Sidang Pembunuhan, Diperkosa Lalu Dibakar, Mulai Hadirkan Saksi-saksi


MUARA ENIM, SININews.com -  Masih ingat dengan kasus pembunuhan sadis korban IA yang di perkosa, dibunuh lalu dibakar.
Yang mayat korban di temukan di kawasan Sungai Rambutan, Kabupaten Ogan Olir, pada Senin 20 Januari 2018 yang lalu.

Dari pantauan dilapangan, pada Selasa (18/6), pintu dan ruang sidang tampak dijaga ketat oleh pihak kepolisian. Dimana, pihak keluarga korban yang ikut menghadiri persidangan cukup ramai. Sehingga, persidangan dijaga ketat oleh pihak kepolisian.

Sidang ke dua kasus pembunuhan sadis ini kembali di gelar di Pengadilan Negeri Muara Enim dengan agenda sidang menghadirkan para saksi-saksi. Dimana sidang ini, di Ketuai oleh Hakim Ketua Hariyanto Dasad SH, Sedangkan, hakim anggota Dede Agus Kurniawan, Rio Nazar.

Sedangkan, saksi-saksi yang dihadirkan yakni orang tua korban dan saudara korban IA, pihak kepolisian Tim Jatanras Polda Sumsel, ketiga tersangka yakni  Abdul Malik alias tete bin Muslim, Feriyanto (sibisu) dan Tersangka Asri. Dimana, di hadiri JPU dari Kejaksaan Kabupaten Muara Enim Ester Marissah SH.

Berdasarkan keterangan para saksi-saksi yang dihadirkan, bahwa pihak keluarga korban sebagai saksi mengatakan, kalau pihak keluarga mengetahui korban pergi dari rumah dengan niat untuk mengambil berkas KK ke Desa Segayam. Namun, karena korban IA tidak pulang-pulang kerumah keluarga korban menghubungi si korban tetapi tidak aktif.

Ke esokan harinya, keluarga korban mendapatkan kabar dari medsos, bahwa ada penemuan mayat di Daerah Sungai Rambutan Kabupaten Ogan Ilir. Lalu, pihak korban tidak langsung ke TKP tetapi langsung melihat ke RS Bayangkara Palembang. Namun, kondisi korban tidak diketahui. Setelah pihak RS Bayangkara Palembang mengadakan pemeriksaan antem mortem melalui tes DNA diketahui korban positif bernama Inisa IA.

Lalu, dari saksi pihak Kepolisian Jatanras Polda Sumsel yang menghadirkan petugas yang melakukan penangkapan pada para tersangka, bahwa penangkapan tersebut diawali dengan penangkapan pada tersangka Ferianto (sibisu) yang membawa motor korban, lalu ditangkaplah para tersangka lainnya yakni Abdul Malik, Arsi dan tersangka duanya masih dibawah umur yakni inisial F dan D.

Dalam sidang kasus ini memang semua saksi di lakukan sumpah keterangan saksi. Dan, sedikit ada kesulitan dalam menggali keterangan pada tersangka Ferianto yang merupakan penyandang bisu. Sehingga terpaksa menghadirkan tim ahli peterjemah bagi penyandang bisu.

Keterangan para saksi dan juga pengakuan para tersangka disidang kali ini akan dipertimbangkan oleh pihak hakim dalam proses persidangan kasus ini. Dan sidang berikutnya akan dilakukan sesuai jadwal yang ditentukan.

Sementara seperti di ketahui, kasus pembunuhan sadis ini Seorang wanita muda berinisial IA (20), tewas dibunuh lalu diperkosa sejumlah laki-laki di Desa Talang Taling, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim.  Setelah tewas dan diperkosa oleh para tersangka, korban selanjutnya dimasukkan ke karung dan dibawa dengan mobil pick up.

Lalu, Jenazah korban langsung dibawa ke Kabupaten Ogan Ilir. Di sana langsung dibakar oleh para tersangka, dimana kondisi korban sudah tewas. (Sn)
Share:

Pilkada 2020 di Kabupaten PALI Muncul nama baru


PALI, SININews.com - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten PALI yang akan bakal digelar 2020 mendatang, sudah menggema. Sejumlah nama pun muncul untuk meramaikan pesta demokrasi ke dua di Bumi Serepat Serasan. 

Salahsatunya Asgianto, ST, politisi Partai Gerindra asal Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI yang digadang-gadang menjadi bakal calon Bupati pada Pilkada PALI akhirnya memberikan komentar.

Pria yang kini menjadi Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan dari Partai Gerindra itu mengaku belum terfikir ke arah Pilkada PALI 2020 nanti.

Namun, saat ini dirinya menunggu keputusan Pilihan Presiden (Pilpres) yang kini memasuki sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sabar bae, nunggu keputusan Pilpres dulu yo," kata Asgianto.

Kendati demikian, terkait maju atau tidak dirinya pada Pilkada PALI 2020 nanti, Ia mengaku akan mengikuti apapun perintah dari Partai.

"Saya ini petugas partai, apapun perintah partai pada prinsipnya saya harus siap menjalankannya. Karena itu tugas yang diamanahkan kepada saya selaku kader partai," tutupnya.(sn)
Share:

Ambil Barang Dari Air Itam Ditangkap di Gunung Menang, Warga Tais Bawa Sabu Masuk Sel Polsek Penukal Abab


PALI, SININews.com - Taufik (30) warga Desa Simpang Tais Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dibekuk jajaran Reskrim Polsek Penukal Abab saat pria berprofesi sebagai petani karet itu melintas di jalan lintas Sekayu -PALI tepatnya di jalan Desa Gunung Menang Kecamatan Penukal. 

Bukan karena apes, tetapi Taufik yang saat ini berstatus tersangka itu, kedapatan membawa 1 ( satu ) kantong plastik yang diduga berisikan narkotika jenis sabu-sabu seberat 2.5 gram dan 1 ( satu ) kantong plastik yang diduga berisikan narkotika jenis pil extasi sebanyak 5 butir yang menjeratnya masuk ke sel tahanan Polsek Penukal Abab. 

Taufik ditangkap pada Minggu (16/6) sekitar pukul 15.00 WIB bersama 1 (satu) unit sepeda motor honda Beat street warna hitam Nopol BG 4173 PAA yang menjadi tunggangannya saat membawa barang haram itu serta 1 (satu) buah handphone merk Nokia 105 warna hitam.

Diungkapkan Kapolres Muara Enim AKBP Afner Juwono melalui Kapolsek Penukal Abab Iptu Alpian disampaikan Kanit Reskrim Ipda Agus Widodo bahwa
Pada hari Minggu tanggal 16 juni 2019 sekira jam 15.00 WiB, ada informasi dari masyarakat bahwa di jalan Desa Air Itam Kecamatan Penukal telah terjadi transaksi narkoba dengan ciri-ciri pelaku dimaksud. 

Atas laporan dari masyarakat tersebut, dengan sigap Unit Reskrim yang di pimpin oleh Kanit Reskrim langsung melakukan penyelidikan, dan pada saat di jalan Desa Suka Raja anggota melihat pengendara motor dengan ciri-ciri tersebut di atas melintas dan langsung dilakukan penghadangan/ penyetopan guna upaya paksa / penangkapan.

Namun pelaku berusaha menghindar sehingga terjatuh dari kendaraan bermotornya dan pada saat akan digeledah pelaku ada membuangkan suatu barang yang ada pada genggamannya dengan melemparkan di seputaran TKP berupa: 1 (satu) kantong plastik di bungkus lakban hitam yang berisi diduga narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 2.50 gram dan 1 (satu) kantong narkotika yg diduga extasi/inek sebanyak 5 butir dengan logo minions dan 1 (satu) buag pirex/kaca.

"Saat diinterogasi, pelaku akui bahwa barang berupa narkoba jenis sabu dan inek tersebut adalah miliknya yang didapatkan dari seorang bandar yang ada di Desa Air Itam," terang Agus Widodo, Selasa (18/6).

Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Penukal Abab guna dilakukan proses lebih lanjut.

"Kita kembangkan kasus ini, dan identitas bandar lebih besarnya telah kita ketahui dan tengah dilakukan pengintaian agar kasus narkoba bisa diberantas sampai ke akar-akarnya," tandas Kanit Reskrim Polsek Penukal Abab itu. (sn)
Share:

Kemensos RI bakal bantu akses perekonomian Sebetung, Tempirai



PALI, SININews.com - Kementerian Sosial RI bakal bantu pembangunan 49 rumah milik penduduk Talang Sebetung Desa Tempirai Selatan Kecamatan Penukal Utara Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang sudah ditetapkan menjadi daerah Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Dimana sebelumnya, Talang Sebetung yang dihuni lebih kurang 49 KK ini dimasukan dalam kategori wilayah KAT kategori 2, karena dinilai jauh dari jangkauan desa-desa sekitar. 

Alasan lain ditetapkan daerah KAT, akibat akses menuju Talang Sebetung cukup menantang, karena apabila melalui jalan darat harus menempuh medan lumayan berat dengan kondisi jalan penuh lumpur. Dan apabila melalui jalur air, harus ditempuh lebih kurang setengah hari dari Jembatan Desa Tempirai menuju lokasi KAT. Dan warganya pun jarang berinteraksi dengan keramian. 

Dikatakan Metty Etika, Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten PALI bahwa tahap awal bantuan adalah pembangunan balai serbaguna di wilayah Talang Sebetung. 

"Tahap selanjutnya akan ada bantuan untuk perehapan atau pembangunan bagi 49 rumah warga, dijadwalkan tahun ini juga selesai," ungkap Metty, Selasa (18/6).

Disamping bantuan fisik, warga setempat juga dikemukakan Metty bakal dibina dalam peningkatan perekonomiannya serta membuka wawasan dari ketertinggalan. 

"Selama dua tahun pembinaan dilakukan terhadap penduduk setempat. Berupa pemberian bibit tanaman dan hewan ternak sekaligus pelatihan cara beternak atau bercocok tanam sayuran. Ini dimaksudkan agar pola pikir masyarakat bisa terbuka tidak hanya mengandalkan berkebun karet atau mencari ikan saja," tambahnya. 

Membuka lingkungan Talang Sebetung agar bisa terhubung dengan dunia luar, Metty mengatakan bahwa Pemda PALI bakal membangun akses jalan penghubung, penerangan serta fasilitas publik lainnya. 

"Membangun Talang Sebetung dilakukan lintas sektoral, yang melibatkan instansi lain selain Dinsos. Diantaranya PUBM yang bakal membangun akses jalan, Dinkes untuk kesehatan, Dikdik untuk membangun sektor pendidikan, Disdukcapil, Dinas KB serta ada beberapa instansi lain juga dilibatkan agar Talang Sebetung bisa cepat maju dan mandiri," terang Metty (sn)
Share:

Perpustakaan Desa Jadi Wujud Kecerdasan Masyarakat

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Memberikan pelajaran guna mencerdaskan masyarakat bisa ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan meningkatkan minat baca melalui perpustakaan perpustakaan tang ada di tiap tiap desa. 

Sejalan dengan hal ini, peningkatan kemampuan mengenai kearsipan di lingkungan Pemkab Muara Enim juga menjadi perhatian, mengingat pentingnya pengumpulan dan penyimpanan data tang nantinya berguna dimasa yang alan datang.

Wakil Bupati Muara Enim, H Juarsah dalam sambutanya saat membuka acara sosialisasi dan penyuluhan kearsipan tang dilaksanakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di hotel Griya Serasan, Selasa (18/6) mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan agar mampu mengelola kearsipan secara efektif dan efisian di wilayah kerja masing masing. 

“Sebagaimana kita ketahui, arsip adalah naskah naskah yang dibuat dan diterima lembaga lembaga negara dalam bentuk dan corak apapun baik dalam keadaan tunggal maupun kelompok yang harus dijaga dan dilestarikan sebagai arsip sejarah pembangunan bangsa,” ujar Wabup.

Mengingat pentingnya masalah kearsipan dalam keberlangsungan pembangunan daerah, Wabup mengatakan, para peserta agar mengikuti pelatihan dengan sebenar benarnya dan sebaik baiknya materi yang diberikan.

“Karena kuta sadari, masalah kearsipan belum dikelola secara maksimal. Padahal kalau kita lihat kebelakan, betapa pentingnya ardip sebagai bukti dan data yang otentik terutama saat kita akan mencari dan menelusuri dokumen penting tentang sejarah terbentuknya muara enim,” tegas Wabup.

Selain itu, ditambahkannya, pada hari ini juga akan diserahkan hadiah dan piala kepada perpustakaan desa terbaik tingkat kabupaten di tahun 2019 ini yakni desa ujan mas lama di posisi pertama, desa tegal rejo Kecamatan Laeang Kidul di posisi dua dan perpustakaan desa Lesung Batu Kecamatan Tanjung Agung di posisi ke tiga.

“Dengan adanya pemeberian hadiah ini, diharapkan menjadi motivasi dan mendorong terbentuknya perpustakaan desa lainnya di kabupaten muara enim dan menjadikan masyarakat semakin gemar membaca dan semakin mencerdaskan masyarakat,” pungkas Wabup.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Muara Enim Maryana, melalui Kabid Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan, Daru Layuk SH mengatakan saat ini sudah ada 50 perpustakaan desa di wilayah Muara enim.

“Perpustakaan ini mendapatkan bantuan buku sebanyak 340 eksemplar dengan 170 judul buku pada 2018. Selain. Antuan dari kementrian, buku buku juga diperoleh dari CSR perusahaan dan desa yang menyediakannya sendiri,” terangnya.

Sedangkan, lanjutnya lagi, pada 2019 ini, ditambah 20 desa lagi yang sudah mendirikan perpustakaan baru dengan persiapan yang sudah dan segera dihalankan. Dan target terbentuk seluruhnya pada lima tahun kedepan.

“Untuk pengajuan perpustakaan dari desa sendiri. Karena dari dana desa ada dana yang dialokasikan untuk perpustakaan. Mendasar selain petugasnya nanti harus sudah memiliki SK dari Kepala Desa, desa juga hars menyiapkan tempat. Minimal pojok baca di kantor Kepala Desa,” terangnya.

Pihaknya berharap, desa desa yang belum memiliki perpustakaan agar terpacu untuk membangun dan mendirikan perpustakaan di desanya agar masyarakat bisa terbantu dan semakin mencetdaskan masyarakat khususnya di pedesaan.
Share:

Ada Permainan Penerimaan siswa Baru, Kusron : Sekolah Harus Pertanggungjawabkannya

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kusron menegaskan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP di Kota Prabumulih tidak ada permainan. Hal ini diungkap menindaklanjuti adanya keluhan Wali Murid yang kesulitan melakukan pendaftaran. 

"Tidak ada permainan. Kalau ada permainan sekolah harus mempertanggungjawabkan," tegas Kusron, Senin (17/6). 

Menurut Kusron, dengan pendaftaran menggunakan sistem online diyakini dapat meminimalisir kecurangan dalam proses penerimaan siswa baru. 

"Kendala terjadi karena sistem. Ada miskomunikasi. Namanya sistem kan dibuat, kami adukan dengan pembuat sistem itu," ujarnya.

Lebih jauh Kusron menuturkan, apabila terdapat keluhan terhadap proses penerimaan siswa baru, Dinas Pendidikan telah membuka posko pengaduan. 

"Silahkan datang ke kantor, atau melalui email kita ada, nomor WA juga kita ada," tuturnya sembari menambahkan jika proses penerimaan siswa baru dilakukan selama 3 hari mulai tanggal 17 sampai 19 Juni. 

Dalam penerimaan siswa baru, kata Kusron, sekolah menentukan berdasarkan 3 hal, yakni Zonasi, Jalur Mutasi dan Prestasi. 

"Kalau dengan sistem zonasi dengan harapan, siswa dekat dengan rumah mengurangi kendala keberatan orang tua yang harus antar jemput," ungkapnya.
Share:

Pendaftaran Online Siswa Baru di Keluhkan, Wako : Silahkan Daftar Sebanyak-Banyaknya

PRABUMULIH, SININEWS.COM -- Sejumlah wali murid di Kota Prabumulih keluhkan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP. Ini terjadi lantaran para wali murid tidak bisa mengakses pendaftaran PPDB secara online disejumlah sekolah.

Padahal, proses penerimaan siswa baru perdana dibuka hari ini serentak disetiap sekolah selama tiga hari. "Ini kan baru dibuka hari ini, kok sudah ditutup dak biso dibuka," cetus salah satu wali murid. 

Hal ini membuat kekhawatiran wali murid mengingat proses pendaftaran siswa baru disekolah negeri hanya dibuka selama 3 hari. 

Tak hanya itu, wali murid juga menduga adanya permainan yang dilakukan oleh oknum sekolah dalam proses penerimaan siswa baru tersebut. 

"Sekolah seharusnya terbuka, terima pendaftaran siswa sebanyak-banyaknya," keluh walimurid. 

Adanya keluhan para wali murid tersebut, Walikota Prabumulih H Ridho Yahya mengatakan pihaknya akan mempertanyakan kepada pihak sekolah terkait hal itu. "Nanti kita tanyakan," Ujarnya, Senin (17/6). 

Ridho Yahya mengajak masyarakat untuk sama-sama mengawasi jalannya penerimaan siswa baru agar berjalan dengan bersih dan transparan. Sehingga siswa yang berhasil masuk disekolah negeri memang benar-benar siswa yang pintar dan berprestasi. 

"Kalau nanti ada pungutan, laporkan ke kami," ungkapnya. 

Lebih lanjut Ridho mengatakan pendaftaran siswa baru seharusnya tidak dibatasi dan sekolah harus menerima seluruh siswa yang mendaftar kesekolah tersebut. 

"Silahkan ikut res sebanyak-banyaknya," terangnya. 

Namun demikian, kata Ridho, selain rangking dan tes dalam penerimaan siswa baru tetap harus berdasarkan aturan yang berlaku yakni penggunaan sistem zonasi. 

"Tapikan itu zonasi penilaian tempat tinggal, juga ada. Jadi bagi yang tinggal dekat sekolah prioritas," tambahnya.
Share:

Program Tour To Blok, Pastikan Barang Terlarang Tak Masuk Lapas

MUARA ENIM, SININEWS.COM -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Muara Enim terus berupaya menciptakan suasana nyaman, aman, dan tertib di dalam lapas. Salah satu caranya melalui program tour to blok, yakni memeriksa setiap kamar narapidana maupun kamar tahanan setiap pagi hari.

Kepala Lapas Kelas II B Muara Enim, Hidayat mengatakan, dengan program tour to blok setiap tim yang bertugas melakukan penggeledahan guna memastikan tidak adanya barang-barang terlarang masuk ke dalam lapas.

“Namun selain itu, program ini juga untuk memberikan motivasi, pengarahan, mendengarkan keluhan dan melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan warga binaan, hingga menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada warga binaan,” kata Hidayat, belum lama ini.

Melalui giat ini juga akan terjalin hubungan yang baik antara petugas lapas dengan para warga binaan. “Sehingga dapat menghindarkan dari hal-hal yang tidak diinginkan,” beber dia. Terlebih lagi, saat ini pihaknya sedang melakukan pembangunan Zona Integritas (ZI) Wilayah Bebas Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK-WBBM).

“Program tour to blok bisa menjadi salah satu upaya mewujudkan Zona Integritas WBK-WBBM, karena di sana petugas turut memastikan tidak ada pungutan untuk semua pelayanan yang diberikan kepada masyarakat maupun warga binaan,” sebutnya.

Kemudian, Hidayat mengajak jika ada penyimpangan yang terjadi di dalam lapas agar dilaporkan. Selanjutnya, setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti oleh Tim Pengawas Internal yang telah dibentuk. “Kita pastikan setiap laporan atau keluhan, masukan dan saran dari warga binaan ditampung, dan akan kita tindaklanjuti,” tegas Hidayat.
Share:

Ulat Serang Bayam dan Kangkung, Petani Ngeluh Rugi

PALI, SININEWS.COM -- Petani sayuran di kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengaku merugi lantaran tanaman mereka diserang hama ulat pemakan daun. Hama ini diakui sejumlah petani sayuran akibat cuaca yang tidak dapat diprediksi saat ini. 

Seperti yang terjadi di perkebunan sayur warga, di Keluarahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi. Dimana, para petani memilih pasrah dengan cuaca yang selalu berubah-ubah ini, karena membuat ulat muncul dan merusak tanaman.

Kancil (42), salah satu petani setempat mengatakan, bahwa hasil panen sayurnya jauh menurun akibat cuaca yang tidak menentu seperti saat ini, karena tanamnya banyak yang diserang hama dan mengalami busuk.

"Akubat cuaca saat ini yang kadang panas terus mendadak hujan, membuat hama ulat muncul dan merusak tanaman sayur. Ditambah lagi dengan tanaman sayuran yang menguning dan membusuk," ujarnya, Senin (17/6).

Dikatakanya, omzetnya yang biasa diatas Rp10 juta perbulan, kini hanya sekitar jutaan setiap bulannya. "Jadi sebulan terakhir ini akibat cuaca kami cukup rugi pak, dan memang tidak bisa digindari," katanya.

Sementara, Ramses (23), salah satu pembeli sayuran tersebut mengaku, bahwa saat ini permintaan di pasaran memang cukup tinggi, namun hasil panen petani yang mengalami penurunan.

"Kami cuma sekedar membeli hasil sayur yang ada di petani, dan kembali dijual di pasar dan warung-warung yang ada di wilayah Pendopo. Kami juga berharap dengan cuaca yang berubah ini bisa kembali normal," pintanya.(sn)
Share:

102 Desa di Muara Enim Pilkades Serentak

MUARA ENIM, SININEWS.COM --Sebanyak 102 desa di 18 kecamatan dari 22 kecamatan yang ada di Kabupaten Muara Enim akan melakukan pesta demokrasi Pemilihan Kades (Pilkades) secara serentak pada bulan September mendatang. Pelaksanaan Pilkada tersebut akan dilaksanakan oleh panitia Pilkades masing masing desa yang melakukan pemilihan.

             “ Tahapan pelaksanaan Pilkada sudah mulai dilaksanakan. Saat ini memasuki tahapan pendaftaran  Calon Kades (Cakades) mulai tanggal 13-25 Juni mendatang,” jelas Kepala Badan Pemberdayaan Masayarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Muara Enim, Emran Thabrani, Senin (17/6).

                Menurutnya proses pemdaftaran Cakades dilaksanakan oleh masing masing panitia Pilkades. Sedangkan seleksi administrasi akan dilaksanakan mulai bukan Agustus dilakukan panitia Pilkades.

                “Sesuai ketentuan, jika yang mencalonkan diri Cakades lebih dari 5 orang maka akan dilakukan seleksi tes tertulis secara online menggunakan komputer,” jelasnya.

                Karena, calon kades maksimal 5 orang. Jika ada desa peserta Cakadesnya lebih dari  5 orang maka terpaksa dilakukan tes tertulis. Tes tersebut dilaksanakan oleh panitia Pilkades. Sedangkan tempat pelaksanaan tes bisa di desa masing masing ataupun di kantor kecamatan.

             Tergantung kekuatan sinyal jaringan saat pelaksanaan tes secara online tersebut. Pada pelaksanaan tes tersebut, masing masing Cakades membawa laptop sendiri. Karena komputer maupun laptop tidak disiapkan oleh panitia Pilkades.   

             Dijelaskannya, pelaksanaan Pilkades secara serentak akan dilakukan pada 26 September. Pada pelaksanaan Pilkades serentak tersebut, akan mendapatkan pengamanan dari aparat Kepolisin, TNI masing Linmas masing masing desa. Sebelum pelaksanaan Pilkades serentak, nantinya akan dilaksanakan deklarasi Pilkades damai.
Share:

Youtube SiniNews

Facebook SINI News

Followers

Subscribers

Postingan Populer

Blog Archive

Comments

Berita Utama

sitemap

Recent Posts