Sedang Asik Nongkrong di Kafe, Pencuri Kambing Diringkus Polisi

PRABUMULIH -- Tim buser Polsek Prabumulih Timur berhasil mengamankan pelaku pencurian hewan ternak di rumah warga Jalan Yusuf Wahid rt 03 rw 05 Kelurahan Sukajadi Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih. 

Pelaku yang diamankan yakni Murtaramin (46) alias Temuk warga Jalan Mangga Baru rt 13 rw 08 Kelurahan Mangga Besar Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih.

Selain pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti berupa satu potong kepala kambing dan empat potong kaki kambing. 

Pria yang bekerja sehari-hari sebagai buruh ini diringkus Rabu (8/5) pagi sekitar pukul 09.00 wib disalah satu kafe kelurahan Cambai. Guna kepentingan pemeriksaan pelaku kemudian diamankan ke Mapolsek Prabumulih Timur.

Menurut informasi penangkapan pelaku menindaklanjuti Laporan polisi No :Lp/B-/16/V/2019/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr.
Selasa,30 April 2019 pukul 11.00 wib yang dibuat oleh korban Hayadi (45). 

Kepada petugas korban mengaku telah kehilangan satu ekor kambing dihalaman rumahnya yang diikat dipohon. Akibat kejadian itu korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp.2.500.000. 

Mendapat laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan. Setelah mendapat informasi keberadaannya, petugas kemudian meringkus pelaku di sebuah kafe di kelurahan Cambai. 

Kapolres Prabumulih AKBP TIto Hutahuruk melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Alhadi Ajansah mengatakan modus pelaku memanfaatkan kelengahan masyarakat. Setelah menemukan target, pelaku langsung beraksi. 

"Saat ini pelaku masih kita periksa untuk pengembangan," Ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim Ipda Hendra Jaya. 
Share:

Keluarga Korban Pembunuhan Di Lapas Datangi Kejari

MUARA ENIM--Baru saja beberapa  bulan Mernawaty, menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muara Enim, namun kantor yang dipimpinnya didemo keluarga, Yuheri Kusnadi bin Yusran (39), warga Kampung 4, Desa Tebat Agung, Kecamatan Rambang Dangku Muara Enim, Rabu (8/5) sekitar pukul 09.00 WIB.

                Korban tewas akibat dikeroyok oleh 3 Narapidana yang menjalani hukuman di Lapas kelas II Muara Enim terjadi pada bulan November 2018 lalu. Keluarga korban melakukan aksi demo dengan mendatangi kantor lembaga penegak hukum itu, karena berkas penyidikan perkara tersebut belum juga ditetapkan P-21 atau lengkap oleh Kejari.

               Sedangkan perkara tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun berkas perkaranya tidak kunjung naik kepersidangan di Pengadilan Negeri Muara Enim. Kedatangan keluarga korban yang dipimpin Indra ini mendapat pengamanan ketat aparat Polres Muara Enim.

                Ketika sampai di halaman kantor Kejaksaan Negeri Muara Enim, keluarga korban tidak sempat melakukan orasi, tetapi langsung di terima oleh Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Muara Enim, Churaipu. Sedangkan Kepala Kejaksaan Negeri, Mernawaty tengah tidak berada ditempat karena sedang cuti.

                Pertemuan antara keluarga korban dengan Kasi Pidum berlangsung tertutup bagi awak media. Mereka datang ke Kejari dengan membawa sejumlah  poto poto korban. Setelah beberapa menit melakukan pertemuan, keluarga korban keluar dari ruangan Kasi Pidum dan memberikan penjelasan kepada awak media.   

               Menurut Indra, perkara yang dialimi korban berlarut larut dan tak kunjung naik ke persidangan. “Perkaranya sudah cukup lama dan semestinya sudah naik tahap persidangan,” jelasnya.

              Dijelaskannya berkaranya sudah berlangsung selama 6 bulan. “Kami minta proses penegakan hukum perkara ini benat benar transparan apa yang sebenarnya terjadi di lapangan agar diungkap di persidangan,” tegasnya.

                Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Muara Enim, Churaipu, kepada awak media mengatakan, perkara tersebut belum masuk tahap persidangan. Karena masih masuk tahap penilitian berkas perkara penyidikan.

              “Namun sekarang berkas perkaranya sudah P-21. Kenapa berkas perkaranya belum P-21, karena masih proses proses penelitian berkas pasal pasal yang dikenakan dan barang bukti. Dengan berkas sudah P-21, maka segera penyerahan tersangkanya,” pungkasnya.
Share:

Ternyata Kepala BRI Babat Jadi Korban Tabrak Lari, Begini Penjelasan Polisi

PALI--Kecelakaan maut terjadi pada Rabu pagi (8/5) sekitar pukul 06.00 WIB  di Simpang Empat Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang merenggut korban jiwa KMS Fahrullah (37) Kepala Unit BRI Babat yang saat itu hendak menuju Kota Prabumulih menghadiri rapat dengan menggunakan sepeda motor jenis Kawasaki KLX.

Kecelakaan lalu lintas tersebut menurut Bripka Ikrom, anggota unit Lantas Polsek Talang Ubi yang melakukan olah TKP menyebutkan bahwa sepeda motor yang dikendarai korban bertabrakan dengan sebuah mobil truck dump dimana indentitas pengemudinya belum diketahui, karena melarikan diri.

"Diduga saat korban dari arah Babat menuju arah Pengabuan melintas di TKP yang merupakan persimpangan. Tetapi dari arah Betung datang sebuah mobil truk dump yang tidak terelakan lagi tabrakan terjadi dan korban mengalami luka parah dibagian kepala," ungkap Ikrom.

Ketika kejadian, korban ditolong warga dan dilarikan ke RSUD Talang Ubi, tetapi nyawa korban tidak tertolong lagi.

"Untuk sopir dan mobil yang bertabrakan dengan sepeda motor korban belum diketahui. Kita masih kumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang melihat kejadian itu," tukasnya.

Sementara itu, dari keterangan sejumlah rekan kerja korban saat dijumpai media ini di RSUD Talang Ubi bahwa korban berniat mengikuti rapat di Kota Prabumulih dengan mengendarai sepeda motor seorang diri.

"Namun naas saat diperjalanan musibah itu terjadi, dan sampai saat ini kendaraan maupun pengemudi yang menabrak melarikan diri. Semoga saja pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini. Untuk korban, setelah dilakukan pemeriksaan Di RSUD Talang Ubi, kemudian jasadnya dibawa ke rumah duka di Kota Palembang," terang Ari, salahsatu rekan kerja korban.(sn) 
Share:

Kepala MKKS SMA PALI: Jangan Corat Coret Baju Seragam Lebih Baik Disumbangkan

Foto : Ilustrasi 
PALI-- Pengumuman kelulusan tingkat SMA di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dilaksanakan hari ini Rabu (8/5). Tetapi ada kebiasaan negatif yang sering dilakukan siswa saat merayakan kelulusan, yakni aksi corat coret baju seragam serta tidak jarang menyasar ke arah vandalisme atau mencorat coret dengan cat semprot vasilitas umum.

Antisipasi kebiasaan kurang baik itu, Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, Zainul mengeluarkan himbauan agar seluruh siswa kelas XII tidak merayakan kelulusan secara berlebihan.

"Sesuai hasil rapat, maka kami menghimbau agar jangan lalukan aksi corat coret baju seragam. Lebih baik baju seragam yang masih layak pakai dikumpulkan kemudian disumbangkan. Untuk sanksi, memang tidak dibahas, tetapi alangkah baiknya kalau kebiasaan buruk itu dihilangkan, terlebih masa SMA telah memasuki masa remaja menuju dewasa yang tahu mana baik dan buruk yang harus memberi contoh bagi siswa dibawahnya," himbau Zainul, Rabu (8/5).

Untuk pengumuman sendiri, Kementerian Pendidikan memberi waktu dari pukul 10 siang sampai pukul 10 malam.

"Sebagian besar SMA di PALI mengumumkan hasil kelulusan pada pukul 15.00 WIB atau jam 3 sore. Untuk SMAN 1 Talang Ubi pengumumannya secara online, tetapi ada sebagian sekolah juga masih manual dengan memanggil orang tua siswa dan memberikan surat," tukasnya.

Mengenai persentase kelulusan, Zainul berharap bisa 100 persen siswa yang ikuti ujian bisa lulus. "Kita berharap yang terbaik. Bagi yang lulus dan yang akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dipersilahkan, tetapi tetap jaga nama baik sekolah masing-masing dan daerah kita ini," pesannya. (sn)
Share:

Teledor, Seorang Bocah di PALI diduga terkena tembakan senapan angin

PALI - Lepas pengawasan orang tua, seorang Balita asal Sumberrejo Kelurahan Talang Ubi Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) masuk ruang UGD RSUD Talang Ubi lantaran bagian hidung anak dari pasangan Sulestri dan Wiwin Hendra terkena tembakan diduga jenis senapan angin saat bermain dengan dua temannya disekitar rumah korban pada Rabu (8/5) sekitar pukul 08.00 WIB.

Tentu kejadian ini harus menjadi pelajaran para orang tua yang memiliki anak yang tengah senang-senangnya bermain. Harus ada pengawasan yang ekstra, meskipun tempat bermainnya disekitar rumah.

Diakui Sulestri, ibu kandung korban bahwa anaknya saat kejadian tengah bermain bersama dua temannya. Tetapi dirinya dikejutkan saat anaknya menangis, kemudian setelah didekati, ternyata dari arah hidung korban keluar darah.

"Aku tanya anak aku bahwa dia kena tembak saat main tembak-tembakan. Tetapi aku tidak tahu jenis senapan apa yang digunakan teman anak aku itu. Karena aku langsung membawa anak aku ke rumah sakit," terang Sulestri kepada media ini di ruang UGD RSUD Talang Ubi.

Sementara itu, salahsatu dokter jaga ruang UGD RSUD Talang Ubi menyatakan bahwa ada proyektil peluru di pipi korban yang masuk menyamping dari arah hidung.

"Ini harus dilakukan bedah untuk mengeluarkan proyektil peluru itu. Untuk jenisnya kami belum tahu persis lantaran kami baru melihat dari hasil rontgen. Namun, diduga ini bukan jenis peluru plastik, karena kalau plastik tidak mungkin menembus kulit," terang dokter tersebut.

Dan apabila RSUD tidak bisa menangani pembedahan, maka pihak rumah sakit akan merujuk korban ke rumah sakit yang lebih besar.

"Kasus ini lumayan rumit, sebab proyektil berada di wilayah wajah korban, jadi harus ditangani lebih serius. Orang tua korban harus siap-siap apabila anaknya dirujuk ke rumah sakit lain," terang dokter. (sn)
Share:

Lakalantas di Jalan Simpang Betung, Kepala Unit BRI Babat Meninggal

PALI - Lagi-lagi kecelakaan maut terjadi di jalan raya wilayah Bumi Serasan pada Rabu pagi (8/5) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi kejadian kali ini di jalan simpang empat Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Korban kecelakaan meninggal ditempat karena alami luka cukup parah dibagian kepalanya. Dan korban diketahui pejabat BRI kecamatan Penukal, yakni KMS Fahrullah, yang saat ini menjabat kepala unit BRI Babat. Kemudian korban dilarikan ke RSUD Talang Ubi.

Dari keterangan sejumlah rekan kerjanya saat dikonfirmasi media ini di RSUD Talang Ubi, korban berniat menuju kota Prabumulih untuk ikuti rapat dengan menggunakan sepeda motor jenis Kawasaki KLX.
"Korban kecelakaan saat dievakuasi dengan mobil ambulance menuju RS.Talang Ubi PALI"

"Korban dari arah babat. Dan sampai saat ini yang menabrak belum ada kabar pastinya," ungkap Ari, salahsatu rekan korban.

Namun dari keterangan Kanit Reskrim Polsek Talang Ubi Ipda M Arafah yang mengaku bahwa korban merupakan salahsatu kerabatnya bahwa pelaku yang menabrak korban sudah menyerahkan diri.

"Kasus ini ditangani Unit Lantas Polsek Talang Ubi, ada anggota unit Lantas di TKP, untuk lebih jelasnya tunggu info dari Lantas," terangnya.

Sementara untuk jasad korban, setelah dilakukan pemeriksaan medis di RSUD Talang Ubi, usai diketahui telah meninggal, lalu dibawa ke rumah duka di kota Palembang.(sn) 
Share:

Siswa Dilarang Konvoi dan Corat-coret Seragam

MUARA ENIM -- Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Muara Enim, H Darmadi Spd Msi menyebut, pihaknya telah mengeluarkan peringatan tegas kepada para pelajar. Siswa di daerah ini dilarang menggelar aksi konvoi dan corat-coret seragam saat merayakan kelulusan.

Rencananya pengumuman kelulusan bagi pelajar jenjang SMA/SMK sederajat digelar Rabu 8 Mei 2019 (hari ini, red).Siswa yang kedapatan tetap nekat menggelar aksi tersebut, akan dikenakan sanksi tegas, yakni ijazah yang bersangkutan akan ditahan sekolah sementara waktu.

“Aksi seperti ini tidak perlu dilakukan, dan tidak memiliki manfaat. MKKS SMA telah mengeluarkan peringatan disampaikan ke sekolah masing-masing. Bagi siswa yang ketahuan tetap menggelar kegiatan ini ijazahnya akan ditahan sekolah, dan yang mengambil harus orang tuanya,” tegas Darmadi, Selasa (7/5).

Menurut dia, sebaiknya siswa mensyukuri kelulusan dengan cara bijaksana sehingga meninggalkan kenangan yang baik. “Lebih bagus seragam sekolahnya dikumpulkan lalu disumbangkan kepada orang-orang yang membutuhkan atau sumbangkan kepada adik-adik kelasnya,” pesannya.

Darmadi menuturkan, sejumlah sekolah khususnya yang berada di kota memanfaatkan website sekolah untuk mengumumkan kelulusan. “Rata-rata sekolah menyampaikan pengumuman secara online melalui website sekolah. Hal ini juga bentuk mencegah terjadinya konvoi, dan corat-coret,” tuturnya.

Terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Ujan Mas, Penderizal Spd MM mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi konvoi kendaraan dan corat-coret dilakukan anak didiknya, sekolah ini menyiapkan kain putih yang bisa digunakan siswa untuk membubuhkan tanda tangan mereka.
“Sedangkan pengumuman kelulusannya, kita libatkan sejumlah guru. Mereka kita tugaskan untuk mengantar surat kelulusan ke rumah masing-masing siswa supaya tidak ada aksi corat-coret dan konvoi yang dilakukan siswa SMA Negeri 1 Ujan Mas,” jelasnya.

Jika masih dilanggar, sesuai kesepakatan yang telah disampaikan semua siswa kelas XII yang akan lulus pada saat pernyataan sikap dalam acara pelepasan beberapa waktu lalu, maka ijazah mereka akan ditahan sebagai bentuk konsekuensi atas apa yang sudah mereka langgar.

“Untuk itu, saya mengimbau khususnya untuk anak-anak SMA Negeri 1 Ujan Mas, jangan sampai menggelar konvoi kendaraan dan mencoret-coret seragam sekolah. Kalau masih bagus, lebih baik seragamnya disumbangkan saja,” tukasnya.(SN)
Share:

Air Keruh, Masyarakat Mengeluh, PDAM Minta Bukti

MUARA ENIM--Sebagai hak dasar yang wajib diterima masyarakat, air bersih yang layak menjadi patokan satu daerah dikatakan berhasil memberikan pelayanan terbaik kepada warganya.

Namun hal berbeda terjadi di Muara Enim, PDAM Lematang Enim sebagai pemasok air bersih di Bumi Serasan Sekundang memberikan layanan berupa air yang kurang layak untuk diberikanbkepada warganya.

Sperti yang dikeluhkan salah satu warga Muara Enim, Sebastian, dirinya yang seorang pendatang dan mengontrak di Muara Enim menggunakan air bersih dari PDAM untuk keperluan sehari hari, namun apadaya, air yang memiliki banyak endapan dan agak keruh membuatnya terpakasa menerima keadaan.

“Saya bukan membandingkan, ditempat asal saya Kota Palembang, air mengalir 24 jam dan kualitas airnya bening bahkan bisa langsung diambil dan dimasak untuk keperluan sehari hari. Tp kalau disini jangan coba coba kalau tidak mau muntaber nantinya,” ujar warga pendatang ini, Selasa (7/5).

Sementara itu, Fredi, warga Kemayoran Kelurahan Pasar I Muaraenim juga mengeluhkan pelayanan PDAM Lematang Enim. Menurutnya, kualitas air PDAM kurang baik.

"Kalau soal aliran disini 24 jam, tapi airnya tidak jernih. Endapan kuning air PDAM sangat tebal jadi bak mandi harus dikuras terus," ungkapnya.

Selain kualitas air yang tidak bagus, ada juga warga yang mengeluhkan air yangvkerap tidak mengalir dalam dua minggu belakanga. Padahal mereka sangat berharap air bisa mengalir dan mencujupi kebutuhan mereka sehari hari.

"Dalam seminggu hanya mengalir dua kali. Itu pun hanya sehari yang deras, hari lainnya hanya sebesar lidi," keluh Devi (26) warga Jl. Prasetya Perumahan Bougenville Rumah Tumbuh, Kelurahan Muaraenim.

Devi menambahkan, warga Bougenville ungkapnya telah mengadukan hal ini kepada PDAM Lematang Enim. Setelah dilaporkan, lanjutnya, baru air PDAM mengalir. "Tapi mengalirnya hanya sehari. Besoknya sudah tidak mengalir lagi. Dalam dua minggu ini hanya mengalir tiga hari yang lancar," tambahnya.

Sementara itu, Kepala PDAM Lematang Enim Tony Bangsawan mengatakan, pihaknya telah bekerja maksimal untuk mengalirkan air PDAM ke perumahan Bougenville.

Namun, kata Toni, pihaknya masih mempelajari dan menelusuri penyebab tidak sampainya aliran air PDAM ke perumahan Bougenville.

"Kami terus menyusuri pipa-pipa yang ada di dalam tanah, kemungkinan ada yang bocor, termasuk valve di setiap simpangan mungkin ada sumbatan. Karena selama ini airnya sampai kesana," ujar Toni.

Toni juga mengatakan, dirinya juga telah meminta semua staf untuk berkeliling tiap malam guna memastikan air mengalir ke pelanggan. "Jadi kita bukannya sengaja tidak mengalirkan air ke pelanggan, kita sudah berupaya maksimal," katanya.

Terkait permasalahan endapan dan turunnya kualitas air, Toni meminta masyarakat dapat membuktikan hal itu dengan membawa air PDAM yang dinilai tidak jernih agar dapat dibandingkan dengan air olahan dari PDAM.

Toni juga menyampaikan, kualitas air baku PDAM yang berasal dari Sungai Enim dan Sungai Lematang saat ini kualitasnya sudah sangat turun. Meski demikian, kata Toni, pihaknya berupaya agar air yang dialirkan kepada pelanggan dengan kualitas yang baik.

"Mana mungkin kami mengirimkan air kotor ke pelanggan. Sekotor-kotornya air di sungai akan kita olah sampai layak dialirkan ke pelanggan," pungkasnya.
Share:

Tabrakan Maut di Jalan Pandan Modong, 2 Orang Kritis Sopir Dum Truk Lari

PALI--Tabrakan antara minibus dan dum truk di jalan raya antara Desa Pandan-Modong Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Selasa sore (7/5) dikabarkan ada 6 penumpang dalam mobil minibus terluka, 2 diantaranya kritis yang saat ini sudah dilarikan ke rumah sakit umum kota Prabumulih.

Hal itu dikatakan Suharto, Pjs Kades Pandan. Menurutnya belum jelas kendaraan mana yang salah, tetapi sopir dum truk tidak ada di TKP sesaat setelah kejadian dan kondisi minibus ringsek sementara dum truk tersungkur beberapa meter dari lokasi kejadian.

"Dalam mobil minibus itu ada 6 penumpang, semuanya terluka dan 2 diantaranya kritis. Semua korban dilarikan ke RS Prabumulih," terang Kades.

Sebelumnya, Kapolsek Tanah Abang, AKP Sofyan Ardeni membenarkan adanya Lakalantas di wilayah hukumnya.

"Anggota kita tengah berada di TKP. Untuk data selanjutnya kita akan beritahukan setelah lengkap," terangnya. (sn)
Share:

Dum Truk dan Minibus Saling Tumbur di Jalan Desa Pandan Modong

PALI--Kecelakaan lalulintas terjadi di jalan antara Desa Modong dan Pandan Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Selasa (7/5) sekitar pukul 16.00 WIB antara mobil dum truk dengan mobil minibus.

Dikatakan Suharto, Pjs Kepala Desa Pandan bahwa saat ini hanya ada dua buah mobil yang sudah rusak akibat bertabrakan.

"Kalau korban saat saya ke lokasi sudah tidak ada lagi. Jadi untuk mengetahui ada korban jiwa atau tidaknya nanti pihak berwajib yang menerangkan," ungkap Kades.

Terpisah, Kapolsek Tanah Abang, AKP Sofyan Ardeni membenarkan adanya Lakalantas di wilayah hukumnya.

"Anggota kita tengah berada di TKP. Untuk data selanjutnya kita akan beritahukan setelah lengkap," terangnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts