Longsor, Akses PALI - Palembang Via Pandan Terhambat


PALI - Jalan poros penghubung Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menuju Kota Prabumulih dan Palembang yang berada di wilayah Desa Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI saat ini kondisinya kian memprihatinkan. Badan jalan semakin menyempit akibat lebih separuh bahu jalan longsor akibat tergerus aliran sungai Lematang.

Kondisi itu tentu menyulitkan masyarakat pengguna jalan, terlebih saat ini intensitas hujan masih tinggi membuat jalan licin yang tentunya mengintai keselamatan pengguna jalan.

Seperti dikeluhkan Romil warga Kecamatan Tanah Abang, bahwa pada titik jalan yang longsor kerap kendaraan roda empat yang hendak melintas terjebak lubang sehingga pengendara lain terhambat dan harus menunggu kendaraan yang terjebak bisa keluar.

"Memang ada jalan baru yang dibangun Pemkab PALI, tetapi kondisinya lebih parah dari jalan lama yang longsor itu. Tetapi kalau melewati jalan lama yang longsor itu, warga harus ekstra hati-hati karena jalan sudah sangat sempit dan licin kalau ditimpa hujan," ungkap Romil.

Terkadang diakui Tris,  warga lainnya asal Kecamatan Abab, bahwa apabila warga Kecamatan Tanah Abang, Abab dan Penukal yang hendak menuju Prabumulih atau Palembang sering terjebak apabila melintas di jalan itu.

"Kami pernah memutar arah melalui jalur Payu Putat, tetapi lagi-lagi jalur itu putus akibat banjir. Untuk itu kami berharap ada upaya cepat pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini, karena jalur poros PALI-Palembang via Pandan dan Modong merupakan akses vital masyarakat," pintanya.

Terpisah, Etty Murniaty, kepada Dinas PUBM Kabupaten PALI saat dihubungi media ini, Minggu (5/5) mengatakan bahwa pihaknya tengah mengupayakan sementara untuk atasi longsornya jalur Pandan Modong.

"Dan untuk jalan baru di Desa Pandan sebagai pengganti jalan lama yang longsor, tahun ini kita akan lakukan pengecoran," terangnya. (SN)
Share:

Jelang Ramadhan Harga Kebutuhan Pangan di PALI melonjak naik


PALI - Jelang bulan suci Ramadan, bahan pangan disejumlah pasar di wilayah Bumi Serepat Serasan terus merangkak naik, yang paling signifikan adalah harga bawang putih, dimana pada Minggu (5/5) di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi, harga bawang putih mencapai Rp 70.000/kg dari harga sebelumnya pada minggu lalu yang hanya Rp 55.000/kg.

Bukan hanya bawang putih, kenaikan harga bahan pangan juga dialami bawang merah yang mencapai Rp 50.000/kg dari sebelumnya Rp 40.000/kg. Harga ayam potong pun ikut-ikutan naik, yang kini mencapai Rp 33.000/kg, ayam merah Rp 60.000 dan daging sapi Rp 130.000/kg. Sementara untuk harga cabe masih terpantau stabil.

"Kami juga tidak tahu penyebabnya, kenapa setiap jelang puasa selalu naik. Kalau kami jual sesuai harga pasar," ungkap Mista, salahsatu pedagang bahan pangan di pasar Pendopo.

Lain halnya dengan pembeli yang merasa beban pengeluaran untuk menutupi kebutuhan hidup semakin mencekik. Karena sebagian besar masyarakat bergantung pada hasil sadapan karet, yang meskipun harga getah mengalami peningkatan tetapi belum sebanding dengan melambungnya harga kebutuhan pokok.

Seperti dikeluhkan Intan, warga Bhayangkara Kecamatan Talang Ubi. Dirinya berharap agar ada upaya pemerintah dari pusat untuk menekan harga bahan pokok agar tidak terjadi kenaikan saat jelang puasa atau jelang hari-hari besar.

"Saat ini beban hidup kami semakin tinggi, tidak sesuai dengan penghasilan. Terlebih jelang puasa dan mendekati lebaran. Pasti kebutuhan meningkat sementara penghasilan tetap rendah. Jalan terakhir menutupinya adalah berhutang," keluhnya.
Share:

Sesalkan Demo Ricuh, Aka Cholik Minta Polisi Bebaskan Pendemo Yang Ditangkap


PALI – Tuntutan para pendemo dihalaman Kantor Bawaslu Kabupaten PALI yang sempat ricuh dengan para petugas keamanan kemarin siang, karena menurut pengunjuk rasa proses pemungutan suara pada Pemilu 17 April 2019 lali diduga ada kecurangan dalam proses penghitungan suara, rupanya berbuntut panjang.

Kejadian yang berawal ketika ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (Mantab) melakukan unjukrasa didepan halaman kantor Bawaslu PALI yang awalnya berjalan lancar dan berakhir dengan aksi dorong-dorongan dengan petugas keamanan yang berada ditempat kejadian

Diketahui ratusan warga yang menuntut agar pihak Bawaslu melakukan Pemilihan Suara Ulang (PSU).

Warga yang datang dengan jumlah masa yang besar memaksa masuk kedalam kantor untuk menemui ketua Bawaslu, namun hal tersebut sempat terjadi kericuhan karena tidak diizinkan oleh petugas dengan alasan demi keamanan.

Akibat kejadian itu puluhan petugas TNI dan Polri yang berjaga-jaga dilokasi turut menjadi korban keberingasan warga yang menuntut agar pihak Bawaslu segera melakukan PSU didaerah yang diduga ada kecurangan.

Buntut dari kisruhnya aksi demo tersebut, sejumlah warga yang dianggap pihak kepolisian sebagai
provokator ditangkap.

Menyikapi masalah tersebut, tokoh masyarakat Lematang, Aka Cholik Darlin meminta kebijakan kepolisian agar warga yang ditangkap untuk segera dibebaskan.

"Menanggapi kejadian tersebut, saya juga turut prihatin dan menyesalkan aksi itu berakhir ricuh. Tetapi saya berharap kepolisian bisa bijak dengan mengeluarkan warga yang ditangkap," ujarnya, Sabtu (4/5).

Aka Cholik menilai apabila pihak keamanan dan pengunjuk rasa bisa menahan diri, kerusuhan tidak akan terjadi. (sn)
Share:

Karena Api Cemburu, Ilham Bacok Ustra


MUARA ENIM,----Diduga karena cemburu akhirnya parang yang berbicara. Itulah yang dilakukan Ilham Sapratama (21), warga Desa Darmo, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim.

Diduga karena cemburu, dia nekat membacok tubuh Ustra Apriadu (24), warga desa yang sama menggunakan sebilah parang. Peristiwa itu terjadi di jalan Kamboja, Desa TegalRejo, Kecamatan Lawang Kidul, Muara Enim, Senin (29/4) sekitar 01.00 WIB.

Akibatnya korban mengalami luka bacok pada lengan tangan sebelah kirinya. Kejadian itu dilaporkan korban ke Polsek Lawang Kidul dengan LP/B-24/V/2019/Sumsel/Res M Enim.

Menindak lanjuti laporan tersebut, petugas berhasil membekuk pelaku Kamis (2/5) sekitarpukul 12.00 WIB, saat berada di rumah temannya di Desa Tegal Rejo.

Kejadian itu bermula dari korban datang ke rumah saksi Ardiana di Desa Tegal Rejo. Lalu datang pelaku kerumah tersebut. Saat itu pelaku menaruh wajah tidak senang kepada korban, karena cemburu.

Sebab, pelaku mengaku bahwa Adriana adalah pacarnya. Sehingga antara pelaku dan korban sempat terlibat keributan mulut. Pada saat terlibat keributan, pelaku mengambil sebilah parang di dapur rumah saksi dan membacokannya ke arah tangan korban.

Saksi sempat melerai keduanya berkelahi, dan korban berhasil melarikan diri dengan kondisi tangannya yang terluka. Korban langsung mendapatkan perawatan di RSU HM Rabain Muara Enim.

Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwaqn Andeta, ketika dikonfirmasi, Jumat (3/5) membenarkan kejadian itu. “Pelaku bersama barang buktinya telah berhasil diamankan untuk menjalani proses hukum,” jelasnya. (sn)
Share:

Sembilan Bulan Menjabat, Bupati Lantik Ratusan Pejabat


MUARA ENIM,-- Guna merealisasikan visi dan misi untuk memajukan pembangunan di Muara Enim,  Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, telah melantik “Kabinet” Merakyat. Kabinet merakyat yang dilantik tersebut  264 pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Muara Enim berlangsung di Balai Agung Serasan, Jumat (3/5).

Pelantikan itu disaksikan juga Wakil Bupati, H Juarsah SH, Sekda Ir H Hasanudin MSI, Asisten III Pemkab Muara Enim, Ir H Abdul Nadjib MM, serta para dinas kepala badan di lingkungan Pemkab Muara Enim.

Adapun pejabat yang dilantik terdiri dari 1 orang pejabat eselon II b, 24 orang pejabat eselon III a, 63 orang pejabat eselon III B, 169 orang pejabat eselon IV a dan 5 orang pejabat eselon IV b serta 2 orang pejabat fungsional madya.

Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, tujuan diadakannya pelantikan  dikarenakan adanya kekosongan dibeberapa  jabatan yang ada di organisasi perangkat daerah yang disebabkan pejabat yang memasuki usia pensiun.

Kemudian, lanjutnya, ada juga pejabat yang dilakukan rotasi. “Ini kita lakukan tidak lain  hanya untuk penyegaran terhadap jabatan yang diemban dan ada juga pegawai  yang promosi, baik itu menduduki jabatan administrator, maupun jabatan pengawas serta beberapa perangkat daerah yang mengalami perubahan nama jabatan dan pembentukan perangkat daerah baru seperti Dinas Pariwisata,” jelasnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu telah dilakukan uji kesesuaian terhadap 10 orang pejabat pimpinan  tinggi pratama. Hal itu lanjutnya, telah dikordinasikan dengan Komisi Aparatur Sipil Negara(KASN) di Jakarta.

“Saya berharap  setelah selesai pelantikan ini, saudara saudara dapat memulai melaksanakan tugas sebagaimana  yang telah diamanahkan  kepada saudara,” tegasnya.

Dia berharap, agar pejabat yang dilantik supaya lebih bersemangat dalam bekerja dan bertanggungjawab dalam  tugas yang diamanahkan. Sehingga dapat melaksanakan visi dan misiKabupaten Muara Enim yang merakyat, agamis, berdaya saing, mandiri sehat dan sejahtera. (sn)
Share:

Intensifkan Monitoring Pasar Cegah Lonjakan Harga


MUARA ENIM - Pemerintah Kabupaten Muara Enim intensif melakukan pemantauan harga beserta stonya disejumlah pasar tradisional di Kabupaten Muara Enim. Hal ini guna mengantisipasi terjadinya lonjakan harga sembilan kebutuhan pokok (Sembako) selama bulan ramadhan hingga lebaran.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi anggota TPID dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga dan ketersediaan bahan pangan menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah di Ruang Rapat Bupati Muara Enim, Jumat (3/5).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Muara Enim, Drs. Syarpudin mengatakan Pemkab Muara Enim siap mengintensifkan monitoring pasar guna menghindari gejolak kenaikan harga selama bulan suci. Bila selama ini tiga bulan sekali , maka monitoring harga kini dilakukan setiap hari.

"Selain monitoring, Pemkab Muara Enim juga siap mengadakan pasar murahm, sebelumnya pasar murah telah kita selenggarakan di Kecamatan Semendo Darat Laut 29 April dan 30 April di Kecamatan Gunung Megang,"kata Syarfudin disela rapat.

Lanjutntya, operasi pasar murah juga rencananya digelar jelang Idul Fitri 1440 Hijriah di dua Kecamatan meliputi Gunung Megang dan Rambang Dangku.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Muara Enim, Sukerik, SE, mengatakan sejauh ini patokan bahan pangan penyebab inflasi sejauh ini tercatat pada angka 0,44 persen yang masuk angka normal.

"Sedangkan bahan pangan acuan inflasi yang bisa terjadi sehingga harga pasaran naik yaitu bawang merah, bawang putih, jeruk dan daging ayam ras,"ungkapnya

Sementara itu, Perwakilan Bulog Regional Lahat, Arief Alhadiat, mengatakan cadangan stok beras untuk Kabupaten Muara Enim sebanyak 1.644 ton, daging 3 ton, gula 8 ton dan terigu 1 ton yang kesemua bahan pangan ini masuk kategori aman untuk kebutuhan bulan Mei hingga Juni tahun 2019.

"Gejolak beras menjadi mahal bila tidak cepat membagikan beras rastra, Bulog juga melakukan pasar murah guna mengantisipasi harga pasar,"kata Arief.

Wakil Bupati Muara Enim H Juarsah mengatakan  ketersediaan pangan beras, minyak goreng, telur, daging ayam, daging sapi, BBM, LPG, bawang merah, dan bawang putih di pasar - pasar Kabupaten Muara Enim harus terjaga aman dan harga terkendali.

"Secara umum tidak ada masalah mengenai penanganan bahan pangan dari hasil rapat koordinasi ini, stok pangan aman dan harga terkendali menghadapi bulan Ramadhan," kata Wabup.

Wabup berharap kondisi tersebut bisa terus bertahan hingga Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. "Dengan pasar terjaga stok pangan dan harga pangan normal, masyarakat bisa tenang menghadapi Ramadhan," ujar Wabup. (sn)
Share:

Aliansi Mantap Gruduk Bawaslu PALI, Puluhan Pengunjuk rasa diamankan


PALI - Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Masyarakat Tanah Abang Abab Bersatu (MANTAP) di kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten PALI berakhir ricuh, Jumat (3/5/2019).

Akibatnya, sejumlah anggota TNI dan Polri mengalami luka akibat aksi unjuk rasa yang menuntut agar dilaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Kabupaten PALI, yaitu kecamatan Tanah Abang dan Abab.

Tidak hanya itu, puluhan massa yang diduga sebagai aktor terjadinya aksi saling lempar batu dan kericuhan pun sudah diamankan pihak kepolisian dan dibawa langsung ke Mapolres Muara Enim.

Sebelum ricuh, ratusan massa mencoba masuk ke kantor Bawaslu yang sudah dijaga ketat aparat keamanan. Bahkan, koordinator massa sempat menyampaikan orasi tuntutannya di depan kantor Bawaslu kabupaten PALI.

Namun sayang, setelah lebih kurang satu jam massa menyampaikan tuntutannya, tidak ada satu pun perwakilan Bawaslu yang menemui massa. Aksi pun berlanjut sampai dorong-dorongan, dan kemudian aksi saling lempar batu antara massa tidak terhindarkan.

Plt. Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten PALI Rizal Pahlevi, AP MSi, mengatakan bahwa permasalahan yang disampaikan oleh massa tersebut harusnya dilakukan secara mekanisme yaitu, dari pleno di tingkat KPPS, PPS, hingga pleno kecamatan. "Jadi kalau ada keberatan, silahkan sampaikan pada saat KPPS dan PPK, karena di KPPS dan PPK sudah ada pleno. Proses yang diselenggarakan oleh penyelenggara Pemilu sudah clear," ungkapnya.

Rizal juga menerangkan, kalau pun ada kelompok-kelompok yang keberatan harusnya menggunakan mekanisme yang ada, jangan sampai mencederai proses rekapitulasi yang sedang berlangsung.

"Kami sangat menyesalkan adanya kejadian hari ini, apalagi Aliansi MANTAP tidak terdaftar di Kesbangpol dan tidak berbadan hukum," tutupnya.

Sementara itu, sampai berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun TNI terkait aksi unjuk rasa yang melukasi sejumlah anggota TNI dan Polri.(sn)
Share:

Hasil Pleno, Prabowo - Sandi Raih Suara Tertinggi

MUARA ENIM--Pada tahapan terakhir Pemilu, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muara Enim melakukan rekapitulasi perolehan suara 2019. Dalam Rapat pleno terbuka yang dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Muara Enim, tercatat pasangan Prabowo – Sandi unggul perolehan suara dari pasangan Jokowi – Amin.

Berdasarkan data hasil pleno KPU Muara Enim, pasangan nomor urut 01, Jokowi-Amin meraih 123.783 suara, sementara pasangan nomor urut 02 Prabowo – Sandi meraih 227.333 suara.

Ketua KPUD Muara Enim, Ahyaudin mengatakan, pleno berlangsung lancar meskipun ada beberapa protes yang dilakukan terhadap KPU.

Tapi itu biasa dan merupakan dinamika saat kita melaksanakan Pleno, dan semua bisa di akomodir,” ujarnya.

Lanjutnya, dalam pleno ada beberapa protes yang dilakukan, ada saksi yang protes namun bukan mandat partai.

Itu tidak bisa diakomodir, sisanya semua bisa diatasi. Ada juga yang meminta dibukakan kotak suara, dan itu tidak bisa kami akomodir karena sudah menyalahi aturan. Tapi semuanya berjalan tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” bebernya.

Sementara itu, Bawaslu Muara Enim melayangkan surat rekomendasi kepada KPUD Muara Enim guna melakukan pemeriksaan ulang di 15 TPS yang berada dalam tiga kecamatan.

Terkait hal itu, Komisoner KPU Divisi Hukum, Redi Kales menegaskan, bahwa rekomendasi dari Bawaslu tersebut tidak bisa diakomodir, karena sudah melewati aturan yang berlaku.

Harusnya rekomendasi itu dikeluarkan saat penghitungan di tingkat kecamatan, kalau sudah rekapitulasi seperti saat ini, berdasarkan aturan yang ada tidak bisa dilakukan,” terangnya.
Share:

Bandar Narkoba Rambang Dangku Dibekuk

MUARA ENIM--Petugas Sat Narkoba Polres Muara Enim berhasil membekuk pelaku bandar narkoba yang sering beroperasi di wilayah Kecamatan Rambang Dangku, Muara Enim, Rabu (1/5) sekitar pukul 17.30WIB.

                Pelaku diketahui bernama Agus Saher (31), warga Dusun III, Desa Banuayu, Kecamatan Rambang Dangku. Dari tangan pelaku pertugas berhasil mengamankan barang bukti 37 paket diduga narkoba jenis sabu sabu seberat 6,73 gram, 2 unit timbangan digital, 4 bungkus plastik klip bening, 1 unit HP. Kini pelaku berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolres Muara Enim.

             Penangkapan pelaku bermula dari petuga mendapatkan informasi dari masyarakat  bahwa di tempat pelaku sering melakukan transaksi narkoba. Lantas petugas melakukan penyelidikan.

                Saat itu petugas melihat pelaku tengah berada di dalam rumahnya. Tanpa buang buang waktu, petugas langsung mengamankan pelaku dan mengamankan barang buktinya.

                   Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Kamis (2/5) membenarkan penangkapan tersebut.  “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan, kasusnya masih dilakukan pengembangan,” jelas Kapolres.
Share:

Klinik Mediska PT KAI Siap Layani Pasien Umum

MUARA ENIM--Masyarakat Kota Muara Enim kembali bisa menikmati pelayanan kesehatan di luar RSU dr HM Rabain Muara Enim maupun Puskesmas. Soalnya Klinik Mediska PT KAI sudah mulai beroperasi dan melayani masyarakat umum serta pasien peserta BPJS maupun inhealt.

         Klinik yang terletak di areal stasiun Kerata Api Kota muara Enim tersebut mulai beroperasi sejak, Kamis (2/5). Pengoperasi klinik tersebut dilakukan Kepala Divisi Regional III Palembang, M Purnomosidi.

          Pada pengoperasian tersebut juga dilakukan bakti sosial  pengobatan kesehatan gratis  menggunakan rail clinic. Puluhan masyarakat terlihat sangat antusias untuk melakukan pengibatan gratis yang dilaksanakan manajemen PT KAI ini.

                Kepala Divisi Regional III PT KAI Palembang, M Purnomosidi, mengatakan klinik yang diperasikan bisa untuk melayani masyarakat umum. Mediska yang diperasikan merupakan yang ke 4 di Sumsel, setelah Kertapati, Kota Prabumulih dan Lahat. Dokternya standby di klinik tersebut.

                “Untuk sementara ini beroperasi mulai jam 08.00-17.00 WIB setiap hari kerja. Kedepan kita upayakan berperasi selama 24 jam secara bertahap melihat kebutuhan pasien, Kalau di Palembang sudah 24 jam,” jelasnya.

             Dia berharap, dengan adanya klinik, PT KAI bisa membantu masyarakat di wilayah Muara Enim dan sekitarnya untuk menjaga kesehatan, jika ada yang sakit bisa terbantu mengobatinya.   

              Menurutnya, kegiatan bakti sosial yang digelarnya, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di lingkungan operasional PT KAI Divre III Palembang.

                 Pelayanan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis menggunakan rail clinic di stasiun Muara Enim, merupakan yang ke empat untuk tahun 2019. Sebelumnya telah dilaksanakan di stasiun Gelumbang, Lubuk Linggau dan Tanjung Eni Baru, tahun beberapa tahun sebelumnya juga telah dilakukan kegiatan serupa.

            Dijelaskannya, rail clinic merupakan rangkaian yang terdiri dari dua kereta retrofit atau kereta rel diesel (KRD) yang telah dimodifikasi seperti poliklinik berjalan. Masing masing memiliki tata ruang dan jenis pelayanan kesehatan  yang berbeda.

              Secara umum, lanjutnya,  fasilitas pelayanan kesehatan yang akan diberikan di dalam rail clinic  adalah jenis  pelayanan kesehatan primer atau pelayanan tingkat pertama. Warga bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara gratis di rail clinik tersebut.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts