Pipa minyak bocor, Sungai tempat Pemandian warga Tercemar


PALI -  Pipa minyak mentah yang ada di Desa Suka Maju Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) bocor diduga akibat kropos. Imbasnya, ceceran minyak mentah masuk danau dan cemari air danau yang menjadi pemandian umum bagi warga Desa Suka Maju serta desa sekitarnya.

Tetapi, pipa yang bocor dari awal kejadian pada Kamis (16/5) sampai Selasa (21/5) pemilik pipa belum bisa diketahui, pasalnya kondisi pipa berada di dalam air dan jalur tersebut terdapat dua pipa dari dua perusahaan berbeda, yakni milik PT Pertamina Asset 2 Pendopo Field dan milik PT Medco Energi.

Warga pun ribut akibat tidak bisa mandi dan cuci di danau tersebut, karena sudah hampir sepekan warga harus menambah pengeluaran untuk membeli air demi keperluan cuci dan minum.

Dari keterangan Johan (28) warga setempat bahwa warga menghentikan pembersihan limbah minyak yang dilakukan pihak Pertamina dan Medco, karena kedua perusahaan itu dinilainya tidak ada yang mau bertanggung jawab.

"Sempat dibersihkan, tetapi warga menghentikannya karena ketidak jelasan status kepemilikan pipa yang bocor. Pipa tersebut kami nilai murni korosi, karena posisinya berada di dalam air," ungkap Johan, Selasa (21/5).

Diakui Johan, bahwa kejadian itu bukan kali pertama, tetapi sudah berulang, dan selama ini, hanya tali asih yang diberikan pihak Pertamina maupun Medco.

"Kali ini kami meminta pertanggungjawaban dari perusahaan pemilik pipa yang bocor. Sebab, disamping warga tidak bisa lagi menggunakan lebung itu, juga banyak ikan mati dan membusuk akibat danau tercemar," terangnya.

Yang lebih membuat warga kecewa, dikatakan Johan adalah proses pengecekan status pemilik pipa bertele-tele.

"Jaman secanggih ini masih saja saling tuduh, padahal kalau memang serius pasti sudah terungkap siapa pemilik pipa tersebut. Untuk itu, warga sepakat agar pembersihan sisa limbah distop sampai ada yang meu bertanggung jawab," tandasnya.

Sementara itu, Rudini, Kepala Desa Suka Maju menyatakan bahwa dari kasat mata, pipa bocor tersebut condong milik Pertamina. Lantaran, pipa milik Medco, sudah dicor beton, serta yang kerap alami kebocoran akibat korosi adalah pihak Pertamina.

"Kalau kami pemerintah desa hanya menengahi. Kalau memang warga meminta ganti rugi, kami meminta pihak perusahaan agar memenuhi keinginan warga agar masalah ini cepat selesai," pinta Kades.

Terpisah, Mayor Bambang perwakilan Pertamina Pendopo yang melihat langsung lokasi bersama pihak Medco serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI, mengatakan bahwa pihak pertamina dan Medco mengalami kendala untuk mencari titik yang bocor karena proses pembersihan dihentikan warga.

"Intinya apabila memang itu milik Pertamina, kami siap bertanggung jawab. Namun, kendalanya saat ini, pipa bocor itu belum diketahui siapa pemiliknya. Kasus ini sangat membingungkan, karena kalau ada kebocoran, pasti sudah lama diketahui, lantaran dua perusahaan masih tetap produksi, dan apabila ada pipa bocor pasti keluar rembesan, namun dilapangan tidak terlihat rembesan itu," jelasnya.(sn)
Share:

Bantu korban kebakaran, Sat Pol PP Kabupaten PALI galang dana

 
PALI- Terjadinya musibah kebakaran pada Minggu (19/5) sekitar pukul 08.30 WIB lalu mengundang perhatian banyak pihak. Setelah Dinas Sosial memberikan bantuan berupa alat masak, selimut serta makanan, sejumlah instansi lain juga dikabarkan tengah mengumpulkan bantuan secara swadaya untuk meringankan beban korban kebakaran, terlebih salahsatu penghuni rumah meninggal dunia akibat diduga tidak sempat menyelamatkan diri saat api berkobar.

Salahsatunya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol.PP) Kabupaten PALI, sejak Senin lalu, melalui anggotanya, mengumpulkan bantuan secara sukarela kesetiap anggotanya. 

 "Kami kumpulkan bantuan secara internal anggota Satpol.PP, baik berupa dana maupun barang atau baju layak pakai. Bantuan yang terkumpul akan kita serahkan pada Selasa sore ini," ungkap Zulkifli, anggota Satpol.PP yang menjadi koordinator bantuan korban kebakaran. 

 Terpisah, Plt Kepala Dinas Perkim Irwan, melalui Kabid Perumahan, Ahmad Hidayat, menyatakan pihaknya bakal membangun rumah layak huni bagi tiga keluarga korban kebakaran. 

 "Segera kita realisasikan, lantaran korban kebakaran saat ini butuh tempat tinggal. Kita bakal bangun tiga unit rumah layak huni, meski tanpa proposal, karena itu merupakan musibah dan diketahui bahwa tiga rumah itu hangus tanpa sisa," ujarnya. 

 Mengenai adanya bakal ada bantuan dari pihak lain, Ahmad Hidayat mengapresiasi rencana tersebut. "Kita akan koordinasi dengan pihak manapun yang akan membantu pembangunan rumah untuk korban banjir. Tentunya akan menambah ringan beban korban apabila banyak yang membantu," terangnya (sn)
Share:

Antisipasi Kecelakaan, Dinas PU Tambal Jalan Sudirman

PRABUMULIH--Keluhan masyarakat terhadap buruknya kondisi Jalan Jenderal Sudirman direspon cepat oleh Pemerintah Kota Prabumulih. 

Kepala Dinas PU Pera, H Beni mengatakan pihaknya akan melakukan penambalan disejumlah titik jalan yang mengalami kerusakkan cukup parah. 

"Dekat Zipur, di didepan golkar, depan SPBU dan di pasar. Dikatakan parah ya tidak terlalu parah tapi membahayakan," Ujarnya, Senin (20/5). 

Menurut Beni, perbaikan Jalan Jenderal Sudirman merupakan inisiatif Pemkot Prabumulih dalam hal ini Dinas PU. "Itu hanya kebijakkan kita saja untuk penambalan," ungkapnya. 

Dikatakan Beni, kerusakkan jalan jenderal sudirman dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan terhadap pengguna jalan sehingga dilakukan antisipasi awal dengan penambalan. 

"Sebenarnya ada kegiatan hotmik tapi belum tender, belum kontrak," tuturnya. 
Share:

Ngeri! Gegara Senggolan, Riandini Hajar Sony dan Nyaris Aniaya Istrinya

PRABUMULIH--Riandini fransiana (35) hanya tertunduk lesu saat diamankan Petugas kepolisian Polsek Prabumulih Timur Kota Prabumulih. 

Warga Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Muara Dua Kecamatan Prabumulih Timur Kota Prabumulih ini ditahan lantaran telah melakukan tindak penganiayaan terhadap Sony Rifkyanto (45) Warga Jalan padat karya kelurahan gunung ibul.

Penganiayaan tersebut terjadi pada hari minggu (10/3) lalu di lapangan parkir taman kota prabujaya tepatnya pada saat acara melenial. 

Pada waktu itu tersangka Riandini memukul korban sebanyak 4 kali di bagian muka lantaran diduga telah menyenggol pelaku. Tak hanya itu, aksi kekerasan pun nyaris menimpa istri korban Umi Ropiah. 

Beruntung pada saat pelaku menarik tangan istri korban,  Eko dan Alvino juru parkir di taman langsung melerai keduanya. Korbanpun lalu melakukan visum ke RSUD Prabumulih dan melaporkan kejadian itu ke Polsek Prabumulih Timur. 

Menindaklanjuti laporan korban, Tim riksa III Polsek Prabumulih Timur melakukan pemangilan dan pemeriksan terhadap tersangka Riandini. Kemudian pada hari minggu (19/5) siang sekitar pukul  11.00 wib, petugas melakukan penahanan terhadap tersangka. 

Sementara itu, Kapolres Prabumulih, AKBP Tito Hutahuruk melalui Kapolsek Prabumulih Timur, AKP Alhadi Ajansyah saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah melakukan penahanan terhadap tersangka kasus penganiayaan. 

"Benar sekali. Kita juga telah mengamankan barang bukti berupa satu lembar baju warna putih hitam merek FILA," Ujar Kapolsek didampingi Kanit Reskrim, Ipda Hendra Jaya, Senin (20/5). 

Dari hasil pemeriksaan, kata Kapolsek, pemicu terjadinya aksi penganiayaan oleh tersangka Riandini dikarnakan korban diduga telah menyenggol tersangka saat diparkiran taman prabujaya. 

"Dari hasil pemeriksaan juga terungkap ternyata antara tersangka dan korban juga ada masalah sebelumnya. Keduanya pernah terlibat cekcok mulut," terangnya.
Share:

Motor Guru dan Soal Ujian Digasak Begal, Pelajar Kelas 1-5 SDN 34 Talang Ubi Tunda Ujian

PALI - Kejadian naas yang menimpa dua guru SDN 34 Talang Ubi yang hendak pergi mengajar tetapi dihadang dua pelaku begal di jalan Sungai Mang Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) pada Senin pagi (20/5) sekitar pukul 07.00 WIB, selain menyisakan trauma yang dalam bagi korban juga aktivitas pelajar SDN 34 Talang Ubi yang sejatinya pada Senin ini harus ujian bagi kelas 1 sampai kelas 5 terpaksa tertunda. 

Pasalnya, selain sepeda motornya dirampok kawanan begal,  Mu'Awiyah (25) guru CPNS asal Gelumbang Muara Enim yang baru beberapa bulan mengajar di sekolah tersebut juga kehilangan ratusan lembar soal ujian untuk pelajar SD kelas 1 sampai kelas 5, yang dibawa dalam tas milik Kristina (29) yang saat itu beriringan menggunakan sepeda motor lain. 

Diceritakan Mu'Awiyah, bahwa kejadian yang membuatnya trauma dan takut lagi mengendarai sepeda motor seorang diri. Sekitar pukul 06.45 WIB, dirinya keluar rumah kosnya, di wilayah Pal3 Desa Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi untuk menuju sekolah tempat dirinya mengajar di Desa Suka Damai. 

Mu'Awiyah pergi ke sekolah bersama temannya Kristina menggunakan dua buah sepeda motor dengan beriringan. Posisi Mu'Awiyah dibelakang Kristina. Saat di TKP, yakni di Jalan Sungai Mang, tepatnya di jalan yang sedikit rusak, Mu'Awiyah maupun Kristina memperlambat laju kendaraannya. 

Tetapi betapa terkejutnya, saat kendaraan yang dibawanya ditabrak secara tiba-tiba dari arah samping oleh dua orang tidak dikenal. Beruntung, saat ditabrak, Mu'Awiyah tidak mengalami cedera, hanya saja laju kendaraannya tidak bisa lagi berjalan, lantaran satu pelaku yang membawa sepeda motor langsung melintangkan motornya didepan Mu'Awiyah. 

Salahsatu pelaku langsung turun dan mencabut parang kemudian meminta sepeda motor Mu'Awiyah, serta mengancam akan membacoknya apabila tidak diberikan. Tentu saja, Mu'Awiyah berusaha mempertahankannya dan sempat tarik menarik sepeda motor tersebut. 

Sementara, Kristina yang mengetahui temannya hendak dirampok, sempat tancap gas untuk meminta pertolongan. Namun, karena jalanan saat itu sangat sepi memutuskan untuk memutar arah kembali ke TKP, karena khawatir temannya dicelakakan oleh kewanan perampok. 

Saat kembali lagi ke TKP, Kristina melihat Mu'Awiyah tengah tarik tarikan sepeda motor dengan dua pelaku begal tersebut, dan salahsatu pelaku mengayun-ngayunkan parang hendak membacok Mu'Awiyah. 

Karena merasa terancam, Mu'Awiyah berlari kearah Kristina yang baru saja kembali lagi. Namun, kedua pelaku mengejar Mu'Awiyah, lalu menghalangi kendaraan Kristina lalu meminta tas yang dibawa Kristina. 

Sempat dijelaskan Kristina bahwa tas tersebut tidak ada isi barang berharga  hanya soal ujian, tetapi kedua perampok itu memaksa dan kembali mengayun-ngayunkan parangnya sembari mengancam akan membacok kedua guru tersebut. 

"Karena ketakutan, terpaksa kami berikan tas dan motor aku. Kemudian kedua pelaku yang semuanya tidak menggunakan topeng itu kabur kearah keluar atau arah Maju Jaya," terang Mu'Awiyah saat ditanyai media ini di Mapolsek Talang Ubi ketika membuat laporan. 

Setelah kejadian, kedua guru itu menuju Kantor Dinas Pendidikan melaporkan bahwa soal ujian turut dirampok. "Dari dinas, disarankan membuat laporan polisi. Untuk anak-anak pelajar kelas 1 sampai kelas 5 ujiannya tertunda dan telah kami serahkan ke Kepala Sekolah serta dinas pendidikan," tutupnya dengan wajah masih terlihat shock. 

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan disampaikan Kanit Reskrim Ipda M Arafah menegaskan pihaknya telah lakukan olah TKP serta kasus tersebut dalam penyelidikan. 

"Kita telah kumpulkan keterangan saksi, saat ini pelaku dalam pengejaran," tandasnya. (sn)
Share:

Mau Piagam Bintang BBPOM, Sekolah Wajib Hadirkan Kantin Makanan Sehat

MUARA ENIM - Sebanyak 72 sekolah tersebar di Kabupaten Muara Enim bersaing merebut piagam bintang keamanan pangan dari Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) kota Palembang.

Piagam tersebut hanya diberikan kepada sekolah yang berhasil menghadirkan kantin yang menyajikan makanan sehat, bergizi serta aman.

Balai Besar BPOM Kota Palembang menggelar bimbingan teknis (bimtek)  Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang digelar di Balroom Hotel Griya Sintesa, kota Muara Enim, Senin (20/5).  Bimtek dihadiri dan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Muara Enim H Juarsah.

Kepala Balai Besar BPOM Kota Palembang, Harda Ningsi mengatakan piagam bintang akan dihadirkan untuk memotivasi sekolah-sekolah,  supaya hanya menyajikan makanan-makanan sehat serta aman bagi anak-anak ataupun pelajar.

"Tentu saja sekolah harus memenuhi syaratnya yakni dari aspek kesehatannya baik, brgizi dan aman. Pangan tersebut dijual bersih maupun higienis dikantin maupun pedagang disekeliling sekolah,"kata Harda.

Saat ini BBPOM, lanjutnya diberi tugas mengawasi dan mensosialisasikan Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di 989 sekolah di Sumsel."kebetulan di Muara Enim mendapat kesempatan 72 sekolah terdiri SD 46 sekolah, SMP 16 sekolah serta SMA 11 sekolah,"ucapnya.

Menurutnya, pengan dan jajanan anak di sekolah sangat penting mendapat perhatian. Karena anak mendapat energi dan kecerdasan dari pangan tersebut. Dia pun meminta supaya sekolah segera membentuk tim keamanan pangan yang tugasnya menyelenggarakan kegiatan keamanan pangan di sekolah.

"Pastinya dukungan support dari pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama kelanjutam program ini, program juga dapat diteruskan oleh dinas pendidikan dan kesehatan setempat,"urainya.

Sementara Wakil Bupati H Juarsah menegaskan siap mendukung langkah BBPOM yang ingin memastikan jajanan anak sekolah di Sumsel termasuk Kabupaten Muara Enim sehat dan aman.

"Pemkab Muara Enim sangat mendukung terciptanya keamanan pangan untuk kantin sekolah, diharapkan bimtek ini menjadikan sekolah menetapkan prinsip dasar keamanan pangan untuk menciptakan generasi yang sehat dan cerdas atau sesuai visi Merakyat,"pungkasnya.
Share:

Mau Maju, Puskesmas Harus Bisa Mengatur Keuangan

MUARA ENIM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim menargetkan pengelolaan seluruh puskesmas diwilayahnnya dengan sistem badan layanan umum daerah (BLUD). Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim H Hasanudin disela kegiatan workshop persiapan dan penerapan BLUD puskesmas Kabupaten Muara Enim di ballroom Hotel Grand Zuri Muara Enim, Senin (20/5).

"Tahun 2020, seluruh puskesmas di Muara Enim dicoba terapkan pola BLUD, kita ingin penerapannya sekaligus karena persiapan terus dimatangkan,"kata Sekda.

Sekda mengungkap ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi sebelum dijadikan BLUD. Di antaranya, harus memiliki sumber daya manusia (SDM), manajemen pengelolaan keuangan, dan faktor-faktor lainnya.
Adapun manfaat upaya pembentukan puskesmas BLUD tersebut, terang Sekda untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

”Ketika ada kekurangan bahan atau alat, bisa dilakukan secara mandiri. Dengan catatan, mengacu pada aturan perundang-undangan yang ada,” tukasnya.

Selain itu, penerimaan puskesmas yang menerapkan BLUD tidak akan masuk APBD, melainkan akan dikelolah secara mandiri.

"Jadi managemen mandiri sangat dibutuhkan disini, keberhasilan atau kemajuan puskesmas tergantung baik-buruknya pengelolaan masing-masing,"ucapnya.

Meski demikian, Sekda memastikan puskesmas juga tetap mendapati pengawasan dan evaluasi baik dari Pemda maupun lembaga konsultan.  "Kalau diperiukam biaya mendorong BLUD, silahkan aja ajukan,"sebutnya.

Lebih lanjut, Sekda mengharapkan penerapan BLUD dapat menjadikan puskesman kreatif serta mandiri dalam memajukan pelayanan kepada masyarakat.

"Silahkan berkreasi, bisa saja gandeng swasta atau sebagainya, karena puskesmas berhak mengatur, melaksanakan hingga mengevaluasi sendiri,"pungkasnya.
Share:

Hendak ke Sekolah, Guru Cantik di PALI Jadi Korban Begal

PALI--Guru SD kembali jadi sasaran aksi begal yang terjadi pada Senin pagi (20/5) sekitar pukul 07.00 WIB di Jalan Sungai Mang, Desa Suka Damai Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Kali ini korbannya guru SDN 34 Talang Ubi, Mu'Awiyah S.Pd (25) yang hendak mengajar.

Dari data yang berhasil dihimpun media ini bahwa korban tengah mengendarai sepeda motornya menuju SDN 34 bersama temannya, Kristina (29) yang juga mengendarai sepeda motor berbeda dengan cara beriring-iringan.

Tetapi saat di TKP, korban tiba-tiba ditabrak dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor dari arah samping membuat korban menghentikan kendaraannya.

"Kedua pelaku tidak menggunakan topeng. Setelah menabrak aku, satu pelaku turun dan mencabut sebilah parang lalu mengancam akan membacok apabila tidak menyerahkan sepeda motor yang aku bawa," ungkap Mu'Awiyah, saat ditanyai media ini di Mapolsek Talang Ubi.

Mengetahui dirinya dirampok, kemudian teman korban, Kristina menancap gas meminta pertolongan, tetapi kondisi jalan saat itu sangat sepi membuat Kristina memutuskan memutar arah menuju TKP.

"Tetapi saat Kristina kembali, pelaku belum pergi, karena aku berupaya mempertahankan sepeda motor aku. Kemudian, saat Kristina datang, salahsatu pelaku memaksa meminta tas yang dibawa kristina, yang isinya soal ulangan," tukasnya.

Karena ketakutan, akhirnya sepeda motor jenis Honda Scupy warna biru milik Mu'Awiyah dan tas milik Kristina berisi soal ujian direlakan dibawa kabur dua pelaku.

"Pelaku kabur ke arah Pal 3 Maju Jaya. Dan setelah itu aku laporkan kejadian itu ke Polsek Talang Ubi," ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Talang Ubi Kompol Okto Iwan melalui Kanit Reskrim, Ipda M Arafah bahwa pihaknya telah lakukan olah TKP.

"Saat ini kita tengah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan langsung melakukan pengejaran," tandasnya.
Share:

Dewan Segera Panggil MHP dan Dinas PU terkait Perbaikan Jalan Simpang Raja

PALI - Perbaikan jalan poros Simpang Raja Kecamatan Talang Ubi yang saat ini dikerjakan pihak PT Musi Hutan Persada (MHP) karena menjadi rute utama angkutan kayu milik perusahaan itu, mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Dewan PALI menekankan pihak MHP agar serius dalam pengerjaan perbaikan untuk disesuaikan dengan bobot angkutan logging.

Karena sudah banyak keluhan warga yang biasa menggunakan jalan tersebut terkait rusaknya jalan itu, sementara perbaikan yang dilakukan pihak perusahaan dinilai warga lelet dan teknis pelaksanaan dianggap salah.

"Dinas PU seharusnya mendampingi, agar pelaksanaan pekerjaan perbaikan tidak asal-asalan. Warga banyak mengeluh karena jalan semakin hancur meskipun tengah diperbaiki," ujar H Soemarjono, Ketua DPRD PALI, Senin, (20/5).

Dalam waktu dekat ini, ditegaskan Ketua DPRD bahwa pelaksana atau pihak MHP dan Dinas PU bakal dipanggil. "Kami akan pangggil pelaksana dan dinas PU, kami ingin memastikan bahwa pekerjaan perbaikan jalan yang telah dibangun Pemkab PALI yang saat ini rusak karena aktivitas MHP, sesuai ketentuan agar tidak ada keluhan lagi dari masyarakat," tandasnya.

Sementara itu, Jhon (35) salahsatu warga Tanah Abang yang sering berlalu lintas di jalan tersebut meminta agar pihak MHP mengevaluasi proses pekerjaan perbaikan jalan tersebut.

Diakuinya bahwa sering kali terjadi kemacetan akibat adanya armada logging yang terjebak lubang, yang tentunya menghambat seluruh aktivitas. Dirinya juga meminta pihak MHP untuk melakukan penyiraman jalan dari Simpang Raja sampai simpang jalan logging, karena debu tebal sering terhirup warga terutama pengendara sepeda motor ketika berlintasan armada logging.

"Alat berat selalu bolak balik di jalan tersebut membuat jalan tambah hancur, belum lagi puluhan armada logging kulu kilir setiap hari, membuat perbaikan jalan molor tak kunjung selesai, juga menimbulkan debu tebal. Tolonglah pada pihak MHP untuk crosscek kelapangan, benahi agar seluruh aktivitas baik warga dan perusahaan lancar," ungkap Jhon.


Sebelumnya, perwakilan PT MHP, Mutakabir SH saat dikonfirmasi media ini, Minggu (12/5) menyebut bahwa pekerjaan perbaikan jalan direncanakan rampung 21 Agustus 2019.

"Terdapat 44 point perbaikan di ruas jalan cor tersebut dengan lebar 5.126,75 M2 dan Panjang 962 M. Ditargetkan 21 Agustus 2019 sudah selesai pekerjaan , saat ini sudah berjalan 30% proses pekerjaan ( 40 hari kerja ) sdh berjalan. Umur beton 21-28 hari dan volume beton 1.026 m3 . Faktor cuaca menjadi faktor utama pendukung percepatan perbaikan jalan tersebut," terang Mutakabir yang sering di sapa Obby. (sn)
Share:

Jual Sabu dan Miliki Senpira, Kades Muara Meo Digaruk Petugas

MUARAENIM - Mendapat informasi dari masyarakat bahwa rumah tersangka Fajasa Abdu (37) yang  kerap dijadikan tempat transaksi narkoba, Petugas ResNarkoba Polres Muara Enim langsung mendatangi dan mengamankan tersangka di rumahnya di Dusun I Desa Muara Meo Kecamatan Tanjung Agung pada, Jumat (17/5).

Sebelum melakukan penggerbekan, petugas terlebih dahulu melakukan pengintaian dan pemgumpulan informasi. Setelah mendapatkan informasi yang valid, petugas menangkap tersangka di rumahnya dan melakukan penggeledahan dengan menemukan barang bukti berupa sabi seberat 8,1 gram dan senjata api rakitan (senpira) beserta amunisi.

Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juono melalui Wakapolres, Kompol Ari Drajat didampingi Kasat Narkoba, AKP I Putu Suryawan mengatakan, dari iniformasi yang didapat, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi. Setelah dirasa cuku, petugas langsung menggerbek dan mengamankan tersangka.

“Tersangka sudah lama menjual narkoba. Dan ini menjadi keresahan warga. Bagai mana tidak, tersangka ini merupakan Kepala Desa (Kades) Muara Meo. Dari itulah kita langsung melakukan tindakan,” ujarnya.

Dari pemggerbekan, selain mengamankan narkoba yang diduga sabu, petugas juga mengamankan senpira laras panjang dan amunisi, serta handphone yangvkerap dijadikan alat komunikasi penjualan serta kendaraan roda empat milik tersangka.

“Tersangka kita kenakan tiga pasal yakni, 114, 112, 127 tentang narkotika dan UU darurat tentang kepemilikan senjata api. Saat ini terangka sudah kita amankan dan akan dilakukan proses hukum terhadap tersangka,” pungkasnya. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts