Waspada! Bidan Cantik di Prabumulih Jadi Korban Perampokkan di Jalan Lingkar

PRABUMULIH--Tindak kejahatan dibulan puasa kini marak di Kota Prabumulih. Baru-baru ini seorang bidan yakni Fitri Yanti (24) dan sang kakak Irma (31) menjadi korban perampokkan dikawasan Jalan Lingkar Kelurahan Gunung Ibul Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih, Senin (13/5) malam.

Aksi perampokkan tersebut terbilang berani. Pasalnya aksi perampokkan dilakukan pada pukul 19.45 WIB. Dimana pada jam tersebut aktifitas lalu lintas dikawasan itu masih terbilang ramai. 

Korban terpakss merelakan sepeda motor honda beat dengan nomor polisi BG 2368 CV,  satu buah dompet warna coklat didalam jok yang berisi KTP, STNK, kartu anggota kebidanan, ATM bank, uang sebesar Rp500 ribu, dan tiga buah handphone merek vivo Y71, Oppo A3s, dan handphone nokia milik Fitri, raib dibawa pelaku kabur. 

Namun demikian, kedua korban diketahui selamat dalam aksi perampokkan tersebut. Kemudian pagi harinya sekitar pukul 10.00 wib kedua korban melaporkan kejadian itu ke Kantor Polsek Prabumulih Timur.

Epan, salah satu kerabat korban sempat cemas mendapat kabar bahwa kedua saudaranya itu menjadi korban perampokkan. "Waktu kejadian aku sedang kumpul sama teman di cafe usai buka bersama. Mendapat kabar itu, aku langsung ke TKP," ujar Epan, Selasa (14/5). .

Menurut Epan, dari keterangan saudaranya itu, perampokkan terjadi bermula pada saat Fitri bersama kakaknya mengendarai sepeda motor melintas di jalan lingkar (dari arah RSUD menuju tugu air mancur) tepatnya tak jauh dari Citimall Prabumulih. 

Lalu tiba-tiba keduanya dipepet oleh dua orang yang tidak dikenal dengan mengendarai sepeda motor jenis matic dengan posisi berboncengan. Lantaran terus dipepet, sepeda motor yang dikendarai korban jatuh. 

Pada saat itulah, pelaku langsung merampok barang berharga milik korban dan membawa kabur beserta sepeda motornya. 

"Alhamdulillah mereka selamat tapi kasus ini sudah dilaporkan ke polsek prabumulih timur," terangnya.
Share:

Tidak Terima Jawaban Istri, Hendra Masuk Jeruji Besi

MUARA ENIM--Kasus kekerasan dalam rumah tangga terus terjadi di wilayah Muara Enim. Kali ini Hendra Rusbianto (37). Warga Dusun V, Desa Beringin, Kecamatan Lubai, Muara Enim,  terpaksa masuk jeruji besi dan merayakan lebaran di tahanan Polsek Rambang Lubai.

             Dia diamankan petugas Polsek Rambang Lubai, Senin (13/5) sekitar pukul 16.00 WIB,  terlibat kasus pemukulan dan penganiayaan kepada istrinya bernama Herlina Wati (38). 

              Kini pelaku berikut barang bukti berupa satu buah gunting telah diamankan di Mapolsek Rambang Lubai untuk menjalani proses hukum.

                 Kejadian itu bermula dari pada Senin (13/5) sekitar pukul  13.30 WIB, korban pulang kerumahnya. Ketika sampai di rumah, pelaku yang tak lain suaminya bertanya kepada korban.

               Lantas korban menjawab pertanyaan tersebut. Namun pelaku diduga kurang terima atas jawaban yang diberikan korban sehingga  pasangan suami istri ini terlibat keributan mulut.

                Saat terjadi keributan mulut itu, emosi pelaku tidak terkendali dan mencekik leher korban serta memukul tubuh korban. Bahkan pelaku sempat mengancam korban dengan mengayunkan gunting yang dipegangnya hendak menusuk tubuk korban. Akibat perbuatan pelaku, membuat korban mengalami luka luka dan mekaporkan kejadian itu ke Polsek Rambang Lubai.

              Mendapatkan laporan tersebut, petugas Polsek Rambang Lubai, langsung mengamankan pelaku yang masih berada di dalam rumahnya dengan membawanya ke Polsek Rambang Lubai tanpa ada perlawanan.

                  Kapolres Muara Enim, AKBP Afner Juwono melalui Kabag Opsnya, Kompol Irwan Andeta, ketika dikonfirmasi, Selasa (14/5) membenarkan kejadian itu.

                “Pelaku bersama barang buktinya telah diamankan untuk menjalani proses hukum. Dalam kasus ini pelaku dijerat pasal 44 ayat 1 UU nomor 23 tahun 2004 tentang kekerasan dalam rumah tangga,” jelasnya.
Share:

Ajakan People Power.? Warga Prabumulih Tak Terpengaruh. MUI : Warga Prabumulih Ilmu Politiknya Dewasa

PRABUMULIH – Suhu politik pasca pemilihan umum kemarin khususnya Pemilihan calon Presiden dan Wakil Presiden semakin panas dengan berbagai isu politik hingga penyebaran berita hoak yang saat ini menjadi senjata untuk menghembuskan berita bohong

Perlawanan yang semakin genjcar dikedua kubu membuat opini segelintir orang dengan mengajak dalam pergerakan yang melawan hukum
Seperti dikutip wikipedia People power "adalah istilah politik yang menunjukkan kekuatan pendorong populis dari setiap gerakan sosial yang menyerukan otoritas opini akar rumput dan kemauan keras, biasanya berlawanan dengan kekuatan korporasi atau politik yang terorganisir secara konvensional." People power "dapat dimanifestasikan sebagai kelompok kecil. protes skala atau kampanye untuk perubahan lingkungan

Namun ajakan People Power tak berpengaruh terhadap warga Kota Prabumulih Sumatera Selatan. Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Prabumulih, H. Ali Aman S. Ag MM, mengatakan, "Sekarang memang sedang ramai diperbincangkan masyarakat luas tentang people power, tapi kalau bisa dan harus bisa ajakan itu ditelaah dululah, jangan sampai kita jadi korban," ucapnya Selasa (14/5/2019).

"Untuk Kota Prabumulih sendiri, Alhamdulillah, aman, damai dan kita bersyukur pada masyarakat yang ilmu politiknya dewasa, Alhamdulillah aman- aman saja untuk sekarang ini mas," katanya.

Disinggung soal netralitasnya KPU Prabumulih,  pak Haji sapaan akrabnya menerangkan, bahwa secara pribadi memberikan apresiasi kepada KPU  Kota Prabumulih, yang telah melaksanakan rapat sidang pleno secara aman damai dan terbuka.

"Dan juga kepada aparat TNI maupun Polri yang dari awal sudah mengawal supaya pemilihan ini aman dan lancar, semoga kita semua dalam lindungannya," tegasnya. (sn)
Share:

Simpang Servo jadi Polemik. Camat Tanah Abang : Bosan berulang kali kita ajukan

"Simpang servo menjadi polemik warga yang melintas karena dianggap mengganggu lalulintas"

PALI - Terkait desakan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terutama warga Kecamatan Tanah Abang terhadap PT Servo atau PT Titan, untuk dibuatkan fly over di jalan poros Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi-Tanah Abang yang terpotong jalan PT Servo yang menjadi jalan khusus angkutan batubara, Camat Tanah Abang, Adriand Edison angkat bicara.

Menurut Camat, bahwa pihaknya telah berulang kali menyampaikan permintaan terhadap PT Servo atau Titan agar dibangun fly over, tetapi hingga kini, pihak PT Servo belum merespon.

Bahkan diakui Edison, bahwa sebelum dirinya menjabat, Camat terdahulu sudah bosan mengajukan permintaan itu agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

"Memang yang menjadi alasan pihak Servo adalah biaya, tetapi sudah menjadi kewajiban agar pihak perusahaan itu membangun fly over disetiap perlintasan," ungkap Camat, Selasa (14/5).

Jalan yang letaknya diperbatasan Desa Suka Manis dan Desa Bumi Ayu Kecamatan Tanah Abang itu dikatakan Camat sering membuat warga pengguna jalan kesal, lantaran dihentikan laju kendaraannya ketika berlintasan dengan armada batubara milik PT Servo.

"Disamping harus menunggu armada batubara lewat, juga debu tebal terhirup warga. Untuk itu kami berharap agar pihak Servo untuk secepatnya membuat fly over," harap Camat.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten PALI, Slamet Suhartopo juga mengaku hal sama, bahkan pihaknya telah membahas permasalahan itu saat rapat di provinsi.

"Kita akan surati lagi pihak Servo atau Titan, sebagai pengelola jalan khusus barubara itu. Karena aktivitas jalan yang melalui simpang empat tersebut sudah cukup padat," terangnya.

Sebelumnya, Yayan, Humas PT Servo menyebut bahwa pihaknya telah ada wacana membangun fly over di jalan simpang empat perbatasan Bumi Ayu-Suka Manis yang dilalui armada pengangkut batu bara.

"Sudah ada wacana membangun fly over, tetapi untuk pelaksanaannya kita akan koordinasi dengan pihak konstruksi," jawabnya. (Sn)
Share:

Turunkan Tim Pantau Kenaikan Harga dan Produk Kadaluarsa

PALI--Tim gabungan pengandali harga bahan pangan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang terdiri dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin), Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Inspektorat, Satpol.PP, Dinas Koperasi dan UKM, Bagian Perekonomian, Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Kepolisian dan pemerintah kecamatan, kembali  lalukan sidak terhadap pasar kalangan Tanah Abang, Selasa (14/5).

Disamping memantau harga-harga pangan, tim gabungan tersebut juga mengecek tanggal kadaluarsa sejumlah jenis produk pangan.

"Kita lakukan kegiatan ini untuk memantau dan antisipasi lonjakan harga yang sering terjadi saat puasa dan jelang lebaran. Nantinya kita data jenis bahan pangan apa saja yang alami kenaikan, kemudian kita cari tahu kendalanya, kemudian kita laporkan ke Bulog provinsi," ungkap Junaidi, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab PALI.

Disamping memantau harga-harga Sembako dan bahan pangan lainnya, dikatakan Junaidi juga dilakukan pemeriksaan label halal serta tanggal kadaluwarsa sejumlah jenis bahan pangan dan makanan.

"Terkadang ada pedagang nakal yang menjual  dagangannya yang telah kadaluwarsa. Jadi untuk memastikan PALI bebas makanan yang kadaluwarsa, kita ajak Dinkes untuk lakukan pengecekan," tukasnya.

Diakui Junaidi, bahwa dari hasil sidak, sebagian besar bahan pokok menyalami penurunan, hanya sejumlah harga sayuran yang naik.

"Bawang putih saja, turun menjadi Rp 40.000/ kg, cabe cenderung stabil, daging ayam dan sapi juga menurun. Untuk pengecekan jenis bahan makanan dan bumbu kemasan, tidak ditemukan yang kadaluarsa," tukasnya.

Untuk operasi pasar, ditambahkan Juniadi belum ada rencana menggelarnya, tetapi apabila harga-harga kebutuhan pokok melonjak, kita akan usulkan," pungkasnya.

Sementara itu, Linda, salahsatu pedagang di Pasar Tanah Abang menyebut bahwa harga bawang putih turun drastis, dimana pada minggu lalu, dirinya menjual bawang putih Rp 100.000/kg.

"Sekarang stok bawang putih sudah banyak, kalau minggu lalu memang susah didapat. Untuk harga bahan dapur lainnya stabil," katanya
Share:

Listrik Sering Padam, Pemkot Prabumulih Bantu Jenset ke Masjid-Masjid

PRABUMULIH--Pemerintah Kota Prabumulih melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) berikan bantuan jenset disejumlah masjid. Pemberian jenset dilakukan bersamaan dengan safari ramadhan yang dilakukan oleh Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya dan Wakil Walikota H Andriansyah Fikri.

Kepala Bagian Keagamaan, Khairudin mengatakan pemberian jenset merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Prabumulih setiap tahunnya.

"Tahun kemarin kita beri bantuan 25 wireles dan 20 jenset. Tahun ini full 45 jenset," ujarnya, Selasa (14/5).

Bantuan tersebut diberikan, kata Khairudin sesuai dengan usulan masyarakat melalui proposal yang diajukan pengurus masjid setempat ke Kesra.

"Syarat bantuan harus ada SK pendirian masjid, ada kepengurusan masjid," ungkapnya.

Menurut Khairudin, pemberian bantuan jenset tersebut dilakukan lantaran di Kota Prabumulih kerap terjadi pemadaman listrik.

"Dengan adanya jenset masyarakat dapat beribadah dengan tenang dan khusuk," terangnya.
Share:

Curi HP tukang Pabrik Tahu, Pria Bertato ini tak berkutik diamankan Polisi

PRABUMULIH – Rayendra Effendi (25 tahun) terpaksa diamankan Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur karena diduga terlibat kasus pencurian satu unit Handphone milik korban Sulaiman (21 tahun) warga jalan Bukit Lebar RT 03 RW 04 Kel.Majasari Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih.

Pelaku merupakan warga jalan Tebat RT 04 RW 04 Kel. Majasari Kec. Prabumulih Timur Selatan Kota Prabumulih berhasil diamankan saat sedang berada di rumahnya, Senin (13/05/2019) sekitar pukul 21.30 WIB.

Pencurian tersebut sendiri terjadi di jalan Nias pabrik tahu Mas Arman Kel.Gunung Ibul Kec.Prabumulih Timur Kota Prabumulih, sesuai laporan korban No :LP/B-/132/V/2019/Sumsel/Pbm/Sek Pbm Tmr, hari Rabu , (8/5/2019) pukul 20.00 WIB
"Pelaku Rayendra Effendi pencuri HP diamankan petugas Kepolisian Polsek Prabumulih Timur" 

Pelaku mengaku mengambil 1 unit handphone Oppo A7 warna biru cemerlang milik sdr. Sulaiman dan 1 unit handphone Oppo A3S warna merah milik sdr. Evan yang terletak di dalam lemari ruang tidur pabrik tahu Mas Arman, kemudian pelaku melarikan diri.

Kapolres Prabumulih AKBP Tito Hutauruk, S.I.K., M.H melalui Kapolsek Prabumulih Timur AKP Alhadi Ajansyah, S.H membenarkan penangkapan pelaku Rayendra Effendi (25 tahun) akibat melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan 2 buah handphone.

Penangkapan pelaku berawal saat petugas dari Polsek Prabumulih Timur yang melakukan penyelidikan kasus pencurian tersebut mendapat informasi lokasi keberadaan pelaku di kawasan Kelurahan Majasari Kec. Prabumulih Selatan Kota Prabumulih, kemudian Timsus Gurita Polsek Prabumulih Timur langsung menuju ke lokasi tempat keberadaan pelaku di rumahnya dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.

“Setelah diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukan keberadaan barang bukti berupa 1 unit handphone Oppo A7 warna biru cemerlang milik sdr. Sulaiman ,” Ujar AKP Alhadi Ajansyah.

“Akibat ulahnya itu, tersangka akan diganjar pasal 363 KUHP dengan hukuman penjara maksimal 7 tahun penjara, saat ini juga petugas Polsek Prabumulih Timur sedang mencari barang bukti lainnya yaitu 1 unit handphone Oppo A3S warna merah milik sdr. Evan ” Ujar AKP Alhadi. (sn/bio)
Share:

Kemarau! DPRD Imbau Pemkot Prabumulih Salurkan Air Bersih Gratis

PRABUMULIH--Kota Prabumulih sejak beberapa pekan lalu tak kunjung diguyur hujan. Kondisi ini membuat sejumlah sumur warga yang berada di dataran tinggi kini mulai mengering. 

Terkait hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Prabumulih menghimbau instansi terkait untuk mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau tersebut. 

Salah satunya adalah Perusahaan Daeran Air Minum (PDAM) untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. 

"Antisipasi kekeringan air sudah harus dilakukan jauh hari. Jangan saat kemarau datang baru persiapan," Ujar Deliani anggota komisi II, Senin (13/5). 

Salah satunya, kata Deliani, penyaluran air bersih, bagi masyarakat yang melakukan pembelian langsung ke PDAM haruslah dilakukan dengan teratur. 

"Harus sesuai prosedur, yang lebih dulu datang harus dilayani. Atau bisa juga dibatasi, sehingga semua bisa kebagian," ungkapnya.

Selain itu, bagi masyarakat kurang mampu. Pemkot Prabumulih juga harus memberikan air bersih secara gratis kepada masyarakat. Begitupun Lurah setempat harus pro aktif melaporkan titik rawan kekeringan kepada Pemerintah. 

"Agar tidak menimbulkan kecemburuan masyarakat lain, penyaluran air bersih  dipusatkan disatu titik seperti di Kelurahan. Dengan begitu pendistribusian air rata untuk masyarakat," terangnya.
Share:

Pemkab Adakan Pestifal Anak Yatim dan Duafa

MUARA ENIM-- Kehadiran bulan suci Ramadhan 1440 H, akan dijadikan Pemkab Muara Enim sebagai momen untuk memuliakan  anak yatim dan kaum dhuafa. Soalnya Pemkab Muara Enim selama bulan Ramadhan ini  akan menggelar festival anak yatim dan dhuafa mulai  21 Mei nanti di Masjid Jami PTBA, Tanjung Enim.

               Wakil Bupati Muara Enim H. Juarsah, mengatakan Festival Anak Yatim dan Dhuafa merupakan Festival ke-6 dari 25 rangkaian Colorful Muara Enim Festival Tahun 2019. "Festival Anak Yatim dan Dhuafa merupakan salah satu dari berbagai bentuk kepedulian kita untuk memuliakan mereka serta untuk mempererat tali sillaturahmi antara kaum muslimin dan muslimat,"kata Juarsah disela memimpin rapat persiapan bersama OPD terkait, pekan lalu.

              Dijelaskanya, rencana pelaksanaan Festival, akan dilaksanakan pada minggu ke-3 bulan Mei tepatnya tanggal 21 Mei 2019berlokasi di di Masjid Jami' PTBA Tanjung Enim Kecamatan Lawang Kidul. "Festival ini akan diikuti kurang lebih oleh 2000 Anak Yatim dan Dhuafa se-Kabupaten Muara Enim,"ujarnya.

           Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman selaku Ketua Panitia Festival,  A. Yani Herianto, MM menambahkan bentuk Festival yang akan dilaksanakan, Lomba Da'i Cilik, Lomba Marawis, Lomba Puitisasi Al-Quran dan Lomba Hapalan Surat Pendek.

           Serta, lanjutnya, dimeriahkan juga dengan Lomba Mewarnai dan Menggambar Se-Kecamatan Lawang Kidul, Game, Puzzle serta akan ada juga Bazar Islami. Selain itu, juga diisi pula kegiatan berbuka Puasa bersama. Sedangkan untuk Pendaftaran di mulai dari Tanggal 08 s.d 17 Mei 2019 bisa menghubungi Masjid Jami' PTBA Cq. Badrusalam HP.08211103678 dan BAZNAS Muara Enim Cq. Restiana H

              "Mudah-mudan, Festival Anak Yatim dan Dhuafa nanti akan sukses sesuai dengan apa yang kita rencanakan dan kita harapkan, semoga langkah-langkah kita untuk menyukseskan Festival ini akan mendapatkan ridho dari Allah SWT,"harapnya.
Share:

Tunggu Petunjuk Pusat, THR PNS Muara Enim Belum Bisa Dibayarkan

MUARA ENIM--Meski Pemkab Muara Enim telah mengalokasikan anggaran APBD tahun 2019 sebesar Rp 1,35 miliyar untuk membayar Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13  sekitar 8000 PNS di lingkungan Pemkab Muara Enim, namun dana tersebut belum bisa dibayarkan.

                Soalnya Pemkab Muara Enim masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat mengenai tehnis pembayaran THR dan gaji ke 13tersebut. Itu terkait diterbitkannya Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2019 tentang pemberian tunjangan hari raya kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara dan penerima pensiun atau tunjangan.

               Sesuai ketentuan PP tersebut tatacara pembayaran THR dan gaji ke 13tersebut harus diatur dengan Peraturan Daerah (Perda).

             “Kita sudah siapkan anggarannya pada dana APBD tahun 2019, untuk pembayaran THR dan gaji ke 13 PNS tersebut, namun sesuai ketentuan PP tersebut, pencairannya harus diatur melalui Peraturan Perda. Jika harus pakai Perda tentunya prosesnya akan lama. Karena pembuatan Perda memakan waktu yang cukup lama,” jelas Sekretaris Daerah Pemkab Muara Enim, Ir H Hasanudin Msi didampingi Kepala Bappeda Pemkab Muara Enim, H Ramlan Suryadi, Senin (13/5).

          Untuk itu, lanjutnya, Pemkab Muara Enim belum bisa mencairkan dana THR dan gaji ke 13 tersebut karena masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat.

              “Kita menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terhadap PP 36 tahun 2019 itu. Saya yakin pemerintah pusat akan mencarikan solusinya,” jelas Sekda.

          Pemkab Muara Enim, lanjutnya telah menyiapkan dana APBD tahun 2019 untuk pembayaran THR dan gaji ke 13untuk 8000 PNS di lingkungan Pemkab Muara Enim dengan total anggaran sekitar Rp 1,35 miliyar.

           Menurutnya, pada tahun sebelumnya, pencairan anggaran THR dan gaji ke 13PNS cukup menunggu petunjuk dari Menteri Dalam Negeri, tidak perlu melalui Perda. “Sebenarnya anggaran THR dan gaji ke 13 itu kan sudah dimasukkan dalam Perda APBD pada saat disahkan, kenapa harus diatur melalui Perda lagi pencairannya. Tentunya jika diatur melalui Perda makan akan terjadi dobel Perda,” tegasnya.

               Dijelaskannya, uang THR dan gaji ke 13yang akan diterima PNS nantinya  penuh yakni gaji pokok ditambah dengan tunjangan tunjangan tanpa ada potongan. “Makanya anggaran THR dan gaji ke 13itu besar garena yang dibayarkan gaji pokok termasuk tunjangan tunjangan yang diterima PNS setiap bulannya tanpa ada potongan,” tegasnya.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts