Jasad Warga Teluk Lubuk Korban Tenggelam Akhirnya Ditemukan

Muara Enim -- Kerja keras tim SAR dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten PALI bersama puluhan warga yang melakukan pencarian terhadap jasad Kopli (55) warga Desa Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim yang terjatuh dari atas perahunya saat memancing lalu tenggelam di Sungai Lematang pada Selasa sore (28/5) sekira pukul 15.30 WIB akhirnya  membuahkan hasil. 

Jasad korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi kejadian Selasa malam  sekitar pukul 20.30 WIB dengan kondisi sudah meninggal dunia. 

Dikatakan Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI bahwa pencarian yang dilakukan lebih 5 jam tanpa henti dan tanpa mengenal malam. 

"Kita tidak hentikan pencarian meski kondisi gelap. Dengan menggunakan perahu karet serta dengan penerangan lampu manual juga dibantu warga, akhirnya korban bisa ditemukan," ungkap Junaidi. 

Setelah ditemukan, kemudian jasad korban dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. "Selanjutnya kita serahkan jasad korban ke pihak keluarga untuk disemayamkan dan selanjutnya direncanakan bakal dimakamkan pada esok harinya," tutupnya. (sn)
Share:

Bongkar Rumah Tetangga, Warga Betung Ini Bakal Lebaran Dibalik Sel

PALI--Lebaran bagi sebagian besar umat muslim menjadi ajang silaturrahmi dan momen berkumpulnya dengan keluarga besar, tetapi tidak bagi Persis Andika alias Ener (25) warga Desa Betung Kecamatan Abab Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). 

Pasalnya pemuda tersebut ditangkap jajaran Polsek Penukal Abab lantaran diduga kuat sebagai pelaku pembobolan rumah milik Arsadi (40) yang masih satu desa dengan tersangka Ener, yang memaksa pemuda ini harus melalui momen hari raya Idul Fitri dibalik jeruji besi. 

Tersangka Ener ditangkap pada Selasa (28/5) sekitar pukul 15.00 WIB berdasarkan bukti LP/ B- 61/2018/ Sumsel/Res. Muara Enim /Sek. Penukal abab Tgl 26 maret 2019 karena menjadi tersangka tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (curat) sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian didampingi Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo bahwa kejadian pembobolan rumah yang diduga dilakukan pelaku terhadap korbannya terjadi pada Kamis (21/3/2019) lalu. 

Pelaku tidak sendiri dalam melakukan aksinya, melainkan ada satu kawan pelaku yang sudah dikantongi identitasnya serta saat ini masuk DPO Polsek Penukal Abab.

Saat melakukan aksinya, tersangka Ener hanya bermodalkan pahat kayu yang berbentuk obeng, kemudian alat tersebut digunakan untuk merusak dan mencongkel pintu jendela rumah korban. 

"Saat kejadian, korban tengah tertidur lelap, yakni sekitar pukul 03.30 WIB. Setelah berhasil masuk, pelaku mengambil barang milik korban berupa 1 (satu) unit laptop merk Acer warna merah, 1 (satu) unit mesin pompa air merk panasonic dengan total kerugian ditaksir kurang lebih sebesar Rp. 4.000.000,- (empat juta rupiah)," ungkap Alpian.

Korban mengetahui rumahnya sudah dimasuki tamu tak diundang saat korban bangun tidur. "Mengetahui ada barang miliknya hilang, kemudian korban melaporkannya ke Polsek Penukal Abab. 

"Atas dasar laporan korban serta dari hasil penyelidikan, pelaku berhasil kita tangkap di jalan Betung ketika pelaku ini menuju Betung dari arah Desa Panta Dewa," terangnya. 

Saat penangkapan, diamankan juga barang bukti berupa 1 (satu) unit laptop merk Acer warna merah, 1 (satu) unit mesin pompa air merk panasonic dan 1 (satu) buah pahat kayu bentuk obeng.

"Pelaku masih kita interogasi guna pengembangan dan untuk mengorek dimana keberadaan teman pelaku," tandasnya. (sn)
Share:

Samsat Beri Dispensasi Pembayaran Pajak yang Jatuh Tempo Saat Libur Lebaran

PRABUMULIH--Memasuki cuti bersama hari raya Idul Fitri, UPTD Samsat Kota Prabumulih memberikan dispensasi pembayaran pajak kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang jatuh tempo pada tanggal 1 sampai 9 Juni mendatang. 

Hal ini diungkapkan Kepala UPTD Samsat Prabumulih, Hasanudin didampingi Kasubag TU, Yustika melalui Kasi Penagihan, Doni saat dibincangi diruang kerjanya, Selasa (28/5). 

"Samsat kota prabumulih dan dispenda provinsi sumsel menerangkan pada wajib pajak kendaraan terhitung tanggal 1 juni sampai 9 juni apabila jatuh tempo di tanggal tersebut jangan khawatir karena tidak dikenakan denda," ujar Doni saat dibincangi diruang kerjanya. 

Namun demikian, kata Doni, apabila wajib pajak tidak membayarkan kewajibannya pada tanggal 10 Juni setelahnya, maka wajib pajak akan dikenakan denda. 

"Asal dibayar pada tanggal 10. Apabila tidak dibayar maka akan didenda dihari selanjutnya sebesar 25 persen dari pajak yang dibebankan," ungkapnya. 

Doni menerangkan, jumlah kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang pajaknya jatuh tempo pada tanggal 1 sampai 9 Juni berjumlah 471 kendaraan. "Dan itu khusus kendaraan yang ada di Kota Prabumulih saja," tututrnya.

Nah, untuk mengantisipasi adanya lonjakkan wajib pajak yang akan membayar pajak, kata Doni, pihaknya akan memanfaatkan media samling guna memecah titik di Samsat. 

"Selain itu untuk melayani seluruh wajib pajak, pelayanan Samsat akan dibuka lebih awal yakni mulai pukul 08.00 wib," terangnya.
Share:

Tiga Jam Pencarian, Jasad Warga Teluk Lubuk Yang Tenggelam Belum Ditemukan

"Tim SAR PALI bersama warga setempat mencari keberadaan korban yang tenggelam disungai lematang "

MUARA ENIM -- Meski puluhan warga di bantu Tim SAR dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan pencarian di atas sungai Lematang dengan menurunkan perahu karet serta perahu tradisional milik warga, jadad Kopli (55) warga Desa Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim yang jatuh dari atas perahunya ketika tengah memancing belum juga diketemukan. 

Berbagai upaya pun dilakukan warga terutama keluarga korban agar jasad Kopli bisa segera ditemukan, mengingat hari semakin gelap. 

Dari penuturan warga setempat, keluarga korban pun memanggil paranormal atau orang pintar dengan menggunakan bantal yang dihanyutkan diatas permukaan sungai Lematang. 

"Disamping tim SAR PALI bersama warga bahu membahu mencari korban dengan menggunakan perahu karet dan perahu milik warga yang menyisir sungai Lematang, keluarga korban juga mendatangkan orang pintar," ungkap Perry, Selasa sore (28/5).

Namun berbagai upaya belum membuahkan hasil, diakui Perry bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB, artinya korban tenggelam sudah lebih tiga jam.

"Hari semakin gelap, tapi korban belum kunjung ditemukan. Tetapi kami semua berharap, sore ini juga korban bisa diketahui keberadaannya," terangnya. 

Sementara itu, Junaidi Anuar, Kepala BPBD PALI yang pimpin tim SAR lakukan pencarian bahwa pihaknya langsung menuju TKP untuk membantu warga Teluk Lubuk.

"Meski Teluk Lubuk wilayah Muara Enim, tetapi desa tersebut lebih dekat ke PALI. Oleh karena itu, saat adanya laporan warga yang meminta bantuan, segera kita meluncur dengan mengerahkan beberapa petugas dan membawa perahu karet," kata Junaidi. 

Upaya pencarian terusan dilakukan sampai korban bisa ditemukan. "Selagi kondisi masih memungkinkan, kita akan terus lakukan pencarian, namun apabila sampai malam hari korban belum kita temukan, maka pencarian akan kita hentikan sementara dan akan dilanjutkan esoknya," tandasnya. 

Diketahui bahwa Kopli dikabarkan tenggelam di Sungai Lematang saat pria tersebut terjatuh dari atas perahunya ketika memancing. Diduga korban tengah tidak enak badan ketika kejadian, sebab dari sejumlah keterangan warga, korban sudah terbiasa melakukan aktivitas memancing dengan perahu di Sungai Lematang, namun sebelum pergi memancing, Kopli mengeluh tidak enak badan. (sn)
Share:

Breaking News : Warga Teluk Lubuk Tenggelam Saat Memancing, Tim SAR PALI Turun Tangan

Muara Enim -- Kopeni (50) warga Desa Teluk Lubuk Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim dikabarkan tenggelam di sungai Lematang pada Selasa (28/5) sekitar pukul 15.30 WIB. 

Dari keterangan warga setempat, Kopeni terjatuh dari atas perahu saat memancing ikan di sungai Lematang. 

"Korban sudah biasa melakukan aktivitas diatas sungai menggunakan perahu. Tetapi dari informasi keluarga bahwa Kopeni mengeluh kurang enak badan sebelum pergi memancing," ungkap Perry kepada media ini. 

Atas kejadian itu, warga pun berhamburan mendekati bibir sungai Lematang untuk melakukan pencarian. 

"Sebagian ada yang menggunakan perahu melakukan pencarian. Namun kami juga menghubungi tim SAR kabupaten PALI untuk meminta bantuan untuk melakukan pencarian. Dan saat ini, tim SAR sudah datang dan langsung turun ke sungai Lematang," tukasnya. 

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terus dilakukan tim SAR PALI dan warga. (sn)
Share:

Ringankan Korban Kebakaran, Bupati PALI dan Unsur Muspida Bantu Bangun Rumah di Talang Jawa

PALI, SININEWS.COMBupati PALI Heri Amalindo lakukan meletakkan batu pertama pembangunan rumah korban kebakaran, bersama Polsek Talang Ubi, Koramil dan segenap instansi terkait dalam membantu meringankan beban korban kebakaran di Talang Jawa Kelurahan Talang Ubi Barat Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

"Musibah kita tidak ada yang tahu, untuk itu sebagai sesama manusia kita harus bahu membahu membantu meringankan beban saudara kita yang terkena musibah.
Suatu kebanggaan bagi kami melihat seluruh masyarakat bergotong royong untuk meringankan beban saudara yang terkena musibah," ungkap Bupati.

Kapolsek Talang Ubi, Kompol Okto Iwan Setiawan mengemukakan, bahwa kegiatan mengumpulkan bantuan tidak lain untuk membangkitkan kepedulian masyarakat terhadap setiap warga yang terkena musibah.

Pihaknya berterimakasih kepada kawan-kawan yang telah bahu membahu memberikan bantuan baik itu dari pemkab PALI, pengusaha di PALI, dan dinas terkait serta masyarakat.


"Insyaallah bisa cepat selesai, dan kali ini pembangunan tiga unit rumah bisa dimulai. Kita semua berkewajiban membantu warga PALI yang dapat musibah, agar meringankan bebannya serta memberi semangat keluarga yang terkena musibah," ungkapnya.

Seperti diketahui pada Minggu (19/5/2019) sekitar pukul 9.00 WIB telah terjadi kebakaran di Talang Jawa kelurahan Talang Ubi Barat yang mana dari kebakaran tersebut setidaknya tiga unit rumah warga hangus terbakar dan satu orang meninggal dunia.

Selain dibangunkan rumah, korban kebakaran Talang Jawa juga mendapat bantuan sosial dari bank Sumselbabel berupa paket sembako, bantuan uang tunai dari sejumlah tenaga pendidik di kabupaten PALI, Dinas Sosial, dan PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo. (SN/Adv)
Share:

Sopir Naikan Tarif Bus, Siap-Siap Izin Trayek Dicabut

MUARA ENIM--Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Muara Enim, melarang sopir bus Antar Kabupaten Dalam Provinsi (AKDP) menaikan tarif ongkos kepada penumpang mudik mulai H-7 lebaran hingga H+7 lebaran Idul Fitri 1440 H. Soalnya para pengusaha angkutan umum hanya diperkenankan memakai tarif batas atas dan bawah yang sebelumnya telah ditetapkan. 

Kepala Dishub Muara Enim, H Riswandar SH MH melalui Kabid Angkutan Akhmad Junaini mengatakan, berdasarkan aturan yang berlaku kini tidak lagi diperkenankan angkutan penumpang untuk menerapkan tuslah. “Tidak ada tuslah,” tegas Junaini, Selasa (28/5.

Menurutnya, untuk penyesuaian tarif selama arus mudik dan balik bus AKDP hanya diperkenankan berpatokan pada tarif batas atas. Terkait nominal, hal tersebut telah diatur dan jika dikalkulasikan nilainya.

Ditegaskannya, jika ditemukan ada angkutan penumpang yang melanggar ketentuan maka pihaknya akan langsung melakukan penindakan. “Sanksi Paling berat pencabutan izin trayek angkutan,” tuturnya.

Terkait tarif batas atas dan bawah, kata dia, tarif batas atas angkutan penumpang antar kota dalam provinsi (AKDP) kelas ekonomi trayek Muara Enim-Palembang Rp 40 ribu per penumpang. Sedangkan untuk bus Damri tarifnya Rp 55 ribu per penumpang. “Tarif AKDP sudah ditetapkan oleh Gubernur Sumsel. Untuk tarif penumpang bus Damri tidak mengalami kenaikan,”jelasnya.

Sementara itu,  pengurus Tranpotasi Damri Muara Enim, Edi (50), menjelaskan memasuki H-8 belum ada lonjakan penumpang. “Diprediksi terjadi lonjakan penumpang H-4. Untuk tarif tidak mengalami kenaikan,” jelasnya.

Terpisah, pengurus bus AKDP Kamrata Jaya, Husin (51), mengaku memasuki H-8 belum terjadi lonjakan penumpang. “ Masih Sepi, baru ada dua penumpang. Biasanya terjadi lonjakan penumpang H-7 dari Palembang. Dan dari Muara Enim lonjakan penumpang memasuki H+3. Untuk tarif Palembang-Muara Enim tetap Rp40 ribu, tidak ada tuslah,” jelasnya.
Share:

117 Ribu Siswa Terima Seragam-Sepatu Gratis

MUARA ENIM--Bupati Muara Enim, Ir H Ahmad Yani MM, mulai meralisasikan janji politik yang dituangkan dalam visi dan misinya. Terbukti orang nomor satu di Muara Enim ini pada tahun ajaran 2019 ini, akan merealisasikan pemberian baju seragam sekolah dan sepatu gratis kepada 117 ribu siswa SD,SMP, MI dan MTS negeri dan swasta.

              “Peserta didik SD/MI mulai kelas 1 sampai kelas VI dan siswa SMP/MTs hingga kelas 9 negeri dan swasta pada tahun ajaran baru ini akan mendapatkan seragam dan sepatu sekolah gratis,” jelas Bupati saat melakukan silaturahmi dengkan 590 kepala sekolah SD/MI dan SMP/MTs negeri dan swasta di gedung Puteri Dayang Rindu, Selasa (28/5).

                Acara yang digelar Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muara Enim, Zinal itu dihadiri juga Kepala Bappeda Muara Enim, H Ramlan Suryadi, Kepala BPKAD, Armeli Mendri.

                  Menurut Bupati pemberian seragam sekolah dan sepatu sekolah gratis tersebut bertujuan agar tidak ada kesenjangan bagi para pelajar yang berasal dari ekonomi lemah dengan ekonomi yang kaya. Kemudian untuk memotifasi para siswa agar lebih semangat untuk belajar.

                 “Pemberian seragam dan sepati sekolah geratis ini agar tidak ada kesenjangan antara si miskin dan yang kaya dan agar siswa tidak minder untuk belajar di sekolah tersebut,” jelasnya.

                   Menurutnya, pengadaan seragam dan sepatu sekolah gratis itu dilakukan melalui anggaran dana BOS daerah yang diserahkan kepada sekolah masing masing. Kemudian pihak sekolah nantinya yang akan menunjuk penjahit penjahit lokal yang akan menjahit seragam siswa tersebut.

                   Sehingga pemberian seragam gratis itu, nantinya menimbulkan pultiplayer efek bagi penjahit penjahit lokal, karena mendapatkan orderan. Sehingga meningkatkan perekonomian para pejbahit lokal.

                    Sementara itu, Kepala BPKAD Muara Enim, Armeli Mendri menegaskan, bahwa penyaluran anggaran seragam dan sepatu sekolah gratis tersebut melalui dana BOS daerah.

                  Menurutnya, alokasi anggaran yang diberikan untuk siswa SD/MI sebesar Rp 300 ribu / siswa dengankan SMP/Mts sebesar Rp 350 ribu/siswa.

                 “Kita harapkan pada ajaran baru ini para siswa kelas 1 yang baru masuk sekolah sudah memakai seragam dan sepatu sekolah gratis tersebut,” pintanya.
Share:

Pengumuman, Jumat 31 Mei Pegawai PALI Wajib Masuk Kerja

PALI-- Lebaran sudah dekat, pastinya identik dengan libur panjang yang banyak dinanti pagawai pemerintahan maupun pegawai swasta. Namun, pada libur panjang dan cuti bersama tahun 2019 ini, tidak begitu banyak, pasalnya hanya beberapa hari pemerintah pusat memberikan hari libur bagi pegawainya. 

Dijelaskan Sekda PALI, Syahron Nazil bahwa untuk cuti bersama hari raya hanya beberapa hari, karena cuti bersama adalah tanggal 3-4 dan 7 Juni. Untuk tanggal 5-6 libur hari raya. Sedangkan tanggal lainnya merupakan hari libur. 

"Jadi kalau cuti bersama hanya tiga hari, sisanya hari libur. Untuk itu pegawai di PALI harus bisa memanfaatkan waktu tersebut sebaik-baiknya. Karena pada Senin tanggal 10 Juni sudah harus masuk kerja lagi," terang Sekda, Selasa (28/5).

Informasi libur dan cuti bersama dimulai Kamis (30/5), ditepis Sekda. Lantaran, pada Jumat (31/5) seluruh pegawai diwajibkan bekerja sebagaimana biasanya. 

"Jumat tanggal 31 Juni masih waktu kerja. Meski hari kejepit, tetapi pegawai wajib masuk dan melakukan pelayanan. Pengawasan tetap dilakukan agar seluruh pegawai disiplin," tukasnya. 

Diakui Sekda, pihaknya saat ini belum mengeluarkan rencana lakukan Sidak pada hari Jumat nanti, tetapi tidak menutup kemungkinan Sidak bakal dilakukan. 

"Kita berharap kesadaran pegawai sebagai pelayan masyarakat untuk menghormati waktu. Silahkan berlibur dan memanfaatkan waktu cuti kalau sudah waktunya tiba, tetapi jangan lupa kewajiban untuk bekerja saat jam kerja agar penilaian masyarakat terhadap pegawai positif. Bagi pegawai bandel, tentu ada sanksi yang telah disepakati, dimana bagi TKS sesuai SPK, dan ASN sudah ada ketentuan yang mengaturnya," tegas Sekda.
Share:

Diduga Hutang Piutang, Warga Air Itam Tewas Dihujam tersangka

ilustrasi

PALI -  Saiful Tusin (49) warga Desa Air Itam Kecamatan Penukal Kabupetan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) harus meregang nyawa setelah terjadi perkelahian dengan pelaku JR yang diketahui satu desa dengan korban.

Kejadian yang menggegerkan warga Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal tersebut berlangsung pada Senin (27/5) sekitar pukul 07.00 WIB, diduga akibat hutang piutang.

Dari keterangan Sumantri, Kepala Desa Gunung Menang, bahwa kejadian yang tidak terduga tersebut berlangsung di rumah istri muda korban. Menurut Kades, saat itu, kondisi desa tengah sepi. Namun tiba-tiba datang pelaku JR ke kediaman istri muda korban. 

"Kami tidak tahu persis apa motif kejadian itu, tetapi antara pelaku dan korban sempat berkelahi. Tetapi mungkin karena korban baru bangun tidur, serta tidak ada persiapan, korban pun akhirnya  terluka dihujam pelaku," ungkap Kades, Selasa (28/5).

Korban sempat diberi pertolongan di RS Prabumulih, tetapi dikatakan Kades, korban akhirnya meninggal dunia pada Senin malam sekitar pukul 21.30 WIB.

"Kami berharap, kasus ini segera terungkap, warga kami resah. Karena pelaku maupun korban bukan berasal dari desa kami," harap Kades.

Terpisah, Iptu Alpian, Kapolsek Penukal Abab membenarkan kejadian tersebut. Polisi telah lakukan olah TKP dan telah mengumpulkan keterangan saksi-saksi.

"Info yang telah kami kumpulkan, motifnya diduga hutang piutang narkoba. Tetapi masih kita dalami. Untuk pelaku menurut keterangan saksi, seorang diri dan identitas pelaku telah kita kantongi serta saat ini anggota kita tengah lakukan pengejaran," tandas Kapolsek. (sn)
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts