaku sudah kita ketahui, saat ini kita sedang mengejar semuanya. Motifnya sendiri para pelaku menanyakan kepada korban terkait adanya keluarga pelaku yang kehilangan sepeda motor, buntut itu maka terjadilah kejadian itu," terangnya.

Terpisah, korban Yanto mengaku bahwa pelaku yang membacok dan menusuknya hanya tiga orang, sedangkan tiga orang lainya hanya melihat keadaan sekitar. "Tiga orang yang menyerang aku. Mereka menanyakan sepeda motor dan menuduh saya mengambil heandpone keluarganya," pungkasnya. (SN)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts